Category Archives: KOTBAH
IMAN YANG BEKERJA OLEH KASIH
Galatia 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”
I Yohanes 5:3-5 3Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Dalam Galatia 5:6 merupakan suatu ketegasan dari Paulus untuk jemaat Galatia supaya mereka memahami tentang iman dan bagaimana iman itu bekerja, daripada hanya mempersoalkan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan iman percaya.
Paulus juga pernah menegur Petrus dihadapan umum, mengenai sungkanisme yang dimiliki Petrus lebih besar daripada prinsip iman.
Hal ini tidak berbeda dengan keberadaan orang Kristen. Cara kebanyakan orang Kristen memahami apa makna iman yang sesungguhnya, sangat memprihatinkan.
Iman bukan hanya sekedar jawaban doa untuk suatu permintaan, iman bukan dipaksakan hadir untuk menjawab suatu masalah, iman bukan hanya menghadirkan barang yang tidak ada menjadi ada. Ini semua adalah pemahaman yang sangat keliru, yang bisa membelokkan orang percaya dari rancangan Allah yang mulia.
Kita harus memahami bahwa dalam Roma 1:17 Tuhan telah menetapkan bahwa setiap orang benar akan hidup oleh iman, tidak ada ketetapan lain. Iman adalah ketaatan tanpa syarat terhadap perintah-perintah Tuhan.
Format hidup orang Kristen harus berbeda sebelum ia lahir baru dan sesudah ia lahir baru. Setelah lahir baru ia harus hidup oleh iman dimana semua realita hidup didikendalikan oleh iman bukannya unsur jiwani.
Kalau kita sudah lahir baru tapi kita tetap memilih untuk hidup dengan cara yang lama hal ini akan menyiksa kita.
Kita tidak boleh “dipermain-mainkan” oleh pergumulan hidup. Semua pergumulan hidup harus diselesaikan sesuai dengan apa kata firman. Ada sesuatu yang dahsyat yang dimiliki oleh orang percaya jika mau hidup oleh iman.
Ibrani 11: 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Dalam Roma 10:17 tertulis bahwa iman timbul dari pendengaran oleh firman Kristus, tetapi proses yang terjadi dalam diri seseorang adalah dimulai dari setitik pengharapan.
Jika kita hanya mengambil sepotong ayat untuk menjadi pegangan semata-mata tanpa mempelajari lebih lanjut, maka yang akan terjadi adalah: kalau bukan menjadi pribadi yang ekstrim maka akan kecewa pada Tuhan.
Dalam Ibrani 11 kita menemukan ada pribadi-pribadi yang menerima janji Tuhan karena iman dan ketaatan. Tetapi begitu kita membaca bagian akhir, kita juga menemukan bahwa ada orang-orang yang yang sampai akhir hayatnya tidak menerima jawaban doa, tapi alkitab mengatakan mereka adalah pahlawan-pahlawan iman. Inilah ketaatan tanpa syarat. Mari renungkan! Jika kita sudah taat tetapi tidak menerima apa yang dijanjikan, apakah kita masih tetap melakukan ketaatan?
Mengembalikan persepuluhan milik Tuhan hanya karena takut tidak diberkati atau usaha bisa gagal. Alat penguji iman yang paling ampuh adalah uang. Karena uang itu melekat dengan kita. Ketika kita tidak beres dalam hal keuangan, maka semua kegiatan rohani kita hanyalah omong kosong, semua tidak ada nilainya. Semua kegiatan ibadah kita dihapus oleh Tuhan. Janganlah memberi hanya karena kebiasaan, tetapi memberilah karena kita mengasihi Tuhan dan memberilah dengan iman.
Pergi beribadah hanya karena takut Tuhan “pukul”
Mari dengan jujur menyatakan: apakah ketaatan yang selama ini kita lakukan hanya karena takut Tuhan “pukul”?
Berarti ketaatan kita masih bersyarat.
Apa masalahnya?
I Yohanes 5:3-5 3Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Ayat diatas diawali dengan kalimat “Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya” Apa hubungannya dengan “Iman kita yang mengalahkan dunia”?
Dalam sebuah syair lagu berkata “Bila iman kita lemah tak berdaya, bila iman kita bagai tembok roboh”. Ini bisa membantu kita untuk intropeksi, apakah iman kita mempunyai kekuatan? Apakah iman kita berdaya atau tidak? Apakah yang menyebabkan iman kita lemah tak berdaya bahkan seperti tembok roboh?
Rasul Yohanes membawa kita pada pemahaman bahwa semua ketaatan tanpa syarat terhadap perintah-perintah Tuhan dasarnya adalah kasih AGAPE.
Kalau kasih bermasalah maka imanpun akan bermasalah. Jadi ketika iman seperti tembok roboh berarti kasih kita sedang bermasalah.
Kenapa Alkitab berkata perintah-perintah-Nya tidak berat? Sedangkan kenyataannya bagi orang-orang percaya itu merupakan suatu yang berat.
Kebanyakan orang percaya hanya suka dan mau seperti pada Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”
Kalau perintah-perintah-Nya tidak berat, pertimbangan dari manakah sehingga Alkitab berkata seperti itu. Jawabannya ada pada kasih AGAPE. Lahir dari Allah berarti lahir dari suatu benih Ilahi yang namanya AGAPE. Orang percaya yang memiliki AGAPE akan melakukan semua perintah Allah tanpa suatu tekanan. Ketika semua perintah Tuhan menjadi suatu tekanan bagi kita, maka kita harus membenahi AGAPE kita.
Agape: kasih tertinggi, yaitu kasih Allah. Filia: kasih persaudaraan/persahabatan: kasih antar sesama. Storge: kasih antara orangtua dan anak-anak, atau antara saudara kandung. Eros: kasih antara pasangan.
Kita semua mempunyai keempat jenis kasih di atas. Jenis yang mana yang kita pakai untuk mengasihi Tuhan?
Kasih eros, storge dan filia adalah kasih yang kesemuanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan. Mengapa kita menjumpai iman kita lumpuh, karena yang kita miliki hanya 3 jenis kasih (filia, storge, eros).
Lukas 10:30-37 30 Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” 37 Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Kaum Lewi merupakan simbol religius, tetapi ketika diperhadapkan dengan realitas seperti yang tertulis di atas, ternyata imannya tidak menghasilkan apa-apa untuk menjawab realitas tersebut.
Tetapi lewat orang Samaria, kita menemukan ada seseorang yang tergerak menolong karena hati nuraninya.
Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, supaya hati kita terfokus pada Tuhan dan tidak ada bentuk cinta lain yang menggantikan posisi Tuhan dalam hati kita, hanya Dia satu-satunya.
Mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa artinya unsur jiwani perlu dikuduskan dan hanya hanya diisi oleh agape.
Mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan juga harus disertai dengan agape. Kekuatan manusia sangat terbatas, tetapi ketika agape itu masuk maka itu akan menjadi kekuatan tanpa batas. Kita akan rela melakukan hal-hal yang tak terbatas. Dan ketika dilakukan dengan iman maka iman itu akan melakukan hal-hal yang melampaui batas kemampuan.
Kita harus memahami dan mendalami hal ini supaya dapat sungguh-sungguh memperhatikan kualitas rohani kita. Karena semua yang positif, Iblis punya kemampuan untuk membalikannya menjadi hal yang negatif.
I Korintus 13:1-3 1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing
2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
Mungkinkah berkorban tanpa kasih? Atau tanpa berdasarkan cinta? Lantas apa yang menggerakkan dia untuk bisa membagikan segala hartanya? Dapatkah semuanya dilakukan tanpa kasih? Jawabnya adalah bisa karena dia melakukan hanya untuk kepujian.
Jadi mulai sekarang belajarlah untuk mendeteksi apakah segala yang kita lakukan berdasarkan iman (kasih kepada Tuhan) atau hanya karena kepujian, supaya jangan sampai kita terjebak.
Wahyu 2:1-5 1 “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
Apa yang kurang dari jemaat Efesus? Semua yang berkualitas ada pada jemaat ini, baik jerih payah maupun ketekunan bahan sabar menderita dan tidak mengenal lelah. Apakah semua ini bukan dikerjakan karena kasih?
Tuhan berkata: “… engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”
Di sini kita menemukan bahwa jemaat di Efesus bermasalah dengan kasih mereka. Ada kasih yang lain dalam pelayanan mereka. Oleh sebab itu Tuhan menyuruh mereka untuk bertobat. Karena masalah ini adalah masalah yang serius. Kasih mula-mula itulah yang dinamakan AGAPE
Ada ketaatan tanpa syarat didalamnya. Mari kita menjadi dewasa melakukan ketaatan karena kita mengasihi Dia.
Pahamilah ketika Tuhan mau menolong kita, bukan karena permasalahan kita yang menggerakan-Nya tapi karena pribadi kita-lah yang sudah menggerakkan hati-Nya. Kalau kita sembuh, pahamilah bukan karena penyakit kita Tuhan mau menyembuhkan, tapi karena ia sangat berurusan dengan pribadi kita, karena kita adalah anak-anak-Nya.
By : Pdt. R.F.Martino
TETAPLAH BERJUANG
2 Timotius 2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Dalam istilah “berjuang” tidak asing dalam istilah gerejawi.Tetapi saat ini sudah mulai pudar.Sejak saya kecil dan mulai masuk gereja dan pelayanan, kami tidak menggunakan istilah melayani tetapi berjuang. Saya ingat ketika gereja mengadakan perkunjungan keluar kota, jika ditanya mau kemana, maka dijawab mau berjuang. Begitu selesai pulang, mereka katakan “habis berjuang”.Pelayanan dan perkunjungan diistilahkan juga dengan berjuang.2 Timotius 2:4 kembali mengingatkan kepada kita bahwa istilah berjuang adalah yang paling tepat digunakan.
Kita bersyukur karena kita sudah dapat mencapai apa yang Tuhan ingatkan bagi kita untuk menjadi jemaat yang misioner, transformis dan mandiri dalam segala hal termasuk dalam mempersiapkan hamba-hamba Tuhan sehingga 98% gembala-gembala yang ada di Sulawesi Tengah adalah alumni dari Sekolah Pelayanan Palu. Hari ini firman Tuhan diberitakan khususnya bagi siswa sekolah pelayanan palu yang akan diutus, agar tetap berjuang.
Jika ada kata “tetaplah berjuang” berarti seumur hidup dalam pelayanan adalah dalam situasi kondisi berjuang. Menurut kamus, berjuang memiliki arti bertempur, kerja keras, banting tulang. Kamus mengartikan kata berjuang cukup luas baik dalam situasi perang maupun dalam situasi aman(kerja keras).Tidak diam tetapi dalam situasi kondisi yang memaksa seseorang harus berjuang.Kata berjuang berarti sedang melakukan sesuatu pergumulan yang begitu rupa untuk merebut/mendapatkan sesuatu.
Suatu keterbebanan yang mendalam atas kondisi di negeri kita khususnya gereja Tuhan saat ini.Seperti Firman Tuhan katakan pekerja sedikit sementara ladang sudah menguning.Kita terus menggumuli situasi di gereja kita ini.Hati yang mengasihi jiwa-jiwa yang seharusnya dimiliki secara mutlak oleh gereja semakin pudar.Oleh karena itu makin banyak jiwa-jiwa yang belum mendenganr injil apalagi diselamatkan sehingga muncul istilah jiwa-jiwa yang terabaikan.Itu ada di sekitar kita. Kondisi ini diketahui oleh gereja Tuhan tetapi gereja Tuhan melakukan hal yang lain, bersolek dengan segala macam cara dan bentuknya, mempercantik gereja sementara jiwa-jiwa telah digarap oleh pihak-pihak lain. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena apa yang dilakukan gereja dalam misi sangat minim membuat pribadi-pribadi orang percaya tidak tertarik untuk menjadi hamba Tuhan fulltime, semakin kurang pemuda-pemuda yang mau melayani pekerjaan Tuhan sepenuh waktu terlebih untukmelayani di tempat-tempat terpencil yang belum mendengar injil Kristus. Kondisi ini sangat memprihatikan dan dapat membuat kita tersentak pada akhirnya.
Pernahkah sepanjang hidup saudara sampai hari ini terfikir untuk mau melayani Tuhan secara fulltime?mempersembahkan hidup untuk melayani Tuhan secara sepenuh waktu?
Saya bersyukur menerima panggilan Tuhan ketika saya masih duduk di bangku SMA, tidak pernah terpikirkan saya akan menjadi hamba Tuhan apalagi berdiri didepan jemaat. Tetapi Tuhan memanggil dengan cara-Nya yang dahsyat melalui sebuah acara KKR yang diadakan oleh seorang hamba Tuhan dari Finlandia.KKR diadakan selama beberapa malam, dan malam terakhir adalah ibadah tantangan misi, tantangan untuk menyerahkan hidup menjadi hamba Tuhan. Hati saya sangat berdebar tetapi saya pikir tidak mungkin maju ke depan dengan kondisi jemaat yang begitu banyak orang, tetapi Tuhan bekerja begitu rupa dan saya tidak dapat tahan untuk duduk lebih lama, ketika altar call, saya lari ke depan dan menyerahkan hidup sepenuh. Setelah didoakan saya tetap lanjut sekolah sampai Tuhan buka jalan bagi saya untuk masuk di sekolah alkitab untuk belajar menjadi hamba Tuhan.
Dulu saya tidak pernah dimotivasi untuk mengenal panggilan, tidak tahu yang dimaksud dengan misi, tidak mengenal tentang memberitakan injil, sekalipun gembala saya seorang pengajar alkitab yang luar biasa tetapi tidak dijelaskan materi tentang misi.Ketika KKR diadakan, kami hanya dianjurkan untuk membawa orang/keluarga yang sakit sehingga jika sembuh dia masuk gereja.Sangat minim pemahaman saya tentang panggilan dan misi.
Usia saya ketika mulai melayani Tuhan secara fulltimedi kota ini adalah sekitarumur 24 tahun dan saya harus khotbah dikaum ibu padahal saat itu saya masih pemuda. Yang saya khotbahkan dikaum ibu mengenai masalah keluarga danapa yang Firman katakan tentang hal-hal tersebut.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa seorang prajurit yang sedang berjuang tidak hanya memakai seragam yang lengkap. Demikian halnya, kehamba-Tuhanan kita bukan hanya untuk diketahui orang lain bahwa kita adalah hamba Tuhan tetapi apa hasil dari kita sebagai hamba Tuhan.Seorang hamba Tuhan harus memiliki kualitas hamba Tuhan tanpa dituntut.
Apa yang kita perjuangkan?
Kita harus memperjuangkan iman pribadi.Maksudnya ialah bukan memperjuangkan kepentingan pribadi melainkan pergumulan iman kita secara pribadi.Perjuangan iman sebagai orang percaya membutuhkan ketaatan kita.Hal ini akan terjadi kepada semua pribadi, entah itu fulltime atau bukan.
Kualitas iman kita akan nampak dan mewarnai pelayanan kita dalam berbagai hal. Pelayanan dapat terbengkalai karena kita tidak sedang berjuang.Oleh karena itu adalah berbahaya bagi seorang hamba Tuhan jika terlalu banyak waktu yang menganggur.
Filipi 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
Kolose 1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Ketika saya selesai melakukan seminar di satu kota, seorang hamba Tuhan datang dan berkata bahwa ia kurang setuju dengan apa yang saya katakan bahwa Tuhan tidak pernah pusing dan tergerak dengan persoalan kita, tetapi yang membuat Ia tergerak adalah karena kita anak-Nya. Tuhan menolong bukan karena persoalan atau penyakit kita, tetapi karena kita dikasihi Tuhan.
Tuhan Yesus tidak terbangun dengan angin ribut yang begitu besar dan perahu yang hampir penuh dengan air tetapi Ia terbangun karena murid-murid yang berteriak. Angin ribut tidak akan mampu membangunkan Tuhan tapi iman kita yang berseru kepada Tuhan mampu membuat Tuhan melakukan apa yang Ia sudah janjikan.
2 Petrus 1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
Kata lain dari berjuang adalah sungguh-sungguh. Ketika kita berjuang berkenan dihadapan Tuhan berarti kehidupan rohani kita terus bertumbuh menjadi dewasa dan inimutlak dilakukan. Jika kita sendiri tidak berusaha untuk bertumbuh menjadi dewasa, kita tidak akan menjadi berkat bagi orang lain dalam hal pelayanan rohani. Nasihat rasul Paulus kepada Timotius yang masih sangat muda ketika menjadi hamba Tuhan “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda”.
“Tidak memusingkan akan penghidupan” berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan lahiriah.Salah satu ketetapan dalam Sekolah Pelayanan Palu adalah tidak boleh pacaran.Bukan berarti setelah selesai sekolah lalu menjadi bebas merdeka dari peraturan.Hal ini harus dipahami dengan benar.
Saya selalu tekankan untuk jangan pernah menikah jika belum ada pelayanan karena bisa mencemari panggilan.Bukan mereka berzinah tetapi motivasi bisa jadi tercemar karena tuntutan kebutuhan hidup yang mutlak harus dipenuhi.Kita tidak menjadikan pelayanan sebagai tempat mencari hidup tetapi kita hidup untuk melayani Tuhan.
Orang dunia saja punya filosofi jangan pernah naksir anak orang kalau belum ada kerja.Olehnya kalau sudah mau kawin harus ada kerja.Sudah ada kerja baru boleh naksir, sebab jika belum ada kerja, belum ada penghasilan.Jangan sampai sudah menjadi hamba Tuhan, tetapi masih diberi makan oleh mertua/orang tua.
Kebutuhan daripada tuntutan hidup yang harus digenapi inilah yang dapat mencemari panggilan akhirnya mulai bimbang dan berpikir untuk kerja dunia saja karena lebih terhormat kerja dunia.Seharusnya tidak perlu mengalami hal seperti ini jika bijaksana.
Seringkali kita tidak menyadari pekerjaan sijahat yang hadir dialam nyata, kita justru hanyut didalamnya padahal secara rohani kita usir dan kita tengking.Kita harus memiliki hikmat melebihikehidupan manusia pada umumnya.Karena hikmat Allah diberikan kepada kita.
Salah satu hal yang saya bagikan kadangkala tidak bisa diterima yaitu jangan pernah hamba Tuhan fulltime dan termasuk kita juga orang percaya bercita-cita untuk kepentingan pribadi.Buatlah cita-cita untuk kepentingannya Tuhan.Jika tidak, kita banyak tergoda/tertarik dengan hal-hal duniawi.
Keinginan-keinginan daging itu selalu pasti hadir dalam setiap hamba Tuhan muda dalam berbagai macam bentuknya. Semua manusia sama saja, ketika masih muda ingin punya ini dan itu. Inilah yang berbahaya.Sampai kepada kepentingan pribadi yang sangat mutlak digenapi tetapi sangat bisa menggangu motivasi pelayanan kita.Oleh karena itu, kualitas iman kita harus terus bertumbuh menjadi dewasa barulah kita menggarap kita punya pelayanan.
Tetap berjuang berarti kita tahu kita sudah menyambut panggilan Tuhan.Menjadi hamba Tuhan adalah harga mati, tidak ada tawar-menawar apapun dan tidak boleh ada sesuatu yang mencemari hati kita.
Ada saat-saat dimana Tuhan akan membuat kita seolah-olah tidak lagi menemukan panggilan dan itu banyak terjadi dimana-mana. Mereka akan meninggalkan pelayanan, baik meninggalkan pelayanan sebagai hamba Tuhan maupun meninggalkan tempat pelayanan. Siapa pun jemat akan mengalami hal seperti itu. Berhenti melayani yang diistilahkan istirahat.Pelayanan adalah perjuangan dan pengorbanan, bukan tempat untuk memamerkan kemampuan.
Ada banyak bentuk peristiwa yang menjadi faktor penyebab yang sangat logis mengapa kita mau meninggalkan pelayanan maupun tempat pelayanan.Orang tidak menangkap bahwa sesungguhnya Tuhan menghadirkan situasi seperti itu agar kita dapat menemukan bahwa panggilan kita disitu.Kita dihadapkan dengan hal seperti itu supaya kita menyadari jika kita masih bisa melayani disitu, bukan karena kita mampu dan kuat tetapi justru Tuhan mau memperlihatkan bahwa batas kemampuan kita hanya sampai disitu.Tuhan mau menunjukkan bahwa kemampuan dan kekuatan kita tidak ada artinya.Jika masih bisa bertahan sampai saat ini, itu karena Aku, kata Tuhan.Tetapi banyak orang tidak sampai pemahamannya sampai disitu.
Oleh karena itu tetaplah berjuang.Pakailah kalimat ini untuk saling menguatkan baik diantara sesama jemaat maupun orang percaya lainnya.(MS)
By : Pdt. R.F Martino
“IMAN YANG BEKERJA OLEH KASIH”
Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
1 Yohanes 5:3-5 “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?”
Galatia 5:6 “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”
Akibat pemahaman yang dangkal mengenai iman, banyak orang percaya yang memahami iman hanya sebatas menerima sesuatu dari Tuhan (jawaban doa, mujizat, dll), sehingga mereka tidak melakukan banyak hal yang merupakan hasil dari imannya.
Orang yang baru menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah orang yang lahir baru. Orang yang lahir baru ini masih merupakan bayi rohani dan harus diajar untuk menjalani hidup barunya sebagai orang percaya yaitu hidup oleh iman.
Kekeliruan banyak hamba Tuhan adalah mengajarkan jemaatnya untuk beriman hanya saat ada permintaan/keinginan. Maka yang menggerakkan imannya bukan kasih namun segala keinginan-keinginannya, sekalipun bentuk aktivitasnya adalah aktivitas rohani yaitu berdoa. Tak heran iman dari banyak umat Tuhan tidak kuat, bahkan mungkin saja seperti “tembok roboh”.
Yakobus 2:14-16 “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?”
Iman orang ini adalah iman yang tidak menjawab persoalan, hanya memberi kalimat-kalimat penghiburan tetapi tidak memberi apa yang dibutuhkan sesamanya yang berkekurangan. Karena itu gereja GPPS Palu mengajarkan iman yang realistis, yaitu iman yang mampu menjawab realita hidup / iman yang menghasilkan perbuatan-perbuatan iman!
Kita harus berhati-hati bahwa banyak orang semakin rohani semakin pelit. Mengapa? Karena semua hal terlalu dikaji secara rohani sehingga ia lupa melakukan apa yang seharusnya ia lakukan sebagai hasil dari imannya. Orang rohani biasanya mengkaji bahwa sesamanya miskin karena dosa/kutuk, maka ia hanya sebatas memberi nasihat. Padahal jika ia memberikan apa yang menjadi kebutuhan sesamanya, maka saat ia memberikan nasihat / memberitakan Injil, berita tersebut mudah diterima oleh sesamanya itu.
Yakobus 2:17-20 “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”
Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”
Ada banyak orang yang menyanyikan lagu-lagu rohani, namun ia tidak melakukan perintah Tuhan. Apa gunanya? Banyak orang percaya – mungkin diantaranya adalah kita – berargumen supaya tidak melakukan Firman. Atau mungkin kita tidak mengatakannya, tetapi dalam sikap hidup kita, kita sudah menunjukkan bahwa kita memiliki banyak argumen untuk tidak melakukan Firman Tuhan.
Yakobus 2:21-25 “Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”
Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?”
Minggu lalu kita sudah belajar bahwa perintah-perintah Tuhan tidak masuk akal. Apakah Tuhan mempersulit kita untuk masuk surga? Tidak! Karena jika kita tidak melakukan perintah-perintah Tuhan, maka kita tidak akan bisa hidup oleh iman. Jadi, jika kita mau belajar hidup oleh iman, kita akan diperhadapkan dengan Perintah-Perintah Tuhan, yang tuntutannya adalah melakukan isi perintah.
Saat orangtua mendidik anaknya, ada kalimat-kalimat yang mengajarkan untuk berhati-hati – ini adalah nasihat. Ada juga kalimat-kalimat penghiburan, memberi semangat dan dorongan. Namun ada juga perintah-perintah agar dilakukan. Perintah-perintah orangtua kepada anak adalah perintah yang masuk akal tetapi perintah-perintah Allah tidak masuk akal bagi kita. Sebagai contoh: Abraham mendapat perintah yang tidak masuk akal untuk mengorbankan Ishak anaknya, namun ia taat. Yesus memberi perintah yang tidak masuk akal untuk membuka pintu kubur Lazarus yang mayatnya sudah berbau busuk.
Yesus berkata, “Jikalau kamu MENGASIHI Aku, kamu akan melakukan SEGALA PERINTAH-KU.” Jadi ini adalah masalah kasih. Jika anak-anak mengasihi orangtuanya, mereka akan melakukan segala perintah orangtuanya. Jadi anak-anak yang tidak melakukan perintah orangtuanya adalah anak-anak yang tidak mengasihi orangtuanya. Demikianlah hubungan antara kita dengan Tuhan. Jika kita tidak melakukan perintah Tuhan, itu menunjukkan bahwa kita tidak mengasihi Tuhan.
Sebelum kita hidup dalam Tuhan, hidup kita hanya diikat dengan hukum logika. Namun setelah kita lahir baru dan menjalani hidup baru, Tuhan menetapkan kita hidup menurut hukum iman yang berada diatas hukum logika. Ini adalah pengalaman yang baru! Karena itu kita harus melatih diri untuk melakukan perintah-perintah Tuhan mulai dari hal yang kecil.
Kita hidup karena benih Kasih Agape. Pengalaman pertama menerima Yesus adalah pengalaman pertama kita mengalami Agape. Pengalaman itu begitu kuat, yang disebut pengalaman kasih mula-mula, dimana tidak ada kata “tidak” untuk Tuhan, tetapi semuanya adalah “ya” untuk Tuhan. Pengalaman kasih mula-mula adalah pengalaman luar biasa dimana Tuhan pun akan menguji kasih kita melalui ketaatan akan Firman-Nya.
Tetapi seiring waktu, banyak orang percaya yang kasihnya menjadi luntur. Rohnya tak lagi menyala-nyala. Mengapa? Karena Kasih Agape di dalam hatinya telah dicemari oleh unsur-unsur dunia.
Jika kita tidak lagi memiliki kasih kepada Tuhan / kasih kita telah tercemar, kita akan menjadi orang-orang percaya yang melakukan perbuatan-perbuatan hebat dan sepertinya rohani, tetapi karena kita melakukannya tanpa kasih, kita melakukannya untuk kepujian diri (seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 13).
Karena itu kita harus memahami bahwa Kasih Agape-lah yang menggerakkan iman kita untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan iman yaitu ketaatan akan perintah-perintah Tuhan.
By : Pdt. R. F. Martino
“AMAN TINGGAL DI DALAM HADIRAT ALLAH”
Mengapa kita perlu tinggal di dalam hadirat Allah terutama di hari-hari terakhir ini? Karena hari-hari ini adalah hari-hari yang jahat, yang disebut Alkitab sebagai masa kegelapan, masa dimana iblis turun dalam geramnya yang dahsyat karena ia tahu bahwa waktunya sudah singkat.
Saat ini adalah saat dimana iblis sangat kuatir karena orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh dalam Tuhan akan mengalami pengangkatan. Karena itu saat ini iblis bekerja sangat cepat, begitu rupa untuk menyesatkan manusia sehingga kejahatan semakin bertambah-tambah.
Dalam Mazmur 91 ada jaminan perlindungan Tuhan. Rahasia untuk mengalami janji ini ada di ayat pertama.
Mazmur 91:1 “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa”. Dalam terjemahan King James Version (yang paling mendekati arti sebenarnya dalam bahasa Ibrani): “Orang yang tinggal di dalam tempat rahasia dari Yang Maha Tinggi akan tinggal di bawah naungan Yang Maha Kuasa.”
Tempat rahasia adalah hadirat Allah. Maka maksud ayat itu adalah: Orang yang berdiam di dalam hadirat Allah, akan tinggal di bawah naungan / perlindungan Yang Maha Kuasa. Jadi perlindungan Tuhan yang dialami orang percaya adalah hasil atau akibat dari ia berdiam di dalam hadirat Allah. Karena itu kita perlu terus menerus / selalu berada di dalam hadirat Allah.
Senantiasa berada di dalam hadirat Allah bukan berarti kita harus selalu berada di dalam kamar doa. Tuhan ada di dalam hati kita, maka dimanapun kita berada, kita bisa terus berada di dalam hadirat Allah.
Banyak orang percaya yang seharusnya bisa terhindar dari berbagai kecelakaan, sakit penyakit, dll jika saja mereka senantiasa berada di dalam hadirat Tuhan.
Mazmur 91:2 “akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Daud telah mengalaminya, maka ia bisa berkata bahwa Tuhan tempat perlindungannya. Kita perlu mengalami perlindungan Tuhan terlebih dulu sebelum kita meyakinkan orang lain.
Mazmur 91:3 “Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.”
Tuhan menjauhkan orang percaya yang senantiasa berada dalam hadirat Allah dari berbagai celaka. Dalam pelayanan saya yang banyak melayani orang yang disantet, dll, saya banyak kali menerima ancaman dari iblis. Namun pembelaan dan perlindungan Tuhan nyata dalam hidup saya.
“Jerat penangkap burung” adalah jebakan-jebakan si jahat yang menggunakan umpan, contoh: narkoba yang dikemas menarik seperti obat pintar, obat kurus, dll. Ada juga jebakan dalam dunia usaha yaitu orang-orang yang mencoba menipu dengan iming-iming keuntungan yang besar.
Jika kita tinggal dalam hadirat Allah, meminta tuntunan Tuhan dan mendengar suara-Nya, maka Tuhan akan memperingatkan kita terhadap jebakan-jebakan yang berada di depan kita. Namun seringkali orang percaya tidak punya waktu untuk Tuhan sehingga mereka tidak mendengar tuntunan Tuhan.
Tuhan juga mau menghindarkan kita dari sakit penyakit: baik melalui peringatan-Nya supaya kita tidak memakan makanan yang tidak sehat, maupun peringatan-Nya supaya kita menaati hukum-hukum Allah. Menurut data WHO: 80% dari orang yang sakit adalah karena faktor jiwa misalnya kekuatiran. Dari data sekuler: 90% yang dikuatirkan oleh seseorang tidak pernah terjadi. Jadi kita tidak perlu kuatir. Kuatir dan takut adalah pelanggaran akan perintah Allah.
Mazmur 91:4 “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.”
“Kesetiaan-Nya” dalam terjemahan KJV: “Kebenaran-Nya”. Jadi, kebenaran/Firman Tuhan yang kita baca adalah perisai dan pagar tembok. Karena itu selalu siapkan waktu untuk membaca Firman Tuhan.
Mazmur 91:5 “Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,”
“Kedahsyatan” (KJV: “Teror”). Kita tidak perlu takut terhadap terorisme, yang penting kita berjaga-jaga dan berada dalam hadirat Tuhan.
Ada kesaksian dari seorang oma di Porame. Oma ini adalah seorang yang dekat dengan Tuhan. Suatu hari dalam saat teduh pribadinya, ia diperingatkan Tuhan untuk tidak pergi mengikuti rombongan anak muda yang mengajaknya bertamasya. Ia menuruti peringatan Tuhan itu. Ternyata pada hari itu mobil yang ditumpangi anak-anak muda tersebut kecelakaan. Inilah salah satu kesaksian dimana perlindungan Tuhan nyata bagi mereka yang senantiasa berada dalam hadirat-Nya.
Mazmur 91:6 “terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.”
Tuhan juga akan melindungi kita dari berbagai sakit penyakit.
Mazmur 91:7 “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.”
Luar biasa janji Tuhan ini. Namun kita harus memperhatikan bahwa setiap janji Tuhan itu bersyarat. Karena itu dalam setiap janji Tuhan ada dikatakan “Jikalau engkau…”. Karena itu lakukan apa yang Tuhan perintahkan supaya kita mengalami janji-janji-Nya.
Mazmur 91:8 “Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.”
Terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita, tak perlu kita membalasnya. Karena Tuhan yang akan membela kita dan membalas orang-orang fasik tersebut.
Mazmur 91:9 “Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,”
Dalam terjemahan KJV: “Karena engkau menjadikan Tuhan tempat perlindungan dan tempat perteduhanmu”. Bagaimana caranya? Tetap berada di dalam hadirat Tuhan.
Mazmur 91:10 “malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu”
Tuhan selalu mau menuntun kita namun terkadang kita menjalani hidup dengan cara kita sendiri dan tidak mau memberi kesempatan kepada Tuhan untuk berbicara. Padahal jika kita memberi waktu untuk mendengar suara Tuhan, kita akan terhindar dari berbagai malapetaka / siasat jahat manusia.
Mazmur 91:11-12 “sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.”
Inilah pelayanan malaikat. Ada beberapa ayat yang juga menjelaskan tentang pelayanan malaikat.
Mazmur 34:8 “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.”
Ibrani 1:13-14 “Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?”
Jumlah malaikat Tuhan tak terhitung banyaknya. Ada malaikat-malaikat yang khusus melayani Allah, ada malaikat-malaikat yang khusus melayani manusia.
Pada tahun 1997 kami melayani seorang mantan pengikut Gereja Setan. Orang ini memiliki kemampuan astral (kemampuan untuk mengeluarkan rohnya sendiri dari raganya). Saat itu ia berniat mengganggu anak-anak saya yang masih kecil, dan di dalam roh ia masuk ke kamar saya. Namun saat rohnya masuk ke kamar saya, ia melihat malaikat yang tinggi sekitar 2,5 m, bersabuk emas, memegang pedang yang menjaga anak-anak saya. Sorot mata malaikat itu membuatnya terpental. Ia kembali ke raganya dan menceritakannya kepada saya. Inilah perlindungan Tuhan atas kita.
Mazmur 91:13 “Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.”
Saat melayani besuk di rumah sakit, seorang tim saya melihat bahwa di rumah sakit terutama di ICU banyak roh-roh jahat termasuk roh maut. Karena itu selesai pelayanan di rumah sakit, kita harus memutuskan transfer dan mengebaskan roh-roh jahat supaya mereka tidak mengikuti kita ke rumah.
Kita juga harus berhati-hati terhadap tempat-tempat wisata karena banyak roh-roh jahat yang berada disana yang bisa mengikuti orang percaya.
Mazmur 91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Orang yang hatinya melekat kepada Tuhan adalah orang yang meletakkan secara total cintanya kepada Tuhan!
Jangan sampai cinta saudara terbagi atau hal-hal duniawi merebut cinta saudara, membuat cinta Saudara tidak total kepada Tuhan. Dalam 1 Yohanes 2:15-17disebutkan bahwa keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup akan mengalihkan cinta saudara kepada Tuhan sehingga hati saudara terasa hambar kepada Tuhan. Iblis berusaha membuat keinginan duniawi merebut cinta kita kepada Tuhan supaya kita keluar dari perlindungan Tuhan. Dan ini sangat berbahaya. Saat kita keluar dari perlindungan Tuhan, maka orang-orang fasik, malapetaka, sakit penyakit akan datang.
Mazmur 91:15-16 “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”
Ada orang yang meninggal dalam usia muda, yang meninggal sebelum waktu yang seharusnya. Mengapa? Karena ia tidak menaruh cintanya kepada Tuhan.
Janganlah kita yang sudah dewasa rohani, sudah diberkati luar biasa oleh Tuhan, persekutuan kita dengan Tuhan menjadi renggang. Ini sangat berbahaya. Lakukan Firman ini senantiasa yaitu tetap berada dalam hadirat Tuhan yang total dengan cinta kepada Tuhan, bukan menjadi beban dalam hidup kita, supaya janji perlindungan Allah tergenapi dalam hidup kita.
By : Pdt. dr. Mediati Martino
Peranan Roh Kudus Dalam Hidup Orang Percaya (#2)
Roma 8:29Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula ,mereka juga ditentukan-Nyadari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Yohanes 14:15-1815Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 16Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17yaitu roh kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.18Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
1 Yohanes 5:3-53Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5Siapakah yang mengalahkan dunia, selain daripada dia yang percaya bahwa Yesus adalah anak Allah?
Hal mendasar yang perlu kita ketahui sebagai orang percaya, yaitu kita harus dapat memahami rancangan Allah seutuhnya, sebab jika pemahaman kita keliru maka kita akan memiliki sikap dan tindakan yang keliru.
Kita tahu bahwa akibat dosa maka setiap manusia sudah jatuh di dalam dosa. Itu sebabnya mengapa di dalam Yesus Kristus, oleh anugerah Allah, dikatakan barangsiapa yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Setelah kita menjadi orang percaya sekaligus manusia lahiriah kita harus mengetahui rancangan Allah dalam hidup kita. Sebab jika kita tidak memahami rancangan Allah atas hidup kita, kita akan menjalani hidup secara filosofi hidup menurut pemahaman kita.
Olehnya masing-masing pribadi punya tujuan akhir yang berbeda-beda dalam hidupnya di dunia dan sekaligus menunjukkan bagaimana perilaku hidupnya di dunia, didalam ida menjalani hidupnya sesuai dengan pemahamannya. Itu juga yang menjadi sikap hatinya dan tindakan dalam hidupnya. Mereka punya tujuan masing-masing untuk menjadi apa ke depan, seperti apa yang mereka ingin capai.
Mimbar gereja pun adakalanya turut membingungkan jemaat dalam pemberitaan dan pengajarannya. Sehingga sekalipun mereka ini sudah menjadi orang percaya, perilaku hidup sehari-hari tidak berbeda.Tujuan yang ingin dicapai tidak berbeda dengan manusia pada umumnya yang tanpa Kristus. Ada yang sangat ingin menjadi kaya, ada juga yang ingin menjadi sangat ternama dan berbagai macam ambisi dan hal-hal lahiriah lainnya yang sudah mengarahkan hidupnya untuk dia jalani sehari hari. Akhirnya yang terjadi adalah filosofi hidup orang percaya yang ditetapkan oleh firman Tuhan sangat berbeda.
Betapa berambisinya manusia bahkan sampai kepada ambisius untuk mencapai sesuatu dan memiliki sesuatu untuk satu prestise dalam hidupnya supaya ia lebih dihormati, lebih dianggap dan juga hamba tuhan turut andil mengacaukan tujuan-tujuan hidup ini karena yang diberitakan adalah hal-hal materi, hal-hal berkat materi sehingga seolah-olah keberhasilan, kebahagiaan dan kesenangan seseorang adalah semua yang bentuknya materi. Sangat jauh dari apa yang ditetapkan dalam Alkitab mengenai tujuan hidup manusia. Apa yang mau dicapai, kita mau jadi apa, dan jadi bagaimana.
Jika berbicara tentang materi, filosofi kita tidak perlu seperti orang dunia karena tanpa kita suka jadi kaya, Tuhan sudah tetapkan bahwa kita terus naik dan bukan turun, tinggal kita jalani dengan tekun, dan tanpa kita mau termasyhur/terkenal, Tuhan pun sudah tetapkan janji Abraham yaitu“Aku akan membuat namamu masyhur”.Tetapi yang terjadi di dunia di kalangan tertentu,orang harus korbankan harga dirinya demi prestasi diri, demi ketenaran, demi suatu nama tertentu yang dikenal banyak orang.
Tuhan sudah menetapkan dengan memberikan semuanya itu kepada kita untuk kehidupan saleh. Artinya, Tuhan memberkati kita secara materi, secara finansial dan secara hal-hal lahiriah supaya itu membawa rohani kita lebih terfokus untuk mencapai dan tercapainya rancangan Allah atas hidup kita sebagaimana yang ditulis dalam Roma 8:29.
Tuhan ciptakan manusia bukan pada hari pertama dimana dunia masih gelap gulita, tetapi pada hari ke enam setelah semuanya ada. Tuhan sudah persiapkan segala sesuatunya termasuk taman Eden untuk manusia garap dan kelola, sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Demikian halnya orang tua bertanggung jawab dalam memikirkan kebutuhan seorang anak yang baru akan lahir. Yang jelas orang tua akan melakukan apa saja yang mereka bisa lakukan sampai anak itu bisa mandiri dalam segala hal. Tuhan juga tidak mau kehidupan rohani, iman kita yang sudah lahir baru dirusak oleh sesuatu yang tidak perlu merusak hidup kita karena segala sesuatunya Tuhan sudah sediakan.
Roma 8:29 menuliskan bahwa kita dipanggil dan dipilih dari semula untuk menjadi orang percaya untuk menerima Kristus dan dari semula juga Tuhan sudah tentukan untuk menjadi seperti gambar anak-Nya yaitu Yesus Kristus. Inilah rancangan Allah bagi kita di dunia ini sejak kita menjadi orang percaya. Tetapi yang terjadi ialah Tuhan Yesus sudah mau datang dan sudah sangat dekat untuk menjemput gerejanya tetapi rancangan ini pun belum tercapai. Sebabnya ialah karena mereka tidak ditanamkan dan dibawa kepada pemahaman akan rancangan Allah seutuhnya mengenai dunia akhirat. Justru yang ditanamkan ialah rancangan Allah supaya menjadi sukses di dunia.
Pertanyaannya ialah sejauh mana rancangan Allah untuk menjadi sama seperti Yesus tercapai. Salah satu pencobaan Iblis kepada Yesus ialah dengan memperlihatkan kemuliaan dunia dan Iblis katakan bahwa ia akan memberikan semua asalkan Yesus menyembah-Nya. Yang paling menggoda untuk kita miliki, belum bisa dibandingkan dengan apa yang Iblis perlihatkan kepada Yesus.
Kita patut merenungkan sudah sampai dimana pencapaian kita untuk bisa menjadi seperti Yesus. Sejakdari sekolah minggu, kita sudah menyanyikan “Yesus terang dunia”tetapi Firman katakan“Kamulah garam dan terang dunia.” Sekecil apapun terang yang ada di dalam gelap pasti terlihat. Ada tertulis “suatu kota diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Dalam waktu yang tidak lama, Tuhan buka jalan kita akan membangun gedung gereja, dan jika kita membangun sekian lantai ke atas kita pasti butuh tambahan daya. Kami sudahsharing untuk tambah daya tetapi ketika melihat hargayang sampai ratusan juta, kami tidak buru-buru untuk menambah daya. Setelah sekian lama, rupanya ada saja jalan-jalan Tuhan,ada iklan paket ramadhan dari PLN bahwa semua masyarakat bisa tambah daya, untuk rumah pribadi 50% dan gratis untuk semua rumah-rumah ibadah.Inilah yang namanya kairos yaitu kesempatan yang tidak bisa diulang lagi untuk, makakami segeramengurussegalaadministrasinya. Saat ini, gereja sudah memiliki travo 160.000 watt dan tinggal menyambung kabel dan semuanya gratis. Jika membangun gereja dengan kondisi penerangan/daya listrik yang minim, maka beberapa ruangan tidak dapat diterangi karena daya listrik yang kurang.
Setelah menjadi orang percaya,apakah kita sudah menjadi terang?Tidak semua orang sudah mencapai ini. Berbicara tentang garam, secara fungsi kita semua sudah tahu kegunaannya. Jika tidak ada garam sudah tahu apa masalah yang bisa terjadi. Pertanyaannya jika jadi garam dan terang saja susah, bagaimana bisa menjadi seperti Yesus.
Dikatakan bahwa iman mengalahkan duniayang berarti jadi garam dimana saja bahkansampai di ujung dunia kita berada. Kita tidak bisa menganggap ini hal yang biasa-biasa saja karena kadangkala dalam keadaan seperti ini. Ia lupa bahwa dirinya adalah seorang diaken, penatua, majelis,pelayan Tuhan.Menjadi garam dunia berarti di mana saja kita berada, kita harus jadi garam.
Inilah manusia rohani dan manusia lahiriah. Iman ada di dalam manusia lahiriah dan ditemukan banyak yang gagal dalam melakukan perintah Tuhan. Jikalau kamu mengasihi Aku kamu akan melakukan segala perintah-Ku. Dalam 1 Yohanes 5:3 dikatakan bahwa inilah kasih yaitu menuruti perintah-perintah Allah dan perintah-perintah Allah itu tidak berat. Roh Kudus yang akan menolong kita supaya kita punya kemampuan melakukan perintah Tuhan. Bukan hanya nasehat dan penghiburan tetapiperintah yang jawabannya hanya “Ya Tuhan”. Itu sebabnya banyak orang kristen menghindar dari Firman yang bersifat perintah. Ia tidak memahamibahwa firman yang bersifat perintah, ada kekuatan yang dahsyat sekaligus sebagai jawaban atas masalah,dan juga pembentukan diri kita untuk menjadi seperti Yesus.
Banyak yang menghindar karena merasa berat sedangkan firman Tuhan katakan tidak berat.Kita katakan berat karena semua perintah Tuhan tidak masuk di akal seperti halnya jika kita ditampar pipi kiri maka kita berikan pipi kanan, jika musuh kita lapar maka kita harus beri dia makan, jika haus maka beri ia minum.
Tuhan mau membawa kita masuk dalam kehidupan yang namanya hidup oleh iman. Manusia lama kita mengkaji semua hal dengan logika.Sehingga semua yang tidak masuk akal kita akan tolak. Ketika kita jadi orang percaya, Tuhan tetapkan bahwa kita harus hidup oleh iman, berarti kita masuk dalam dimensi iman, makanya kita menemukan perintah-perintah yang tidak masuk di akal. Jika Firman yang berisi nasihat tetap masuk diakal. Oleh karena perintah Tuhan tidak masuk akal/bertentangan dengan hukum logika maka Tuhan memberi penolong yang namanya Roh Kudus,Roh kebenaran yang berperan menuntun kita kepada seluruh kebenaran serta mengajarkan, mengingatkan dan menunjukkan kita tentang masa depan. Jadi peran Roh Kudus adalah menolong kita untuk mulai hidup dalam dimensi iman karena tanpa Roh Kudus kita tidak mampu untuk dapat memahami kehendak Tuhan.
Sebagian hamba Tuhan, dengan tanpa menghakimi, mereka tidak memperhatikan atau pun juga belum memahami hal ini sehingga mereka tidak sependapat dengan pemahaman “Semua perintah Tuhan tidak ada yang masuk akal.”
Contoh lainnya ialah ketika Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat sebuah bahtera tetapi bukan di tepi laut atau tempat yang dekat dengan air melainkan jauh dari laut.
Selama firman Tuhan tidak dilakukan maka tidak ada kekuatan kuasa-Nya. Kita bisa alami kedahsyatan Firman pada saat kita melakukan Firman. Sebelum kita melakukan, itu hanyalah sebuah tulisan. Firman yang mampu memproses kita adalah Firman yang isinya perintah karena mutlak harus dilakukan. Roh kudus diberikan kepada kita bukan hanya supaya lancar berbahasa roh tetapi untuk membentuk karakter supaya karakter Kristusyang kelihatan dalam manusia daging kita.
Efesus 4:17-24 17Sebabitukukatakandankutegaskaninikepadamu di dalamTuhan: Janganhiduplagisamaseperti orang-orang yang tidakmengenal Allah denganpikirannya yang sia-sia18danpengertiannya yang gelap, jauhdarihiduppersekutuandengan Allah, karenakebodohan yang ada di dalammerekadankarenakedegilanhatimereka. 19Perasaanmerekatelahtumpul, sehinggamerekamenyerahkandirikepadahawanafsudanmengerjakandenganserakahsegalamacamkecemaran.20Tetapikamubukandemikian.KamutelahbelajarmengenalKristus.21KarenakamutelahmendengartentangDiadanmenerimapengajaran di dalamDiamenurutkebenaran yang nyatadalamYesus, 22yaitubahwakamu, berhubungdengankehidupankamu yang dahulu, harusmenanggalkanmanusia lama, yang menemuikebinasaannyaolehnafsunya yang menyesatkan, 23 supayakamudibaharui di dalamrohdanpikiranmu, 24danmengenakanmanusiabaru, yang telahdiciptakanmenurutkehendak Allah di dalamkebenarandankekudusan yang sesungguhnya.
Inilah suatu proses, jika kamu marah, janganlah berbuat dosa. Supaya dalam kemarahan, bisa mengendalikan diri, tentunyadalam hal-halyang berhubungan dengan pelanggaran disiplin bukan karena suatu emosional yang meledak-ledak kemudian terjadi perbuatan dosa. Dan ketika proses itu terjadi ia hadir dalam berbagai bentuk peristiwa silih berganti tapi di dalamnya ada perintah Tuhan mengenai apa yang harus kita lakukan. Disitulah Roh Kudus berperan menolong kita pada saat kita mau membuang semua tabiat manusia lama dan memakai manusia baru, barulah kita bisa capai tahap demi tahap, proses demi proses, dibaharui terus-menerus sampai menjadi seperti Kristus, mulai dari yang kecil yang sangat sederhana yaitu menjadi garam dan terang.
By : Pdt. R. F Martino
KUNYATAKAN ENGKAUTUHAN DIHIDUPKU
Tema khotbah Minggu ini diambil dari sebuah lagu yang berjudul “Tuhan Dihidupku”. Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari lirik lagu tersebut adalah:
– Kita patut bersyukur karena nama kita tertulis di telapak tangan Tuhan.
– Kalau kita berada di dalam genggaman Tuhan kita akan merasa nyaman sekalipun kita mengalami banyak masalah di dalam kehidupan.
– Di tengah badai hidup, seringkali orang-orang di sekitar kita meninggalkan kita, namun Tuhan tak pernah meninggalkan kita.
– Kalau saat ini kita bisa mencapai keadaan yang lebih baik dibandingkan keadaan yang dulu, itu karena Tuhan yang mengangkat hidup kita.
– Tuhan di setiap nafasku, berarti selama kita hidup, kita akan selalu menjadikan Dia Tuhan dalam hidup kita.
Baca: 2 Korintus 3:3
Saat ini kita sudah jarang berkomunikasi dengan menggunakan surat karena zaman sudah maju dan umumnya kita berkomunikasi dengan Telepon, SMS, WA, dll. Namun zaman dulu, surat adalah salah satu media komunikasi yang sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan sikap seseorang mengenai sesuatu hal. Isi surat pribadi menggambarkan maksud seseorang atau bahkan bisa memberikan informasi mengenai isi hati. Dari gaya tulisan dan gaya bahasa dalam surat, kita bisa mengetahui karakter seseorang. Tujuan penulisan surat adalah untuk dibaca oleh penerimanya.
Saat Paulus berkata bahwa kita adalah surat Kristus, berarti hidup kita terbuka dan dapat dibaca oleh semua orang dari cara hidup, sikap hidup dan perbuatan kita: apakah semuanya mencerminkan Pribadi Kristus atau tidak.
Baca: Kisah Para Rasul 11:26
Mengapa jemaat di Antiokhia menyebut murid-murid Yesus dengan sebutan Kristen? Karena ketika jemaat Antiokhia melihat murid-murid Yesus, mereka teringat pada apa yang pernah diperbuat oleh Kristus. Arti Kristen adalah pengikut Kristus. Jadi, murid-murid disebut pengikut Kristus karena apa yang murid-murid lakukan dalam keseharian mengingatkan jemaat Antiokhia kepada Pribadi dan perbuatan Kristus. Jadi saat kita menyebut diri kita Kristen, seharusnya diri kita mencerminkan Pribadi Kristus.
Namun sayangnya banyak orang yang tidak tertarik dan menjadi antipati dengan Kekristenan karena perilaku orang Kristen sendiri yang menjadi batu sandungan.
Contoh:
– Di hadapan ribuan mahasiswa di Kolombo, Mahatma Gandhi berkata , “Seandainya Kekristenan seindah Khotbah di bukit, maka saya sudah menjadi orang Kristen. Tetapi karena hidup orang Kristen-lah maka saya tidak mau menjadi orang Kristen.” Mahatma Gandhi sangat tertarik dengan khotbah Yesus, namun ia memutuskan untuk tidak menjadi Kristen karena perilaku orang Kristen sendiri. Mengapa ia berkata demikian? Karena Mahatma Gandhi pernah mengalami pengalaman yang pahit. Suatu saat ia tertarik untuk beribadah di sebuah gereja, namun saat ia hendak masuk, ia ditolak oleh orang-orang berkulit putih hanya karena ia tidak berkulit putih. Padahal Tuhan tidak hanya memilih orang-orang berkulit putih atau orang-orang dari suku tertentu. Rasul Petrus dulunya adalah orang yang sangat ke-yahudi-an, sampai akhirnya Tuhan menegurnya dalam suatu penglihatan sehingga ia menyadari bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan latar belakang suku bangsa seseorang untuk menerima anugerah keselamatan.
– Seorang filsuf ateis bernama Friedrich Nietzsche. Dari fotonya kita bisa melihat bahwa ia adalah orang yang pahit hati – terlihat dari tatapan matanya. Ia pernah menjawab pertanyaan mengapa ia sangat membenci kekristenan. Ia berkata, “Saya akan percaya jalan keselamatan mereka (orang-orang Kristen) apabila hidup mereka (orang-orang Kristen) sedikit lebih terlihat seperti orang yang sudah diselamatkan.” Betapa menyedihkannya pernyataan Friedrich ini. Berarti orang-orang Kristen yang ia temui tidak menjadi berkat namun menjadi batu sandungan baginya.
– Anton Szandor LaVey adalah pendiri gereja setan. Semula ia adalah seorang Kristen, aktif beribadah dan melayani di gereja. Namun ia menemukan banyak kemunafikan di dalam gereja. Ia melihat banyak pria Kristen yang di dalam gereja tampak sangat saleh/alim, namun diluar gereja mereka hidup dalam dosa dan kenistaan, sehingga pengalaman itu yang mendorong LaVey untuk mendirikan gereja setan dimana anggotanya bebas mengumbar nafsu tanpa dibungkus kemunafikan.
Sering kali orang Kristen tidakmampumenjadisuratKristus/suratterbukakarenakarakter-karakter yang tidakmenjadiberkatbagi orang lain diantaranyaadalah:
1. Kikir.
Seorang hamba Tuhan pernah berkata, “Bagaimana kita tidak menangis ketika melihat kantong-kantong Kristen sudah ‘dihijaukan’ karena penduduknya diberi sembako.” Pengusaha-pengusaha di pihak mereka dengan sangat royal berlomba-lomba untuk “menabur” bagi gerakan penghijauan. Sedangkan orang Kristen sendiri lebih kikir, menggunakan uangnya hanya untuk kepentingan diri sendiri. Hamba Tuhan itu melanjutkan, “Gereja-gereja di kota besar mengeluarkan uangnya hanya untuk pembangunan gedung-gedung besar dan fasilitas-fasilitas mewah seperti layar LED yang senilai ratusan juta Rupiah.” Dalam hal ini gereja-gereja bertanggungjawab di hadapan Tuhan jika tidak melaksanakan amanat agung.
2. Emosi yang tidak terkontrol.
Sewaktu masih sekolah, ada teman sekelas saya, seorang Kristen, yang jika marah membenturkan kepalanya ke tembok. Hal ini menjadi pertanyaan bagi teman-teman yang beragama lain, bisakah orang Kristen menyakiti diri sendiri? Dalam pelayanan, saya pernah menjumpai seorang remaja Kristen yang saat marah meminum obat antimo dengan jumlah banyak sampai hampir meninggal. Kemudian ada suami yang mengeluh, istrinya jika marah cenderung menyakiti diri sendiri. Di satu sisi orang-orang ini mungkin telah mengundang Yesus ke dalam hatinya namun ia tidak menghormati Kristus dalam hidupnya. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan marah terhadap apa yang mereka lakukan! Karena hidup mereka adalah pemberian dan milik Tuhan, sehingga mereka tidak berhak menyakiti diri sendiri. Jika mereka meninggal, maka neraka yang menyambut mereka. Inilah contoh hidup yang tidak memuliakan Tuhan.
3. Pembohong.
Ada orang Kristen yang suka sekali berbohong dan menganggapnya biasa. Karena suka berbohong, lama kelamaan orang itu menjadi pembohong. Ada pelayan Tuhan yang rajin melayani namun suka berbohong. Ada juga orangtua yang suka menyuruh anaknya berbohong. Suatu hari ada seorang ibu berkata kepada saya bahwa ia tertempelak saat ia menyuruh anaknya berbohong, sang anak berkata, “Di sekolah minggu saya diajar tidak boleh berbohong. Mengapa mama mengajar saya berbohong?”
4. Ego / tidak suka mengalah.
Diluar negeri, pada transportasi umum disediakan tempat duduk dengan tulisan “priority” (prioritas) kepada orang tua atau orang yang lebih lemah. Mereka diajar untuk mengalah. Namun banyak orang Kristen yang tidak suka mengalah. Suami istri yang ribut setiap hari yang sebenarnya membebani anak-anak. Dulu saat masih kecil rumah saya berada di lorong, dimana yang tinggal di lorong tersebut dari berbagai suku dan agama. Ada sebuah rumah di lorong kami, penghuninya adalah orang Kristen. Di pagi hari sang istri terdengar lagi menyanyikan lagu pujian penyembahan sampai berbahasa roh. Tetangga-tetangga berkata, “Ia sedang menyanyi lagu koor”. Namun di sore hari terdengar oleh tetangga ia bertengkar hebat dengan suami. Tetangga-tetangga berkata, “Ronde pertama dimulai”. Akhirnya kekristenan jadi tertawaan. Aplikasi poin ini cukup banyak. Misalnya: orang Kristen saat berkendara dan tiba-tiba diserobot, meneriaki dan memaki orang itu. Bayangkan jika orang itu akhirnya melihat saudara memimpin di suatu ibadah. Akhirnya kekristenan kita tidak menjadi berkat. Sebagai orang percaya kita harus belajar untuk menahan ego.
