Monthly Archives: May 2019
MEMPERKATAKAN FIRMAN
Yosua 1: 3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa
Sebelum Allah mengutus Yosua pergi ke tanah perjanjian, Tuhan berfirman kepadanya “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa”. Dengan kata lain bahwa kehidupan Yosua secara pribadi sebagai pemimpin yang akan memimpin bangsa Israel masuk ke dalam tanah perjanjian akan mengalami keberhasilan. Hal ini pun dapat berlaku untuk kita semua baik hamba Tuhan atau pelayan Tuhan, pebisnis, atau apapun bidang yang ditekuni, di dalam segala aspek apapun, keberhasilan/kesuksesan dapat kita alami. Tetapi ayat ini tidak berdiri sendiri, ada serangkaian perintah Tuhan yang harus dilakukan. Kita perlu memperhatikan ayat-ayat sesudahnya yaitu segala perintah dan nasihat Tuhan yang membuat Yosua 1:3 menjadi kenyataan.
Memperkatakan Firman Tuhan sangat berkaitan dengan tema besar tahun ini yaitu Yosua 1:3. Hal ini merupakan kehendak Tuhan bagi orang percaya agar dapat mengalami keberhasilan di dalam Tuhan. Kesuksesan/keberhasilan sebagai seorang pemimpin yang dipercayakan oleh Tuhan kepada Yosua dalam membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian bukanlah suatu hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus ia hadapi untuk dapat masuk, menguasai bahkan menempati tanah perjanjian tersebut.
Dalam Yosua 1:8 dijelaskan langkah-langkah agar kita dapat mengalami keberhasilan baik secara jasmani maupun rohani. Dua kalimat pertama dalam Yosua 1:8 merupakan perintah Tuhan yang merupakan langkah awal keberhasilan “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam”.
Pada zaman Yosua belum ada kitab Perjanjian Baru, hanya ada 5 kitab saja yaitu 5 kitab pertama di perjanjian lama; Kejadian, Keluaran Imamat, Bilangan dan Ulangan yang semuanya ditulis oleh Musa. Sampai saat ini orang Yahudi fokus terhadap kitab Taurat ini walaupun ada kitab-kitab lainnya seperti kitab para nabi tetapi mereka lebih fokus terhadap kitab Taurat ini. Jika kita membaca kitab Taurat ini, kita menemukan bahwa kitab ini penuh dengan perintah-perintah Tuhan yang diberikan kepada Musa.
Tahun 1982, ketika saya berada di Israel selama 4 bulan, saya masuk kedalam rumah ibadah orang Yahudi (Sinagoga). Saya mencari tahu bagaimana peribadatan dalam Sinagoga. Kemudian saya menjumpai bahwa hukum pertama dan yang terutama dalam 10 perintah Allah selalu dibacakan “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu”. Di Perjanjian Baru, Yesus menambahkan “dengan segenap akal budi”. Tidak hanya dibaca di dalam ibadah di sinagoga saja, tetapi di rumah-rumah dalam keluarga masing-masing, perintah Allah itu dibaca setiap hari. Itu harus dibacakan atau diperkatakan. Untuk anak kecil yang belum bisa bicara, orang tuanyalah yang harus memperkatakan.
Firman Tuhan ini harus diperkatakan berulangkali baik saat bangun pagi hari maupun saat duduk-duduk santai siang hari. Anak-anak yang sudah bisa bicara, kemudian diajak untuk mengatakan firman itu berulang-ulang. Bagi orang dewasa, mereka tidak hanya memperkatakan hukum pertama dan yang terutama ataupun hukum kedua yang sama dengan itu, tetapi juga memperkatakan perintah Allah yang lain yang termasuk di dalam 10 perintah Allah.
Semua perintah Tuhan termasuk yang ada di Perjanjian Baru bisa di padatkan hanya menjadi dua hukum saja yang mengatur bagaimana manusia terhadap Tuhan lalu selebihnya bagaimana manusia bersikap terhadap sesamanya baik terhadap keluarganya, lingkungannya dan siapa saja. Hukum 1 sampai dengan 4 dalam 10 perintah Allah mengatur hubungan manusia dengan Tuhan sedangkan 5-10 mengatur hubungan manusia dengan sesamanya.
Tuhan mengatakan kepada Yosua dan tentunya kepada kita semua agar kita tidak lupa memperkatakan firman Tuhan, tetapi merenungkannya siang dan malam. Kata “merenungkan” didalam bahasa aslinya sebenarnya kurang tepat. Di dalam terjemahan King James Version(bukan New King James Version), dimana pertama kali di terjemahkan dari bahasa aslinya ke dalam bahasa Inggris, kata “merenungkan” dalam bahasa Inggris adalah “muttering” dalam bahasa Indonesia artinya mengucapkan perlahan-lahan secara berulang-ulang. Ketika saya periksa dalam New King James Version, disana dituliskan kata “meditate”, yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah “merenungkan” yang tentunya berbeda makna dengan “memperkatakan”. Sebenarnya dalam bahasa aslinya adalah mengucapkan dengan tidak keras atau perlahan-lahan untuk diri kita sendiri. Kata “muttering” ini, berarti recitation yaitu mengucapkan berulang-ulang secara aktif. Atau juga artinya adalah respeaking of God’s Word (mengucapkan kembali firman Allah). Kita perlu tahu jika ada firman Tuhan atau perintah Tuhan yang diulang lebih dari satu kali, berarti menurut Tuhan itu sangat penting. Ada kalanya Tuhan bicara satu kali saja, ada kalanya Tuhan berbicara 2 atau 3 kali bahkan lebih. Dalam Yosua1:8 saja dikatakan dua kali berturut-turut. Hal ini berarti kita harus benar-benar memperhatikan dan melakukan firman Allah ini. Karena ini adalah satu langkah keberhasilan yang Tuhan sediakan.
Salah satu cara agar kita dapat memperkatakan firman Tuhan siang dan malam yaitu kita harus hafal terlebih dulu. Hal ini sangat menolong buat kita. Sehingga kita tidak perlu membawa Alkitab yang tebal atau pun gadget. Ini menjadi perintah Tuhan kepada Yosua kepada bangsa Israel juga kita semua untuk terus menerus memperkatakan Firman. Tuhan memerintahkan hal ini kepada Yosua tentu ada maksudnya. Kita perlu tahu bahwa setiap perintah Allah memiliki tujuan.
Pada awalnya saudara-saudara jasmaniah Yesus tidak percaya kepada Yesus tetapi setelah kenaikan Yesus ke surga mereka menjadi pengikut Kristus juga menjadi hamba-hamba Tuhan diantaranya Yakobus yang menulis surat Yakobus. Setiap surat yang ditulis ini ditujukan kepada orang yang sudah percaya. Dalam Yakobus 1:21 dituliskan “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”Ini sebenarnya menjadi jawaban mengapa Allah memerintahkan Yosua juga kita semua untuk mengucapkan/memperkatakan firman Tuhan berulang-ulang.
Ketika kita masih orang berdosa, kita dipanggil oleh Tuhan karena anugerah. Pertama agar kita memperoleh keselamatan dengan bertobat atau metanoia yaitu berbalik 180°, tidak setengah-setengah. “Buanglah segala sesuatu yang kotor” menunjukkan suatu pertobatan yang benar. Jika belum mengalami hal ini, berarti belum bertobat. Seorang bapak pernah datang kepada saya. Ia katakan bahwa ia mau bertobat, ia akan musnahkan semua jimat yang ia pegang yang menjaganya dari serangan. Kemudian bapak itu mengeluarkan semua bungkusan yang ada, tetapi ternyata ia hanya mengeluarkan sebagian saja. Oleh karena roh Allah, lalu saya katakan kepada bapak tersebut “Jika Bapak mau bertobat, bertobat yang benar jangan setengah-setengah, kalau membakar jimat harus semuanya, jangan hanya sebagian.” Akhirnya bapak tersebut mengeluarkan jimatnya yang terakhir yang mungkin menurutnya paling ampuh. Selanjutnya saya katakan “Jika bapak mempertahankan ini, justru akan membahayakan diri bapak sendiri. Percuma bapak bakar sebagian tetapi yang satu di pertahankan. Kalau mau bertobat harus total.” Seperti Firman Allah katakan “Buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu.” Jangan menyimpan segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan termasuk tontonan-tontonan pornografi di gadget. Buanglah semuanya itu. Inilah tahap pertama yang harus dilakukan. Setelah bertobat lalu masuk tahapan berikutnya yaitu menerima Tuhan Yesus secara pribadi menjadi Tuhan dan juruselamat. Jika mau menerima Tuhan Yesus harus diawali dengan bertobat dulu. Jika tidak, maka percuma saja.
Waktu kita menerima Kristus, kita ada di dalam Kristus dan Kristus ada di dalam diri kita maka terjadi 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Hal ini diperjelas dalam Yehezkiel 36:26 dimana Tuhan Allah berkata “Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Roh lama kita yang menjadi budak dosa ketika menerima Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat, dipindahkan dari gelap kepada terang kerajaan Kristus.
Namun, sekalipun rohnya sudah diganti tetapi jiwanya harus tetap diperbaharui. Setelah orang itu lahir baru. Hal ini tidak secara otomatis menjadikan jiwa menjadi baru. Dalam Yakobus 1:21 dijelaskan bahwa jiwa kita masih perlu diselamatkan. Arti menyelamatkan yaitu memperbarui, menyempurnakan, memulihkan dan menyembuhkan. Jiwa masih terus harus diperbaharui. Jadi bisa saja orang itu sudah bertobat tetapi ia masih memiliki pikiran dan keinginan yang lama. Hal inilah yang harus di perbaharui terus menerus. Setelah seseorang sudah membuang segala sesuatu yang jahat yang kotor melalui tindakan pertobatan, pengakuan dosa dan pelepasan, termasuk membuang jimat-jimat dan juga pornografi. Setelah itu barulah menerima dengan lemah lembut Firman yang tertanam di dalam hati. Kemampuan untuk merubah, menyelamatkan, memperbaharui jiwa kita supaya secara bertahap menjadi serupa seperti pikiran perasaan dan keinginan Kristus yaitu melalui Firman.
Jika seseorang hanya mendengar firman saja tetapi pikirannya melayang-layang, maka hal ini adalah sia-sia. Karena Firman itu tidak mungkin masuk di dalam pikirannya apalagi tertanam di dalam hatinya. Ada orang yang sudah bertahun-tahun beribadah di dalam suatu gereja tetapi orang tersebut tidak berubah. Maka ada dua kemungkinan, yang pertama dia belum lahir baru yang kedua dia sudah lahir baru tetapi belum juga berubah karena Firman yang dia dengar tidak sampai tertanam di dalam hatinya. Ada proses sampai Firman dapat tertanam di dalam hati seseorang. Firman yang tertanam di dalam hati sangatlah penting karena itulah yang berkuasa mengubahkan hati dan menyelamatkan jiwa.
Bukanlah suatu jaminan bagi orang yang sudah beribadah selama bertahun-tahun kemudian dapat merubah kehidupan pribadinya. Jika Firman belum masuk di dalam hatinya maka Firman itu tidak punya kuasa di dalam merubah hati dan pikirannya. Maka keinginannya masih yang lama. Inilah rahasianya, mengapa Tuhan memerintahkan kepada Yosua untuk memperkatakan/mengucapkan berulang-ulang firman Tuhan itu siang dan malam. Jika kita mengucapkan Firman berulang-ulang, baik itu perintah maupun janji Tuhan, firman itu akan masuk dan tertanam di dalam hati kita, maka terjadilah Yakobus 1:21b “firman yang tertanam di dalam hatimu yang berkuasa untuk menyelamatkan jiwamu.”
Menghafal ayat hanyalah sebagai tahapan untuk membantu kita untuk lebih efisien melakukan firman ini. Jika kita hafal, kita tinggal mengucapkan sambil kita melakukan aktifitas lain seperti memasak, membersihkan rumah atau kegiatan lainnya. Atau jika sedang berkendaraan di dalam perjalanan sambil menyetir mobil atau motor, kita tinggal mengucapkannya saja. Ucapkan firman Tuhan berulang-ulang, maka itu akan masuk ke dalam hati dan firman yang tertanam di dalam hati akan berkuasa merubah, memperbaharui jiwa (pikiran keinginan dan perasaan) kita.
Dalam Roma 12:2 Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat atau orang percaya yang sudah lahir baru yang ada di kota Roma “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Ayat ini tidak ditujukan kepada orang yang kafir yang masih berdosa tetapi ditujukan kepada orang yang sudah lahir baru. Orang yang sudah lahir baru pun tingkahnya bisa saja sama dengan orang yang belum lahir baru. Sehingga Rasul Paulus harus menasehati mereka agar tidak menjadi serupa dengan dunia. Pikiran adalah bagian dari pada jiwa. Ketika orang sudah lahir baru sudah bertobat dan menerima Yesus lalu memberi diri dibaptis, pikirannya bisa saja masih pikiran yang lama. Ini adalah tugas tanggung jawab diri pribadi untuk memperbaharui pikiran. Caranya yaitu,pembaharuan yang dikerjakan oleh Firman yang tertanam di dalam hati karena inilah yang punya kuasa merubah pikiran yang lama menjadi fikiran baru yang berkenan kepada Allah. Dengan memperkatakan firman Tuhan siang dan malam sampai Firman itu tertanam di dalam hati dan pikiran kita. Supaya secara bertahap fikiran kita mulai diperbaharui sampai kita memiliki pikiran Kristus. Dikatakan dalam Filipi 2:5, Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat yang ada di Filipi “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” Supaya dapat membedakan mana yang menjadi kehendak Allah dan mana yang bukan. Ada tiga tingkatan kehendak Allah yaitu kehendak Allah yang baik, kehendak Allah yang berkenan dan kehendak Allah yang sempurna. Kita dapat mengetahui kehendak Allah jika pikiran kita diperbaharui.
Jika kita mengetahui kehendak Tuhan lalu kita lakukan maka kita akan menerima berkat-Nya dan pasti kita berhasil. Seringkali seseorang mengalami ketidakberhasilan karena salah mengerti kehendak Tuhan. Jika Firman-Nya berupa perintah masuk di dalam roh kita, itu memiliki dampak atau kuasa dimana kita menjadi tunduk kepada kuasa Firman yang ada di dalam hati kita sehingga keinginan dan pikiran kita menjadi selaras dengan apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Karena yang seringkali menghambat seseorang untuk melakukan Firman adalah jiwa atau fikirannya. Pikiran yang selalu berargumen tentang ketidakmungkinan juga kekuatiran. Kadangkala masuk di akal kadangkala tidak masuk di akal. Jika fikiran kehendak perasaan kita sudah diperbarui, maka ia menjadi tunduk dengan apa yang Firman katakan, karena yang memegang peranan di dalam diri manusia adalah kehendaknya.
Ketika kita melakukan semua perintah dan hukum Tuhan, kita pasti berhasil.
Tahapan yang pertama adalah memperkatakan Firman Tuhan berulang-ulang siang dan malam. Supaya Firman itu masuk di dalam hati dan merubah, memperbaharui jiwa kita. Jika Firman hanya kita dengar tetapi kita tidak melakukan, tidak mungkin kita mengalami keberhasilan. Pikiran, perasaan dan kehendak kita harus selaras dengan Firman sehingga perjalanan dan hidup kita akan berhasil dan akan beruntung. Hasil akhir yang baik tidak akan kita alami jika kita tidak menjalankan langkah-langkah sebelumnya. Dalam Ulangan 28 dikatakan keberhasilan dan kesuksesan akan dialami jika melakukan firman Tuhan. You will make your way prosperous. Aku datang supaya domba-dombaku memiliki hidup dalam segala kelimpahan.. Tidak boleh bermimpi mau sukses/berhasil tetapi tidak melakukan tahapan-tahapan sebelumnya yang Tuhan sudah ajarkan kepada kita.
Mulai dulu memperkatakan firman Tuhan siang dan malam terus-menerus sampai itu tertanam di dalam hati sehingga memiliki kuasa untuk merubah jiwa sehingga semuanya tunduk untuk mau melakukan firman Tuhan. Banyak orang mau diberkati tetapi tidak melakukan cara yang Tuhan sudah ajarkan. Di dalam ulangan pasal 28 kuncinya ada di ayat 1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Di ayat 13b Tuhan ulang lagi caranya, “apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang ku sampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” Jika kita melakukan firman Tuhan dan menyenangkan hati-Nya, Tuhan pasti mengangkat kita. Dengan cara yang ajaib Tuhan dapat mengangkat kita menjadi kepala asalkan taat melakukan firman Tuhan. Untuk dapat taat melakukan firman Tuhan maka jiwa kita harus diperbaharui. Pikiran harus setuju untuk melakukan perintah Tuhan. Ketika kita melakukan firman, maka akan menuai hasilnya. Jadi ini bukan hanya menjadi tema saja tetapi alamilah janji Tuhan itu.
By : Pdt. Mediati Setiawan
MENJAGA DIRI DARI KEBINASAAN
Yesaya 6:1-81 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. 3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” 4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. 5 Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” 6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” 8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
I Petrus 3:10″Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Situasi dan kondisi yang kita alami saat ini banyak dibingungkan oleh beredarnya berita-berita yang sangat cepat diterima karena ditunjang oleh tehnologi yang canggih. Berita-berita tersebut disusun menjadi sebuah kalimat dan kalimat itu bisa menjadi bukti secara otentik karena berbentuk tulisan. Ketika ucapan sudah dalam bentuk tulisan, itu sudah punya bukti yang sangat kuat. Jadi kita harus sangat berhati-hati dengan setiap ucapan yang dituangkan menjadi sebuah kalimat yang kemudian tersebar di sosial media.
Mari kita belajar dari Nabi Yesaya, sebelum ia menerima panggilan mulia dari Tuhandia dalam kondisi najis bibiryaitu dosa yang ada dalam dirinya danitu ada pada mulutnya/bibirnya, jika ia tidak bertobat ia akan binasa. Mengapa Tuhan memilih Yesaya yang najis bibir? Apakah tidak ada yang lebih baik dari Yesaya? Jika kita memahami konteks kedaulatan Tuhan, maka kita akan mengerti itu adalah hak Tuhan untuk memilih siapa yang Ia kehendaki. Yesaya terkejut ketika ia diizinkan untuk dapat melihat Tuhan semesta alam, ia tahu diri dan menyadari bahwa ia adalah seorang yang berdosa.
Kita tidak boleh memiliki pemahaman yang keliru bahwa ketika kita sudah lahir baru dan sudah diselamatkan, kita merasa boleh dengan bebas melakukan apapun, dengan keyanikan bahwa akan tetap masuk surga.
Pengakuan Dosa
Tidak dijelaskan bagaimana najis bibir yang dilakukan oleh Yesaya, apakah dia memaki? Berbicara kotor? Mulut cabul? Dll. Yang jelas berbicara bibir berarti membahas mengenai perkataan.
Yesaya 6:5 Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”
Yesaya mengadakan pengakuan sebelum ia dipanggil untuk melayani Tuhan. Tidak ada pengampunan tanpa pengakuan.
I Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Hal ini perlu dipahami oleh banyak orang percaya, banyak orang yang rohani susah menemukan bahwa dirinya berdosa. Semakin diri rohani semakin ia harus bertobat. Kita tidak akan pernah bertobat kalau kita tidak menemukan siapa diri kita. Semakin mudah orang berdosa untuk bertobat daripada orang yang nampaknya rohani melakukan firman “setengah-setengah” tapi merasa sudah melakukan firman tapi tidak pernah menunjukkan pertobatan.
Semakin rohani semakin sulit mengaku dosa, ini juga yang dialami oleh beberapa hamba Tuhan senior.
Pemulihan Diri Pribadi
Tuhan membereskan dosa Yesaya yaitu najis bibir sebelum Tuhan berbicara mengenai pengutusan Yesaya, sebelum Tuhan berbicara mengenai pelayanan yang selanjutnya.
Kita bisa membayangkan bagaimana waktu Yesaya ditaruh bara api dalam mulutnya, ini adalah kenjadian nyata. Ini merupakan pemurnian karakter yang luar biasa. Bibir Yesaya harus dibereskan terlebih dahulu.
Pembentukan diri pribadi jauh lebih penting dari segala macam bentuk pelayanan, oleh sebab itu kita perlu tahu apa yang perlu dibereskan dalam hidup kita sebelum kita melayani Tuhan.
Pemulihan diri pribadi yang kaitan eratnya dengan mulut ini adalah langkah awal dari pertumbuhan rohani. Modal seorang pelayan Tuhan atau seorang percaya dalam memberitakan keselamatan adalah mulut.Apa yang dikatakan itu akan mencerminkan hidup sehari-hari.Perkataan kita bisa membawa orang membaca karakter kita.
Oleh karena itu kita perlu waspada.
Tidak ada pembicaraan mengenai “utusan” sebelum Yesaya dan bibir najisnya dibereskan oleh Tuhan, caranya cukup sadis yaitu dengan menyentuhkan bara api ke mulut Yesaya.
Adakalanya Tuhan harus mengizinkan hal-hal seperti ini supaya mulut kita berhenti dari hal-hal yang najis.
Sebuah kasus: ada sebuah keluarga yang sangat rohani, suami, istri dan anak-anaknya semua melayani Tuhan. Tapi suatu saat mereka terjebak dalam suatu kesombongan rohani. Tuhanmengizinkan aib menimpa dan mulut penghakimanpun langsung berhenti dari keluarga ini. Inilah bara api itu. Ternyata keluarga rohani sekalipun tidak luput dengan apa yang namanya kejatuhan.
Ada dua alat penguji iman:
.1. Uang
Sikap diri kita terhadap uang bisa dipakai menjadi ukuran iman seseorang. Uang melekat dekat dengan kehidupan seseorang selama 24 jam. Sikapnya dalam menggunakan keuangan itulah ukurannya, jika sikap terhadap uang tidak benar maka semua kegiatan rohaninya juga tidak benar.
2. Mulut
Setiap perkataan yang keluar dari mulut itu akan menunjukkan siapa pribadi kita. Termasuk dalam pelayananpun perkataan itu akan menjadi kepribadian kita.
Dari sinilah Yesaya harus dibereskan terlebih dahulu, jika tidak maka tidak akan terjadi pengutusan.
I Petrus 3:10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Lidah Bagian Tubuh yang Kecil Tapi Bisa Memegahkan Perkara yang Besar
Yakobus 3:3-63 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
Kekuatan kekang kuda dan kemudi pada kapal digambarkan oleh firman Allah disamakan dengan lidah manusia. Anggota tubuh yang kecil tapi bisa menodai seluruh tubuh bahkanmencemari banyak orang. Kita sudah dikuduskan tapi dinodai kembali oleh lidah.
Banyak yang tidak menerima perkataan saya bahwa dosa organisasi jauh lebih najis daripada dosa zinah. Bukan saya meremehkan dosa zinah, tapi Alkitab mengatakan bahwa dosa zinah menajiskan diri sendiri, tapi dosa perkataan menajiskan banyak orang. Dan itu yang banyak terjadi dimana-mana, termasuk dalam kehidupan hamba Tuhan. Ada kesalahan yang dia buat, dan supaya ada teman untuk membelanya, dia sampaikan kepada rekan-rekannya, maka rekan-rekannya itu menjadi najis karena perkataannya. Dan tidak berhenti sampai disitu, rekan-rekannya itu menyampaikan hal yang sama, maka semakin banyak orang yang tercemar.
Ketika saya mengadakan pembuktian tentang perkataan ini, barulah mereka dapat menerima. Tidak ada orang yang berzinah mengumumkan bahwa ia berzinah, ia akan menutup rapat-rapat kasusnya, kecuali tiba-tiba kasusnya terbuka. Tapi dosa perkataan ini, dipakai untuk meleter, makanya dikatakan jangan duduk sehidangan dengan orang yangmempunyai tabiat seperti itu dan jangan bergaul. Roh pengendalian sangat kuat dan akan takluk padanya karena tidak bisa membentengi diri. Kalau Tuhan katakan jangan bergaul, berarti Tuhan tidak mengadakan perlindungan terhadap diri kita.
Tidak Ada Seorangpun yang Berkuasa Menjinakkan Lidah.
Yakobus 3:7-87Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
Alkitab sendiri mengatakan bahwa tak seorangpun dapat menjinakkan lidah. Dari perkataaan orang dapat menilai kadar iman kita dan karakter kita. Sekali lagi modal seorang pelayan Tuhan/orang percaya adalah mulut. Ketika kalimat yang kita keluarkan tidak sesuai dengan pribadi kita, itulah karakter kita. Pergumulan terberat, bukan karena ada malapetaka menimpa, masalah keuangan dll, itu akan banyak orang yang datang menghibur kita, tetapi lidah adalah pergumulan yang terberat dari setiap orang percaya atas dirinya sendiri. Kepercayaan bisa lenyap oleh karena perkataan, penghormatan bisa lenyap oleh karena perkataan, bahkan diri kita bisa diinjak-injak oleh karena perkataan.
Dimana kekuatan Roh Kudus yang ada pada kita, dimana kita juga berbahasa roh dengan menggunakan lidah. Ini sesuai kebenaran firman dalam Yakobus 3:9 9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.Jangan pernah memimpikan surga jika kita tidak kudus dalam perkataan.
Yakobus 3:10-1210dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Sangat jelas, inilah yang menunjukkan karakter yang najis yang belum terselesaikan. Kelicikan iblis untuk menjatuhkan orang percaya sampai kepada hal yang tidak sampai kita duga yaitu dosa melalui lidah. Ini bisa dibereskan asal kita mau, karena bibir itu melekat pada kita bukan pada orang lain. Kalau orang masih mengeluarkan najis bibir, berarti karakternya masih najis.
Amsal 18:21Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Ini dijadikan pepatah dunia “Dari mulut badan binasa”
Amsal 21:23Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
Jangan mengurus yang bukan urusan kita, jika ada orang yang “curhat” tidak perlu diteruskan ke orang lain.
Urusan Lidah Akan dibawa Sampai ke Akhirat
Matius 12:36-37 36Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”
Yakobus 1: 26Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
Ini bukan hanya berbicara penghukuman di dunia tapi di akhirat, jadi janganlah lidah membawa kita ke neraka. Janganlah lidah menghadirkan masalah-masalah di dunia yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Jauh lebih baik kita menjaganya daripada Tuhan harus menghadirkan baptisan api melalui bara api. Iblis bisa punya “kemampuan” menghapus semua hal-hal yang baik menjadi sia-sia dan hilang upah.
By : Pdt. RF. Martino
KASIH MULA-MULA
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih dan yang paling besar diantaranya ialah kasih (1 Korintus 13:13)
Tidak seorangpun suka akan kepalsuan, umumnya kita semua suka yang murni kita suka yang tulus dan ikhlas. Produk surgawi yang dimiliki oleh orang percaya yang sumbernya dari Yesus adalah agape. Inilah yang kita terima dari Dia ketika kita menjadi orang percaya. Pribadi dan karakter-Nya ditaruhkan didalam kehidupan kita. Itulah yang Tuhan mau supaya kasih-Nya ada didalam kehidupan kita. Kasih hanya dapat dikenal dari perbuatan yang nyata. Kasih manusia tidak dapat dinilai dengan hitungan persen tetapi dapat dilihat wujudnya dari perkataan dan perbuatan di dalam tindakan-tindakan kita dan didalam apa yang orang lain rasakan terhadap kita. Wujudnya didalam perbuatan yang nyata. Kita secara manusia dapat merasakan apakah seseorang mengasihi kita ataukah tidak. Kita pun tahu bahwa Allah yang mahatahu yang mata-Nya ada diseluruh bumi ini mengetahui bagaimana manusia yang Ia ciptakan, bagaimana kadar kasih yang dia miliki, bagaimana kasih orang itu terhadap-Nya.
Kasih yang mula-mula, diibaratkan seperti kasih dalam suasana “jatuh cinta”. Kita sebagai orang dewasa pasti pernah punya pengalaman jatuh cinta. Kita mengerti tindakan-tindakan yang kita lakukan saat jatuh cinta. Demikian halnya ketika kita baru pertama kali menerima Yesus dalam hati. Hati kita begitu menggebu-gebu, selalu menanti-nantikan jam ibadah, jam doa, jam pelayanan, bahkan selalu berdoa atau mengurung diri dikamar untuk berdoa kepada Tuhan. Ketika membaca Alkitab pun tidak cukup hanya satu pasal sehari, bisa sampai 10 pasal bahkan lebih. Bahkan ada orang yang selalu ingin berada di gereja terus. Apakah saudara pernah memiliki pengalaman seperti ini?
Orang yang dalam keadaan jatuh cinta atau pertama kali menerima Yesus dengan benar, pasti mengalami suasana seperti ini. Yang tidak benar ialah ketika orang itu diiming-imingi, contohnya “kamu akan sembuh kalau kamu menerima Tuhan Yesus, kamu akan diberkati kalau kamu terima Yesus, namamu akan tertulis di surga jika kamu terima Yesus.” Hal itu memang benar, itulah yang terjadi ketika kita terima Yesus. Tetapi ketika kita mengabarkan Injil kepada orang lain, jangan tawarkan fasilitasnya, berkatnya, kesembuhannya, kesehatannya, pertolongannya dan lain-lain. Tunjukkan bahwa Allah mengasihinya. Katakan bahwa Allah mau menyelamatkanmu. Sampaikanlah Injil yang benar supaya orang itu merasakan kasih Allah di dalam hatinya. Ada orang dibimbing terima Yesus berulangkali, karna ia ragu apakah Yesus sudah ada dihati atau belum. Oleh karena itu, kita perlu pelajari sungguh-sungguh agar dapat membimbing orang lain menerima Yesus dengan benar.
Kasih mula-mula tidak pernah mau menyakiti. Ia rela berkorban tanpa merasa berkorban. Ketika ia memberikan sesuatu ia tidak pernah merasa rugi. Ketika melakukan sesuatu, ia tidak pernah merasa capek atau mengeluh. Ia tidak pernah merasa Tuhan membuatnya rugi, capek. Ketika kita datang beribadah sungguh-sungguh, kita akan merasa sukacita karena suasana hati Tuhan di taruhkan didalam hati kita. Ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain atau melakukan perbuatan yang baik, maka kitamerasa senang/bahagia karena perasaan Tuhan ditaruhkan di dalam hati kita. Inilah yang seharusnya kita kerjakan karena kita mengasihi Tuhan, tidak pernah merasa rugi waktu, rugi uang, rugi perasaan dan harga diri kalau kita melakukannya karena kasih kepada Tuhan dan memberikan apa saja demi yang dikasihinya. Filosofi orang dunia mengatakan laut akan ku seberangi, gunung akan kudaki ketika ia jatuh cinta.
Dalam Alkitab, dituliskan bahwa Abraham menunjukkan kasihnya kepada Tuhan Allahnya dengan menyembah Dia. Kata menyembah ditulis pertama kali dalam Alkitab pada saat Abraham mempersembahkan Ishak. Datang untuk menyembah Tuhan, bukan hanya di kata-kata atau di bibir saja tetapi didalam tindakan. Dalam 24jam posisi kita harus dalam penyembahan kepada Tuhan. Firman Tuhan katakan apapun yang kamu perbuat, perbuatlah itu seperti untuk Tuhan. Tidak mungkin seseorang mengasihi Tuhan dengan berkata “aku mengasihi Engkau Tuhan” tetapi ia adalah seorang yang kikir, atau“aku mengasihi Engkau Tuhan” tetapi “hitung-hitungan” dengan pekerjaan Tuhan, bahkan tidak pernah mau berkorban tenaga dan pikirannya untuk Tuhan. Abraham mempersembahkan yang terbaik yang dimilikinya. Itulah penyembahan kepada Tuhan. Di dalam ibadah, pekerjaan atau apapun juga, jadikan itupenyembahan kita kepada Tuhan, jangan asal-asalan dan jangan hitung-hitungan. Jika kita mengasihi Tuhan, berikan kepada Tuhan apa yang ia inginkan dalam ketaatan.
