This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: September 2018

AGAPE TIDAK PEMARAH

1 Korintus 13:5 Ia (Agape) tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Setiap kita berinteraksi dengan orang lain dalam tatanan kehidupan sehari-hari, pada akhirnya orang akan mengetahui bahwa kita adalah orang Kristen. Saat kita diketahui sebagai orang Kristen, apakah kita dapat mempertanggungjawabkan iman kita bahwa kita adalah orang percaya yang telah lahir baru?
Ketika kita membahas mengenai Agape, kita membahas mengenai tatanan hidup sehari-hari, dan dalam hal ini adalah mengenai “tidak pemarah” dan dilanjutkan “tidak menyimpan kesalahan orang lain”. Seorang pemarah mudah diketahui, namun bagaimana dengan seorang yang menyimpan kesalahan orang lain? Apakah itu tidak dapat diketahui karena berada di dalam hati? Sekalipun berada di dalam hati, pada akhirnya hal itu dapat diketahui karena apa yang berada di dalam hati akan diekspresikan/dilampiaskan keluar dalam bentuk:
– Ekspresi wajah
– Ekspresi tubuh
– Mulut yaitu kata-kata kotor, kata-kata makian, dan puncaknya adalah kata-kata kutuk.
Sebenarnya marah adalah hal yang sangat manusiawi dan pasti terjadi pada setiap orang. “Marah” beda dengan “Pemarah”. Pemarah berarti tukang marah, setiap hari pasti marah.
Kita perlu memahami bahwa kemarahan berdampak/berpengaruh negatif tak hanya terhadap roh, hati dan kejiwaan, namun juga berpengaruh negatif kepada kesehatan fisik/organ tubuh. Seorang pemarah/orang yang suka marah, akan mengalami tarikan otot otot di wajahnya dan secara alamiah akan membuat bentuk wajah baru yang kurang baik di pandang.
Karena itu kita perlu merenungkan: Tidak bisakah kita mengkaji manakah hal yang pantas untuk marah dan hal yang tidak pantas untuk marah? Karena kita tidak perlu marah untuk segala hal.

A. Marah yang diizinkan Alkitab
Bagaimana kata Alkitab? Sebenarnya Alkitab tidak melarang kita marah, namun ada syaratnya:
1. Jangan simpan amarah.
Efesus 4:26 (Terjemahan Baru) “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”
Dalam Terjemahan Lama artinya lebih jelas: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa, jangan kamu simpan kemarahanmu sehingga matahari masuk”. Berarti Alkitab menasihatkan agar jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam. Namun sayangnya yang banyak terjadi adalah orang menyimpan kemarahan sampai beberapa hari.

2. Memiliki alasan / motivasi yang benar yang mendasari kita untuk marah.
Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus juga pernah beberapa kali marah. Apa alasan Tuhan Yesus marah?
a. Markus 3:5 “Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. ”
Tuhan Yesus marah karena orang-orang Farisi lebih menghargai binatang daripada manusia. Mereka mengklaim sangat menaati Sabat dan tidak bekerja saat hari Sabat. Nyatanya saat ada binatang mereka yang terperosok, mereka menolong binatang itu agar tidak mati. Namun saat ada orang yang sakit, mereka tidak ingin orang sakit itu disembuhkan pada hari Sabat. Tuhan Yesus marah karena apa yang orang-orang Farisi lakukan itu tidak benar.

b. Markus 8:33 “Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.””
Saat Yesus menceritakan penderitaan yang akan dialami-Nya, Petrus memberikan kalimat penghiburan kepada Yesus dan ini sangatlah etis. Namun Yesus justru marah dan menghardik Petrus: “Enyahlah Iblis!”. Kita harus memahami maksud Yesus supaya kita jangan memakai ayat ini menjadi pembenaran buat kita untuk mengatai orang “Iblis” saat kita marah. Tuhan Yesus mengetahui bahwa perkataan empati Petrus itu berasal dari Iblis. Dari sini kita juga memahami bahwa saat konseling, jangan hanya memberikan kalimat penghiburan yang kosong tetapi kebenaran Firman-lah yang harus ditegakkan. Sungkanisme tidak boleh mengalahkan prinsip iman.
Ada seorang pengusaha yang akan bangkrut dan rumahnya akan disita bank. Ia datang kepada hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu memberi kalimat penghiburan lalu berdiri di depan pintu rumah sambil berdoa agar rumah tersebut tidak disita. Namun apa yang terjadi? Besoknya rumah pengusaha itu disita bank. Seharusnya hamba Tuhan itu menguatkan pengusaha itu bahwa apapun yang terjadi, atas seizin Tuhan, dan ia harus tetap kuat.

c. Markus 10:14 “Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.””
Dalam kasus ini Yesus marah karena orang-orang itu menghalang-halangi anak-anak untuk bertemu dengan Yesus.

