Category Archives: KOTBAH
JANGAN MENJADI SETERU SALIB KRISTUS
pi 4:1Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Dalam pandangan Paulus, jemaat adalah mahkota, yaitu orang-orang yang sangat ia kasihi, yang sangat dirindukan dan merupakan sumber sukacita. Hubungan antara gembala dan jemaat adalah hubungan yang sangat luar biasa. Hamba Tuhan akan menganggap jemaat Tuhan adalah kemuliaannya, mahkotanya, orang yang paling berharga dalam hidupnya karena jemaat adalah pribadi-pribadi yang ditebus oleh darah Kristus, yang dipercayakan kepada gembala untuk dibawa masuk pada kerajaan yang kekal untuk selama-lamanya. Gembala adalah pemelihara jiwa dari jemaat.
Jadi sangat prioritas bagi seorang hamba Tuhan tentang kepentingan jemaat itu sendiri. Jemaat ada di hati hamba Tuhan, ada di hati gembala. Oleh sebab itu ada nasihat-nasihat yang harus disampaikan walaupun nasehat itu agak sedikit keras hingga menyentuh kedalaman kalbu seseorang. Tetapi hal tersebut adalah perlu supaya jemaat terpelihara sungguh dandapat hidup dalam kehidupan yang kekal. Jemaat pun dapat diberkati, dapat menerima kelimpahan anugerah Allah di muka bumi ini.
Menjadi orang percaya artinya kita di dunia ini diberkati dan juga kemudian akan menerima hidup yang kekal untuk selama-lamanya. Dalam berkat itu juga kita harus disadarkan dan diingatkan supaya kita tidak terbuai di dalam berkat-berkat jasmaniah tetapi melalui berkat itu kita juga bisa menerima kenyataan bahwa ada hal-hal yang harus kita alami bahkan kita lakukan sambil kita menikmati berkat berkat Tuhan.
Hal yang patut kita renungkan ialah banyak orang yang hidup beraksesoris salib, memakai kalung salib, anting-anting salib, gambar-gambar salib dan lain-lain. Tetapi sesungguhnya mereka tidak mengerti arti salib dalam hidupnya bahkan hidup berlawanan dengan arti salib itu sendiri, tidak selaras atau tidak sesuai dengan salib itu. Ada dalam satu gereja di mana anggotanya tidak saling bertegur sapa, bahkan berjabat tangan sekalipun. Ada dendam pribadi sekalipun orang tersebut menggunakan aksesoris salib. Inilah bukti nyata bahwa ia tidak mengerti tentang salib itu sendiri. Jika kita berani memakai salib berarti kita harus hidup selaras dengan salib itu. Salib bukan hanya sekedar aksesoris tetapi merupakan gaya hidup.
Dalam ayat pendahuluan di atas, kita melihat keprihatinan rasul Paulus. Dikatakan banyak orang hidup sebagai seteru salib atau berlawanan dengan salib Kristus. Ini bukanlah kata-kata penghakiman tetapi berdasarkan fakta. Dalam konteks jemaat Filipi, Paulus mengindikasikan ada kelompok orang-orang yang berlawanan dengan salib Kristus, yang hidup tidak selaras dengan salib Yesus. Dikatakan banyak orang artinya mayoritas orang-orang yang ada. Kelompok mayoritas ini punya sesuatu yang bisa menimbulkan, mempengaruhi bahkanmerubah keadaan minoritas. Inilah yang membuat Rasul Paulus sangat prihatin. Jadi ia menasehati jemaat Filipi bahwa banyak orang yang akan mempengaruhi merekayaitu orang-orang yang hidup berseteru dengan salib Kristus. Sikap, gaya hidup, konsep, nilai dan tujuan mereka bertentangan dengan salib Kristus.
ARTI SALIB
1. Kepedulian
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Salib bicara tentang kasih, kepedulian, dan hal memberi. Ketika Tuhan melihat umat-Nya berdosa, Ia punya rencana supaya umat-Nya diselamatkan dan Ia turun ke dalam dunia ini. Kristus harus datang kedalam dunia dan mati di kayu salib demi kasih-Nya kepada manusia. Kasih adalah dasar utama dari pembahasan tentang salib. Salib adalah bukti kasih Tuhan kepada manusia dan dengan itu pula Tuhan mengajarkan agar manusia memiliki kasih dan kepedulian. Kasih sendiri terbagi menjadi dua yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia. Dalam hal ini Tuhan mengajarkan kita untuk memiliki kepedulian sosial, kepedulian terhadap sesama. Kita punya waktu untuk mengasihi, punya cara-cara mengasihi. Orang-orang yang menjadi seteru salib tidak akan berbicara tentang kasih. Ia akan berbicara tentang untung rugi, bermanfaat atau tidak bermanfaat, mendatangkan pujian atau tidak, itulah pembahasan orang-orang yang menjadi seteru salib. Hidup selaras dengan salib akan berbicara kasih,berpikir kasih dan bertindak kasih. Di dalam gereja, kasih harus terjadi, mengalir dan terus menguasai.
2. Pengorbanan
Wahyu 5:9-10 9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah memberi mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Salib berbicara tentang pengorbanan, Yesus Kristus. Hati Yesus penuh pengorbanan, Yesus selalu punya belas kasih untuk melihat domba-domba yang tak tergembalakan, Yesus melihat manusia sebagai objek kasih dimana ia bisa menyatakan pengorbanannya, sehingga Ia rela mati untuk manusia. Yesus tidak mempertahankan dirinya demi menyelamatkan manusia. Yesus rela kehilangan takhta-Nya demi menjadi korban bagi manusia. Oleh sebab ituIa sangat ditinggikan karena Ia rela dikorbankan. Yesus adalah pribadi yang utuh, yang mempunyai kehendak pribadi di mana Ia bisa saja melawan rencana-rencana Bapa-Nya, tetapi Ia memilih supaya manusia diselamatkan. Yesus pernah mengajarkan “barang siapa yang takut kehilangan nyawa akan kehilangan nyawanya tetapi barangsiapa yang memberikan nyawanya ia akan mendapatkannya kembali.
Bicara salib harus rela berkorban, harus rela turun, harus rela kehilangan segala-galanya demi orang lain. Kita tidak bisa menebus dosa orang lain tetapi kita bisa menyerahkan diri sebagai alat-Nya Tuhan supaya orang lain diselamatkan.
Ketika penderitaan Yesus ditulis di Alkitab khususnya di suratan Filipi, dimana Yesus adalah hamba yang taat sampai mati dikayu salib, perjuangan-Nya tidak mudah. Yesus harus melawan kedagingan, keinginan-Nya secara manusia bahkan ketakutan-Nya. Ia pun rela kehilangan jabatan sebagai Raja hanya untuk menyelamatkan manusia.
3. Perdamaian atau kesatuan
2 Korintus 5:18-19 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.19Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Salib berbicara tentang pendamaian antara Allah dan manusia. Manusia didamaikan oleh salib Kristus. Orang yang tidak hidup dalam perdamaian tidak pantas me-label-i dirinya dengan salib. Orang yang suka mencari perkara-perkara negative sangat tidak cocok memakai salib. Manusia dengan manusia berdamai menjadi satu kesatuan.
Efesus 2:11-19
11Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu – sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia,12bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.13Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.14Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseturuan,15sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,16dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.17Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”,18Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.19Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
Tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi rasis, konflik konflik horisontal dan kelompok-kelompok eksklusif. Kita adalah anggota keluarga Allah karena kita sudah diperdamaikan oleh salib.
4. Penderitaan
1 Petrus 2:21-23
21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.22Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.23Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Salib berbicara penderitaan, baik penderitaan jasmani maupun penderitaan batin. Ada orang tidak menderita jasmaniah tetapi hatinya menderita. Penderitaan adalah hal biasa. Orang percaya harus siap terhadap penderitaan. Kita tidak boleh menjadi orang yang tidak mau menderita. Jika Tuhan ijinkan maka kita harus siap. Segala hal dapat saja terjadi, kita tidak boleh lari tetapi kita harus hadapi dengan iman dan kerendahan hati. Paulus tahu benar kelimpahan dan kekurangan, tetapi yangterpenting adalah hidup dan berkarya Bagi Tuhan.