Royal Bagi Tuhan
Kata Royal menurut KBBI: Berlebih-lebihan, melampaui batas, habis-habisan.
Tuhan pun mau mendapatkan yang seperti ini bahkan lebih daripada itu. Ketika Raja Daud mempersiapkan bait Allah yang akan dibangun oleh Salomo, anaknya, ia mempersiapkan semuanya. Jika dijumlahkan nilai emas dan perak saat itu sekitar 310 triliun, belum termasuk besi, tembaga,kayu dan lain-lain. Dikatakan bahwa Daud mempersiapkan segala sesuatunya dengan sukacita dan ikhlas, dengan rela dari hartanya sendiri dan ia rela mengorbankan segala-galanya untuk Tuhan. Hingga terkumpulah banyak bahan-bahan pada waktu itu.
Di Turki ada sebuah tempat bernama Hagia Sophia yang dibangun pada zaman Konstantin. Ia katakan “saya akan membangun bait Allah lebih besar daripada yang dibangun Salomo. Kemudian ia membangun diatas 1 hektar tanah. Bangunan itu tinggi sekali dan bagus, ketika negara itu direbut oleh bangsa lain, kemudian bangunan itu digunakan sebagai tempat ibadah bangsa tersebut. Kemudian pemerintahan berikutnya dan dari UNESCO meminta agar gedung tersebut dijadikan museum. Gedung itu memang tinggi dan megah tetapi tidak terbuat dari emas dan perak yang dibangun habis-habisan oleh Daud. Inilah gambarancinta kepada Tuhan, habis-habisan.
Kita tidak boleh berpikir bahwa kita tidak memiliki kekayaan seperti yang Daud miliki tetapi jika kita memperhatikan tentang seorang janda miskin yang memberi dari kekurangannya. Semua yang ada padanya, itulah hidupnya. Itu membuktikan bahwa ia mengasihi Tuhan. Maka mintalah kepada Tuhan seperti hati yang dimiliki Daud, seperti hati yang dimiliki oleh janda miskin itu dan seperti hati yang dimiliki oleh bapak Abraham. Hiduplah didalam kasih yang seperti itu, hati yang begitu bergairah untuk beribadah dan melayani, ikhlas tanpa pamrih, hanya ada kata ya untuk Tuhan.
Raja Daud tidak pernah mau dikalahkan oleh masalah. Daud katakan “aku berlari mendahului orang-orang untuk pergi ke bait Allah.” Ketika ia berbuat dosa ia katakan “jangan ambil roh-Mu daripadaku” ia tidak mau putus hubungan dengan Tuhan. Gambaran orang yang memiliki kasih yang mula-mula di dalam beribadah ia tidak akan datang terlambat atau asal datang, ia menanti-nantikan jam ibadah. Tuhan akan mencukupkan berkat yang seringkali kita tidak pernah pikirkan. MelayaniTuhan dengan kasih yang mula-mula. Jangan melayani ketika hati kita ada masalah dengan orang lain, ada kejengkelan dan kemarahan di hati kita kepada orang lain, atau mungkin datang dengan mengantuk maka ibadah atau pelayanan kita adalah sia-sia. Di dalam pelayanan, sucikan dan kuduskan hati dan minta kasih Kristus yang mendasari kehidupan pelayanan atau apapun yang kita kerjakan. Kita tidak pernah tahu kedatangan Tuhan tetapi Tuhan katakan agar kita berjaga-jaga.
Ada contohkisah dari kehidupan beberapa jemaat.
1. Jemaat Efesus
Di dalam kitab Efesus dan Timotius dijelaskan tentang keberadaan jemaat di tempat ini. Dimana jemaat pertama ditempat itu adalah pasangan suami istri yaitu Akwila dan Priskila yang dilayani oleh Paulus selama kurang lebih 3 tahun didalam tugas penggembalaannya selama berada di Efesus kemudian dilanjutkan oleh Timotius. Di dalam Timotius dikatakan bahwa jemaat di Efesus memiliki kepenatuaan dan juga 5 jawatan(nabi, rasul, gembala, penginjil guru). Dalam kitab Efesus pasal 6 dikatakan juga ada peperangan rohani dimana semuanya ini menunjukkanbahwa jemaat Efesus adalah jemaat yang paling lengkap. Di sana juga ada karunia roh, ada karunia untuk membedakan roh roh. Jemaat efesus adalah jemaat yang hebat. Efesus sendiri adalah kota yang terbesar, pusat kejayaan pada masa itu. Jemaat ini juga dikatakan adalah jemaat yang paling giat di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Semua bidang pelayanan ada di dalamnya. Jemaat efesus adalah jemaat yang sangat giat, rajin, menggebu-gebu dan tidak mengenal lelah. Tegas dalam menghadapi rasul palsu dan menjaga kemurnian pengajaran mereka. Tidak ada yang kurang. Mereka teliti dan membentengi diri supaya jangan sampai pengajaran mereka terkontaminasi. Mereka tidak bergaul dengan orang yang jahat. keliahatannya sangat sempurna tetapi mari perhatikan apa yang Yesus katakan tentang mereka? “Namun demikian aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”Dalam terjemahan sehari-hari dikatakan bahwa kalian sudah terlalu jauh meninggalkan aku (Wahyu 2:4,5) Itu adalah kejatuhan yang sangat amat dalam ketika kita kehilangan kasih yang mula-mula dengan Tuhan. Jangan sampai kita menilai diri kita sudah berada di pelayanan, saya mengasihi Tuhan, saya melayani siang dan malam, saya memberi apa saja, saya punya karunia, banyak bidang pelayanan yang saya pegang, tetapi Tuhan katakan “kamu jauh daripada Aku, kamu sibuk sendiri, kerja sendiri, kamu tidak libatkan Aku.”
Saya pernah mendengar sebuah cerita tentang kasih. Ada seorang bapak mempunyai seorang putri. Setiap bapak ini pulang kerja, putrinya selalu menyambut bapaknya di pintu. Kemudian 1 bulan sebelum ulang tahun bapaknya, setiap pulang sekolah anak ini akan masuk di kamarnya dan mengurung diri. Yang ia lakukan ialah menyulam kaos kaki untuk ayahnya. Karena Ia berpikir jika ia mengerjakannya sendiri maka ini adalah sebuah hadiah yang spesial untuk ayahnya. Tetapi ayahnya merasa kehilangan. Ia sedih karena anaknya berubah, tidak seperti biasanya. Ketika tiba hari ulang tahun ayahnya, anak ini memberikan kado spesial itu kepadanya, lalu ayahnya mengatakan bahwa ia senang menerima kado itu tetapi ia lebih senang jika pribadinya selalu menantikan kedatangannya.
Ada pula seorang yang pergi ke Jepang untuk belajar masakan. Salah satu masakan yang paling berat ia pelajari saat itu ia gumuli. Ia mulai pelajari semua resep, takarannya dan bumbu-bumbu semuanya. Lalu ia membuat masakan itu,tetapi orang yang memakannya tidak merasa puas. Gurunya pun merasa tidak puas. Ada sesuatu yang kurang. Ketika ia membuat lagi, tidak pernah sesuai seperti yg diinginkan oleh gurunya. Sampai kemudian ia diancam akan dipenalti jika tidak berhasil. Dalam keadaan putus asa, ia berusaha menemukan siapa yang menemukan resep ini. Kemudian ia pergi kepada orang tersebut. Lalu ia diminta untuk membuat seperti yang ia sudah pelajari. Dari bumbu-bumbu, takarannya, dan cara membuatnya sudah sesuai tetapi ketika ia memakannya, rasanya belum seperti yang ia inginkan. Lalu master itu katakan bahwa semuanya sudah benar hanya saja tidak ada hatimu didalam masakan ini. Itu yang membuatnya tidak berhasil didalam membuat masakan ini.
Tuhan pun mencela jemaat Efesus yang sudah habis-habisan dan tidak mengenal lelah karena Tuhan tidak merasakan kasih itu. Tuhan tidak merasakan keikhlasan itu. Tidak merasakan kasih yang mula-mula. Mereka hanya mengikuti program saja. Mari kita evaluasi pelayanan kita masing-masing. Apakah sudah didasari kasih yang mula-mula? Semangat yang menggebu-gebu tanpa didasari kasih tidak akan pernah tahan dan juga bukan itu yang Tuhan minta. Tetapi hati dan kasih kita yang Tuhan minta. Mari gumuli kehidupan rohani kita. Apakah kasih kita sudah mulai dingin?
2. Jemaat di Laodikia,
Mereka berkata “aku kaya dan telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.” Secara materi mereka kaya. Mulai dari ekspor woll dan linen, produksi salep mata yang terbaik menjadikan mereka kaya. Tetapi di dalam kekuatan secara rohani, Tuhan katakan “engkau tidak tahu bahwa engkau melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Pengekspor woll tetapi dikatakan telanjang, punya salep mata terbaik tetapi dikatakan buta. Jadi bukan kekayaan kita yang menjadikan kita bernilai dihadapan Tuhan dan bukan penampilan kita tetapi hati kita. Jadi jangan hanya fokus kepada hal-hal yang sementara tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu. Berkat-berkat adalah bonus dan bentuk pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Tuha tidak cela kita jika kita kaya tetapi yang terpenting adalah hubungan kita dengan Tuhan.
3. Jemaat di Sardis
Engkau dikatakan hidup padahal engkau mati. Tuhan katakan ini karena jemaat di Sardis tidak memperhatikan pengajaran mereka. Mereka mulai kompromi kecil-kecilan dimana penyembahan berhala mulai masuk ke dalam gereja. Konstantin pada masa itu mau percaya kepada Yesus tetapi menyembah berhala juga. Mulai saat itulah kemerosotan terjadi. Sepertinya kecil dan tidak terlalu kelihatan tetapi itu ada didalam hati dan pikiran. Silahkan memperhatikan bagaimana kehidupan yang sebenarnya, apa kata Alkitab. Kalau tidak ada dalam Alkitab jangan lakukan. Pelajari baik-baik. Dikatakan pula bahwa tidak satu pun aku dapati pekerjaanmu sempurna dihadapan Allah ku. Surat ini bukan hanya ditujukan kepada jemaat Sardis atau pun Efesus saja tetapi kepada gereja Tuhan sepanjang masa sampai Tuhan datang. Dikatakan jikalau Engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Namanya akan dihapus dari kitab kehidupan. Jadi jangan main-main dengan dosa.
Kepada Jemaat di Laodikia
Karena engkau suam suam kuku dan tidak dingin atau panas, aku akan memuntahkan engkau Wahyu 3:16
Ketika saya berada di hotel Kapadokia, kamar kami menghadap ke kota, saya mulai menghitung rumah ibadah yang lain, ada banyak dan berdekatan tetapi tidak satupun saya lihat yang memiliki salib. Lalu saya bertanya kepada pembimbing rohani, apakah ada orang Kristen disini? Beliau menjawab “ada, tetapi tidak tahu dimana gerejanya.” Gereja yang kami lihat satu-satunya berada di Yunani. Ketika masuk di Turki tidak satu gedung gereja pun yang kami temukan. Dulu pernah dikatakan bahwa kekristenan di tempat ini menggemparkan Asia kecil. Banyak orang kembali mengikuti ajaran Paulus termasuk pengikut Dewi Artemis.Tetapi ternyata saat ini gerejanya sudah menjadi puing puing. Saya selalu berdoa agar Tuhan bangkitkan kembali orang-orang yang ada disana, supaya Tuhan melawat mereka kembali.
Tuhan katakan kepada jemaat di Efesus “Bertobatlah dan lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan dengan didasari kasih yang mula-mula”. Kepada Jemaat di Sardis, “Bangunlah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati.” Kepada jemaat Laodikia, dikatakan “barangsiapa kukasihi, ia kutegur dan kuhajar. Sebab itu relakanlah hatimu dan bertobat lah.”
Tuhan mengasihi kita. Setiap saat mari buka hati, jika ada sesuatu yang Tuhan ingatkan kepada kita, mungkin melalui ciptaan, doa, melalui Alkitab yang kita baca atau juga melalui orang lain yang mengingatkan kepada kita, rendahkan hati dan koreksi diri, selidiki hati dan relakan hati dan bertobatlah. Mari kita hanya mau menaklukkan hati kita supaya pelayanan kita tidak sia-sia, ibadah dan korban kita tidak sia-sia. Kejarlah kasih itu. Dalam bahasa Yunani kata kejarlah= dioko artinya mencari dengan sungguh-sungguh, mengarahkan diri, tetap mengejar sekalipun dianiaya. Kita tahu bahwa ada musuh di dalam diri kita yaitu keinginan dan kehendak daging. Lawan dengan kekuatan yang Allah berikan. Roh yang ada didalam diri kita lebih besar daripada Roh yang ada di dalam dunia. Pengaruh-pengaruh ke duniawian, kita harus bijak dan memiliki prinsip menghadapinya. Kita melayani dia dengan roh yang menyala-nyala seperti yang dituliskan dalam Roma 12:11. Minta kepada Tuhan roh yang diberikan kepada Daud.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yangkedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini. Markus 12:30-31
By : Pdt. Milkha Samaa
PERJAMUAN KUDUS
1 Korintus 11:23-25 “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!””
Gereja-gereja mengadakan Perjamuan Kudus secara bervariasi: ada yang setahun 2x, sebulan sekali, setiap minggu, dan ada yang setiap hari. Tuhan Yesus dan para rasul memang tidak menetapkan Perjamuan Kudus harus dilakukan seberapa sering. Namun dalam peribadatan jemaat mula-mula, mereka mengadakan Perjamuan Kudus setiap hari, baik dalam peribadatan di halaman Bait Allah maupun peribadatan di rumah-rumah.
Kisah Para Rasul 2:46 “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati”
Pada zaman gereja mula-mula, mereka tidak memiliki gedung gereja. Mereka beribadah di dalam Bait Allah namun hanya di halamannya saja. Selain itu mereka juga beribadah di rumah-rumah. Karena itu kita tidak perlu kecil hati jika saat ini kita belum memiliki gedung gereja. Kemudian pada tahun 70Masehi, Bait Allah dihancurkan, maka orang percaya beribadah di rumah-rumah. Orang percaya baru memiliki gedung gereja yang megah mulai pada zaman Kaisar Constantine di awal abad ke-4 (tahun 300-an Masehi) yang membangun banyak gereja. Di Tiongkok, ada gedung gereja yang diakui pemerintah, namun peribadatannya dan isi khotbahnya sangat diawasi oleh pemerintah. Maka banyak orang Kristen di Tiongkok yang lebih memilih menghadiri “gereja bawah tanah” yang beribadah dengan sembunyi-sembunyi di rumah-rumah karena disana mereka dapat mendengarkan Firman Tuhan yang murni. Namun pilihan itu beresiko karena jika ibadah mereka digerebek dan mereka ditangkap, mereka bisa dijatuhi hukuman dari pemerintah.
A. MENGENAI PERJAMUAN KUDUS
1. Mengadakan Perjamuan Kudus adalah perintah Tuhan (1 Korintus 11:23).
2. Ada 2 unsur yang digunakan yaitu roti dan anggur: – Roti yang digunakan adalah roti yang tidak beragi. – Sedangkan anggur yang digunakan dalam Perjamuan Kudus dalam bahasa aslinya adalah jus anggur segar (anggur yang tidak beralkohol).
3. Maksud perintah Tuhan Yesus untuk kita umat-Nya mengadakan Perjamuan Kudus adalah untuk memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu salib, dan bukan hanya mengingatnya namun mengalaminya secara nyata dalam hidup kita.
B. APA YANG DIALAMI OLEH TUHAN YESUS DAN APA YANG DIKERJAKAN-NYA BAGI KITA DI KAYU SALIB?
1. Yesus disiksa sampai tubuh-Nya hancur, sampai rupa-Nya bukan seperti anak manusia lagi.
Yesaya 52:13-14 “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi”
Mengapa demikian? Karena alat penyiksaan bangsa Romawi.
– Mahkota duri yang dikenakan berasal dari tanaman duri yang berukuran besar dan ditancapkan ke kepala-Nya.
-Badan-Nya dicambuk berkali-kali dengan cambuk Romawi yang terdiri atas 5 cabang dengan masing-masing cabang terdapat ujung berduri yang menancap dan mencabik daging tubuh-Nya. Maka setiap 1 cambukan, ada 5 ujung berduri yang mencabik tubuh-Nya. – Paku-paku besar menancap pada tangan dan kaki-Nya.
2. Yesus mengalami penghinaan dan penyiksaan/hukuman yang terberat sekalipun Ia tidak bersalah. Yesus tidak layak dihukum mati, namun Ia mendapat ketidakadilan.
Yesaya 53:3 “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.”
3. Yesus disiksa dan disalibkan karena menanggung penyakit dan kelemahan kita.
Yesaya 53:4 “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”
Saat kita melakukan Perjamuan Kudus, imani ada kuasa mujizat kesembuhan atas semua penyakit dan kelemahan kita. Bukan karena roti dan anggurnya, namun oleh karena iman di dalam Yesus, maka kita mengalami kesembuhan.
4. Yesus mati oleh karena kejahatan dan dosa kita.
Yesaya 53:5-7 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”
Mungkin kita tidak melakukan kejahatan yang besar menurut hukum negara, namun di hadapan Tuhan semua dosa upahnya adalah maut. Maka Yesus menebus kita dari segala dosa.
5. Yesus menebus kita agar kita tidak lagi hidup dalam dosa tetapi hidup di dalam kebenaran. Rasul Petrus menegaskannya dalam surat 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
6. Yesus mati untuk membebaskan kita dari segala kutuk.
Galatia 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””
Tuhan Yesus membebaskan kita dari kutuk:
– Kutuk nenek moyang akibat pelanggaran kepada hukum-hukum Tuhan misalnya kutuk karena penyembahan berhala.
– Kutuk turunan dari nenek moyang akibat dosa-dosa seperti percabulan/kawin cerai, dll.
– Kutuk kemiskinan, kegagalan, dll.
7. Yesus mati untuk membebaskan kita dari perhambaan dosa.
Ibrani 2:14-15 “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”
Mungkin saat ini ada diantara jemaat yang mengalami keterikatan dengan dosa. Di dalam kematian Yesus di kayu salib, kita dibebaskan dari segala perhambaan/keterikatan dosa.
8. Yesus mati untuk membebaskan kita dari kutuk kemiskinan dan kegagalan.
2 Korintus 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”
Galatia 3:14 “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”
Apa berkat Abraham itu? Kejadian 12:1-3 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Mungkin ada yang sudah bekerja keras namun sepertinya hasilnya tidak maksimal, maka kita perlu meminta Tuhan meatahkan kutuk kemiskinan dan kegagalan dalam hidup kita.
By : Pdt. dr. Mediati Martino