PENTINGNYA KARAKTER.
Karakter adalah sifat batin yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki oleh manusia. Karakter menentukan jati diri seseorang. Apabila seseorang berkarakter buruk maka perilaku / jati dirinya menjadi buruk. Tetapi apabila seseorang berkarakter baik, maka jati dirinya juga menjadi baik.
Karakter juga berbicara tentang pondasi dimana seseorang membangun semua kehidupannya. Karena karakter seperti pondasi yang berada di dalam, maka karakter itu tidak kelihatan tetapi sangat menentukan. Karakter itu baru kelihatan saat tekanan datang atau saat berkat datang melimpah.
Abraham Lincoln berkata, “Untuk menguji karakter seseorang, berikan dia kekuasaan.” Pertanyaannya: Mengapa? Karena apabila seseorang tidak mempunyai karakter yang kuat, saat ia diberi posisi yang tinggi maka itu akan sangat berbahaya. Saat “di atas gunung batu Kau bawa hidupku” (Tuhan mengangkat hidup kita), namun kita tidak memiliki karakter yang kuat, maka kita akan terjatuh.
Kita akhirnya memahami kasus-kasus korupsi terjadi karena orang-orang yang memiliki kekuasaan tidak memiliki karakter yang kuat. Seringkali kita ingin Tuhan membawa kita semakin naik menjadi kepala dan bukan ekor, namun kita harus menyadari bahwa kita juga harus mempersiapkan karakter kita. Jika karakter/pondasi hidup kita tidak kuat, maka segala sesuatu yang kita susun diatasnya bisa roboh. Banyak orang yang saat dibawa semakin tinggi oleh Tuhan, hubungannya dengan Tuhan menjadi renggang dan ia menjadi sombong kepada orang lain. Akhirnya ia terjatuh karena karakternya sendiri. Karena itu perkuat karakter kita yaitu menjadi serupa dengan Kristus!
KAPAN KARAKTER MULAI DIBENTUK?
Karakter dibentuk sejak masa kanak-kanak. Apakah karakter orang dewasa masih bisa dibentuk? Masih bisa namun lebih sulit karena sudah ada nilai-nilai yang terbentuk sekian lama di dalam dirinya, dan untuk mengubahnya itu tidak mudah. Maka sebisa mungkin, usia 0-6 tahun adalah usia emas bagi orangtua untuk membentuk karakter anak, jangan sekedar menitip anak dengan babysitter / pengasuh. Yang membentuk karakter anak adalah nilai yang dia pegang dalam kehidupannya: bagaimana cara ia dibesarkan. Orang-orang yang berada disekitarnya mempengaruhi karakternya. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orangtua akan ditiru anak-anaknya. Misalnya tidur tidak sikat gigi, pulang rumah langsung lempar sepatu. Sedangkan orangtua telah memberi teladan yang baik, seorang anak masih bisa melakukan yang buruk karena meniru pergaulannya di sekolah, apalagi jika orangtua memberi contoh yang buruk.
Kita perlu memperhatikan:
– Nilai yang dipegang akan menjadi tingkah laku.
– Tingkah laku yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan.
– Kebiasaan yang dipertahankan akan menjadi karakter.
– Karakter seseorang akan menentukan masa depannya.
Karena itu jika ada anak kecil yang tidak suka berbagi, tidak suka mengalah, dll, peran orangtua untuk jangan membiarkan sang anak berperilaku seperti itu dengan alasan ia masih anak-anak. Orangtua harus segera mengajarkan dan menanamkan nilai yang benar.
Selain orangtua, guru sekolah minggu juga memiliki peranan untuk membentuk karakter anak. Anak-anak bukanlah pendengar yang baik namun peniru yang baik. Jika guru sekolah minggu ke gereja naik motor tidak pakai helm, datang terlambat, melanggar rambu lalu lintas, maka anak-anak sekolah minggu akan meniru kita. Saat masih kecil, karena kondisi keuangan keluarga yang sangat minim, untuk membeli permen coklat saja sangat sulit. Karena saya ingin sekali makan permen coklat dan tidak punya uang, saya hendak mencuri coklat dari suatu kios. Saya menggenggam beberapa permen coklat dan memasukkannya ke kantong saya. Namun tiba-tiba saya teringat guru sekolah minggu saya pernah berkata bahwa mencuri itu dosa, dan bisa membawa kita ke neraka. Akhirnya saya mengembalikan coklat tersebut dan pergi dengan menangis. Nilai yang guru sekolah minggu saya ajarkan masuk ke dalam hati saya. Jadi jika saya bisa berdiri saat ini, itu karena hasil dari sekolah minggu. Maka saya selalu berkata kepada para keluarga muda: “Sedini mungkin bawalah anak-anak saudara ke sekolah minggu.” Mungkin mereka sepertinya belum mengerti, namun mereka sudah dibiasakan dengan suasana pujian penyembahan sejak kecil, dan ada hal-hal rohani yang akan terekam dalam ingatan mereka.
Baca: Amsal 22:6
Maka sebagai pendidik, nilai itu harus kita alami lebih dulu baru bisa kita impartasikan kepada orang lain.
KARAKTER YANG DIUBAHKAN.
Tuhan sangat tertarik dengan karakter. Tuhan lebih tertarik untuk mengubah karakter kita daripada mengubah keadaan di sekitar kita.
Tuhan siap mengubah kita namun dibutuhkan kerendahan hati. Untuk mengalahkan keangkuhan kita, itu butuh perjuangan karena manusia pada dasarnya angkuh. Kita harus menyadari bahwa tidak ada dari kita yang benar, namun kita mau terus belajar untuk hidup benar. Kita harus datang dan berkata kepada Tuhan, “Aku siap untuk engkau bentuk, ya Tuhan.”
Mau tidak mau, sebagai surat Kristus kita akan dibaca oleh semua orang. Namun kita harus menjadi surat yang memuliakan Kristus karena kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya.
Baca: Filipi 1:20
Saat seorang Kristen meninggal, apakah orang-orang yang hadir dalam ibadah penghiburan akan berkata, “Saya sangat diberkati dari kehidupannya. Saya menjadi Kristen karena dia. Dia sangat murah hati.” Ataukah orang-orang akan berkata, “Ia meninggal karena anfal jantung setelah bertengkar dengan isterinya”? Paulus memiliki kerinduan bukan untuk menjadi rasul yang besar, namun agar Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam hidup dan matinya.
Sebagai orangtua, ajarlah anak-anak saudara agar tidak mempermalukan nama Tuhan. Karena setiap pergerakan kita dilihat orang-orang dan kita harus menjaga agar nama Kristus tidak dipermalukan.
Karakteristik Kristus apa saja yang seharusnya dilihat oleh orang-orang melalui hidup kita?
1. Hati.
Hati Yesus adalah hati yang selalu penuh dengan belas kasihan. Apakah keseharian kita menjadi pribadi yang egois dan kikir? Kasih berbicara mengenai pengorbanan dan Yesus telah membuktikannya dengan mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib. Kita baru bisa disebut mengasihi jika didalamnya ada nilai pengorbanan. Kita rela mengampuni sekalipun telah disakiti.
2. Murah Hati.
Orang yang murah hati pasti suka memberi. Sekalipun kita juga harus mengetahui “orang atau tempat yang tepat” untuk kita menyalurkan kemurahan hati. Bagi orang yang murah hati, dimanapun ia berada akan mendapat kemurahan juga.
3. Cara berpikir.
Yang dimaksud adalah cara berpikir yang positif. Melihat segala sesuatu jangan langsung negatif. Saat melihat orang berbisik-bisik kita mengira mereka menceritakan kita, saat mereka tertawa kita mengira mereka menertawakan kita. Ini cara berpikir yang negatif. Kita harus belajar berpikir positif.
4. Cara pandang.
Kita bisa memahaminya dari peristiwa bagaimana Samuel diperintahkan Tuhan untuk mengurapi raja Israel yang baru sebagai pengganti Saul. Cara pandang Samuel dan Tuhan berbeda. Samuel memandang apa yang nampak namun Tuhan melihat hati.
Karena itu baiklah kita merenungkan ayat ini: Matius 5:16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Dan biarlah hidup kita memuliakan Bapa di sorga.
By : Pdt. Lea Novitasari