5. Pengampunan dosa
1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Salib bicara tentang pengampunan dosa, dan pengampunan dosa bicara tentang pemberitaan Injil. Supaya orang-orang yang belum mengenal Yesus bisa percaya Yesus karena di dalam salib ada pengampunan dosa. Orang yang percaya kepada Yesuslah yang menerima pengampunan dosa. Allah mau semua orang diselamatkan. Jika tidak ada salib maka tidak ada pengampunan dosa.
6. Kerendahan hati
Filipi 2: 5-8
5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Salib bicara tentang kerendahan hati, meninggalkan status. Demi menyelamatkan umat manusia, Yesus rela mengosongkan diri-Nya. Kita pun punya tugas yang sama menyelamatkan orang-orang di sekitar kita, kita pun harus rela mengosongkan diri supaya orang lain dapat diselamatkan.
Menjadi seteru salib:
1. Kesudahannya ialah kebinasaan
Tujuan akhir dari seteru atau salib Kristus adalah kebinasaan.
2. Tuhannya adalah perut
Paulus secara jelas mengatakan Tuhan mereka adalah perut, gaya hidup yang maunya hanya senang dan tidak mau menderita. Inilah yang menjadi seteru salib. Sebab perut berbicara tentang keinginan daging. Bukan hanya kesenangankesenangan tetapi harus rela berkorban di dalamnya, tidak hidup dengan hedonism, materialisme dan konsumerisme. Gaya hidup seperti ini adalah gaya hidup mereka yang Tuhannya adalah perut dimana tidak ada kepedulian pada orang lain. Tidak ada panggilan jiwa selama ia hidup untuk menjadi berkat. Ada banyak orang yang membutuhkan kasih, yang tidak ada pakaian, yang tidak tahu tentang makanan yang sehat, tetapi dirinya tidak peduli karena Tuhannya adalah perut. Inilah hal yang harus diperhatikan bagi setiap orang yang mengaku percaya pada Tuhan. Tidak boleh mementingkan diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain.
Kita tidak diharuskan mati untuk orang lain tetapi kita harus ada kepedulian dan kasih. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh pengorbanan, kita pun harus menyerahkan apa yang kita buat dan apa yang bisa kita berikan. Tidak tinggal dalam zona nyaman.
3. Kemuliaannya adalah aib
Aib ialah sesuatu yang ditutup-tutupi tetapi kemudian terbongkar. Tindakan-tindakannya tidak selaras dengan salib Kristus. Jadi pejabat tidak boleh korupsi, dalam keluarga tidak boleh ada yang berselingkuh.
4. Pikirannya semata-mata duniawi
Hal ini berbicara tentang konsep hidup, nilai-nilai dan tujuan hidup.
Filipi 2:1-11 1Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Hiduplah selaras dengan kasih Kristus karenatujuan akhir dari hidup yang selaras dengan salib adalah semua lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan.
By : Pdt. Feliks M. Sepang
PUNDI-PUNDI YANG BERLUBANG
Hagai 1:1-7 1 Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: 2 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” 3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 4 “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? 5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
Kalimat “Perhatikanlah Keadaanmu!” diulang hingga dua kali. Ini berarti Tuhan mau Bangsa Israel memperhatikan apa yang Tuhan katakan.
Apa yang perlu diperhatikan? (Perhatikan kata-kata yang digaris bawahi)
Hagai 1:6
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Mengapa mengalami pundi-pundi yang berlubang?
Hagai 1:2-3 2 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” 3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 4″Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
Ayat 2 dan ayat 4 berbicara mengenai Prioritas. Prioritas artinya adalah yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. Bangsa Israel lebih mengutamakan kepentingan/kenyamanan mereka sendiri.
Apa Akibatnya?
Hagai 1:6
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Bagaimana Supaya Tidak Mengalami Pundi-Pundi Yang Berlubang?
1. Miliki prioritas hidup
Mendahulukan, mengutamakan Tuhan
2 Korintus 8:5 “Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami”.
Jemaat di Makedonia BERBEDA dengan Bagsa Israel di Hagai 1.
Bangsa Israel jaman Hagai lebih mementingkan mendandani rumah mereka (kepentingan sendiri) dibanding rumah Tuhan yang tetap jadi reruntuhan dengan mengatakan: “Belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan”
Prioritas Hidup Jemaat di Makedonia
2 Korintus 8:1-5 “1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
Kekayan finasial bukan ukuran kekayaan pribadi. Mereka mau melibatkan diri, mereka mendesak supaya mereka juga dibari kasih karunia dalam mengambil bagian untuk pelayanan pekerjaan Tuhan. Inilah contoh bukti cinta kita kepada Tuhan yaitu melalui proyek-Tuhan yang ada dibumi.
2. Berdamai dengan sesama
2 Korintus 8:5 “Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami”.
Berdamai secara vertikal (dengan Tuhan) juga horisontal (dengan sesama manusia).
SALIB bukan hanya sekedar simbol karena pernah dipakai untuk menyalibkan Yesus. Tapi Salib juga mempunyai makna bahwa kasih kita harus secara vertikal dan horisontal. Orang percaya yang mengakui mengasihi Tuhan seharusnya juga ia akan mengasihi sesamanya manusia.
Matius 5:23-24 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Tuhan tidak menghendaki kita bermasalah dengan sesama dalam hal apapun, “PERGILAH BERDAMAI DAHULU DENGAN SAUDARAMU” (Anak, orang tua, teman sepelayanan, teman kerja, dll)
Selesaikanlah yang belum diselesaikan:
– Kesalahpahaman
Ada sesuatu yang horisontal jangan dikaitkan dengan vertikal dan bukan menjauhi yang vertikal, tapi firman Tuhan berkata “selesaikanlah!”. Solusinya bukanlah undur dari pelayanan. Ingatlah firman Tuhan berkata dalam Kolose 3 23: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
– Peminjaman yang perlu dikembalikan
Masalah pinjam meminjam terkadang dianggap sepele, tapi hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita. Ketika kita meminjam maka pinjaman itu harus dikembalikan. Sebisa mungkin janganlah berhutang, apa yang masih bisa dijual, juallah, sehingga tidak perlu berhutang. Tapi jika memang harus berhutang, maka bayarlah hutang tersebut.
Yesaya 32:17 berkata: “Dimana ada kebenaran disitu ada damai sejahtera”. Kalau kita hidup tidak benar maka tidak ada damai sejahtera. Sebaliknya jika melakukan kebenaran maka kita akan limpah dengan damai sejahtera.
3. Kaya dalam kemurahan = murah hati
2 Korintus 8:1-5 1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
MURAH HATI berbicara HATI lebih daripada apa yang kita lakukan dengan tangan.
Orang yang selalu melakukan dengan tangannya belum tentu murah hati. Orang yang murah hati tidak hitung-hitungan, tidak akan pernah berhenti memberi karena dia suka member, tidak mementingkan diri sendiri.
Kisah Para Rasul 20:35 sebab Ia sendiri telah mengatakan: adalah lebih berbahagia MEMBERI dari pada MENERIMA.
MURAH HATI hasilnya KELIMPAHAN
Artinya: kelimpahan adalah akibat dari orang yang murah hati, tetapi kelimpahan TIDAK PERNAH menjadi TUJUAN dari org yang murah hati karena memang dia suka memberi sudah itulah pribadinya/hatinya.
Amsal 11:25 “Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga” (BIS)
Amsal 11:25 “Bahwa hati yang murah itu akan dikaruniai dengan banyak, dan barang siapa yang mendirus, ia itu akan disirami dengan Kelimpahan”. (TL)
Amanat agung tidak bisa teraplikasi jika kita tidak bersosialisasi. Kalau kita bermasa bodoh dengan yag horisontal kita tidak akan melakukan firman Tuhan dengan sepenuhnya.
Orang yang memberi karena motivasinya ingin mendapatkan tidak akan ada kelimpahan dan TIDAK BISA disebut MURAH HATI. Dia akan BERHENTI MEMBERI pada saat dia tidak mendapatkan sesuatu.
Tetapi bagi orang yang SUKA MEMBERI=MURAH HATI meskipun tidak pernah mendapatkan, dia akan TERUS MEMBERI, karena memang itu pribadinya sama seperti BAPA di Surga.
Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Ada istilah yang sering kita dengar: Like Father Like Son, kalau kita mengaku adalah anak Tuhan berarti seharusnya pribadi kita juga mencerminkan kepribadian Bapa di Surga. Bapa di Surga adalah Bapa yang murah hati, anak-Nya yang tunggalpun dikorbankan untuk penebusan dosa umat manusia.
MURAH HATI bukan berarti MURAHAN, harus memberi kepada siapa saja yang meminta kepada kita.
Yesuspun berkata “jangan memberi”
Matius 7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
Artinya kita harus memberi pemberian kita kepada orang yang tepat.
Kebahagiaan bagi orang yang murah hati pada saat dia menemukan orang yang tepat/layak untuk menerima pemberiannya. Bukan menyuapi orang yang malas atau “aji mumpung”
Murah hati tdak selamanya berbicara ttg uang, tapi juga berkemurahan dengan:
-Waktu yang kita punya
– Doa kita
– kata-kata yang dapat menolong orang lain
4. MANAJEMEN
Vertikal dan horisontal tidak bermasalah tapi kalau manajemen bermasalah maka tetap akan terjadi pundi yang berlobang.
Kita harus memiliki manajemen hidup dan manajemen keuangan.
Manajemen Hidup
Di saat bekerja kita harus bekerja, tertibkan diri pagi – sore adalah waktu untuk bekerja, bukan bangun siang-siang, karena bangun siang “manna sudah mencair”
Manajemen Keuangan
Jangan seperti pepatah berkata: Besar pasak daripada tiang yang artinya pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
Lukas 14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Meskipun tahap 1 sampai dengan 3 sudah kita lakukan dengan benar, tapi jika tahap yang ke-4 ini tidak dilakukan maka kita aknmengalami pundi yang berlubang.
Manajemen hidup dan manajemen keuangan adalah hal yang mutlak harus dilakukan supaya segala sesuatunya dapat terencanakan dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik pula sehingga kita tiodak megalami pundi-pundi yang berlubang.
By : Pdt. Lea Novitasari
PILIHAN HIDUP
“Pilihan” harus kita hadapi dan kita lakukan, apapun yang terjadi. Di dalam kehidupan kita, ada hal yang bukan pilihan bagi kita tetapi adalah sebuah anugerah keselamatan , belas kasihan Allah terhadap manusia. Ini adalah pilihan dari Tuhan, bukan kita yang memilih Tuhan tetapi Tuhan yang memilih kita. Yohanes 3:16
Ada banyak kegiatan-kegiatan lain di luar, ada kesibukan, ada rencana ada hal-hal lain tetapi kemudian anda mengambil pilihan untuk datang beribadah, itu adalah suatu hal yang patut disyukuri karena tidak selamanya kita punya kesempatan seperti ini, karena kita tahu di luar sana banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk beribadah, dan ini adalah suatu anugerah. Kita pun tidak memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi orang tua kita, di negara mana kita dilahirkan, karena itu Tuhan sudah menetapkan.
Allah memilih kita bukan karena kebaikan, kelebihan atau karena Tuhan berhutang kepada kita tetapi semua itu adalah anugerah pemberian Allah cuma cuma, belas kasihan Allah dan tanpa ada campur tangan manusia di dalamnya yang membuat Allah beranugerah dan memberi keselamatan itu bagi kita. Inilah hal yang patut kita syukuri seperti dalam firman dikatakan Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan,
Allah telah merencanakan kehadiran kita di dunia ini sebelum dunia dijadikan. Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya.
Kita perlu mengetahui hal ini “keselamatan adalah pemberian Allah” sehingga kita memiliki sikap yang menghargai akan anugerah Allah yang Tuhan berikan kepada kita.
Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Allah, di dalam kekekalan, sudah mempunyai rencana atas kehidupan kita. Bukan kita yang memilih Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tetapi Tuhanlah yang memilih, memanggil dan yang menentukan kita untuk mengalami keselamatan yang daripada Allah. Di dunia ini ada banyak ajaran keselamatan, ada banyak agama, ada banyak kepercayaan kepercayaan dimana orang mulai berlomba-lomba untuk mengajarkan kepada orang lain dan mereka tidak mau tinggal diam, mereka berusaha menarik pengikutnya untuk masuk di dalam keyakinan mereka atau ajaran mereka. Allah menghendaki seorang pun tidak binasa tetapi iblis menginginkan supaya semua orang binasa. Bukan kita yang memilih untuk menjadi sebagai orang percaya atau menjadi pengikut Yesus tetapi Tuhanlah yang memilih kita.
Rencana Tuhan atas kehidupan kita telah berlangsung di dalam kekekalan sebelum dunia dijadikan bukan campur tangan siapapun dan oleh siapapun tetapi itu adalah tindakan kedaulatan Allah. Yohanes 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Kita berada pada posisi sebagai umat Allah atau orang percaya karena Bapa yang memilih menarik dan memberikan anugerah atas kita sehingga kita dapat menjadi orang percaya atau miliknya Tuhan, bukan karena orang lain kemudian kita mendapatkan anugerah tetapi semata-mata adalah panggilan Allah atas hidup kita. Kita harus senantiasa mengucap syukur atas keselamatan dan pilihan yang Tuhan berikan kepada kita.
Tujuan Allah memilih kita
1. Allah memilih kita untuk.diselamatkan.
Kita tahu bahwa karena kejatuhan adam, manusia menjadi berdosa kemudian oleh anugerah Allah kita diselamatkan dan Allah memilih kita untuk diselamatkan. Dalam kitab Maleakhi dikatakan bahwa Allah mau menjadikan kita sebagai umat kesayangannya. Oleh sebab itu jangan ada Allah lain, jangan ada andalan lain jangan ada sesuatu hal yang menempati hidup kitamelebihi daripada Allah.Selalu mengikuti kehendak dan membawa diri berserah kepada Allah.
2. Untuk melayani Allah.
Melayani Allah berarti menyukakan hati Allah, memuji menyembah Tuhan setiap hari, melakukan apa yang Tuhan kehendaki setiap hari dalam kehidupan kita. Dalam pribadi setiap manusia, Allah memiliki rencananya. Kita harus menemukan apa rencana dan kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita untuk kita kerjakan supaya kita bisa terarah. Kita tidak asal bekerja, tidak asal hidup tetapi kita terarah di dalam melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Misalnya dalam bentuk karunia-karunia. Dikatakan bahwa kita adalah tubuh Kristus jadi jika kita adalah tangan maka tidak seharusnya berada di kaki atau mata berada di tangan. Kita harus temukan apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Supaya waktu yang Allah anugerahkan tidak terbuang dengan percuma dan menjadi sia-sia. Tuhan ingin kita berjerih payah. Tetapi jika kita berjerih payah dalam keadaan yang salah, kita tidak akan mendapatkan upah. Itu hal yang tidak berkenan bahkan Tuhan berkata bahwa itu adalah perbuatan-perbuatan kejahatan. Ketika kita memuji menyembah Tuhan, mendengarkan firman Allah kita punya waktu dengan Tuhan, itulah pelayanan pribadi dengan Allah.
3. Untuk kemuliaan Allah atau untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar daripada Allah.
Salah satu pujian rohani berkata “Kamulah bangsa terpilih, imamat yang Rajani, umatyang kudus, kepunyaan Allah sendiri, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar daripada Allah.”
Ketika kita membeli barang, tentu ada tujuannya. Tidak mungkin kita membeli HP atau barang yang ada pada kita hanya asal beli yang penting saya bisa memiliki kemudian tidak digunakan sesuai dengan fungsinya.
Allah menciptakan dan memilih kita karena Allah punya tujuan yang jelas dalam hidup kita. Allah memberikan kita keselamatan menjadikan kita miliknya sendiri dan Allah menginginkan kita dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang besar, memanifestasikan kuasa Allah di dalam kehidupan kita sehari-hari.
4. Untuk menikmati segala rancangan-rancangan yang sudah Allah tetapkan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan, janji-janji yang Allah sudah sediakan bagi kita sebagai umatnya.Setiap saat kita harus senantiasa bersyukur atas rencana Allah yang sudah ditetapkan dalam kehidupan kita, itulah tanda bahwa kita menghargai apa yang Tuhan lakukan dalam kehidupan kita. Jika kita jarang bersyukur ataupun malas memuji menyembah Tuhan sama artinya kita tidak memiliki penghargaan terhadap kasih karunia Allah.
Setelah kita dipilih kemudian kita tahu akan tujuan Allah dalam hidup kita, Allah memberikan kehendak bebas kepada ciptaan-Nya. Ia tidak membuat kita seperti robot. Manusia diciptakan dengan diberikan kehendak bebas.
Dalam Mazmur 139 dikatakan bahwa kita ditenun di dalam kandungan ibu dan di sana Tuhan tidak menaruh remote untuk mengontrol kehidupan kita. Kita harus pelajari baik-baik agar kehendak bebas ini tidak menjadi hal yang salah dalam hidup kita. Kehendak bebas ini harus terarah supaya tidak keluar dari kehendak Allah.
Kita diberi kehendak bebas oleh Allah tetapi semuanya berada di bawah pantauan Allah dan akibat dari kehendak bebas ini ada konsekuensi dari setiap kehendak bebas yang kita lakukan.
Jika kita menggunakan kehendak bebas kepada hal-hal yang yang negatif maka akan ada konsekuensi dan jika kehendak bebas ini kita gunakan untuk hal-hal yang positif, Allah pun memiliki janji terhadap hal tersebut dimana Tuhan sudah menetapkan apa yang akan kita alami.
Baca Ulangan 30:11-20
Janji yang Allah berikan kepada Abraham itu diberikan juga bagi kita tetapi ada persyaratannya untuk kita boleh mengalami hidup didalam janji tersebut.
Ulangan 28:1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.”
Allah sudah merancangkan berkat-berkat di dalam kehidupan setiap umat-Nya, berkat yang diberikan kepada Abraham, itu juga adalah bagian kita di dalam Yesus Kristus.
Ulangan 28:15
“Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”
Setiap hari, Allah hadir dalam firmanNya dalam kehidupan kita. Allah adalah gembala yang tidak pernah meninggalkan kita di setiap hari, dalam kitab Ratapan dikatakan bahwa Allah melayani dengan berkat-Nya yang selalu baru, rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Ratapan 3:22-23
Setiap pagi, Allah memberikan kepada kita pengalaman-pengalaman yang baru. Yang membuat hidup kita monoton adalah pilihan kita sendiri. Tetapi jika kita berjalan bersama dengan Tuhan pengalaman hari ini akan berbeda dengan hari esok. Sehingga dalam komsel pun kita tidak akan menjadi biasa saja.
Kita perlu merenungkan, mengambil waktu dan memperhatikan apa yang Tuhan lakukan pada kita hari ini melalui apa yang difirmankan-Nya. Pilihlah cara hidup yang selalu memulai hari atau aktifitas kita dengan membaca Firman. Di dalam membaca firman, Tuhan akan menyampaikan isi hati-Nya kepada kita.
Jika kita memilih untuk mendisiplinkan hidup kita setiap hari untuk memulai dengan Firman, pasti kita akan mendengarkan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita. Ketika kita memiliki waktu untuk berdoa, bersaat teduh dengan Tuhan pasti ada sesuatu yang Tuhan akan sampaikan kepada kita. Ketika kita berjalan bersama Tuhan, bekerja kemudian melibatkan Tuhan pasti ada sesuatu yang Tuhan sampaikan melalui pengalaman-pengalaman hidup kita baik itu di kantor di rumah di mana pun kita pergi, ada banyak cara yang Tuhan pakai untuk berbicara kepada kita. Tinggal bagaimana kita konsisten mendisiplinkan diri untuk beraktivitas bersama dengan Tuhan, bekerja bersama Tuhan dan melayani bersama dengan Tuhan.
Ketika kita bangun pagi, kita sudah dihadapkan dengan pilihan, pilih mau tidur atau mau bangun, mau ke pasar atau mau ke kantor, mau sekolah atau bolos.
Ketika Tuhan memberikan suatu pilihan, Allah sudah menjelaskan bahwa ada konsekuensi yang akan kita alami jika kita memilih pilihan tersebut. Ketika kita memilih sesuatu yang benar seperti yang Tuhan kehendaki, maka ada berkat yang akan diberikan kepada kita.
Kita tidak boleh memiliki banyak dalih di dalam melakukan firman Tuhan. Karena dalam diri kita sudah disertai dengan hati nurani dimana jika kita selalu melawan hati nurani kita maka lama-kelamaan akan menjadi tumpul sehingga tidak dapat membedakan hal yang benar dan yang salah. Allah juga menaruh perkataan-perkataan-Nya di dalam mulut kita dan Tuhan ingin itu adalah perkataan yang positif. Allah selalu hadir untuk memberikan kita petunjuk akan apa yang harus kita kerjakan, pikirkan dan katakan.
Contoh 1: Adam dengan pilihannya.
Tuhan berfirman kepada Adam bahwa ia boleh memakan buah dari semua pohon yang ada di taman Eden kecuali pohon kehidupan, Allah memerintahkan untuk tidak memakan buah dari pohon tersebut. Tuhan menaruh pohon tersebut dalam taman Eden untuk melihat apakah manusia memilih taat atau melanggar. Dalam hal ini iblis datang menggoda supaya Adam melanggar perintah Allah dengan segala bentuk tipu muslihat strategi dan iming-iming iblis jika iamakan buah tersebut maka ia akan menjadi sama seperti Allah. Adam kemudian memilih untuk melanggar perintah Allah. Inilah bukti bahwa Allah memberi kehendak bebas atau tidak ada pengendali di dalam dirinya.
Contoh 2: Abraham dipanggil Allah keluar dari Ur-kasdim.
Ketika Abraham dipanggil keluar, ia taat, tidak banyak dalih. Ia taat bahkan ketika ia belum mengetahui negeri yang akan ia tuju. Abraham mengenal baik siapa Allah yang ia sembah. Abraham bukanlah seorang yang miskin di negerinya tetapi ketika ia dipanggil Allah dari kaum keluarganya, ia taat. Bahkan, ketika Allah meminta anaknya, Abraham pun menyerahkannya dengan rela, ia memilih untuk taat. Jika kita sungguh-sungguh mau mengenal Tuhan tentu kita akan memilih apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Contoh 3:Yosua 24:15 “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”
Di akhir dari pada pemerintahan Yosua atas bangsa Israel, ia mengetahui ada beberapa dari mereka yang mulai beribadah kepada Allah lain, lalu ia mengumpulkan bangsa Israel dan mengatakan pilihan kepada siapa mereka akan beribadah. Yosua menentukan pilihannya bahwa ia dan keluarganya akan beribadah kepada Tuhan.
Contoh 4: Salomo.
Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud ayahmu dengan tulus hati dengan benar dan dengan berbuat segala sesuatu yang Ku perintahkan kepadamu dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku maka…
Kita mengetahui bahwa Salomo sangat kaya dan apa yang ia tidak minta diberikan Allah kepadanya. Tetapi kemudian Salomo mulai memilih yang lain.
Tuhan akan memimpin kita mengetahui apa yang Ia kehendaki. Kita tahu bahwa Tuhan punya banyak cara untuk menunjukan apa yang harus kita lakukan. Tuhan tidak membuat kita bingung, tetapi seringkali kita kurang sabar ataupun kita punya rencana rencana lain yang menyebabkan kita salah bertindak.
Tuhan menjelaskan dan menuliskan keadaan orang-orang yang ada di dalam perjanjian Lama supaya kita belajar bagaimana kita menjalani hidup supaya lebih bijaksana, lebih pandai, lebih berhikmat dan supaya kita dapat menentukan pilihan pilihan yang benar dan tidak mengulangi apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama. Tuhan menuliskan itu supaya kita belajar dari peristiwa yang mereka alami supaya kita semakin bijak.
Dalam perjanjian baru, Yesus berkata sempitlah jalan yang menuju kehidupan dan sedikit orang yang mendapatinya. Kebanyakan orang lebih memilih hal yang praktis nyaman enak dibandingkan pergumulan. Padahal kita tahu bahwa pergumulan-pergumulan iman itu untuk mendewasakan kerohanian kita sehingga tidak menjadi orang gampangan dan juga supaya kita bisa memahami apa yang Tuhan inginkan.
Ada ajaran yang mengatakan bahwa sekali selamat tetap selamat, mati sekalipun di tempat berdosa, akan tetap selamat. Tetapi firman Tuhan katakan kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Iblis selalu berusaha menerkam dan membuat kita keluar dari keselamatan. Dikatakan sesak pintu yang menuju jalan kehidupan dikarenakan banyak pergumulan.
Kita berada di arena peperangan rohani setiap saat. Ketika kita baru pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita menghadapi segala bentuk strategi dari sijahat yang ingin membuat kita kembali ke kehidupan kita yang lama. Hal ini membutuhkan kesiapan dan kewaspadaan kita juga pergumulan sehingga sebagai orang percaya, kita tidak boleh santai.
Jika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kemudian kita mati, maka tidak ada pergumulan. Tetapi kebenarannya ialah ketika kita menerima-Nya, kita masih terus hidup dan menjalani aktivitas hidup kita. Kita tahu bahwa banyak strategi dan rancangan si jahat yang ingin menjatuhkan kita dan tujuan akhirnya yaitu mencuri membunuh dan membinasakan kita. Oleh karenanya, kerohanian kita harus kita gumuli sedemikian rupa dan tidak boleh santai. Kita tidak lepas dari Tuhan melainkanharus terus melekat. Untuk masuk ke dalam pintu yang sempit itu kita harus menggumuli iman kita menjaga sedemikian rupa akan keselamatan yang Tuhan berikan. Bagian Allah ialah memberikan keselamatan, bagian kita yaitu mengerjakan keselamatan yang Allah berikan. Berusaha bertekun dan menggumuli keselamatan itu. Memilih taat atau tidak, itu adalah bagian kita.
Mazmur 119:98menjelaskan bahwa Firman membuat kita lebih bijaksana.
Iblis sudah punya pengalaman tetapi jika kita memiliki waktu untuk belajar akan firman Tuhan, itu akan membuat kita lebih bijaksana dan lebih berakal budi.
Hal yang sering membuat kita salah pilih.
1. Kelemahan moral kita atau kurang kekuatan kita.
Ketika rohani kita lemah maka kita akan gampang dikuasai oleh keinginan daging keinginan mata dan keangkuhan hidup. Hal itu selalu dipakai iblis untuk menjerat dan menipu umat Tuhan. Jika Firman berbicara dalam hati kita maka akan ada pengendalian diri pada kita tetapi jika kita lemah kita akan mudah jatuh.
2. Kurangnya pengetahuan kita tentang firman Tuhan
Kurangnya pengetahuan kita akan firman Tuhan akanmemunculkan logika-logika ataupun pemahaman yang salah. Jika kita tidak memahami Firman, kita akan mudah menterjemahkan sesuatu hal yang tidak boleh menjadi boleh. Persekutuan dengan Firman mutlak harus kita miliki.
3. Ketidaksabaran dalam menantikan jawaban Tuhan.
4. Masukkan orang lain yang kurang ditimbang
Hal ini dapat membuat kesalahan dalam mengambil keputusan. Ketika bergumul dalam suatu permasalahan, kita perlu mencari seseorang yang tepat di mana kita bisa sharing, didoakan dan didukung dalam hal kebenaran.
Beberapa prinsip yang perlu kita ketahui
Kehidupan atau kematian adalah masalah pilihan bukan masalah nasib. Keberadaan kita saat ini ditentukan oleh keputusan kita di saat yang lalu, kita bekerja, bertindak atau melakukan sesuatu kemudian ada hasilnya itu adalah bagian dari apayang kita pilih beberapa waktu lalu. Sama seperti ketika kita berada dalam tempat ibadah, adalah hasil dari pilihan kita beberapa jam yang lalu sebelum kita datang.
Perintah Tuhan adalah masalah mau atau tidak mau, bukan masalah bisa atau tidak bisa. Ketika Abraham bersedia memberikan anaknya, Allah langsung simpati kepadanya. Tuhan tidak pernah memberikan kita perintah yang tidak bisa kita lakukan. Ketika Tuhan memberikan kita perintah atau peraturan, Allah turut bekerja dan Ia menyertai kita. Jadi kita tidak melakukan sendiri ketika kita bersedia.
Tidak ada pilihan untuk coba-coba.
Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Apapun yang kita katakan dan kerjakan semuanya berhadapan dengan Tuhan. Di dalam berkata-kata pun kita akan mempertanggungjawabkannya dihadapan Tuhan, dalam setiap pekerjaan dan aktivitas apapun, ada konsekuensinya. Keputusan saat ini, menentukan masa-masa yang akan datang.
Bertambahnya pengetahuan Firman membuat kita dapat memilih yang baik. Filipi 1 ayat 9-11
9Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,10sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Firman yang akan membuat kita lebih berhikmat, lebih pandai dan di situ kita bisa bijak untuk memilih apa yang baik.
By : Pdt. Milkha Potuda
SENANTIASA MEMILIKI KEKUATAN ROHANI
Tema ini muncul ketika saya berkunjung dalam pelayanan misi ke Papua. Dalam percakapan dengan seorang hamba Tuhan, saya melihat bahwa ada kecenderungan penurunan baik secara kuantitas dan kualitas orang Kristen di sana. Juga dalam pelayan pelepasan didapatkan cukup banyak orang Kristen yang mengalami santet.
Hal ini tidak bisa dianggap remeh. Ini berarti setiap umat Tuhan harus punya kekuatan rohani sehingga tidak tergoyahkan oleh apapun juga.
Sikap orang Kristen dalam menantikan kedatangan Tuhan:
1. Ada yang sungguh-sungguh hidup sesuai dengan firman Tuhan
2. Ada yang cuek/acuh tak acuh dan tidak sedikitpun interest dengan kedatangan Tuhan. Dan nampaknya tidak mempersiapkan diri serta hidup apa adanya.
Mengapa harus senantiasa punya kekuatan rohani?
Wahyu 12:12b celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”
Peringatan ini ditujukan pada orang-orang percaya, kemarahan yang sangat dahsyat karena Iblis tahu waktunya sudah sangat dekat.
Penyerahan anak yang biasa kita lakukan di gereja ini juga adalah hal yang sangat baik, karena dari masa bayi sudah punya kekuatan rohani. Masa anak-anak bahkan masih dalam kandungan pun mereka harus diperdengarkan ayat-ayat Alkitab. Jangan perdengarkan lagu-lagu yang berdampak buruk bagi perkembangan anak tersebut. Sedini mungkin anak-anak harus dididik untuk mempunyai kekuatan rohani.
Dalam Injil Matius, Markus, Lukas semua perumpamaan diakhiri dengan peringatan untuk berjaga-jaga. Ini artinya bahwa setiap orang Kristen harus mengantisipasi semua hal yang akan mempengaruhi pertumbuhan rohani, khusunya menjelang kedatangan Tuhan Yesus.
Bagi Saudara yang lahir pada tahun 1950-an bisa melihat keadaan yang sangat berbeda dengan keadaan sekarang. Ada perbedaan yang sangat besar. Misalnya: dahulu sangat jarang sekali orang terkena penyakit kanker. Semua dipengaruhi dengan pola hidup yang sangat jauh berbeda. Belum lagi wabah virus yang terjadi dimana-mana.
Kasus narkoba yang terus meningkat, bahkan Presiden RI mengatakan bahwa Indonesia sudah masuk “Darurat Narkoba”. Pengidap penyakit AIDS semakin bertambah dan kasus yang terakhir ini adalah terorisme yang membuat rakyat Indonesia was-was dengan keadaan ini.
Mengapa kita harus senantiasa memiliki kekuatan rohani.
Matius 24:4-5 4 Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Sebab: 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Adanya nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu semakin dekat dengan kedatangan Tuhan makin banyak penyesat. Dan yang perlu menjadi kewaspadaan bagi kita adanya perintah Tuhan Yesus yang mengatakan orang-orang terpilihpun bisa disesatkan.
Mengapa Kita Harus Senantiasa Memiliki kekuatan Rohani
Makin dekat dengan kedatangan Tuhan akan makin banyak para penyesat dan nabi-nabi palsu. Mereka tidak muncul dengan kekerasan, mereka justru memakai cara-cara yang sangat halus dan tidak kentara. Dikatakan bahwa mereka mengaku sebagi mesias dan bahkan memakai nama Yesus.
Salah satu ciri mesias palsu adalah mengagung-agungkan manusia bukan mengagung-agungkan Tuhan. Juga “nubuatan” atau pesan-pesan-nya umumnya tidak berpusat kepada Tuhan, tetapi kepada materi, perkara-perkara duniawi dan daging. Kita harus peka dengan hal-hal seperti ini, supaya kita bisa mengadakan antisipasi.
I Yohanes 2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
Roh Antikristus
Dalam bahasa Yunani Ari kata Anti selain berarti berlawanan atau bertentangan juga mempunyai arti mirip atau menyerupai. Supaya tidak disesatkan oleh angin-angin pengajaran kita perlu menguasai alkitab.
New Age Movement
Ini adalah ajaran agama-agama baru yang punya ciri-ciri anatara lain: semua ajaran agama sama, semua allah-nya sama, semua menyelamatkan.
Antikris melalui illuminity menguasai banyak bidang antara lain bidang entertainment/ hiburan termasuk film-film.
Kita juga harus memperhatikan tontonan dan juga apa yang ditonton oleh anak-anak kita sehingga mereka tidak sembarangan mengaksesnya.
Illuminity juga mengorbitkan artis-artis menjadi terkenal secara mendunia asalakan mereka mau Orang-orang membuat dirinya terkenal dengan mempersembahkan sesuatu ke iblis, seperti contohnya: jika ada kaset yang akan direlease maka harus di persembahakan terlebih dahulu ke Iblis
ANTISIPASI
Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Kita harus punya kekuatan rohani. Musuh kita bukan darah dan daging tapi pemerintah penghulu dan roh jahat.
Untuk antisipasinya kita harus kuat, bukan hanya jasmani, disini adalah stamina dan kekuatan rohani.
Bagaimana caranya?
Kita harus senantiasa berada di dalam Tuhan dan melekat dengan Tuhan, membiarkan Tuhan mengontrol seluruh hidup kita. Kita harus senantiasa penuh dengan Roh Kudus supaya kita punya kuasa untuk melawan yang sesat. Supaya kita tidak dikalahkan oleh Iblis, roh nabi palsu/penyesat, antikris. Roh Kudus juga menuntun kita dalam segela kebenaran.
Hati-hati dengan roh penyesat karena paling sulit untuk diketahui, tapi kalau kita senantiasa penuh dengan Roh Kudus kita bisa mengenalinya.
Efesu 5:18b tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
Kisah Rasul 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
Kisah Para Rassul 2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
Semua kategorial harus memiliki keuatan rohani dan penuh dengan roh Kudus, anak, remaja, orang muda dan orang dewasa.
Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk menutup celah. Bukan hanya salah satu tapi semua.
Efesus 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Kita harus lebih cepat dari Iblis, jangan tunggu diserang tapi harus menyerang dulu, lawanlah maka dia akan lari.
Kalau kita lakukan ini maka kita bisa bertahan sampai akhir
Matius 24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Kita harus terus menerus dalam peperangan rohani dan bertahan sampai akahir.
By : Pdt. Mediati Martino
PERANAN ROH KUDUS DALAM HIDUP ORANG PERCAYA
Roma 8:29 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”
Yohanes 14:15-17, 26-27 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Yohanes 16:13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Sebagai orang percaya, kita harus memahami “Grand Scenario” Tuhan dari kekekalan sampai kekekalan, supaya kita tidak kecewa dalam pengiringan kita akan Tuhan.
Minggu lalu kita mendengar berita pengeboman di gereja. Saat itu ada seorang hamba Tuhan yang sedang melayani, namun hamba Tuhan tersebut luput dari bom. Etiskah andaikata hamba Tuhan atau jemaat yang luput dari bom itu bersaksi bahwa mereka selamat karena dilindungi Tuhan, sedangkan keluarga korban pengeboman mendengar kesaksian mereka?
Ada juga 2 orang Kristen yang memiliki toko yang berbeda di Mall. Orang pertama bersaksi “Puji Tuhan” karena Tuhan melindungi sehingga tokonya luput dari kebakaran. Sedangkan orang kedua minta dukungan doa karena tokonya terbakar habis. Jadi sebenarnya kita harus memiliki etika dalam bersaksi. Ada juga seorang istri yang bersaksi di gereja bahwa suaminya adalah tukang judi, tukang mabuk, dll. Akhirnya orang-orang gereja mengetahui begitulah kelakuan suaminya. Itu adalah kesaksian yang tidak etis.
Contoh peristiwa diatas jika dikaji secara logika, akan membingungkan. Mengapa ada orang Kristen yang luput dari bom dan mengapa ada yang meninggal karena bom? Apakah yang satu dilindungi Tuhan, sedangkan yang lain tidak dilindungi Tuhan? Ada orang yang berkata, “Mungkin mereka yang meninggal kena bom karena mereka punya dosa”, ini kalimat penghakiman yang berbahaya!
Pertama, hal ini akibat hamba-hamba Tuhan yang mengajarkan Firman kepada jemaatnya tidak lengkap! Sebagai orang percaya, kita harus mengkaji peristiwa yang terjadi dengan Firman Tuhan, apa kata Firman. Dari sejak semula Tuhan menetapkan agar orang percaya menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
Kedua, hamba Tuhan harus berhenti memberitakan hanya tentang fasilitas-fasilitas di dalam Yesus Kristus. Karena itu tak heran jika jemaatnya juga tidak memberitakan Injil namun hanya memberitakan fasilitas-fasilitas di dalam Yesus seperti pertolongan, kesembuhan, kekayaan, dll. Padahal fasilitas-fasilitas tersebut hanya menyertai orang percaya yang beriman di dalam Tuhan Yesus. Ini penting supaya kita tidak kecewa dengan Tuhan.
Karena itu apapun yang dialami oleh seseorang – entah urusan rumah tangga, pekerjaan, pelayanan – bukan urusan kita untuk menghakimi, karena bukan kita yang mengalami. Biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhan.
Jika kita mengetahui “Grand Scenario” Tuhan ini, kitapun akan mengetahui mengapa Tuhan mengutus Roh Kudus sebagai Penolong. Setelah kita menerima Yesus kita tidak langsung ke sorga tetapi menjalani hidup di dunia. Rancangan Tuhan adalah dari semula kita telah ditentukan agar menjadi serupa dengan gambaran Yesus Kristus, melalui proses pembentukan karakter. Sayangnya banyak orang yang percaya kepada Yesus hanya karena mengejar fasilitas kemakmuran, dll.
Padahal untuk maksud besar inilah Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus menyertai setiap orang percaya. Secara mata jasmani Roh Kudus tidak kelihatan karena Ia tinggal di dalam diri orang percaya melalui pengalaman Baptisan Roh Kudus. Lalu untuk apa Roh Kudus tinggal di dalam diri orang percaya? Yaitu supaya Roh Allah menyatu dengan roh kita dan menolong orang percaya dalam proses pembentukan karakter untuk menjadi serupa dengan Kristus.
Karakter kita harus dibentuk karena setiap karakter kita – entah Sanguin, Melankolik, Plegmatik, dan Kolerik – memiliki kelebihan namun juga kelemahan.
Untuk menjadi serupa dengan Kristus, tidak bisa dicapai dengan kekuatan kita sendiri namun dengan pertolongan Roh Kudus hingga menghasilkan Buah Roh Kudus.
Galatia 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Buah Roh beda dengan Karunia Roh. Karunia Roh adalah pemberian Tuhan menurut kehendak-Nya kepada siapa saja yang ingin dipakai oleh-Nya. Sedangkan Buah Roh membutuhkan proses. Sama seperti saat kita menanam benih mangga, maka butuh proses sampai tumbuh pohon mangga dan pohon itu berbuah.
Yesus berkata “Jika kamu mengasihi (AGAPAO) Aku, kamu akan melakukan segala perintah-Ku.” Perintah beda dengan nasihat. Perintah adalah sesuatu yang harus dilakukan. Manusia jasmani tidak bisa melakukan kehendak Tuhan dengan kekuatan sendiri. Banyak orang yang melakukan kehendak Tuhan hanya karena takut hukuman dari Tuhan, bukan karena mengasihi Tuhan. Namun orang yang mengasihi (AGAPAO) Tuhan, akan melakukan SEGALA perintah Tuhan – bukan hanya sebagian saja. Apabila kita melakukan perintah demi perintah Tuhan, maka kita akan menjadi serupa dengan Kristus dan menghasilkan buah Roh Kudus.
Kita melihat lagi dalam peristiwa setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus: “Apakah Engkau mengasihi (agapao) Aku lebih daripada orang-orang ini?”. Namun Petrus berkata “Engkau tahu aku mengasihi (filia) Engkau”. Yesus tidak hanya mempersoalkan agapao Petrus kepada Tuhan, namun apakah kasihnya kepada Tuhan melebihi kasihnya kepada semua orang? Letak kegagalan kita melakukan segala perintah Tuhan adalah masalah Agape kita kepada-Nya. Maka sebelum naik ke surga, Tuhan membereskan dulu urusan Agape para murid kepada Tuhan. Kasih Filia (kasih persahabatan), Storge (kasih kekeluargaan), dan Eros (kasih antara lawan jenis) adalah kasih yang otomatis secara alamiah dimiliki oleh semua orang. Namun memiliki kasih agape perlu pertolongan Roh Kudus.
Setelah hari Pentakosta, kita membaca di Kitab Kisah Para Rasul bahwa para murid melakukan mujizat demi nama Yesus, menumpangkan tangan dan orang-orang penuh dengan Roh Kudus, dll. Sayangnya hal ini yang banyak ditekankan oleh gereja yaitu supaya hamba-hamba Tuhan bisa melakukan mujizat, dengan bahasa rohani “supaya Tuhan pakai dengan heran”. Banyak anak-anak sekolah Alkitab yang disuruh untuk “bertapa” diatas gunung (dengan istilah rohani “doa puasa”) supaya menjadi “sakti”. Setelah itu diadakan KKR supaya mereka mempraktekkan karunia yang mereka dapat. Ini sangat berbahaya! Karunia itu adalah pemberian, maka jangan memaksa Tuhan agar kita mendapat karunia untuk menjadi “sakti”.
1 Korintus 12:31 “Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.”
Ayat diatas sangat berbahaya jika disalahmengerti. Ada hal yang lebih utama daripada karunia yaitu KASIH (1 Korintus 13).
Apapun yang positif, Iblis punya kemampuan untuk menjadikannya negatif, termasuk hal-hal rohani. Banyak orang tak memahami bahwa mengejar karunia-karunia itu berbahaya. Manusia lahiriah sangat terpana dengan hal-hal adikodrati, maka para pelaku yang berkarunia akan menjadi pusat perhatian dan pemujaan. Jika diumpamakan, orang yang berkarunia seperti berada di tepi jurang karena disitulah sangat banyak pemujaan manusia! Sehingga pelaku bisa tergoda untuk mencuri kemuliaan Tuhan dan dikenakan untuk kemuliaan diri. Ketika ia mencuri kemuliaan Tuhan, maka ia jatuh ke jurang. Terkadang Iblis tidak perlu masalah-masalah besar untuk menjatuhkan seseorang, cukup pemujaan manusia untuk menjatuhkan seseorang. Jadi, ketika Tuhan memberi karunia pada saudara jagalah diri saudara dengan sangat ketat supaya tidak mencuri kemuliaan Tuhan. Karena itu terkadang Tuhan mengizinkan aib kepada orang-orang yang berkarunia supaya kemuliaan yang selama ini dicuri olehnya, diambil kembali oleh Tuhan.
Banyak hamba Tuhan yang juga tidak memahami saat ia berdoa “Biarlah kemuliaan-Mu memenuhi kota ini”, dalam pikirannya adalah gerejanya akan makin maju, sukses, terkenal. Doa ini “sangat berbahaya”. Saat kemuliaan Tuhan turun, segala kemuliaan manusia akan tersingkir. Dan saat kemuliaan manusia Tuhan bersihkan, maka segala aib akan terbuka, supaya kemuliaan Tuhan kembali kepada-Nya.
Beberapa waktu lalu, seorang suami datang kepada saya dan berkata istrinya berdoa puasa dan mengurung diri di kamar selama berhari-hari. Setelah saya ke rumahnya saya merasakan atmosfir yang bukan dari Roh Kudus maka saya menyuruh istrinya untuk berhenti berpuasa: segera mandi, makan dan minum. Itulah tuntunan Roh yang saya terima. Kelihatannya apa yang ia lakukan sangat rohani namun bukan dari Tuhan.
Ingatlah, hal-hal yang mengenai roh, tidak boleh ada sedikitpun kedagingan yang menungganginya. Bukankah Firman Tuhan pernah berkata bahwa orang juga bisa berdoa dalam hawa nafsu? Yakobus 4:3 “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Unsur-unsur daging sangat berbahaya. Karena itu kita harus menguji setiap roh. Setiap orang yang berkarunia Roh, ia 100% sadar. Dan banyak terjadi orang yang berkarunia menambah-nambahkan apa yang Tuhan mau sampaikan. Karena itu ujilah setiap roh!
Dulu ada sebuah persekutuan doa dimana seorang ibu pemimpin persekutuan doa “bernubuat” (yang sebenarnya bukan “nubuat” tetapi “lubuat”) bahwa Worship Leader laki-laki di persekutuan doa tersebut akan menikah dengannya. Padahal laki-laki itu memiliki istri dan anak. Akhirnya laki-laki itu menceraikan istrinya dan menikah dengan ibu pemimpin persekutuan doa. Ini tidak benar!
Ada lagi hamba Tuhan wanita yang sebenarnya sudah menikah, namun ia melakukan perkawinan secara roh dengan pria lain yang juga sudah menikah. Ini juga tidak benar!
Dulu saat masih muda saya punya iman yang sangat ekstrim. Kalau orang berdoa mengharap keselamatan, saya justru mengharapkan kecelakaan supaya ketika terjadi kecelakaan saya bisa melakukan mujizat menyambung bagian tubuh orang yang terpisah karena kecelakaan. Bersyukur Tuhan tahu kebodohan saya saat masih muda dan tidak mengizinkan hal itu terjadi.
Jadi saat Tuhan memberi karunia kepada kita, kita harus semakin berhati-hati karena kita berada di tepi jurang. Sedikit celah saja bisa berbahaya. Jika ada orang berkarunia namun “bahasanya makin tinggi” maka itu pekerjaan iblis yang namanya: Malaikat Terang!
Dan yang terakhir, ingatlah pesan Tuhan dalam Matius 7:22-23 “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Karakter kita jauh lebih penting untuk dibentuk. Sehingga ketika karakter kita sudah terbentuk dan Tuhan memberikan karunia, maka Injil tidak ditolak karena orang sudah melihat bahwa kebenaran Injil sudah kita buktikan melalui perubahan karakter kita.
By : Pdt. R. F. Martino
HIDUP DALAM DIMENSI IMAN
Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Roma 8:26 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Sebelumnya kita sudah belajar memahami mengenai doktrin secara theologis, bagaimana kita menikmati hidup oleh iman dalam kehidupan nyata. Kita tidak boleh menganggap hal ini adalah sesuatu yang sulit, tapi kita tidak bisa menganggap remeh sehingga hanya menganggap sebagai sesuatu yang simple.
Sikap serta tindakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari tergantung sejauh mana pribadi tersebut memahami hidup dalam dimensi iman. Karena pemahaman yang benar akan menghasilkan sikap yang benar dan sikap yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar.
Pada umumnya orang Kristen memahami tentang iman hanyalah sebatas terjawabnya doa untuk sebuah keinginan. Seolah-olah jemaat memaksa Tuhan dalam doanya agar doanya dikabulkan. Hal ini membuat seolah-olah Tuhan bisa dipaksa dengan doa. Sebagian orang Kristen berdoa dengan sungguh-sungguh supaya doanya didengar dan ketika doanya tidak dijawab maka sebagian dari orang Kristen tersebut menjadi kecewa.
