This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

MENCAPAI MASA DEPAN YANG CERAH

GppsPalu – Keluaran 19:3-6“Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu diatas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguhmendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

Sebagai orang percaya mungkin kita bertanya, “Mengapa saya sudah dekat dengan Tuhan namun masalah belum selesai?”. Sebagai manusia, masalah tetap ada dan harus kita hadapi namun kita bersyukur bahwa di dalam Tuhan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

Antara Takdir dan Berkat
– Hidup adalah sebuah perjalanan dan perjalanan hidup itu menuju ke masa depan
– Orang yang berharap masa depan dari TAKDIR akan menyia-nyiakan perjalanan hidupnya, tetapi
– Orang yang berharap masa depan dari BERKAT TUHAN, ia akan memanfaatkan perjalanan hidupnya.

Berharap takdir membawa masa depan suram (MADESU), berharap berkat Tuhan membawa masa depan cerah (MADECER).

I. MENCAPAI MASA DEPAN CERAH

1. Berjalan dari permulaan yang pasti. Apakah permulaan yang pasti itu? Perenungan terhadap perjalanan masa lampau.
“Kamu sendiri TELAH MELIHAT apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku TELAH MENDUKUNG kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” (Ay 4)

Saat itu orang Israel baru 3 bulan keluar dari Mesir, Tuhan berkata kepada mereka bahwa mereka telah melihat sendiri apa yang Tuhan telah lakukan untuk menolong mereka.

Bangsa Israel telah melihat:
Allah bertindak membalas perbuatan jahat orang tidak percaya (Kel 5-12)
1. Air menjadi darah (7:19)
2. Katak-katak menutupi tanah Mesir (8:1-6)
3. Segala debu tanah menjadi nyamuk (8:16-17)
4. Lalat pikat memenuhi Mesir (8:24)
5. Seluruh ternak mati karena penyakit sampar (9:6)
6. Manusia dan binatang kena barah (9:8-11)
7. Hujan es menimpa manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan (9:22-25)
8. Belalang meliputi seluruh Mesir (10:13-15)
9. Gelap gulita 3 hari di Mesir (10:22-23)
10. Semua anak sulung manusia dan hewan mati (12:29-30)

Kita perlu merenungkan apa yang kita capai hari ini semua karena pertolongan Tuhan, dukungan Tuhan, bukan karena kekuatan kita.

Bangsa Israel telah melihat segala mujizat Tuhan namun sayangnya mereka bersungut-sungut setiap alami masalah. Mereka curiga kepada Tuhan. Mereka menuduh Tuhan mau membunuh mereka di padang pasir. Akibatnya sebagian besar dari mereka gagal mencapai tanah perjanjian. Hanya 2 orang dari generasi pertama yang mencapai tanah perjanjian yaitu Yosua dan Kaleb. Saat alami kesulitan atau masalah, bersyukurlah, katakan “Puji Tuhan” karena justru saat mengalami kesulitan kita akan melihat mujizat Tuhan.

2. Berjalan dengan pedoman yang pasti.
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku,…” (ay 5a)

Untuk mencapai masa depan yang cerah kita harus berpegang pada PEDOMAN YANG PASTI, yaitu Firman Tuhan:
a. Bersedia sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.
b. Bersedia sungguh-sungguh berpegang pada perjanjian Tuhan.

Jangan bimbang! Mengapa?
* Orang yang hidup dalam kebimbangan akan terus menerus bolak balik pada dunianya masa kini.
* Orang yang hidup dalam kebimbangan akan terus menerus berada jauh dari masa depan cerah.

Jurumudi kapal laut tidak melihat apa yang di bawah haluan kapal, tetapi terus melihat posisi jarum pada kompas apakah sesuai dengan arah yang sudah ditetapkan. Saat jurumudi diberitahu tujuan berada di sekian derajat bujur Timur, maka jurumudi harus selalu mengarahkan kapal ke arah tersebut, jika ia salah mendengar instruksi dan mengarahkan kapal ke sekian derajat bujur Barat, maka kapalnya takkan sampai ke tujuan.

Begitupun dalam hidup kita. Firman Tuhan adalah kompas dalam hidup kita sebagai pedoman yang pasti.

3. Berjalan ke pengharapan yang pasti.
Setelah memiliki permulaan yang pasti, memiliki pedoman yang pasti, kita harus terfokus pada pengharapan yang pasti dan berjalan ke pengharapan yang pasti. Apa pengharapan itu? Orang percaya pasti menjadi harta kesayangan Tuhan.

“…kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” (ay 5b-6)

Jangan mudah tergoda dengan hal-hal yang dapat membelokkan fokus kita pada pengharapan yang pasti di dalam Tuhan.

Kita perlu memiliki perenungan terhadap perjalanan masa depan, bahwa kita pasti akan:
– Menjadi harta kesayangan Tuhan (ay 5b)
– Menjadi kerajaan imam (ay 6a)
– Menjadi bangsa yang kudus (ay 6b).

Jika kita menjadi harta kesayangan Tuhan maka kita pasti akan mengalami perlakuan istimewa. Perlakuan istimewa untuk harta kesayangan:
– Dibeli dengan uang yang istimewa
– Disimpan baik-baik dalam tempat istimewa
– Dipakai pada acara yang istimewa
– Dipelihara secara istimewa
II. CAPAILAH MASA DEPAN CERAH
1. Berjalan dari permulaan yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa lampai, bukti Tuhan sudah lakukan.
2. Berjalan dengan pedoman yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa kini, bukti Firman Tuhan tidak keliru.
3. Berjalan ke pengharapan yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa depan, bukti janji Tuhan akan diberikan.

Pdt. Arnold Tindas

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

GppsPalu – Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Ayat diatas adalah pesan Tuhan bagi GPPS Palu tahun ini.

I. HARAPAN
Apakah harapan itu? Harapan adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang.Setiap orang memiliki sebuah harapan bahkan sampai sejuta harapan.
Apa harapan Saudara di tahun ini?
1. Harapan seorang anak
Tidak ada seorang anak yang menginginkan suasana keluarga yang tidak harmonis (broken home). Setiap anak mendambakan keluarga yang harmonis sehingga mereka merasa “at home”
2. Harapan seorang remaja
Usia remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya, sehingga penuh dengan keinginan dan sejuta harapan. Umumnya remaja memiliki sejuta harapan, termasuk harapan untuk menjadi pelajar yang berprestasi, baik di dalam studi maupun dalam hal lainnya.
3. Harapan seorang pemuda/pemudi
Dalam masa muda, seseorang ingin memiliki masa depan yang baik. Ada pekerjaan yang diharapkan dan ingin berhasil dalam pekerjaannya. Selain itu dalam masa muda umumnya seseorang juga mengharapkan pendamping hidup.
4. Harapan suami istri
Suami istri tentu mengharapkan untuk memiliki rumah tangga/keluarga yang bahagia. Namun tahukah Saudara bahwa: “Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kwantitas hidup namun dari kwalitas hidup yang dimiliki.” Maksudnya adalah: Kebahagiaan suatu rumah tangga/keluarga bukan ditentukan dari banyaknya kekayaan yang dimiliki tetapi seberapa pentingnya/berharganya Yesus bagi kita. Kita menjumpai banyak orang yang kaya namun tidak bahagia dan memilih untuk bunuh diri.
Jika Yesus penting bagi kita secara pribadi, maka kita akan memfungsikan pribadi Yesus dalam hidup pribadi dan keluarga kita. Kita akan membawa keluarga kita untuk mengalami perjumpaan dengan Yesus dan hidup berpusat kepada-Nya (Kristosentris).

II. PENTINGNYA KEBIASAAN
Setiap orang memiliki harapan akan masa depannya. Namun tahukah Saudara : “Masa depan kita adalah buah dari kebiasaan-kebiasaan kita”. Maksudnya di dalam kehidupan ini ada bagian Tuhan dan ada juga bagian kita. Bagian Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan, bagian kita adalah bekerjasama dengan Tuhan untuk mendapatkan masa depan yang penuh harapan tersebut. Bentuk kerja sama itu adalah dalam hidup keseharian kita.
Apa itu kebiasaan? Kebiasaan adalah suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan berulang-ulang.Banyak orang yang menganggap bahwa kebiasaan itu sebagai sesuatu hal yang tidak penting untuk diperhatikan. Mengapa? Karena kebiasaan itu terjadi secara alamiah. Padahal kebiasaan kita menentukan masa depan kita! Sulit meninggalkan kebiasaan yang buruk kalau kita tidak memulai kebiasaan yang baik.
Contoh kebiasaan burukmisalnya:
– Membuang sampah disembarang tempat. Hal ini sepertinyasepele, tapi ini merupaan kebiasaan yang buruk. Kita harus belajar untuk memulai kebiasaan baik, misalnya membiasakan buang sampah pada tempatnya dan hidup bersih.
– Menunda suatu pekerjaan yag seharusnya bisa diselesaikan seperti cuci piring. Piring-piring dan peralatan lain yang kotor dibiarkan menumpuk sampai besok pagi sehingga mengundang semut-semut, kecoa, tikus. Padahal alangkah baiknya sebelum tidur malam dipastikan terlebih dahulu semuanya bahwa rumah sudah dalam kondisi bersih, pintu dan jendela sudah terkunci, siap untuk ditinggal tidur.
Semuanya ini sepertinya sepele, tanpa disadari ini adalah merupakan kebiasaan yaitu kebiasaan yang buruk.

III. BAGAIMANA MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BAIK?
Bagaimana membangun kebiasaan yang baik? Semua dimulai dari cara kita berpikir. Karena kebiasaan adalah suatu perbuatan yang diulang-ulang dan semua perbuatan adalah akibat dari cara kita berpikir.

Roma 12:2Janganlahkamumenjadiserupadenganduniaini, tetapiberubahlaholehpembaharuanbudimu, sehinggakamudapatmembedakanmanakahkehendak Allah: apa yang baik, yang berkenankepada Allah dan yang sempurna.

Camkan hal ini: Banyak orang mau menang dalam menghadapi pencobaan hidup, namun mereka tidak punya KEBIASAAN yang menghentar mereka kepada KEMENANGAN. Seringkali kita kagum dengan orang-orang yang berhasil. Padahal mereka bisa berhasil karena mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu. Ada hal rutin yang mereka lakukan sehingga berhasil.

1. Canho adalah pianis cilik yang berasal dari Ende, sebuah kota kecil. Namun ia tampil dalam festival musik tingkat dunia di California, Amerika Serikat. Canho bersaing dengan 54 pianis muda lainnya dari berbagai negara. Ini prestasi yang luar biasa. Namun apa rahasianya? Sejak umur 3 tahun ia punya ketertarikan di bidang musik, dan ia latihan 3 jam dalam sehari. Namun menjelang tampil difestival ia meningkatkan latihannya selama 5-6 jam setiap hari.

2. Semua atlet dunia mempunyai kegiatan rutin, mereka tidak hanya berlatih saat akan mengikuti pertandingan besar melainkan ada kegiatan rutin yang terus mereka lakukan sehingga kegiatan tersebut menghentar mereka menjadi juara dunia.
Seringkali kita mau menang menghadapi persoalan yang sedang menghadang kita tetapi kita hanya mempersiapkan diri untuk bertemu Tuhan pada saat kita berhadapan dengan persoalan, itu sebabnya kita tidak bisa menang. Kita baru mencari Tuhan, berdoa, baca Firman saat persoalan datang, tetapi hal itu bukan menjadi KEBIASAAN kita.
Banyak orang percaya yang menjadikan Yesus sebagai kotak P3K, yang hanya dicari saat diperlukan, hanya saat ada masalah baru kita mengandalkan Dia. Banyak orang percaya yang jatuh bangun dalam hidup rohaninya karena mereka hanya mencari Tuhan saat ada masalah. Namun mereka tidak menjadikan Yesus sebagai nomor 1. Padahal seharusnya setiap saat kita mencari Tuhan.

3. Belajar dari Daud. Tahukah saudara mengapa Daud yang masih muda namun bisa mengalahkan Goliat yang adalah keturunan raksasa? Apa yang ada dibelakangnya?
Yang pertama memang karena Tuhan menyertai Daud. Namun yang kedua karena ada bagiannya Daud yaitu kebiasaan-kebiasaan Daud. Apa kebiasaan Daud?
1 Samuel 17:34-36 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini BIASA menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”
Daud punya kebiasaan menggembalakan kambing domba dan melawan binatang buas yang menyerang kambing dombanya. Daud sudah mempunyai kebiaaan itu sehingga menghentar ia bisa mengalahkan Goliat.

DALAM HIDUP BERUMAH TANGGA: Setiap pasangan suami istri pasti mengharapkan pernikahan yang luar biasa tetapi banyak dari mereka tidak punya kebiasaan-kebiasaan yang menghentar mereka untuk mempunyai pernikahan yang luar biasa. Mengapa?
1. Kodrat tanggung jawab tidak terlaksana. Padahal dunia pernikahan itu aman jika suami dan istri menjalankan kodratnya masing-masing. Contoh bagi istri: Istri harus bangun lebih pagi mempersiapkan makanan untuk keluarga. Suami pun harus bangun pagi untuk bekerja menafkahi keluarga. Jangan sampai sudah waktunya bangun tetapi tetap tidur.
2. Komunikasi dalam rumah tangga/keluarga bermasalah.
– Gadget punya kemampuan membuat yang dekat menjadi jauh, karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya sehingga tidak ada waktu untuk berkomunikasi bahkan komunikasi dengan Tuhan pun hilang.
– Suami/istri tidak pernah berkomunikasi dengan baik, selalu berkata-kata kasar

DALAM HAL PEKERJAAN: Banyak orang ingin mendapatkan karir bisnis yang luar biasa tapi tidak punya kebiasaan-kebiasaan yang menghentar kesana. Contoh:
– Tidak tertib/korupsi waktu (malas)
– Tidak setia dalam perkara kecil
– Tidak merasa tertantang. Tidak merasa perlu melengkapi diri. Merasa cukup apa adanya. Misalnya jika kita mau menjual namun kita tidak memiliki modal yang besar, kita bisa memakai media sosial untuk memasarkan barang yang mau kita jual.

Bayangkan kalau kita memiliki kebiasaan-kebiasaan:
– Menabung
– Membeli apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan
– Berolahraga
– Mengucap syukur dalam segala hal
– Bergantung kepada Tuhan
– Membaca firman Tuhan
Kebiasaan-kebiasaan itu akan menghentar kita mengalahkan apa saja!

Tetapi jika sebaliknya kita mempunyai kebiasaan:
– Berbohong
– Menonton pornografi
– Merokok
– Begadang, dll
Kebiasaan-kebiasaan ini akan menghentar kita ke suatu tempat yaitu rumah sakit, kantor polisi dll bahkan ke neraka!

4. Belajar dari Yusuf
Kejadian 41:32-37 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya. Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu.” Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh oleh semua pegawainya.

Yusuf menanamkan kebiasaan yang luar biasa selama 7 tahun yaitu menyisihkan 20% hasil panen selama masa kelimpahan dan menyimpannya. Saat itu mungkin orang-orang Mesir berkata, “Untuk apa?” Namun ternyata Yusuf sudah mempersiapkan semua ini untuk menghadapi masa kelaparan. Saat datang masa kelaparan yang melanda seluruh dunia selama 7 tahun, di Mesir ada persediaan makanan.
Bayangkan kalau kita punya kebiasaan selama:
– 7 tahun menabung daripada kita menghabiskan semua gaji 1 bulan
– 7 tahun hidup sehat daripada kita merokok, begadang, makan sembarang, dll
– 7 tahun ucapan syukur daripada kita komplain terus
– 7 tahun pergi ke gereja dengan hasrat mau mendapat sesuatu, haus dan lapar akan Tuhan daripada 7 tahun pergi ke gereja karena kewajiban/rutinitas, atau dengan tujuan hanya untuk mencari berkat Tuhan, atau kita tidak menghormati Tuhan sehingga datang ibadah terlambat sehingga membuat hati Tuhan sedih.

Jangan anggap enteng kebiasaan. Karena kebiasaan-kebiasaan yang buruk punya kemampuan untuk menghancurkan masa depan dan membawa kita keluar dari Rancangan Allah.

IV. HIDUPLAH SEBAGAI ORANG ARIF
Seringkali kita merasa Tuhan pilih kasih saat kita melihat orang lain menikmati Rancangan Allah: dapat sekolahkan anaknya, punya rumah mewah, maju dalam segala hal. Padahal Tuhan bukan pilih kasih, namun kitalah yang punya kebiasaan yang tidak menghentar kita kepada kemenangan.

Efesus 5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Perhatikan dengan seksama berarti bukan hanya sekedar memperhatikan, tetapi memperhatikan baik-baik. Jangan hidup seperti orang bebal. Apa itu bebal? Bebal itu tidak mau berubah, tetap mempertahankan kebiasaan buruk sekalipun Firman dan nasihat sudah datang berulang-ulang menegur kita.
Hiduplah seperti orang arif. Mari membangun kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasan buruk supaya rancangan (janji) Tuhan untuk masa depan tergenapi dalam hidup kita. Kebiasaan yang baik adalah suatu perbuatan yang dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan.

Pdt. Lea Novitasari, S.Th, MA

Pesan Tuhan Tahun 2017 HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

GppsPalu – Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Kita patut bersyukur bahwa di hari pertama di tahun 2017 kita berada di rumah Tuhan. Karena kemurahan dan pengasihan-Nya tahun 2016 telah selesai dan hari ini kita memulai kehidupan dalam perjalanan 2017. Sepanjang tahun lalu yang telah kita jalani, tentu masing-masing kita menjalani peritiwa-peristiwa yang berbeda. Ada yang menyenangkan karena ada yang didapatkan dari apa yang diharapkan, ada juga yang kehilangan harapan, dsb. Tapi yang jelas tahun 2016 tidak akan lagi kita jalani. Sekarang kita diperhadapkan dengan tahun 2017.
Sebelum kita mendalami pesan Tuhan bagi kita di tahun 2017, mari kita renungkan semua realita yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Semua pergerakan manusia ada dalam ruang waktu
Manusia dan waktu adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, ini adalah hal yang mutlak/absolut. Semua ruang gerak kita diatur oleh waktu.Angka tahun berubah berarti angka usia manusia juga bertambah. Dimulai dari peristiwa kelahiran dan kemudian manusia itu menjalani kehidupannya, semuanya itu terikat oleh fase pertumbuhan seiring berjalannya waktu (kanak-kanak – remaja – pemuda – dewasa – dst). Tapi anehnya, oleh kebanyakan orang hal ini tidak pernah menjadi perenungan, seolah-olah hal ini adalah hal yang alamiah saja.

2. Setiap waktu ada batasannya
Setiap waktu yang ditetapkan pasti ada batasannya, tapi batasan yang ada bukanlah seperti pada zaman Adam dan Hawa, dimana usia manusia bisa mencapai ratusan tahun. Pada zaman Abraham saja usia manusia sudah tidak sama dengan usia pada waktu zaman Adam. Dalam Mazmur Musa menuliskan bahwa usia manusia hanya sampai delapan puluh tahun saja, dan selebihnya adalah kesukaran dan penderitaan.

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

3. Terjadinya hal-hal yang tak terduga
Dalam perjalanan kehidupan kita akan sering menemukan hal-hal yang tidak terduga terjadi atas hidup kita. Sesuatu yang kita tidak harapkan bisa terjadi kapan saja. Ada yang berdampak menghancurkan usaha, menghancurkan rumah tangga, menghancurkan anak-anak, dll. Umumnya manusia tidak siap ketika hal-hal tersebut menimpa dirinya. Karena tidak adanya kesiapan maka kehancuran yang fatal terjadi atas pribadi tersebut.

Kalau kita tidak memiliki pemahaman yang benar tentang ketiga hal diatas maka pastilah kita juga akan salah bersikap dan bertindak terhadap waktu dalam kehidupan sehari-hari.

I Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Tuhan tahu persis bahwa semua yang menimpa kita adalah hal-hal yang “biasa”. “Biasa” artinya bahwa hal itu juga terjadi pada semua orang.
Nah, oleh karena ketiga hal diatas adalah suatu proses alamiah, bagimana perhatian Tuhan terhadap umat-Nya? Bagaimana tanggungjawab Tuhan terhadap umat yang telah ditebus-Nya. Apakah kita hanya cukup memahaminya saja?Kalau kita hanya sampai pada pemahaman dan merasa sepertinya Tuhan “tidak berbuat apa-apa” atau Tuhan “tidak melakukan apa-apa”, maka kita akan bertanya-tanya “untuk apa kita beriman?”
Ingatlah bahwa iman bukan hanya sebatas terjawabnya suatu doa atau dipakai untuk kegiatan-kegiatan rohani saja. Kita akan melihat dan menyaksikan serta mengetahui peristiwa dahsyat yang terjadi dalam kurun waktu yang sudah ditetapkan. Disinilah iman itu berfungsi.

Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Pernyataan Tuhan ini disampaikan kepada umat Tuhan yang juga adalah manusia. Karena orang percaya juga adalah manusia lahiriah, banyak orang-orang percaya yang seolah-olah tidak memiliki iman kepada Kristus. Diperhadapkan dengan masa depan yang ada, itu tidak berbeda cara menghadapinya dengan manusia pada umumnya.
Realita hidup bisa mempermainkan hidup manusia, sehingga hal ini bisa berakibat fatal. Kita melihat contoh anak-anak remaja yang sedang dimabuk asmara, ketika ia mengirim sms/line/WA dan kekasihnya tidak membalas maka segala macam perasaan negatif-pun muncul. Sebagai orang tua, taruhlah perhatian khusus kepada anak-anak Anda yang sudah mengalami hal ini. Mereka perlu diberi bimbingan dengan bijak agar tidak mengarah pada hal yang berakibat fatal.
Sebagai orang dewasa, kita semua juga pernah mengalami pergumulan yang meng-obok-obok perasasaan kita. Pergumulan usaha kita, rumah tangga, hubungan dengan sesama, dll. Kondisi seperti inilah yang merupakan hal-hal tak terduga yang sering terjadi. Oleh sebab inilah Tuhan menyatakan kepada kita bahwa MASA DEPAN SUNGGUH ADA, sehingga kita tidak perlu dipermainkan dengan segala hal yang meng-obok-obok perasaan kita danmengganggu fokus kita.
Masa depan memang selalu ada, karena waktu tidak pernah berjalan mundur tapi terus maju sampai pada batasnya. Tapi jika Tuhan berfirman bahwa masa depan sungguh ada dan harapan tidak akan hilang, ini bukan hanya berbicara mengenai proses perjalanan waktu, tapi menyangkut masa depan seseorang yang menjalani hidupnya dengan 1001 harapan yang dia miliki. Ayat ini ditujukan hanya untuk anak Tuhan bukan untuk manusia secara umum.

Dilanjutkan kembali melalui pernyataan dalam Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Inilah keberadaan umat Tuhan dalam menjalani hidupnya. Tuhan berfirman bahwa Ia akan memberikan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan serta masa depan yang penuh harapan. Dalam kondisi dan situasi yang bagaimana janji Tuhan ini terlaksana? Ini bukan hanya sekedar mengenai proses waktu yang sedang berjalan terus, tapi ini tentang keberadaan kita di hari esok, bulan depan, tahun depan, dan sepanjang umur kita.
Alkitab tidak menuliskan masa depan yang cerah atau gemilang, tapi Alkitab menulis masa depan yang penuh harapan. Ungkapan “cerah” masih perlu dicerna artinya. Bahkan sebagian orang menggantinya dengan cerah gemilang. Ketika diganti dengan kata “cerah” atau “gemilang” maka akan kabur maknanya: apa yang cerah? Apa yang gemilang? Alkitab berkata masa depan yang penuh harapan.
Sebelum kita lebih lanjut membahas mengenai masa depan yang penuh harapan. Mari kita memperbaiki hal-hal yang tidak beres dalam kehidupan kita. Jika tidak dibereskan terlebih dahulu maka kita tidak bisa bicara mengenai masa depan, dan kita hanya bermimipi saja tapi tidak mengalaminya.

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Terkadang kita melihat orang di luar Tuhan bisa lebih berhasil. Di atas kita telah membahas tentang waktu. Hal inilah yang perlu kita perbaiki terlebih dahulu, yaitu manajemen waktu, bahkan semua proses alamiah harus kita perbaiki.
“Menghitung hari-hari sedemikian” memiliki arti serius dan cermat. Apakah hal ini sudah kita Lakukan?
Ini adalah manajemen hidup. Tuhan menginginkan agar kita hidup tertib dan teratur. Jika tidak, maka inilah yang membuat banyak umat Tuhan yang tidak bisa mencapai masa depan yang penuh harapan.
Hidup hanya untuk menyelesaikan segalanya secara rutinitas dan ketika malam tiba dan segera tidur, tapi tidak pernah me-manage hidup dan tidak ada tujuan yang jelas.
Dari masa sekolah dasar kita juga sudah diatur dengan roster pelajaran, jadi bicara mengenaimanajemen sebenarnya hal ini adalah hal yang sudah biasa dilakukan. Membuat catatan harian, ini akan menolong kita untuk menjalani hidup kita sehari-hari apalagi ditambah dengan catatan segala sesuatu yang harus diperbaiki.
Orang yang bijak adalah orang yang sudah terbiasa menghitung hari-hari. Jangan remehkan dengan segala pekerjaan yang kita lakukan. Masa depan yang penuh harapan tergantung dari oknum orang percaya itu sendiri.

Efesus 5:15-16 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Bagian Tuhan adalah menyediakan masa depan yang penuh harapan, bagian kita yang mengerjakannya. Kalau kita tidak terbiasa dengan manajemen hidup berarti kita adalah orang tidak tahu mempergunakan waktu. Jadi, pergunakanlah waktu yang ada!
BAGAIMANA MELATIH DIRI HIDUP DALAMPENGHARAPAN?
Pencapaian masa depan yang penuh harapan yang sudah Tuhan sediakan tidak dapat dipisahkan dengan oknum ybs.

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman dimulai dari setitik pengharapan, jika kita tidak terlatih untuk memulai dengan setitik pengharapan, kita tidak akan memperolah apa-apa, karena tidak ada yang kita harapkan.
Iman bukan hanya sekedar jawaban doa. Iman juga bukan hanya sekedar ayat-ayat yang tertulis dalam alkitab, tapi iman adalah sesuatu yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika kita tidak terbiasa hidup dengan pangharapan maka kita akan terjebak dengan rutinitas yang akan membuat kita lelah. Begitu ada peristiwa yang tak terduga terjadi dalam kehidupan kita, maka hal itu akan membuat keadaan kita semakin parah.

I Timotius 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita.

Mulailah dengan setitik pengharapan, buatlah target dalam usaha Anda, buatlah suatu visi kedapan mengenai hidup Anda, secara jasmani maupun rohani. Ada jaminan pengharapan yang sudah Tuhan sediakan bagi setiap anak yang mengasihi-Nya

Pdt. R. F. Martino

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

GppsPalu -Lukas 2:8-20 8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 1 3Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” 15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Hari ini kita memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Momen seperti ini oleh sebagian orang dijadikan sebagai suatu suasana untuk hanyut dengan perasaan sendiri, oleh karena masing-masing mempunyai suatu memori saat masa natal, saat ia kecil sampai ia sudah lanjut usia. Ada yang mempunyai pengalaman tidak menyenangkan pada saat natal, yang harusnya white christmas tapi kenyataannya adalah blue christmas. Atau bahkan sebaliknya, ada peristiwa yang sangat menyenangkan terjadi pada saat natal dan ketika natal tiba maka tahun berikutnya ia akan terkenang dengan peristiwa itu.
Hal yang sangat disayangkan, karena makna natal itu sendiri tidak membawa kesan bagi pribadinya tapi justru lebih terkesan dengan masalah/peristiwa yang terjadi pada saat natal. Makna natal yang sesungguhnya hilang.

Mengapa kita membuat perenungan natal?
Kisah kelahiran Yesus yang dituliskan dalam Alkitab adalah merupakan suatu rangkaian peristiwa yang mempunyai makna pengajaran iman/rohani yang sangat dalam. Sebab kisah nyata ini tidak berbeda aplikasinya dalam kehidupan hari-hari, bagi setiap orang percaya.
Sejauh mana kita bisa memahami dan menangkap kehendak Allah? dan ketika Tuhan menyatakan kehendak-Nya yang “aneh-aneh”.
Sepasang muda mudi yang kudus dan tulus telah bertunangan dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Maria yang belum “mengenal” laki-laki, meskipun Yusuf pada saat itu sudah bertunangan dengannya. Mereka melakukan semuanya dengan terhormat dan dengan cara yang benar sesuai dengan hukum Tuhan. Bukankah ini adalah pribadi yang memiliki pemikiran yang berkualitas. Tiba-tiba, sementara mereka mempunyai rancangan yang kudus, terhormat demi suatu masa depan yang sudah dipersiapkan, namun kehadiran rancangan Allah “memporakporandakan” rancangan mereka.
Yusuf adalah orang yang benar dan jujur, secara diam-diam ia mau menceraikan Maria, ia tidak mau mempermalukan Maria. Ini adalah hal yang etis, ia tidak mau mempermalukan Maria tunangannya. Hal ini bukanlah perkara yang mudah bagi Yusuf. Orang berimanpun tidak akan siap menerima hal seperti ini.
Dapatkah kita memahami ketika ada rancangan yang baik dan benar yang sudah kita persiapkan untuk diri kita sendiri dan kemudian rancangan Allah datang “memporakporandakan” cita-cita kita? Adakah kita dapat menerimanya dan tidak kecewa? Sejauh mana iman kita menangkap kehendak Allah? Ini adalah tantangan iman bagi kita. Sejauh mana kita bisa melangkah kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita?
Kita harus bisa memahami semua ini agar kita dapat menerima rancangan Allah yang lebih mulia dari apapun juga.
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”

