This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

GppsPalu -Lukas 2:8-20 8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 1 3Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” 15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Hari ini kita memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Momen seperti ini oleh sebagian orang dijadikan sebagai suatu suasana untuk hanyut dengan perasaan sendiri, oleh karena masing-masing mempunyai suatu memori saat masa natal, saat ia kecil sampai ia sudah lanjut usia. Ada yang mempunyai pengalaman tidak menyenangkan pada saat natal, yang harusnya white christmas tapi kenyataannya adalah blue christmas. Atau bahkan sebaliknya, ada peristiwa yang sangat menyenangkan terjadi pada saat natal dan ketika natal tiba maka tahun berikutnya ia akan terkenang dengan peristiwa itu.
Hal yang sangat disayangkan, karena makna natal itu sendiri tidak membawa kesan bagi pribadinya tapi justru lebih terkesan dengan masalah/peristiwa yang terjadi pada saat natal. Makna natal yang sesungguhnya hilang.

Mengapa kita membuat perenungan natal?
Kisah kelahiran Yesus yang dituliskan dalam Alkitab adalah merupakan suatu rangkaian peristiwa yang mempunyai makna pengajaran iman/rohani yang sangat dalam. Sebab kisah nyata ini tidak berbeda aplikasinya dalam kehidupan hari-hari, bagi setiap orang percaya.
Sejauh mana kita bisa memahami dan menangkap kehendak Allah? dan ketika Tuhan menyatakan kehendak-Nya yang “aneh-aneh”.
Sepasang muda mudi yang kudus dan tulus telah bertunangan dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Maria yang belum “mengenal” laki-laki, meskipun Yusuf pada saat itu sudah bertunangan dengannya. Mereka melakukan semuanya dengan terhormat dan dengan cara yang benar sesuai dengan hukum Tuhan. Bukankah ini adalah pribadi yang memiliki pemikiran yang berkualitas. Tiba-tiba, sementara mereka mempunyai rancangan yang kudus, terhormat demi suatu masa depan yang sudah dipersiapkan, namun kehadiran rancangan Allah “memporakporandakan” rancangan mereka.
Yusuf adalah orang yang benar dan jujur, secara diam-diam ia mau menceraikan Maria, ia tidak mau mempermalukan Maria. Ini adalah hal yang etis, ia tidak mau mempermalukan Maria tunangannya. Hal ini bukanlah perkara yang mudah bagi Yusuf. Orang berimanpun tidak akan siap menerima hal seperti ini.
Dapatkah kita memahami ketika ada rancangan yang baik dan benar yang sudah kita persiapkan untuk diri kita sendiri dan kemudian rancangan Allah datang “memporakporandakan” cita-cita kita? Adakah kita dapat menerimanya dan tidak kecewa? Sejauh mana iman kita menangkap kehendak Allah? Ini adalah tantangan iman bagi kita. Sejauh mana kita bisa melangkah kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita?
Kita harus bisa memahami semua ini agar kita dapat menerima rancangan Allah yang lebih mulia dari apapun juga.
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”

Kalimat ini tidak hanya untuk sekelompok bangsa saja, tapi kesukaan besar ini ditujukan untuk seluruh bangsa.
Ini bukan hanya sekedar ucapan saja, sebab kalau kita memahami bahwa dari segala sesuatu yang kita cari dalam kehidupan ini adalah DAMAI SEJAHTERA. Hanya saja disayangkan, bahwa mindset orang pada umumnya mulai mengkategorikan damai sejahtera itu dalam berbagai bentuk lahiriah. Ada yang berpikir kalau sudah kaya semua pasti bisa teratasi. Bagi orang yang berkekurangan dan tidak memiliki harta yang banyak hal ini merupakan pola pikirnya. Tapi dalam beberapa kasus, kaya dan mempunyai banyak harta bukanlah hal segala-galanya.
Sebagai orang percaya, apakah kita sudah alami sebagai orang percaya tidak ada lagi kekuatiran yang menekan hidup kita? Kita harus menikmati semua yang sudah Tuhan siapkan bagi kita.
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sudah kehilangan damai sejahtera. Orang yang kehilangan damai sejahtera adalah orang yang mempunayi kondisi seperti orang setengah gila. Makan tidak bisa, tidur tidak bisa dan hampir sluruh aktifitasnya terganggu. Ia akan tersiksa karena tekanan jiwani yang membuat ia tidak menikmati hidupnya.
Ada seorang ibu yang divonis karena sakit yang sudah parah. Karena etika dokter tidak memberitahukan apapun kepada si ibu. Dan ibu itupun menjalani kehidupannya seperti biasa bahkankelihatan sehat. Tetapi karena satu dan lain hal dokter harus mengatakan yang sebenaranya tentang penyakit itu, dan tidak menunggu lama sukacita ibu itupun lenyap, damai sejahtera ibu itu lenyap dan membuat kondisinya semakin lemah. Kita tidak boleh kehilangan kehilangan sukacita yang diberikan Kristus

Ciri khas pribadi orang yang berkenan kepada Tuhan adalah pribadi yang takjub dan yang menghormati Tuhan, mengagungkan Tuhan, memuliakan Tuhan, Tuhan diposisikan di tempat yang maha tinggi. Itulah sikap hati orang yang berkenan kepada Tuhan.
Ketika kita melayani Tuhan, jangan pernah melayani dengan apa adanya. Orang tua lahiriah saja bisa kita layani dengan hati-hati dan kita hormati, apalagi Tuhan yang kita layani, kita harus lebih memberikan yang terbaik bagi-Nya. Ada akibat/resiko yang akan kita terima ketika kita melayani Tuhan dengan apa adanya.
Kita mungkin berpikir bahwa kita tidak melakukan dosa yang mengerikan, tapi seringkali kita kehilangan penghormatan kepada Tuhan, karena merasa sudah terlalu “bebas” melayani Tuhan. Sering kita merasakan bahwa Allah adalah pribadi yang sangat baik, sehingga kita bisa memanggilnya sebagai seorang sahabat, tapi jangan lupa juga bahwa Allah adalah maha mulia, Dia sangat terhormat, jadi kita tidak bisa memperlakukan Tuhan sesuka apa yang mau kita lakukan.

15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Sesudah mereka mendengarkan perkataan para malaikat, mereka langsung merespon, mereka cepat-cepat menuju tempat yang sudah diberitahu. Mereka tidak berlama-lama. Ini juga salah satu ciri khas orang yang berkenan kepada Tuhan. Melakukan apa yang Tuhan perintahkan dengan SEGERA.
Ketika Tuhan memerintahkan untuk menuju tempat itu, Tuhan tidak mempersulit mereka. Tuhan memberikan tanda-tanda yaitu bahwa mereka akan berjumpa dengan seorang bayi yang terbungkus dengan lampin dan tertidur di palungan.
Bukankah ini yang sering Tuhan lakukan bagi kita, Ia tidak pernah mempersulit kita ketika Ia memerintahkan sesuatu bagi kita untuk kita kerjakan dengan SEGERA.
Tuhan sudah menetapkan begitu rupa, ketika Orang Majus itu pergi, mereka menemukan sesuai dengan apa yang dikatakan Firman Tuhan. Ketika Tuhan berfirman itu adalah ya dan amin.

Pribadi yang ditulis dalam Alkitab yang dikatakan berkenan kepada Tuhan
1. Henokh
Ibrani 11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

Pertobatan dan lahir baru adalah urusan akhirat, tetapi mengenai hidup berkenan kepada Tuhan adalah urusan di dunia dan teraplikasi dalam hidup sehari-hari. Hidup berkenan adalah tuntutan Thanbagi setiap pribadi yang sudah lahir baru. Selama hidupnya, Henokh adalah pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Hal ini sangat berhubungan erat dengan iman. Iman yang kita miliki harus dipakai agar supaya kita memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan. Hidup oleh iman adalah hidup yang melakukan firman Tuhan. Ketika kita tidak melakukan Firman berarti yang kita lakukan adalah dosa.

2. Daud
Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Daud memang pernah jatuh ke dalam dosa. Begitupun kita. Ini menghilangkan damai sejahtera. Iblis membujuk untuk melakukan dosa, Iblis merayu untuk melakukan dosa. Sesudah kita melakukakan dosa dan hal itu menyakitkan hati Tuhan, terkadang kita merasa aman karena Tuhan tidak mebalas perbuatan kita dan Ia tidak berbuat apa-apa. Ingatlah! Tuhan itu panjang sabar, Ia memberikan kesempatan bagi kita untuk segera bertobat dari segala kesalah kita. Tuhan mau mengajar kita supaya kita hidup berkenan kepada Tuhan dan kembali kepada jalan-Nya.

3. Yesus
Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Hidup berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang selalu melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Perintah-perintah-Nya itu tidak sulit. Matius 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.
Hanya dengan iman kita bisa hidup berkenan kepada Tuhan.

Pdt. R.F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *