This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

YANG TERPENTING UNTUK DIMILIKI

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Efesus 5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
Saat saat ini kita mengetahui dan mengalami bersama suatu situasi dan kondisi yang mendunia yaitu wabah penyakit global atau yang disebut pandemi, sebagai orang percaya, kalau kita kembali pada kebenaran firman mungkin kita tidak terlalu kaget akan hal ini, tetapi secara manusia kita juga dibuat terkejut karena terjadi secara tiba-tiba. Mau tidak mau kita dibawa kepda situasi, kondisi dan kebiasaan-kebiasaan hidup yang berbeda.
Dalam menghadapi masa-masa seperti ini ada banyak pertanyaan-pertanyaan, diataranya:

BAGAIMANA KITA MENJALANI HARI-HARI KEDEPAN?

Belajar dari satu tokoh Alkitab, dia adalah seorang pemimpin, seorang hamba Tuhan, seorang nabi yang Tuhan pakai secara luarbiasa, yaitu Musa. Dia mempin suatu bangsa yang besar yaitu Bangsa Israel, keluar dari perbudakan di tanah Mesir menuju Tanah Perjanjian. Bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk, tentunya memimpin bangsa yang tidak taat ini tidaklah muda. Dan kalau kita baca dalam kitab taurat, banyak peristiwa-peristiwa yang dialami Musa dalam kepemimpinannya membawa Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, selain itu juga banyak pengalaman-pengalaman iman yang luar biasa yang Musa lihat dan alami secara langsung, namun dengan situasi dan kondisi yang seperti itu, musa tetap berusaha meminta kepada Tuhan bagian yang terpenting yang harus ia miliki di dalam hidupnya, yaitu: HATI yang BIJAKSANA.

BIJAKSANA
Selalu menggunakan akal budinya, arif.
Pandai dan hati-hati apabila mengalami kesulita dan sebagainya.
BIJAKSANA MENURUT FIRMAN ALLAH
Bijaksana menurut firman Allah bukan sekedar kepandaian atau kecakapan saja, tetapi merupakan suatu ketaatan yang didasarkan dari pengertian /pemahaman yang baik terhadap Firman Tuhan.

SIAPAKAH ORANG YANG BIJAKSANA

Mazmur 119:97-98 97Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 98Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

Matius 7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Orang yang mencintai taurat Tuhan, mendengar perkataan-Nya (firman-Nya), merenungkannya sepanjang hari dan melakukannya.
Orang yang bijaksana dalam kesehariannnya apapun yang ia pikirkan, yang ia putuskan, yang ia lakukan, dasar kebenarannya adalah Firman Tuhan bukan kebenaran menurut kondep pikirannya sendiri. Karena banyak orang merasa benar, bertahan dengan pemikirannya sendiri.

Dampak dari masa pandemi ini sangat dirasakan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan.

Masa ini adalah masa yang Tuhan izinkan, masa untuk kebersamaan dengan keluarga kita, termasuk dengan anak-anak. Rumah juga merupakan tempat pendidikan, kesempatan kita bersama-sama dengan mereka, mendidik, dan memperkenalkan siapa Tuhan dalam keseharian kita, jadi jangan ada pengeluhan disaat kita harus mendampingi anak-anak dalam masa-masa ini, dan ini harus menjadi suatu kesukaan bagi kita.

Dampak dari masa pandemic ini juga adalah pekerjaan, usaha, permasalahan ekonomi terjadi, baik yang dirumahkan.

Dampak dalam pelayanan juga ada, kita sudah tidak bisa ber-fellowship bersama ataupun beribadah secara langsung.
Ini merupakan suatu dampak dari masa pandemi ini yang sangat dirasakan. Nah dalam masa-masa seperti ini hal terpenting yang harus kita miliki adalah HATI yang BIJAKSANA. Sehingga kita hidup bijaksana.

DALAM HAL APA SAJA KITA HARUS HIDUP BIJAKSANA?
1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Berbicara mengenai hidup, manusia terdiri dari 3 bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh. Hidup bijaksana berarti kita bijaksana dalam memelihara roh, jiwa, tubuh sehingga tetap terpelihara dengan sempurna sampai pada kedatangan-Nya kembali dan kita boleh berjumpa bersama-sama dengan Dia.

BIJAKSANA DALAM MEMELIHARA ROH
Kita tahu bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara, selanjutnya kita akan masuk dalam kekekalan, hidup kekal atau kebinasaan kekal.

