Daily Archives: 05/05/2019
PERJAMUAN KUDUS
1 Korintus 11:23-25 “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!””
Gereja-gereja mengadakan Perjamuan Kudus secara bervariasi: ada yang setahun 2x, sebulan sekali, setiap minggu, dan ada yang setiap hari. Tuhan Yesus dan para rasul memang tidak menetapkan Perjamuan Kudus harus dilakukan seberapa sering. Namun dalam peribadatan jemaat mula-mula, mereka mengadakan Perjamuan Kudus setiap hari, baik dalam peribadatan di halaman Bait Allah maupun peribadatan di rumah-rumah.
Kisah Para Rasul 2:46 “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati”
Pada zaman gereja mula-mula, mereka tidak memiliki gedung gereja. Mereka beribadah di dalam Bait Allah namun hanya di halamannya saja. Selain itu mereka juga beribadah di rumah-rumah. Karena itu kita tidak perlu kecil hati jika saat ini kita belum memiliki gedung gereja. Kemudian pada tahun 70Masehi, Bait Allah dihancurkan, maka orang percaya beribadah di rumah-rumah. Orang percaya baru memiliki gedung gereja yang megah mulai pada zaman Kaisar Constantine di awal abad ke-4 (tahun 300-an Masehi) yang membangun banyak gereja. Di Tiongkok, ada gedung gereja yang diakui pemerintah, namun peribadatannya dan isi khotbahnya sangat diawasi oleh pemerintah. Maka banyak orang Kristen di Tiongkok yang lebih memilih menghadiri “gereja bawah tanah” yang beribadah dengan sembunyi-sembunyi di rumah-rumah karena disana mereka dapat mendengarkan Firman Tuhan yang murni. Namun pilihan itu beresiko karena jika ibadah mereka digerebek dan mereka ditangkap, mereka bisa dijatuhi hukuman dari pemerintah.
A. MENGENAI PERJAMUAN KUDUS
1. Mengadakan Perjamuan Kudus adalah perintah Tuhan (1 Korintus 11:23).
2. Ada 2 unsur yang digunakan yaitu roti dan anggur: – Roti yang digunakan adalah roti yang tidak beragi. – Sedangkan anggur yang digunakan dalam Perjamuan Kudus dalam bahasa aslinya adalah jus anggur segar (anggur yang tidak beralkohol).
3. Maksud perintah Tuhan Yesus untuk kita umat-Nya mengadakan Perjamuan Kudus adalah untuk memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu salib, dan bukan hanya mengingatnya namun mengalaminya secara nyata dalam hidup kita.
B. APA YANG DIALAMI OLEH TUHAN YESUS DAN APA YANG DIKERJAKAN-NYA BAGI KITA DI KAYU SALIB?
1. Yesus disiksa sampai tubuh-Nya hancur, sampai rupa-Nya bukan seperti anak manusia lagi.
Yesaya 52:13-14 “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi”
Mengapa demikian? Karena alat penyiksaan bangsa Romawi.
– Mahkota duri yang dikenakan berasal dari tanaman duri yang berukuran besar dan ditancapkan ke kepala-Nya.
-Badan-Nya dicambuk berkali-kali dengan cambuk Romawi yang terdiri atas 5 cabang dengan masing-masing cabang terdapat ujung berduri yang menancap dan mencabik daging tubuh-Nya. Maka setiap 1 cambukan, ada 5 ujung berduri yang mencabik tubuh-Nya. – Paku-paku besar menancap pada tangan dan kaki-Nya.
2. Yesus mengalami penghinaan dan penyiksaan/hukuman yang terberat sekalipun Ia tidak bersalah. Yesus tidak layak dihukum mati, namun Ia mendapat ketidakadilan.
Yesaya 53:3 “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.”
3. Yesus disiksa dan disalibkan karena menanggung penyakit dan kelemahan kita.
Yesaya 53:4 “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”
Saat kita melakukan Perjamuan Kudus, imani ada kuasa mujizat kesembuhan atas semua penyakit dan kelemahan kita. Bukan karena roti dan anggurnya, namun oleh karena iman di dalam Yesus, maka kita mengalami kesembuhan.
4. Yesus mati oleh karena kejahatan dan dosa kita.
Yesaya 53:5-7 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”
Mungkin kita tidak melakukan kejahatan yang besar menurut hukum negara, namun di hadapan Tuhan semua dosa upahnya adalah maut. Maka Yesus menebus kita dari segala dosa.
5. Yesus menebus kita agar kita tidak lagi hidup dalam dosa tetapi hidup di dalam kebenaran. Rasul Petrus menegaskannya dalam surat 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
6. Yesus mati untuk membebaskan kita dari segala kutuk.
Galatia 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””
Tuhan Yesus membebaskan kita dari kutuk:
– Kutuk nenek moyang akibat pelanggaran kepada hukum-hukum Tuhan misalnya kutuk karena penyembahan berhala.
– Kutuk turunan dari nenek moyang akibat dosa-dosa seperti percabulan/kawin cerai, dll.
– Kutuk kemiskinan, kegagalan, dll.
7. Yesus mati untuk membebaskan kita dari perhambaan dosa.
Ibrani 2:14-15 “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”
Mungkin saat ini ada diantara jemaat yang mengalami keterikatan dengan dosa. Di dalam kematian Yesus di kayu salib, kita dibebaskan dari segala perhambaan/keterikatan dosa.
8. Yesus mati untuk membebaskan kita dari kutuk kemiskinan dan kegagalan.
2 Korintus 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”
Galatia 3:14 “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”
Apa berkat Abraham itu? Kejadian 12:1-3 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Mungkin ada yang sudah bekerja keras namun sepertinya hasilnya tidak maksimal, maka kita perlu meminta Tuhan meatahkan kutuk kemiskinan dan kegagalan dalam hidup kita.
By : Pdt. dr. Mediati Martino













