Daily Archives: 16/09/2018
MELAKUKAN APA YANG BENAR DIMATA TUHAN
Sangatlah penting di hari-hari terakhir ini untuk kita melakukan apa yang benar. Tidak hanya berhenti pada melakukan hal yang benar, karena setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing, tetapi melakukan hal yang benar menurut standarnya Tuhan. Tuhan Yesus sendiri sudah memperingatkan kepada kita tanda akan kedatangan Tuhan yaitu salah satunya adalah penyesatan.
Ulangan 12:25 Janganlah engkau memakannya, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, apabila engkau melakukan apa yang benar di mata TUHAN.
Pada saat itu Tuhan Allah menyampaikan beberapa hal peraturan hukum kepada bangsa Israel melalui Musa. Musa mengingatkan kembali tentang apa yang Tuhan larang untuk bangsa Israel lakukan. Yaitu larangan untuk memakan makanan tertentu yaitu makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala dan yang juga mengandung darah.
Hasil bagi kita jika selalu melakukan apa yang benar dimata Tuhan yaitu kita akan mengalami kebaikan-kebaikan yang dari Tuhan.
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Allah tidak pernah menginginkan kita mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup tetapi seringkali sudah jadi anak Tuhan masih saja mengalami hal-hal yang buruk yang sebenarnya tidak perlu kita alami kalau saja kita melakukan yang benar dimata Tuhan.
Apabila seseorang melakukan yang benar menurut Tuhan dan bukan menurut pandangannya sendiri, jaminan yang akan kita peroleh yaitu kita akan mengalami kebaikan dan bukan hanya kita saja tetapi keadaan anak-anak kita, keturunan kita akan mengalami kebaikan.
Ulangan 13:16-18 16Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan harus kaubakar habis kota dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali. 17Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apa pun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 18Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu.”
Dalam ayat 17 terjemahan bahasa Indonesia dituliskan “barang-barang yang dikhususkan” tetapi dalam terjemahan King James Version yang dimaksudkan barang-barang adalah “benda-benda yang terkutuk”, yaitu semua barang-barang yang berkaitan dengan penyembahan berhala seperti patung dan jimat-jimat.Umat Tuhan tidak boleh menyentuh apalagi memilikinya di dalam rumah.
Tuhan sudah ingatkan kepada bangsa Israel jika mereka memasuki tanah Kanaan, maka jangan ada benda-benda terkutuk yang orang-orang kafir miliki untuk mereka sentuh atau bahkan mengingini untuk diri mereka sendiri miliki.
Pada saat bangsa Israel mengalahkan bangsa Yerikho, orang Israel bernama Akhan mengambil barang terkutuk itu secara diam-diam untuk dirinya sendiri. Akibatnya bangsa Israel mengalami kekalahan ketika maju berperang melawan bangsa Ai. Mereka sangat terkejut dengan kekalahan yang mereka alami karena bangsa Ai tidak sekuat bangsa Yerikho yang sudah mereka kalahkan. Mereka kemudian menangis di hadapan Tuhan. Tuhan Allah mengatakan bahwa murkanya akan surut jika orang yang mengambil barang terkutuk itu mengakui dan memusnahkan barang tersebut.
Tuhan Allah sangat membenci yang namanya berhala, kuasa gelap dan lain sebagainya, kita tidak boleh menyimpan bahkan memilikinya di dalam rumah kita. Kita tidak boleh berkaitan dengan perkara-perkara yang najis di mata Tuhan. Menurut manusia hal tersebut bisa jadi, wajar-wajar saja, tetapi tidak menurut Tuhan.Kita harus memusnahkannya. Jika tidak, barang-barang tersebut akan menjadi kutuk di dalam rumah kita. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan tidak mungkin salah, pasti benar. Jika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan maka kita akan mengalami konsekuensinya. Kita tidak akan mengalami hal-hal yang baik justru sebaliknya hal-hal yang buruk akan kita alami dalam hidup kita.
Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan dan ada juga yang tidak taat dan melakukan yang tidak benar dimata Tuhan. Raja-raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan, memiliki masa pemerintahan yang lama daripada raja-raja yang tidak melakukan apa yang benar dimata Tuhan.
1 Raja-raja 15:5 karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.
Alkitab menuliskan bahwa raja Daud menginginkan Bathsyeba, dan dengan akal pikirannya sendiri ia menempatkan Uria suami Batsyeba di baris depan dalam satu peperangan yang menyebabkan Uria mati lalu kemudian ia dapat menikahi Betsyeba. Mereka memiliki anak tetapi anak tersebut sakit-sakitan sehingga raja Daud melakukan puasa dan doa tetapi pada akhirnya anak itu mati. Kemudian Daud sadar bahwa ia melakukan hal yang salah di mata Tuhan lalu merendahkan diri dan mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan. Lalu tuhan Memulihkan Daud. Selain dari perkara Uria tersebut, Daud melakukan hal yang benar dihadapan Tuhan.
1 Raja-raja 15:11 Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya.
2 Raja-raja 12:2 Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.
Mereka para raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan, mengalami kebaikan di dalam pemerintahannya dan mengalami kemenangan kemenangan. Mereka yang melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan, masa pemerintahannya tidak lama dan masa hidupnya pun tidak lama.
Mengapa kita harus melakukan yang benar dimata Tuhan?
1. Karena Tuhan Allah adalah benar.
Berkali-kali pemazmur katakan bahwa Tuhan itu benar, juga nabi Yeremia menyatakan hal yang sama.Mazmur 25:8; Mazmur 92:15; Yeremia 10:10
Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus sendiri menyatakannya dalam doa kepada Allah Bapa di surga.Yohanes 17:3; 1 Petrus 3:18
Yang bisa menanggung kesalahan manusia hanyalah Dia yang dalam wujud manusia tetapi tidak berdosa. Karena itulah Allah anak harus menjadi manusia dan dalam wujud-Nya, Ia bisa menggantikan kita. Ia adalah satu-satunya yang tidak berdosa sejak dalam kandungan, masa hidup-Nya sampai Ia wafat adalah manusia benar. Hanya melalui Yesus lah maka kita bisa sampai kepada Allah.
2. Karena Tuhan adalah benar maka setiap perkataan dan hukum-hukumNyaadalah benar
Mazmur 19:10; Mazmur 119:137; Mazmur 119:151; Mazmur 119:172;
Pernyataan Tuhan melalui Nabi Yesaya.Yesaya 45:19Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.”
Roma 3:4Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
Salah satu bukti contoh bahwa manusia pembohong adalah ketika kita “sok etika” saat ditawarkan makan, kita berkata sudah kenyang padahal belum makan dan lapar. Seringkali manusia berbohong karena mereka memakai standar tolak ukur mereka sendiri. Menurut pendapat banyak orang bukanlah satu masalah jika bohong untuk membantu orang lain. Tetapi kebenaran yang daripada Tuhan adalah ya katakan ya dan tidak katakan tidak, selebihnya berasal dari si jahat.
1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
1 Yohanes 2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
1 Yohanes 3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran
Jika kita mau melakukan hal yang benar, maka lakukanlah yang benar menurut caranya Tuhan. Orang yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan akan mengalami kebaikan bahkan anak cucu, generasi di depannya juga akan mengalami hal-hal yang baik daripada Tuhan. Kita tidak perlu ragu untuk melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Karena yang berfirman adalah Allah yang benar.
Pengajaran dari Tuhan Yesus juga perlu kita mengartikannya dengan benar. Jangan membuat pengertian sendiri. Pengajaran yang dari Tuhan ada macam bentuknya, ada yang berupa perumpamaan ada juga pengajaran yang tidak perlu diartikan. Dalam hal pengajaran tentang perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan tetapi tidak dijelaskan artinya, kita perlu meminta tuntunan Roh Kudus sehingga tidak memiliki pengertian yang kita buat sendiri melainkan pengertian yang dari Tuhan.
Ketika saya menghadiri suatu ibadah Natal, saat itu saya masih kuliah, seorang pendeta berkhotbah mengenai persembahan orang Majus, emas kemenyan dan mur. Ia mengartikan sendiri kotbahnya bahwa mur yang dimaksud ialah mur yang dipakaikan dengan sekrup lalu mengartikannya sebagai suatu kiasan/perumpamaan. Padahal mur yang dimaksud adalah damar yaitu getah dari satu pohon tertentu yang harum baunya dipakai untuk persembahan di pakai obat dan juga dalam mempersiapkan jenazah orang sebelum penguburan.
Di dalam mengartikan perumpamaan-perumpamaan, kita juga harus perlu bertanya kepada orang yang lebih tahu ataupun kita harus membuka dalam kamus atau terjemahan lain yang mendukung supaya kita tidak mengartikannya dengan salah. Kita tidak boleh asal-asalan mengartikan suatu ayat sehingga pengertiannya menjadi keliru.
Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus mengatakan bertobatlah. Kita harus mengerti apa yang dimaksud Tuhan dengan perintah bertobat. Karena banyak anak-anak Tuhan membuat definisi sendiri. Menurut bahasa aslinya, bertobat adalah metanoia yang berarti berbalik 180°. Kata metanoia pada saat itu lebih dipakai dalam hal baris-berbaris. Jika ada instruksi metanoia maka artinya balik kanan. Bahasa asli yang dipakai untuk menuliskan Alkitab dalam Perjanjian Lama dan perjanjian baru ialah bahasa Ibrani dan Yunani dimana bahasa ini merupakan bahasa yang kaya karena dalam 1 istilah, jika diterjemahkan ke dalam bahasa lain bisa menjadi satu kalimat panjang. Tuhan Yesus ketika masa hidupnya di dunia, Ia memberitakan Injil dalam bahasa Yunani walaupun beberapa kata ia berbicara dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Pada saat Alkitab ditulis, itu menggunakan bahasa Yunani. Jadi, jika ada kata metanoia atau bertobat maka artinya secara keseluruhan tidak setengah-setengah.
Ada seorang ibu yang membawa calon menantunya untuk dinasehati. Calon menantunya ini suka judi dan minum-minum. Ia akan menikah dengan anak ibu tersebut. Ibu tersebut mengatakan bahwa ia sudah mengajarkan kepada calon menantunya untuk bertobat. Ia katakan pada calon mantunya “seumpama ia memiliki 10 dosa, maka bisa dihilangkan satu per-satu?” Kemudian saya katakan itu salah. Jika seseorang mau bertobat maka harus secara keseluruhan bukan setengah-setengah.
Seorang perokok berkata kepada saya bahwa ia ingin melepaskan kecanduan rokoknya. Menurut dia, dengan mengurangi rokok yang ia gunakan, maka itu sudah termasuk bertobat. Tetapi menurut Tuhan, bertobat berarti secara total. Jika hanya dikurangi, maka tidak akan selesai, harus total berhenti karena perkataan Tuhan tidak mungkin salah.
Mengenai Baptisan Air
Baptis berasal ari kata baptizoartinya membiarkan diri untuk dimasukkan ke dalam air dan dibawa ke dalam air. Itulah arti baptizo. Beberapa orang membuat definisinya masing-masing. Tuhan Yesus katakan baptizo bukan ramtizo. Kita juga harus mengartikannya sesuai dengan konteks saat itu. Sehingga kita mendapatkan pengertian yang benar dan tidak ngawur. Jika kita mengartikan salah tidak seperti yang Tuhan maksudkan maka kita akan melakukanhal-hal yang salah.
Jika kita berupaya mendapatkan pengertian yang benar menurut pengertiannya Tuhan baru kita dapatmelakukan. Walaupun kita sudah tahu Firman-Nya, perintah-Nya sudah dan mendapatkan yang benarnya tetapi kita tidak melakukan maka semuanya sia-sia.
Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Ada orang yang menolak untuk belajar mengenal kebenaran. Walaupun engkau adalah umat Tuhan engkau bisa hancur jika engkau menolak pengetahuan akan firman Tuhan.
Matius 7:24-26 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Orang yang menolak pengajaran Tuhan adalah orang yang tidak mau melakukan hukum Tuhan. Ada orang yang hobi mendengar, suka mendengar firman Tuhan tetapi tidak suka melakukan. Semua akan menjadi sia-sia walaupun kita mendalami firman Tuhan tetapi kita tidak melakukannya. Tuhan mengasihi diri kita dan tidak pernah mempunyai rencana menghancurkan diri kita tetapi manusia lebih memilih menghancurkan dirinya sendiri dengan menolak pengajaran dan melakukan kebenaran firman.
Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
Pencuri hanya mau mencuri membunuh dan membinasakan. Iblis pintar menghalangi orang untuk belajar kebenaran Firman supaya kita menjadi bodoh dan mudah ditipu karena tidak mengerti kebenaran firman.
Jangan dengarkan bisikan Iblis tetapi bacalah Firman dan lakukan maka kita akan dimerdekakan dari semua jerat Iblis dan tidak mengalami kehancuran dalam hidup kita. Kita perlu melakukan semua yang benar dihadapan Tuhan sampai Ia datang kembali dan kita masuk dalam bilangan orang-orang yang terangkat dan mengalami kebahagiaan yang kekal bersama Tuhan.
By : Pdt. Mediati Setiawan