Kalimat ini tidak hanya untuk sekelompok bangsa saja, tapi kesukaan besar ini ditujukan untuk seluruh bangsa.
Ini bukan hanya sekedar ucapan saja, sebab kalau kita memahami bahwa dari segala sesuatu yang kita cari dalam kehidupan ini adalah DAMAI SEJAHTERA. Hanya saja disayangkan, bahwa mindset orang pada umumnya mulai mengkategorikan damai sejahtera itu dalam berbagai bentuk lahiriah. Ada yang berpikir kalau sudah kaya semua pasti bisa teratasi. Bagi orang yang berkekurangan dan tidak memiliki harta yang banyak hal ini merupakan pola pikirnya. Tapi dalam beberapa kasus, kaya dan mempunyai banyak harta bukanlah hal segala-galanya.
Sebagai orang percaya, apakah kita sudah alami sebagai orang percaya tidak ada lagi kekuatiran yang menekan hidup kita? Kita harus menikmati semua yang sudah Tuhan siapkan bagi kita.
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sudah kehilangan damai sejahtera. Orang yang kehilangan damai sejahtera adalah orang yang mempunayi kondisi seperti orang setengah gila. Makan tidak bisa, tidur tidak bisa dan hampir sluruh aktifitasnya terganggu. Ia akan tersiksa karena tekanan jiwani yang membuat ia tidak menikmati hidupnya.
Ada seorang ibu yang divonis karena sakit yang sudah parah. Karena etika dokter tidak memberitahukan apapun kepada si ibu. Dan ibu itupun menjalani kehidupannya seperti biasa bahkankelihatan sehat. Tetapi karena satu dan lain hal dokter harus mengatakan yang sebenaranya tentang penyakit itu, dan tidak menunggu lama sukacita ibu itupun lenyap, damai sejahtera ibu itu lenyap dan membuat kondisinya semakin lemah. Kita tidak boleh kehilangan kehilangan sukacita yang diberikan Kristus

Ciri khas pribadi orang yang berkenan kepada Tuhan adalah pribadi yang takjub dan yang menghormati Tuhan, mengagungkan Tuhan, memuliakan Tuhan, Tuhan diposisikan di tempat yang maha tinggi. Itulah sikap hati orang yang berkenan kepada Tuhan.
Ketika kita melayani Tuhan, jangan pernah melayani dengan apa adanya. Orang tua lahiriah saja bisa kita layani dengan hati-hati dan kita hormati, apalagi Tuhan yang kita layani, kita harus lebih memberikan yang terbaik bagi-Nya. Ada akibat/resiko yang akan kita terima ketika kita melayani Tuhan dengan apa adanya.
Kita mungkin berpikir bahwa kita tidak melakukan dosa yang mengerikan, tapi seringkali kita kehilangan penghormatan kepada Tuhan, karena merasa sudah terlalu “bebas” melayani Tuhan. Sering kita merasakan bahwa Allah adalah pribadi yang sangat baik, sehingga kita bisa memanggilnya sebagai seorang sahabat, tapi jangan lupa juga bahwa Allah adalah maha mulia, Dia sangat terhormat, jadi kita tidak bisa memperlakukan Tuhan sesuka apa yang mau kita lakukan.

15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Sesudah mereka mendengarkan perkataan para malaikat, mereka langsung merespon, mereka cepat-cepat menuju tempat yang sudah diberitahu. Mereka tidak berlama-lama. Ini juga salah satu ciri khas orang yang berkenan kepada Tuhan. Melakukan apa yang Tuhan perintahkan dengan SEGERA.
Ketika Tuhan memerintahkan untuk menuju tempat itu, Tuhan tidak mempersulit mereka. Tuhan memberikan tanda-tanda yaitu bahwa mereka akan berjumpa dengan seorang bayi yang terbungkus dengan lampin dan tertidur di palungan.
Bukankah ini yang sering Tuhan lakukan bagi kita, Ia tidak pernah mempersulit kita ketika Ia memerintahkan sesuatu bagi kita untuk kita kerjakan dengan SEGERA.
Tuhan sudah menetapkan begitu rupa, ketika Orang Majus itu pergi, mereka menemukan sesuai dengan apa yang dikatakan Firman Tuhan. Ketika Tuhan berfirman itu adalah ya dan amin.

Pribadi yang ditulis dalam Alkitab yang dikatakan berkenan kepada Tuhan
1. Henokh
Ibrani 11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

Pertobatan dan lahir baru adalah urusan akhirat, tetapi mengenai hidup berkenan kepada Tuhan adalah urusan di dunia dan teraplikasi dalam hidup sehari-hari. Hidup berkenan adalah tuntutan Thanbagi setiap pribadi yang sudah lahir baru. Selama hidupnya, Henokh adalah pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Hal ini sangat berhubungan erat dengan iman. Iman yang kita miliki harus dipakai agar supaya kita memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan. Hidup oleh iman adalah hidup yang melakukan firman Tuhan. Ketika kita tidak melakukan Firman berarti yang kita lakukan adalah dosa.

2. Daud
Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Daud memang pernah jatuh ke dalam dosa. Begitupun kita. Ini menghilangkan damai sejahtera. Iblis membujuk untuk melakukan dosa, Iblis merayu untuk melakukan dosa. Sesudah kita melakukakan dosa dan hal itu menyakitkan hati Tuhan, terkadang kita merasa aman karena Tuhan tidak mebalas perbuatan kita dan Ia tidak berbuat apa-apa. Ingatlah! Tuhan itu panjang sabar, Ia memberikan kesempatan bagi kita untuk segera bertobat dari segala kesalah kita. Tuhan mau mengajar kita supaya kita hidup berkenan kepada Tuhan dan kembali kepada jalan-Nya.

3. Yesus
Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Hidup berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang selalu melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Perintah-perintah-Nya itu tidak sulit. Matius 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.
Hanya dengan iman kita bisa hidup berkenan kepada Tuhan.

Pdt. R.F. Martino

MEMBENTUK MENTALITAS MELALUI IMAN (2)

GppsPalu -1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.
1 Yohanes 5:4 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita”.

