This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: June 2019

DIPILIH UNTUK MENJADI UMAT YANG LAYAK BAGI TUHAN

Ulangan 8:1-5 1 Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup  dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.  2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan  yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai  engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.3 Jadi Ia merendahkan  hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna,  yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti,  bahwa manusia hidup bukan dari roti  saja  , tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan  TUHAN. 4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. 5Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau  seperti seseorang mengajari anaknya.

Ulangan 8:7-97 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;  8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya,  dengan pohon anggur,  pohon ara  dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 9suatu negeri, di mana engkau akan makan roti  dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun;  suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya  akan kaugali tembaga.

Allah tidak pernah mempersulit umat-Nya untuk mengalami keberkatan, bahkan bukan hanya berkat yang sifatnya sementara tapi yang sifatnya kakalpun Tuhan sudah siapkan. Ini terbukti dari Allah sendiri yang mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus manusia dari dosa.

Tetapi yangmenajdi masalah adalah kesiapan umat Tuhan mengalami janji-janji Tuhan yang sudah disiapkan. Terkadang kita melihat berkat-berkat Tuhan yang sudah dialami oleh banyak orang percaya bukannya membawa hidup mereka lebih baik tapi justru membuat hidup mereka rusak. Berkat-berkat yang diterima disalahgunakan untuk hal-hal yang sifatnya duniawi

Ingatlah kepada seluruh perjalanan  yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai  engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Tuhan mengijinkan umat Israel mengalami kelaparan untuk:
1.    Untuk merendahkan hatimu
2.    Hidup menurut hukum-hukum dan ketetapan Allah

Tujuan Tuhan memberkati kita supaya kita bisa menjadi berkat buat banyak orang

I Korintus 10:1-11 1Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3Mereka semua makan makanan  rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh  bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.  ” 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas  dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.  10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang f  dari mereka, sehingga mereka dibinasakan  oleh malaikat maut. 11Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh  dan dituliskan untuk menjadi peringatan   bagi kita  yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Ada 5 hal yang membuat kita tidak layak menjadi umat-Nya:

1.    Jangan mengingini hal-hal yang jahat
Kita harus menjaga perilaku kita agar tidak menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Perlu kita merenungkan kebenaran firman-Nya agar tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan

2.    Jangan menjadi penyembah-penyembah berhala
Kerinduan Tuhan adalah selalu ingin bersekutu dengan anak-anaknya. Dia ingin selalu menjadi nomor satu dalam hidup anda. Tuhan layak mendapat tempat pertama dalam hidup anda. Dia adalah pencipta semua makhluk di dunia ini. Dan Dia berhak atas kepunyaanNya. Zaman dulu yang disebut penyembahan berhala adalah menyembah patung atau pohon. Sebagai umat Kristen kerap kali banyak orang yang merasa pada zona nyaman. Dan tidak menyadari bahwa dirinya terjebak pada berhala modern zaman ini seperti mencintai harta lebih dari Tuhan, mengutamakan hal-hal duniawi melebihi Tuhan.
3.    Jangan melakukan percabulan
Percabulan adalah sesuatu tindakan yang sangat keji yang di timbulkan oleh keinginan daging, sosial-budaya dan sosial-religius yang membuahkan dosa. Orang yang melakukan percabulan tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah dan Allah sangat menentang keras terhadap dosa ini

4.    Jangan mencobai Tuhan
Jangan mencobai Tuhan. Dialah Allah yang menciptakan manusia. Dialah yang menciptakan seluruh alam semesta. Pada-Nya kita harus tunduk, bukan malah mencobai Dia. Belajarlah peka pada pimpinan-Nya. Kalau Dia memberi, bersyukurlah! Bila tidak, jangan kecewa! Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Jangan mencobai Tuhan. Dia Allah yang maha tahu. Dia tahu hati dan pikiran kita. Dia mengetahui seluruh perjalanan alam semesta. Mengapa kita mau mencobai Dia? Mengapa kita yang terbatas ini ingin mencobai Dia yang tak terbatas?
Jangan mencobai Tuhan Allah kita karena Dia adalah Allah yang memegang masa depan kita, seluruh manusia dan dunia ini. Jangan mereka-reka masa depan menurut kehendak dan seleramu.

5.    Jangan bersungut-sungut
Bersungut-sungut adalah reaksi spontan yang timbul karena ketidakpuasan, kekecewaan, ataupun kekesalan yang timbul akibat apa yang diterima tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena ketidakmampuan mengatasi kekecewaan dan ketidakpuasan, maka timbulah reaksi bersungut-sungut. Reaksi ini biasanya dimiliki oleh pribadi yang kurang bersyukur atau tidak pernah bersyukur. Karenanya sikap dan response selalu negatif.
Bangsa Israel terlihat bersungut-sungut manakala dalam pengembaraan mereka saat keluar dari mesir menuju tanah perjanjian menemui tantangan dan halangan. Lalu mereka membandingkan situasi saat itu dengan situasi sebelumnya saat mereka dalam penindasan Mesir. Kebiasaan ini sebenarnya adalah sebuah kebiasaan yang tidak baik, yakni membanding-bandingkan sebuah situasi saat ini dengan situasi sebelumnya, karena akan meperkeruh suasana hati bangsa Israel sehingga mereka kehilangan rasio akal sehat.
Marilah kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan, mari terus balajar untuk menjadi umat yang layak bagi Tuhan dengan melakukan seluruh ketetapan-ketetapan-Nya

By : Pdt. Edison Rampalimbo

KAPAN TUHAN MERUBAH SESEORANG DAN KAPAN SESEORANG BERUBAH (Bagian 2)

Roma 11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nyadan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya? Sehingga Ia harus menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Setiap kita tentu pernah memiliki pengalaman pribadi ketika menemukan ayat-ayat firman yang membingungkan karena bertentangan. Misalnya Paulus berkata “jika kami berusaha berkenan dihadapan manusia maka kami bukanlah hamba Allah” tetapi Paulus yg sama pun mengatakan “kami menghambakan diri kepada semua orang.”Sebenarnya tidak ada ayat yang bertentangan. Olehnya kita perlu memahami apa yang dimaksudkan di ayat tersebut. Ayat-ayat itu tidaklah berdiri sendiri tetapi ada ayat-ayat referensi lainnya yang perlu kita pahami. Sehingga ketika menemukan kebenarannya, kita tidak akan menjadi bingung.
Jika kita tidak memahami maksud dari ayat-ayat firman Tuhan, bisa saja kita mengambil ayat tertentu dan menjadikannya suatu doktrin dan ini berbahaya.Jika sudah menjadi doktrin maka akan menjadi pegangan dasar bagi gereja-gereja tertentu. Sehingga bisa terjadi di suatu denominasi gereja yang samatetapi memiliki pengajaran yang berbeda. Misalnya ada gereja dimana perempuan tidak boleh mengajar dan berkhotbah, tetapi di denominasi gereja yang sama pula, memiliki doktrin yang berbeda seperti halnya tidak menjadi masalah ketika seorang perempuan berkhotbah. Ada juga orang-orang yang menggunakan minyak urapan dengan cara meminumnya padahal minyak urapan itu dipakai untuk mengurapi.Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk dapat memahami maksud dari ayat-ayat firman Tuhan.
Mengapa Tuhan dalam kitab perjanjian lama dituliskan bahwa Ia mengeraskan hati Firaun? Mengapa pulaada ayat yang mengatakan Tuhanlah yang membuat kaya dan Tuhanlah yang membuat miskin. Ada juga Saul ketika ia sebelum menjadi Raja, Roh Tuhan memenuhinya lalu ia menjadi manusia lain, mengapa Tuhan melakukannya? Ada peristiwa-peristiwa tertentu dimana Tuhan harus melakukan itu dalam konteks kedaulatan Allah.

Kapan Tuhan bertindak merubah manusia?
•    Pada saat Ia punya rancangan/tujuan khusus terhadap orang itu, Tuhan mempunyai kedaulatan-Nya sendiri sehingga kita tidak perlu menjadi kaget dan bingung ketika Tuhan melakukannya. Ketika nabi Elia berada di sungai Kerit, Tuhan memakai burung gagak untuk membawa roti setiap hari kepadanya sedangkan pada zaman itu, burung gagak adalah binatang haram. Juga, ketika Samaria terkepung dan tidak ada yang dapat menolong, Tuhan justru memakai orang kusta yang dikategorikan orang najis dizaman itu untuk menolong mereka. Hal-hal ini kelihatannya aneh tetapi itulah kedaulatan Allah. Banyak orang khususnya mereka yang sudah sungguh-sungguh berusaha hidup kudus kemudian gagal dan menjadi kecewa terhadap Tuhan karena tidak memahami tentang kedaulatan Allah.

•    Pada saat kita masih menjadi orang berdosa dan belum menjadi orang percaya, kita tahu siapa kita. Upah dosa adalah maut. Kemudian kita menyadari bahwa kita adalah orang berdosa dan ada anugerah Allah didalam Yesus Kristus Tuhan “Barangsiapa yang percaya dan menerima-Nya diberikan hak menjadi anak Allah dan tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal”. Kita menyadari dan mengaku dosa lalu membuka hati dan menerima Yesus di dalam hati kita, darah Yesus menyucikan dan kita menjadi orang percaya yang sudah diselamatkan atau mengalami lahir baru. Ketika kita sudah lahir baru, Allah langsung mengadakan perubahan yaitu kita tidak lagi disebut orang berdosa tetapi orang yang diselamatkan, orang percaya, anak-anak Tuhan. Inilah perubahan yang Allah lakukan. Status kita berubah dan sekaligus dikatakan kita tidak mengalami kebinasaan tetapi hidup kekal. Tetapi ini semua adalah urusan akhirat/urusan masuk surga. Karya Allah merubah manusia sudah Allah lakukan. Kita tidak lagi meminta Allah untuk mengubah kita Karena Allah sudah melakukan bagian-Nya melalui karya terbesar yaitu membebaskan kita sehingga tidak lagi hidup dibawah kutuk. Ketetapan Allah bagi manusia untuk hidup di dunia juga sudah Allah sediakan yaitu hidup yang diberkati dan berkelimpahan, tetapi tidak satupun dari janji Tuhan terjadi dengan sendirinya tanpa keterlibatan manusia itu sendiri.
Mengapa seseorang harus berubah?
Meskipun Tuhan sudah merubah kita untuk urusan akhirat, tetapi pribadi manusia itu sendiri masih harus berubah dan ini bukan lagi urusannya Tuhan.Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.Yang kelihatan dari luar adalah tubuh fisik.Dibalik tubuh ini ada yang namanya jiwa yang di dalamnya ada kehendak, ada pikiran dan ada perasaan. Kekuatan jiwani ini luar biasa karena ia mengontrol seluruh pergerakan kehidupan kita secara manusia. Itulah format dasar seseorang di dalam menjalani hidupnya.Ada bagian yang paling dalam dari tubuh manusia yaitu roh. Pada saat manusia bertobat dan menerima Yesus, berartiia lahir baru, Tuhan melakukan perubahan dengan mengganti rohnya yang lama dengan yang baru.
Yehezkiel 36:26,27Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-KU akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Yang Tuhan ganti adalah roh kita.Jadi bukanlah suatu hal yang berlebihan jika di dalam Roma 8 dan Galatia, Tuhan menetapkanbahwa kita harus hidup oleh roh.Tetapi banyak orang percaya yang menggunakan rohnya hanya untuk bernafas saja, tidak diaktifkan untuk menjalani hidup padahal ada kekuatan dahsyat didalamnya. Itu sebabnya ia tidak pernah berubah karena secara format alamiah yang mengontrol seluruh pergerakkan kita adalah unsur jiwani. Oleh karena itu, banyak yang sudah lahir baru tetapi tidak menjadi ciptaan baru dan dia tidak menjalani hidup baru.
Tuhan hanya mengganti roh manusia saja tetapi jiwa tidak diganti.Tuhan tidak melakukannya karena berbahaya bagi manusia itu sendiri. Jika jiwa manusia yang didalamnya ada pikiran, kehendak dan perasaan diganti maka manusia itu tidak akanmengingat siapa dirinya sebelumnya. Unsur jiwani ini melekat pada setiap orang, itu sebabnya Tuhan tetapkan hiduplah oleh Roh maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Pergumulan ini memang berat. Kalau kita sudah lahir baru, jangan pernah mencoba untuk menjalani  hidup baru dengan cara lama karena kita akan capek dan frustasi. Orang benar akan hidup oleh iman. Iman tidak berada di dalam pikiran tetapi berada di dalam roh. Jadi hidup oleh iman sama dengan hidup oleh roh. Tuhan bukan mempersulit kita dengan memerintahkan agar kita hidup oleh roh tetapi seringkali kitalah yang tidak mau bergumul untuk itu.
Selain jiwani, yang juga tidak dirubah oleh Allah adalah tubuh fisik kita.Baik sebelum dan sesudah dibaptis, model manusia kita tetapsama. Orang yang sudah lahir baru, rohnya memang sudah diganti tetapi unsur jiwaninya masih harus diproses setiap hari supaya punya pikiran dan perasaan yang sama seperti Yesus. Tugas kitalah yang harus berubah.Kehendak Roh isinya adalah Firman.Saat kita menghadapi tantangan/realita apapun, sebenarnya sudah tersedia jawaban.Jadi ketika firman itu muncul, segera taati.Jika kita menunda-nunda waktu untuk tidak mentaati firman, maka unsur jiwani kita ini yang akan segera berfungsi kembali sehingga kita gagal melakukan firman. Sejak kita lahir baru sampai akhir hayat akan terus mengalami pembentukakan karakter untuk dapat menghasilkan buah roh.

Roma 12:1,2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Tubuh adalah pelaksana semua gerak hidup manusia yang kelihatan.Jadi kalau dikatakan tubuh, berarti seluruhnya. Tetapi adayang menghalangi tubuh untuk menjadi persembahan yang kudus yaitu unsur jiwani yang harus terus dibaharui.
2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami.
Mematikan daging itu sungguh menyakitkan.Membawa unsur jiwani kita untuk ditaklukkan dibawah kehendak roh adalah menyakitkan secara manusia tetapi hasil akhir/nilainya jauh lebih besar dari penderitaan sesaat itu sendiri. Paulus pun tidak memandang dari penderitaan yang ada tetapi hasil akhir dari penderitaan yang sesaat itu.
(Baca Efesus 4:20-32)
Kita perlu menanggalkan manusia lama supaya kita dapat dibaharui.Tuhan katakan agar kita tidak berdusta.Karena saat kita berdusta berarti kita sedang merusak gambar diri sendiri karena kita bukan seperti itu.Gambar diri kita yang bagus kemudian kita mencoretnya dengan kita berdusta.Oleh karena itu kita perlu menanggalkan segala sesuatu yang kita pakai dikehidupan lama kita supaya dapat mengenakan manusia baru.
Kita pun tidak seharusnya meminta Tuhan untuk dapat mengendalikan amarah kita.Itu adalah tugas kita sendiri.Marah dalam hal jangan berbuat dosa berarti marah yang hanya sebatas pelanggaran disiplin, etika dan pelanggaran tertentu bukan marah dengan mengeluarkan kata-kata kotor atau kutuk.

Bagaimana dengan orang yang tidak mau berubah?
Amsal 28:14 Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan Tuhan, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka.
Kita tidak perlu mengalami peristiwa tragis supaya kita dapat berubah.Inilah tugas kita selama hidup di dunia yaitu kita sendiri yang harus berubah.Sehingga kita dapat bersaksi bahwa bukan lagi aku yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku dan hidup yang kujalani dalam tubuh jasmani ini adalah hidup di dalam iman iman kepada anak Allah.

By : Pdt. R.F Martino

KAPAN TUHAN MENGUBAH SESORANG DAN KAPAN SESEORANG HARUS BERUBAH?

Roma 11:33-35 33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

Ketika kita membaca ayat di atas, kita dapat menangkap bahwa setiap orang percaya harus memahami firman Tuhan secara benar supaya agar memiliki sikap iman yang benar sehingga bisa memiliki tindakan iman yang benar, sebab jika tidak orang percaya tersebut akan terbentur dengan pengertian ayat ini.
Pikiran manusia secara lahiriah tidak akan pernah bisa menjangkau kebesaran dan keagungan Tuhan serta pikiran dan hikmat Allah yang ditulis dalam ayat di atas, bahkan oleh pikiran seorang percaya yang sudah lahir baru sekalipun.Pada saat memahami firman Tuhan, kita harus dapat mendeteksi diri sendiri, apakah yang memahami lahiriah kita atau roh kita? Bersyukurlah bahwa ada programpemudridan di gereja ini, supaya segala sesuatunya bisa kita pahami berdasarkan kebenaran firman Tuhan.
Ada firman Tuhan yang disampaikan penuh dengan tafsiran sehingganya maknanya menjadi kabur. Misalnya ada firman yang mengatakan ular digambarkan seperti setan, tapi dilain ayat ada yang menyatakan bahwa harus cerdik seperti ular. Ada lagi Paulus pernah berkata bahwa ia adalah hamba Tuhan bukan hamba manusia, tapi di ayat lainnya ia berkata bahwa ia menghambakan diri pada semua orang. Ini bisa diperdalam dalam ilmu hermeneutika.
Biasanya apa yang menjadipengertian dan pemahaman kita tentang kebenaran firman Tuhan itu juga yang menjadi pendirian kita. Dengan canggihnya tehnologi, kita bisa mendengar dan melihat khotbah-khotbah siapapun di youtube, dan kita melihat beberapa fenomena baru yang menjadi identitas pengkhotbah yang kemudian diterapkan dalam pelayanan. Kalau kita tidak memiliki dasar firman maka kita akan mudah terpengaruh dengan fenomena-fenomena tersebut. Ada beberapa kelompok-kelompok yang kembali “membangkitkan” pernik-pernik Perjanjian Lama, kemudian muncul lagi istilah “bercumbu’ dengan Roh Kudus, dll. Dengan tidak bermaksud  menghakimi, ada banyak pengkhotbah-pengkhotbah yang mencari jati diri yang selanjutnya untuk mencari legalitas yang di-alkitabiah-kan.
Kita harus mengantisipasi semuanya. Ada banyak pergumulan-pergumulan hidup yang sulit dijawab, sehingga banyak orang termasuk orang-orang percaya bahkan hamba-hamba Tuhan, menjadi stress/depresi ada juga yang mati bunuh diri. Apakah dengan begitu kita lantas menghakimi mereka?
Mari kita belajar untuk menyelami isi hati Tuhan dan memahami dengan benar semua kebenaran firman, sehingga ketika ada angin-angin pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan ataupun ada suatu hal yang terjadi pada seorang percaya yang sepertinya tidak wajar, kitatidak lantas menghakimi ataupun terbawa-bawa oleh opini orang lain.
Ada sebuah lagu yang syairnya seperti ini:“Dosaku disucikan oleh darah Yesus” Padahal sesungguhnya bukan dosanya yang disucikan tapi oknumyang berdosa disucikan.Tapi kita dengan sangat menghayati ketika kita menyanyikan lagu tersebut. Jangan kita memahami dengan salah kaprah.
Jika ada ayat-ayat yang kita baca dan seakan-akan bertentangan coba selidiki:
1.    Mengapa ayat itu ada?
2.    Ditujukan pada siapa ayat itu?
3.    Apa peristiwa yang terjadi pada saat itu

Kapan Tuhan merubah seseorang dan kapan seseorang harus berubah?
Mari kita lihat contoh-contoh dibawah berikut ini:

Kapan Tuhan Merubah Seseorang?
Saul
1 Samuel 10:6-9 6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.8 Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.”9 Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.

Firaun
Keluaran 7:3-5 3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.4 Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat.5 Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka.”

Ketika ini terjadi dapatkah ayat di atas bisa kita pakai menjadi doktrin bahwa Tuhan bisa menguba hati seseorang? Tapi banyak yang kecewa karena ada yang bergumul sekian lama tapi Tuhan tidak juga mengubah hati seseorang yang sedang digumuli. Kenapa ini bisa terjadi?
Dalam konteks kedaulatan Allah, Ia bisa melakukan apa saja menurut kehendak-Nya, apakah Tuhan mau lembutkan atau keraskan dll, itu adalah kedaulatan Tuhan.
Dalam memahami kedaualatan Tuhan, tidak bisa dilepaskan dengan adanya maksud tertentu, kenapa Tuhan harus mengeraskan hati Firaun? Kalau kita baca ayat selengkapanya maka kita akan mengerti bahwa Tuhan punya maksud atas kedaulatan-Nya
Kalau kita tidak memahami hal ini, maka banyak yang akan kecewa. Tuhan sendiri mau menjadi raja atas Bangsa Israel, tapi karena Bangsa Israel tegar tengkuk dan berseru-seru untuk minta seorang raja. Tuhan pun menjawab seruan mereka tapi Bangsa Israel menerima konsekuensi akibat yang memimpin mereka adalah seorang manusia.

Paulus
Ketika Tuhan memanggil Paulus, maka Tuhan harus memakai kedaulatan-Nya terhadap Saulus yang berubah menjadi Paulus. Ada sinar yang membutakan mata Saulus dan itulah awal Saulus yang tadinya penganiaya jemaat dipanggil/diubah Tuhan menjadi Rasul-Nya.

Kapan Seseorang Harus Berubah?
Ketika saya membawakan khotbah tentang kutuk yang bisa menimpa seseorang jika seseorang masih hidup dalam dosa. Ada yang mengatakan bahwa itu sesat dengan beranggapan bahwa kita semua telah dibebaskan dari kutuk semejak kematian dan tersalibnya Yesus 2000 tahun lalu, jadi kutuk itu sudah tidak ada lagi.
Saya menjelaskan bahwa  tidak ada ayat yang berdiri sendiri. Apalagi ayat itu isinya adalah mengenai perjanjian Tuhan. Harus ada keterlibatan dari orang yang diikat oleh perjanjian tersebut.
Keselamatan tidaklah otomastis, Tuhan lakukan adalah mengutus putra-Nya, jadi siapa yang percaya dan menerima-Nya maka ia tidak akan binasa dan akan diselamatkan. Jadi ada keterlibatan manusia di dalamnya. Untuk menerima Yesus dimulai dari bertobat. Dan kemudian orang tersebut bebas dari kutuk dosa.
Apakah semua orang percaya kaya? Kenyataannya tidak demikian. Apakah Tuhan adil? Janji Tuhan mengenai masa depan yang penuh harapan, kita akan menjadi kepala dan bukan ekor, berlimpah dalam finasial, dll. Itu semua bisa terjadi kalau dari pihak kita mau berubah. Kalau kita malas maka janji Tuhan tidak akan pernah tergenapi dalam hidup kita. Perjanjian Tuhan ini terikat dengan hukum jasmani dan hukum rohani
Begitu juga ada orang yang sudah lama bergumul untuk kesembuhan tapi tidak sembuh juga? Kenapa ada yang didoakan langsung sembuh tapi ada yang lama sekali baru sembuh?
Tuhanmelepaskankitadarisemuakutukhanyakitabelummemakaihakkita. Kita haruspunyahakimanuntukmenggunakanfasilitas yang Tuhanberikan

By : Pdt. R.F. Martino

MENJALANI HIDUP BARU BERSAMA ROH KUDUS

Roma 8:15-16 “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”

Hari ini adalah peringatan hari Pentakosta yaitu hari pencurahan Roh Kudus, yang merupakan hari ke-50 setelah kebangkitan Tuhan Yesus.

