This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: July 2017

MEMELIHARA KESATUAN ROH (2)

Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera

Matius 18:18-20 18Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Beberapa prinsip dasar sudah kita pelajari beberapa minggu lalu.
1. KESATUAN
Kesatuan bukanlah satu. Arti satu adalah tunggal, tapi kesatuan adalah beberapa oknum/benda yang dijadikan dijadikan satu.
2. SEPAKAT.
Berbicara mengenai kesatuan Roh berarti ketika banyak oknum di dalamnya maka semakin tidak mudah untuk mencapai sepakat. Oleh sebab itulah Tuhan berkata “…Berusahalah memelihara kesatuan Roh…”
Iman adalah hal yang sangat pribadi dengan Tuhan (Vertikal). Sedangkan kesatuan adalah berkaitan dengan hubungan manusia satu dengan yang lainnya (Horisontal). Ketika hubungan horizontal bermasalah maka “sepakat” tidak akan bisa terjadi.
Dalam Matius 18:18 tertulis bahwa kita sudah diberi hak iman, tetapi ketika kita berkumpul bersama-sama dengan orang percaya yang lain (Matius 18:19-20) maka kita harus berusaha sepakat, semua harus berpusat pada Kristus.
Perlu dipahami bahwa yang yang memelihara kesatuan bukanlah benda mati tapi adalah manusia yang hidup. Ketika masing-masing berkarunia, maka orang tersebut sadar 100%.

Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Artinya semua dibuat menjadi damai sejahtera tidak ada yang merasa tertekan ataupun tidak nyaman tapi semua diikat oleh damai sejahtera.
Oleh karena ini adalah manusia lahiriah semua akan dikendalikan oleh faktor jiwani (kehendak, perasaan dan pikiran) inilah yang seringkali bermasalah dan mendatangkan masalah dalam hal kesatuan Roh dan dalam hal sepakat.

Efesus 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Ada hubungan apa mabuk dengan penuh dengan Roh?
Perbandingan yang Tuhan berikan antara “mabuk anggur” dan “penuh dengan Roh” adalah hal yang penting. Sebab kalau kita tidak memahami ini maka akan terjadi seperti ini: tubuh yang yang berpijak pada bumi tapi “nge-roh”. Artinya bahwa setiap pribadi harus memahami realita yang ada, meskipun kita tahu bahwa semua yang terjadi di alam nyata dikontrol dari alam roh, tapi Tuhan akan memberi hikmat agar kita tidak seolah-olah hidup hanya di alam roh (“nge-roh”) padahal masih hidup di alam nyata.

Efesus 5:19-21 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita: 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Hal ini berbicara mengenai ketertiban dan bagaimana melaksanakan sepakat serta memelihara kesatuan Roh.
Sesuatu yang ada kaitannya dengan Roh harus ada usaha untuk menaklukkan unsur jiwa dibawah kehendak Roh, supaya tidak ada yang “merajalela” sehingga tetap ada ikatan damai sejahtera dengan orang lain.

Wujud merendahkan hati bisa dilihat dari kerendahan dirinya di alam nyata. Hanya Tuhan yang tahu dan bisa menilai kerendahan hati seseorang. Kerendahan diri disini tidak berbicara tentang hal minder.

Jika seseorang tidak mau hidup oleh Roh maka unsur jiwani yang akan mengendalikannya. Selama unsur jiwani tidak bisa ditaklukkan dibawah kehendak Roh, maka ia tidak akan pernah mengalami hidup oleh Roh.

“rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.
Ketika hal ini dipraktekkan maka semua akan saling menjaga diri dalam kerendahan. Jika tidak, maka hanya ada satu orang yang menonjol. Atau bisa juga masing-masing meluapkan emosinya sehingga menjadi ramai.
Jadi harus ada unsur penaklukkan diri.

“berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Ini tidak dapat terlaksana jika belum ada kesatuan Roh.

I Korintus 14:26 “Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”
Ketika kita datang beribadah, kita sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya. Jangan ada yang melamun dalam ibadah, tidak menikmati puji-pujian yang dinaikkan. MEmpersembahkan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Dan sementara masing-masing pribadi mempersembahkan sesuatu, maka pribadi itu juga siap untuk menerima karunia yang akan Tuhan berikan padanya.

By : Pdt. R. F. Martino

SEMUANYA ADALAH KASIH KARUNIA

Efesus 2:1-10 1Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan- 6dan di dalam Kristus Yesus ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7supaya pada masa yang akan datang ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Ada tiga bagian yang dijelaskan dari ke sepuluh ayat tersebut:

1. Siapakah kita dulu? (Ayat 1-3)
Ayat 1-3 menjelaskan bahwa dahulu kita semua adalah orang berdosa. Sebelum kita mengalami lahir baru, tidak ada yang baik dari dalam diri kita. Roh, jiwa dan tubuh kita tercemar oleh dosa. Pikiran kita jahat dan hidup menurut kehendak sendiri. Dari ayat tersebut dikatakan bahwa semuanya tercemar oleh dosa. Secara rohani, roh kita mati (ayat 1) disebabkan oleh pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita. Raja daud megatakan bahwa sejak dari dalam kandungan, ia telah berdosa.
Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Kehilangan kemuliaan Allah oleh karena manusia pertama jatuh dalam dosa sehingga seisi dunia menjadi berdosa. Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Adam adalah manusia yang menerima perintah dari Allah untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk. Lalu Allah menciptakan Hawa dan ia menjadi satu dengan Adam (Kejadian pasal 2). Kemudian Iblis datang mencobai Hawa dalam rupa ular untuk membuat mereka melanggar perintah Allah (Kejadian pasal 3).
Iblis mulai mengecoh, membingungkan Hawa dengan segala tipu muslihatnya tentang firman Allah. Hal ini jugalah yang Iblis pakai sampai saat ini yang membuat orang bingung akan perintah Allah, mengecohkan, memberikan pengertian-pengertian yang keliru akan kebenaran firman Allah. Orang percaya harus waspada akan trik licik si jahat.
Setiap kali membaca firman, mintalah dahulu perlindungan Tuhan karena sekalipun kita tidak bertemu nabi palsu, pengajar sesat dan lain-lain, Iblis pun dapat memberikan pengertian/pemahaman yang keliru saat membaca firman Allah dimana tujuannya ialah agar manusia melanggar ketetapan Allah.

