Monthly Archives: November 2018
MENGANDALKAN TUHAN
Yeremia17:7-8 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Kita harus punya pemahaman yang benar dalam hal mengandalkan Tuhan, agar sikap dan tindakan kita tidak keliru.
Berbahagialah Saudara, khususnya yang mengalami secara riil, peristiwa bencana yang beberapa waktu lalu. Kita telah menyaksikan secara fisik dan oleh iman kita telah meresponi segala sesuatu di alam nyata.
Firman Tuhan berkata dalam Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Ayat di atas bukan hanya sekedar ayat penghiburan, tetapi hal ini adalah riil. Kita menyaksikan/melihat, bahkanmengalaminya tetapi masih diberi kesempatan untuk hidup.
Setelah bencana yang terjadi, ada beberapa yang membuat pernyataan bahwa ternyata semua harta/kekayaan, kedudukan tidak ada artinya apa-apa. Ini adalah suatu pengakuan pernyataan iman untuk menyadari keberadaan kita. Ternyata kita bukan siapa-siapa.
Dalam melewati masa-masa sulit ini, apa yang kita lakukan? Ada yang berkata bahwa terus mengandalkan Tuhan. Tetapi sejauh mana pemahaman kita tentang mengandalkan Tuhan?
Ketika kita sudah mengandalkan Tuhan, tetapi Tuhan seolah-olah tidak berbuat apa-apa. Bagaimana kita memahami hal ini? Sejauh mana sikap kita dan tindakan kita dalam mengandalkan Tuhan.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Ayat ini sebenarnya sudah cukup jelas dan mudah dipahami. Tetapi oleh beberapa orang yang yang “fanatik” dengan mujizat memahami hal ini dengan sikap menanti sambil menunggu dan berharap kiranya Tuhan campur tangan dan memberkatinya.
Kita bukan anti mujizat. Kita percaya bahwa Tuhan yang luar biasa akan sanggup menolong kita, tapi apakah kita hanya berdiam diri saja?
Setelah kehilangan sebagian harta atau bahkan semuanya, apakah semuanya itu akan kembali kepada kita dengan sendirinya tanpa kita melakukan apa-apa? Meskipun kita sudah doa dan puasa, semua yang hilang itu tidak akan kembali dengan sendirinya. Bukannya kitamelemahkan kuasa doa dan puasa, karena Tuhan juga bisa bekerja melalui doa dan puasa.
Yeremia 17:7-8 memberikan pemahaman kepada kita bahwa kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan hari-hari lewat dengan begitu saja.
Dikatakan ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, berbuah pada musimnya. Mengapa ia terus diberkati Tuhan?
Pohon dalam pertumbuhannya tidak akan tinggal diam, akan datang musim kering. Akarnya akan merambat mencari air.
Kuat tidak pohon tergantung dari akarnya.
Ketika berbicara tentang akar, kita akan berbicara tentang iman. Ada pergerakan yang ada dalam kita. Imankitaakanmenghadapisemuarealitas.
Pasca bencana pastilah setiap orang menginginkan suatu perubahan, tetapi hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada pergerakan.
Ada pergerakan yang kelihatan ada yang tidak kelihatan. Pergerakanyang tidak kelihatan akan menghasilkan pergerakan yang kelihatan.
Untuk membantu akarsemakian mudah masuk kedalam tanah, dibutuhkanangin. Ketika pohon bergerak, angin membuat akarpohonitusemakinmasukkedalamtanah. Kita butuh “angin” untuk memperkuat kita. Jadiadabagiankita, adabagiannyaTuhan.
TIDAK BERDIAM DIRI
Kekuatan iman, kita aplikasikan dalam tindakan iman. Mengandakan Tuhan bukan berarti tidak berbuat apa-apa.
Kita tidak mau bermewah-mewahdanmenghambur, tetapi janganlah kita “memiskinan diri” ketika kita tidak miskin.Janganjuga“memiskinkan mental” padahal seharusnya tidak demikian.
Efesus 5: 5:16-17dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
By : Pdt. R.F. Martino
PUJIAN DI TENGAH KONDISI YANG TIDAK MENYENANGKAN
Kisah Para Rasul 16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Pujian yang dinaikkan di tengah kondisi yang tidak menyenangkan adalah suatu hal yang luar biasa. Ketika kita memuji Tuhan dan mengucap syukur di tengah-tengah pesta dan ulang tahun, itu adalah hal yang biasa. Tetapi ditengah-tengah kondisi situasi yang tidak menyenangkan seperti yang Paulus dan Silas alami di mana mereka dibelenggu di penjara, mereka tidak menyalahkan Tuhan tetapi mereka menaikkan puji-pujian kepada Tuhan adalah hal yang sungguh luar biasa.
Suatu tantangan bagi kita, di tengah-tengah kondisi yang tidak menyenangkan saat ini, apakah kita tetap menaikkan pujian kepada Tuhan atau justru kita menyalahkan Tuhan. Adalah suatu kesaksian yang baik bagi orang yang berbeda keyakinan dengan kita ketika anak-anak Tuhan tetap memuji Tuhan di tengah kondisi yang tidak menyenangkan.
Kaki dan tangan Paulus dan Silas dibelenggu sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa tetapi mulut mereka tetap memuji-muji Tuhan. Jadi, dalam situasi bagaimana pun beratnya, hendaknya kita tetap memuji Tuhan.
1. Pujian di tempat yang sulit adalah ibadah yang sejati
Tatkala kita memuji Tuhan di tengah kondisi yang tidak menyenangkan, ini adalah suatu ibadah yang menyenangkan hati Tuhan. Paulus dan Silas tidak menyembah kepada patung-patung dan dewa-dewa yang mati tetapi mereka menyembah kepada Allah yang hidup. Mereka mengimani bahwa kuasa Tuhan tidak pernah terbatas sekalipun kaki tangan mereka terbelenggu. Ketika kita bersyukur kepada Tuhan, kita sedang mengagungkan Tuhan.
Mazmur 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Ketika istri saya akan melahirkan putri kami yang ketiga, tekanan gula darahnya mencapai 450 sehingga dokter tidak berani untuk melakukan operasi. Anak kami di dalam kandungan sudah dinyatakan meninggal. Saat itu saya sudah menjadi hamba Tuhan tetapi masih bekerja di suatu perusahaan. Saya sempat berkata kepada Tuhan bahwa saya sudah melayani Tuhan selama 5 tahun tetapi mengapa hal ini terjadi dalam hidup saya.
Dokter yang akan mengoperasi istri saya berkata kepada saya agar saya berdoa dan dokter tersebut pun pergi ke sudut ruangan lalu ia berdoa. Setengah jam kemudian anak kami berhasil dikeluarkan dari dalam kandungan istri saya walaupun sudah dalam keadaan meninggal. Istri saya saat itu sangat lemah sekali. Saat itu saya berjanji kepada Tuhan jika Ia memberi saya hidup maka saya akan melayani Tuhan 100%.
Hal itu kami tangkap kemudian saya membuat surat pengunduran diri ke perusahaan tempat saya bekerja dan saya melayani Tuhan sepenuh waktu. Tuhan memakai anak tersebut supaya kami menyadari bahwa kami dipanggil untuk melayani Tuhan.
2. Pujian di tempat yang sulit merupakan ucapan syukur yang harum
Apapun yang terjadi tetaplah setia kepada Tuhan. Hal ini yang perlu kita tanam dalam hati kita masing-masing. Kita memiliki Tuhan yang hidup. Sekalipun kita ada di tenda-tenda tetapi kita tetap menaikkan pujian kepada Tuhan. Karena Tuhan ada bersama kita Tuhan memberi kekuatan dan menghibur kita. Segala sesuatu jika kita kembalikan kepada Tuhan dan kita tahu bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan, kebajikkan bagi setiap orang yang mengasihi Dia, maka pasti ada ungkapan syukur kepada Tuhan jika tidak, maka kita akan bersungut-sungut.
3. Pujian di tempat yang sulit adalah luapan keyakinan iman kepada Tuhan
Paulus dan Silas yang terbelenggu tidak ada yang mereka dapat harapkan tetapi mereka tetap memuji Tuhan sebab iman mereka percaya Tuhan tidak pernah tutup mata dan tidak pernah melepaskan orang orang yang percaya dan bergantung sepenuhnya kepadaNya. Tuhan akan bekerja di dalam rencana dan caranya Tuhan. Di tempat ini pun, Tuhan akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Pujian Paulus dan Silas adalah nyanyian iman mereka kepada Tuhan.
Berkat yang kita dapat ketika memuji Tuhan di tempat yang sulit:
1. Berkat Tuhan
Berkat Tuhan tidak hanya dilihat dari materi yang kita dapat tetapi sukacita yang dari Allah. Ada orang yang sakit tetapi ia tetap memuji Tuhan, ia tetap bersukacita walaupun dalam keadaan sakit. Itu sebabnya dalam situasi apapun kita diajak untuk tidak meninggalkan persekutuan yang ada, sebab dalam ibadah-ibadah, kita mendapat kekuatan dan pengajaran firman Tuhan yang menguatkan kita.
2. Kita menerima penghiburan dari Tuhan
3. Ada kesaksian dan pemenangan jiwa-jiwa
Menaikkan pujian ditengah keadaan yang tidak menyenangkan akan membawa dampak bagi orang-orang yang ada disekitar kita. Situasi ini akan dapat memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Tuhan.Apapun yang terjadi dalam situasi apapun, tetaplah menaikkan puji-pujian kepada Tuhan.
Efesus 6:10-12 “Akhirnya, hendaklahkamukuat di dalamTuhan, di dalamkekuatankuasa-Nya. Kenakanlahseluruhperlengkapansenjata Allah, supayakamudapatbertahanmelawantipumuslihatIblis; karenaperjuangankitabukanlahmelawandarahdandaging, tetapimelawanpemerintah-pemerintah, melawanpenguasa-penguasa, melawanpenghulu-penghuludunia yang gelapini, melawanroh-rohjahat di udara.”
I. MERESPON MASALAH DENGAN IMAN
Melaluiayatdiataskitamemahamipentingnyahidupolehiman.Sebagaimanusia, secaralahiriahkitamenjalanihidupnamunsecararohkitamemilikiiman.
Ada bencana yang bisadiprediksisebelumnyanamunadabencana yang tidakbisadiprediksi (kejadiannyatiba-tiba).Yesusdanmurid-murid-Nyapernahmengalamihaltersebutsaatmerekaberlayar, sekonyong-konyong (tiba-tiba) datanglahbadai.Tuhanmenghendaki agar kitatidakhanyapercayabahwa “badaipastiberlalu” tetapijuga agar kitatetaptegakberdiri di tengahbadai.
Bencana yang kitaalami di kotaPaluadalahujianimanbagikitasemua. Orang-orang yang kehilangankeluargadantempattinggalnyadalambencanainimungkinberpikirtakadalagiharapan.NamuningatlahAmsal 23:18 berkata, “Karenamasadepansungguhada, danharapanmutidakakanhilang.”.BerartiFirmanTuhanmengajarkan agar kitatetapmemilikiharapanbagimasadepankita.
Bencana di Kota Palumemangbesar.Namunkitaperlumengingatbahwasaatsuatubencanaterjadi, iblistidakpernahberurusandengankekayaankitanamuniblisberurusandenganimankita.Samaseperti yang dialamiolehAyub yang mengalamimusibah yang sangatbesar: kehilangansemuaanakdanhartanyadalamsekejap, mendapatkanpenyakit, bahkandikutukiolehisterinya. Namunkitatahu, sesungguhnyaiblishanyaberurusandenganimanAyub.
Harikeduapascabencana di kotaPalu, terjadipenjarahandimana-mana. Logiskah orang mencuri/menjarahkarenalapar?Mungkinsebagian orang membenarkantindakanitu.SadarilahbahwaIblissangattahudimanatitik-titikkelemahan orang percayasehingga orang tersebutbisamenggunakanalasan-alasan yang sangatlogisuntukmelakukansuatutindakan yang berdosa.Apa kata FirmanTuhan?
Amsal 6:30-31 “Apakahseorangpencuritidakakandihina, apabilaiamencuriuntukmemuaskannafsunyakarenalapar? Dan kalauiatertangkap, haruslahiamembayarkembalitujuh kali lipat, segenaphartaisirumahnyaharusdiserahkan.”
FirmanTuhantidakmembenarkanmencuri/menjarahsekalipunkarenalapar! Bahkanharusmenggantinya 7x lipat! Yang memprihatinkanada orang Kristen yang jugamencuri/menjarahpascagempa! Inisangatmemalukan.
Tuhanmenghendaki agar imankitalah yang harusmeresponisemuarealitahidup yang terjadi.Mungkinkitamelihatrealitahidupdi depankitabegitusukar. Namuncamkanlah: “Semakinrumitmasalahkita, makasemakinkitaakanmelihatkeahlianTuhanmenolongkitauntukmenyelesaikanmasalahtersebut”
1 Petrus 4:12-15 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlahkamuheranakannyalaapisiksaan yang datangkepadamusebagaiujian, seolah-olahadasesuatu yang luarbiasaterjadiataskamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuaidenganbagian yang kamudapatdalampenderitaanKristus, supayakamujugabolehbergembiradanbersukacitapadawaktuIamenyatakankemuliaan-Nya. Berbahagialahkamu, jikakamudinistakarenanamaKristus, sebabRohkemuliaan, yaituRoh Allah adapadamu. Janganlahada di antarakamu yang harusmenderitasebagaipembunuhataupencuriataupenjahat, ataupengacau.”
DalamMatius 4:4, “TetapiYesusmenjawab: “Ada tertulis: Manusiahidupbukandari roti saja, tetapidarisetiapfirman yang keluardarimulut Allah.” Ingatlahbahwakitahidupbukanhanyakarenamakanan.HidupkitahanyaditentukanolehperkataanTuhan.
II. KEMBALI BEKERJA
Kita akanmelihatbencana lain di dalamAlkitab.
Kejadian 26:1-6 “Makatimbullahkelaparan di negeriitu. — Inibukankelaparan yang pertama, yang telahterjadidalamzaman Abraham. SebabituIshakpergikeGerar, kepadaAbimelekh, raja orang Filistin.Lalu TUHAN menampakkandirikepadanyasertaberfirman: “JanganlahpergikeMesir, diamlah di negeri yang akanKukatakankepadamu. Tinggallah di negeriinisebagai orang asing, makaAkuakanmenyertaiengkaudanmemberkatiengkau, sebabkepadamulahdankepadaketurunanmuakanKuberikanseluruhnegeriini, danAkuakanmenepatisumpah yang telahKuikrarkankepada Abraham, ayahmu. Akuakanmembuatba-nyakketurunanmusepertibintang di langit; Akuakanmemberikankepadaketurunanmuseluruhnegeriini, danolehketurunanmusemuabangsa di bumiakanmendapatberkat, karena Abraham telahmendengarkanfirman-Ku danmemeliharakewajibannyakepada-Ku, yaitusegalaperintah, ketetapandanhukum-Ku.”JaditinggallahIshak di Gerar.
Di dalambencana yang kitaalami, banyakkesaksianjemaat yang justrudiberkatiTuhansecaraberkelimpahan.Iamendapatkanbanyakbantuanbahanmakanan. KetahuilahbahwaTuhantidakpernahkehabisancarauntukmemeliharaumat-Nya, jadikitatidakbisamematokTuhanharusmelakukan 1 cara yang samauntukmenolongsemua orang.
Bencana yang dialami di negeriIshakberadaadalahbencanakelaparan.Inibencana yang sangatmengerikan.Namunapa yang Ishaklakukan?
Kejadian 26:12-13 “MakamenaburlahIshak di tanahitudandalamtahunitujugaiamendapathasilseratus kali lipat; sebabiadiberkati TUHAN. Dan orang itumenjadi kaya, bahkankian lama kian kaya, sehinggaiamenjadisangat kaya.”
Ishakjustrubekerja! MakaTuhanmemberkatinya.Camkanlah: Cara Tuhanmenghadirkanuangdalamhidupkitamelaluibekerja (Roma 4:4). Makakitaperlukembalibekerja.Pascagempaini, usahaataupekerjaan yang sangatdicari-cariadalah: rumahmakan, bahanbangunan, dantenagatukang. Makamanfaatkankesempataniniuntukmendapatkanberkatfinansial.
Selainitu, kembalibekerjadanberaktivitasadalahcara paling baikuntukmenghilangkan trauma. Janganhanyaberdiamdiriataunongkrongmenghabiskanwaktuberceritahal-hal yang sudahlewat.
III. MENGUJI DIRI SENDIRI
Selainitukitaperlumelatihdiriuntukmengujidirisendiri.
2 Korintus 13:5 “Ujilahdirimusendiri, apakahkamutetaptegak di dalamiman.Selidikilahdirimu! Apakahkamutidakyakinakandirimu, bahwaKristusYesusada di dalamdirikamu? Sebabjikatidakdemikian, kamutidaktahanuji.”
Semua orang bisamenjaditakutdalamujianini.Tetapisaatkitadiuji, makaYesus yang ada di dalamdirikitaakanmenguatkanimankita.
By : Pdt. Adrian L. Manikome
KUAT DALAM KEKUATAN KUASANYA (2)
Efesus 6:10-12 “Akhirnya, hendaklahkamukuat di dalamTuhan, di dalamkekuatankuasa-Nya. Kenakanlahseluruhperlengkapansenjata Allah, supayakamudapatbertahanmelawantipumuslihatIblis; karenaperjuangankitabukanlahmelawandarahdandaging, tetapimelawanpemerintah-pemerintah, melawanpenguasa-penguasa, melawanpenghulu-penghuludunia yang gelapini, melawanroh-rohjahat di udara.”
I. MERESPON MASALAH DENGAN IMAN
Melaluiayatdiataskitamemahamipentingnyahidupolehiman.Sebagaimanusia, secaralahiriahkitamenjalanihidupnamunsecararohkitamemilikiiman.
Ada bencana yang bisadiprediksisebelumnyanamunadabencana yang tidakbisadiprediksi (kejadiannyatiba-tiba).Yesusdanmurid-murid-Nyapernahmengalamihaltersebutsaatmerekaberlayar, sekonyong-konyong (tiba-tiba) datanglahbadai.Tuhanmenghendaki agar kitatidakhanyapercayabahwa “badaipastiberlalu” tetapijuga agar kitatetaptegakberdiri di tengahbadai.
Bencana yang kitaalami di kotaPaluadalahujianimanbagikitasemua. Orang-orang yang kehilangankeluargadantempattinggalnyadalambencanainimungkinberpikirtakadalagiharapan.NamuningatlahAmsal 23:18 berkata, “Karenamasadepansungguhada, danharapanmutidakakanhilang.”.BerartiFirmanTuhanmengajarkan agar kitatetapmemilikiharapanbagimasadepankita.
Bencana di Kota Palumemangbesar.Namunkitaperlumengingatbahwasaatsuatubencanaterjadi, iblistidakpernahberurusandengankekayaankitanamuniblisberurusandenganimankita.Samaseperti yang dialamiolehAyub yang mengalamimusibah yang sangatbesar: kehilangansemuaanakdanhartanyadalamsekejap, mendapatkanpenyakit, bahkandikutukiolehisterinya. Namunkitatahu, sesungguhnyaiblishanyaberurusandenganimanAyub.
Harikeduapascabencana di kotaPalu, terjadipenjarahandimana-mana. Logiskah orang mencuri/menjarahkarenalapar?Mungkinsebagian orang membenarkantindakanitu.SadarilahbahwaIblissangattahudimanatitik-titikkelemahan orang percayasehingga orang tersebutbisamenggunakanalasan-alasan yang sangatlogisuntukmelakukansuatutindakan yang berdosa.Apa kata FirmanTuhan?
Amsal 6:30-31 “Apakahseorangpencuritidakakandihina, apabilaiamencuriuntukmemuaskannafsunyakarenalapar? Dan kalauiatertangkap, haruslahiamembayarkembalitujuh kali lipat, segenaphartaisirumahnyaharusdiserahkan.”
FirmanTuhantidakmembenarkanmencuri/menjarahsekalipunkarenalapar! Bahkanharusmenggantinya 7x lipat! Yang memprihatinkanada orang Kristen yang jugamencuri/menjarahpascagempa! Inisangatmemalukan.
Tuhanmenghendaki agar imankitalah yang harusmeresponisemuarealitahidup yang terjadi.Mungkinkitamelihatrealitahidupdi depankitabegitusukar. Namuncamkanlah: “Semakinrumitmasalahkita, makasemakinkitaakanmelihatkeahlianTuhanmenolongkitauntukmenyelesaikanmasalahtersebut”
1 Petrus 4:12-15 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlahkamuheranakannyalaapisiksaan yang datangkepadamusebagaiujian, seolah-olahadasesuatu yang luarbiasaterjadiataskamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuaidenganbagian yang kamudapatdalampenderitaanKristus, supayakamujugabolehbergembiradanbersukacitapadawaktuIamenyatakankemuliaan-Nya. Berbahagialahkamu, jikakamudinistakarenanamaKristus, sebabRohkemuliaan, yaituRoh Allah adapadamu. Janganlahada di antarakamu yang harusmenderitasebagaipembunuhataupencuriataupenjahat, ataupengacau.”
DalamMatius 4:4, “TetapiYesusmenjawab: “Ada tertulis: Manusiahidupbukandari roti saja, tetapidarisetiapfirman yang keluardarimulut Allah.” Ingatlahbahwakitahidupbukanhanyakarenamakanan.HidupkitahanyaditentukanolehperkataanTuhan.
II. KEMBALI BEKERJA
Kita akanmelihatbencana lain di dalamAlkitab.
Kejadian 26:1-6 “Makatimbullahkelaparan di negeriitu. — Inibukankelaparan yang pertama, yang telahterjadidalamzaman Abraham. SebabituIshakpergikeGerar, kepadaAbimelekh, raja orang Filistin.Lalu TUHAN menampakkandirikepadanyasertaberfirman: “JanganlahpergikeMesir, diamlah di negeri yang akanKukatakankepadamu. Tinggallah di negeriinisebagai orang asing, makaAkuakanmenyertaiengkaudanmemberkatiengkau, sebabkepadamulahdankepadaketurunanmuakanKuberikanseluruhnegeriini, danAkuakanmenepatisumpah yang telahKuikrarkankepada Abraham, ayahmu. Akuakanmembuatba-nyakketurunanmusepertibintang di langit; Akuakanmemberikankepadaketurunanmuseluruhnegeriini, danolehketurunanmusemuabangsa di bumiakanmendapatberkat, karena Abraham telahmendengarkanfirman-Ku danmemeliharakewajibannyakepada-Ku, yaitusegalaperintah, ketetapandanhukum-Ku.”JaditinggallahIshak di Gerar.
Di dalambencana yang kitaalami, banyakkesaksianjemaat yang justrudiberkatiTuhansecaraberkelimpahan.Iamendapatkanbanyakbantuanbahanmakanan. KetahuilahbahwaTuhantidakpernahkehabisancarauntukmemeliharaumat-Nya, jadikitatidakbisamematokTuhanharusmelakukan 1 cara yang samauntukmenolongsemua orang.
Bencana yang dialami di negeriIshakberadaadalahbencanakelaparan.Inibencana yang sangatmengerikan.Namunapa yang Ishaklakukan?
Kejadian 26:12-13 “MakamenaburlahIshak di tanahitudandalamtahunitujugaiamendapathasilseratus kali lipat; sebabiadiberkati TUHAN. Dan orang itumenjadi kaya, bahkankian lama kian kaya, sehinggaiamenjadisangat kaya.”
Ishakjustrubekerja! MakaTuhanmemberkatinya.Camkanlah: Cara Tuhanmenghadirkanuangdalamhidupkitamelaluibekerja (Roma 4:4). Makakitaperlukembalibekerja.Pascagempaini, usahaataupekerjaan yang sangatdicari-cariadalah: rumahmakan, bahanbangunan, dantenagatukang. Makamanfaatkankesempataniniuntukmendapatkanberkatfinansial.
Selainitu, kembalibekerjadanberaktivitasadalahcara paling baikuntukmenghilangkan trauma. Janganhanyaberdiamdiriataunongkrongmenghabiskanwaktuberceritahal-hal yang sudahlewat.
III. MENGUJI DIRI SENDIRI
Selainitukitaperlumelatihdiriuntukmengujidirisendiri.
2 Korintus 13:5 “Ujilahdirimusendiri, apakahkamutetaptegak di dalamiman.Selidikilahdirimu! Apakahkamutidakyakinakandirimu, bahwaKristusYesusada di dalamdirikamu? Sebabjikatidakdemikian, kamutidaktahanuji.”
Semua orang bisamenjaditakutdalamujianini.Tetapisaatkitadiuji, makaYesus yang ada di dalamdirikitaakanmenguatkanimankita.
By : Pdt. R. F. Martino
Kuat Dalam Kekuatan Kuasa-Nya
Efesus 6:10-12 10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Nyata bahwa ayat diatas tidak hanya berbicara secara umum, tapi bagi tiap-tiap orang percaya. Kuat di dalam kekuatan kuasa Tuhan, kata “kuat” bukan karena filosofi dari dunia sekuler, tapi menjadi pribadi yang kuat di dalam kekuatan kuasa Tuhan, artinya: setiap kita sebagai orang percaya harus menemukan, bahwa saat kita menerima Yesus secara pribadi, sesungguhnya kita punya hak untuk menikmati kuat kuasa Tuhan di dalam diri kita, karena saat itulah pribadi Yesus yang masuk dalam hati dan menyatu dengan roh kita sekaligus kedahsyatan, kekuatan kuasa Tuhan yang sudah menjadi bagian kita.
Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu, memahami dan sekaligus mengalami bahwa kita ini memiliki kedahsyatan kekuatan kuasa Allah dalam hidup kita?
Kita tahu dalam teori secara umum/alamiah, produk-produk yang akan dipakai pasti akan melalui pengujian. Misalnya sebuah mobil sebelum dijual akan melalui tes kekuatan, dengan cara ditabrakan pada suatu tempat yang memang khusus dipakai untuk pengujian. Disitu akan dipelajari bagian-bagian yang masih lemah, termasuk juga yang berhubungan dengan keselamatan penumpang mobil tersebut dan kemudian di desain kembali sehingga layak untuk dijual dan dipakai.
Tidak berbeda dengan kita, bagaimana kita tahu bahwa kita sudah mempunyai kuat kuasa Allah dalam diri kita? Kita harus diuji juga! Beberapa waktu lalu kita sudah belajar mengenai hidup oleh iman dan bentuk-bentuk ujian iman. Iblis tidak punya urusan dengan keluarga dan kekayaan Ayub, tapi mengapa semua dimusnahkan oleh Iblis atas seijin Tuhan? Iblis punya tujuan supaya Ayub menyangkal Tuhan.
Begitu juga ketika kita kehilangan rumah, keluarga bahkan kehilangan segala-galanya, Iblis tidak berurusan dengan semuanya itu. Iblis mau melihat sejauh mana ketaatan kita, apakah kita tetap bertahan? beribadah kepada-Nya? tetap memuji Tuhan? Ingatlah, kesukaran tidak akan pernah bertahan lama pada diri orang yang ulet.
Bersyukurlah bahwa setelah kita memiliki kuat kuasa Tuhan dan kita mengalaminya, tapi ada yang yang memiliki tapi tidak mengalami, karena pada saat diuji dan dihadapkan dengan realitas hidup ternyata ia rapuh.
I Yohanes 5:4-5 4sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Inilah hal yang sudah kita buktikan. Bukan karena kekuatan lain yang membuat pribadi seseorang kuat, dengan realitas apapun yang hadir dalam kehidupannya, yang membuat dia tetap berdiri tegar, teguh, kokoh, kuat oleh iman kepada Allah. Inilah yang harus kita alami dan nikmati. Jadi, kalau kita bicara tentang kuasa Allah, masih sulit membayangkannya jika kita belum mengalami. Tapi dengan apa yang sudah kita alami. Disitu kita melihat dan mengakui bahwa Allah itu dahsyat dan luar biasa.
Apa sebab kita harus kuat di dalam kekuatan kuasa Allah?
Firman-Nya berkata bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Jadi sementara di bumi ini terjadi segala sesuatu, baik alamnya dalam segala peristiwa, baik manusianya yang hidup di atasnya, jangan lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam nyata dikendalikan dari alam roh kita akan mengerti setelah membaca ayat ini:
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Apa yang sudah kita baca dalam Efesus 6:12 dan Roma 8:28 membawa kita untuk melihat gambaran jelas bahwa ketika terjadi sesuatu di bumi ini, rancangan Allah bagi kita adalah mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan.
Tapi ada sebagian orang sudah memahami Roma 8:28 tapi belum sampai pada pemahaman Efesus 6:12. Bahkan dalam I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Dari pihak Tuhan semua perkara dirubah menjadi kebaikan, tapi Iblis membuat segala yang dialami oleh manusia menjadi lebih buruk bahkan sampai menggurkan imannya. Maka dari itulah kita disuruh untuk memakai selengkap senjata Allah supaya dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Tipu muslihat Iblis membalikan segala kebenaran Allah. Yang tadinya kita menangkap bahwa dibalik semua yang terjadi ada maksud baik Tuhan, Iblis dapat membuat dengan menggocoh jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) untuk membawa kita tidak mempercayai apa yang sudah Tuhan tetapkan bahwa segala sesuatu yang terjadi mendatangkan kebaikan.
Jika tidak dipahami, hal ini akan jauh lebih berbahaya dari bencana bentuk apapun. Ketika segala sesuatu habis dan musnah, maka jiwa kita akan menganalisa sesuai dengan apa kata orang dan realitas yang tejadi dan hasilnya tetap nol disitulah Iblis mengambil kesempatan untuk membuat iman hancur. Tapi Firman mengatakan bahwa iman yang mengalahkan dunia. Kita juga harus ingat bahwa hidup kita ditentukan oleh apa kata Firman bukan oleh kata orang. Bukannya kita tidak realistis atau “menutup mata” untuk analisa logika yang benar-benar jelas tidak ada harapan, justru kita harus punya iman yang realistis untuk menyelesaikan segala yang realistis itu, sehingga iman kita bukan hanya iman dengan mimpi dan angan-angan yang kosong tapi iman yang memiliki suatu keyakinan.
Kita hidup di dunia tidak pernah bisa lari dan menghindar ataupun juga tidak mau menghadapi realitas. Sekecil apapun dan apapun bentuknya, tapi semua kembali dari pribadi orang tersebut, bagaimana hubungannya dengan Tuhan, sejauh mana kekuatan kuasa Allah itu dialami.
Kasus Daud ketika dikejar-kejar oleh Saul
I Samuel 21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”
I Samuel 21:10 Kemudian bersiaplah Daud dan larilah ia pada hari itu juga dari Saul; sampailah ia kepada Akhis, raja kota Gat.
Waktu itu Daud lari karena ia sedang dikejar-kejar Saul, ini sama saja Daud dikejar-kejar oleh maut karena akan dibunuh. Bentuk peristiwanya yaitu:dikejar-kejar maut. Ini adalah masalah serius.
I Samuel 21:11 Pegawai-pegawai Akhis berkata kepada tuannya: “Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?”
Kepopularitasan Daud sudah terkenal hingga kemana-mana. Mengapa Daud lari? Karena siapa tahu dia mendapat tempat persembunyian yang aman dari kejaran Saul dan berharap tidak ada yang mengenalnya, tetapi ternyata pegawai-pegawai Akhis mengenalnya.
I Samuel 21:12 Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu.
Ketika banyak orang sudah mengenal dia dalam persembunyiannya maka Daud menjadi takut sekali. Alkitab dengan jujur menjelaskan faktor alamiah Daud sebagai manusia pada umumnya. Daud yang terkenal dengan kepahlawanannya-pun ternyata punya rasa takut. Perasaan takut itu adalah manusiawi, tapi bukannya Tuhan tidak menjadikan hal itu sebagai bahan pertimbangan, justru dijelaskan secara riil supaya firman Tuhan bisa menjawab bagaimana mengalahkan faktor manusiawi ini dengan iman? Bagaimana pikiran-pikiran analisa logika ini dapat ditaklukkan dengan iman, hal ini tidak berarti membuang analisa logika itu.
I Samuel 21:13 Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.
Daud yang gagah perkasa itu mempunyai ide supaya tidak dikenal orang, maka ia membuat dirinya seperti orang hilang ingatan, ini adalah tekanan depresi yang terberat, betul-betul menyakitkan. Gila berarti lupa ingatan, tapi pura-pura menjadi gila itu menyakitkan karena dalam kondisi sadar. Tuhan menghargai dan memperhitungkan faktor-faktor manusiawi sampai ke titik yang paling rendah, tetapi kalau Tuhan menolong kita bukan karena hal itu, tetapi karena Tuhan mengasihi pribadi kita yang sudah diselamatkan oleh darah Yesus.
1 Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.
Keluarga dan saudara-saudaranya tahu tempat persembunyiannya. Ternyata bukan hanya itu saja, kita lihat siapa lagi yang ikut dengan Daud dalam pengungsiannya?
I Samuel 22:2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.
Ternyata dalam pengungsian-pun Daud menjadi pemimpin orang-orang yang bermasalah, bukan setelah masalahnya selesai. Justru dengan pengalaman yang dia alami dengan kedahsyatan Tuhan, itulah yang dia pakai untuk mengkonselingi orang-orang yang bermasalah tersebut.
Ketika kita alami hal-hal yang dahsyat, ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk juga menjadi berkat bagi banyak orang dan pemimpin bagi orang-orang yang susah. Ini jauh lebih besar nilainya dari peristiwa itu sendiri. Tidak ada satu orangpun yang dapat lari dari kenyataan. Lari dari kenyataan bukan menyelesaikan masalah tetapi awal bencana baru.
Akibat bencana gempa yang terjadi beberapa dari kita hanya kehilangan hal-hal materi (kata “hanya” bukan berarti mengentengkannya), tetapi Tuhan masih memberikan nafas kehidupan untuk menjalani kehidupan yang nilainya lebih dari materi yang hilang itu. Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan yang masih ada ini mari kita pakai dan Tuhan akan memakai kita untuk hal yang lebih dahsyat lagi. Dan semua yang kita saksikan dan apapun yang kita bagikan akan menjadi berkat buat orang lain dan membangkitkan harapan yang baru.
By : Pdt. R.F. Martino













