TETAPLAH BERJUANG
Yudas 1:3 “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus”.
Besok merupakan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75. Walaupun sudah berusia 75 tahun kita harus menyadari bahwa Bangsa Indonesia harus tetap berjuang. Angka 75 itu bukan angka yang kecil. Namun kita tahu bahwa belum semua rakyat memahami negerinya sendiri dalam segala aspek. Makanya secara umum kita juga memahami berbagai gejolak-gejolak baik kata-kata, gerakan, atau apapun tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya. Bahkan tuntutan-tuntutan yang tidak mendasar, tidak menangkap bahwa merdeka dari penjajahan memang sudah secara (tidak dijajah lagi/tidak berperang). Tetapi untuk menikmati apa yang namanya kemerdekaan yang sudah diperoleh kata “Berjuang” itu tidak akan pernah lenyap dan masih tetap berlaku didalam kehidupan setiap orang. Karena kita harus menyadari hidup ini bukan hanya perjalanan seiring dengan waktu tetapi hidup ini adalah perjuangan.
Yang akan kita pelajari ialah sederhana, tentu pengetahuan kita berbeda-beda masing-masing sesuai bidang tentang negeri dan bangsanya, oleh karena pemahaman ini berbeda-beda maka mengakibatkan tidak adanya keseimbangan didalam memahami apa itu tetap berjuang. Sebagai orang percaya kita tidak bisa menganggap setiap peristiwa apa saja yang kita lihat, dengar, alami, hanya lewat begitu saja tanpa dapat menangkap apa nilai-nilai ilahi didalam peristiwa itu sendiri, kalau kita tidak bisa menangkap nilai-nilai ilahi dalam setiap peristiwa yang terjadi maka kita tidak akan pernah bertumbuh dalam segala hal karena bermasa bodoh, sikap masa bodoh itu yang akan kita miliki dan juga sikap menuntut hak tanpa melakukan kewajiban.
Dengan peringatan 75 tahun kemerdekaan, makna apa yang dapat kita tangkap seturut sejauh mana yang sudah kita pahami tentang sejarah perjuangan Bangsa ini? Apa yang sudah kita alami secara berbangsa, bernegara dan sebagai warga negara itu tidak beda dengan apa yang sudah dan sedang kita alami sebagai orang percaya. Saudara dan saya sesudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi saat itu kita dibebaskan, saat itu kita menerima kemerdekaan secara pribadi tidak akan mengalami kebinasaan melainkan kehidupan yang kekal. Oleh iman kita mengakui, kita memahami bahwa kita telah dimerdekakan dari dosa dari penghukuman yang kekal dan kita sudah menjadi orang percaya. Pertanyaannya sudah berapa lama saudara mengalami hidup merdeka di dalam Kristus? Apa pemahaman Saudara setelah dimerdekakan oleh Yesus Kristus Tuhan dan saudara sudah menjadi orang percaya yang tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal dalam kerajaan Sorga?
Sebagian umat Tuhan memahami bahwa kemerdekaan yang sudah di anugerahkan oleh Yesus Kristus melalui pengorbanannya diatas kayu salib, tetapi pemahaman ini kemudian menjadi masalah tentang hidup di dunia sebagian menganggap karna sudah semua dikerjakan oleh Kristus kita tinggal terima beres di “dunia” sedangkan yang kita terima beres itu di sorga karena itu anugerah, pemberian, pengampunan dosa dan dibebaskan kemudian ia beroleh hidup yang kekal. Tetapi waktu Saudara dan saya menjadi percaya dan terima anugrah keselamatan itu tidak langsung meninggal, melainkan masih hidup di dunia, lalu apa makna daripada kemerdekaan dari dosa dan kemerdekaan dari penghukuman ini dalam kehidupan yang kita jalani di dunia. Mereka menganggap Yesus sudah berjuang untuk kita semua jadi tidak ada lagi perjuangan, kita tinggal terima beres yang penting percaya. Sayang sekali bahwa sebagian pemberitaan di mimbar itu membawa kekristenan mistik, melahirkan kekristenan mistik yang melumpuhkan potensi-potensi yang ada sebab mereka menganggap “percaya saja nanti Tuhan yang bekerja”. Benar! percaya saja itu keyakinan yang ada dalam diri kita yang bisa punya iman dan keyakinan dalam diri adalah orang yang masih hidup, bukan orang yang sudah mati.
Dan kalau kita meyakini, mengimani dalam iman kita tentang diri kita yang masih hidup tentu saja kita tidak akan tinggal diam, tentu saja kita bekerja sama dengan Allah, mana bagian Tuhan, mana bagian kita. Inilah yang menjadi problem, kita mempunyai potensi, namun kadang kala kita tidak mengerjakan apa yang Tuhan sudah lengkapi didalam diri kita, kita menjadi pasif! dan tidak heran kemudian ada nyanyian tentang agama “Candu” mengapa orang komunis mengatakan agama itu candu? karena mereka menemukan ada orang yang kecanduan dengan kegiatan rohani sementara potensi yang ada dalam dirinya luar biasa yang bisa ia kerjakan untuk kemuliaan Tuhan, tapi sekali lagi pasif!
Begitu kita beriman kepada Kristus, tugas kita adalah mempertahankan iman dan tugas mempertahankan iman itulah perjuangan iman. Dimana diperjuangkan? Dimana dipertahankan? Di dunia. Apakah iman berbicara hanya mengenai hal-hal rohani? Tidak. Karena Tuhan menetapkan kamu harus hidup oleh iman berarti seluruh pergerakan hidup kita harus sesuai Firman yang kita imani karena iman ialah Firman. Namun kalau kita pasif dalam semua gerakan hidup kita, kita tidak mau berjuang ada apa dengan kehidupan iman di dunia ini sehingga harus dipertahankan dalam bentuk berjuang. Selalu kita diingatkan, setiap realita hidup adalah tantangan iman! Saudara dan saya ditaklukan oleh realita hidup itu dalam wujud peristiwa-peristiwanya atau iman kita bisa menyelesaikan peristiwa realitas hidup itu yang sedang kita hadapi.
Seluruh aspek hidup kita adalah perjuangan! Keselamatan adalah anugrah, aspek hidup di dunia dalam berbagai bentuknya adalah perjuangan iman, itu perlu kita sadari dan perjuangan iman ini membuktikan bahwa kita mau taat bekerjasama dengan Allah untuk sampai terwujudnya dan tergenapinya seluruh rancangan Allah dalam hidup kita.
Perlu bagi kita supaya kita bisa menempatkan dimana pekerjaan Tuhan dalam bentuk mujizat dan yang mana kerjasama dengan Tuhan supaya tergenapi seluruh rancangannya dan dalam kerjasama dengan Tuhan kita tidak merasa hebat dan mengatakan ini semua hasil usahaku tapi hasil kerjasama dengan Tuhan. Iman bukan hanya sebatas jawaban doa, tapi iman adalah ketaatan tanpa syarat, dan itu perjuangan! Berjuang dimana? Seluruh aspek hidup kita adalah perjuangan. Kalau kita tidak berjuang maka diri ini tidak akan pernah mencapai apa-apa.
1 Timotius 4:10 “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya”.
Apa yang diperjuangkan?
Filipi 1 : 27 “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil”.
Orang percaya dalam Kristus tidak boleh satupun yang malas, karna begitu ia malas begitu ia tidak mau bekerja dengan Tuhan secara wujud nyata bentuknya, maka ia tidak akan pernah mencapai apa yang Tuhan sudah rancangkan. Berjuang untuk iman, jadi jika saudara menginginkan sesuatu silahkan berjuang dengan apa yang saudara imani itu. Ada saatnya Tuhan bisa bekerja dengan cara yang kita tidak duga untuk hal-hal tertentu, itu maunya Tuhan bukan doa kita memaksa Tuhan untuk melakukan apa yang kita mau. Kita semua pernah mengalami apa yang namanya mujizat Tuhan, tapi setelah kita semakin lama didalam Kristus maka kita memahami bahwa mujizat itu selalu bersamaan dengan peristiwa tragis.
Apa yang menjadi senjata perjuangan kita?
1 Korintus 10:3-4 “3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus”.
Didalam bekerja keras berjuang untuk perjuangan iman jangan pakai cara-cara duniawi menyelesaikan setiap masalah, tetapi senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, kekuatan Tuhan, Firman Allah yang kita miliki didalam iman kita, kita mentaatinya dan menyelesaikannya sesuai dengan apa kata Firman karna Firman itu berkuasa.
By : Oleh : Pdt. R.F Martino










Leave a Reply