“SEMENTARA” dan “KEKAL” berbicara tentang WAKTU
WAKTU tidak akan terulang kembali, waktu Tuhan berikan sebagai kesempatan bagi kita. Berapa lama kesempatan yang Tuhan berikan, satupun dari kita tidak ada yang tahu.

Semakin bertambahnya usia semakin berkurang kesempatan hidup, dengan kata lain semakin dekat dengan batas waktu yang Tuhan tetapkan.

Karena setiap kita tidak hidup untuk selama-lamanya, kita hanya sementara. Maka kita harus lebih bijaksana dengan demikian kita harus bijaksana dengan hal waktu, sebagaimana waktu terus berjalan, roh kita juga harus semakin dekat, semakin intim dengan Tuhan, dan kedekatan itu bukan hanya secara rutinitas, tubuh kita berdoa, kita punya jam-jam rutin untuk berdoa dan akhirnya hanya menjadi rutinitas. Kedekatan itu bukan secara rutinitas, kita berdoa, baca Alkitab, bahkan dengan bangga kita berkata bawa kita sudah menyelesaikan pembacaan Alkitab.
Kita beribadah, kita pelayanan, rutinitas rohani bukan kedekatan, keintiman secara roh. Rutinitas rohani ialah fisik kita, jasmani kita memang melakukannya, mungkin disebatas jiwa, terkadang saat kita berdoa, kita bisa meneteskan air mata, kita bisa menangis, tetapi apakah itu sampai di roh kita? Belum tentu.

Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Bijaksana dalam memelihara roh jangan melakukan hal-hal yang rohani sebagai rutinitas, melainkan bahwa roh kita benar-benar semakin dekat, semakin intim dengan Tuhan, seiring denga waktu, atau kesempatan yang Tuhan berikan, jangan kita terjebak dengan rutinitas. Maka kita akan disebut orang yang bijaksana dalam memelihara roh.

BIJAKSANA DALAM MEMELIHARA JIWA

JIWA:
PIKIRAN, manusia dapat berpikir.
PERASAAN, manusia dapat merasakan.
KEHENDAK, manusia dapat memilih.

Bijaksana dalam berfikir
Amsal 13:16 Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.

Bagaimana bijaksana dalam berfikir?
Dasar pemikiran selalu Kebenaran Firman Tuhan. Jadi yang tidak sesuai dengan kebenarn Firman Tuhan jangan dipikirkan, sehingga tidak membuat kita terbawa dalam dosa pikiran dan dosa perbuatan.

Bijaksana dalam perasaan
1 Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Disaat perasaan kita sedang terganggu, dasarnya selalu Firman Tuhan. Sehingga jangan kita berdosa melalui pikiran dan perasaan. Pikiran dan perasaan selalu behubungan, disaat perasaan kita terganggu, ingat kita harus kembali kepada firman Tuhan betapa pentingnya kita bergaul dengan Tuhan bukan sekedar kita berkomunikasi lewat doa tetapi kita membaca, merenungkan firman-Nya, apalagi dengan kemajuan teknologi, kita bisa mengakses berbagai macam renungan, khotbah yang membuat iman kita bertumbuh, tentunya juga kita harus punya filter, setiap renungan, khotbah yang kita dengar, apakah alkitabiah atau tidak.

Saat perasaan kita terganggu, jangan hanya ikuti emosi, tetapi apa kata firman, jangan hanya comot-comot saja, jangan hanya setengah-setengah. karena firman Tuhan itu tidak pernah kontradiksi, tetapi kita pahami secara keseluruhan Firman Tuhan, kita renungkan dan kita lakukan, maka kita dikatakan orang yang bijaksana, dan inilah yang dibutuihkan di masa-masa akhir ini dalam menjalani hari-hari ini.

Setiap kita berkerinduan untuk berjumpa dengan Dia. Di dunia ini penuh dengan ratap dan tangis, banyak penderitaan dan kita bersyukur disini hanya sementara, ada kekalan kedepannya yaitu kehidupan yang kekal yang kita rindukan.

Bijaksana dalam berkehendak
Mengapa harus bijaksana dalam berkehendak?
1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Kalau orang tidak hidup dalam Roh, maka ia akan hidup dalam keinginan daging, dan sudah jelas ini akan membawa kita dalam kebinasaan yang kekal.

