October 2014
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday186
mod_vvisit_counterYesterday239
mod_vvisit_counterThis week1194
mod_vvisit_counterLast week1390
mod_vvisit_counterThis month6044
mod_vvisit_counterLast month4111
mod_vvisit_counterAll days97330

We have: 3 guests, 1 bots online
Your IP: 54.167.75.155
 , 
Today: Oct 31, 2014

I PETRUS 2:9-10

Written by Pdt.Ir.Effendi Setiawan    Tuesday, 12 February 2013 10:55

GppsPalu - “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” (1 Petrus 2 : 9 – 10)
Ayat diatas dengan jelas mengatakan tentang keadaan kita sebagai orang percaya, tetapi terkadang kita lebih mendengarkan apa yang menjadi penilaian dunia bahkan penilaian iblis tentang diri kita.
Dunia menilai diri kita hanya dari tampilan luar yang kita punya, dari   gelar, status sosial, dan popularitas kita, padahal penampilan luar dapat menipu dan lewat penampilan luar kita dapat memanipulasi orang lain sehingga kita dianggap hebat, luar biasa. Penilaian dunia tentang kita pun bisa keliru.
Iblis juga seringkali membuat penilaian tentang diri kita dengan cara menuduh, dan memutar kembali “kaset lama” yang berisi tentang rekaman dosa –dosa kita, sehingga kita selalu merasa tidak layak di hadapan Tuhan.
Keadaan kita yang sebenarnya adalah apa kata Alkitab.

I.     APA KATA ALKITAB TENTANG KITA SEBAGAI UMAT ALLAH?
Bangsa yang terpilih
Bangsa yang terpilih atau Chosen Generation, suatu generasi yang sengaja dipilih oleh Tuhan, kata bangsa berarti   bukan hanya satu atau dua orang tetapi sekelompok orang yang bersama-sama dipilih.
Menurut 1 Petrus 1:2, Kita adalah orang-orang yang dipilih sesuai rencana Alah, padahal sesungguhnya tidak ada yang layak dari hidup kita sehingga kita dipilih Tuhan. Kebaikan kita pun seperti kain kotor di      hadapan Tuhan, tetapi Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan ( Efesus 1:4) dan ada tujuan dan rencana Allah ketika memanggil kita ( Efesus 2 :10 ).
Itulah pentingnya bagi kita untuk menangkap tujuan hidup kita, apa yang kita rencanakan dalam hidup ini harus berlandaskan rencana Tuhan. Tujuan kita hidup didunia harusnya adalah:
1.  Hidup memuliakan Allah dengan segala talenta dan tanggung jawab yang Tuhan berikan dalam hidup kita.
2.  Hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, ketika kita diberkati berarti hidup kita juga harus memberkati orang lain.
Sebagai orang-orang pilihan kita harus menunjukkan kualitas rohani sebagai orang-orang pilihan,harus hidup  berbeda dari orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
B. Imamat yang rajani
Dalam Wahyu 1:6, Tuhanlah yang membuat kita menjadi Imam dan Raja, bahkan dalam 1 Petrus 2:5 dikatakan kita ini dipakai sebagai batu hidup.
Seorang Imam memiliki hak dan wibawa tetapi juga harus memikul tanggung jawab dalam tugas sebagai imam. Tugas imam adalah mempersembahkan korban, menaikkan doa, dan memberi berkat.
Kalau kita disebut imam berarti kita adalah orang-orang yang mempersembahkan korban, dan Korban yang paling Tuhan nantikan adalah hidup kita yang kudus dan berkenan kepada Tuhan ( Roma 12:1 )
Menjadi seorang imam juga harus menjadi berkat bagi orang lain.
C.  Bangsa yang kudus
Ibrani 12:14 memerintahkan kepada kita “Kejarlah kekudusan!”, kata “mengejar” mengharuskan ada usaha yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh kekudusan, jangan pernah menyerah sampai kita   berhasil melakukannya. Rasul Petrus juga pernah menasihatkan kepada Timotius untuk menjadi teladan bagi orang percaya lainnya, termasuk menjadi teladan dalam hal kekudusan. Tuhan menghendaki agar hidup kita menjadi kudus seluruhnya (1 Petrus 1 : 15).
Kekudusan harus total tidak setengah-setengah supaya kita tidak lagi berbalik ke kehidupan yang lama, karena Tuhan sendiri yang memanggil kita untuk dijadikan kudus (Roma 1 : 7)

