Daily Archives: 03/03/2019
MANAGEMENT OF VISION
Tuhan telah memberikan sumber daya-sumber daya di dalam diri kita untuk memperlengkapi kita mencapai rancangan Allah. Memang sumber daya tidak boleh dijadikan andalan – hanya Tuhan yang harus diandalkan, namun kita harus menggunakannya dengan maksimal. Kita juga tidak mengandalkan pengalaman saja, namun pembelajaran dari pengalaman akan menghasilkan kedewasaan yang menghasilkan hikmat-hikmat, melengkapi anugerah sumber daya yang Tuhan telah berikan.
Ada ribuan janji Tuhan dalam Alkitab namun janji-janji Tuhan tidak terjadi secara otomatis. Ada bagian kita untuk bekerjasama dengan Tuhan. Sama seperti anugrah keselamatan melalui pengorbanan Kristus di kayu salib tidak otomatis diterima oleh semua manusia, namun hanya dapat diterima oleh manusia yang meresponinya melalui bertobat dan menerima Yesus. Begitupun saat Tuhan menjanjikan “hari depan yang penuh harapan”, maka ada bagian kita yang harus dilakukan yaitu pertama-tama harus memiliki pengharapan. Karena iman dimulai dari setitik pengharapan. Jika kita tidak memahami hal ini jangan salahkan Tuhan jika kita tidak mencapai rancangan Allah atas hidup kita.
A. Manajemen Visi (Mengelola visi Allah)
Visi Allah adalah gagasan/pikiran/kehendak/rancangan Allah yang diberikan kepada orang percaya supaya bekerjasama dengan Allah untuk menggenapkan rencana-Nya. Namun jika kita tidak mengelola Visi Allah, maka kita tidak akan mencapainya.
Tidak ada satupun dalam hidup kita setiap hari yang luput dari manajemen. Kita perlu manajemen yang baik dalam hidup sehari-hari. Jika tidak punya manajemen yang baik maka kita tidak bisa menyelesaikan segala sesuatu dan akhirnya kita menjadi stres, contohnya tidak tepat waktu. Namun orang yang memiliki manajemen yang baik akan mampu menyelesaikan segala sesuatu dengan baik.
1. Manager yang baik
1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
Dari ayat diatas kita ditetapkan untuk menjadi “pengurus” yang baik dari kasih karunia Allah. “Pengurus” (Manager/Steward) adalah orang yang mengelola.
Sebagai orang percaya, kita mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah kasih karunia Allah. Karena itu kita harus mengelola kasih karunia Allah tersebut. Seluruh pergerakan hidup manusia adalah manajemen. Mulai dari bangun pagi, menyiapkan sarapan pagi, bekerja / bersekolah, berolahraga, dll. Seorang suami/ayah harus memiliki manajemen mulai dari bangun pagi, menyelesaikan pekerjaan, berfungsi dalam keluarganya, dll. Begitupun ibu harus memiliki manajemen dalam melakukan semua tanggung jawab sesuai kodratnya. Begitupun anak muda harus memiliki manajemen dalam menempuh pendidikan atau bekerja.
Dengan demikian tidak ada seorangpun yang dapat membuat alasan bahwa ia tidak memahami manajemen – kecuali orang itu memang malas! Dan orang malas tidak akan mencapai rancangan Allah!
Contoh hidup tidak ter-manage:
– Obesitas.
Jika seseorang tidak me-manage makanannya maka akan mengalami obesitas. Ada seorang hamba Tuhan yang tidak me-manage makanannya, akhirnya suatu ketika ia masuk Rumah Sakit dan meninggal. Ini akibat hidup yang tidak ter-manage.
– Pekerjaan yang menumpuk.
Mengapa bisa bertumpuk? Karena kita suka menunda. Oleh karena itu jangan menunda pekerjaan yang bisa diselesaikan hari ini, karena besok ada pekerjaan baru untuk dilakukan.
– Rumah yang berantakan. Apakah rumah atau di kantor pekerjaan kita menumpuk dan semua menjadi berantakan? Itu karena tidak dikelola. Sadari bahwa setiap orang percaya ditetapkan Tuhan menjadi manager yang baik atas kasih karunia Allah. Camkan baik-baik: Doa dan puasa tidak akan membawa kita untuk mencapai rancangan Allah jika kita malas. Rancangan Allah hanya tergenapi dalam hidup kita jika kita meresponinya.
2. Manajemen yang baik
1 Korintus 14:33 “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”
1 Korintus 14:40 “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.”
Mengapa sesuatu menjadi kacau? Karena tidak di-manage. Sebaliknya, mengapa sesuatu menjadi teratur? Karena di-manage. Kita adalah manager atas hidup kita. Manager adalah pengurus, pengelola, pemimpin. Manager yang baik akan menghasilkan manajemen yang baik. “Manajemen” adalah cara mengelola. Kita diberkati Tuhan dengan pekerjaan yang harus kita urus/kelola. Apakah kita sudah memiliki manajemen yang baik? Di Indonesia ada seseorang yang disebut “Manager 1 Milyar”, yaitu manager yang diperebutkan oleh perusahan-perusahaan besar untuk mempekerjakannya dengan gaji/bayaran yang sangat mahal.
a. Memahami Manajemen Allah.
Allah adalah pribadi yang memiliki tujuan dan rencana. Sejak permulaan zaman, Allah telah menyusun rencana. Allah bekerja dengan penuh perencanaan. Allah bekerja untuk menyelesaikan tujuan-Nya di dunia. Dalam Alkitab kita membaca di kitab Kejadian bahwa Allah menciptakan dengan manajemen. Hari pertama sampai hari keenam Allah menciptakan dengan urutan manajemen yang tepat. Manusia tidak diciptakan pada hari pertama karena manusia tidak mungkin bisa hidup saat dunia belum terbentuk. Manusia diciptakan hari keenam. Ini adalah manajemen.
Karena itu, Allah menghendaki agar manusia – sebagai ciptaan termulia – hidup dengan perencanaan, me-manaje waktu dalam: HIDUP KESEHARIAN.
Contoh lainnya: Saat pasangan suami istri akan memiliki buah hati, maka mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum bayi tersebut lahir. Ini adalah manajemen.
b. Menyadari bahwa semua kegiatan manajemen dipatok oleh WAKTU. Contoh dalam hidup kita: Pendidikan di SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun. Namun bagaimana jika seorang anak menempuh pendidikan di SD selama 12 tahun? Tentu ini menunjukkan bahwa hidup dan pendidikan anak tersebut tidak di-manage dengan baik. Tuhan pun menentukan batas waktu kita di dunia adalah 70 tahun, jika kuat dan sehat adalah 80 tahun. Lebih dari itu adalah kesukaran. Jadi bagaimana kita memaksimalkan waktu yang Tuhan berikan? Kelola/manage dengan baik!
B. Cara Mengelola
Ada orang yang berkata “Di kalangan kita ini, lebih banyak berdoanya daripada bekerja. Saat Tuhan sudah menjawab, orang kalangan kita masih berdoa dan tidak mau bertindak.” Kita harus berhati-hati memahami pernyataan/statement tersebut. Orang yang tidak suka berdoa akan memakai pernyataan itu sebagai alasan untuk bekerja tanpa perlu berdoa. Padahal berdoa itu mutlak. Tetapi meresponi dalam bentuk tindakan juga mutlak. Jika iman kita sudah meresponi visi Allah, maka iman kita itu harus disertai perbuatan. Maka ada motto “Ora et Labora” (Berdoa dan Bekerja). Jangan sampai kita hanya siap berdoa tetapi tidak siap menerima jawaban doa.
Untuk mengelola Visi Allah, ada 5 poin penting yang harus kita perhatikan:
1. APA?
(Bentuk nyata dari visi/perencanaan)
Tanyakan:
– Apa yang akan dikerjakan khususnya di tahun 2019 ini?
– Proyek/program apa untuk tahun 2019 ini?
Dalam pekerjaan/usaha yang harus dikelola, apa yang akan dikerjakan tahun ini? Di gereja kita saat ini – terutama setelah bencana, proyek kita adalah pembangunan fisik gedung gereja.
Kalau kita sudah mampu menjawab pertanyaan itu (sudah jelas pekerjaannya), barulah kita nelanjutkan ke pertanyaan selanjutnya.
2. SIAPA? (Orang yang akan mengerjakan)
Tanyakan:
– Siapa orang yang akan mengerjakannya?
– Berapa orang yang diperlukan untuk mengerjakannya?
Yesus menggunakan orang dalam pelayanan-Nya, 12 orang kemudian 70 orang untuk memberitakan Injil, kemudian semua orang percaya.
3. KAPAN?
(Schedule/Kalender Kerja)
Segala yang akan dikerjakan harus dikalenderkan sehingga dapat diketahui berapa lama hasil dapat diperoleh.
Ingatlah hidup kita dipatok oleh waktu. Saya memotivasi banyak orang dengan perkataan ini: “Jika umur 40 tahun kita belum memiliki apa-apa, jangan salahkan Tuhan jika kita tetap tidak punya apa-apa. Jika usia 50 tahun kita belum punya rumah sendiri/hanya kontrak, maka jangan salahkan Tuhan jika sampai mati tidak punya rumah sendiri.” Mengapa? Karena setelah berusia 40-50 tahun fisik dan kemampuan kita akan menurun. Maka jika saat ini kita adalah anak muda, responi visi Allah, manage visi Allah sehingga mencapai apa yang Tuhan siapkan. Keselamatan sudah kita miliki. Namun jangan sampai kemelut hidup di dunia membuat iman kita lemah sehingga kehilangan apa yang Tuhan siapkan.
4. PRIORITAS (Yang harus didahulukan)
Cara menentukan prioritas: Inventarisasi semua kebutuhan yang akan diproyekkan. Jika ada kebutuhan, hapus sembilan dan tinggalkan satu yang paling penting untuk menjadi urutan yang pertama. Demikian seterusnya.
Ada orang yang hanya berfokus pada 1 tugas dan yang lainnya terbengkalai. Ini karena tidak menentukan prioritas. Saat seorang bujang akhirnya hidup berumah tangga, berubah pula manajemen hidupnya. Saat kemudian pasangan ini memiliki anak, maka berubah pula manajemen hidup mereka.
Dalam hidup kita ada keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Jika semua hal itu tidak ter-manage dengan baik maka pasti ada yang akan terbengkalai. Jadi setiap orang percaya harus cakap menentukan prioritas dan me-manage hidupnya.
Tips: Jika banyak yang harus dilakukan dan kita adalah seorang pelupa, yang bisa menolong kita adalah catatan. Bisa menggunakan catatan manual atau catatan di smartphone yang dilengkapi alarm.
Pesan untuk anak muda: Jika anak muda terus menerus melakukan hal-hal yang tidak penting dan tidak melakukan hal-hal yang penting, maka jangan salahkan Tuhan jika kita tidak mencapai rancangan-Nya. 5. Evaluasi Setelah kita mengerjakan semua tanggung jawab kita, kita perlu mengevaluasi kembali, sudahkah kita memperoleh hasil yang maksimal? Jika belum, apa penyebab/penghalangnya? Bagaimana mengatasinya/memperbaikinya? Jika kita bisa mengelola Visi Allah sebagai respon kita dalam bekerjasama dengan Allah, maka kita akan mencapai rancangan Allah.
by : Pdt. R. F. Martino