Bijaksanalah dalam berkehendak, contoh: ibu- ibu yang sudah stres menghadapi anak-anak yang sekolah dari rumah, dan bertanya-tanya kapan kita bisa ber-fellowship lagi? Kapan kita bisa ibadah secara langsung? Kapan kita bisa berpegian lagi? sudah lama kita tidak pergi ke mall, kulineran, berbelanja dll.
Dalam masa-masa pandemi ini banyak konflik, banyak permasalahan rumah tangga. Kita harus bijaksana dalam berkehendak, yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan jangan dilakukan, jangan ada dikehidupan kita, tetapi apa yang Tuhan rindukan, perintahkan, kehendaki, itulah yang kita lakukan. Kita harus menaklukan keinginan-keinginan daging kita, kehendak kita dan kita lebih mengutamakan kehendak Tuhan ini berbicara mengenai penyangkalan diri. Tuhan Yesus berkata, barangsiapa yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salib-Nya dan menyangkal diri, menaklukkan kehendak kita, kehendak Tuhan yang kita utamakan.

Bijaksana dalam memelihara tubuh
1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Bait Allah adalah kita, Bait Allah tempat itu tempat Allah berdiam, tubuh kita adalah Bait Allah, jadi kita wajib untuk memelihara tubuh kita sebagai Bait Allah, inilah yang kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan.
Dalam masa-masa pandemi ini ada beberapa anjuran pemerintah yang kita harus ikuti, yaitu pakai masker, kalau dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan masker, sekarang mau tidak mau kita harus menggunakan masker. Yang berikutnya mewajibkan untuk cuci tangan sebelum memasuki suatu tempat. Menjaga jarak dan berjemur. Inilah kebiasaan-kebiasaan yang mungkin selama ini belum terjadi dalam kehidupan kita, namun mau tidak mau harus dilakukan. Aturan-aturan ini jika kita lakukan, maka kita dikataan bijaksana dalam memelihara tubuh. Karena kalau tubuh kita sakit, berarti kita tidak bijaksana dalam memelihara tubuh

Bijaksana dalam memelihara tubuh, termasuk makanan minuman yang menjadi pantangan kita jangan dilanggar. Dengan bahasa rohani kita berkata makan dengan iman, minum dengan iman. Tapi akalau kita sudah mengetahui bahwa makanan/minuman itu tidak bisa untuk kita konsumsi karena mengganguu kesehatan kita. Makadari itu kita bekerjasama dengan Tuhan, kita harus bijaksana dalam memelihra tubuh, diantarannya adalah jam istirahat, sekuat-kuatnya kita kita harus bijaksana dalam memelihara tubuh kita, sehingga kita menjaga tubuh kita sebagai Bait Allah, jangan sampai Tuhan menjumpai dalam 1 korintus 3:17. Tuhan mau kita merawat, menjaga, hal ini berbicara mengenai hati yang bijaksana, kita bijak dalam merawat tubuh kita sehingga terpelihara dengan sempurna dan tak bercacat sampai pada waktunya Tuhan datang, semuanya bisa kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Bijaksana juga dalam menggunakan anggota-anggota tubuh, gunakan mata dan telinga kita dengan bijaksana, maka kita akan bijaksana menggunakan lidah kita, karena dengan mata melihat, telinga mendengar akan sesuatu, kalau kita tidak bijaksana, maka akan menimbulkan dosa perkataan lewat lidah kita. Anggota tubuh yang lain, tangan, kaki kita serahkan kepada Tuhan, gunakan sebagai senjata kebenaran. Bagaiamana menggunakan sebagai senjata kebenaran? Dasarnya adalah Firman Tuhan, karena berbicara mengenai hati yang bijaksana, orang yang bijaksana, dia selalu bertindak dengan dasarnya adalah Firman Tuhan. Di pahami, renungkan, dan lakukan dalam hidup sehari-hari.

Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

YANG TERPENTING UNTUK DIMILIKI DALAM MENJALANI HARI-HARI INI:
MILIKILAH HATI YANG BIJAKSANA Sehingga kita hidup bijaksana, roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara dengan sempurna dan tak bercacact sampai pada kedatanga Tuhan Yesus yang kedua kalinya, kita bisa berjumpa dengan Dia dan kita bersama-sama dengan Dia dalam kehidupan yang kekal.

By : Pdt. Lea Novitasari, S.Th., MA