Satu kasus dimana seseorang membaca firman dan ia mendapatkan pengertian yang lain, hal ini membuktikan bahwa sangat perlu untuk berdoa sebelum membaca firman karena Iblis pun tahu akan firman Allah. Doa perlindungan adalah mutlak setiap hari dilakukan setiap kali bangunpagi mengucap syukur kepada Tuhan dan minta perlindungan. Ketika akan membaca Alkitab, harus minta perlindungan karena ada roh-roh penyesat yang seringkali memberikan interpretasi keliru karena banyak anak Tuhan yang baca firman dan interpretasinya berdasarkan pemikirannya sendiri yang idenya diilhami oleh iblis. Beberapa hamba Tuhan pun bisa keliru dalam menyampaikan kebenaran firman. Jika kita minta perlindungan, Roh Kudus adalah Roh Penolong yang akan memberikan pencerahan untuk memahami firman Allah.
Menginterpretasikan firman Tuhan harus hati-hati. Tanpa sekolah Theologia, orang dengan pendidikan tingkat SD dan tidak lulus pun dapat memperoleh pengertian yang berasal dari Roh Kudus. Roh Kuduslah yang mengilhami semua tulisan yang ada dalam alkitab.
Iblis mengecoh Hawa dengan mengatakan jika ia makan buah yang dilarang itu, ia tidak akan mati tetapi matanya akan terbuka dan menjadi sama seperti Allah. Hal inilah yang membuat Hawa tertarik untuk memakan buah yang dilarang tersebut karena memberikan pengertian tentang yang baik dan yang jahat. Adam yang adalah kepala, otoritas dalam keluarga bisa saja melarang Hawa untuk tidak memakan tetapi ia sendiri pun ikut memakan buah tersebut.
Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan bersama Hawa kemudian memiliki keturunan dan kita semua adalah keturunan dari Adam.
Kepala keluarga mempunyai peran penting dalam keluarga. Ia mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar. Istri hanyalah sebagai penolong dalam sebuah keluarga.

Efesus 2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Roh,jiwa dan tubuh kita tercemar oleh dosa sebelum lahir baru. Pikiran kita masihdikuasisijahat.

2. Titik Balik kehidupan (ayat 4-9)
Dijelaskan bahwa kita diselamatkan dari kondisi berdosa hanya karena anugerah Tuhan. Keselamatan yang besar ini adalah pemberian cuma-cuma yang diberikan untuk semua orang. Melalui iman percaya kepada Yesus Kristus, menerima anugerah itu, dan diselamatkan. Barangsiapa ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru.
2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Pengalaman sesorang lahir baru di mulai dari bertobat, terima Tuhan Yesus, lalu dibaptis. Bertobat dari dosa-dosa harus mengakui segala dosa yang ada di dalam dirinya. Setelah bertobat baru bisa terima Tuhan Yesus. Jika tidak bertobat terlebih dahulu maka hidup akan tetap sama tidak ada perubahan karakter. Penginjilan juga harus memberitakan pertobatan bukan hanya pengampunan dan keselamatan karena seseorang harus bertobat terlebih dahulu, percaya dan menerima Tuhan Yesus lalu kemudian menerima keselamatan.

3. Kehidupan Setelah lahir baru
Ayat 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kita dilahirkan kembali adalah anugerah dimana kita bisa bertobat, terima Tuhan Yesus dan dibaptis. Hal ini bukan hanya supaya jika mati masuk surga tetapi ada tujuan Allah menyelamatkan kita. Setelah dibaptis kita masih melanjutkan hidup. Selama menjalani hidup baru kita tidak hanya menunggu kapan Tuhan akan panggil pulang tetapi hidup untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya yaitu sebelum dunia dijadikan, dalam kekekalan.
Mazmur 139:16 Matamu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Jika Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita sampai saat ini untuk menjalani kehidupan, gunakanlah itu untuk melakukan pekerjaan yang Allah sudah rancangkan dalam hidup kita.

By : Pdt. Mediati Martino

MEMELIHARA KESATUAN ROH

Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera

Matius 18:18-20 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Fenomena tidak boleh dijadikan doktrin
Dalam beberapa minggu yang lalu kita sudah belajar tentang fenomena baptisan Roh Kudus dan fenomena karunia Roh Kudus. Semua yang kita pelajari adalah hal mendasar yaitu bahwa apapun bentuk fenomena tersebut tidak dapat dijadikan doktrin karena di lain waktu bentuk fenomena tersebut bisa berubah. Begitu juga mengenai tafsiran, tidak boleh didoktrinkan akan berdampak membingungkan umat Tuhan.