3. Kemarahan itu untuk perbaikan. Harus ada hasil akhir yaitu perubahan.
Mari kita kembali kepada pengalaman kita masing-masing dalam mendidik anak. Ada kalanya dalam mendidik kita sampai memukul anak. Alkitab mengajarkan bahwa “di ujung rotan ada pengajaran” berarti jangan memukul anak pakai tangan. Mengapa? Karena kemarahan itu mengalir dan tersalurkan ke seluruh tubuh. Maka jika kita memukul dengan tangan, pukulan itu akan sangat kuat dan membekas sampai ke dalam kulit. Sebaliknya jika kita memukul dengan ujung rotan, itu hanya melukai permukaan kulit saja. Dalam memukul anak, orangtua juga jangan dikuasai oleh emosi. Sebaiknya memukul tembok lebih dulu supaya kita tidak dikuasai emosi dalam memukul anak. Bukankah Firman Tuhan juga mengajarkan: “Ayah-ayah jangan sakiti hati anakmu”? Namun dalam pelayanan di Jambore Pelajar maupun Jambore Pemuda Remaja, banyak anak-anak yang sakit hati dengan orangtua. Sebaliknya anak-anak jangan menghancurkan masa depanmu dengan cara berontak pada orang tua karena Alkitab berkata “pelitamu akan padam”.

4. Menggunakan cara yang Alkitabiah.
Kita harus memahami bahwa kemarahan adalah jalan tol menuju dosa. Maka tidak semua hal harus disalurkan dengan kemarahan. Jika ada yang berbuat dosa atau kesalahan, Alkitab mengajarkan:
a. Panggil 4 mata dan tegur. Jika ia bertobat maka tugas kita selesai.
b. Jika belum bertobat, maka kita perlu menegurnya disaksikan oleh 2 orang saksi. Mengapa saat kita memberi nasihat perlu ada saksi? Agar orang yang ditegur tidak memutar cerita/memutarbalikkan fakta.
c. Jika orang itu tetap tidak mau bertobat maka langkah akhir adalah orang itu ditertibkan lalu diumumkan di depan jemaat. Mengapa? Supaya cukup hanya ia yang ditertibkan, jangan sampai membawa-bawa orang lain ke dalam kesalahannya.

B. Bagaimana cara mengatasi marah?
1. Cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah.
Yakobus 1:19-20 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”
Banyak orang yang malas belajar untuk menyelidiki suatu hal, namun terlalu cepat berkata-kata/marah (apalagi ada media sosial untuk orang bebas berpendapat) yang justru mempertontonkan kebodohannya.
Amarah hanya boleh berdasarkan kebenaran dan itupun terkendali sesuai aturan-aturan tatanan hidup dimana kita berada.

2. Datang kepada Tuhan
Mazmur 37:1-2, 7-8 “Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.”
Salah satu buah Roh Kudus adalah “penguasaan diri” dan juga “kesabaran”. Cara Tuhan memproses agar kita sabar adalah menghadirkan orang-orang yang menjengkelkan sampai kita menjadi orang yang sabar. Saat orang-orang tersebut hadir dalam hidup kita, cara mengatasinya adalah datang kepada Tuhan dan berdiam diri di hadapan Tuhan. Roh Kudus akan menolong kita untuk meninggalkan kemarahan.

By : Pdt. R. F. Martino

MELAKUKAN APA YANG BENAR DIMATA TUHAN

Sangatlah penting di hari-hari terakhir ini untuk kita melakukan apa yang benar. Tidak hanya berhenti pada melakukan hal yang benar, karena setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing, tetapi melakukan hal yang benar menurut standarnya Tuhan. Tuhan Yesus sendiri sudah memperingatkan kepada kita tanda akan kedatangan Tuhan yaitu salah satunya adalah penyesatan.

Ulangan 12:25 Janganlah engkau memakannya, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, apabila engkau melakukan apa yang benar di mata TUHAN.

Pada saat itu Tuhan Allah menyampaikan beberapa hal peraturan hukum kepada bangsa Israel melalui Musa. Musa mengingatkan kembali tentang apa yang Tuhan larang untuk bangsa Israel lakukan. Yaitu larangan untuk memakan makanan tertentu yaitu makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala dan yang juga mengandung darah.
Hasil bagi kita jika selalu melakukan apa yang benar dimata Tuhan yaitu kita akan mengalami kebaikan-kebaikan yang dari Tuhan.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Allah tidak pernah menginginkan kita mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup tetapi seringkali sudah jadi anak Tuhan masih saja mengalami hal-hal yang buruk yang sebenarnya tidak perlu kita alami kalau saja kita melakukan yang benar dimata Tuhan.
Apabila seseorang melakukan yang benar menurut Tuhan dan bukan menurut pandangannya sendiri, jaminan yang akan kita peroleh yaitu kita akan mengalami kebaikan dan bukan hanya kita saja tetapi keadaan anak-anak kita, keturunan kita akan mengalami kebaikan.

Ulangan 13:16-18 16Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan harus kaubakar habis kota dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali. 17Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apa pun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 18Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu.”

Dalam ayat 17 terjemahan bahasa Indonesia dituliskan “barang-barang yang dikhususkan” tetapi dalam terjemahan King James Version yang dimaksudkan barang-barang adalah “benda-benda yang terkutuk”, yaitu semua barang-barang yang berkaitan dengan penyembahan berhala seperti patung dan jimat-jimat.Umat Tuhan tidak boleh menyentuh apalagi memilikinya di dalam rumah.

