This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

JANGAN KHAWATIR

Kata khawatir ini dalam kehidupan pribadi tidak hanya sekali terjadi pada orang-orang tertentu saja, tetapi hampir semua orang pernah dihinggapi dengan rasa khawatir baik dari anak-anak sampai kalangan dewasa dan bahkan segala situasi keadaan apakah dia orang percaya atau belum percaya kepada Yesus Kristus pasti suatu saat pernah dihinggapi oleh rasa khawatir. Tetapi kita harus memiliki sikap yang bijak didalam menanggapi ketika hal itu hinggap dihati dan pikiran kita.

Khawatir/kha’wa’tir/ a takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti; Pandangan negative yang tidak terkendali pada masalah dengan akibat yang tidak pasti, suatu akibat yang bagi penguatir pasti akan terjadi kekacauan.

Kuatir hampir sama dengan gelisah atau cemas. Kecemasan/anxieties adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya.
Gelisah/ge`li`sah/ a tidak tentram, selalu merasa khawatir (tentang suasana hati).

Mengapa sampai Tuhan mengatakan jangan khawatir? Sementara kalau kita memperhatikan bahwa hampir semua orang pernah dihinggapi dengan rasa khawatir.

Mengapa timbul rasa khawatir?
Kata khawatir berasal dari akar kata Yunani “merimnao”. “Merimnao” berarti pikiran yang bercabang, pikiran yang tidak konsentrasi, pikiran yang pecah, pikiran yang tidak menyatu.
Terlalu berlebihan memikirkan hal-hal yang tertentu/memikirkan lebih dari yang patut kita pikirkan. Keragu-raguan yang mulai mengontrol/menguasi pikiran atau perasaan.

Lumrah kita mendengar kabar yang tidak menyenangkan seperti bencana atau bahkan wabah virus corona ini, kalau terlalu kita pikirkan lama-lama, hal-hal yang kecil itu bertambah dan terus bertambah besar sampai kemudian membuat kita jadi hilang control dan tidak bisa lagi mengendalikan hati dan pikiran kita akhirnya dari kuatir bisa menjadi stress.

Kita sebagai orang percaya harus bersyukur bahwa kita memiliki firman dan juga memiliki cara-cara yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita pakai membawa kehidupan kita di dalam damai sejahtera Allah.

Akan sangat besar dampak kuatir ini dalam kehidupan kita jika kita tidak atasi dengan cepat. Dampak negatif menurut riset 83% penyakit diakibatkan oleh kekuatiran.

Amsal 12 : 25 “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang bak menggembirakan dia”.

Terjemahan lain dituliskan bahwa kekuatiran dalam hati manusia menyebabkan depresi/tekanan pada jiwa. Kompas.com

Rasa khawatir juga berakibat pada peningkatan hormone stress kortisol yang menyebabkan ketegangan pada otot yang menyebabkan sakit punggung, sakit kepala dan lainnya.
Kekhawatiran juga berdampak pada kesehatan jantung. Perasaan khawatir ini dalam jangka panjang mampu meningkatkan hormone kortisol yang dapat menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah.
Dampak lain dari kekhawatiran adalah gangguan tidur. Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan hormone dan kenaikan kadar gula darah. Inilah menyebabkan terjadinya komplikasi seperti diabetes, resiko stroke, masalah ginjal dan sebagainya.
*) Hormon Kortisol atau juga dikenal secara luas sebagai hormone stress, karena hormone ini akan diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stress, baik fisik maupun emosional.

Berdampak pada saluran pencernaan. Ini juga memiliki pengaruh pada sirkulasi darah di dalam tubuh. Seringkali gangguan saluran cerna, asam lambung/maag yang bersumber dari kekuatiran.

Mari saudara, kalau kita sudah mengetahui dampaknya seperti ini mengapa kita mau menyimpan dan menjadikan tubuh kita ini tercemar dengan hal-hal seperti itu?

Matius 6:19 dan 24, Lukas 12:22-34
Jangan menimbun harta di Bumi. Lukas 12:16, 21 “Orang kaya yang bodoh”
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan (Allah dan Mamon)
Dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada, Matius 6:21, Lukas 12:34

Apa nasehat Tuhan tentang kekuatiran?

Matius 6 : 25-34
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” 26 “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”27 “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”28”Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,”29 “namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu”. 30 “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”31 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?32 “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu”.33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. 34 ”Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Hidup dan tubuh lebih penting dari pada makanan dan pakaian ayat: 25, 28-30

Kata “hidup” dalam teks ini adalah psuke, yang artinya jiwa/nyawa Matius 16:25
Artinya apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?

Tubuh adalah bait Allah, senjata-senjata kebenaran. Jangan sampai tujuan hidup, waktu, pikiran kita hanya untuk mencari harta.

Ayat 26, Kita jauh lebih berharga di mata Bapa daripada burung-burung/ciptaan lain.
Ayat 27, Kekuatiran adalah hal yang sia-sia. Tidak menambah sedikitpun pada umurmu tapi justru memperburuk keadaan.

Ay 30b-33, kekuatiran adalah sikap yang kurang percaya “Hai kamu yang kurang percaya” = Sikap bangsa-bangsa/orang yang TIDAK MENGENAL ALLAH.
Janganlah kamu Menjadi Hamba Uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Diperbudak oleh uang atau harta
Menghalalkan segala cara
Mengorbankan keluarga, nama baik
Melupakan kebutuhan rohani

Bagaimana menjaga sikap yang benar
Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.
Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
1 Tawarikh 16:11 dan Mazmur 105:4 Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Mazmur 62:2-3 Hanya dekat dengan Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah (melekat/mengikatkan diri)
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur
Memikirkan perkara-perkara yang di atas. Filipi 4 : 8. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”.

Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Jadi jangan kuatir, Allah beserta kita, Allah memelihara kita, bertanggungjawab atas kehidupan kita. Firman Allah berkata Bapa tau kita memerlukan semuanya itu tapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya dekatlah dengan Tuhan dan andalkan Dia.
By : Pdt. Milkha Samaa