Daily Archives: 28/04/2019
PERSEMBAHAN ATAU SUMBANGAN
Suatu saat ada seorang istri datang kepada saya, dia menceritakan suatu pergumulannya yaitu bahwa pada saat dia belum berkeluarga (masih berstatus bujang) segala sesuatu dia bisa memutuskan segala sesuatunya sendiri. Tetapi setelah dia memutuskan untuk menikah, yang berarti dua menjadi satu, segala keputusan harus ada kata sepakat. Nah, kesepakatan inilah yang menjadi suatu pergumulan. Suaminya memiliki suatu pemahaman yang berbeda dengan dirinya, segala sesuatu harus dikonfirmasikan dengan suaminya, jika hal itu tidak sesuai dengan pemahamannya maka akanmenimbulkan suatu permasalahan. Tapi jika ia mengikuti apa yang menjadi pemikiran suaminya, itu juga menjadi pergumulan bagi pribadinya, karena dia adalah pribadi yang ingin menyenangkan hati Tuhan, ketika ia ingin melakukan pemberian sesuatu untuk pekerjaan Tuhan, suaminya tidak sepaham dengan dia dengan berkata “Kita bukan orang kaya”.
Ketika harus makan keluar bersama-sama dengan temannya yang lain, dia juga tidak mau ditraktir terus, maka ia berinisatif untuk membayarnya. Setiba dirumah suaminya marah dan berkata bahwa mereka bukan orang yang kaya dan jangan berlaku boros. Akhirnya sang istri harus membuat kebijakan-kebijakan agar dia tetap bisa berbuat untuk pekerjaan Tuhan.
Banyak orang yang memahami firman tapi belum tentu mau melakukannya, tapi bagi orang yang tahu firman dan memahami serta mau melakukan dan dia tahu bahwa hidup ini hanya sesaat dan adalah suatu kesempatan dan waktu yang Tuhan berikan tidak akan pernah terulang kembali dan disaat kita mau melakukan sesuatu belum tentu waktu itu terulang kembali
Markus 12:41-44 41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Menurut KBBI:
Arti persembahan adalah:hadiah; pemberian (kepada orang yang terhormat)
Arti Sumbangan adalah:
1. Pemberian sebagai bantuan
2. Bantuan; sokongan; manasuka
Apa arti persembahan menurut Yesus?
Persembahan adalah memberikan/mengembalikan yang TERBAIKdari apa yang telah Tuhan berikan.
TERBAIK: Bukan dari nilai jumlahnya tapi nilai pengorbanan yang ada di dalam pemerian tersebut.
Perhatikan ayat berikut ini
Markus 12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar
Markus 12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Dua “peser” bahasa Yunani “lepton” adalah satuan mata uang Yahudi yang nilainya paling kecil. Satu peser (Lepton) nilainya setengah duit, sehingga dua peser berarti satu duit.
Kain itu terbuat dari perunggu digunakan pada masa Alexander Janus, Kaisar Romawi yang berkuasa pada tahun 103-76 SM.
1 Keping Alexander Janus = 1/8 sen.
Jika menggunakan kurs dollar 1 Keping janda miskin nilainya 1/8 dari Rp. 14.185 = + Rp. 1.775
2 x Rp. 1.775 = Rp. 3.550. Koin Alexander Janus yang dikenal dengan Koin Janda Miskin
Markus 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Cara pandang Tuhan dan matematikanya Tuhan tidak sama dengan cara pandang dan matematika kita.
Mengapa persembahan janda miskin itu lebih banyak dari semua yang memberi.Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya.Semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya, berarti sama dengan mempersembahkan hidupnya. SIKAP HATI yang TOTAL kepada Allah.Bukan yang sisa, bukan hanya asal memberi. PERSEMBAHAN YANG DIKEHENDAKI TUHAN.
Pada tahun 1993, saya sekolah Alkitab tingkat ke-3 di Surabaya. Selama di sekolah alkitab, saya benar-benar hidup oleh iman. Keluarga besar, sahabat saya dan semua rekan-rekan yang lain tidak menyetujui keputusan saya untuk masuk sekolah alkitab (menjadi hamba Tuhan fulltime), karena mereka menganggap bahwa menjadi hamba Tuhan tidak memiliki masa depan, bahkan mereka mengeluarkan kata-kata penghakiman bahwa jangan menjadi hamba Tuhan sebagi pelarian saja, karena saya berasal dari keluarga broken home.
Awal menjadi hamba Tuhan juga adalah pergumulan iman bagi saya. Selama sekolahpun saya juga terus hidup oleh iman. Ibu saya juga sering menanyakan apa yang menjadi kebutuhan saya, saya menjawab bahwa semua sudah tercukupkan, meskipun semua pas-pasan bahkan kurang. Tapi saya mau membuktikan bahwa menjadi hamba Tuhan itu bukan pengemis.
Pada waktu kelas 3 dan mendekati Bulan Juni itu mendekati penamatan, saya dipercayakan untuk melayani musik, yang berarti saya akan tampil di depan. Pergumulan saya waktu itu adalah sepatu saya yang sudah rusak dan tinggal ditambal dengan lem. Baju putih saya juga sudah mulai berubah warna. Saya berdoa untuk minta berkat membeli sepatu dan baju putih. Akhirnya ada om saya datang ke asrama dan memberi berkat buat saya. Selama menjadi hamba Tuhan fulltime itulah awal saya mendapat berkat yang menurut saya cukup banyak. Puji Tuhan saya bisa membeli sepatu dan baju putih yang baru. Malamnya sebelum saya tidur saya mendengar ada suara isak tangis, ternyata itu adalah teman saya yang sedang bergumul karena belum melunasi uang sekolah. Kalau ia tidak membayarnya maka ia tidak akan mengikuti penamatan dan tidak bisa diutus ke ladang pelayanan.
Dalam hati kecil Tuhan berkata bahwa saya harus memberikan uang itu kepadanya. Saya sempat mengabaikan, tapi semalaman saya tidak bisa tidur. Keesokan harinya sebelum berangkat doa pagi, saya berikan amplop berkat itu kepadanya. Dia memeluk saya dan sangat berterima kasih. Saya katakan saya hanya sarana yang Tuhan pakai.
Uang yang sisa sedikit saya belikan lem untuk menambal kembali sepatu agar masih bisa dipakai untuk penamatan.
Setiap acara GPPS secara nasional, saya berjumpadengan teman saya tersebut, hati kami sama-sama bersukacita karena kami sama-sama tetap melayani Tuhan.
Jadi, memberi di tengah-tengah kekurangan bukanlah hal yang mudah dan tidak masuk di akal. Tapi sesungguhnya bukan nilai jumlahnya yang Tuhan perhitungkan tapi nilai pengorbanan yang ada di dalamnya. Firman Tuhan berkata “Tidakkah Aku akanmembukan tingkap-tingkap langitku memberkatimu?”
Berkat kesehatan dan finasial, semuanya itu berasal dari Tuhan. Dan Tuhan menghendaki kita menjadi manajer-manajernya Tuhan yang hidupnya benar dan selalu berpadan pada firman Tuhan.
Janda itu memberikan semuanya untuk Tuhan dia tidak berpikir itu adalah pengorbanan karena hatinya yang mengasihi Tuhan. Janda itu TOTAL dalam memberikan persembahan.
I Raja-Raja 17:1-16 dikisahkan ada seorang janda di Sarfat yang juga mengasihi Tuhan dengan memberikan apa yang ada padanya. Lagi-lagi Tuhan memakai seorang janda miskin. Janda di Sarfat ini juga adalah seorang yang mencintai Tuhan, dapat kita ketahui di 1 Raja-Raja 17:14-15 “Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
Jandaitu SEGERA melakukannya.
Tanpadisadari terkadangkita membiarkan kutuk kemiskinan ada pada diri kita sendiri.Menganggap bahwa “saya tidak mampu”, saya bukan orang kaya”, dll sedangkan kita harus mematahkan perkataan tersebut. Jangan pernah punya mental miskin. Andai keadaan kondisi riilnya adalah demikian pandanglah Tuhan yang besar yang mempunyai segala sesuatu. Mungkin sekarang kita belum melihat tapi jangan pernah putus pengharapan. Pengharapan di dalam Tuhan tidak kan pernah sia-sia.
TOTALITAS yang dimaksud adalah: SIKAP HATI yang berkaitan erat dengan KASIH kita kepada Allah.Kasihberbicaratentangpengorbanan.
PERSEMBAHANituberupaapasaja?Waktu, tenaga, danfinansial
Apakah dalam hal-hal di bawah ini kita melakukan PERSEMBAHAN atau SUMBANGAN?
a. Waktu
– Sekolah/kuliah sungguh-sungguh
– Melakukan kodrat tanggungjawab (masing-masing bekerja sesuai kodratnya)
Suami atau istri yang tidak melakukan kodratnya berarti hanya memberikan sumbangan-sumbangan kepada pasangan hidupnya tanpa kasih yang mendasarinya, yang didalamnyaadanilaipengorbanan.
– Pelayanan di gereja lokal (kerja bakti,dll). Jangan jadikan pelayanan sebagai sesuatu yang membebani tapi lakukanlah dengan kasih.
– Berdoa bagi bangsa, persembahkanwaktukitauntukberdoabagibangsadannegeri Indonesia
– Ber-PI, persembahkanwaktu
b. Tenaga
Bagi generasi remaja, apakah orang tua bangga dengan kita? Bagi generasi dewasa, apakah di pekerjaan kita sudah memuliakan Tuhan. Markus 12:30 “KasihilahTuhan, Allahmu, dengansegenaphatimudandengansegenapjiwamudandengansegenapakalbudimudandengansegenapkekuatanmu.”
c. Finansial
– Kolekte, memberikanyang terbaikuntukTuhan. Janganlah memberikan persembahan yang asal-asalan buat Tuhan. Persembahan harus disertai dengan nilai pengorbanan dan yang terbaik
– Proyek pembangunan gereja, kitasiapmembangundengan target 2 tahun.
Maukah kita memiliki sikap hati seperi janda ini, yang mau memberi total kepada Tuhan tanpa harus menunggu menjadi kaya. Jangan pernah berkata bahwa kita masih pas-pasan. Itu sama dengan mengatakankutuk kemiskinan dan mengijinkan kutuk itu terjadia dalam hidup kita. Kita punya Tuhanyang kaya. Andai berkat itu tertunda, kita perlu intropeksi diri, apakah kita belum siap menerimanya atau ada sesuatu yang Tuhan lakukan indah pada waktunya. Tuhan tidak pernah merancangkan keburukan dalam hidup kita. Berikanlah persembahan kepada Tuhan bukan sumbangan.
By : Pdt. Lea Novitasari