Dalam kehidupan kita sebagai manusia lahiriah dan sebagai orang percaya, akan ada pembentukan mentalitas yang harus kita lalui melalui realitas hidup yang terjadi. Pembentukan mentalitas ini adalah hal yang biasa, karena bukan hanya orang percaya saja yang dikatakan akan mengalami pencobaan-pencobaan, tetapi semua manusia akan mengalaminya dan pencobaan tersebut dikatakan tidak melebihi kekuatan manusia. Mengapa Tuhan mengatakan bahwa yang kita alami adalah pencobaan yang biasa? Karena dalam ayat tersebut yang Tuhan pakai adalah standar kemampuan/kekuatan manusia pada umumnya, bukan standar kemampuan/kekuatan orang percaya yang memiliki iman.
Setiap pembentukan mentalitas yang berhasil dilalui, atau orang yang lulus dari ujian pembentukan mentalitas tersebut, akan menghasilkan mentalitas yang terpuji. Oleh karenanya pembentukan mentalitas ini tidak boleh kita anggap remeh, apalagi sampai tidak bersedia dibentuk, karena mau atau tidak mau setiap orang akan mengalaminya, dan sikap mentalitas inilah yang akan menentukan sikap seseorang didalam menghadapi suatu masalah atau realita, jadi setiap pribadi tidak akan pernah luput dari pembentukan mentalitas ini.
Pencobaan dalam bentuk realitas hidup yang dimaksud bukanlah hanya soal penderitaan, kemiskinan, penyakit yang tidak bisa disembuhkan ataupun masalah-masalah hidup lainnya yang mungkin terjadi, tetapi setiap godaan-godaan duniawi dan kehidupan daging juga adalah pencobaan. Sering kali terjadi orang-orang ketika sudah memiliki semua harta, kekayaan, jabatan dan kekuasaan imannya malah menjadi hancur bahkan sampai melawan Tuhan.
Ayat ini berkata cukup keras dengan maksud supaya kita sebagai orang percaya tidak memiliki mental yang cengeng, Tuhan menginginkan semua orang percaya menjadi pribadi yang tegar, tidak gampang putus asa dan jangan sampai mengasihani diri sendiri.
Ketika kita mempelajari realitas-realitas yang dihadapi oleh beberapa orang yang mengalami kekurangan fisik baik karena bawaan dari lahir atau karena mengalami musibah, maka kita akan menemukan di balik keterbatasan mereka yang membuat mereka tidak dapat menjalankan aktifitas seperti orang-orang normal, mereka mau menggali sisa-sisa kekuatan dan kemampuan dari dirinya untuk terus menjalani hidupnya, sisa-sisa kemampuan yang ada yang keluar dari dalam dirinya bahkan menjadi prestasi. Harusnya kita malu terhadap orang-orang seperti ini, karena ada orang-orang percaya yang memiliki fisik yang sempurna bahkan memilki iman tetapi mentalitasnya cengeng/rapuh. Secara kebenaran iman yang membentuk mentalitas ini harusnya melebihi kemampuan manusia biasa, karena kemampuan manusia secara lahiriah ada batasnya, tetapi iman kita dikatakan dapat mengalahkan dunia. Olehnya kita harus memberdayakan segenap kemampuan kita. Logikanya adalah jika kita tidak bisa menemukan sisa-sisa kekuatan yang ada pada diri manusia kita secara alamiah, bagaimana iman kita bisa bekerja kalau yang menjadi kekuatan alamiah tidak kita keluarkan dengan maksimal, padahal yang alamiah harus tetap berjalan hanya tinggal ditaklukan di bawah iman.
Mengapa kita seringkali merasa tidak mampu menjalani pembentukan mentalitas ini? Penyebabnya ada dua yaitu karena kesalahan diri sendiri dan karena sedang dicobai oleh iblis, contohnya hal yang terjadi pada Ayub, ketika dia dicobai Iblis hanya hal-hal lahiriah berupa harta benda dan keluarga yang hilang dan meninggalkan dia, tetapi iman percayanya kepada Tuhan tidak tergoncangkan, ini membuktikan cobaan yang dia alami tidak melebihi batas kekuatannya, karena Tuhan hanya akan mencobai sampai pada batasnya dan tidak akan bahkan tidak pernah melewati batas.
Tuhan akan memberikan jalan keluar pada waktu kita sedang mengalami pencobaan tersebut, jadi Tuhan akan ijinkan kita mengalaminya baru kita akan diberikan jalan keluar supaya kita dapat menanggungnya, hal ini Tuhan rancangkan dalam hidup kita bukan karena Tuhan tidak manusiawi, tetapi Tuhan mau memberikan jalan keluar dengan cara memberikan kita pelajaran dalam hidup. Apapun peristiwa yang kita hadapi melalui pencobaan, jangan pernah menggantungkan hidup pada orang lain, tetapi gantungkan hidup kita pada Tuhan, karena iman adalah masalah kita pribadi dengan Tuhan dan masing-masing orang akan mengalaminya. Kalau kita sudah memahami hal ini barulah kita bisa belajar lebih dalam tentang membentuk mentalitas melalui iman.
Setiap orang sejak lahir memiliki temperamen/sifat dasar manusia yang berbeda-beda satu sama lain, yang mana temperamen/sifat tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, ketika kita sudah menemukan apa yang menjadi kelemahan kita, hal itu tidak bisa kita biarkan karena semua kelemahan-kelemahan yang ada dalam temperamen kita yang dapat membuat kita gagal dalam pembentukan mentalitas. Tetapi semua temperamen yang baik itu yang harus kita pakai bekerjasama dengan Allah.
Ayat diatas berkata Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Iman kita tidak boleh kalah dengan mentalitas, kenapa tiap orang beda-beda mentalitasnya karena itulah perlu dibentuk melalui iman percaya, supaya teruji dan terpuji.
Belajar dari kasus di Markus 14
Markus 14:43-52 “Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat”.Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Rabi,” lalu mencium Dia. Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Kata Yesus kepada mereka: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci”. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang”.
Pelajaran yang kita dapati :
1. Yudas. Dia adalah murid Yesus tetapi dia bisa menjual gurunya sendiri, hal ini berkaitan dengan mentalitasnya yang tidak baik, imannya sudah tidak lagi berfungsi dalam dirinya untuk mengalahkan mentalitasnya yang sudah dirasuk iblis. Iblis dapat menerobos mentalitas yang ada di unsur jiwani ketika ada celah yang di buat oleh Yudas, celah yang dibuat Yudas adalah hal yang berhubungan dengan uang, yang terjadi adalah Yudas sering mengambil uang dari kas mereka. Yudas melakukan hal ini (menjual Yesus) hanya demi 30 keping perak. Ini adalah salah satu bentuk pencobaan bagi Yudas, karena 30 keping perak dia menjual Yesus yang adalah gurunya.
Dari peristiwa ini Kita kembalikan pada diri kita bagaimana sikap hati kita terhadap keuangan? Karena jika sikap hati kita tidak benar dalam hal keuangan maka rohani kita adalah omong kosong, karena nilai rohani dan kualitas iman dinilai dari sikap kita terhadap uang, bukan dari banyaknya berdoa atau aktifitas rohani yang dilakukan.

2. Petrus. Ketika Yesus ditangkap Petrus langsung bereaksi dengan cepat memotong telinga hamba imam besar. Mengapa Petrus melakukan hal tersebut? karena ini merupakan temperamen Petrus yang menyikapi sesuatu tanpa berpikir akan akibatnya. Padahal Petrus sudah mengetahui bahwa peristiwa ini (penangkapan Yesus) akan terjadi. Hal ini juga sering terjadi dalam hidup kita, ketika sesuatu peristiwa terjadi, temperamen yang tidak baik yang keluar sehingga menyesali hal tersebut.

3. Murid-murid lain. Mereka lari meninggalkan Yesus (Ay.50) ketika Yesus akan ditangkap,
Bahkan ada yang lari dengan telanjang tanpa rasa malu, hanya supaya tidak ditangkap bersama-sama Yesus. Hal ini terjadi karena mentalitas mereka tidak terpuji dan tidak teruji. Jika kita mencoba lari dari masalah pembentukan mentalitas, maka kita tidak akan pernah lulus dari hal tersebut. Firman Tuhan mengingatkan kita kembali, yaitu yang dapat megalahkan dunia adalah iman, iman datang dari mendengar firman dan Iman adalah ketaatan. Jadi jika kita tidak melatih diri kita melakukan firman sehari-hari mulai dari hal-hal kecil, maka iman kita tidak akan punya kekuatan untuk menaklukkan temperamen yang tidak baik, dan juga kita tidak akan terlatih untuk bekerjasama dengan Tuhan untuk menggunakan temperamen yang baik untuk menghadapi hidup hari-hari karena kita tidak terlatih melakukan firman. Jadi ketika masalah tidak/belum selesai jangan menganggap masalah akan selesai dengan sendirinya, karena tujuannya adalah untuk membuat kita menjadi cakap, sehingga kita harus terus mengikuti ujian sampai kita lulus dan membentuk mentalitas melalui iman.

Pdt. R.F.Martino

TELAH MENGIKUTI PERTANDINGAN DENGAN BAIK DAN TELAH MEMELIHARA IMAN

GppsPalu – Dari Bulan Januari 2016 hingga saat ini tentu kita telah melewati kebersamaan bersama Tuhan dalam suka maupun duka dan bermacam-macam persoalan, pergumulan dan juga ujian. Kita tetap memelihara iman! Ini bukan hal yang gampang. Jika sampai saat ini hati kita tidak terganggu dengan situasi apapun namun kita tetap mengasihi Tuhan, ini adalah bukti bahwa kita telah mengikuti pertandingan dengan baik dan telah memelihara iman.

Mazmur 139:16“mata-Mu melihat selagi aku bakal anak,dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”.
Setiap pribadi memiliki buku kehidupan yang ditulis sebelum kita diciptakan. Allah sudah merancangkan penciptaan kita tentang kehadiran pribadi kita.
Di awal tahun, setiap kita pasti sudah memiliki rancangan, target dan cita-cita baik dalam studi, rohani, dll. Ketika kita sudah menjalaninya, pasti ada kesan-kesan tersendiri. Orang yang melakukan firman setiap hari, pasti memiliki pengalaman yang bisa mendewasakan imannya, yang membuat pribadi kita semakin mengasihi Tuhan.
Kita dapat mengevaluasi diri kita masing-masing dengan memperhatikan kehidupan kita masing-masing.
Sebagai contoh apakah kita sering menanti-nantikan dan memperhatikan jam-jam ibadah seperti hari Minggu, ibadah kategorial atau dalam mengikuti komsel?
Dari hal tersebutdapat dilihat pertandingan iman yang sedang dijalani dan pertumbuhan rohanikita, apakah semakin meningkat atau semakin merosot? Semakin bertumbuh, semakin cinta Tuhan lebih dalam atau merosot? Bagaimana dengan jam-jam doa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Hal ini yang harus selalu diperhatikan supaya kita memiliki pengalaman seperti Paulus.
2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”.

Setiap waktu yang Tuhan berikan, didalamnya ada nilai tanggungjawab. Segala sesuatu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, dalam perkataan, pola pikir dan cara hidup kita. Mari kita perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup! Efesus5:15
Kita juga harus belajar dari Paulus yang selalu memberi nilai dalam setiap waktu/anugerah yang Tuhan berikan. Paulus menyadari bahwa usianya semakin lanjut dan waktunya tinggal sedikit lagi.Oleh sebab itu ia selalu menasihatkan untuk menguji diri sendiri.

I Korintus 4:16 “Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!”

II Korintus 13:5 “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji”.

Paulus juga memiliki target dalam hidupnya.
Filipi 3:10 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”.

Setiap kita memiliki target untuk lebih mengenal Tuhan. Iblis ingin selalu menggoncang iman kita dan mau menjauhkan setiap orang percaya dari Tuhan. Iblis menggangu komitmen kita dengan Tuhan.

Cara Paulus mencapai target:
1. Melupakan apa yang telah dibelakang
Filipi 3:13“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku,…”

Sebelum Paulus menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh, ia menyadari bahwa masa lalunya itu buruk.Ia adalah pembunuh orang-orang percaya yang menurut agamanya adalah benar. Setelah menerima Yesus, ia menyadari bahwa ia salah besar. Paulus katakan bahwa ia adalah manusia celaka, tetapi jika ia selalu memikirkan kesalahan-kesalahan dan masa lalunya maka ia tidak akan maju dan bertumbuh. Jika hidup orang percaya selalu dibayangi masa lalu yang terus membuat merasa sedih, malu atau bahkan yang menyakitkan, maka harus bertanya kepada Tuhan. Jangan langsung menyalahkan orang apalagi membenci apalagi melakukan hal-hal yang tidak baik tetapi miliki satu penaklukkan diri dan tenangkan jiwa supaya dapat berdoa dan menangkap apa yang Tuhan sampaikan, minta hikmat Tuhan kenapa hal ini terjadi sehingga iblis tidak mendapat keuntungan dari masalah yang terjadi. Jangan sampai dibayangi dengan apa yang menyakitkan atau trauma dari sikap orang tertentu atau bahkan membalas. Itu berarti tidak sedang mengikuti pertandingan atau bahkan keluar dari arena pertandingan (tidak sedang menjaga iman), mulai terganggu dan mulai memikirkan cara-cara lain sehingga menjadi tidak bijak.Dalam hidup ini kita belum sempurna tetapi harus ada usaha.

2. Menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi
Dikatakan bahwa Paulus menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi dan mengarahkan diri terhadap apa yang dihadapan.
Sebagai contoh: kekuatiran dapat mengubah prioritas hidup. Kita harus melihat strategi Iblis dalam setiap masalah yang berusaha untuk membangkitkan ingatan ataupun melalui sikap orang lain yang mendakwa untuk membuat kita lemah.
Ibrani 12:1a“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita,…”

3. Mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan (Fokus pada tujuan)
Mengarahkan diri berarti memiliki target dalam hidup. Target dalam studi, pekerjaan, pernikahan maupun dalam kerohanian. Kemudian berlari-lari sampai mencapai target tersebut. Jadi harus mengikuti perlombaan. Iblis saja turun dalam geramnya yang dahsyat, tidak bersantai-santai melihat manusia. Jika manusia tidak berjaga-jaga maka Iblis dapat dengan mudah masuk melalui celah yang ada. Contoh untuk komit dalam membaca Alkitab setiap hari itu tidak mudah karna berlawanan dan harus mengalahkan keinginan daging(sibuk/mengantuk). Ini adalah satu pergumulan, jika kita ingin memiliki rohani yang baik maka harus paksakan diri (yang didalamnya ada pikiran kehendak perasaan sendiri) untuk berdoa.

4. Melakukan dengan mata yang tertuju kepada Yesus
Ibrani 12:2“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”.

Mengiring Tuhan dan melakukan pelayanan fokusnya hanya kepada Tuhan. Ciri-ciri orang yang tidak fokus kepada Tuhan ialah ketika orang lain mengkritik pelayanannya dan kemudian tersinggung lalu marah. Iblis tidak pernah tinggal diam untuk membuat manusia menjadi lemah, ia akan memakai segala macam cara. Tetapi jika kita fokus dengan Tuhan, kitatidakakan terpengaruh dengan apapundansiapapun. Ini berarti kita memiliki rohani yang sehat. Tetapi jika banyak tersinggung, banyak marah berarti rohaninnyasedang sakit.

5. Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
Ibrani 12:1b “…dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita”.
Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan. Tekun berarti sabar dalam menanggung segala sesuatu(rintangan/cobaan/peristiwa) bukan hanya satu hari, satu kali ataupun satu tahun, tetapiseterusnya. Jadi jangan pernah berpikir untuk pensiun dalam melayani Tuhan. Diwajibkan artinya mau tidak mau, siap atau tidak siap sebagai manusia yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat harus mengikuti perlombaan. Inilah perlombaan yang diwajibkan bagi setiap orang percaya. Dikatakan agar jangan ada beban berarti masalah sekecil apapun harus dibereskan. Sehingga tidak memberatkan kita dalam mengikuti perlombaan.

6. Tidak menghiraukan nyawa sedikitpun
Kisah Para Rasul 20:24 “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”

Paulus ketika didalam penjara pun tidak menyia-nyiakan waktunya. Ia selalu menulis surat dan mengirimkannya kepada jemaat-jemaat. Mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi berarti tidak ada alasan untuk tidak melayani/beribadah, semua pasti ada caranya. Paulus katakan “aku tidak menghiraukan nyawaku…”

II Korintus 4:8-9 “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”

Orang yang memandang kepada Tuhan akan diberi kekuatan karna Ia adalah gembala yang baik. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Masa Yang Akan datang (2017)
Menjelang tahun baru, kita mulai mengevaluasi kegagalan-kegagalan di tahun 2016 dan menyusun strategi agar tidak terulang di tahun 2017, memperbaiki dan mengatur agar lebih baik. Berkat Tuhan selalu baru setiap hari tetapi kita harus mengatur dan berjaga-jaga dan mulai mengatur strategi dalam hidup.

Membuat antisipasi dan sikap mawas diri terhadap rintangan yang mungkin terjadi.
1. Yakobus 1:14 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”
– Timbul dari dalam orang itu sendiri, daging terangsang, tabiat daging mau muncul kembali
– Atau timbul karena panah berapi (Efesus 6:16) yaitu pikiran dosa yang ditembakkan oleh Setan ke dalam pikiran seseorang pada waktu ia melihat-lihat.
Kita harus mengetahui titik-titik lemah didalam hidup karna setiap pribadi memilikinya, sebagai contoh emosi, keinginan-keinginan, ikatan-ikatan dan kebiasaan. Kita harus menguasainya atau kita yang dikuasai dan dikendalikan olehnya bahkan iblis dapat membuat hal ini semakin parah. Musuh didalam diri kita yaitu keinginan daging. Sangat penting untuk menjaga hati,pikiran dan perasaan kita.

2. I Tesalonika 3:3 “supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu”.

Ada waktu-waktu tertentu dimana kita mengalami masa sukar seperti sakit,menghadapi pergumulan, mengalami kekuranganituadalah pelatihan-pelatihan yang Allah izinkan terjadi untuk kita alami agar menjadikan kita cakap bahkan untuk menanggujng yang lebih besar lagi. Jadi jangan ada orang yang goyah imannya karna kesusahan-kesusahan.

Yesaya 30:15 “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”
Artinya kita perlu memastikan kondisi roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna menjelang hari Tuhan yang mendekat. (I Tesalonika 5:23)

Jika dalam menghadapi masalah, kita emosi maka kita tidak dapat berdoa. Kita harus memastikan keadaan roh jiwa dan tubuh kita dalam keadaan terpelihara sempurna.

Lukas 21:34-36 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

3. I Timotius 6:9-10 “Tetapimereka yang ingin kaya terjatuhkedalampencobaan, kedalamjeratdankedalamberbagai-bagainafsu yang hampadan yang mencelakakan, yang menenggelamkanmanusiakedalamkeruntuhandankebinasaan. Karenaakarsegalakejahatanialahcintauang.Sebabolehmemburuuanglahbeberapa orang telahmenyimpangdariimandanmenyiksadirinyadenganberbagai-bagaiduka.”

Semua yang dipikirkan hanyalah uang bukan lagi memikirkan bagaimana menyenangkan hati Tuhan bahkan dalam berdoapun yang dipikirkan hanya uang, dalam bekerja yang dikejar hanyauang. Uang memang dibutuhkan tetapi uang bukanlah segala-galanya. Firman Allah berkata carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Ada janji yang Tuhan berikan kepada orang yang berkenan kepada-Nya. Bahkan tanpa diminta pun, Tuhan memberikan jika itu memang dibutuhkan.
Jika semakin banyak uang tetapi semakin kikir itu berarti sudah menjadi hamba uang dan banyak lagi membuat orang menyimpang dari iman. Karena alasan jabatan, uang, sembako relatinggalkan Yesus. Jadi harus berhati-hati jangansampaimenjadi hamba uang.

Jika semakin banyak uang tetapi semakin kikir itu berarti sudah menjadi hamba uang dan banyak lagi membuat orang menyimpang dari iman. Karena alasan jabatan, uang, sembako tinggalkan Yesus. Jadi harus berhati-hati jangan menjadi hamba uang.

4.Lukas 21:34 “Jagalahdirimu, supayahatimujangansaratolehpestaporadankemabukansertakepentingan-kepentinganduniawi…”

Mazmur 1:1 “Berbahagialah orang yang tidakberjalanmenurutnasihat orang fasik, yang tidakberdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidakdudukdalamkumpulanpencemooh,”

I Korintus 15:33 “Janganlahkamusesat: Pergaulan yang burukmerusakkankebiasaan yang baik”.

Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, jadiharus bijak dalam menjalani waktu karna kita tetap berada dalam posisi menjalani perlombaan. Kitab amsal berkata jika bergaul dengan orang yang bocor mulut maka kita pun akan menjadi bocor mulut, jika kita bergaul dengan orang yang bijak maka kita pun akan menjadi bijak.

Amsal 4:14-15 “Janganlahmenempuhjalan orang fasik, danjanganlahmengikutijalan orang jahat. Jauhilahjalanitu, janganlahmelaluinya, menyimpanglahdaripadanyadanjalanlahterus”.

Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitunghari-hari kami sedemikian, hingga kami berolehhati yang bijaksana”.

Akan ada godaan dan keuntungan didalamnya, tetapi jika kita tahu itu tidak benar dan tidak sesuai dengan firman, maka jalanlah terus dan jangan tergoda. Seringkali sungkan menjadi alasan akhirnya kita ikut. Miliki prinsip iman. Jika kita benar dihadapan Tuhan maka hati kita damai sejahtera.
Kemudian miliki sikap doa seperti Musa yang berkata “Ajarlah kami menghitung hari-hari sedemikian hingga kami memperoleh hati yang bijaksana.”

BijaksanadalamKamusBahasa Indonesia diartikansebagaimenggunakanakalbudi, tajampikirannya, pandai, berhati-hati, cermat, selaluberhati-hatidalamsetiaplangkahnya.

MengandalkanTuhanlebihlagi
Yeremia 17:7-8 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruhharapannyapada TUHAN! Iaakansepertipohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkanakar-akarnyaketepibatang air, dan yang tidakmengalamidatangnyapanasterik, yang daunnyatetaphijau, yang tidakkuatirdalamtahunkering, dan yang tidakberhentimenghasilkanbuah”.

Wahyu 3:5 “Barangsiapamenang, iaakandikenakanpakaianputih yang demikian; Akutidakakanmenghapusnamanyadarikitabkehidupan, melainkanAkuakanmengakunamanya di hadapanBapa-Ku dan di hadapanparamalaikat-Nya”.

Pdt. Milkha Potuda