Akibat dari fenomena yang dijadikan doktrin
Menjelang tahun 2000 ada seorang ibu berkata bahwa jika sampai tahun 2000 Tuhan tidak datang, maka ia akan murtad. Untungnya sampai hari ini ia tidak murtad. Ini disebabkan oleh pengajaran Peta Zaman yang mengajarkan seolah-olah dunia akan kiamat tahun 2000 dan kenyataannya sampai sekarang tahun 2017 hal itu belum terjadi. Ini berbahaya karena Iblis mengambil banyak kesempatan dalam banyak cara ketika hal tersebut dijadikan patokan/doktrin. Penantian kedatangan Tuhan yang belum terjadi menghasilkan sikap, antara lain:
1. Orang yang sangat percaya pada pengajaran tersebut berkata akan murtad bila hal tersebut tidak terjadi
2. Ada orang yang mengolok-olok/mengejek
3. Hal yang benar dianggap tidak benar. Orang mengatakan bahwa kabar tersebut hanyalah kebohongan, sehingga tidak perlu dipercaya. Ini membuat orang tersebut tidak siap menanti kedatangan Tuhan, hidup dengan lalai, padahal memang kita hidup di penghujung akhir zaman.

Berusahalah!
Sehubungan dengan yang sudah kita pelajari di atas, maka kita akan belajar mengenai kesatuan Roh. Kesatuan bukan tunggal, kesatuan berarti jamak yang ditunggalkan. Kesatuan Roh tidak bersifat pribadi dan tidak terjadi dengan sendirinya.

Kata “berusahalah” ditujukan pada pribadi yang sedang berkumpul dalam nama Tuhan Yesus, memuji dan menyembah-Nya. Masing-masing akan beribadah dalam satu kegiatan ibadah dan harus ada kesatuan Roh. Roh Kudus bekerja tidak dengan cara merasuk pribadi seseorang, pribadi itu sadar, oleh karena sadar maka tentunya faktor jiwaninyapun bekerja sehingga di setiap karunia-karunia yang bekerja pada pribadi orang percaya yang Roh Kudus sedang pakai, harus menyadari bahwa apabila melibatkan unsur jiwaninya sesuatu yang lain bisa terjadi yaitu emosionalnya, pikirannya, kehendaknya, itu bisa tersalur di karunia tersebut sehingga dapat membuat karunia tersebut tercemar.

Kesatuan Roh
Kesatuan Roh harus dipelihara dalam pertemuan ibadah, jika tidak ibadah hanyalah sebuah kegiatan agamawi. Kita tidak berbicara mengenai pribadi tunggal, dimana setiap orang yang berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus kepadanya akan diberi hak iman yaitu apa yang diikat di dunia akan terikat di sorga dan apa yang dilepas di dunia akan terlepas di sorga. Artinya, jika kita berdoa secara pribadi tidak ada urusannya dengan orang lain dan tidak ada urusan dengan kata “sehati”, “sepakat”, atau “kesatuan Roh”, hanya urusan pribadi dengan Tuhan saja.
Ketika sudah ada dua orang yang berdoa itu berarti sudah menjadi dua masalah, apalagi tiga orang, empat orang, bahkan dalam jemaat yang beragam pribadinya.

“…Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat…” Ketika lebih dari satu orang yang berdoa maka sudah dibutuhkan kesepakatan, seiya sekata, sepikir, sehati, sejiwa. Ini adalah doa satu Roh yang namanya kesatuan Roh.
Contoh kasus:
Suami istri yang dalam pelayanan sedang berdoa untuk meminta sebuah mobil. Mereka berdua tahu bahwa dalam memohon kepada Tuhan sebuah permintaan harus detail. Ternyata masing-masing sudah mempunyai type mobil kesukaan dan masing-masing mempunyai permintaan yang berbeda.

Setiap orang yang datang beribadah pastilah mempunyai pergumulan pribadi masing-masing. Maka masing-masing mulai ada yang bersorak ada yang berteriak, ini seharusnya sepakat, tetapi tidak sepakat. Mengapa? Karena masing-masing punya pergumulan pribadi. Oleh karena masing-masing menyampaikan kepentingan pribadi maka lupalah akan kesatuan Roh, dan tidak terbiasa karena belum mengetahui tentang hal itu. Oleh karena itulah firman Tuhan berkata “Berusahalah!” dalam konteks kesatuan Roh, satu dengan yang lain harus bersama-sama dan tidak sendiri-sendiri.
Kita akan melihat bagaimana Tuhan mengatur secara tehnis pelaksanaannya sehingga ibadah begitu indah dan yang hadir boleh menikmati kebersamaan dengan Tuhan dan sesama. Bagaimana Tuhan menyampaikan apa yang Tuhan kehendaki bagi jemaat Tuhan dengan memberikan Roh Kudus bekerja melalui karunia-karunia yang ada pada jemaat dan masing-masing mendapatkan sesuatu dari Tuhan. Nah, ibadah/persekutuan yang seperti inilah ada ikatan damai sejehatera.

Kesatuan Roh akan Menghasilkan Kristosentris
Persekutuan yang seperti ini akan menghasilkan pribadi yang hidup sehari-harinya berpusat kepada Kristus, sebab mereka sudah terlatih dalam berusaha menjaga kesatuan Roh, dengan jalan satu dengan yang lain akan saling menaklukan diri di hadapan Tuhan dengan tidak saling mendahului.
Oleh Karena ini adalah perhimpunan ibadah yang berpusat pada Kristus, tidak ada yang lebih berharga, tidak ada yang lebih hina, semua sama dihadapan Tuhan. Tidak berpusat pada indahnya musik, atau siapa artis siapa yang datang, atau siapa yang berkotbah, atau siapa yang bernubuat/berkarunia tetapi semua berpusat pada Kristus.

