This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

GppsPalu – Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Ayat diatas adalah pesan Tuhan bagi GPPS Palu tahun ini.

I. HARAPAN
Apakah harapan itu? Harapan adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang.Setiap orang memiliki sebuah harapan bahkan sampai sejuta harapan.
Apa harapan Saudara di tahun ini?
1. Harapan seorang anak
Tidak ada seorang anak yang menginginkan suasana keluarga yang tidak harmonis (broken home). Setiap anak mendambakan keluarga yang harmonis sehingga mereka merasa “at home”
2. Harapan seorang remaja
Usia remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya, sehingga penuh dengan keinginan dan sejuta harapan. Umumnya remaja memiliki sejuta harapan, termasuk harapan untuk menjadi pelajar yang berprestasi, baik di dalam studi maupun dalam hal lainnya.
3. Harapan seorang pemuda/pemudi
Dalam masa muda, seseorang ingin memiliki masa depan yang baik. Ada pekerjaan yang diharapkan dan ingin berhasil dalam pekerjaannya. Selain itu dalam masa muda umumnya seseorang juga mengharapkan pendamping hidup.
4. Harapan suami istri
Suami istri tentu mengharapkan untuk memiliki rumah tangga/keluarga yang bahagia. Namun tahukah Saudara bahwa: “Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kwantitas hidup namun dari kwalitas hidup yang dimiliki.” Maksudnya adalah: Kebahagiaan suatu rumah tangga/keluarga bukan ditentukan dari banyaknya kekayaan yang dimiliki tetapi seberapa pentingnya/berharganya Yesus bagi kita. Kita menjumpai banyak orang yang kaya namun tidak bahagia dan memilih untuk bunuh diri.
Jika Yesus penting bagi kita secara pribadi, maka kita akan memfungsikan pribadi Yesus dalam hidup pribadi dan keluarga kita. Kita akan membawa keluarga kita untuk mengalami perjumpaan dengan Yesus dan hidup berpusat kepada-Nya (Kristosentris).

II. PENTINGNYA KEBIASAAN
Setiap orang memiliki harapan akan masa depannya. Namun tahukah Saudara : “Masa depan kita adalah buah dari kebiasaan-kebiasaan kita”. Maksudnya di dalam kehidupan ini ada bagian Tuhan dan ada juga bagian kita. Bagian Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan, bagian kita adalah bekerjasama dengan Tuhan untuk mendapatkan masa depan yang penuh harapan tersebut. Bentuk kerja sama itu adalah dalam hidup keseharian kita.
Apa itu kebiasaan? Kebiasaan adalah suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan berulang-ulang.Banyak orang yang menganggap bahwa kebiasaan itu sebagai sesuatu hal yang tidak penting untuk diperhatikan. Mengapa? Karena kebiasaan itu terjadi secara alamiah. Padahal kebiasaan kita menentukan masa depan kita! Sulit meninggalkan kebiasaan yang buruk kalau kita tidak memulai kebiasaan yang baik.
Contoh kebiasaan burukmisalnya:
– Membuang sampah disembarang tempat. Hal ini sepertinyasepele, tapi ini merupaan kebiasaan yang buruk. Kita harus belajar untuk memulai kebiasaan baik, misalnya membiasakan buang sampah pada tempatnya dan hidup bersih.
– Menunda suatu pekerjaan yag seharusnya bisa diselesaikan seperti cuci piring. Piring-piring dan peralatan lain yang kotor dibiarkan menumpuk sampai besok pagi sehingga mengundang semut-semut, kecoa, tikus. Padahal alangkah baiknya sebelum tidur malam dipastikan terlebih dahulu semuanya bahwa rumah sudah dalam kondisi bersih, pintu dan jendela sudah terkunci, siap untuk ditinggal tidur.
Semuanya ini sepertinya sepele, tanpa disadari ini adalah merupakan kebiasaan yaitu kebiasaan yang buruk.

III. BAGAIMANA MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BAIK?
Bagaimana membangun kebiasaan yang baik? Semua dimulai dari cara kita berpikir. Karena kebiasaan adalah suatu perbuatan yang diulang-ulang dan semua perbuatan adalah akibat dari cara kita berpikir.

Roma 12:2Janganlahkamumenjadiserupadenganduniaini, tetapiberubahlaholehpembaharuanbudimu, sehinggakamudapatmembedakanmanakahkehendak Allah: apa yang baik, yang berkenankepada Allah dan yang sempurna.

Camkan hal ini: Banyak orang mau menang dalam menghadapi pencobaan hidup, namun mereka tidak punya KEBIASAAN yang menghentar mereka kepada KEMENANGAN. Seringkali kita kagum dengan orang-orang yang berhasil. Padahal mereka bisa berhasil karena mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu. Ada hal rutin yang mereka lakukan sehingga berhasil.

1. Canho adalah pianis cilik yang berasal dari Ende, sebuah kota kecil. Namun ia tampil dalam festival musik tingkat dunia di California, Amerika Serikat. Canho bersaing dengan 54 pianis muda lainnya dari berbagai negara. Ini prestasi yang luar biasa. Namun apa rahasianya? Sejak umur 3 tahun ia punya ketertarikan di bidang musik, dan ia latihan 3 jam dalam sehari. Namun menjelang tampil difestival ia meningkatkan latihannya selama 5-6 jam setiap hari.

2. Semua atlet dunia mempunyai kegiatan rutin, mereka tidak hanya berlatih saat akan mengikuti pertandingan besar melainkan ada kegiatan rutin yang terus mereka lakukan sehingga kegiatan tersebut menghentar mereka menjadi juara dunia.
Seringkali kita mau menang menghadapi persoalan yang sedang menghadang kita tetapi kita hanya mempersiapkan diri untuk bertemu Tuhan pada saat kita berhadapan dengan persoalan, itu sebabnya kita tidak bisa menang. Kita baru mencari Tuhan, berdoa, baca Firman saat persoalan datang, tetapi hal itu bukan menjadi KEBIASAAN kita.
Banyak orang percaya yang menjadikan Yesus sebagai kotak P3K, yang hanya dicari saat diperlukan, hanya saat ada masalah baru kita mengandalkan Dia. Banyak orang percaya yang jatuh bangun dalam hidup rohaninya karena mereka hanya mencari Tuhan saat ada masalah. Namun mereka tidak menjadikan Yesus sebagai nomor 1. Padahal seharusnya setiap saat kita mencari Tuhan.

3. Belajar dari Daud. Tahukah saudara mengapa Daud yang masih muda namun bisa mengalahkan Goliat yang adalah keturunan raksasa? Apa yang ada dibelakangnya?
Yang pertama memang karena Tuhan menyertai Daud. Namun yang kedua karena ada bagiannya Daud yaitu kebiasaan-kebiasaan Daud. Apa kebiasaan Daud?
1 Samuel 17:34-36 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini BIASA menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”
Daud punya kebiasaan menggembalakan kambing domba dan melawan binatang buas yang menyerang kambing dombanya. Daud sudah mempunyai kebiaaan itu sehingga menghentar ia bisa mengalahkan Goliat.

DALAM HIDUP BERUMAH TANGGA: Setiap pasangan suami istri pasti mengharapkan pernikahan yang luar biasa tetapi banyak dari mereka tidak punya kebiasaan-kebiasaan yang menghentar mereka untuk mempunyai pernikahan yang luar biasa. Mengapa?
1. Kodrat tanggung jawab tidak terlaksana. Padahal dunia pernikahan itu aman jika suami dan istri menjalankan kodratnya masing-masing. Contoh bagi istri: Istri harus bangun lebih pagi mempersiapkan makanan untuk keluarga. Suami pun harus bangun pagi untuk bekerja menafkahi keluarga. Jangan sampai sudah waktunya bangun tetapi tetap tidur.
2. Komunikasi dalam rumah tangga/keluarga bermasalah.
– Gadget punya kemampuan membuat yang dekat menjadi jauh, karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya sehingga tidak ada waktu untuk berkomunikasi bahkan komunikasi dengan Tuhan pun hilang.
– Suami/istri tidak pernah berkomunikasi dengan baik, selalu berkata-kata kasar

DALAM HAL PEKERJAAN: Banyak orang ingin mendapatkan karir bisnis yang luar biasa tapi tidak punya kebiasaan-kebiasaan yang menghentar kesana. Contoh:
– Tidak tertib/korupsi waktu (malas)
– Tidak setia dalam perkara kecil
– Tidak merasa tertantang. Tidak merasa perlu melengkapi diri. Merasa cukup apa adanya. Misalnya jika kita mau menjual namun kita tidak memiliki modal yang besar, kita bisa memakai media sosial untuk memasarkan barang yang mau kita jual.

Bayangkan kalau kita memiliki kebiasaan-kebiasaan:
– Menabung
– Membeli apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan
– Berolahraga
– Mengucap syukur dalam segala hal
– Bergantung kepada Tuhan
– Membaca firman Tuhan
Kebiasaan-kebiasaan itu akan menghentar kita mengalahkan apa saja!

Tetapi jika sebaliknya kita mempunyai kebiasaan:
– Berbohong
– Menonton pornografi
– Merokok
– Begadang, dll
Kebiasaan-kebiasaan ini akan menghentar kita ke suatu tempat yaitu rumah sakit, kantor polisi dll bahkan ke neraka!

4. Belajar dari Yusuf
Kejadian 41:32-37 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya. Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu.” Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh oleh semua pegawainya.

Yusuf menanamkan kebiasaan yang luar biasa selama 7 tahun yaitu menyisihkan 20% hasil panen selama masa kelimpahan dan menyimpannya. Saat itu mungkin orang-orang Mesir berkata, “Untuk apa?” Namun ternyata Yusuf sudah mempersiapkan semua ini untuk menghadapi masa kelaparan. Saat datang masa kelaparan yang melanda seluruh dunia selama 7 tahun, di Mesir ada persediaan makanan.
Bayangkan kalau kita punya kebiasaan selama:
– 7 tahun menabung daripada kita menghabiskan semua gaji 1 bulan
– 7 tahun hidup sehat daripada kita merokok, begadang, makan sembarang, dll
– 7 tahun ucapan syukur daripada kita komplain terus
– 7 tahun pergi ke gereja dengan hasrat mau mendapat sesuatu, haus dan lapar akan Tuhan daripada 7 tahun pergi ke gereja karena kewajiban/rutinitas, atau dengan tujuan hanya untuk mencari berkat Tuhan, atau kita tidak menghormati Tuhan sehingga datang ibadah terlambat sehingga membuat hati Tuhan sedih.

Jangan anggap enteng kebiasaan. Karena kebiasaan-kebiasaan yang buruk punya kemampuan untuk menghancurkan masa depan dan membawa kita keluar dari Rancangan Allah.

IV. HIDUPLAH SEBAGAI ORANG ARIF
Seringkali kita merasa Tuhan pilih kasih saat kita melihat orang lain menikmati Rancangan Allah: dapat sekolahkan anaknya, punya rumah mewah, maju dalam segala hal. Padahal Tuhan bukan pilih kasih, namun kitalah yang punya kebiasaan yang tidak menghentar kita kepada kemenangan.

Efesus 5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Perhatikan dengan seksama berarti bukan hanya sekedar memperhatikan, tetapi memperhatikan baik-baik. Jangan hidup seperti orang bebal. Apa itu bebal? Bebal itu tidak mau berubah, tetap mempertahankan kebiasaan buruk sekalipun Firman dan nasihat sudah datang berulang-ulang menegur kita.
Hiduplah seperti orang arif. Mari membangun kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasan buruk supaya rancangan (janji) Tuhan untuk masa depan tergenapi dalam hidup kita. Kebiasaan yang baik adalah suatu perbuatan yang dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan.

Pdt. Lea Novitasari, S.Th, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *