This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: June 2020

YANG TERPENTING UNTUK DIMILIKI

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Efesus 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Saat saat ini kita mengetahui dan mengalami bersama suatu situasi dan kondisi yang mendunia yaitu wabah penyakit global atau yang disebut pandemi, sebagai orang percaya, kalau kita kembali pada kebenaran firman mungkin kita tidak terlalu kaget akan hal ini, tetapi secara manusia kita juga dibuat terkejut karena terjadi secara tiba-tiba. Mau tidak mau kita dibawa kepda situasi, kondisi dan kebiasaan-kebiasaan hidup yang berbeda.
Dalam menghadapi masa-masa seperti ini ada banyak pertanyaan-pertanyaan, diataranya:

BAGAIMANA KITA MENJALANI HARI-HARI KEDEPAN?

Belajar dari satu tokoh Alkitab, dia adalah seorang pemimpin, seorang hamba Tuhan, seorang nabi yang Tuhan pakai secara luarbiasa, yaitu Musa. Dia mempin suatu bangsa yang besar yaitu Bangsa Israel, keluar dari perbudakan di tanah Mesir menuju Tanah Perjanjian. Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, tentunya memimpin bangsa yang tidak taat ini tidaklah muda. Dan kalau kita baca dalam kitab taurat, banyak peristiwa-peristiwa yang dialami Musa dalam kepemimpinannya membawa Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, selain itu juga banyak pengalaman-pengalaman iman yang luar biasa yang Musa lihat dan alami secara langsung, namun dengan situasi dan kondisi yang seperti itu, musa tetap berusaha meminta kepada Tuhan bagian yang terpenting yang harus ia miliki di dalam hidupnya, yaitu: HATI yang BIJAKSANA.

BIJAKSANA
Selalu menggunakan akal budinya, arif.
Pandai dan hati-hati apabila mengalami kesulita dan sebagainya.
BIJAKSANA MENURUT FIRMAN ALLAH
Bijaksana menurut firman Allah bukan sekedar kepandaian atau kecakapan saja, tetapi merupakan suatu ketaatan yang didasarkan dari pengertian /pemahaman yang baik terhadap Firman Tuhan.

SIAPAKAH ORANG YANG BIJAKSANA

Mazmur 119:97-98 97Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 98Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

Matius 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Orang yang mencintai taurat Tuhan, mendengar perkataan-Nya (firman-Nya), merenungkannya sepanjang hari dan melakukannya.
Orang yang bijaksana dalam kesehariannnya apapun yang ia pikirkan, yang ia putuskan, yang ia lakukan, dasar kebenarannya adalah Firman Tuhan bukan kebenaran menurut kondep pikirannya sendiri. Karena banyak orang merasa benar, bertahan dengan pemikirannya sendiri.

Dampak dari masa pandemi ini sangat dirasakan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan.

Masa ini adalah masa yang Tuhan izinkan, masa untuk kebersamaan dengan keluarga kita, termasuk dengan anak-anak. Rumah juga merupakan tempat pendidikan, kesempatan kita bersama-sama dengan mereka, mendidik, dan memperkenalkan siapa Tuhan dalam keseharian kita, jadi jangan ada pengeluhan disaat kita harus mendampingi anak-anak dalam masa-masa ini, dan ini harus menjadi suatu kesukaan bagi kita.

Dampak dari masa pandemic ini juga adalah pekerjaan, usaha, permasalahan ekonomi terjadi, baik yang dirumahkan.

Dampak dalam pelayanan juga ada, kita sudah tidak bisa ber-fellowship bersama ataupun beribadah secara langsung.
Ini merupakan suatu dampak dari masa pandemi ini yang sangat dirasakan. Nah dalam masa-masa seperti ini hal terpenting yang harus kita miliki adalah HATI yang BIJAKSANA. Sehingga kita hidup bijaksana.

DALAM HAL APA SAJA KITA HARUS HIDUP BIJAKSANA?
1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Berbicara mengenai hidup, manusia terdiri dari 3 bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh. Hidup bijaksana berarti kita bijaksana dalam memelihara roh, jiwa, tubuh sehingga tetap terpelihara dengan sempurna sampai pada kedatangan-Nya kembali dan kita boleh berjumpa bersama-sama dengan Dia.

BIJAKSANA DALAM MEMELIHARA ROH
Kita tahu bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara, selanjutnya kita akan masuk dalam kekekalan, hidup kekal atau kebinasaan kekal.

“SEMENTARA” dan “KEKAL” berbicara tentang WAKTU
WAKTU tidak akan terulang kembali, waktu Tuhan berikan sebagai kesempatan bagi kita. Berapa lama kesempatan yang Tuhan berikan, satupun dari kita tidak ada yang tahu.

Semakin bertambahnya usia semakin berkurang kesempatan hidup, dengan kata lain semakin dekat dengan batas waktu yang Tuhan tetapkan.

Karena setiap kita tidak hidup untuk selama-lamanya, kita hanya sementara. Maka kita harus lebih bijaksana dengan demikian kita harus bijaksana dengan hal waktu, sebagaimana waktu terus berjalan, roh kita juga harus semakin dekat, semakin intim dengan Tuhan, dan kedekatan itu bukan hanya secara rutinitas, tubuh kita berdoa, kita punya jam-jam rutin untuk berdoa dan akhirnya hanya menjadi rutinitas. Kedekatan itu bukan secara rutinitas, kita berdoa, baca Alkitab, bahkan dengan bangga kita berkata bawa kita sudah menyelesaikan pembacaan Alkitab.
Kita beribadah, kita pelayanan, rutinitas rohani bukan kedekatan, keintiman secara roh. Rutinitas rohani ialah fisik kita, jasmani kita memang melakukannya, mungkin disebatas jiwa, terkadang saat kita berdoa, kita bisa meneteskan air mata, kita bisa menangis, tetapi apakah itu sampai di roh kita? Belum tentu.

Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Bijaksana dalam memelihara roh jangan melakukan hal-hal yang rohani sebagai rutinitas, melainkan bahwa roh kita benar-benar semakin dekat, semakin intim dengan Tuhan, seiring denga waktu, atau kesempatan yang Tuhan berikan, jangan kita terjebak dengan rutinitas. Maka kita akan disebut orang yang bijaksana dalam memelihara roh.

BIJAKSANA DALAM MEMELIHARA JIWA

JIWA:
PIKIRAN, manusia dapat berpikir.
PERASAAN, manusia dapat merasakan.
KEHENDAK, manusia dapat memilih.

Bijaksana dalam berfikir
Amsal 13:16 Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.

Bagaimana bijaksana dalam berfikir?
Dasar pemikiran selalu Kebenaran Firman Tuhan. Jadi yang tidak sesuai dengan kebenarn Firman Tuhan jangan dipikirkan, sehingga tidak membuat kita terbawa dalam dosa pikiran dan dosa perbuatan.

Bijaksana dalam perasaan
1 Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Disaat perasaan kita sedang terganggu, dasarnya selalu Firman Tuhan. Sehingga jangan kita berdosa melalui pikiran dan perasaan. Pikiran dan perasaan selalu behubungan, disaat perasaan kita terganggu, ingat kita harus kembali kepada firman Tuhan betapa pentingnya kita bergaul dengan Tuhan bukan sekedar kita berkomunikasi lewat doa tetapi kita membaca, merenungkan firman-Nya, apalagi dengan kemajuan teknologi, kita bisa mengakses berbagai macam renungan, khotbah yang membuat iman kita bertumbuh, tentunya juga kita harus punya filter, setiap renungan, khotbah yang kita dengar, apakah alkitabiah atau tidak.

Saat perasaan kita terganggu, jangan hanya ikuti emosi, tetapi apa kata firman, jangan hanya comot-comot saja, jangan hanya setengah-setengah. karena firman Tuhan itu tidak pernah kontradiksi, tetapi kita pahami secara keseluruhan Firman Tuhan, kita renungkan dan kita lakukan, maka kita dikatakan orang yang bijaksana, dan inilah yang dibutuihkan di masa-masa akhir ini dalam menjalani hari-hari ini.

Setiap kita berkerinduan untuk berjumpa dengan Dia. Di dunia ini penuh dengan ratap dan tangis, banyak penderitaan dan kita bersyukur disini hanya sementara, ada kekalan kedepannya yaitu kehidupan yang kekal yang kita rindukan.

Bijaksana dalam berkehendak
Mengapa harus bijaksana dalam berkehendak?
1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Kalau orang tidak hidup dalam Roh, maka ia akan hidup dalam keinginan daging, dan sudah jelas ini akan membawa kita dalam kebinasaan yang kekal.

Bijaksanalah dalam berkehendak, contoh: ibu- ibu yang sudah stres menghadapi anak-anak yang sekolah dari rumah, dan bertanya-tanya kapan kita bisa ber-fellowship lagi? Kapan kita bisa ibadah secara langsung? Kapan kita bisa berpegian lagi? sudah lama kita tidak pergi ke mall, kulineran, berbelanja dll.
Dalam masa-masa pandemi ini banyak konflik, banyak permasalahan rumah tangga. Kita harus bijaksana dalam berkehendak, yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan jangan dilakukan, jangan ada dikehidupan kita, tetapi apa yang Tuhan rindukan, perintahkan, kehendaki, itulah yang kita lakukan. Kita harus menaklukan keinginan-keinginan daging kita, kehendak kita dan kita lebih mengutamakan kehendak Tuhan ini berbicara mengenai penyangkalan diri. Tuhan Yesus berkata, barangsiapa yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salib-Nya dan menyangkal diri, menaklukkan kehendak kita, kehendak Tuhan yang kita utamakan.

Bijaksana dalam memelihara tubuh
1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Bait Allah adalah kita, Bait Allah tempat itu tempat Allah berdiam, tubuh kita adalah Bait Allah, jadi kita wajib untuk memelihara tubuh kita sebagai Bait Allah, inilah yang kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan.
Dalam masa-masa pandemi ini ada beberapa anjuran pemerintah yang kita harus ikuti, yaitu pakai masker, kalau dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan masker, sekarang mau tidak mau kita harus menggunakan masker. Yang berikutnya mewajibkan untuk cuci tangan sebelum memasuki suatu tempat. Menjaga jarak dan berjemur. Inilah kebiasaan-kebiasaan yang mungkin selama ini belum terjadi dalam kehidupan kita, namun mau tidak mau harus dilakukan. Aturan-aturan ini jika kita lakukan, maka kita dikataan bijaksana dalam memelihara tubuh. Karena kalau tubuh kita sakit, berarti kita tidak bijaksana dalam memelihara tubuh

Bijaksana dalam memelihara tubuh, termasuk makanan minuman yang menjadi pantangan kita jangan dilanggar. Dengan bahasa rohani kita berkata makan dengan iman, minum dengan iman. Tapi akalau kita sudah mengetahui bahwa makanan/minuman itu tidak bisa untuk kita konsumsi karena mengganguu kesehatan kita. Makadari itu kita bekerjasama dengan Tuhan, kita harus bijaksana dalam memelihra tubuh, diantarannya adalah jam istirahat, sekuat-kuatnya kita kita harus bijaksana dalam memelihara tubuh kita, sehingga kita menjaga tubuh kita sebagai Bait Allah, jangan sampai Tuhan menjumpai dalam 1 korintus 3:17. Tuhan mau kita merawat, menjaga, hal ini berbicara mengenai hati yang bijaksana, kita bijak dalam merawat tubuh kita sehingga terpelihara dengan sempurna dan tak bercacat sampai pada waktunya Tuhan datang, semuanya bisa kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Bijaksana juga dalam menggunakan anggota-anggota tubuh, gunakan mata dan telinga kita dengan bijaksana, maka kita akan bijaksana menggunakan lidah kita, karena dengan mata melihat, telinga mendengar akan sesuatu, kalau kita tidak bijaksana, maka akan menimbulkan dosa perkataan lewat lidah kita. Anggota tubuh yang lain, tangan, kaki kita serahkan kepada Tuhan, gunakan sebagai senjata kebenaran. Bagaiamana menggunakan sebagai senjata kebenaran? Dasarnya adalah Firman Tuhan, karena berbicara mengenai hati yang bijaksana, orang yang bijaksana, dia selalu bertindak dengan dasarnya adalah Firman Tuhan. Di pahami, renungkan, dan lakukan dalam hidup sehari-hari.

Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

YANG TERPENTING UNTUK DIMILIKI DALAM MENJALANI HARI-HARI INI:
MILIKILAH HATI YANG BIJAKSANA Sehingga kita hidup bijaksana, roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara dengan sempurna dan tak bercacact sampai pada kedatanga Tuhan Yesus yang kedua kalinya, kita bisa berjumpa dengan Dia dan kita bersama-sama dengan Dia dalam kehidupan yang kekal.

By : Pdt. Lea Novitasari, S.Th., MA

SEMUA DALAM KENDALI TUHAN

Hal yg perlu kita yakini berdasarkan Firman Tuhan mengenai apa yang sedang kita hadapi saat ini, yaitu wabah pandemi dimana kita tidak mengetahui kapan wabah ini akan berhenti adalah bahwa semua ada dalam kendali Tuhan.

Dalam kitab Wahyu pasal yang keenam dijelaskan mengenai pembukaan materai-materai pertama dimana ada banyak hal yang akan terjadi di muka bumi; penyesatan-penyesatan yang digambarkan sebagai kuda putih dan penunggangnya, roh-roh antiKris, peperangan yang digambarkan sebagai kuda merah, kesulitan ekonomi yang digambarkan dengan kuda hitam.
Saat ini pun kita sudah merasakan akibat dari wabah yang terjadi tetapi kita tetap harus berdoa dan mengucap syukur kepada Allah sekalipun di rumah saja, tetapi ini tidak membatasi kita untuk terus berdoa. Bukan hanya berdoa di kelompok kecil saja tetapi kita dapat berdoa dalam kelompok yang lebih besar dalam jaringan-jaringan doa yang ada di seluruh Indonesia, berdoa dengan seluruh denominasi gereja yang ada di seluruh kota, agar terjadi lawatan Tuhan di tengah pandemi yang terjadi.

