This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Daily Archives: 21/04/2019

Mengalami Kuasa Kebangkitan Kristus Membentuk Hidup Serupa Dengan Kristus

Filipi 3:1-161a Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. 3:1b Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

1 Korintus 15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

Setiap kita harus dapat mengalami secara riil apa yang menjadi hasil dari pengorbanan Kristus. Bukan hanya urusan akhirat saja yaitu mati masuk surga, tetapi juga kehidupan di dunia yang masih kita jalani.
Tuhan menetapkan bahwa orang percaya harus hidup oleh iman, sementara manusia lahiriah kita sudah terformat hidup dengan unsur jiwani. Orang yang sudah terima Yesus, berarti ia sudah lahir baru maka ia harus hidup oleh iman dimana fungsi roh yang hanya dipakai bernafas harus mengambil alih segala aktivitas, apapun bentuknya, karena itulah yang dapat membawa pribadi tersebut bisa melakukan Firman.
Iman datang dari mendengar firman, ketika Firman hanya sekedar pengetahuan, maka itu hanya akan tersimpan di akal jiwani, sehingga seringkali kita gagal untuk dapat menikmati kuasa kebangkitan Kristus karena kekuatan unsur jiwani ini terbatas untuk melakukan semua perintah Tuhan.

Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita, menjadi sia-sia karena kita tetap hidup dalam dosa dan status kita tetap orang berdosa. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, saat itu kita dikuduskan disucikan dari segala dosa. Tetapi jika Yesus tidak bangkit maka sia-sialah apa yang kita percayai karena semua hanyalah peristiwa salib yang tidak menghasilkan apa-apa dan kita semua masih berstatus menjadi orang yang berdosa.

Ketika kita berbicara tentang iman, kita semua sudah menjadi orang percaya dan kita semua sudah menjadi anak Tuhan. Bagaimana dengan kedahsyatan kuasa kebangkitan Kristus itu di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya? Apakah kita sudah mengalaminya?  Firman Tuhan berkata bahwa roh yang ada di dalam kamu lebih besar kuasanya daripada segala yang ada dalam dunia, lalu di mana kuasa kebangkitan Kristus dalam hidup sehari-hari?
Kedahsyatan iman masuk surga umumnya dimiliki oleh orang-orang yang sudah lahir baru. Tetapi jangan lupa bahwa kita masih hidup di dunia. Setelah kita menjadi orang percaya kita ditetapkan untuk hidup oleh iman yaitu selama hidup di dunia.

Di dalam Filipi 3,Paulus menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang yang taat dalam menjalani kehidupan Taurat. Latar belakang Paulus adalah seorang yang sangat taat dalam menjalankan kehidupan agama. Secara intelektual, ia adalah orang terpelajar dan memiliki intelektual yang luar biasa. Ia adalah seorang Farisi, sangat terhormat dalam hal kedudukan sebagai seorang pejabat. Setelah ia menjadi orang percaya, apa yang ia miliki dan yang telah ia capai yang dianggap mulia bagi dunia, ia menganggapnya sebagai sampah. Kemuliaan dunia bagi Paulus, ia anggap sebagai sampah karena pengenalan akan Kristus. Apakah kita setelah menjadi orang percaya memiliki pemahaman yang sama seperti Paulus?
Ketika kita sudah sampai kepada pemahaman seperti Paulus, maka tidak ada satupun kemuliaan dunia yang dapat menggugurkan iman kita sebagai orang percaya. Hal ini bukan berarti kita tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk material yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Tetapi kita mengerti bahwa Tuhan jauh lebih utama dari semuanya itu.
Paulus adalah seorang yang taat dalam menjalankan kehidupan agamawinya tetapi kehidupan agamawi yang ia miliki membawanya menjadi seorang penganiaya dan pembunuh jemaat Tuhan. Setelah ia menerima Kristus, ada kuasa kebangkitan yang mengubah hidupnya. Seorang Saulus pembunuh berubah menjadi Paulus,rasul Allah.  Ia menemukan makna kehidupan melalui kuasa kebangkitan Kristus. Jadi kuasa kebangkitan Kristus pun harus nyata di dalam hidup kita sebagai orang percaya.

Dalam Kolose 3:5 dikatakan bahwa orang percaya harus mematikan segala sesuatu yang duniawi. Itu bukanlah bagian Tuhan tetapi bagian kita untuk dikerjakan. Jadi kalau kita tidak bertindak, jangan kecewa jika Tuhan tidak menolong. Harus ada kemauan dari diri kita untuk melakukannya karena Tuhan tidak pernah memaksa kita. Jika Tuhan menyuruh kita untuk melakukan, tentunya hal ini dapat dilakukan karena kita memiliki iman yaitu ketaatan melakukan Firman selama hidup di dunia.

Jika kita mau memiliki karakter Kristus, maka kitaakanmentaatisetiap firman Tuhan danitu yang akan selalu memperbarui kita. Tetapi jika semua karakter manusia lama ini masih ada dalam diri kita berarti kita belum meninggalkannya dan kita belum hidup oleh iman.

Kita perlu hidup oleh iman supaya masalah apapun yang ada dapat kita hadapi dan kita tidak hanyut ataupun hidup didalam pengeluhan dan menghujat Allah. Kuasa kebangkitan Kristus ini harus kita alami karena ada kekuatan dahsyat di dalam diri kita untuk menyelesaikan segala hal, untuk membawa karakter kita terbentuk dalam memuliakan Tuhan. Sehingga kuasa kebangkitan Kristus tidak menjadi sia-sia tetapi kita dapat alami dalam kehidupan kita dan kita menanggalkan semua yang tidak benar itu dan kita dibebaskan dari segala hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Efesus 4:17-24 17Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20Tetapi kamu bukan demikian. 21Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,22yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24dan mengenakan manusia baru, yang telahdiciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Dikatakan bahwa manusia baru diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Hal ini berarti berarti ada kekudusan yang tidak sungguh yaitu kemunafikan. Karena terselubung dan tidak diketahui aslinya. Karena orang ini tidak mau menanggalkan manusia lama, sehingga ia sendiri tidak bersedia dibaharui oleh Tuhan. Kita akan dibaharui kalau kita ada kemauan untuk menanggalkan hal itu.

Orang yang mencuri jangan mencuri lagi tetapi ia harus bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. Dalam ayat ini dapat kita lihat bahwa Tuhan sangat menghargai orang yang bekerja keras.
Jangan ada perkataan kotor yang keluar dari mulut kita. Selain mulut, kita juga harus menjaga jari-jari tangan kita ketika menggunakan media sosial. Ketika kita mendapatkan suatu postingan dimana ada unsur-unsur menyinggung pihak-pihak tertentu, tidak perlu disebarkan. Karena dalam perundang-undangan penyebar informasi yang tidak benar dapat dijerat oleh hukum. Sebaliknya, kita harus memberikan pencerahan yang benar sesuai kebenaran. Kita percaya bahwa segala apa yang Tuhan berikan adalah baik, hal ini berarti kita tidak bisa memaksa Tuhan untuk memenuhi keinginan kita.
Kuasa kebangkitan Kristus ini harus kita alami, supaya ada kemenangan atas diri sendiri untuk taat kepada Firman baru kita bisa melakukan hal-hal berikutnya.

By : Pdt. R.F Martino