Ada tipe jemaat yang sangat menyukai ibdah hanya saat puji-pujian saja, maka iapun tidak pernah datang terlambat, tetapi begitu pemberitaan firman dimulai ia mulai merasa capek bahkan mengantuk ketika dengar fiman. Ada juga yang sering datang terlambat karena kurang menyukai suasana pujian penyembahan jadi hanya berfokus pada pemberitaan firman Tuhan saja.
Kita tidak boleh berpusat pada apapun juga selain pada Krisus. Sehebat apapun musik, worship leader, pengkhotbah, kita tidak boleh berpusat pada hal-hal itu.
Kita tidak boleh berpusat pada karunia, sehingga tanpa kita sadari kita meng”tuhankan” orang yang diberi karunia tersebut
Jika kita tidak berpusat pada apapun dan siapapun, kita akan menikmati apa yang Tuhan akan sampaikan dan lakukan bagi kita

Suatu saat ada yang bertanya pada saya: “Bolehkah kita pindah gereja dengan alasan tidak dapat apa-apa dari firman yang disampaikan?”
Saya memberi penjelasan, kita datang beribadah dan berbakti kepada Tuhan bukan sebaliknya, Tuhan yang berbakti kepada kita, jangan pernah punya paradigma bahwa kita datang ibadah untuk dapat sesuatu, justru setiap kita yang datang harus mempersembahkan persembahan kepada Tuhan, maka Tuhan akan melakukan dan menjawab apa yang menjadi pergumulan kita.

I Koruntus14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Dalam konteks berkat, terkadang banyak orang percaya hanya terfokus pada berkat-berkat Tuhan bukan pada Tuhan itu sendiri yang memberi berkat.
Dalam hal lain juga, terkadang kita hanya berdoa minta urapan Roh Kudus agar pelayanan kita bisa memberkati orang lain, padahal jauh lebih penting kita memiliki pribadi Roh Kudus itu sendiri.
Seperti beberapa pengajaran yang meminum minyak urapan, dan menjimatkan roti dan anggur perjamuan. Akhirnya bukan berpusat pada kristus tapi pada benda-benda tersebut. Ini tidak jauh beda dengan ilmu kebatinan

Tehnis Pelaksanaan Kesatuan Roh adalah kata “AMIN”
I Korintus 14:15-16 15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. 16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?

Amin menunjukkan kata sepakat yang artinya ya dan benar. Untuk mendukung kalimat doa yang diucapkan. Kita perlu berusaha untuk memelihara kesatuan Roh. Agar Tuhan bisa bekerja sesuai kehendak-Nya atas kita semua

By : Pdt. R. F. Martino

SIAGA SATU

Pengertian siaga satu adalah terjadinya peningkatan ancaman berdasarkan analisa atau penyelidikan atau informasi keadaan darurat; ancaman di atas kondisi normal; berjaga-jaga.

Jika kita mengamati dan memperhatikan situasi yang ada sekarang melalui berita-berita yang ada baik melalui siaran televisi atau pun media sosial, banyak kasus yang menunjukkan bahwa keadaan sekarang adalah keadaan yang diluar normal dimana kemerosotan moral semakin meningkat, kejahatan semakin merajalela, perlawanan/pemberontakkan terjadi dimana-mana sampai kepada berita-berita tentang kedatangan Tuhan yang semakin singkat baik melalui mimpi, penglihatan.
Hal ini sudah terjadi sejak dulu,sejak zaman nabi-nabi, rasul-rasul dan sampai saat ini terus diberitakan. Dua hal yang kita tidak tahu waktu terjadinya ialah waktu saat kita meninggal dan waktu kedatangan Tuhan.
Hal berjaga-jaga patut kita perhatikan, tidak hanya pada saat keadaan yang membuat kita gentar tetapi terlebih pada saat kita berada dalam zona nyaman. Hal ini harus kita waspadai karena zona nyaman ini membuat kita terlena, menikmati segala sesuatu tanpa adanya suatu beban atau memikirkan situasi yang lain.Situasi dalam zona nyaman ini yang berbahaya.
Firman Tuhan mengatakan “Masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang”, “Ia membaringkan di padang yang berumput hijau, Ia membimbing ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku.” Ada jaminan kehidupan yang Allah berikan sebagai hak sah sebagai anak Allah ketika kita sudah mengalami lahir baru, hidup dengan damai sejahtera.
Janji Tuhan berikutnya adalah tentang perlindungan-Nya, bahwa Allah akan menjaga keluar masuk. Mazmur 121 menulis bahwa Allah tidak pernah tertidur, tetapi Ia menjaga umat-Nya siang dan malam. Sangat besar dan melimpah kasih Allah dan perhatian-Nya dalam kehidupan kita. Ketenangan yang kita alami bukan didasarkan pada harta yang kita miliki tetapi berasal dari damai sejahtera yang dari Allah.
Yesus berkata “Akulah pintu, barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”. Di dalam setiap jaminan yang Allah berikan dan segala yang terbaik yang Allah sudah rancangkan dalam hidup kita, didalamnya ada suatu tanggung jawab.
Sebuah instansi yang menugaskan pegawainya untuk suatu perjalanan dinas akan memfasilitasi segala keperluannya, tiket, uang makan dan tempat menginap sudah disiapkan untuk perjalanan dinas tersebut. Allah sedemikian rupa menyediakan segala yang terbaik untuk mengadakan suatu perbedaan kepada orang-orang lain bahwa Allah yang kita sembah ialah Allah yang bertanggung jawab dan berbeda dari allah-allah lain.
Kehadiran kita di muka bumi ini adalah suatu perjalanan dinas. Tuhan katakan “jangan kuatir akan apa pun”, ada janji yang menyertai kita hanya saja kita perlu untuk melibatkan Dia dan bekerjasama maka Allah akan menjamin segala kebutuhanmu dalam roh, jiwa dan tubuh. Allah yang akan menyediakan segalanya. Kita sedang dalam perjalanan dinas untuk menghadirkan kehendak Allah, memberitakan kabar baik kepada orang lain. Yesus Kristus datang untuk memberi hidup dalam segala kelimpahan bagi roh, jiwa dan tubuh kita. Zona nyaman tidak boleh sampai membuat kita terlena. Meskipun dalam zona nyaman, harus tetap mengenakan segala perlengkapan dan berjaga-jaga.
Dalam kisah Ayub yang saleh, dituliskan bahwa ia adalah seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.Bahkan sejak masa mudanya, ia sangat memperhatikan kehidupan orang-orang sekitarnya. Allah sangat memberkatinya, segala sesuatu yang dikerjakannya selalu berhasil. Ia adalah orang yang paling kaya di zamannya. Sampai pada suatu saat, ia kehilangan segala yang ia miliki dalam waktu yang singkat. Secara alamiah, Ayub kecewa bahkan ia mengutuki hari kelahirannya. Tetapi setelah ia menyadari semuanya, ia meminta ampun kepada Tuhan bahwa ia salah dalam berpikir menilai Tuhan. Allah lalu memulihkan keadaannya dan Ayub memperoleh dua kali lipat dari yang pernah ia miliki sebelumnya. Ayub segera mengadakan pemberesan dengan Allah.
Zona nyaman pun tidak membuat Ayub menjadi sombong atau lupa diri akan tugas tanggung jawabnya. Dalam hidup, ada suatu saat dimana kita mengalami zona nyaman, itu adalah suatu anugerah dari Tuhan. Dalam masa sukar, Allah juga akan melihat bagaimana pola pikir, sikap dan tindakkan kita dalam menghadapinya.