Tuhan sudah ingatkan kepada bangsa Israel jika mereka memasuki tanah Kanaan, maka jangan ada benda-benda terkutuk yang orang-orang kafir miliki untuk mereka sentuh atau bahkan mengingini untuk diri mereka sendiri miliki.
Pada saat bangsa Israel mengalahkan bangsa Yerikho, orang Israel bernama Akhan mengambil barang terkutuk itu secara diam-diam untuk dirinya sendiri. Akibatnya bangsa Israel mengalami kekalahan ketika maju berperang melawan bangsa Ai. Mereka sangat terkejut dengan kekalahan yang mereka alami karena bangsa Ai tidak sekuat bangsa Yerikho yang sudah mereka kalahkan. Mereka kemudian menangis di hadapan Tuhan. Tuhan Allah mengatakan bahwa murkanya akan surut jika orang yang mengambil barang terkutuk itu mengakui dan memusnahkan barang tersebut.

Tuhan Allah sangat membenci yang namanya berhala, kuasa gelap dan lain sebagainya, kita tidak boleh menyimpan bahkan memilikinya di dalam rumah kita. Kita tidak boleh berkaitan dengan perkara-perkara yang najis di mata Tuhan. Menurut manusia hal tersebut bisa jadi, wajar-wajar saja, tetapi tidak menurut Tuhan.Kita harus memusnahkannya. Jika tidak, barang-barang tersebut akan menjadi kutuk di dalam rumah kita. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan tidak mungkin salah, pasti benar. Jika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan maka kita akan mengalami konsekuensinya. Kita tidak akan mengalami hal-hal yang baik justru sebaliknya hal-hal yang buruk akan kita alami dalam hidup kita.

Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan dan ada juga yang tidak taat dan melakukan yang tidak benar dimata Tuhan. Raja-raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan, memiliki masa pemerintahan yang lama daripada raja-raja yang tidak melakukan apa yang benar dimata Tuhan.

1 Raja-raja 15:5 karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.

Alkitab menuliskan bahwa raja Daud menginginkan Bathsyeba, dan dengan akal pikirannya sendiri ia menempatkan Uria suami Batsyeba di baris depan dalam satu peperangan yang menyebabkan Uria mati lalu kemudian ia dapat menikahi Betsyeba. Mereka memiliki anak tetapi anak tersebut sakit-sakitan sehingga raja Daud melakukan puasa dan doa tetapi pada akhirnya anak itu mati. Kemudian Daud sadar bahwa ia melakukan hal yang salah di mata Tuhan lalu merendahkan diri dan mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan. Lalu tuhan Memulihkan Daud. Selain dari perkara Uria tersebut, Daud melakukan hal yang benar dihadapan Tuhan.

1 Raja-raja 15:11 Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya.
2 Raja-raja 12:2 Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.

Mereka para raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan, mengalami kebaikan di dalam pemerintahannya dan mengalami kemenangan kemenangan. Mereka yang melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan, masa pemerintahannya tidak lama dan masa hidupnya pun tidak lama.

Mengapa kita harus melakukan yang benar dimata Tuhan?
1. Karena Tuhan Allah adalah benar.
Berkali-kali pemazmur katakan bahwa Tuhan itu benar, juga nabi Yeremia menyatakan hal yang sama.Mazmur 25:8; Mazmur 92:15; Yeremia 10:10

Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus sendiri menyatakannya dalam doa kepada Allah Bapa di surga.Yohanes 17:3; 1 Petrus 3:18

Yang bisa menanggung kesalahan manusia hanyalah Dia yang dalam wujud manusia tetapi tidak berdosa. Karena itulah Allah anak harus menjadi manusia dan dalam wujud-Nya, Ia bisa menggantikan kita. Ia adalah satu-satunya yang tidak berdosa sejak dalam kandungan, masa hidup-Nya sampai Ia wafat adalah manusia benar. Hanya melalui Yesus lah maka kita bisa sampai kepada Allah.

2. Karena Tuhan adalah benar maka setiap perkataan dan hukum-hukumNyaadalah benar
Mazmur 19:10; Mazmur 119:137; Mazmur 119:151; Mazmur 119:172;
Pernyataan Tuhan melalui Nabi Yesaya.Yesaya 45:19Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.”

Roma 3:4Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”

Salah satu bukti contoh bahwa manusia pembohong adalah ketika kita “sok etika” saat ditawarkan makan, kita berkata sudah kenyang padahal belum makan dan lapar. Seringkali manusia berbohong karena mereka memakai standar tolak ukur mereka sendiri. Menurut pendapat banyak orang bukanlah satu masalah jika bohong untuk membantu orang lain. Tetapi kebenaran yang daripada Tuhan adalah ya katakan ya dan tidak katakan tidak, selebihnya berasal dari si jahat.