Sudah lama gereja hanya menekankan tentang baptisan Roh Kudus dan berbahasa roh. Namun tidak diajarkan bagaimana menjalani hidup baru bersama Roh Kudus.

Ada lagi gereja yang mengajarkan bahwa orang yang dibaptis Roh Kudus   seakan-akan otomatis sudah menjadi orang suci dan steril dari dosa. Namun kemudian hal ini menjadi cemoohan karena orang-orang menemukan bahwa orang-orang yang sudah dibaptis Roh Kudus masih melakukan dosa.

Ada lagi gereja yang mengajarkan bahwa hanya orang yang dibaptis Roh Kudus yang akan mengalami pengangkatan sedangkan yang tidak dibaptis Roh Kudus tidak ikut terangkat.

Padahal pengajaran tentang bagaimana menjalani hidup baru bersama Roh Kudus adalah pengajaran yang penting.

I. PENGALAMAN AWAL BERSAMA ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 2:1-6, 12-13
“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”
Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

Kita membaca dari peristiwa di atas bahwa saat Roh Kudus dicurahkan terjadi fenomena tiupan angin keras, lidah-lidah api, dan para murid berbicara dalam bahasa-bahasa yang diberikan oleh Roh Kudus. Namun banyak gereja yang berhenti hanya sampai disini. Padahal kita melihat bahwa lawatan Allah Roh Kudus membawa para rasul menjadi saksi-saksi Kristus. Sebelum dibaptis Roh Kudus, semua murid lari meninggalkan Yesus saat Yesus ditangkap para prajurit Romawi. Namun setelah dibaptis Roh Kudus, mereka berani menjadi saksi Kristus. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena para murid menjalani hidup baru bersama Roh Kudus.

Jika kita telah dibaptis Roh Kudus maka seharusnya kita merasakan dan menikmati kehadiran Roh Kudus yang menyatu dengan roh kita.

Bahasa roh (bahasa lidah) adalah tanda awal dibaptis Roh Kudus, yaitu bahasa yang diberikan oleh Roh Kudus dimana kata-kata yang kita ucapkan tidak kita mengerti karena tidak disusun oleh otak/pikiran kita.

Pada tempo dulu di kalangan kita, doa baptisan Roh Kudus hampir selalu ditandai dengan gejolak emosional: berteriak-teriak, menangis, memukul-mukul kursi, dan tubuh yang bergetar. Fenomena itu bisa saja terjadi namun tidak boleh didoktrinkan. Karena saat kita dibaptis Roh Kudus, Roh Kudus tidak merasuk kita. Saat kita berbahasa roh, kita dalam kondisi sadar 100%. Alkitab juga berkata bahwa Roh Kudus itu tertib dan teratur.

Karena Tuhan mau menyempurnakan gerakan Pentakosta, maka sekitar tahun 1970-an lahir gerakan Kharismatik (Neo Pantekosta). Dalam gerakan Kharismatik, orang bisa berbahasa roh dimana saja: sambil berjalan, menyetir, dlsbnya. Sedangkan pemahaman kalangan Pantekosta sebelumnya adalah harus emosional dulu baru bisa berbahasa roh. Padahal kita tidak perlu emosional untuk berbahasa roh.

1 Korintus 14:2 “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.”

Maka setelah dibaptis Roh Kudus kita seharusnya memahami bahwa roh kita tidak lagi hanya digunakan untuk bernafas namun saat ini juga digunakan untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Saat kita berbahasa roh, kita sedang berkomunikasi dengan Allah. Hasilnya roh kita semakin kuat.

Rahasia itu disampaikan kepada orang yang dekat dan dapat dipercaya. Saat kita berbahasa roh, oleh Roh Kudus kita mengucapkan hal-hal yang rahasia.

II. PENGALAMAN LANJUTAN BERSAMA ROH KUDUS

Roh kita mulai beraktivitas dengan Roh Kudus. Jadi kita tak hanya merasakan kehadiran Roh Kudus, namun juga mengalami pimpinan Roh Kudus.

1. Peka akan kehendak Allah

1 Korintus 6:17 “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.”

Saat roh kita menyatu dengan Roh Kudus, hasilnya muncul “kepekaan” dengan kehendak Allah. Roh Kudus yang menyatu dengan roh kita akan berkomunikasi dengan roh kita dan berkata-kata menyampaikan kebenaran-kebenaran Firman Allah. Setelah dibaptis Roh Kudus seharusnya kita pasti sudah pernah mengalami dimana Roh Kudus berkata-kata kepada kita dan mengingatkan Firman Allah, hanya saja mungkin kita tidak memperhatikannya. Kita harus semakin mempertajam kepekaan itu.

Roma 8:26 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Untuk berdoa saja kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus.

2. Memiliki roh yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan

Ada kalanya hamba Tuhan separuh waktu ataupun sepenuh waktu (full time) yang menjadi panutan kita melakukan suatu kesalahan. Kita harus memahami bahwa mereka juga adalah manusia biasa, sekalipun mereka tidak boleh menjadikan hal itu sebagai alasan. Jangan karena kita melihat panutan kita lemah, kita juga menjadi lemah. Kita melihat mereka berhenti pelayanan, kita juga berhenti pelayanan. Kita harus memahami bahwa pada prinsipnya kita jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain, tetapi kita juga jangan menjadi korban batu sandungan orang lain. Karena setiap manusia bertanggungjawab akan dirinya sendiri di hadapan Allah.

Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Pernahkah kita jenuh dan letih melayani Tuhan? Semua yang melayani Tuhan pasti pernah mengalaminya. Bisa jadi karena kita mengalami suatu masalah. Ingatlah: Jalan buntu bagi orang dunia adalah keputusasaan, tetapi jalan buntu bagi orang percaya adalah kesempatan memperbaiki penyerahan hidup kepada Tuhan. Di saat kita hendak meninggalkan pelayanan, justru saat itulah Tuhan menetapkan panggilan-Nya atas kita pada pelayanan tersebut. Hanya Roh Kudus yang bisa membangkitkan kembali roh kita dan membakar roh kita agar menyala-nyala untuk melayani Tuhan. Tuhan mengizinkan peristiwa tersebut menimpa kita agar kita menyadari bahwa kita bisa kembali bangkit bukan karena kekuatan kita namun karena kekuatan Roh Kudus.

3. Hidup sebagai manusia baru

Efesus 4:17-25 “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.”

Semua sifat-sifat buruk ini secara alamiah sudah melekat dengan diri kita (kita sudah terbiasa melakukannya). Lalu bagaimana caranya menjadi manusia baru? Ketika Roh Kudus berkata kepada kita untuk melakukan kebenaran, maka kita harus segera melakukannya, jangan menunda-nunda. Kita harus mengerjakan bagian kita untuk membuang sifat-sifat buruk kita.

Salah satu sifat sebagai manusia baru adalah menguasai diri. Alkitab dalam Amsal 16:32 berkata “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Maka setelah kita memahami semua hal ini, marilah kita tak hanya dibaptis Roh Kudus dan bisa berbahasa lidah (berbahasa roh), namun kita perlu menjalani hidup baru bersama Roh Kudus.

By : Pdt. R. F. Martino

MANUSIA BARU UNTUK MENJADI SEPERTI YESUS

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kenaikan Yesus Kristus membawa orang percaya berhasil hidup oleh Roh. Setiap selesai ibadah peringatan kenaikan Yesus Kristus, biasanyadiadakan doa baptisan Roh Kudus. Berbagai penjelasan mengenai Roh Kudus dijelaskan kepada kita supaya kitabisamemahaminyadenganbenarkarenapemahaman yang benarakanmenghasilkansikap yang benardansikap yang benarakanmenghasilkantindakan yang benar.
Ditetapkan oleh firman Tuhan bahwaketikakita secara pribadi membuka hati menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita, di saat itulah kita sudah menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Kemudian kita pahami secara kebenaran bahwa setiap orang yang sudah menjadi percaya ditetapkanuntuk hidup oleh iman. Pemahaman hidup oleh iman dari berbagai denominasi juga memiliki pemahaman yang berbeda-beda, menurut apa yang mereka pahami. Pernah terjadi dalam hidup sebagian besar pelayan dan hamba Tuhan di kalangan kita bahkan menjadi filosofi hidup mereka bahwa hidup oleh iman itu apabila dapat makan gratis, naik bis/kapal/ pesawat gratis dan semua serba gratis. Hal ini menunjukkan betapa dangkalnya pemahaman itu. Sehingga dulu jika hamba Tuhan mengadakan perjalanan ke mana pun dan serba gratis itu menjadi kesaksian yang ampuh dan menyegarkan, namun saat ini kesaksian seperti itu adalah sesuatu hal yang memalukan.
Hidup oleh iman artinya adalah hidup oleh Roh. Hidup oleh iman jika dibahasakan secara riil yaitu hidup menurut kebenaran firman Tuhan atauhidup melakukan Firman. Iman datang dari mendengar firman, kemudian kemudianlakukan. Banyak terjadi kegagalan di dalam manusia melakukan Firman. Oleh karena manusia daging tidak dapat melakukan kebenaran Firman. Andaikata dicobadengankekuatandagingmanusia dan berhasil, pada akhirnya menghasilkan suatu kesombongan rohani. Sebagian besar orang kristen rohani yang menganggap kehidupannya suci, menjadi penghakim bagi orang yang belum melakukan Firman dan penilai dari sesama saudara seiman. Mereka tidak menyadari kesombongan rohani yang ada dalam diri mereka dan tidak menyadari bahwa hal demikian tidak ada tempatnya dalam kerajaan sorga. Olehnya Yesus mengatakan, “Jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Jika roh penolong itu tidak datang, kita tidak akan pernah berhasil melakukan ketaatan kepada Tuhan.
Ada orang Kristen yang sangat menekankan kehidupan kudus, bahkan ada hamba Tuhan yang menghakimi orang lain dengan mengatakan mereka tidak hidup kudus dan lain sebagainya. Tetapi tanpa disadari mereka menyampaikannya dengan kesombongan rohani, yang tidak mengenakkan di telinga manusia apalagi di telinga Tuhan. Kita harus berhati-hati terhadap hal ini. Oleh karena itu kita perlu belajar kebenaran firman, dan memahami rancangan Allah dalam segala keberadaan kita.

1 Tesalonika 5:23 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Rancangan Allah untuk menyelamatkan umat manusia berdosa yang seharusnya binasa tetapi Ia menyediakan putra-Nya, Yesus Kristus mati tersalib di Golgota sehingga barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Keselamatan sudah beres sejak kita menjadi orang percaya. Kemudian untuk segala macam kebutuhan hidup di dunia ini, kita sudah tahu rancangan Allah terhadap hidup manusia yang terdapat dalam kitab Ulangan 28, Yeremia 29,dan Amsal yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk menyediakan masa depan yang penuh harapan. Berarti segala kebutuhan lahiriah tidak lagi menjadi masalah. Hidup berkelimpahan, diberkati, terus naik menjadi kepala dan bukan ekor dan lain sebagainya. Tetapi ada satu hal yang masih dan sedang diproses seumur hidup kita yaitu manusia baru.
Manusia hidup dimotori oleh unsur jiwani dan inilah yang sedang diproses. Unsur jiwani menjadi jalan tol iblis untuk kita berbuat dosa, membuat kita kembali menjadi orang yang melanggar Firman, sehingga merusak manusia baru yang sudah diciptakan ini. Unsur jiwani ada pada setiap orang dan menjadi pergumulan di dalam kehidupan setiappribadi.Rasul Paulus pernah mengungkapkan hal ini, ketika ia ingin berbuat baik, yang jahat sudah hadir.
“Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.” (Roma 7:21). Oleh karena itu, kita harus memahami bahwa sekalipun urusan masuk surga sudah tuntas di atas kayu salib, kita masih menjalani hidup di dunia yang setiap saat bisa saja berbuat dosa. Tidak seorang pun steril akan dosa termasuk orang yang sudah dibaptis Roh Kudus. Inilah pergumulan nyata, rancangan Allah atas manusia untuk menjadi seperti Yesus adalah proses pembentukan manusia baru.

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kita yang masih hidup saat ini, pada saat dipanggil sudah ditetapkan untuk menjadi serupa dengan anakNya, itulah ciptaan baru (manusia baru) yaitu menjadi seperti Kristus. Sama seperti orang Kristen mula-mula di zaman rasul-rasul mereka disebut Kristen karena mereka adalah pengikut Kristus, karena hidupnya seperti Yesus. Sebutan Kristen di zaman itu adalah sebuah ejekan karena gaya hidup dan segenap dirinya seperti Kristus.
Untuk dibentuk dan dibaharui, Tuhan mengutus Roh Kudus sebagai Roh Penolong untuk menolong kita dalam kelemahan-kelemahan kita sehingga kita tidak melakukan kebenaran Firman dengan kekuatan diri sendiri yang menghasilkan kesombongan rohani, tetapi kitamelakukan kebenaran firman Tuhan dengan menyadari keterbatasan kita.
Iman itu yang memampukan kita untuk melakukan Firman tanpa alasan apapun. Setiap orang yang dibaptis Roh Kudus ditandai dengan berbahasa roh tetapi kita harus memahami bahwa bahasa roh dan dipimpin Roh adalah dua hal yang berbeda tetapi ada keterkaitan satu dengan yang lain. Ada orang yang sudah dibaptis oleh Roh Kudus tapi hidupnya tidak dipimpin oleh Roh, padahal tujuan Roh Kudus diberikan kepada kita bukan hanya sekedar berbahasa roh, tetapi sesuatu yang menolong kita dan pertolongan-Nya/karyaNya nampak nyata dengan berhasilnya manusia baru ini, yang asalnya orang berdosa sekarang menjadi seperti Yesus. Memang belum sempurna, tetapi karakter-karakter kita terus diperbaharui, oleh kebenaran firman Tuhan. Inilah yang perlu kita pahami, harus ada perubahan, harus ada yang nampak. Dalam bahasa roh, kata “roh” disini maksudnya adalah roh manusia itu sendiri. Sebenarnya dalam terjemahan aslinya adalah bahasa lidah. Sedangkan hidup dipimpin “Roh”, Rohnya adalah Roh Kudus. Inilah yang membedakan keduanya sebab banyak yang tidak menyadari, karena membanggakan bahasa roh tetapi kelakuannya tidak rohani, juga dalam bercakap dan berfikir pun tidak rohani.

Roma 8:13-15 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 16Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Karena kita adalah anak Allah berarti ada karya dari Roh Kudus, dari ayat ini juga kita mendapatkan pengajaran firman Tuhan antara lain, bagaimana roh Allah dengan roh kita atau roh manusiamenyatu melalui baptisan Roh Kudus dan bagaimana Roh Kudus menyatu dengan roh kita membawa kita hidup dipimpin oleh Roh. Roh kita dipimpin oleh Roh Kudus dalam kesatuan ini untuk membawa kita menjalani hidup yang dikehendaki Tuhan. Oleh Roh, kita mematikan perbuatan daging yang ada di unsur jiwani. Pikiran, perasaan dan keinginan sudah ditaklukan dibawah pikiran, perasaan dan kehendak Tuhan. Barulah kita bisa hidup oleh Roh karena unsur jiwani kita sudah dituntun oleh Roh. Jika hal ini tidak terjadi maka kita tidak bisa hidup di bawah kehendak Roh. Ini adalah pergumulan iman kita setiap hari yaitu bagaimana caranya agar kehendak, pikiran dan perasaan sendiri yang selalu menentang kehendak Allah dapat ditaklukkan.
Ketika kita dicaci maki, maka unsur jiwani kita tergerak untuk tersinggung dan marah. Jika tersinggung dan marah ini tidak dapat diatasi maka terjadilah sebuah tindakan. Jika tindakan ini tidak dapat diatasi maka akan menjadi masalah. Di sinilah peranan kehadiran Roh Kudus sebagai Roh Penolong ketika kita menghadapi segala macam hal yang tidak menyenangkan, menyakitkan, memalukan, menyinggung, menghina dan lain sebagainya, Roh Kudus akan membangkitkan dan mengingatkan kita kepada Firman. Tinggal kita pilih mana yang akan kita lakukan. Kita mau taat kepada Firman atau tetap melakukan sesuai dengan unsur jiwani kita. Kalau kita tetap mau melayani kemauan diri sendiri bearti kita tetap tidak berhasil. Tetapi kalau kita mau melakukan Firman yang Roh Kudus ingatkan, maka Roh Kudus menyertai kita di dalam menjalani Firman. Inilah pergumulan yang kita hadapi yaitu diri sendiri yang sudah menjadi masalah terbesar. Ketika orang lain bisa melakukan tetapi kita tidak bisa, maka kita harus koreksi diri karena semua faktornya adalah faktor oknum diri pribadi. Demikian pula hal iman. Karena kita bukan hanya sekedar manusia melainkan manusia baru yang ada iman didalamnya.
Tuhan menyuruh kita berubah, ini adalah tugas kita. Hal ini tidak akan kita dapat di dalam ruang doa. Bukan berarti kita tidak perlu berdoa. Tuhan tidak bekerja seperti tukang sulap karena Tuhan tidak menjadikan kita seperti robot. Ayat ini sudah jelas memerintahkan kita manusia untuk berubah oleh pembaharuan budi. Ini adalah bagian dari pada unsur jiwani. Lebih mudah berdoa untuk mendapatkan rumah baru daripada bergumul untuk menghadapi perubahan diri dimana harus ada hal nyata yang terjadi dalam kehidupan kita. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Kalau tidak mau berubah sendiri, Tuhan siap menghadirkan peristiwa-peristiwa yang memaksa kita berubah.
Saya pernah mendengar kesaksian seorang hamba Tuhan yang tadinya belum menjadi hamba Tuhan. Ia berasal dari seorang yang sangat sederhana di suatu pulau, kemudian ia pindah ke Jakarta. Sampai di Jakarta ia mulai ikut Tuhan dan kemudian mendapat beasiswa untuk studi di Australia. Ia mendapat uang saku yang berlebih. Kemudian yang ia lakukan dengan kelebihan uang tersebut, ia terlibat narkoba. Sampai suatu saat ia hendak bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya di atas jembatan tetapi disitu Tuhan menyatakan diri-Nyakepadanya.Kesaksian seperti itu dikatakan sebagai titik balik seseorang kepada Tuhan yaitu melalui peristiwa-peristiwa tragis.

Galatia 5:16  Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Di sini bukan ditulis bahasa roh tetapi hidup oleh Roh, taat kepada kehendak Roh Kudus maka pasti yang kita lakukan adalah Firman. Jadi harus bedakan bahasa roh dengan dipimpin oleh Roh.

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Jadi inilah yang menjadi masalah mengapa kita tidak melakukan kehendak Tuhan walaupun kita tahu sangat kuat di dalam diri kita tetapi selalu gagal karena tidak hidup dipimpin oleh Roh. Kita hanya mau bahasa roh, hanya keasyikan dengan bahasa rohnya. Padahal bahasa roh itu adalah hubungan diri kita pribadi dengan Tuhan. Kita bisa pakai bahasa roh setiap saat untuk hubungan pribadi kita dengan Tuhan tetapi mengapa menjalani hubungan di antara sesama manusia tidak bisa. Berbahasa roh bisa dilakukan dimana saja tetapi kenapa hidup dipimpin Roh tidak bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Kita bersyukur jika kita sudah dibaptis Roh Kudus dan sudah berbahasa roh, tetapi mengapa tidak bisa menyerahkan unsur jiwani itu untuk ditaklukan dibawah kehendak Roh supaya kita bisa hidup menurut Roh, dengan demikian kita tidak melakukan keinginan daging melainkan keinginan Firman. Perilaku, gaya hidup, gaya bicara kita berubah semua menjadi ciptaan baru. Ini adalah suatu tantangan untuk memiliki karakter Kristus. Pergumulan yang sengit daripada menginginkan barang-barang materi.

Galatia 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Galatia 5:22-23 22Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Buah Roh dan karunia Roh adalah dua hal yang berbeda. Karunia Roh adalah pemberian tergantung Tuhan mau kasih siapa. Tetapi buah Roh adalah proses. Sebatang pohon yang menghasilkan buah harus melalui proses. Begitu juga buah Roh Kudus. Buah Roh Kudus tidak akan diperolah di kamar sembahyang tetapi di kehidupan nyata sehari-hari. Contoh buah roh ialah kasih atau Agape. Ketika kita merindukan kasih sebagai buah Roh Kudus, Tuhan akan menghadirkan suatu kenyataan untuk membawa kita melakukan perbuatan kasih atau tidak.
Jikadikatakan buah roh adalah kasih, maka Roh Kudus akan memproses kita dengan berbagai macam bentuk kebencian dan apakah kitamasih tetapmengasihi. Dia baik saya baik adalah suatu hal yang semua orang bisa lakukan. Buah roh itu adalah kesabaran. Jika kita mau punya buah kesabaran, kita harus siap ketika Tuhan menghadirkan segala sesuatu yang sangat sangat menjengkelkan. Disitulah Roh Kudus memproses kita. Apakah kita mengikuti emosi atau ikuti Firman. Jadi ketika kita meminta Tuhan untuk memberikan kita kesabaran, maka Tuhan akan jawab dengan persoalan yang membuat kita memilih untuk sabar atau tidak. Doa menghadirkan sebuah mobil atau rumah baru adalah lebih mudah daripada menghadirkan manusia baru yang notabene diri sendiri. Ada juga dikatakan buah roh adalahkelemahlembutan danpenguasaan diri. Semua hal ini tidak didapat dari doa dan puasa tetapi dari kehidupan sehari-hari karena Tuhan membentuk kita melalui sesama manusia, melalui alam, melalui situasi kondisi dan berbagai macam peristiwa yang ada di sekitar kita, barulah buah keluar. Ketika buah ini keluar, masih ada waktu tumbuh sampai ia menjadi matang.

Galatia 5:24-26 24Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Mari kita jalani hidup dipimpin oleh Roh, karena dikatakan dari awal kita sudah dipanggil, ditetapkan untuk menjadi serupa dengan gambaran anakNya. Itu sebabnya firman Tuhan mengajar kita membuang segala sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Tuhan dan mengenakan manusia baru yang terus dibaharui.

By : Pdt. R.F Martino