Daily Archives: 25/11/2018
MENGANDALKAN TUHAN
Yeremia17:7-8 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Kita harus punya pemahaman yang benar dalam hal mengandalkan Tuhan, agar sikap dan tindakan kita tidak keliru.
Berbahagialah Saudara, khususnya yang mengalami secara riil, peristiwa bencana yang beberapa waktu lalu. Kita telah menyaksikan secara fisik dan oleh iman kita telah meresponi segala sesuatu di alam nyata.
Firman Tuhan berkata dalam Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Ayat di atas bukan hanya sekedar ayat penghiburan, tetapi hal ini adalah riil. Kita menyaksikan/melihat, bahkanmengalaminya tetapi masih diberi kesempatan untuk hidup.
Setelah bencana yang terjadi, ada beberapa yang membuat pernyataan bahwa ternyata semua harta/kekayaan, kedudukan tidak ada artinya apa-apa. Ini adalah suatu pengakuan pernyataan iman untuk menyadari keberadaan kita. Ternyata kita bukan siapa-siapa.
Dalam melewati masa-masa sulit ini, apa yang kita lakukan? Ada yang berkata bahwa terus mengandalkan Tuhan. Tetapi sejauh mana pemahaman kita tentang mengandalkan Tuhan?
Ketika kita sudah mengandalkan Tuhan, tetapi Tuhan seolah-olah tidak berbuat apa-apa. Bagaimana kita memahami hal ini? Sejauh mana sikap kita dan tindakan kita dalam mengandalkan Tuhan.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Ayat ini sebenarnya sudah cukup jelas dan mudah dipahami. Tetapi oleh beberapa orang yang yang “fanatik” dengan mujizat memahami hal ini dengan sikap menanti sambil menunggu dan berharap kiranya Tuhan campur tangan dan memberkatinya.
Kita bukan anti mujizat. Kita percaya bahwa Tuhan yang luar biasa akan sanggup menolong kita, tapi apakah kita hanya berdiam diri saja?
Setelah kehilangan sebagian harta atau bahkan semuanya, apakah semuanya itu akan kembali kepada kita dengan sendirinya tanpa kita melakukan apa-apa? Meskipun kita sudah doa dan puasa, semua yang hilang itu tidak akan kembali dengan sendirinya. Bukannya kitamelemahkan kuasa doa dan puasa, karena Tuhan juga bisa bekerja melalui doa dan puasa.
Yeremia 17:7-8 memberikan pemahaman kepada kita bahwa kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan hari-hari lewat dengan begitu saja.
Dikatakan ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, berbuah pada musimnya. Mengapa ia terus diberkati Tuhan?
Pohon dalam pertumbuhannya tidak akan tinggal diam, akan datang musim kering. Akarnya akan merambat mencari air.
Kuat tidak pohon tergantung dari akarnya.
Ketika berbicara tentang akar, kita akan berbicara tentang iman. Ada pergerakan yang ada dalam kita. Imankitaakanmenghadapisemuarealitas.
Pasca bencana pastilah setiap orang menginginkan suatu perubahan, tetapi hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada pergerakan.
Ada pergerakan yang kelihatan ada yang tidak kelihatan. Pergerakanyang tidak kelihatan akan menghasilkan pergerakan yang kelihatan.
Untuk membantu akarsemakian mudah masuk kedalam tanah, dibutuhkanangin. Ketika pohon bergerak, angin membuat akarpohonitusemakinmasukkedalamtanah. Kita butuh “angin” untuk memperkuat kita. Jadiadabagiankita, adabagiannyaTuhan.
TIDAK BERDIAM DIRI
Kekuatan iman, kita aplikasikan dalam tindakan iman. Mengandakan Tuhan bukan berarti tidak berbuat apa-apa.
Kita tidak mau bermewah-mewahdanmenghambur, tetapi janganlah kita “memiskinan diri” ketika kita tidak miskin.Janganjuga“memiskinkan mental” padahal seharusnya tidak demikian.
Efesus 5: 5:16-17dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
By : Pdt. R.F. Martino