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Pencuri disini ialah Iblis dan semua roh-roh jahatnya yang selalu berusaha menjauhkan orang-orang percaya dari hadirat Allah untuk kembali kepada kebinasaan. Orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus dikatakan bahwa tubuhnya digunakan roh jahat sebagai senjata kelaliman. Tetapi orang percaya menjadi incaran utama dari si jahat. Iblis selalu berusaha mencuri benih firman yang ditabur dalam hati manusia. Jika terus menerus kecurian, mengaburkan kebenaran firman Tuhan maka akan mengalami kematian rohani dan kebinasaan tubuh jasmani.

Wahyu 12:12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! Karena iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.

Semakin orang percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, semakin Iblis mencari cara untuk dapat menghancurkan kehidupan orang tersebut. Iblis tidak hanya santai melihat orang percaya. Semakin kita setia, semakin kita mau sungguh-sungguh, Iblis akan berusaha untuk mencuri benih firman yang ada sehingga membuat kita jadi ragu-ragu akan firman. Saat ini ada banyak pengajaran-pengajaran yang palsu yang menyerupai pengajaran Yesus dimana hal ini adalah salah satu strategi dari si jahat untuk menghancurkan iman percaya kita. Ayub yang saleh pun, iblis sangat ingin menjatuhkannya. Demkian pun Yesus memperingatkan Petrus bahwa iblis ingin menampinya. Kita perlu berjaga-jaga.

Iblispunbisa saja mencuri kesehatan kita.
Ada hal yang menjadi faktor penyebab seseorang sakit ialah anatar lain karena faktor alamiah dimana seseorang tidak menjaga kesehatannya, pola makan yang tidak benar, ada juga disebabkan oleh pikiran yang stres, dan yang disebabkan oleh karena melanggar firman Tuhan. Kita harus menjaga jangan sampai kesehatan kita dicuri oleh si jahat.

Menghancurkan berkat-berkat Allah dalam hidup kita.
Ayub kehilangan segala harta benda yang ia miliki termasuk kesehatannya, ditujukan karena si jahat menginginkan Ayub agar mengutuki Allahnya. Sesaat ia berpikir negatif tetapi akhirnya ia menyadari kesalahannya dan meminta ampun kepada Tuhan dan Tuhan pun memulihkan keadaannya.

Mencuri waktu kita dengan Tuhan.
Kita mendapatkan seorang sahabat dan menjadi dekat hanya melalui komunikasi. Dengan sering berkomunikasi, kita akan semakin akrab dan terbangun suatu hubungan, ada ikatan batin. Hal yang sama yang Tuhan rindukan ialah persekutuan pribadi kita dengan Dia. Iblis berusaha mencuri waktu kita dengan hal-hal lain. Ketika kita memuji Tuhan, seringkali pikiran dan hati kita di tempat lain. Segala bentuk cara iblis lakukan hanya untuk mencuri waktu persekutuan, waktu keintiman kita dengan Tuhan. Si jahat mempengaruhi untuk tidak hidup sesuai dengan agenda Tuhan.Seringkali kita mengatur cara hidup kita sendiri tanpa melibatkan Tuhan.
Ketika Abraham dan Sara menunggu janji Allah digenapi dalam hidup mereka, Sara “membantu” Tuhan untuk menggenapi janji tentang keturunannya. Ia berpikir jika melalui Hagar, hamba perempuannya yang masih muda, ia dapat memperolah keturunan. Karena tidak sabar maka ia memakai caranya sendiri. Itulah pengaruh dari si jahat.