D. Umat kepunyaan Allah sendiri
Dalam Kitab Yesaya dikatakan bahwa kita berharga di mata Tuhan dan mulia dalam pandangan-Nya, ini menunjukkan bahwa kita istimewa di hadapan Allah, kita adalah milik Allah, oleh karena itu jika ada orang-orang yang berniat berbuat jahat terhadap kita berarti sedang berhadapan Allah sendiri dan mereka akan menerima akibatnya. Oleh karena itu firman Tuhan berkata janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Sesuatu yang bernilai istimewa ataupun berharga tentunya akan dijaga atau dipelihara dengan sebaik-baiknya, demikian pula dengan kehidupan kita sebagai umat pilihan Allah yang istimewa dan berharga, tentunya Allah sendiri yang akan menjaga dan memelihara kehidupan kita. Karena Allah sendiri telah berjanji  akan memelihara hidup kita.

II. DARI MANA ASAL KITA?
“… yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”
Ini menunjukkan darimana kita berasal, Tuhan menghendaki supaya kita tidak kembali ke tempat asal kita yaitu kegelapan atau dosa-dosa kita.
Dalam kitab kejadian pun dikatakan kecenderungan hati kita adalah berbuat jahat, bahkan tabiat dosa sebenarnya ada dalam kehidupan kita sebagai manusia, Rasul Paulus sendiri pernah berkata “Aku ingin melakukan yang baik, tetapi justru yang aku lakukan adalah yang jahat”, karena tabiat dosa mengikat dirinya. Tetapi Rasul Paulus bersyukur kepada Yesus yang telah mengangkat dia.
Kita tidak dapat membersihkan diri kita sendiri, kita perlu Yesus untuk membersihkan kehidupan kita, darah-Nya yang akan menyucikan dosa-dosa kita, tangan-Nya yang akan mengangkat kita dari lumpur dosa, itulah bukti kasih Allah dalam hidup kita. Efesus : 3 – 18 berkata, “Aku   berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,”

III. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG?
A. Hidup kita sekarang haruslah menjadi kesaksian bagi banyak orang, memberitakan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah (Kis 2 : 11). Tuhan yang berbuat segala sesuatu yang baik dalam hidup kita, itulah yang harus kita    saksikan. Bukan menyaksikan apa yang telah kita lakukan (mis.Berdoa dan puasa) sehingga sepertinya imbalan dari apa yang kita lakukan yang membuat Tuhan menjawab doa-doa kita. Padahal itu hal yang keliru, seharusnya yang kita saksikan adalah kebaikan-kebaikan Tuhan yang sudah dan akan terus berlangsung dalam hidup kita. Pengalaman-pengalaman rohani kita        bersama Tuhan itulah yang harus kita saksikan kepada orang lain. Dengan bersaksi  berarti kita juga         merindukan kedatangan Tuhan dan mempercepat kedatangan-Nya.

B. Dalam kehidupan sebagai orang percaya kita pun wajib berkorban untuk Tuhan, karena Tuhan sendiri telah bnerkorban untuk kita. Selain itu juga berkorban untuk melakukan sesuatu bagi orang lain. Pengorbanan total untuk keselamatan jiwa-jiwa disekitar kita. Seperti yang dikatakan oleh 1 Yoh 3 : 16, “Demikianlah kita     ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Amin.

Ringkasan Khotbah Minggu, 03 Februari 2013

 

Last Updated on Wednesday, 13 February 2013 11:51
 


MINGGU

07.00 Ibadah Raya I

16.00 Sekolah Minggu

19.00 Ibadah Raya II

SENIN

16.00 Doa Puasa

19.00 Komsel Pemuda,Remaja

19.00 Persekutuan Kaum

Laki-laki (Senin I dan III)

SELASA

19.00 Persekutuan Pelayan Altar

RABU

19.00 Kelompok Sel Dewasa

19.00 Persekutuan Dewasa

Muda (2 Minggu Sekali)

KAMIS

18.00 Kebaktian Kaum Remaja

JUMAT

16.00 Kebaktian Kaum Wanita

22.00 Doa Semalaman di Bukit

Doa Karmel

SABTU

19.00 Kebaktian Kaum Muda

 

You are here: