This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: Uncategorized

Kuat Dalam Kekuatan Kuasa-Nya

Efesus 6:10-12 10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Nyata bahwa ayat diatas tidak hanya berbicara secara umum, tapi bagi tiap-tiap orang percaya. Kuat di dalam kekuatan kuasa Tuhan, kata “kuat” bukan karena filosofi dari dunia sekuler, tapi menjadi pribadi yang kuat di dalam kekuatan kuasa Tuhan, artinya: setiap kita sebagai orang percaya harus menemukan, bahwa saat kita menerima Yesus secara pribadi, sesungguhnya kita punya hak untuk menikmati kuat kuasa Tuhan di dalam diri kita, karena saat itulah pribadi Yesus yang masuk dalam hati dan menyatu dengan roh kita sekaligus kedahsyatan, kekuatan kuasa Tuhan yang sudah menjadi bagian kita.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu, memahami dan sekaligus mengalami bahwa kita ini memiliki kedahsyatan kekuatan kuasa Allah dalam hidup kita?

Kita tahu dalam teori secara umum/alamiah, produk-produk yang akan dipakai pasti akan melalui pengujian. Misalnya sebuah mobil sebelum dijual akan melalui tes kekuatan, dengan cara ditabrakan pada suatu tempat yang memang khusus dipakai untuk pengujian. Disitu akan dipelajari bagian-bagian yang masih lemah, termasuk juga yang berhubungan dengan keselamatan penumpang mobil tersebut dan kemudian di desain kembali sehingga layak untuk dijual dan dipakai.

Tidak berbeda dengan kita, bagaimana kita tahu bahwa kita sudah mempunyai kuat kuasa Allah dalam diri kita? Kita harus diuji juga! Beberapa waktu lalu kita sudah belajar mengenai hidup oleh iman dan bentuk-bentuk ujian iman. Iblis tidak punya urusan dengan keluarga dan kekayaan Ayub, tapi mengapa semua dimusnahkan oleh Iblis atas seijin Tuhan? Iblis punya tujuan supaya Ayub menyangkal Tuhan.

Begitu juga ketika kita kehilangan rumah, keluarga bahkan kehilangan segala-galanya, Iblis tidak berurusan dengan semuanya itu. Iblis mau melihat sejauh mana ketaatan kita, apakah kita tetap bertahan? beribadah kepada-Nya? tetap memuji Tuhan? Ingatlah, kesukaran tidak akan pernah bertahan lama pada diri orang yang ulet.

Bersyukurlah bahwa setelah kita memiliki kuat kuasa Tuhan dan kita mengalaminya, tapi ada yang yang memiliki tapi tidak mengalami, karena pada saat diuji dan dihadapkan dengan realitas hidup ternyata ia rapuh.

I Yohanes 5:4-5 4sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Inilah hal yang sudah kita buktikan. Bukan karena kekuatan lain yang membuat pribadi seseorang kuat, dengan realitas apapun yang hadir dalam kehidupannya, yang membuat dia tetap berdiri tegar, teguh, kokoh, kuat oleh iman kepada Allah. Inilah yang harus kita alami dan nikmati. Jadi, kalau kita bicara tentang kuasa Allah, masih sulit membayangkannya jika kita belum mengalami. Tapi dengan apa yang sudah kita alami. Disitu kita melihat dan mengakui bahwa Allah itu dahsyat dan luar biasa.

Apa sebab kita harus kuat di dalam kekuatan kuasa Allah?
Firman-Nya berkata bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Jadi sementara di bumi ini terjadi segala sesuatu, baik alamnya dalam segala peristiwa, baik manusianya yang hidup di atasnya, jangan lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam nyata dikendalikan dari alam roh kita akan mengerti setelah membaca ayat ini:

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Apa yang sudah kita baca dalam Efesus 6:12 dan Roma 8:28 membawa kita untuk melihat gambaran jelas bahwa ketika terjadi sesuatu di bumi ini, rancangan Allah bagi kita adalah mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan.
Tapi ada sebagian orang sudah memahami Roma 8:28 tapi belum sampai pada pemahaman Efesus 6:12. Bahkan dalam I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Dari pihak Tuhan semua perkara dirubah menjadi kebaikan, tapi Iblis membuat segala yang dialami oleh manusia menjadi lebih buruk bahkan sampai menggurkan imannya. Maka dari itulah kita disuruh untuk memakai selengkap senjata Allah supaya dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Tipu muslihat Iblis membalikan segala kebenaran Allah. Yang tadinya kita menangkap bahwa dibalik semua yang terjadi ada maksud baik Tuhan, Iblis dapat membuat dengan menggocoh jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) untuk membawa kita tidak mempercayai apa yang sudah Tuhan tetapkan bahwa segala sesuatu yang terjadi mendatangkan kebaikan.

Jika tidak dipahami, hal ini akan jauh lebih berbahaya dari bencana bentuk apapun. Ketika segala sesuatu habis dan musnah, maka jiwa kita akan menganalisa sesuai dengan apa kata orang dan realitas yang tejadi dan hasilnya tetap nol disitulah Iblis mengambil kesempatan untuk membuat iman hancur. Tapi Firman mengatakan bahwa iman yang mengalahkan dunia. Kita juga harus ingat bahwa hidup kita ditentukan oleh apa kata Firman bukan oleh kata orang. Bukannya kita tidak realistis atau “menutup mata” untuk analisa logika yang benar-benar jelas tidak ada harapan, justru kita harus punya iman yang realistis untuk menyelesaikan segala yang realistis itu, sehingga iman kita bukan hanya iman dengan mimpi dan angan-angan yang kosong tapi iman yang memiliki suatu keyakinan.

Kita hidup di dunia tidak pernah bisa lari dan menghindar ataupun juga tidak mau menghadapi realitas. Sekecil apapun dan apapun bentuknya, tapi semua kembali dari pribadi orang tersebut, bagaimana hubungannya dengan Tuhan, sejauh mana kekuatan kuasa Allah itu dialami.

Kasus Daud ketika dikejar-kejar oleh Saul
I Samuel 21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”

I Samuel 21:10 Kemudian bersiaplah Daud dan larilah ia pada hari itu juga dari Saul; sampailah ia kepada Akhis, raja kota Gat.

Waktu itu Daud lari karena ia sedang dikejar-kejar Saul, ini sama saja Daud dikejar-kejar oleh maut karena akan dibunuh. Bentuk peristiwanya yaitu:dikejar-kejar maut. Ini adalah masalah serius.

I Samuel 21:11 Pegawai-pegawai Akhis berkata kepada tuannya: “Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?”

Kepopularitasan Daud sudah terkenal hingga kemana-mana. Mengapa Daud lari? Karena siapa tahu dia mendapat tempat persembunyian yang aman dari kejaran Saul dan berharap tidak ada yang mengenalnya, tetapi ternyata pegawai-pegawai Akhis mengenalnya.

I Samuel 21:12 Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu.

Ketika banyak orang sudah mengenal dia dalam persembunyiannya maka Daud menjadi takut sekali. Alkitab dengan jujur menjelaskan faktor alamiah Daud sebagai manusia pada umumnya. Daud yang terkenal dengan kepahlawanannya-pun ternyata punya rasa takut. Perasaan takut itu adalah manusiawi, tapi bukannya Tuhan tidak menjadikan hal itu sebagai bahan pertimbangan, justru dijelaskan secara riil supaya firman Tuhan bisa menjawab bagaimana mengalahkan faktor manusiawi ini dengan iman? Bagaimana pikiran-pikiran analisa logika ini dapat ditaklukkan dengan iman, hal ini tidak berarti membuang analisa logika itu.

I Samuel 21:13 Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.

Daud yang gagah perkasa itu mempunyai ide supaya tidak dikenal orang, maka ia membuat dirinya seperti orang hilang ingatan, ini adalah tekanan depresi yang terberat, betul-betul menyakitkan. Gila berarti lupa ingatan, tapi pura-pura menjadi gila itu menyakitkan karena dalam kondisi sadar. Tuhan menghargai dan memperhitungkan faktor-faktor manusiawi sampai ke titik yang paling rendah, tetapi kalau Tuhan menolong kita bukan karena hal itu, tetapi karena Tuhan mengasihi pribadi kita yang sudah diselamatkan oleh darah Yesus.

1 Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.

Keluarga dan saudara-saudaranya tahu tempat persembunyiannya. Ternyata bukan hanya itu saja, kita lihat siapa lagi yang ikut dengan Daud dalam pengungsiannya?

I Samuel 22:2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.

Ternyata dalam pengungsian-pun Daud menjadi pemimpin orang-orang yang bermasalah, bukan setelah masalahnya selesai. Justru dengan pengalaman yang dia alami dengan kedahsyatan Tuhan, itulah yang dia pakai untuk mengkonselingi orang-orang yang bermasalah tersebut.

Ketika kita alami hal-hal yang dahsyat, ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk juga menjadi berkat bagi banyak orang dan pemimpin bagi orang-orang yang susah. Ini jauh lebih besar nilainya dari peristiwa itu sendiri. Tidak ada satu orangpun yang dapat lari dari kenyataan. Lari dari kenyataan bukan menyelesaikan masalah tetapi awal bencana baru.

Akibat bencana gempa yang terjadi beberapa dari kita hanya kehilangan hal-hal materi (kata “hanya” bukan berarti mengentengkannya), tetapi Tuhan masih memberikan nafas kehidupan untuk menjalani kehidupan yang nilainya lebih dari materi yang hilang itu. Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan yang masih ada ini mari kita pakai dan Tuhan akan memakai kita untuk hal yang lebih dahsyat lagi. Dan semua yang kita saksikan dan apapun yang kita bagikan akan menjadi berkat buat orang lain dan membangkitkan harapan yang baru.

By : Pdt. R.F. Martino

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

Yesaya 55:11 Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi iaakan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Firman Tuhan tidak pernah gagal ataupun keliru tetapi firman Tuhan adalah ya dan amin.

Kita harus pegang janji Tuhan ini, khususnya jika kita belum mengalami janji Tuhan tentang masa depan yang penuh harapan.

Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Mazmur 139:16 Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Pemenuhan janji Tuhan dalam kehidupan orang percaya ditentukan oleh Tuhan dan berbeda-beda waktunya. Jadi kita tidak perlu cemburu kepada orang percaya lain yang sudah mengalami penggenapan janji Tuhan karena Tuhan sudah menentukan sesuai dengan waktu-Nya. Dan bukan hanya itu saja, setiap masalah dalam hidup orang percaya mempunyai tujuan yaitu untuk memurnikan iman kita.

Daniel 12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.
Bukan hanya satu atau beberapa orang yang akan dimurnikan imannya tetapi akan ada banyak orang yang dimurnikan imannya menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ada beberapa kasus yang saya tangani beberapa waktu lalu, dua diantaranya merupakan ujian dan pemurnian iman. Mereka masih diberi kesempatan untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, sebelum pada akhirnya mereka dipanggil Tuhan.
Ada kasus juga: pada saat remaja ia adalah seorang yang rohani dan ketua persekutuan doa siswa disekolahnya, setelah lulus SMA, ia menikah dengan seorang yang belum percaya, dan mendapatkan jabatan yang cukup baik dan penghasilan yang cukup besar, tetapi kemudian ia terlibat dalam kasus narkoba, perselingkuhan dan seks bebas yang pada akhirnya membuat dirinya menderita HIV/AIDS. Ia mengaku bahwa tidak seorang pun hamba Tuhan yang mau melayani bahkan semua saudara menjauhinya. Pada akhirnya, ia mendapatkan pelayanan rohani, dibimbing kembali untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kemudian di baptis. Satu minggu minggu kemudian ia dipanggil Tuhan.

Dari peristiwa tersebut, kita belajar agar bijak ketika Tuhan menegur kita. Jika Tuhan menasihati kita melalui firman-Nya dengan suatu teguran yang halus, lebih baik kita cepat meresponi akan teguran Tuhan itu sehingga kita tidak perlu mengalami peristiwa yang membuat diri kita menderita. Tuhan mau agar seluruh keberadaan kita tanpa cacat cela pada saat kedatangan-Nya.

1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus , Tuhan Kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia dan Ia juga yang akan menggenapinya.

Cara Tuhan dalam menggenapi firman-Nya yaitu ia akan menguji dan memurnikan iman orang percaya. Tuhan sayang kita semua, Ia akan datang kembali dan Ia mau bahwa tidak seorang pun tertinggal. Salah satu kendala orang tidak mau ditegur Tuhan adalah kesombongan. Kita harus terbuka kepada Tuhan dan mau dikoreksi. Tidak perlu mengkritik si A, si B, tetapi kita harus menguji diri kita sendiri. Seperti atlit lari yang berada di dalam suatu pertandingan tidak mengurusi atlit lainnya yang sedang berlari tetapi ia berusaha agar dapat memenangkan pertandingan. Tuhan mau agar setiap orang percaya menyelesaikan pertandingan sampai digaris finish.

Ibrani 12:1-3 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yng tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacitayang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan takhta Allah. 3Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

1 Korintus 9:24-2524Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 25Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Setiap orang harus mengikuti pertandingan ini dan harus mencapai garis finish. Tuhan sudah memberikan ketentuan dalam kita mengikuti pertandingan yaitudengan menanggalkan segala beban dan dosa. Beban yang dimaksud ialah kekuatiran, kepahitan, curiga, iri hati, dengki dan tabiat-tabiat buruk lainnya. Jika kita mengikuti pertandingan lari sambil memikul beras tentu akan memperlambat lari kita. Demikian pula dalam pertandingan rohani, jika kita berlari sambil membawa beban dan dosa, ini akan memperberat gerak kita bahkan dapat menyebabkan kita berhenti dan tidak mencapai garis finish.

Jika kita belum mengalami Amsal 23:18, kita perlu koreksi diri, beban apa yang masih ada dalam diri kita. Karena untuk mengalami berkat Tuhan kita harus baik-baik mendengar suara Tuhan Allah, melakukan dengan setia segala perintah-Nya, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, tidak mengikuti Allah lain dan beribadah kepada-Nya. Itulah syarat yang harus kita lakukan untuk dapat megalami masa depan yang penuh harapan seperti yang dijanjikan oleh Tuhan.

Matius 6:19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Untuk setiap kita ada tugas masing-masing yang Tuhan sudah pertetapkan, kerjakan apa yang Tuhan percayakan, selesaikan dan ketika Tuhan datang kita dapat mengatakan bahwa kita selesai dalam pekerjaan-Nya.

By : Pdt. Mediati Martino

Ibadah Tahun Baru GPPS Jemaat Palu

Ibadah malam tahun baru sekaligus ibadah tahun baru GPPS Jemaat Palu masih diadakan di Bukit Doa Karmel pada tanggal 31 Desember 2015. Pesan Tuhan untuk seluruh jemaat GPPS palu tahun 2016 yaitu KRISTOSENTRIS BERPUSAT KEPADA KRISTUS Wahyu 4:11

Segala puji dan syukur hanya bagi Yesus Kristus, Tuhan dan Jusruselamat bagi kita orang percaya. Atas penyertaan-Nya disepanjang tahun 2015 dan memberi kita kesempatan untuk masuk di tahun yang baru, tahun 2016. Kiranya di tahun yang baru ini kita semakin berpusat kepada Kristus.

Ibadah tahun baru kali ini mengambil konsep acara bernuansa Timur Tengah.

Selamat Tahun Baru 2016 Tuhan Yesus Memberkati

Written by Tim Multimedia GPPS Palu

 

Pelayanan Dewasa Muda

Slide1Slide2Slide3Slide4Slide5Slide6Slide7Slide8Slide9Slide10Slide11Slide12Slide13Slide14Slide15Slide16Slide17Slide18