This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Daily Archives: 12/05/2019

KASIH MULA-MULA

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih dan yang paling besar diantaranya ialah kasih (1 Korintus 13:13)

Tidak seorangpun suka akan kepalsuan, umumnya kita semua suka yang murni kita suka yang tulus dan ikhlas. Produk surgawi yang dimiliki oleh orang percaya yang sumbernya dari Yesus adalah agape. Inilah yang kita terima dari Dia ketika kita menjadi orang percaya. Pribadi dan karakter-Nya ditaruhkan didalam kehidupan kita. Itulah yang Tuhan mau supaya kasih-Nya ada didalam kehidupan kita. Kasih hanya dapat dikenal dari perbuatan yang nyata. Kasih manusia tidak dapat dinilai dengan hitungan persen tetapi dapat dilihat wujudnya dari perkataan dan perbuatan di dalam tindakan-tindakan kita dan didalam apa yang orang lain rasakan terhadap kita. Wujudnya didalam perbuatan yang nyata. Kita secara manusia dapat merasakan apakah seseorang mengasihi kita ataukah tidak. Kita pun tahu bahwa Allah yang mahatahu yang mata-Nya ada diseluruh bumi ini mengetahui bagaimana manusia yang Ia ciptakan, bagaimana kadar kasih yang dia miliki, bagaimana kasih orang itu terhadap-Nya.
Kasih yang mula-mula, diibaratkan seperti kasih dalam suasana “jatuh cinta”. Kita sebagai orang dewasa pasti pernah punya pengalaman jatuh cinta. Kita mengerti tindakan-tindakan yang kita lakukan saat jatuh cinta. Demikian halnya ketika kita baru pertama kali menerima Yesus dalam hati. Hati kita begitu menggebu-gebu, selalu menanti-nantikan jam ibadah, jam doa, jam pelayanan, bahkan selalu berdoa atau mengurung diri dikamar untuk berdoa kepada Tuhan. Ketika membaca Alkitab pun tidak cukup hanya satu pasal sehari, bisa sampai 10 pasal bahkan lebih. Bahkan ada orang yang selalu ingin berada di gereja terus. Apakah saudara pernah memiliki pengalaman seperti ini?
Orang yang dalam keadaan jatuh cinta atau pertama kali menerima Yesus dengan benar, pasti mengalami suasana seperti ini. Yang tidak benar ialah ketika orang itu diiming-imingi, contohnya “kamu akan sembuh kalau kamu menerima Tuhan Yesus, kamu akan diberkati kalau kamu terima Yesus, namamu akan tertulis di surga jika kamu terima Yesus.” Hal itu memang benar, itulah yang terjadi ketika kita terima Yesus.  Tetapi ketika kita mengabarkan Injil kepada orang lain, jangan tawarkan fasilitasnya, berkatnya, kesembuhannya, kesehatannya, pertolongannya dan lain-lain. Tunjukkan bahwa Allah mengasihinya. Katakan bahwa Allah mau menyelamatkanmu. Sampaikanlah Injil yang benar supaya orang itu merasakan kasih Allah di dalam hatinya. Ada orang dibimbing terima Yesus berulangkali, karna ia ragu apakah Yesus sudah ada dihati atau belum. Oleh karena itu, kita perlu pelajari sungguh-sungguh agar dapat membimbing orang lain menerima Yesus dengan benar.
Kasih mula-mula tidak pernah mau menyakiti. Ia rela berkorban tanpa merasa berkorban. Ketika ia memberikan sesuatu ia tidak pernah merasa rugi. Ketika melakukan sesuatu, ia tidak pernah merasa capek atau mengeluh. Ia tidak pernah merasa Tuhan membuatnya rugi, capek. Ketika kita datang beribadah sungguh-sungguh, kita akan merasa sukacita karena suasana hati Tuhan di taruhkan didalam hati kita. Ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain atau melakukan perbuatan yang baik, maka kitamerasa senang/bahagia karena perasaan Tuhan ditaruhkan di dalam hati kita. Inilah yang seharusnya kita kerjakan karena kita mengasihi Tuhan, tidak pernah merasa rugi waktu, rugi uang, rugi perasaan dan harga diri kalau kita melakukannya karena kasih kepada Tuhan dan memberikan apa saja demi yang dikasihinya. Filosofi orang dunia mengatakan laut akan ku seberangi, gunung akan kudaki ketika ia jatuh cinta.
Dalam Alkitab, dituliskan bahwa Abraham menunjukkan kasihnya kepada Tuhan Allahnya dengan menyembah Dia. Kata menyembah ditulis pertama kali dalam Alkitab pada saat Abraham mempersembahkan Ishak. Datang untuk menyembah Tuhan, bukan hanya di kata-kata atau di bibir saja tetapi didalam tindakan. Dalam 24jam posisi kita harus dalam penyembahan kepada Tuhan. Firman Tuhan katakan apapun yang kamu perbuat, perbuatlah itu seperti untuk Tuhan. Tidak mungkin seseorang mengasihi Tuhan dengan berkata “aku mengasihi Engkau Tuhan” tetapi ia adalah seorang yang kikir, atau“aku mengasihi Engkau Tuhan” tetapi “hitung-hitungan” dengan pekerjaan Tuhan, bahkan tidak pernah mau berkorban tenaga dan pikirannya untuk Tuhan. Abraham mempersembahkan yang terbaik yang dimilikinya. Itulah penyembahan kepada Tuhan. Di dalam ibadah, pekerjaan atau apapun juga, jadikan itupenyembahan kita kepada Tuhan, jangan asal-asalan dan jangan hitung-hitungan. Jika kita mengasihi Tuhan, berikan kepada Tuhan apa yang ia inginkan dalam ketaatan.

Royal Bagi Tuhan
Kata Royal menurut KBBI: Berlebih-lebihan, melampaui batas, habis-habisan.
Tuhan pun mau mendapatkan yang seperti ini bahkan lebih daripada itu. Ketika Raja Daud mempersiapkan bait Allah yang akan dibangun oleh Salomo, anaknya, ia mempersiapkan semuanya. Jika dijumlahkan nilai emas dan perak saat itu sekitar 310 triliun, belum termasuk besi, tembaga,kayu dan lain-lain. Dikatakan bahwa Daud mempersiapkan segala sesuatunya dengan sukacita dan ikhlas, dengan rela dari hartanya sendiri dan ia rela mengorbankan segala-galanya untuk Tuhan. Hingga terkumpulah banyak bahan-bahan pada waktu itu.
Di Turki ada sebuah tempat bernama Hagia Sophia yang dibangun pada zaman Konstantin. Ia katakan “saya akan membangun bait Allah lebih besar daripada yang dibangun Salomo. Kemudian ia membangun diatas 1 hektar tanah. Bangunan itu tinggi sekali dan bagus, ketika negara itu direbut oleh bangsa lain, kemudian bangunan itu digunakan sebagai tempat ibadah bangsa tersebut. Kemudian pemerintahan berikutnya dan dari UNESCO meminta agar gedung tersebut dijadikan museum. Gedung itu memang tinggi dan megah tetapi tidak terbuat dari emas dan perak yang dibangun habis-habisan oleh Daud. Inilah gambarancinta kepada Tuhan, habis-habisan.
Kita tidak boleh berpikir bahwa kita tidak memiliki kekayaan seperti yang Daud miliki tetapi jika kita memperhatikan tentang seorang janda miskin yang memberi dari kekurangannya. Semua yang ada padanya, itulah hidupnya. Itu membuktikan bahwa ia mengasihi Tuhan. Maka mintalah kepada Tuhan seperti hati yang dimiliki Daud, seperti hati yang dimiliki oleh janda miskin itu dan seperti hati yang dimiliki oleh bapak Abraham. Hiduplah didalam kasih yang seperti itu, hati yang begitu bergairah untuk beribadah dan melayani, ikhlas tanpa pamrih, hanya ada kata ya untuk Tuhan.
Raja Daud tidak pernah mau dikalahkan oleh masalah. Daud katakan “aku berlari mendahului orang-orang untuk pergi ke bait Allah.” Ketika ia berbuat dosa ia katakan “jangan ambil roh-Mu daripadaku” ia tidak mau putus hubungan dengan Tuhan. Gambaran orang yang memiliki kasih yang mula-mula di dalam beribadah ia tidak akan datang terlambat atau asal datang, ia menanti-nantikan jam ibadah. Tuhan akan mencukupkan berkat yang seringkali kita tidak pernah pikirkan. MelayaniTuhan dengan kasih yang mula-mula. Jangan melayani ketika hati kita ada masalah dengan orang lain, ada kejengkelan dan kemarahan di hati kita kepada orang lain, atau mungkin datang dengan mengantuk maka ibadah atau pelayanan kita adalah sia-sia. Di dalam pelayanan, sucikan dan kuduskan hati dan minta kasih Kristus yang mendasari kehidupan pelayanan atau apapun yang kita kerjakan. Kita tidak pernah tahu kedatangan Tuhan tetapi Tuhan katakan agar kita berjaga-jaga.

Ada contohkisah dari kehidupan beberapa jemaat.
1.    Jemaat Efesus
Di dalam kitab Efesus dan Timotius dijelaskan tentang keberadaan jemaat di tempat ini. Dimana jemaat pertama ditempat itu adalah pasangan suami istri yaitu Akwila dan Priskila yang dilayani oleh Paulus selama kurang lebih 3 tahun didalam tugas penggembalaannya selama berada di Efesus kemudian dilanjutkan oleh Timotius. Di dalam Timotius dikatakan bahwa jemaat di Efesus memiliki kepenatuaan dan juga 5 jawatan(nabi, rasul, gembala, penginjil guru). Dalam kitab Efesus pasal 6 dikatakan juga ada peperangan rohani dimana semuanya ini menunjukkanbahwa jemaat Efesus adalah jemaat yang paling lengkap. Di sana juga ada karunia roh, ada karunia untuk membedakan roh roh. Jemaat efesus adalah jemaat yang hebat. Efesus sendiri adalah kota yang terbesar, pusat kejayaan pada masa itu. Jemaat ini juga dikatakan adalah jemaat yang paling giat di dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Semua bidang pelayanan ada di dalamnya. Jemaat efesus adalah jemaat yang sangat giat, rajin, menggebu-gebu dan tidak mengenal lelah. Tegas dalam menghadapi rasul palsu dan menjaga kemurnian pengajaran mereka. Tidak ada yang kurang. Mereka teliti dan membentengi diri supaya jangan sampai pengajaran mereka terkontaminasi. Mereka tidak bergaul dengan orang yang jahat. keliahatannya sangat sempurna tetapi mari perhatikan apa yang Yesus katakan tentang mereka? “Namun demikian aku mencela engkau karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”Dalam terjemahan sehari-hari dikatakan bahwa kalian sudah terlalu jauh meninggalkan aku (Wahyu 2:4,5) Itu adalah kejatuhan yang sangat amat dalam ketika kita kehilangan kasih yang mula-mula dengan Tuhan. Jangan sampai kita menilai diri kita sudah berada di pelayanan, saya mengasihi Tuhan, saya melayani siang dan malam, saya memberi apa saja, saya punya karunia, banyak bidang pelayanan yang saya pegang, tetapi Tuhan katakan “kamu jauh daripada Aku, kamu sibuk sendiri, kerja sendiri, kamu tidak libatkan Aku.”
Saya pernah mendengar sebuah cerita tentang kasih. Ada seorang bapak mempunyai seorang putri. Setiap bapak ini pulang kerja, putrinya selalu menyambut bapaknya di pintu. Kemudian 1 bulan sebelum ulang tahun bapaknya, setiap pulang sekolah anak ini akan masuk di kamarnya dan mengurung diri. Yang ia lakukan ialah menyulam kaos kaki untuk ayahnya. Karena Ia berpikir jika ia mengerjakannya sendiri maka ini adalah sebuah hadiah yang spesial untuk ayahnya. Tetapi ayahnya merasa kehilangan. Ia sedih karena anaknya berubah, tidak seperti biasanya. Ketika tiba hari ulang tahun ayahnya, anak ini memberikan kado spesial itu kepadanya, lalu ayahnya mengatakan bahwa ia senang menerima kado itu tetapi ia lebih senang jika pribadinya selalu menantikan kedatangannya.
Ada pula seorang yang pergi ke Jepang untuk belajar masakan. Salah satu masakan yang paling berat ia pelajari saat itu ia gumuli. Ia mulai pelajari semua resep, takarannya dan bumbu-bumbu semuanya. Lalu ia membuat masakan itu,tetapi orang yang memakannya tidak merasa puas. Gurunya pun merasa tidak puas. Ada sesuatu yang kurang. Ketika ia membuat lagi, tidak pernah sesuai seperti yg diinginkan oleh gurunya. Sampai kemudian ia diancam akan dipenalti jika tidak berhasil. Dalam keadaan putus asa, ia berusaha menemukan siapa yang menemukan resep ini. Kemudian ia pergi kepada orang tersebut. Lalu ia diminta untuk membuat seperti yang ia sudah pelajari. Dari bumbu-bumbu, takarannya, dan cara membuatnya sudah sesuai tetapi ketika ia memakannya, rasanya belum seperti yang ia inginkan. Lalu master itu katakan bahwa semuanya sudah benar hanya saja tidak ada hatimu didalam masakan ini. Itu yang membuatnya tidak berhasil didalam membuat masakan ini.
Tuhan pun mencela jemaat Efesus yang sudah habis-habisan dan tidak mengenal lelah karena Tuhan tidak merasakan kasih itu. Tuhan tidak merasakan keikhlasan itu. Tidak merasakan kasih yang mula-mula. Mereka hanya mengikuti program saja. Mari kita evaluasi pelayanan kita masing-masing. Apakah sudah didasari kasih yang mula-mula? Semangat yang menggebu-gebu tanpa didasari kasih tidak akan pernah tahan dan juga bukan itu yang Tuhan minta. Tetapi hati dan kasih kita yang Tuhan minta. Mari gumuli kehidupan rohani kita. Apakah kasih kita sudah mulai dingin?
2.    Jemaat di Laodikia,
Mereka berkata “aku kaya dan telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa.” Secara materi mereka kaya. Mulai dari ekspor woll dan linen, produksi salep mata yang terbaik menjadikan mereka kaya. Tetapi di dalam kekuatan secara rohani, Tuhan katakan “engkau tidak tahu bahwa engkau melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang.” Pengekspor woll tetapi dikatakan telanjang, punya salep mata terbaik tetapi dikatakan buta. Jadi bukan kekayaan kita yang menjadikan kita bernilai dihadapan Tuhan dan bukan penampilan kita tetapi hati kita. Jadi jangan hanya fokus kepada hal-hal yang sementara tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu. Berkat-berkat adalah bonus dan bentuk pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Tuha tidak cela kita jika kita kaya tetapi yang terpenting adalah hubungan kita dengan Tuhan.
3.    Jemaat di Sardis
Engkau dikatakan hidup padahal engkau mati. Tuhan katakan ini karena jemaat di Sardis tidak memperhatikan pengajaran mereka. Mereka mulai kompromi kecil-kecilan dimana penyembahan berhala mulai masuk ke dalam gereja. Konstantin pada masa itu mau percaya kepada Yesus tetapi menyembah berhala juga. Mulai saat itulah kemerosotan terjadi. Sepertinya kecil dan tidak terlalu kelihatan tetapi itu ada didalam hati dan pikiran. Silahkan memperhatikan bagaimana kehidupan yang sebenarnya, apa kata Alkitab. Kalau tidak ada dalam Alkitab jangan lakukan. Pelajari baik-baik. Dikatakan pula bahwa tidak satu pun aku dapati pekerjaanmu sempurna dihadapan Allah ku. Surat ini bukan hanya ditujukan kepada jemaat Sardis atau pun Efesus saja tetapi kepada gereja Tuhan sepanjang masa sampai Tuhan datang. Dikatakan jikalau Engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Namanya akan dihapus dari kitab kehidupan. Jadi jangan main-main dengan dosa.