Efesus 6:12 Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa perjuangan kita ialah bertempur, bergulat, bertarung.

1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si iblis,berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Ayub yang sangat teliti dan berhati-hati dalam menjaga kehidupannya pun masih mendapat dakwaan dari si jahat. Jika seseorang membuka cela dalam dirinya, maka Iblis akan masuk dan menghancurkannya. Iblis akan memakai suatu keadaan untuk menakut-nakuti orang percaya.

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 1 Yohanes 4:4
Sebab Roh yang ada di dalam kita, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Yesus yang ada didalam diri setiap orang percaya, lebih hebat dari segala kuasa yang ada di dalam dunia.

Kita harus menyadari hal ini, kita harus makan makanan rohani sehingga iman kita bertumbuh dan semakin kuat. Di dalam diri kita sendiri, ada keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup yang melekat dan jika kita tidak disiplinkan dengan kekuatan kuasa Allah maka akan berseteru dengan Allah. Jika kita membiarkan diri kita dikuasai oleh segala keinginan daging maka kita menjadi seteru Allah karena tidak ada kasih akan Allah dalam diri kita.

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; terjemahan lain mengatakan pakailah seluruh perlengkapan perang yang diberikan Allah.

Kita hidup sehari-hari adalah dalam peperangan rohani bukan peperangan fisik dengan orang. Jadi tidak bisa kita hanya santai-santai atau memberi diri melawan si jahat dengan kekuatan diri sendiri. Perlengkapan rohani yang pertama harus kita kenakan ialah ikat pinggang kebenaran yaitu kebenaran dalam hidup sehari-hari. Tidak munafik tetapi tulus dan memiliki hati nurani yang bersih. Baju zirah yaitu selalu menjaga hati dengan penuh kewaspadaan sehingga tidak ada tempat bagi hal-hal negatif, kebencian, sakit hati atau sombong. Kasut yaitu siap sedia memberitakan injil, baik atau tidak baik waktunya, menjadi injil bagi orang lain. Dengan membagikan apa yang ada pada kita, kita pun dapat memberitakan injil kepada orang lain, menjadi saluran berkat bagi orang di sekitar kita. Perisai iman yaitu perlindungan dari Tuhan terhadap diri kita. Iblis bekerja dengan panah apinya. Si jahat tidak dapat membaca pikiran atau pun hati kita tetapi ia memakai strategi dengan tipu muslihat dan panah apinya, melakukan serangan terhadap pikiran-pikiran kita dengan pikiran-pikiran negatif, putus asa dan hilang pengharapan. Jika kita tidak mengenakan perisai iman, Iblis dapat masuk dan menghancurkan iman kita dengan hal-hal tersebut. Ketopong keselamatan yaitu perlindungan terhadap pikiran. Salah satunya yaitu dalam bentuk stress, kuatir, bimbang ragu, tetapi jika seseorang memiliki janji Allah dalam dirinya, maka ia tidak akan pernah kehilangan pengharapan sehingga panah api si jahat tidak dapat menyentuh dirinya. Memakai ketopong keselamatan berarti selalu memiliki pengharapan dalam Allah.
Berbeda dengan perlengkapan sebelumnya yang digunakan untuk bertahan dari serangan si jahat, senjata pedang Roh adalah untuk menangkis, menyerang dan mengusir iblis. Ketika Yesus digoda oleh Iblis, Ia selalu katakan Firman “ada tertulis…” Iblis selalu berusaha membelokkan Firman sehingga setiap orang percaya harus berhati-hati terhadap setiap pengajaran Firman agar tidak salah mengerti. Saat ini sangat banyak ajaran injil yang menyimpang, injil-injil palsu.Pedang Roh yang adalah Firman Allah berkuasa untuk mengusir si jahat. Setiap orang percaya harus mempunyai waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Firman. Hanya Firman Allah Yang membuat kita kuat dan dapat melawan kuasa si jahat. Harus ada persekutuan dengan Firman. Untuk siaga 1,kita harus memperlengkapi diri dengan Firman, doa dan persekutuan. Bukan Tuhan yang mengenakan senjata itu kepada kita, melainkan kita yang harus mengenakannya. Allah sudah menyediakan dan memberikannya kepada setiap orang yang percaya kepadanya, tugas kita adalah mengambil dan mengenakannya. Kita tahu mana bagian Allah dan mana bagian kita, bukan hanya tahu beres tetapi harus ada kerjasama antara kita dan Allah.
Berdoalah setiap waktu dan berjaga-jagalah. Berdoa disini adalah tetap berada dalam hadirat Tuhan. Dalam segala aktifitas kita, kemana pun kita akan pergi minta hikmat Allah dan melakukannya bersama dengan Allah.

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kolose 3:23 Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kolose 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

1 Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Lukas 10:27 Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Usaha mau pun jerih lelah kita tidak akan menambah berkat dalam hidup hanya Tuhan yang menambahkan berkat dalam kehidupan manusia. Hiduplah di dalam hukum Allah dan kehendak-Nya, maka Allah akan berkenan atas hidup kita dan memberkati kita dalam kelimpahan-Nya.