1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
1 Yohanes 2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
1 Yohanes 3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran

Jika kita mau melakukan hal yang benar, maka lakukanlah yang benar menurut caranya Tuhan. Orang yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan akan mengalami kebaikan bahkan anak cucu, generasi di depannya juga akan mengalami hal-hal yang baik daripada Tuhan. Kita tidak perlu ragu untuk melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Karena yang berfirman adalah Allah yang benar.
Pengajaran dari Tuhan Yesus juga perlu kita mengartikannya dengan benar. Jangan membuat pengertian sendiri. Pengajaran yang dari Tuhan ada macam bentuknya, ada yang berupa perumpamaan ada juga pengajaran yang tidak perlu diartikan. Dalam hal pengajaran tentang perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan tetapi tidak dijelaskan artinya, kita perlu meminta tuntunan Roh Kudus sehingga tidak memiliki pengertian yang kita buat sendiri melainkan pengertian yang dari Tuhan.

Ketika saya menghadiri suatu ibadah Natal, saat itu saya masih kuliah, seorang pendeta berkhotbah mengenai persembahan orang Majus, emas kemenyan dan mur. Ia mengartikan sendiri kotbahnya bahwa mur yang dimaksud ialah mur yang dipakaikan dengan sekrup lalu mengartikannya sebagai suatu kiasan/perumpamaan. Padahal mur yang dimaksud adalah damar yaitu getah dari satu pohon tertentu yang harum baunya dipakai untuk persembahan di pakai obat dan juga dalam mempersiapkan jenazah orang sebelum penguburan.
Di dalam mengartikan perumpamaan-perumpamaan, kita juga harus perlu bertanya kepada orang yang lebih tahu ataupun kita harus membuka dalam kamus atau terjemahan lain yang mendukung supaya kita tidak mengartikannya dengan salah. Kita tidak boleh asal-asalan mengartikan suatu ayat sehingga pengertiannya menjadi keliru.

Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus mengatakan bertobatlah. Kita harus mengerti apa yang dimaksud Tuhan dengan perintah bertobat. Karena banyak anak-anak Tuhan membuat definisi sendiri. Menurut bahasa aslinya, bertobat adalah metanoia yang berarti berbalik 180°. Kata metanoia pada saat itu lebih dipakai dalam hal baris-berbaris. Jika ada instruksi metanoia maka artinya balik kanan. Bahasa asli yang dipakai untuk menuliskan Alkitab dalam Perjanjian Lama dan perjanjian baru ialah bahasa Ibrani dan Yunani dimana bahasa ini merupakan bahasa yang kaya karena dalam 1 istilah, jika diterjemahkan ke dalam bahasa lain bisa menjadi satu kalimat panjang. Tuhan Yesus ketika masa hidupnya di dunia, Ia memberitakan Injil dalam bahasa Yunani walaupun beberapa kata ia berbicara dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Pada saat Alkitab ditulis, itu menggunakan bahasa Yunani. Jadi, jika ada kata metanoia atau bertobat maka artinya secara keseluruhan tidak setengah-setengah.

Ada seorang ibu yang membawa calon menantunya untuk dinasehati. Calon menantunya ini suka judi dan minum-minum. Ia akan menikah dengan anak ibu tersebut. Ibu tersebut mengatakan bahwa ia sudah mengajarkan kepada calon menantunya untuk bertobat. Ia katakan pada calon mantunya “seumpama ia memiliki 10 dosa, maka bisa dihilangkan satu per-satu?” Kemudian saya katakan itu salah. Jika seseorang mau bertobat maka harus secara keseluruhan bukan setengah-setengah.

Seorang perokok berkata kepada saya bahwa ia ingin melepaskan kecanduan rokoknya. Menurut dia, dengan mengurangi rokok yang ia gunakan, maka itu sudah termasuk bertobat. Tetapi menurut Tuhan, bertobat berarti secara total. Jika hanya dikurangi, maka tidak akan selesai, harus total berhenti karena perkataan Tuhan tidak mungkin salah.

Mengenai Baptisan Air
Baptis berasal ari kata baptizoartinya membiarkan diri untuk dimasukkan ke dalam air dan dibawa ke dalam air. Itulah arti baptizo. Beberapa orang membuat definisinya masing-masing. Tuhan Yesus katakan baptizo bukan ramtizo. Kita juga harus mengartikannya sesuai dengan konteks saat itu. Sehingga kita mendapatkan pengertian yang benar dan tidak ngawur. Jika kita mengartikan salah tidak seperti yang Tuhan maksudkan maka kita akan melakukanhal-hal yang salah.

Jika kita berupaya mendapatkan pengertian yang benar menurut pengertiannya Tuhan baru kita dapatmelakukan. Walaupun kita sudah tahu Firman-Nya, perintah-Nya sudah dan mendapatkan yang benarnya tetapi kita tidak melakukan maka semuanya sia-sia.

Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Ada orang yang menolak untuk belajar mengenal kebenaran. Walaupun engkau adalah umat Tuhan engkau bisa hancur jika engkau menolak pengetahuan akan firman Tuhan.

Matius 7:24-26 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Orang yang menolak pengajaran Tuhan adalah orang yang tidak mau melakukan hukum Tuhan. Ada orang yang hobi mendengar, suka mendengar firman Tuhan tetapi tidak suka melakukan. Semua akan menjadi sia-sia walaupun kita mendalami firman Tuhan tetapi kita tidak melakukannya. Tuhan mengasihi diri kita dan tidak pernah mempunyai rencana menghancurkan diri kita tetapi manusia lebih memilih menghancurkan dirinya sendiri dengan menolak pengajaran dan melakukan kebenaran firman.

Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Pencuri hanya mau mencuri membunuh dan membinasakan. Iblis pintar menghalangi orang untuk belajar kebenaran Firman supaya kita menjadi bodoh dan mudah ditipu karena tidak mengerti kebenaran firman.
Jangan dengarkan bisikan Iblis tetapi bacalah Firman dan lakukan maka kita akan dimerdekakan dari semua jerat Iblis dan tidak mengalami kehancuran dalam hidup kita. Kita perlu melakukan semua yang benar dihadapan Tuhan sampai Ia datang kembali dan kita masuk dalam bilangan orang-orang yang terangkat dan mengalami kebahagiaan yang kekal bersama Tuhan.

By : Pdt. Mediati Setiawan

AGAPE (5) Agape itu Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

I Yohanes 5:3-4 3Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

I Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Supay akita sunguh menruh perhatian, apa yang kita pelajari selama ini tentang kasih yang tanpa pamrih/syarat. Ini bukan hanya sekdear pelajaran bersambung. Kita akan semakin menemukan diri kita bahwa pemahaman kita tentang agape masih jauh dari apa yang masih seharusnya. Bicara tentang cinta/kasih makan waktu seumur hidup untuk belajar. Sebab pribadi yang sudah lahir dari agape dan meiliki agapae. Setiap hari diperhadapakan dengan realitas yang sering kita bingung, dan kabur tentang pemahaman akan agape.

Lagu bapa sntuh hatiku.
LAtar belakang seoran ganak yang diperkosa oleh ayah kandung. Sampai gila.

Bahawa agape itu tidak melakukan yang tidak sopan

Mengingtakan para remaja dan kaum muda, kaklinat ini sangat gambalang,
Dari sinilah kita tau beda asmara dan cinta
Asmara tidak sopan
Cinta sopan.

Kita belajar dari I kor 13:5
Lagi jalan tapoi melakukan yang tidak span menadakan bukan cinta tapi eros.
Eros berlaku di bawah hukum pernikahan. Dibawah UUD pernijkhan, diluar itu tidak sopan. Dan apabila ada yangmelaukan berarti bukan agape. Jangan terjebak. Kalimat indah apapaun tentang cinta, itu bukan cinta. Sangat menjagakekudusan cinta itu sendiri. Tidak melaukan pelaggaran.

APA ITU SOPAN
Kita sangat bersyukur bahwa firman Allah bkan hanya mengurus urusan akhirat. PErcaya Terima YEsus SElamat. ITu urusan akhirat. Tapi itu nanti klo sudah mati.

Tuhan juga mengatur kehidupan di dunia ini dalam hal berprilaku. Sebab manusia juga adalah mahluk sosial, keterkaitan dengan satu dengan yang lain.
Tuhan bukan hanya mnegurus diberkati diberkati dan terus naik bukan turun kepala ekor, bukan hanay itu. T
Tapi setiap orang percaya Tuhan sudah tetapkan BGAIAMNA BERPRILAKU SEBAGAI ORANG PERCAYA.

KESOPANAN itu bagian dari tata hidup prilaku sehari-hari dalam kehidupan masing2.

Apabila pembnerita ditolah isi berita pasti ditolak.
KEtika berprilaku di duni atidak diterimamasayarakat ling keluarga tidak diterima dimanapaun oleh Karen aperilaku, maka dengan sendirinya semua ekstienti ditolak. Oleh karena itulah Tuhanmengatur akanhal ini.
Setiap pribadi org percaya dalam menjalani kehidupan di dunia. Dimanapun berada Orang boleh melihat kemuliaan disitu. Org melihat
Nah itu sebabnya, Pauls menegur jemaat Korintus, krn banyak ketidakspanan di Korintus. Dalam bnanyak hal. Padahal banyak oan gtrepoanbdang, berpenbdididkan.

Realitas2 TENtang KEsopanan. Yang ada disekitar kita. Sanat merosot.
Kebiasaan2 yangmerupaakan yang bernbilai dalam kehidupan Indonesia yang begitu luar biasa jug asemakin merosot dalam kesopanan.
MEngapa pelajarn budi pekerti dihapus? Alasannya apa?

Bagaiman dirumah?
Sedang mneuju kehancuran
KEtika etika tata hidup berprilaku itu rusak, duni akan kacau. Oleh karena itu Tuhan juga mnegatur melalui firmanya bgmn org percaya itu berprilaku dalam hidupnya.
BErsikap berkata2, dsb

II KOrintus 3:2 3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Dimanapun kita berada org tau kita Kristen. PAlagi semakin bergaul Pelayan Tuhan. ORang tahu. Karen adibaca dikenal. BAik perilaku dalam hal berkata2, dalam bahas atubuh, tindakan nyata yang langsung kita lakukan.
JAngan lup akit abukan orang barat kita orang Indonesia. Yang punya tata kehidupan. Sudah terlalu jauh ditinggalkan .
KEsopanan tata hidup berinteraski dengan orang dikenal di seluruh dunia. Bagsa yang ramah, semua kalimat2 yang berkualitas.
Ketika generasi durahaka pada generasi tua. Masadepan bangsa dalam bahaya.
Orang dulu kalau salaman
Demokrasi nomokrasi.Demokrasi tidak berhasil. Padahal baru samapi kebebasan berbicara. Nomo krasi.
Dengan konstitusi. Pilar

Ada bebewrapa budaya kita perlu belajar. Contoh kebiasan tidak baik. Dua orgh bicara masuk tidak sopan. Memoong bicara.

