Daily Archives: 26/05/2019
MEMPERKATAKAN FIRMAN
Yosua 1: 3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa
Sebelum Allah mengutus Yosua pergi ke tanah perjanjian, Tuhan berfirman kepadanya “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa”. Dengan kata lain bahwa kehidupan Yosua secara pribadi sebagai pemimpin yang akan memimpin bangsa Israel masuk ke dalam tanah perjanjian akan mengalami keberhasilan. Hal ini pun dapat berlaku untuk kita semua baik hamba Tuhan atau pelayan Tuhan, pebisnis, atau apapun bidang yang ditekuni, di dalam segala aspek apapun, keberhasilan/kesuksesan dapat kita alami. Tetapi ayat ini tidak berdiri sendiri, ada serangkaian perintah Tuhan yang harus dilakukan. Kita perlu memperhatikan ayat-ayat sesudahnya yaitu segala perintah dan nasihat Tuhan yang membuat Yosua 1:3 menjadi kenyataan.
Memperkatakan Firman Tuhan sangat berkaitan dengan tema besar tahun ini yaitu Yosua 1:3. Hal ini merupakan kehendak Tuhan bagi orang percaya agar dapat mengalami keberhasilan di dalam Tuhan. Kesuksesan/keberhasilan sebagai seorang pemimpin yang dipercayakan oleh Tuhan kepada Yosua dalam membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian bukanlah suatu hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus ia hadapi untuk dapat masuk, menguasai bahkan menempati tanah perjanjian tersebut.
Dalam Yosua 1:8 dijelaskan langkah-langkah agar kita dapat mengalami keberhasilan baik secara jasmani maupun rohani. Dua kalimat pertama dalam Yosua 1:8 merupakan perintah Tuhan yang merupakan langkah awal keberhasilan “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam”.
Pada zaman Yosua belum ada kitab Perjanjian Baru, hanya ada 5 kitab saja yaitu 5 kitab pertama di perjanjian lama; Kejadian, Keluaran Imamat, Bilangan dan Ulangan yang semuanya ditulis oleh Musa. Sampai saat ini orang Yahudi fokus terhadap kitab Taurat ini walaupun ada kitab-kitab lainnya seperti kitab para nabi tetapi mereka lebih fokus terhadap kitab Taurat ini. Jika kita membaca kitab Taurat ini, kita menemukan bahwa kitab ini penuh dengan perintah-perintah Tuhan yang diberikan kepada Musa.
Tahun 1982, ketika saya berada di Israel selama 4 bulan, saya masuk kedalam rumah ibadah orang Yahudi (Sinagoga). Saya mencari tahu bagaimana peribadatan dalam Sinagoga. Kemudian saya menjumpai bahwa hukum pertama dan yang terutama dalam 10 perintah Allah selalu dibacakan “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu”. Di Perjanjian Baru, Yesus menambahkan “dengan segenap akal budi”. Tidak hanya dibaca di dalam ibadah di sinagoga saja, tetapi di rumah-rumah dalam keluarga masing-masing, perintah Allah itu dibaca setiap hari. Itu harus dibacakan atau diperkatakan. Untuk anak kecil yang belum bisa bicara, orang tuanyalah yang harus memperkatakan.
Firman Tuhan ini harus diperkatakan berulangkali baik saat bangun pagi hari maupun saat duduk-duduk santai siang hari. Anak-anak yang sudah bisa bicara, kemudian diajak untuk mengatakan firman itu berulang-ulang. Bagi orang dewasa, mereka tidak hanya memperkatakan hukum pertama dan yang terutama ataupun hukum kedua yang sama dengan itu, tetapi juga memperkatakan perintah Allah yang lain yang termasuk di dalam 10 perintah Allah.
Semua perintah Tuhan termasuk yang ada di Perjanjian Baru bisa di padatkan hanya menjadi dua hukum saja yang mengatur bagaimana manusia terhadap Tuhan lalu selebihnya bagaimana manusia bersikap terhadap sesamanya baik terhadap keluarganya, lingkungannya dan siapa saja. Hukum 1 sampai dengan 4 dalam 10 perintah Allah mengatur hubungan manusia dengan Tuhan sedangkan 5-10 mengatur hubungan manusia dengan sesamanya.