By : Pdt. Milkha Potuda

FENOMENAKARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS (2)

1 Korintus 14:26-33 26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. 27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.29 Tentang nabi-nabi — baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.30 Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”

I. MENGUJI FENOMENA KARUNIA ROH KUDUS
Beberapa minggu lalu kita telah belajar tentang “fenomena baptisan Roh Kudus”. Fenomena yang terjadi saat pertama kali pencurahan Roh Kudus di loteng Yerusalem adalah Xenolalia yaitu bahasa roh yang dapat dimengerti oleh setiap suku bangsa. Namun fenomena berikutnya yang terjadi adalah Glossolalia yaitu bahasa roh yang tidak dimengerti oleh seorangpun. Jadi pada peristiwa baptisan Roh Kudus banyak terjadi fenomena yang berbeda-beda. Begitupun pada “fenomena karunia-karunia Roh Kudus”.
Namun kita harus berhati-hati karena fenomena-fenomena itu, baik fenomena baptisan Roh Kudus maupun fenomena karunia-karunia Roh Kudus tidak bisa dijadikan doktrin!
Jika fenomena dijadikan doktrin maka ini sangat berbahaya karena akan terjadi 2 hal:
1. Penyesatan: bagi pengikutnya dan bagi orang yang percaya.
2.Penolakan: bagi orang yang tidak percaya. Disini iblis juga bisa mengambil keuntungan karena apa “yang benar” pun dapat ditolak.

Firman Tuhan berkata agar kita menguji SETIAP roh agar kita tidak menerima yang sesat sekaligus agar kita tidak menolak yang benar. Jadi setiap pekerjaan pelayanan yang berkaitan dengan Roh Kudus harus diuji. Kita harus berhati-hati agar tidak tersesat karena “yang benar” dan “yang sesat” bisa keluar dari orang yang sama.

Kita harus mengerti bahwa dalam hal pemilihan Tuhan kepada seseorang untuk dipakai sebagai alat-Nya, tidak tergantung oleh latar belakang orang tersebut. Contohnya:
1. Di Yerikho, Tuhan memakai Rahab seorang perempuan sundal. Apakah tidak ada perempuan baik-baik di Yerikho sehingga Tuhan memakai seorang perempuan sundal untuk menyelamatkan mata-mata orang Israel? 2. Saat Samaria terkepung dan penduduk kota itu kehabisan makanan, Tuhan memakai orang-orang kusta untuk menemukan makanan. Padahal zaman itu orang kusta adalah orang-orang yang tidak dianggap dan terpinggirkan. Mengapa Tuhan memakai mereka? Tidak adakah orang lain?

Inilah yang terkadang menimbulkan penolakan karena kita melihat latar belakang orang. Padahal kita akan mengerti hal ini jika kita mengerti didalam konteks kedaulatan Tuhan.

II. CARA KERJA MALAIKAT TERANG (IBLIS) DALAM GEREJA TUHAN
Kita hidup di penghujung akhir zaman. Iblis bekerja dengan berbagai macam cara, bukan hanya melalui berbagai bencana alam, peperangan, dlsbnya, namun juga iblis bekerja di dalam gereja untuk mengacaukan segala sesuatu.
2 Korintus 11:13-14 13Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 14Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.”
Saat Alkitab berkata bahwa iblis bisa menyamar sebagai Malaikat Terang, maka dari sini kita bisa tahu dimana iblis beroperasi, bagaimana dia beroperasi, dan apa hasilnya.

Dari ayat tersebut kita tahu bahwa Iblis pun bisa bekerja di dalam gereja, melalui nabi-nabi palsu, dan menghasilkan pengajaran-pengajaran sesat (“Cult”). Namun anehnya pengajaran-pengajaran ini dengan tekun diikuti oleh pengikut-pengikut gereja tersebut, dan memang terjadi berbagai fenomena ajaib yang menyertainya.Sebagai contoh:
1. Ada pengajaran bahwa anggur perjamuan kudus dapat disiram ke tempat-tempat keramat. Ini penyesatan karena roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus – yang tertulis didalam Alkitab – untuk dimakan dan diminum. Alkitab tidak mencatat bahwa anggurnya bisa dipakai untuk menyiram tempat keramat.
2. Pengajaran bahwa minyak urapan dapat diminum. Ini juga sesat karena Alkitab mencatat bahwa minyak urapan dipakai untuk mengurapi. Namun ada pengajaran bahwa minyak urapan bisa diminum, dan karena terjadi mujizat maka banyak yang mengikutinya. Mengapa? Karena manusia memang suka dengan fenomena-fenomena. Padahal ini penyesatan. Karena itu penting untuk mengikuti PEMURIDAN karena pemuridan itu DOKTRIN dan doktrin itu DASAR.

III. CARA KERJA KARUNIA ROH KUDUS
Kita harus memahami dan memisahkan antara “pribadi” dan “karunia”-nya. Saat karunia Roh Kudus bekerja dalam diri seseorang, ia sadar 100% dan tidak dirasuk seperti setan/roh jahat merasuk dan membuat orang tidak sadarkan diri. Saat karunia Roh Kudus bekerja dalam diri seseorang, ia sadar 100%. Karena ia sadar 100%, maka faktor jiwani – yaitu pikiran, perasaan, kehendak – orang tersebut bisa masuk dan tersalur dalam bentuk karunia. Contoh dari kisah nyata: seorang siswi sekolah Alkitab bernubuat bahwa ia telah dijodohkan Tuhan dengan seorang siswa sekolah Alkitab. Ini bukan nubuat dari Tuhan melainkan sudah tercampur dengan keinginan jiwa orang tersebut.
Waspadalah! Jika karunia Roh Kudus dicemari oleh unsur jiwani/roh manusia, maka datanglah Malaikat Terang (iblis) bekerja melakukan penyesatan.
Ada pula seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa. Dia memiliki karunia kesembuhan dan banyak orang dengan penyakit parah disembuhkan. Namun karena ia menerima begitu banyak sorotan, pujian, ia jatuh dalam dosa seksual. Untunglah dalam kejatuhannya ia bertobat dan kembali kepada Tuhan maka Tuhan memulihkan hidupnya. Itulah sebabnya kita harus mencamkan hal ini: Karunia tidak lebih berharga dari “buah roh”. Karunia sifatnya hanya pemberian, bisa permanen namun bisa juga karunia tersebut hanya beroperasi dalam satu saat itu dan tidak terjadi lagi.