BElajar antri, Bank, Kantor pos, PLN.

Tas ransel. TAs kurang ajar. Ransel itu dimulai
Tas tidak sopan. Rasnel untuk camping, tapi dipaaki naik pesawat. Rasnel lebih besar dari badan

KUnjungan Ratu Syeba
I Raja-Raja 10: 10:1 Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.

Raja terkenal kaya raya [penuh hikmat luar biasa terkenal pd jaman itu sampailah pada ratu syeba. Apa maksud kedatang Ratu Syeba? Apa kemsyuran dari Salomo ini? Bukan krn keayan atau hikmat tapi .Apa yang dikenal? Krn hal2 yang memulian Tuhan atau apanya? PEmbohongnya?

RAtu syeba jauh seklai. Untuk mau liat kebenaran berita ini. Karen anama Tuhan.
Org mengenal kita karena ada nilai2 ilahi yang kit amiliki, bukan krn nilai2 negtif. Maka berangkatlah Ratu Syeba?

10:2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya.

Ratu Syeb curhat. Salah satu tujuan menguji hikmat salomo dengan teaki teki. Sayang tidak ditulis.
10:3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.

Semua bisa dijawab salomo. TIdka ada ang tersembunyi

10:4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,

10:5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.

Menu juga diperhatikanmakanminum..selanjutanya dalam hal rohaninya…perembahan yang diberikan

I KORINTUS 11:20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.

11:21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.
11:22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.
11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

Bgaiman orang orangtrehormat tidak punay kesopanan dalam pesta.

DAlam hal apa lagi korintus tidak sopan:

DAlam ibadah juga tidka sopan
I Korintus 13:33
14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

AKu tidak ijinkan perempuan berbicara di jemaat..tanya suami dirumah.

Sebab perempuan2 sementar ibadah, interupsi..interupsi..

KAum laki2 kaum suaimi. Harus lebih tau alkitab daripada istri. KEnapa
Kalo suami bodoh alkitab bodoh firman. Krn akan terjadi takut istri, Sebab kaum perempuan lebih aktif. Puasa berdoa lebih banyak perempuan, pemuridan lebih

Beberap gereja mengunkana ayat ini perempuan tidka boleh mengjaar di mimbtr. Pdhl latar belakang nya bukan begitu

Kesopanan Korintus dalammenyembah Tuhan..sama depe kacau. Didepan Tuhan sj berani apalagi di hadapan m
I Korintus 14:

Seorang boleh berkarunia. Giliran. Bergantian. Semua bahasa roh smeua bahasa roh

I Korintus 14:2
14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.

Ini rame2 mana yangmau didengar? Mana yangmau ditangkap..harus sopan dan teratur.

14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

Jagananggap Tuhan tidak memperhitungkan. Dia manta kehidupan org percaya di dunia, spy nama Tuhan dipermuliakan, dari cara ngomong, penampilan tidak sembrono.
Tidak pergi ibadah dengan satu tali.

Semua Tuhansudah atur agar namanya dimulikan dalam hidup kita. Tuhan melihat kemuliaan kita dalam kita. Mendengar perkataan kita disentuh oleh Tuhan.

Kita harus jadi berkat. Mereka melihat ada kristus dalam hidup kita

By : Pdt. R.F.Martino

MEMELIHARA KEKUATAN KASIH AGAPE

Minggu ini kita akan belajar bahwa Kasih Agape adalah dasar segala-galanya.

I. REALITA KEHIDUPAN MANUSIA YANG JATUH DALAM DOSA
Firman Tuhan berkata bahwa akibat dosa Adam dan Hawa maka semua manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa:
Hakim-Hakim 21:25 “…setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.”
Yohanes 3:19 “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia LEBIH MENYUKAI KEGELAPAN dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.”
Roma 3:11 “…tidak ada seorang pun yang mencari Allah.”
Inilah realitanya yang terjadi dalam kehidupan seluruh manusia. Sebagai orang percaya kita juga menemukan bahwa roh kita memang penurut namun daging kita lemah. Namun hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk kita hidup dalam dosa karena sebagai orang percaya, kita memiliki pilihan dan kuasa untuk menolak keinginan daging.

Matius 24:12-13 “Dan karena MAKIN bertambahnya kedurhakaan, maka kasih KEBANYAKAN orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Inilah yang terjadi di akhir zaman. Firman Tuhan berkata bahwa bukan kasih beberapa orang, tetapi kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Sebagai orang percaya kita tidak boleh menjadi seperti kebanyakan orang yang kasihnya menjadi semakin tawar. Jika kita bertahan didalam iman, kasih, kekudusan, maka kita akan selamat.

2 Timotius 3:5, 7 “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! … yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.”

Bahkan keadaan orang percaya di akhir zaman adalah seperti ayat diatas: rajin beribadah namun hanya secara lahiriah, selalu ingin diajar namun tidak mengenal kebenaran!

II. ALLAH ADALAH KASIH
Hakekat Allah adalah kasih. “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yohanes 4:16b)

A. Manifestasi/bukti kasih Allah bagi manusia:
1. Pemeliharaan-Nya (Mazmur 23)
2. Perlindungan-Nya (Mazmur 91, 121)
Selain menciptakan manusia, Allah terus memelihara (mencukupi kebutuhan) manusia dan melindungi mereka. Tidak hanya itu, Allah menyediakan solusi bagi keselamatan manusia.
3. Mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16)
Sebelum kita lahir, Allah telah terlebih dulu merancang kehidupan kita. Begitupun sebelum kita mengenal Dia, ketika kita masih berdosa, Tuhan telah berinisiatif merancang jalan keselamatan bagi kita “…ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yoh 4:10).

Kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah! “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Ef 2:8-9). Karena itu jangan sampai kita berkata “Saya tidak butuh Tuhan” atau mungkin tidak dengan kata-kata tetapi dengan sikap, kita menunjukkan bahwa kita seakan tidak butuh Tuhan.

B. Manifestasi/Bukti Kasih Yesus:
1. Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yohanes 15:13, 1 Yohanes 3:16, 1 Petrus 2:24).
Yesus sesungguhnya memiliki pilihan untuk menyelamatkan kita atau tidak. Saat ditangkap Yesus bisa membatalkan penyaliban-Nya dengan memanggil pasukan malaikat menyelamatkan-Nya. Namun Ia dengan rela memilih mati bagi kita, menggantikan kita menanggung hukuman atas dosa kita.

2. Melepaskan kita dari kutuk.
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13).
Dalam kitab Taurat ada sekitar 613 kutuk hukum Taurat yang menimpa seseorang jika ia melanggar hukum Taurat. Faktanya tidak mungkin ada orang yang sempurna melakukan hukum Taurat, sehingga: “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya” (Yakabus 2:10), maka hidup setiap orang yang mengabaikan hukum Taurat satu bagian saja akan hidup dibawah kutuk.

Penyebab kutuk (Ulangan 28:15-46, Kejadian 3-4).
“dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.” (Ulangan 11:28).

Beberapa penyebab kutuk adalah:
– Akibat menyembah berhala.
Berhala adalah sesuatu atau seseorang yang kita tempatkan diatas Tuhan. Ada berhala tradisional/kuno, ada berhala modern. Berhala modern seperti pekerjaan, keluarga, gadget, dll yang kita tempatkan diatas Tuhan. “Menyembah” allah lain menyebabkan kutuk.
– Akibat perkataan.
Biasanya terjadi orangtua mengutuk anaknya, orang mengutuk sesamanya, dll. Orang yang suka mengutuk harus memahami bahwa setiap perkataannya harus dipertanggungjawabkannya kepada Tuhan pada hari penghakiman.
– Kerjasama dengan roh jahat dalam usaha (ke dukun)
Ada orang yang memperjualkan jin-jin untuk kemajuan usaha. Orang yang menggunakan “jasa” kuasa gelap justru akan menyebabkan kutuk dalam hidupnya.
– Dosa turunan
Dosa Adam dan hawa, juga dosa nenek moyang harus diputuskan dalam nama Yesus atas hidup kita.
– Dosa didalam hati, pikiran, perbuatan.

Karena itu Yesus mengorbankan nyawa-Nya untuk membebaskan kita dari hukuman dosa dan kutuk.

3. Menyembuhkan dan Memulihkan kita.
a. “Dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:4, 1 Petrus 2:24).
Bilur-bilur adalah luka-luka Yesus akibat siksaan dan penyaliban-Nya, berkuasa menyembuhkan kita dari segala penyakit.
b. “Dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya.” (Yesaya 53:5).
Apa pergumulan kita? Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Maka seharusnya kita tinggal menikmati damai sejahtera yang Yesus berikan.

III. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Tuhan begitu mengasihi kita. Sayangnya banyak orang percaya yang hitung-hitungan dengan Tuhan. Ia merasa sudah beribadah, sudah melayani Tuhan, sudah memberi persembahan, dan ingin Tuhan mengingat. Padahal apa yang kita lakukan tidak sebanding dengan apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Apa yang seharusnya kita lakukan?

A. Memahami dan Mengenal Kasih Kristus.
Efesus 3:17-19 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan…”

Jika kita memahami hal ini, kita akan berkata “Siapakah aku Tuhan sehingga engkau mengasihi aku?” Tanpa diajak, tanpa disuruh, maka kita akan berinisiatif ambil bagian untuk menjadi berkat di dalam pekerjaan Tuhan atau melayani Tuhan. Orang yang melakukan dengan inisiatif untuk Tuhan itu adalah bukti mengasihi Tuhan.

B. Mengasihi Tuhan dengan segenap.
Markus 12:30 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Yang pertama kali harus dibereskan adalah membereskan kasih kita kepada Tuhan:
– Jangan ada allah lain.
– Jangan ada pikiran negatif kepada Tuhan, misalnya berpikir Tuhan tidak baik sehingga kita tidak berterima kasih.
– Jangan beralasan untuk tidak mengasihi Tuhan, misalnya beralasan tidak bisa beribadah. Bukti mengasihi Tuhan dengan akal budi adalah kita berpikir bagaimana caranya beribadah sekalipun ada halangan. Saat tidak ada kendaraan, kita bisa memanfaatkan teknologi ojek online untuk beribadah. Saat hujan, kita bisa memakai payung, dll.

C. Mengasihi sesama
Markus 12:31 “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
Yang kemudian harus kita bereskan adalah kasih akan sesama – mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri sendiri. Bukti kita mengasihi diri kita, kita akan merawat diri kita dengan perawatan yang terbaik yang kita bisa.
Mengapa kita harus mengasihi sesama?
1. Karena kita berasal dari Allah (1 Yohanes 4:4)
2. Karena di dalam kita ada benih ilahi yaitu Yesus, Firman dan Roh Kudus. (1 Yohanes 3:9)
3. Karena kita berasal/bersumber dari kasih dan kasih adalah gaya hidup ilahi/Allah. Karena Yesus di dalam diri kita, maka KITA ADALAH KASIH. Konsekuensi menerima kasih Allah adalah kita melakukan apa yang Firman Allah katakan, bukan perkataan orang lain, perkataan nenek moyang, dll.
4. Mengasihi sesama adalah perintah.

2 Yohanes 1:6b “Dan inilah PERINTAH itu, yaitu bahwa kamu HARUS hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.”

Ini adalah perintah yang harus dilaksanakan, tidak ada pilihan lain.
– Kasih Agape adalah kasih yang “sekalipun” bukan kasih yang “karena”.
Kasih “karena”: karena ia istri/suami/anak saya, karena ia berbuat baik pada saya, karena ia menguntungkan saya. Ini bukan kasih agape.
Kasih “sekalipun”: sekalipun merugikan saya, sekalipun disakiti, dll. Inilah kasih Agape.
1 Yohanes 4:21 “Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”
1 Yohanes 3:16 “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun WAJIB menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”
Rela menyerahkan waktu, tenaga, uang, bahkan nyawa untuk saudara-saudara kita. Sudahkah kita berkorban bagi orang lain?

MENGENAI KASIH KEPADA SESAMA, YANG HARUS KITA PAHAMI:
1. Kasih tidak identik dengan kelemahan.
– Matius 5:44 Yesus mengajarkan mengasihi musuh dan mendoakan mereka
– I Korintus 13:4-7 Kasih itu sabar, dll
– I Raja-raja 6:14-23 Tindakan Elisa terhadap orang Aram. Elisa membalas tindakan jahat orang Aram dengan kebaikan.

Kadang kita berpikir mengapa kita harus sabar terhadap orang yang menjengkelkan kita?
– Pahami bahwa kasih itu tidak identik dengan kelemahan.
– Kasih Agape harus mendasari kasih eros, storge, filia. Jadi lakukan segalanya untuk Tuhan. Kita belajar menerima kekurangan orang lain, sambil berdoa agar orang tersebut mengalami pemulihan.
– Saat kita disakiti namun kita mau melakukan Firman yaitu mengampuni, maka Tuhan yang akan berhadapan dengan orang itu. Berilah Tuhan kesempatan untuk bertindak.

2. Menggunakan kasih dengan cara yang benar
– Kasih dalam kelembutan.
– Kasih dalam didikan.
Tuhan mendidik melalui teguran dan didikan supaya kita tidak binasa. Begitupun orangtua didiklah anak dengan kasih, jangan menghendaki kematiannya.
– Kasih dalam tanggungjawab.
Salah satu buah Roh adalah Kebaikan. Buah Roh Kebaikan adalah usaha memperbaiki orang lain (melalui nasihat dan teguran dengan kasih) jika ia berbuat salah.

IV. AKIBAT JIKA KITA HIDUP TANPA KASIH
– Kita adalah pendusta. 1 Yohanes 4:20
– Mengalami kejatuhan yang sangat dalam. Wahyu 2:5
– Tetap di dalam maut. 1 Yohanes 3:14b

V. BUKTI PEMULIHAN KASIH
Yohanes adalah salah satu murid Yesus yang memiliki temperamen yang keras.Yakobus dan Yohanes keduanya diberi nama Boanerges yang berarti anak anak guruh (guntur) – sesuai temperamen mereka. Mereka pernah mengusulkan untuk membalas dendam. (Lukas 9:51-55).

Namun ayat yang banyak kita baca pada hari ini tentang kasih adalah Surat Yohanes. Pergaulannya dengan Tuhan Yesus mengubah hidupnya. Dari seorang yang temperamen menjadi penuh kasih.

Perjamuan Kudus adalah cara kita memperingati kasih Agape dan pengorbanan Tuhan. Biarlah setelah memahami kasih Agape Allah, kita juga bisa hidup didalam kasih Agape: baik kepada Allah maupun kepada sesama.

By : Pdt. Milkha Potuda