This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

SEMUA DALAM KENDALI TUHAN

Hal yg perlu kita yakini berdasarkan Firman Tuhan mengenai apa yang sedang kita hadapi saat ini, yaitu wabah pandemi dimana kita tidak mengetahui kapan wabah ini akan berhenti adalah bahwa semua ada dalam kendali Tuhan.

Dalam kitab Wahyu pasal yang keenam dijelaskan mengenai pembukaan materai-materai pertama dimana ada banyak hal yang akan terjadi di muka bumi; penyesatan-penyesatan yang digambarkan sebagai kuda putih dan penunggangnya, roh-roh antiKris, peperangan yang digambarkan sebagai kuda merah, kesulitan ekonomi yang digambarkan dengan kuda hitam.
Saat ini pun kita sudah merasakan akibat dari wabah yang terjadi tetapi kita tetap harus berdoa dan mengucap syukur kepada Allah sekalipun di rumah saja, tetapi ini tidak membatasi kita untuk terus berdoa. Bukan hanya berdoa di kelompok kecil saja tetapi kita dapat berdoa dalam kelompok yang lebih besar dalam jaringan-jaringan doa yang ada di seluruh Indonesia, berdoa dengan seluruh denominasi gereja yang ada di seluruh kota, agar terjadi lawatan Tuhan di tengah pandemi yang terjadi.

Dalam Kitab Wahyu pasal 6 dijelaskan bahwa Anak Domba-lah yang membuka keenam meterai tersebut, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Tuhan mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini baik bencana, kesulitan ekonomi dan lainnya. Roh mautlah yang menyebabkan kematian dan segala hal buruk yang terjadi termasuk wabah saat ini. Tetapi hal ini terjadi setelah Anak Domba membuka meterai tersebut yang artinya tetap dalam kendali Tuhan. Untuk kita orang-percaya, ada jaminan perlindungan Tuhan, ada pembatasan yang Tuhan lakukan bagi umat Nya.

Dalam Wahyu pasal 7, baik tujuh meterai, tujuh sangkakala dan tujuh cawan murka Allah, bagian yang ketujuh fokusnya selalu ke Tuhan. Saat meterai keenam dibuka, ada orang-orang yang dimeteraikan oleh Allah. Dalam surat yang ditulis oleh Paulus dikatakan bahwa kita yang percaya kepada Kristus adalah juga keturunan Abraham, yaitu Israel secara rohani. Kita yang sungguh sungguh percaya dan hidup dalam kebenaran Tuhan, diberikan tanda meterai dari Allah yang secara jasmani tidak kelihatan. Orang orang yang memiliki meterai ini terluput dari bencana yang memang harus terjadi.

Jaminan perlindungan Tuhan atas wabah yang sedang kita hadapi sekarang ini.
Mazmur 91:5-6 ⁵Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
⁶terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Ada kriteria dari orang-orang yang mendapat jaminan perlindungan Tuhan, yaitu dijelaskan dalam
Mazmur 91:1, 2 “¹Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa ²akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Mazmur 91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Sudah waktunya masa kesulitan ini terjadi. Baik bencana, penyesatan, peperangan dan lainnya. Kita harus siap sedia akan hal ini, yang adalah agenda dari Tuhan sendiri. Dan sekalipun ada jaminan perlindungan Tuhan, kita tidak boleh ceroboh tetapi harus berjaga-jaga, mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah khususnya mengenai protokol kesehatan.

Adanya wabah Covid tidak menghalangi kita melakukan pelayanan. Semuanya bisa dilakukan. Semua yang terjadi ada maksud dan tujuan Tuhan. Ada lawatan Tuhan yang terjadi dalam keluarga-keluarga. Kita jangan hanya fokus kepada ketakutan terhadap wabah tetapi fokuslah kepada jiwa-jiwa yang ketakutan itu untuk diperkenalkan kepada Tuhan Yesus. Keselamatan harus diberitakan kepada jiwa-jiwa sebab pengangkatan sudah tidak lama lagi dan dapat terjadi kapan pun di waktu yang tidak kita duga. Pengangkatan akan terjadi sesaat sebelum bait Allah selesai dibangun dan Apa yang dinubuatkan dalam Yesaya 42 pun harus digenapi terlebih dahulu barulah terjadi pengangkatan.

Yesaya 42:10-12 “10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. ¹¹ Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! ¹² Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

Teruslah hidup dipimpin oleh Roh Kudus dan menjadi bejana kemuliaan yang siap dipakai Allah untuk penuaian besar.
By : Pdt. Mediati Setiawan