Dalam berdoa kita tidak boleh memaksakan Tuhan untuk menuruti dan mengabulkan kemauan kita, ini berbahaya! Ketika orang percaya dituntun seperti ini maka hidup dalam dimensi iman adalah nol. Dia hanya bisa menyaksikan pengalaman-pengalaman jawaban doa dan biasanya jawaban doa adalah hal-hal yang hanya sebatas lahiriah saja. Orang Kristen yang seperti ini akan sulit memberitakan Injil. Yang diberitakan bukanlah Injil tapi kebaikan-kebaikan Tuhan dalam menjawab doanya, menyembuhkan, memberkati usahanya, dll. Itu semua hanyalah fasilitas Injil, sedangkan isi Injil bukan hanya itu. Injil adalah berita keselamatan yang Tuhan berikan bagi setiap pribadi yang meresponinya.
Oleh karena itulah mari kita memperhatikan dengan baik dalam Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Dalam ayat tersebut dijelaskan yang menyebabkan adanya sukacita dan damai sejahtera dalam iman adalah karena adanya kekuatan Roh Kudus yang adalah sumber pengharapan memenuhinya bahkan berlimpah.
Pertanyaannya adalah apakah selama mengikuti Tuhan, kita sudah menikmati hidup oleh iman dengan sejahtera? Apakah kita dengan beribadah dengan sukacita? Apakah kita memberi dengan segenap hati karena terpaksa? Apakah semua aktifitas rohani yang kita lakukan membawa sejahtera atau hanya menjadi sebuah tekanan?
Jika damai sejahtera belum kita miliki dalammelakukan semuanya berarti kita belummasuk dalam kategori Roma 15:13. Yang masuk dalam kategori ayat ini adalah yang imannya penuh dengan damai sejahtera dan sukacita. Jadi sangat gampang dalam mengujinya.
Jika Tuhan berkata seperti ini, berarti masih banyak orang percaya yang belum hidup dalam dimensi iman, sebab imannya belum dipenuhi sukacita dan damai sejahtera, orang percaya itu masih merasa bahwa mengikut Tuhan itu berat.
Kita butuh kekuatan Roh Kudus untuk bisa memiliki iman yang dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera (hidup dalam dimensi iman). Jika tidak, maka hidup dalam dimensi iman pastilah berat, karena hidup dalam dimensi iman itui berarti kita hidup dalam pengharapan.
Jangan menganggap remah dengan apa yang namanya pengharapan. Kita tidak bisa hanya terfokus dengan masalah, karena apabila kita sampai pada titik pustus asa, maka tidak aka nada lagi harapan.
Dikatakan bahwa Allah, sumber pengharapan, memenuhi dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman.
Apa hubungan iman dengan pengharapan? Karena iman dimulai dengan setitik pengharapan. Kalau mau hidup dalam dimensi iman, berlimpahlah dengan pengharapan!
PRibadi yang orang yang penuh dengan pengharapan, apakah murung tidak. Tapi sukacita pengrapan melimpah.
Raut muka orang yang putus asa akan sangat berbeda dengan orang yang dipenuhi dengan sukacita. Tidak akan ada orang yang penuh dengan sukacita, ekspresi mukanya murung. Tapi orang yang sudah putus harapan, ia akan tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah mengalami jalan buntu. Faktor jiwani akan mengambil alih keadaan yang sedang terjadi.Tuhan tidak menginginkan kita, sebagai orang percaya yang ditaklukkan oleh berbagai macam masalah dan pergumulan hidup. Tuhan mau kita hidup dalam dimensi iman yang isinya penuh dengan damai sejahtera dan berlimpah dengan pengharapan.
Ibrani 11: 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Roma 8:24-25 24Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
Kita harus hidup dalam dimensi iman dengan kekuatan Roh Kudus. Ada banyak faktor yang menyebabkan kita butuh kekauatan Roh Kudus, supaya berlimpah dalam pengharapan karena kita tahu ada banyak realitas hidup yang menghancurkan harapan seseorang. Pengharapan hancur maka iman akan lenyap.
Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Ada beberapa orang yang menaikkan doa dengan mengatakan “terlalu yakin” akan janji Allah bisa tergenapi dalam hidupnya, tetapi begitu dihadapkan dengan realitas tidak bisa menerimanya. Jangankan hidupoleh iman, berdoa saja kita kita butuh Roh Kudus.
Roh Kudus yang akanmembantu kita dalam kelemahan. Dimanakah kelemahan kita secara,manusia? Letaknya adalah pada keterbatasan kita. Dimana letak keterbatas kita sehingga kita sulit hidup dalam dimensi iman? Yaitu keterbatasan kita secara lahiriah karena diikat oleh hukum logika. Inilah keterbatasan manusia yang sekaligus juga menjadi kelemahan..
Sehebat-hebatnya manusia, ia hanya akan sampai pada batas hukum logika dan setiap hukum logika pasti ada dasarnya. Semua terikat dan ada dasarnya.
Pertanyaannya? Apakah setiap realita yang kita hadapi adalah selalu hal yang logis? Apakah berbagai problem/kenyataan hidup itu selalu hadir sesuai dengan kemampuan hukum logika kita?
Contoh kasus:
Roma 4:18-25 18Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 23 Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja, 24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, 25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Abraham disuruh keluar ketempat dimana ia tidak tahu, tapi karena Tuhan yang berfirman maka ia taat. Dalam pengalamnnya secara lahiriah bersamaTuhan dia sangat diberkati. Abraham terbiasa bergaul dengan Tuhan. Abraham sangat diberkati bahkan namanya sangat termasyur. Semuanya terlaksana sesuai dengan janji Tuhan. Dalam kekayaannya dan kemasyurannya ada janji Tuhan yang berkata bahwa keturunannya akan sangat banyak bahkan seperti bintang di langit. Tapi hal ini tidak mungkin terlaksana karna pada waktu itu usia mereka sudah sangat lanjut dan tidak mungkin menghasilkan keturunan.
Semua yang ada dalam kehidupan praktis pasti ada dasarnya untuk berharap. Secara hukum logika setiap pengharapan pasti ada dasarnya, nah apa dasar Abraham berharap?
Tapi inilah yang Abraham lakukan:
Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
Abraham tetap berharap juga, walaupun ia tahu keadaannya tidak memungkinkan. Ia berharap karena Tuhan yang berjanji. Imannya tidak menjadi lemah. Apakah ia tidak tau koindisi riilnya? Ia sangat tahu. Problem yang ia alami tidak sampai membuat ia tertekan, tidak membuat imannya lemah.
Ketika tidak ada dasar untuk berharap, inilah alasan yang paling kuat untuk berputus asa karena sudah putus pengharapan. Pengharapan tidak boleh lenyap satu titikpun. Apapun yang terjadi tidak boleh putus pengharapan.
Dengan kekuatan Roh Kudus kita akan mampu menjalaninya . Cara iblis menghilangkan harapan kita dengan cara membuat kita putus asa dan tidak mau capek bergumul dalam Tuhan.
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Dasar Pengharapan Kita
I Timotius 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,
II Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
Oleh pertolongan Roh Kudus kita akan melimpah dengan pengharapan. Mari mulai dengan hal-hal yang praktis.
Sejak bangun tidur apakah yang kita harapkan? Sepanjang hari yang kita jalani umumnya terlibat dengan rutinitas, itu sebabnya kita menghadapinya juga hanya dengan rutinitas
Iman yang dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera oleh kekuatan Roh Kudus akan melimpah dengan pengharapan. Keseharian yang dihadapi jika tidak ada pengharapan itu artinya tidak ada gunanya selain hanya rutinitas saja.
Sebelum bekerja hadirkan dulu pengharapan.
Bagi yang berwirausaha, apa yang Saudara harapkan untuk meningkatkan omset? Jangan hanya berdoa secara umum agar Tuhan memberkati Saudara, munculkanlah angka (Rupiah) yang ingin Saudara harapkan.
Adakalanya kita sudah berusaha dengan baik bahkan bekerja keras, tapi kita tidak ada iman untuk apa yang kita harapkan.
Pengalaman iman yang lebih lagi jika kita mau hidup dalam dimensi iman. Oleh sebab itu kita butuh Roh Kudus untuk menghadirkan harapan itu
By : Pdt. R.F. Martino