Tuhan mengatakan kepada Yosua dan tentunya kepada kita semua agar kita tidak lupa memperkatakan firman Tuhan, tetapi merenungkannya siang dan malam. Kata “merenungkan” didalam bahasa aslinya sebenarnya kurang tepat. Di dalam terjemahan King James Version(bukan New King James Version), dimana pertama kali di terjemahkan dari bahasa aslinya ke dalam bahasa Inggris, kata “merenungkan” dalam bahasa Inggris adalah “muttering” dalam bahasa Indonesia artinya mengucapkan perlahan-lahan secara berulang-ulang. Ketika saya periksa dalam New King James Version, disana dituliskan kata “meditate”, yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah “merenungkan” yang tentunya berbeda makna dengan “memperkatakan”. Sebenarnya dalam bahasa aslinya adalah mengucapkan dengan tidak keras atau perlahan-lahan untuk diri kita sendiri. Kata “muttering” ini, berarti recitation yaitu mengucapkan berulang-ulang secara aktif. Atau juga artinya adalah respeaking of God’s Word (mengucapkan kembali firman Allah). Kita perlu tahu jika ada firman Tuhan atau perintah Tuhan yang diulang lebih dari satu kali, berarti menurut Tuhan itu sangat penting. Ada kalanya Tuhan bicara satu kali saja, ada kalanya Tuhan berbicara 2 atau 3 kali bahkan lebih. Dalam Yosua1:8 saja dikatakan dua kali berturut-turut. Hal ini berarti kita harus benar-benar memperhatikan dan melakukan firman Allah ini. Karena ini adalah satu langkah keberhasilan yang Tuhan sediakan.
Salah satu cara agar kita dapat memperkatakan firman Tuhan siang dan malam yaitu kita harus hafal terlebih dulu. Hal ini sangat menolong buat kita. Sehingga kita tidak perlu membawa Alkitab yang tebal atau pun gadget. Ini menjadi perintah Tuhan kepada Yosua kepada bangsa Israel juga kita semua untuk terus menerus memperkatakan Firman. Tuhan memerintahkan hal ini kepada Yosua tentu ada maksudnya. Kita perlu tahu bahwa setiap perintah Allah memiliki tujuan.
Pada awalnya saudara-saudara jasmaniah Yesus tidak percaya kepada Yesus tetapi setelah kenaikan Yesus ke surga mereka menjadi pengikut Kristus juga menjadi hamba-hamba Tuhan diantaranya Yakobus yang menulis surat Yakobus. Setiap surat yang ditulis ini ditujukan kepada orang yang sudah percaya. Dalam Yakobus 1:21 dituliskan “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”Ini sebenarnya menjadi jawaban mengapa Allah memerintahkan Yosua juga kita semua untuk mengucapkan/memperkatakan firman Tuhan berulang-ulang.
Ketika kita masih orang berdosa, kita dipanggil oleh Tuhan karena anugerah. Pertama agar kita memperoleh keselamatan dengan bertobat atau metanoia yaitu berbalik 180°, tidak setengah-setengah. “Buanglah segala sesuatu yang kotor” menunjukkan suatu pertobatan yang benar. Jika belum mengalami hal ini, berarti belum bertobat. Seorang bapak pernah datang kepada saya. Ia katakan bahwa ia mau bertobat, ia akan musnahkan semua jimat yang ia pegang yang menjaganya dari serangan. Kemudian bapak itu mengeluarkan semua bungkusan yang ada, tetapi ternyata ia hanya mengeluarkan sebagian saja. Oleh karena roh Allah, lalu saya katakan kepada bapak tersebut “Jika Bapak mau bertobat, bertobat yang benar jangan setengah-setengah, kalau membakar jimat harus semuanya, jangan hanya sebagian.” Akhirnya bapak tersebut mengeluarkan jimatnya yang terakhir yang mungkin menurutnya paling ampuh. Selanjutnya saya katakan “Jika bapak mempertahankan ini, justru akan membahayakan diri bapak sendiri. Percuma bapak bakar sebagian tetapi yang satu di pertahankan. Kalau mau bertobat harus total.” Seperti Firman Allah katakan “Buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu.” Jangan menyimpan segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan termasuk tontonan-tontonan pornografi di gadget. Buanglah semuanya itu. Inilah tahap pertama yang harus dilakukan. Setelah bertobat lalu masuk tahapan berikutnya yaitu menerima Tuhan Yesus secara pribadi menjadi Tuhan dan juruselamat. Jika mau menerima Tuhan Yesus harus diawali dengan bertobat dulu. Jika tidak, maka percuma saja.
Waktu kita menerima Kristus, kita ada di dalam Kristus dan Kristus ada di dalam diri kita maka terjadi 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Hal ini diperjelas dalam Yehezkiel 36:26 dimana Tuhan Allah berkata “Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Roh lama kita yang menjadi budak dosa ketika menerima Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat, dipindahkan dari gelap kepada terang kerajaan Kristus.
Namun, sekalipun rohnya sudah diganti tetapi jiwanya harus tetap diperbaharui. Setelah orang itu lahir baru. Hal ini tidak secara otomatis menjadikan jiwa menjadi baru. Dalam Yakobus 1:21 dijelaskan bahwa jiwa kita masih perlu diselamatkan. Arti menyelamatkan yaitu memperbarui, menyempurnakan, memulihkan dan menyembuhkan. Jiwa masih terus harus diperbaharui. Jadi bisa saja orang itu sudah bertobat tetapi ia masih memiliki pikiran dan keinginan yang lama. Hal inilah yang harus di perbaharui terus menerus. Setelah seseorang sudah membuang segala sesuatu yang jahat yang kotor melalui tindakan pertobatan, pengakuan dosa dan pelepasan, termasuk membuang jimat-jimat dan juga pornografi. Setelah itu barulah menerima dengan lemah lembut Firman yang tertanam di dalam hati. Kemampuan untuk merubah, menyelamatkan, memperbaharui jiwa kita supaya secara bertahap menjadi serupa seperti pikiran perasaan dan keinginan Kristus yaitu melalui Firman.
Jika seseorang hanya mendengar firman saja tetapi pikirannya melayang-layang, maka hal ini adalah sia-sia. Karena Firman itu tidak mungkin masuk di dalam pikirannya apalagi tertanam di dalam hatinya. Ada orang yang sudah bertahun-tahun beribadah di dalam suatu gereja tetapi orang tersebut tidak berubah. Maka ada dua kemungkinan, yang pertama dia belum lahir baru yang kedua dia sudah lahir baru tetapi belum juga berubah karena Firman yang dia dengar tidak sampai tertanam di dalam hatinya. Ada proses sampai Firman dapat tertanam di dalam hati seseorang. Firman yang tertanam di dalam hati sangatlah penting karena itulah yang berkuasa mengubahkan hati dan menyelamatkan jiwa.
Bukanlah suatu jaminan bagi orang yang sudah beribadah selama bertahun-tahun kemudian dapat merubah kehidupan pribadinya. Jika Firman belum masuk di dalam hatinya maka Firman itu tidak punya kuasa di dalam merubah hati dan pikirannya. Maka keinginannya masih yang lama. Inilah rahasianya, mengapa Tuhan memerintahkan kepada Yosua untuk memperkatakan/mengucapkan berulang-ulang firman Tuhan itu siang dan malam. Jika kita mengucapkan Firman berulang-ulang, baik itu perintah maupun janji Tuhan, firman itu akan masuk dan tertanam di dalam hati kita, maka terjadilah Yakobus 1:21b “firman yang tertanam di dalam hatimu yang berkuasa untuk menyelamatkan jiwamu.”
Menghafal ayat hanyalah sebagai tahapan untuk membantu kita untuk lebih efisien melakukan firman ini. Jika kita hafal, kita tinggal mengucapkan sambil kita melakukan aktifitas lain seperti memasak, membersihkan rumah atau kegiatan lainnya. Atau jika sedang berkendaraan di dalam perjalanan sambil menyetir mobil atau motor, kita tinggal mengucapkannya saja. Ucapkan firman Tuhan berulang-ulang, maka itu akan masuk ke dalam hati dan firman yang tertanam di dalam hati akan berkuasa merubah, memperbaharui jiwa (pikiran keinginan dan perasaan) kita.
