This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MEMELIHARA KESATUAN ROH (2)

Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera

Matius 18:18-20 18Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Beberapa prinsip dasar sudah kita pelajari beberapa minggu lalu.
1. KESATUAN
Kesatuan bukanlah satu. Arti satu adalah tunggal, tapi kesatuan adalah beberapa oknum/benda yang dijadikan dijadikan satu.
2. SEPAKAT.
Berbicara mengenai kesatuan Roh berarti ketika banyak oknum di dalamnya maka semakin tidak mudah untuk mencapai sepakat. Oleh sebab itulah Tuhan berkata “…Berusahalah memelihara kesatuan Roh…”
Iman adalah hal yang sangat pribadi dengan Tuhan (Vertikal). Sedangkan kesatuan adalah berkaitan dengan hubungan manusia satu dengan yang lainnya (Horisontal). Ketika hubungan horizontal bermasalah maka “sepakat” tidak akan bisa terjadi.
Dalam Matius 18:18 tertulis bahwa kita sudah diberi hak iman, tetapi ketika kita berkumpul bersama-sama dengan orang percaya yang lain (Matius 18:19-20) maka kita harus berusaha sepakat, semua harus berpusat pada Kristus.
Perlu dipahami bahwa yang yang memelihara kesatuan bukanlah benda mati tapi adalah manusia yang hidup. Ketika masing-masing berkarunia, maka orang tersebut sadar 100%.

Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Artinya semua dibuat menjadi damai sejahtera tidak ada yang merasa tertekan ataupun tidak nyaman tapi semua diikat oleh damai sejahtera.
Oleh karena ini adalah manusia lahiriah semua akan dikendalikan oleh faktor jiwani (kehendak, perasaan dan pikiran) inilah yang seringkali bermasalah dan mendatangkan masalah dalam hal kesatuan Roh dan dalam hal sepakat.

Efesus 5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Ada hubungan apa mabuk dengan penuh dengan Roh?
Perbandingan yang Tuhan berikan antara “mabuk anggur” dan “penuh dengan Roh” adalah hal yang penting. Sebab kalau kita tidak memahami ini maka akan terjadi seperti ini: tubuh yang yang berpijak pada bumi tapi “nge-roh”. Artinya bahwa setiap pribadi harus memahami realita yang ada, meskipun kita tahu bahwa semua yang terjadi di alam nyata dikontrol dari alam roh, tapi Tuhan akan memberi hikmat agar kita tidak seolah-olah hidup hanya di alam roh (“nge-roh”) padahal masih hidup di alam nyata.

Efesus 5:19-21 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita: 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Hal ini berbicara mengenai ketertiban dan bagaimana melaksanakan sepakat serta memelihara kesatuan Roh.
Sesuatu yang ada kaitannya dengan Roh harus ada usaha untuk menaklukkan unsur jiwa dibawah kehendak Roh, supaya tidak ada yang “merajalela” sehingga tetap ada ikatan damai sejahtera dengan orang lain.

Wujud merendahkan hati bisa dilihat dari kerendahan dirinya di alam nyata. Hanya Tuhan yang tahu dan bisa menilai kerendahan hati seseorang. Kerendahan diri disini tidak berbicara tentang hal minder.

Jika seseorang tidak mau hidup oleh Roh maka unsur jiwani yang akan mengendalikannya. Selama unsur jiwani tidak bisa ditaklukkan dibawah kehendak Roh, maka ia tidak akan pernah mengalami hidup oleh Roh.

“rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.
Ketika hal ini dipraktekkan maka semua akan saling menjaga diri dalam kerendahan. Jika tidak, maka hanya ada satu orang yang menonjol. Atau bisa juga masing-masing meluapkan emosinya sehingga menjadi ramai.
Jadi harus ada unsur penaklukkan diri.

“berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Ini tidak dapat terlaksana jika belum ada kesatuan Roh.

I Korintus 14:26 “Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”
Ketika kita datang beribadah, kita sudah harus mempersiapkan segala sesuatunya. Jangan ada yang melamun dalam ibadah, tidak menikmati puji-pujian yang dinaikkan. MEmpersembahkan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Dan sementara masing-masing pribadi mempersembahkan sesuatu, maka pribadi itu juga siap untuk menerima karunia yang akan Tuhan berikan padanya.

By : Pdt. R. F. Martino