IV. KARUNIA ROH KUDUS DALAM IBADAH
1. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus mengajar jemaat bagaimanakah ibadah itu seharusnya: 1. Setiap orang datang dengan seluruh keberadaannya siap untuk beribadah / berbuat bakti kepada Allah, yaitu untuk mempersembahkan sesuatu. Jadi dalam ibadah, orang percaya bukan berpikir untuk menerima sesuatu dari Tuhan melainkan untuk membawa persembahan kepada Allah baik itu pujian, ucapan syukur, dll. Karena semua orang percaya sudah siap, maka tinggal Roh Kudus yang memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk berkarunia.

2. Saat orang percaya berkarunia/saat karunia bekerja, harus dilakukan seorang demi seorang, bukan beramai-ramai.
a. Jika seorang berkarunia bahasa roh, namun bahasa roh yang dia ucapkan selama beberapa saat tidak ada yang menafsirkannya, maka orang tersebut harus menahan diri dengan cara mengecilkan volume suaranya / berdiam diri. Orang tersebut bisa berdiam diri karena ia dalam kondisi sadar 100%. Jika ia tidak bisa berdiam diri, maka hamba Tuhan memiliki tanggung jawab untuk menertibkan orang tersebut.
b. Jika ada yang menyampaikan pernyataan Tuhan, maka orang percaya yang lain mengaminkan pernyataan Tuhan tersebut.

3. Karunia Roh Kudus bekerja atas kehendak Roh Kudus, bukan dari kehendak manusia. Dalam sebuah seminar, seorang hamba Tuhan yang menjadi pembicara, menyuruh para peserta duduk berpasangan dan peserta yang pertama disuruh menyampaikan pernyataan Tuhan/nubuat kepada peserta kedua. Kemudian berikutnya bergantian peserta kedua yang menyampaikan pernyataan Tuhan/nubuat kepada peserta pertama. Ini pengajaran yang sangat berbahaya! Karena karunia Roh Kudus termasuk karunia nubuat itu bekerja bukan dari kehendak kita – bukan seperti saklar lampu yang mau kita tekan untuk menyalakan dan mematikan lampu semau kita. Akhirnya yang terjadi bukan “nubuat” tetapi “lubuat” (lu yang buat-buat).

V. CARA TUHAN BERBICARA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Bagaimana cara Tuhan berbicara kepada orang percaya?
1. Pertama-tama Tuhan berbicara melalui Roh Kudus dalam diri kita tentang Firman Tuhan. Roh Kudus akan mengingatkan kita akan segala Firman yang pernah kita dengar dan baca.
2. Melalui segala sesuatu yang ada disekitar kita: bisa melalui manusia (orang disekitar kita), alam semesta, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi kemudian Roh Kudus memberi pengertian kepada kita akan kehendak Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak orang percaya yang menjadi ekstrim:
1. Mudah sekali mengatasnamakan Tuhan. Kita perlu berhati-hati untuk tidak “mengatasnamakan Tuhan” untuk menasihati orang lain. Contoh: jika kita mau menasihati orang lain, kita langsung saja menasihati orang tersebut berdasarkan Firman Tuhan, misalnya, “Saudara, saat ibadah datanglah tepat waktu.” Tidak perlu mengatasnamakan Tuhan dengan berkata, “Tuhan bilang…”, “Tuhan bilang…”, “Tuhan bilang…”, misalnya, “Saudara, Tuhan bilang saudara suka datang terlambat. Tuhan bilang saudara harus datang tepat waktu.” Jangan sedikit-sedikit mengatasnamakan Tuhan dalam berbicara.
2. Tidak mau membuat perencanaan dengan alasan mengikuti tuntunan Roh. Ada seorang hamba Tuhan yang tidak terbiasa dalam perencanaan. Saat ia diperintahkan untuk membuat perencanaan pelayanan, ia tidak mau membuatnya. Alasannya mengikuti tuntunan Roh. Nanti sudah dekat saatnya, apa yang Roh Kudus sampaikan baru ia lakukan. Padahal jika ia benar-benar mengikuti tuntunan Roh, ia pasti membuat perencanaan karena Tuhan bekerja dengan perencanaan yang teratur.
3. Tidak ada perencanaan karena beralasan “Jika Tuhan kehendaki”. Ada orang-orang yang jika ditanya mengenai perencanaannya, ia tidak memberi kejelasan namun hanya berkata, “jika Tuhan kehendaki”. Ada orang yang ditanya apakah ia akan berangkat ke Jakarta minggu depan? Ia tidak menjawab “ya” atau “tidak”, namun “jika Tuhan kehendaki”. Hal ini berarti orang itu tidak membuat perencanaan. Orang yang tidak terbiasa membuat perencanaan akan merusak masa depannya, karena cara me-manage visi Allah ada tahap-tahapannya yaitu perencanaan. Jadi perkataan “Jika Tuhan kehendaki” sebenarnya cukup ada di hati kita untuk mengingatkan kita agar melibatkan Tuhan dalam perencanaan dan tidak mengandalkan diri kita sendiri.

By : Pdt. R. F. Martino