Dalam Kitab Wahyu pasal 6 dijelaskan bahwa Anak Domba-lah yang membuka keenam meterai tersebut, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Tuhan mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini baik bencana, kesulitan ekonomi dan lainnya. Roh mautlah yang menyebabkan kematian dan segala hal buruk yang terjadi termasuk wabah saat ini. Tetapi hal ini terjadi setelah Anak Domba membuka meterai tersebut yang artinya tetap dalam kendali Tuhan. Untuk kita orang-percaya, ada jaminan perlindungan Tuhan, ada pembatasan yang Tuhan lakukan bagi umat Nya.

Dalam Wahyu pasal 7, baik tujuh meterai, tujuh sangkakala dan tujuh cawan murka Allah, bagian yang ketujuh fokusnya selalu ke Tuhan. Saat meterai keenam dibuka, ada orang-orang yang dimeteraikan oleh Allah. Dalam surat yang ditulis oleh Paulus dikatakan bahwa kita yang percaya kepada Kristus adalah juga keturunan Abraham, yaitu Israel secara rohani. Kita yang sungguh sungguh percaya dan hidup dalam kebenaran Tuhan, diberikan tanda meterai dari Allah yang secara jasmani tidak kelihatan. Orang orang yang memiliki meterai ini terluput dari bencana yang memang harus terjadi.

Jaminan perlindungan Tuhan atas wabah yang sedang kita hadapi sekarang ini.
Mazmur 91:5-6 ⁵Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
⁶terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Ada kriteria dari orang-orang yang mendapat jaminan perlindungan Tuhan, yaitu dijelaskan dalam
Mazmur 91:1, 2 “¹Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa ²akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Mazmur 91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Sudah waktunya masa kesulitan ini terjadi. Baik bencana, penyesatan, peperangan dan lainnya. Kita harus siap sedia akan hal ini, yang adalah agenda dari Tuhan sendiri. Dan sekalipun ada jaminan perlindungan Tuhan, kita tidak boleh ceroboh tetapi harus berjaga-jaga, mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah khususnya mengenai protokol kesehatan.

Adanya wabah Covid tidak menghalangi kita melakukan pelayanan. Semuanya bisa dilakukan. Semua yang terjadi ada maksud dan tujuan Tuhan. Ada lawatan Tuhan yang terjadi dalam keluarga-keluarga. Kita jangan hanya fokus kepada ketakutan terhadap wabah tetapi fokuslah kepada jiwa-jiwa yang ketakutan itu untuk diperkenalkan kepada Tuhan Yesus. Keselamatan harus diberitakan kepada jiwa-jiwa sebab pengangkatan sudah tidak lama lagi dan dapat terjadi kapan pun di waktu yang tidak kita duga. Pengangkatan akan terjadi sesaat sebelum bait Allah selesai dibangun dan Apa yang dinubuatkan dalam Yesaya 42 pun harus digenapi terlebih dahulu barulah terjadi pengangkatan.

Yesaya 42:10-12 “10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. ¹¹ Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! ¹² Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

Teruslah hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan menjadi bejana kemuliaan yang siap dipakai Allah untuk penuaian besar.
By : Pdt. Mediati Setiawan

JANGAN KHAWATIR

Kata khawatir ini dalam kehidupan pribadi tidak hanya sekali terjadi pada orang-orang tertentu saja, tetapi hampir semua orang pernah dihinggapi dengan rasa khawatir baik dari anak-anak sampai kalangan dewasa dan bahkan segala situasi keadaan apakah dia orang percaya atau belum percaya kepada Yesus Kristus pasti suatu saat pernah dihinggapi oleh rasa khawatir. Tetapi kita harus memiliki sikap yang bijak didalam menanggapi ketika hal itu hinggap dihati dan pikiran kita.

Khawatir/kha’wa’tir/ a takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti; Pandangan negative yang tidak terkendali pada masalah dengan akibat yang tidak pasti, suatu akibat yang bagi penguatir pasti akan terjadi kekacauan.

Kuatir hampir sama dengan gelisah atau cemas. Kecemasan/anxieties adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya.
Gelisah/ge`li`sah/ a tidak tentram, selalu merasa khawatir (tentang suasana hati).

Mengapa sampai Tuhan mengatakan jangan khawatir? Sementara kalau kita memperhatikan bahwa hampir semua orang pernah dihinggapi dengan rasa khawatir.

Mengapa timbul rasa khawatir?
Kata khawatir berasal dari akar kata Yunani “merimnao”. “Merimnao” berarti pikiran yang bercabang, pikiran yang tidak konsentrasi, pikiran yang pecah, pikiran yang tidak menyatu.
Terlalu berlebihan memikirkan hal-hal yang tertentu/memikirkan lebih dari yang patut kita pikirkan. Keragu-raguan yang mulai mengontrol/menguasi pikiran atau perasaan.

Lumrah kita mendengar kabar yang tidak menyenangkan seperti bencana atau bahkan wabah virus corona ini, kalau terlalu kita pikirkan lama-lama, hal-hal yang kecil itu bertambah dan terus bertambah besar sampai kemudian membuat kita jadi hilang control dan tidak bisa lagi mengendalikan hati dan pikiran kita akhirnya dari kuatir bisa menjadi stress.

Kita sebagai orang percaya harus bersyukur bahwa kita memiliki firman dan juga memiliki cara-cara yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita pakai membawa kehidupan kita di dalam damai sejahtera Allah.

Akan sangat besar dampak kuatir ini dalam kehidupan kita jika kita tidak atasi dengan cepat. Dampak negatif menurut riset 83% penyakit diakibatkan oleh kekuatiran.

Amsal 12 : 25 “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang bak menggembirakan dia”.

Terjemahan lain dituliskan bahwa kekuatiran dalam hati manusia menyebabkan depresi/tekanan pada jiwa. Kompas.com

Rasa khawatir juga berakibat pada peningkatan hormone stress kortisol yang menyebabkan ketegangan pada otot yang menyebabkan sakit punggung, sakit kepala dan lainnya.
Kekhawatiran juga berdampak pada kesehatan jantung. Perasaan khawatir ini dalam jangka panjang mampu meningkatkan hormone kortisol yang dapat menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah.
Dampak lain dari kekhawatiran adalah gangguan tidur. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan hormone dan kenaikan kadar gula darah. Inilah menyebabkan terjadinya komplikasi seperti diabetes, resiko stroke, masalah ginjal dan sebagainya.
*) Hormon Kortisol atau juga dikenal secara luas sebagai hormone stress, karena hormone ini akan diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stress, baik fisik maupun emosional.

Berdampak pada saluran pencernaan. Ini juga memiliki pengaruh pada sirkulasi darah di dalam tubuh. Seringkali gangguan saluran cerna, asam lambung/maag yang bersumber dari kekuatiran.

Mari saudara, kalau kita sudah mengetahui dampaknya seperti ini mengapa kita mau menyimpan dan menjadikan tubuh kita ini tercemar dengan hal-hal seperti itu?

Matius 6:19 dan 24, Lukas 12:22-34
Jangan menimbun harta di Bumi. Lukas 12:16, 21 “Orang kaya yang bodoh”
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan (Allah dan Mamon)
Dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada, Matius 6:21, Lukas 12:34

Apa nasehat Tuhan tentang kekuatiran?

Matius 6 : 25-34
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” 26 “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”27 “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”28”Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,”29 “namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu”. 30 “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”31 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?32 “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu”.33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. 34 ”Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Hidup dan tubuh lebih penting dari pada makanan dan pakaian ayat: 25, 28-30

Kata “hidup” dalam teks ini adalah psuke, yang artinya jiwa/nyawa Matius 16:25
Artinya apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?

Tubuh adalah bait Allah, senjata-senjata kebenaran. Jangan sampai tujuan hidup, waktu, pikiran kita hanya untuk mencari harta.

Ayat 26, Kita jauh lebih berharga di mata Bapa daripada burung-burung/ciptaan lain.
Ayat 27, Kekuatiran adalah hal yang sia-sia. Tidak menambah sedikitpun pada umurmu tapi justru memperburuk keadaan.

Ay 30b-33, kekuatiran adalah sikap yang kurang percaya “Hai kamu yang kurang percaya” = Sikap bangsa-bangsa/orang yang TIDAK MENGENAL ALLAH.
Janganlah kamu Menjadi Hamba Uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Diperbudak oleh uang atau harta
Menghalalkan segala cara
Mengorbankan keluarga, nama baik
Melupakan kebutuhan rohani

Bagaimana menjaga sikap yang benar
Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.
Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
1 Tawarikh 16:11 dan Mazmur 105:4 Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Mazmur 62:2-3 Hanya dekat dengan Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah (melekat/mengikatkan diri)
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur
Memikirkan perkara-perkara yang di atas. Filipi 4 : 8. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”.

Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Jadi jangan kuatir, Allah beserta kita, Allah memelihara kita, bertanggungjawab atas kehidupan kita. Firman Allah berkata Bapa tau kita memerlukan semuanya itu tapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya dekatlah dengan Tuhan dan andalkan Dia.
By : Pdt. Milkha Samaa

THE POWER OF NEW LIFE: HIDUP OLEH ROH (2)

Galatia 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Ada kecenderungan pada umat Tuhan dimana mereka tidak bisa membedakan antara “BUAH ROH” dan “KARUNIA ROH”. Selain itu umat Tuhan banyak yang lebih tertarik dan menghargai orang-orang yang memiliki “KARUNIA ROH” daripada yang memiliki “BUAH ROH”. Bahkan umat Tuhan tersebut terlalu memuja-muja sampai mengkultuskan orang-orang yang berkarunia. Mengapa demikian? Karena umat Tuhan tidak memiliki kepentingan dengan orang yang memiliki buah Roh, namun mereka memiliki kepentingan dengan orang-orang yang berkarunia yaitu minta untuk didoakan dlsbnya, kemudian umat Tuhan menjadikan orang berkarunia itu nabi, rasul, bahkan “dukun”, atau “Tuhan Allah ke-2”.

A. PEMAHAMAN TENTANG BUAH ROH
1. Buah dihasilkan melalui proses pembuahan, barulah buah keluar
2. Sebelum buah keluar, bunga harus berguguran.
3. Menghasilkan karakter ilahi

Jadi buah dihasilkan melalui proses. Semua jenis buah Roh ini tidak akan didapatkan di kamar doa. Mengapa? Karena karakter kita tidak diproses di dalam kamar doa. Karakter kita diproses dalam kehidupan seharu-hari sampai mengeluarkan karakter Kristus.

B. PEMAHAMAN TENTANG KARUNIA ROH
1. Karunia adalah pemberian cuma-cuma. Terserah Tuhan kepada siapa Ia berikan karunia tersebut (Kedaulatan Tuhan).

Contoh kedaulatan Tuhan:
– Pada masa nabi Elia, terjadi kelaparan. Namun burung gagak yang merupakan binatang haram dalam hukum Taurat justru dipakai Allah untuk memberi makan nabi Elia. Mengapa Tuhan tidak memakai burung merpati? Itu kedaulatan Tuhan.
– Tuhan memakai perempuan sundal untuk menyembunyikan para pengintai di Yerikho. Apakah kurang perempuan baik-baik sehingga Tuhan memakai perempuan sundal? Itu kedaulatan Tuhan.
– Sewaktu di Samaria terjadi kelaparan, Tuhan memakai orang kusta untuk membebaskan Samaria. Padahal orang kusta najis menurut hukum Taurat. Mengapa Tuhan memakai orang kusta? Itu kedaulatan Tuhan.

Maka dari sini kita memahami:
2. Karunia Roh tidak bernilai lebih tinggi daripada Buah Roh.

Namun sayangnya banyak umat Tuhan yang menganggap orang yang berkarunia lebih penting daripada orang yang memiliki buah Roh, dan banyak orang yang berkarunia merasa dirinya hebat.

3. Karunia Roh berfungsi menurut kehendak Roh Kudus bekerja, bukan menurut kehendak orang yang bersangkutan. Tidak seperti saklar lampu (bisa dinyalakan dan dimatikan sekehendak hati manusia).

Karena itu sekalipun ada hamba Tuhan yang berkarunia marifat, jangan datang kepadanya dan bertanya mengenai jodoh dan lain sebagainya, karena karunia Roh bekerja bukan menurut kehendak hamba Tuhan itu namun kehendak Roh Kudus. Maka mengherankan karena banyak pula gereja yang menetapkan seorang hamba Tuhan sebagai nabi. Memang di Alkitab ada jawatan nabi, tetapi itu “jawatan”, bukan “jabatan”. Karena banyak hamba Tuhan yang dulunya berkarunia, dan suatu ketika karunianya sudah tidak lagi berfungsi, ia berlaku seolah-olah karunianya masih berfungsi karena kuatir orang akan berkata bahwa ia sudah tidak berkarunia.

Sebagai contoh: dulu ada hamba Tuhan yang berkarunia, orang-orang tumbang dalam pelayanannya. Namun karena karunianya sudah tidak berfungsi, ia memaksakan mendorong-dorong orang supaya tumbang. Ini adalah kebohongan. Dalam pelayanan Hamba Tuhan harus mengandalkan Roh Kudus, bukan mengandalkan karunia.

4. Ketika karunia Roh berfungsi, orang tersebut tetap sadar 100% (karena ia tidak dirasuk), maka faktor jiwaninya juga berfungsi.

5. Karena itu Alkitab berkata “Ujilah semua roh”. Baik hamba Tuhan tersebut maupun jemaat Tuhan harus menguji apakah yang dilakukan tersebut berasal dari faktor jiwani manusia yang berlaku seolah-olah berkarunia ataukah benar karunia Roh. Karena itu kita mengetahui ada nubuat palsu, penglihatan palsu, dll. Jadi jangan menganggap orang yang berkarunia sudah sakti dan steril dari dosa. Sebaliknya, jika ada orang yang dulunya berkarunia dan sekarang sudah tidak berkarunia, tidak perlu menghakimi bahwa ia sudah melakukan dosa, karena karunia memang hanya pemberian dan kedaulatan Tuhan, dan kita tidak bisa komplain kepada Tuhan.

Dengan memahami ini maka kita tidak akan kecewa saat kita menemukan orang-orang berkarunia tetapi karakternya tidak sesuai dengan karunianya. Dalam Injil Matius dikatakan bahwa ada orang-orang berkarunia: bernubuat, mengusir setan, melakukan mujizat; namun pada akhirnya ditolak Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan berkata bahwa orang-orang itu adalah pembuat kejahatan. Berarti sekalipun melakukan mujizat, karakter orang itu rusak. Karena karakternya rusak dan belum diubahkan, dengan sendirinya pelayanannya dilakukan untuk kepujian diri. Mengapa karakternya tidak berubah? Karena ia sendiri yang tidak mau berubah. Di dalam pembentukan karakter, ada bagiannya Tuhan dan ada bagian orang tersebut.

Dalam pengalaman rohani mereka sangat luar biasa. Namun dalam hidup sehari-hari barulah kita memahami apakah mereka memiliki kasih, kemurahan, penguasaan diri, atau sebaliknya. Jadi kita tidak perlu heran dan kecewa ketika mendapati orang-orang seperti itu, karena orang-orang tersebut tidak mau berubah. Orang-orang tersebut lebih mementingkan karunia Roh daripada pembentukan karakternya untuk memiliki karakter Kristus (Buah Roh). Kita pun tidak dapat komplain ke Tuhan karena Tuhan berdaulat untuk memberikan karunia kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

C. BAGAIMANA TERJADINYA PROSES PEMBUAHAN YANG MENGHASILKAN BUAH ROH

Proses pembuahan juga disebut proses pembentukan karakter untuk menghasilkan karakter ilahi Kristus.

1. Tuhan menghadirkan bentuk realitas hidup dari jenis buah Roh itu sendiri.

Alkitab berkata “Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya”. Orang-orang di sekitar kita, dan bentuk realitas apapun dipakai Tuhan untuk membentuk kita.

2. Buah Roh tidak diperoleh melalui doa, puasa dan lain sebagainya, yang tiba-tiba secara ajaib kita sudah memilikinya.

3. Jenis-jenis buah itu akan hadir dalam bentuk peristiwa nyata/realitas hidup.

Salah satu contoh: “Sabar”. Apakah “sabar” diperoleh secara ajaib? Tidak! Tuhan menghadirkan hal-hal menjengkelkan sampai kita menghasilkan buah Roh kesabaran. Ada menantu yang mengeluh karena mertuanya cerewet dan menjengkelkan. Ia sudah berdoa minta Tuhan kesabaran dan berharap ia menjadi sabar dengan sendirinya namun ia tidak memahami bahwa Tuhan justru sedang membentuk karakternya untuk menjadi sabar.

Contoh lainnya: “Kesetiaan”. Buah Roh kesetiaan dihasilkan saat hadir realitas hidup berupa pengkhianatan.

Contoh berikutnya: “Kasih”. Buah Roh ini dihasilkan saat hadir realitas hidup berupa kebencian.

Semua orang bisa menjadi rohani saat di dalam kamar doa, namun kita dibentuk saat di dalam kehidupan sehari-hari.

II. APA ITU HIDUP OLEH ROH?

A. JANGAN KELIRU MEMAHAMI:
1. Hidup oleh Roh bukanlah pengalaman rohani aneh-aneh, melainkan gaya hidup sehari-hari.
2. Hidup oleh Roh bukan memanipulasi Roh Kudus untuk kepentingan tertentu dari pribadi kita.
Contoh: seseorang berkata “Roh Kudus berkata begini” padahal untuk kepentingan dirinya sendiri.
3. Hidup oleh Roh bukanlah suatu tingkatan reputasi pelayanan seseorang.
Contoh: umat Tuhan menganggap orang yang berkarunia marifat lebih tinggi daripada orang berkarunia tertentu.

B. PAHAMILAH DENGAN BENAR BAHWA:
1. Hidup oleh Roh adalah kebenaran mendasar yang harus dijalani oleh setiap orang percaya, jadi bukan hal yang luar biasa yang tidak bisa dijalani.
2. Hidup oleh Roh bukanlah suatu karunia, tetapi adalah keharusan bagi setiap orang percaya.
3. Setiap orang percaya/terima Yesus telah memiliki roh yang baru.
4. Kita tidak hanya memakai roh kita untuk bernafas, melainkan berinteraksi saat kita menghadapi realita hidup apapun bentuknya.

III. BAGAIMANA PROSESNYA HIDUP OLEH ROH?
1. Menyadari dengan iman bahwa roh kita telah diganti dengan roh yang baru.
2. Bahwa pada saat kita mengalami baptisan Roh Kudus maka Roh Kudus menyatu dengan roh kita.
3. Di dalam roh kita ada iman yang berisi firman Tuhan.
4. Kita tidak hanya memakai roh kita untuk bernafas, melainkan berinteraksi saat kita menghadapi realita hidup apapun bentuknya.
5. Menyadari bahwa di dalam diri kita ada format alamiah manusia lahiriah yaitu faktor jiwani yang secara alamiah bereaksi secara otomatis terhadap setiap bentuk apapun realitas hidup tersebut.
6. Faktor jiwani ini harus ditaklukkan di bawah kehendak Roh Kudus yang ada di dalam roh kita agar Roh Kudus bisa mengambil alih peranan jiwani alamiah.
7. Roh Kudus sebagai penolong akan menolong kita melakukan kehendak Tuhan dalam menyelesaikan realitas hidup yang sedang kita hadapi.

Hadapi dan selesaikan realita hidup sesuai apa kata Firman Tuhan.
1. Roh Kudus mengajarkan segala sesuatu. (Ketika realita hidup hadir, Roh Kudus akan mengajarkan apa yang harus kita lakukan). Yoh 14:26
2. Roh Kudus menuntun kepada seluruh kebenaran. (Roh Kudus menuntun kita untuk melakukan yang benar, bukan hanya apa yang baik). Yoh 16:13
3. Roh Kudus mengingatkan Firman yang sudah pernah didengar. (Roh Kudus menghadirkan firman Tuhan sebagai jawaban yang harus kita lakukan untuk menjawab dan menyelesaikan realitas hidup tersebut). Yoh 14:26.
4. Apa respon kita terhadap peranan Roh Kudus?
a. Mau menaati kehendak Roh Kudus yang memimpin kita hidup oleh Roh?
b. Tetap bertahan dengan kehendak sendiri, pikiran sendiri, perasaan sendiri yang adalah faktor jiwani?
c. Berhasil tidaknya kita hidup oleh Roh, tergantung respon apa yang kita berikan.

Jadi sebenarnya “HIDUP OLEH ROH” adalah “HIDUP OLEH IMAN”.

Roma 1:17 “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.””

APAKAH HIDUP OLEH IMAN ITU?
A. Beberapa pemahaman yang memprihatinkan:
1. Iman adalah jawaban doa
2. Iman adalah mengalami hal-hal yang spektakuler
3. Iman adalah hak untuk mengklaim janji-janji Tuhan
4. Iman adalah mewujudkan keinginan-keinginan yang Tuhan harus ikuti.

Inilah yang menyebabkan umat Tuhan tidak berhasil hidup oleh iman.

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

B. KEBENARAN FIRMAN ALLAH TENTANG IMAN
1. Iman bukanlah sekedar jawaban doa
2. Iman bukanlah sekedar mengalami hal-hal spekatakuler.
3. Iman bukanlah hak untuk mengklaim janji-janji Allah.
4. Iman bukanlah untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang harus Tuhan wujudkan.
5. Baca seluruhnya Ibrani pasal 11 maka akan kita temukan bahwa IMAN ADALAH KETAATAN TANPA SYARAT.

Bagian awal Ibrani 11 mengisahkan orang-orang yang melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan memperoleh apa yang Tuhan janjikan. Tetapi bagian akhir mengisahkan orang-orang yang melakukan apa yang Tuhan perintahkan tetapi tidak memperoleh apa-apa. Namun semuanya dikategorikan sebagai “pahlawan iman”. Maka akhirnya kita menemukan bahwa “Iman adalah Ketaatan tanpa Syarat”.
By : Pdt. R. F. Martino