This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MEMELIHARA KEKUATAN KASIH AGAPE

Minggu ini kita akan belajar bahwa Kasih Agape adalah dasar segala-galanya.

I. REALITA KEHIDUPAN MANUSIA YANG JATUH DALAM DOSA
Firman Tuhan berkata bahwa akibat dosa Adam dan Hawa maka semua manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa:
Hakim-Hakim 21:25 “…setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.”
Yohanes 3:19 “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia LEBIH MENYUKAI KEGELAPAN dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.”
Roma 3:11 “…tidak ada seorang pun yang mencari Allah.”
Inilah realitanya yang terjadi dalam kehidupan seluruh manusia. Sebagai orang percaya kita juga menemukan bahwa roh kita memang penurut namun daging kita lemah. Namun hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk kita hidup dalam dosa karena sebagai orang percaya, kita memiliki pilihan dan kuasa untuk menolak keinginan daging.

Matius 24:12-13 “Dan karena MAKIN bertambahnya kedurhakaan, maka kasih KEBANYAKAN orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Inilah yang terjadi di akhir zaman. Firman Tuhan berkata bahwa bukan kasih beberapa orang, tetapi kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Sebagai orang percaya kita tidak boleh menjadi seperti kebanyakan orang yang kasihnya menjadi semakin tawar. Jika kita bertahan didalam iman, kasih, kekudusan, maka kita akan selamat.

2 Timotius 3:5, 7 “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! … yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.”

Bahkan keadaan orang percaya di akhir zaman adalah seperti ayat diatas: rajin beribadah namun hanya secara lahiriah, selalu ingin diajar namun tidak mengenal kebenaran!

II. ALLAH ADALAH KASIH
Hakekat Allah adalah kasih. “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yohanes 4:16b)

A. Manifestasi/bukti kasih Allah bagi manusia:
1. Pemeliharaan-Nya (Mazmur 23)
2. Perlindungan-Nya (Mazmur 91, 121)
Selain menciptakan manusia, Allah terus memelihara (mencukupi kebutuhan) manusia dan melindungi mereka. Tidak hanya itu, Allah menyediakan solusi bagi keselamatan manusia.
3. Mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16)
Sebelum kita lahir, Allah telah terlebih dulu merancang kehidupan kita. Begitupun sebelum kita mengenal Dia, ketika kita masih berdosa, Tuhan telah berinisiatif merancang jalan keselamatan bagi kita “…ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yoh 4:10).

Kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah! “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Ef 2:8-9). Karena itu jangan sampai kita berkata “Saya tidak butuh Tuhan” atau mungkin tidak dengan kata-kata tetapi dengan sikap, kita menunjukkan bahwa kita seakan tidak butuh Tuhan.

B. Manifestasi/Bukti Kasih Yesus:
1. Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yohanes 15:13, 1 Yohanes 3:16, 1 Petrus 2:24).
Yesus sesungguhnya memiliki pilihan untuk menyelamatkan kita atau tidak. Saat ditangkap Yesus bisa membatalkan penyaliban-Nya dengan memanggil pasukan malaikat menyelamatkan-Nya. Namun Ia dengan rela memilih mati bagi kita, menggantikan kita menanggung hukuman atas dosa kita.

2. Melepaskan kita dari kutuk.
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13).
Dalam kitab Taurat ada sekitar 613 kutuk hukum Taurat yang menimpa seseorang jika ia melanggar hukum Taurat. Faktanya tidak mungkin ada orang yang sempurna melakukan hukum Taurat, sehingga: “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya” (Yakabus 2:10), maka hidup setiap orang yang mengabaikan hukum Taurat satu bagian saja akan hidup dibawah kutuk.

Penyebab kutuk (Ulangan 28:15-46, Kejadian 3-4).
“dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.” (Ulangan 11:28).

Beberapa penyebab kutuk adalah:
– Akibat menyembah berhala.
Berhala adalah sesuatu atau seseorang yang kita tempatkan diatas Tuhan. Ada berhala tradisional/kuno, ada berhala modern. Berhala modern seperti pekerjaan, keluarga, gadget, dll yang kita tempatkan diatas Tuhan. “Menyembah” allah lain menyebabkan kutuk.
– Akibat perkataan.
Biasanya terjadi orangtua mengutuk anaknya, orang mengutuk sesamanya, dll. Orang yang suka mengutuk harus memahami bahwa setiap perkataannya harus dipertanggungjawabkannya kepada Tuhan pada hari penghakiman.
– Kerjasama dengan roh jahat dalam usaha (ke dukun)
Ada orang yang memperjualkan jin-jin untuk kemajuan usaha. Orang yang menggunakan “jasa” kuasa gelap justru akan menyebabkan kutuk dalam hidupnya.
– Dosa turunan
Dosa Adam dan hawa, juga dosa nenek moyang harus diputuskan dalam nama Yesus atas hidup kita.
– Dosa didalam hati, pikiran, perbuatan.

Karena itu Yesus mengorbankan nyawa-Nya untuk membebaskan kita dari hukuman dosa dan kutuk.

3. Menyembuhkan dan Memulihkan kita.
a. “Dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:4, 1 Petrus 2:24).
Bilur-bilur adalah luka-luka Yesus akibat siksaan dan penyaliban-Nya, berkuasa menyembuhkan kita dari segala penyakit.
b. “Dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya.” (Yesaya 53:5).
Apa pergumulan kita? Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Maka seharusnya kita tinggal menikmati damai sejahtera yang Yesus berikan.

III. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Tuhan begitu mengasihi kita. Sayangnya banyak orang percaya yang hitung-hitungan dengan Tuhan. Ia merasa sudah beribadah, sudah melayani Tuhan, sudah memberi persembahan, dan ingin Tuhan mengingat. Padahal apa yang kita lakukan tidak sebanding dengan apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Apa yang seharusnya kita lakukan?

A. Memahami dan Mengenal Kasih Kristus.
Efesus 3:17-19 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan…”

Jika kita memahami hal ini, kita akan berkata “Siapakah aku Tuhan sehingga engkau mengasihi aku?” Tanpa diajak, tanpa disuruh, maka kita akan berinisiatif ambil bagian untuk menjadi berkat di dalam pekerjaan Tuhan atau melayani Tuhan. Orang yang melakukan dengan inisiatif untuk Tuhan itu adalah bukti mengasihi Tuhan.

B. Mengasihi Tuhan dengan segenap.
Markus 12:30 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Yang pertama kali harus dibereskan adalah membereskan kasih kita kepada Tuhan:
– Jangan ada allah lain.
– Jangan ada pikiran negatif kepada Tuhan, misalnya berpikir Tuhan tidak baik sehingga kita tidak berterima kasih.
– Jangan beralasan untuk tidak mengasihi Tuhan, misalnya beralasan tidak bisa beribadah. Bukti mengasihi Tuhan dengan akal budi adalah kita berpikir bagaimana caranya beribadah sekalipun ada halangan. Saat tidak ada kendaraan, kita bisa memanfaatkan teknologi ojek online untuk beribadah. Saat hujan, kita bisa memakai payung, dll.

C. Mengasihi sesama
Markus 12:31 “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
Yang kemudian harus kita bereskan adalah kasih akan sesama – mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri sendiri. Bukti kita mengasihi diri kita, kita akan merawat diri kita dengan perawatan yang terbaik yang kita bisa.
Mengapa kita harus mengasihi sesama?
1. Karena kita berasal dari Allah (1 Yohanes 4:4)
2. Karena di dalam kita ada benih ilahi yaitu Yesus, Firman dan Roh Kudus. (1 Yohanes 3:9)
3. Karena kita berasal/bersumber dari kasih dan kasih adalah gaya hidup ilahi/Allah. Karena Yesus di dalam diri kita, maka KITA ADALAH KASIH. Konsekuensi menerima kasih Allah adalah kita melakukan apa yang Firman Allah katakan, bukan perkataan orang lain, perkataan nenek moyang, dll.
4. Mengasihi sesama adalah perintah.

2 Yohanes 1:6b “Dan inilah PERINTAH itu, yaitu bahwa kamu HARUS hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.”

Ini adalah perintah yang harus dilaksanakan, tidak ada pilihan lain.
– Kasih Agape adalah kasih yang “sekalipun” bukan kasih yang “karena”.
Kasih “karena”: karena ia istri/suami/anak saya, karena ia berbuat baik pada saya, karena ia menguntungkan saya. Ini bukan kasih agape.
Kasih “sekalipun”: sekalipun merugikan saya, sekalipun disakiti, dll. Inilah kasih Agape.
1 Yohanes 4:21 “Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”
1 Yohanes 3:16 “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun WAJIB menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”
Rela menyerahkan waktu, tenaga, uang, bahkan nyawa untuk saudara-saudara kita. Sudahkah kita berkorban bagi orang lain?

MENGENAI KASIH KEPADA SESAMA, YANG HARUS KITA PAHAMI:
1. Kasih tidak identik dengan kelemahan.
– Matius 5:44 Yesus mengajarkan mengasihi musuh dan mendoakan mereka
– I Korintus 13:4-7 Kasih itu sabar, dll
– I Raja-raja 6:14-23 Tindakan Elisa terhadap orang Aram. Elisa membalas tindakan jahat orang Aram dengan kebaikan.

Kadang kita berpikir mengapa kita harus sabar terhadap orang yang menjengkelkan kita?
– Pahami bahwa kasih itu tidak identik dengan kelemahan.
– Kasih Agape harus mendasari kasih eros, storge, filia. Jadi lakukan segalanya untuk Tuhan. Kita belajar menerima kekurangan orang lain, sambil berdoa agar orang tersebut mengalami pemulihan.
– Saat kita disakiti namun kita mau melakukan Firman yaitu mengampuni, maka Tuhan yang akan berhadapan dengan orang itu. Berilah Tuhan kesempatan untuk bertindak.

2. Menggunakan kasih dengan cara yang benar
– Kasih dalam kelembutan.
– Kasih dalam didikan.
Tuhan mendidik melalui teguran dan didikan supaya kita tidak binasa. Begitupun orangtua didiklah anak dengan kasih, jangan menghendaki kematiannya.
– Kasih dalam tanggungjawab.
Salah satu buah Roh adalah Kebaikan. Buah Roh Kebaikan adalah usaha memperbaiki orang lain (melalui nasihat dan teguran dengan kasih) jika ia berbuat salah.

IV. AKIBAT JIKA KITA HIDUP TANPA KASIH
– Kita adalah pendusta. 1 Yohanes 4:20
– Mengalami kejatuhan yang sangat dalam. Wahyu 2:5
– Tetap di dalam maut. 1 Yohanes 3:14b

V. BUKTI PEMULIHAN KASIH
Yohanes adalah salah satu murid Yesus yang memiliki temperamen yang keras.Yakobus dan Yohanes keduanya diberi nama Boanerges yang berarti anak anak guruh (guntur) – sesuai temperamen mereka. Mereka pernah mengusulkan untuk membalas dendam. (Lukas 9:51-55).

Namun ayat yang banyak kita baca pada hari ini tentang kasih adalah Surat Yohanes. Pergaulannya dengan Tuhan Yesus mengubah hidupnya. Dari seorang yang temperamen menjadi penuh kasih.

Perjamuan Kudus adalah cara kita memperingati kasih Agape dan pengorbanan Tuhan. Biarlah setelah memahami kasih Agape Allah, kita juga bisa hidup didalam kasih Agape: baik kepada Allah maupun kepada sesama.

By : Pdt. Milkha Potuda