Kepada Jemaat di Laodikia
Karena engkau suam suam kuku dan tidak dingin atau panas, aku akan memuntahkan engkau Wahyu 3:16
Ketika saya berada di hotel Kapadokia, kamar kami menghadap ke kota, saya mulai menghitung rumah ibadah yang lain, ada banyak dan berdekatan tetapi tidak satupun saya lihat yang memiliki salib. Lalu saya bertanya kepada pembimbing rohani, apakah ada orang Kristen disini? Beliau menjawab “ada, tetapi tidak tahu dimana gerejanya.” Gereja yang kami lihat satu-satunya berada di Yunani. Ketika masuk di Turki tidak satu gedung gereja pun yang kami temukan. Dulu pernah dikatakan bahwa kekristenan di tempat ini menggemparkan Asia kecil. Banyak orang kembali mengikuti ajaran Paulus termasuk pengikut Dewi Artemis.Tetapi ternyata saat ini gerejanya sudah menjadi puing puing. Saya selalu berdoa agar Tuhan bangkitkan kembali orang-orang yang ada disana, supaya Tuhan melawat mereka kembali.
Tuhan katakan kepada jemaat di Efesus “Bertobatlah dan lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan dengan didasari kasih yang mula-mula”.  Kepada Jemaat di Sardis, “Bangunlah dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati.” Kepada jemaat Laodikia, dikatakan “barangsiapa kukasihi, ia kutegur dan kuhajar. Sebab itu relakanlah hatimu dan bertobat lah.”
Tuhan mengasihi kita. Setiap saat mari buka hati, jika ada sesuatu yang Tuhan ingatkan kepada kita, mungkin melalui ciptaan, doa, melalui Alkitab yang kita baca atau juga melalui orang lain yang mengingatkan kepada kita, rendahkan hati dan koreksi diri, selidiki hati dan relakan hati dan bertobatlah. Mari kita hanya mau menaklukkan hati kita supaya pelayanan kita tidak sia-sia, ibadah dan korban kita tidak sia-sia. Kejarlah kasih itu. Dalam bahasa Yunani kata kejarlah= dioko artinya mencari dengan sungguh-sungguh, mengarahkan diri, tetap mengejar sekalipun dianiaya. Kita tahu bahwa ada musuh di dalam diri kita yaitu keinginan dan kehendak daging. Lawan dengan kekuatan yang Allah berikan. Roh yang ada didalam diri kita lebih besar daripada Roh yang ada di dalam dunia. Pengaruh-pengaruh ke duniawian, kita harus bijak dan memiliki prinsip menghadapinya. Kita melayani dia dengan roh yang menyala-nyala seperti yang dituliskan dalam Roma 12:11. Minta kepada Tuhan roh yang diberikan kepada Daud.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yangkedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini. Markus 12:30-31

By : Pdt. Milkha Samaa