Dalam Roma 12:2 Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat atau orang percaya yang sudah lahir baru yang ada di kota Roma “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Ayat ini tidak ditujukan kepada orang yang kafir yang masih berdosa tetapi ditujukan kepada orang yang sudah lahir baru. Orang yang sudah lahir baru pun tingkahnya bisa saja sama dengan orang yang belum lahir baru. Sehingga Rasul Paulus harus menasehati mereka agar tidak menjadi serupa dengan dunia. Pikiran adalah bagian dari pada jiwa. Ketika orang sudah lahir baru sudah bertobat dan menerima Yesus lalu memberi diri dibaptis, pikirannya bisa saja masih pikiran yang lama. Ini adalah tugas tanggung jawab diri pribadi untuk memperbaharui pikiran. Caranya yaitu,pembaharuan yang dikerjakan oleh Firman yang tertanam di dalam hati karena inilah yang punya kuasa merubah pikiran yang lama menjadi fikiran baru yang berkenan kepada Allah. Dengan memperkatakan firman Tuhan siang dan malam sampai Firman itu tertanam di dalam hati dan pikiran kita. Supaya secara bertahap fikiran kita mulai diperbaharui sampai kita memiliki pikiran Kristus. Dikatakan dalam Filipi 2:5, Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat yang ada di Filipi “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” Supaya dapat membedakan mana yang menjadi kehendak Allah dan mana yang bukan. Ada tiga tingkatan kehendak Allah yaitu kehendak Allah yang baik, kehendak Allah yang berkenan dan kehendak Allah yang sempurna. Kita dapat mengetahui kehendak Allah jika pikiran kita diperbaharui.
Jika kita mengetahui kehendak Tuhan lalu kita lakukan maka kita akan menerima berkat-Nya dan pasti kita berhasil. Seringkali seseorang mengalami ketidakberhasilan karena salah mengerti kehendak Tuhan. Jika Firman-Nya berupa perintah masuk di dalam roh kita, itu memiliki dampak atau kuasa dimana kita menjadi tunduk kepada kuasa Firman yang ada di dalam hati kita sehingga keinginan dan pikiran kita menjadi selaras dengan apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Karena yang seringkali menghambat seseorang untuk melakukan Firman adalah jiwa atau fikirannya. Pikiran yang selalu berargumen tentang ketidakmungkinan juga kekuatiran. Kadangkala masuk di akal kadangkala tidak masuk di akal. Jika fikiran kehendak perasaan kita sudah diperbarui, maka ia menjadi tunduk dengan apa yang Firman katakan, karena yang memegang peranan di dalam diri manusia adalah kehendaknya.
Ketika kita melakukan semua perintah dan hukum Tuhan, kita pasti berhasil.
Tahapan yang pertama adalah memperkatakan Firman Tuhan berulang-ulang siang dan malam. Supaya Firman itu masuk di dalam hati dan merubah, memperbaharui jiwa kita. Jika Firman hanya kita dengar tetapi kita tidak melakukan, tidak mungkin kita mengalami keberhasilan. Pikiran, perasaan dan kehendak kita harus selaras dengan Firman sehingga perjalanan dan hidup kita akan berhasil dan akan beruntung. Hasil akhir yang baik tidak akan kita alami jika kita tidak menjalankan langkah-langkah sebelumnya. Dalam Ulangan 28 dikatakan keberhasilan dan kesuksesan akan dialami jika melakukan firman Tuhan. You will make your way prosperous. Aku datang supaya domba-dombaku memiliki hidup dalam segala kelimpahan.. Tidak boleh bermimpi mau sukses/berhasil tetapi tidak melakukan tahapan-tahapan sebelumnya yang Tuhan sudah ajarkan kepada kita.
Mulai dulu memperkatakan firman Tuhan siang dan malam terus-menerus sampai itu tertanam di dalam hati sehingga memiliki kuasa untuk merubah jiwa sehingga semuanya tunduk untuk mau melakukan firman Tuhan. Banyak orang mau diberkati tetapi tidak melakukan cara yang Tuhan sudah ajarkan. Di dalam ulangan pasal 28 kuncinya ada di ayat 1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” Di ayat 13b Tuhan ulang lagi caranya, “apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang ku sampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” Jika kita melakukan firman Tuhan dan menyenangkan hati-Nya, Tuhan pasti mengangkat kita. Dengan cara yang ajaib Tuhan dapat mengangkat kita menjadi kepala asalkan taat melakukan firman Tuhan. Untuk dapat taat melakukan firman Tuhan maka jiwa kita harus diperbaharui. Pikiran harus setuju untuk melakukan perintah Tuhan. Ketika kita melakukan firman, maka akan menuai hasilnya. Jadi ini bukan hanya menjadi tema saja tetapi alamilah janji Tuhan itu.
By : Pdt. Mediati Setiawan













