TETAPLAH BERJUANG
2 Timotius 2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Dalam istilah “berjuang” tidak asing dalam istilah gerejawi.Tetapi saat ini sudah mulai pudar.Sejak saya kecil dan mulai masuk gereja dan pelayanan, kami tidak menggunakan istilah melayani tetapi berjuang. Saya ingat ketika gereja mengadakan perkunjungan keluar kota, jika ditanya mau kemana, maka dijawab mau berjuang. Begitu selesai pulang, mereka katakan “habis berjuang”.Pelayanan dan perkunjungan diistilahkan juga dengan berjuang.2 Timotius 2:4 kembali mengingatkan kepada kita bahwa istilah berjuang adalah yang paling tepat digunakan.
Kita bersyukur karena kita sudah dapat mencapai apa yang Tuhan ingatkan bagi kita untuk menjadi jemaat yang misioner, transformis dan mandiri dalam segala hal termasuk dalam mempersiapkan hamba-hamba Tuhan sehingga 98% gembala-gembala yang ada di Sulawesi Tengah adalah alumni dari Sekolah Pelayanan Palu. Hari ini firman Tuhan diberitakan khususnya bagi siswa sekolah pelayanan palu yang akan diutus, agar tetap berjuang.
Jika ada kata “tetaplah berjuang” berarti seumur hidup dalam pelayanan adalah dalam situasi kondisi berjuang. Menurut kamus, berjuang memiliki arti bertempur, kerja keras, banting tulang. Kamus mengartikan kata berjuang cukup luas baik dalam situasi perang maupun dalam situasi aman(kerja keras).Tidak diam tetapi dalam situasi kondisi yang memaksa seseorang harus berjuang.Kata berjuang berarti sedang melakukan sesuatu pergumulan yang begitu rupa untuk merebut/mendapatkan sesuatu.
Suatu keterbebanan yang mendalam atas kondisi di negeri kita khususnya gereja Tuhan saat ini.Seperti Firman Tuhan katakan pekerja sedikit sementara ladang sudah menguning.Kita terus menggumuli situasi di gereja kita ini.Hati yang mengasihi jiwa-jiwa yang seharusnya dimiliki secara mutlak oleh gereja semakin pudar.Oleh karena itu makin banyak jiwa-jiwa yang belum mendenganr injil apalagi diselamatkan sehingga muncul istilah jiwa-jiwa yang terabaikan.Itu ada di sekitar kita. Kondisi ini diketahui oleh gereja Tuhan tetapi gereja Tuhan melakukan hal yang lain, bersolek dengan segala macam cara dan bentuknya, mempercantik gereja sementara jiwa-jiwa telah digarap oleh pihak-pihak lain. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena apa yang dilakukan gereja dalam misi sangat minim membuat pribadi-pribadi orang percaya tidak tertarik untuk menjadi hamba Tuhan fulltime, semakin kurang pemuda-pemuda yang mau melayani pekerjaan Tuhan sepenuh waktu terlebih untukmelayani di tempat-tempat terpencil yang belum mendengar injil Kristus. Kondisi ini sangat memprihatikan dan dapat membuat kita tersentak pada akhirnya.
Pernahkah sepanjang hidup saudara sampai hari ini terfikir untuk mau melayani Tuhan secara fulltime?mempersembahkan hidup untuk melayani Tuhan secara sepenuh waktu?
Saya bersyukur menerima panggilan Tuhan ketika saya masih duduk di bangku SMA, tidak pernah terpikirkan saya akan menjadi hamba Tuhan apalagi berdiri didepan jemaat. Tetapi Tuhan memanggil dengan cara-Nya yang dahsyat melalui sebuah acara KKR yang diadakan oleh seorang hamba Tuhan dari Finlandia.KKR diadakan selama beberapa malam, dan malam terakhir adalah ibadah tantangan misi, tantangan untuk menyerahkan hidup menjadi hamba Tuhan. Hati saya sangat berdebar tetapi saya pikir tidak mungkin maju ke depan dengan kondisi jemaat yang begitu banyak orang, tetapi Tuhan bekerja begitu rupa dan saya tidak dapat tahan untuk duduk lebih lama, ketika altar call, saya lari ke depan dan menyerahkan hidup sepenuh. Setelah didoakan saya tetap lanjut sekolah sampai Tuhan buka jalan bagi saya untuk masuk di sekolah alkitab untuk belajar menjadi hamba Tuhan.
Dulu saya tidak pernah dimotivasi untuk mengenal panggilan, tidak tahu yang dimaksud dengan misi, tidak mengenal tentang memberitakan injil, sekalipun gembala saya seorang pengajar alkitab yang luar biasa tetapi tidak dijelaskan materi tentang misi.Ketika KKR diadakan, kami hanya dianjurkan untuk membawa orang/keluarga yang sakit sehingga jika sembuh dia masuk gereja.Sangat minim pemahaman saya tentang panggilan dan misi.
Usia saya ketika mulai melayani Tuhan secara fulltimedi kota ini adalah sekitarumur 24 tahun dan saya harus khotbah dikaum ibu padahal saat itu saya masih pemuda. Yang saya khotbahkan dikaum ibu mengenai masalah keluarga danapa yang Firman katakan tentang hal-hal tersebut.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa seorang prajurit yang sedang berjuang tidak hanya memakai seragam yang lengkap. Demikian halnya, kehamba-Tuhanan kita bukan hanya untuk diketahui orang lain bahwa kita adalah hamba Tuhan tetapi apa hasil dari kita sebagai hamba Tuhan.Seorang hamba Tuhan harus memiliki kualitas hamba Tuhan tanpa dituntut.
Apa yang kita perjuangkan?
Kita harus memperjuangkan iman pribadi.Maksudnya ialah bukan memperjuangkan kepentingan pribadi melainkan pergumulan iman kita secara pribadi.Perjuangan iman sebagai orang percaya membutuhkan ketaatan kita.Hal ini akan terjadi kepada semua pribadi, entah itu fulltime atau bukan.
Kualitas iman kita akan nampak dan mewarnai pelayanan kita dalam berbagai hal. Pelayanan dapat terbengkalai karena kita tidak sedang berjuang.Oleh karena itu adalah berbahaya bagi seorang hamba Tuhan jika terlalu banyak waktu yang menganggur.
Filipi 1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
Kolose 1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Ketika saya selesai melakukan seminar di satu kota, seorang hamba Tuhan datang dan berkata bahwa ia kurang setuju dengan apa yang saya katakan bahwa Tuhan tidak pernah pusing dan tergerak dengan persoalan kita, tetapi yang membuat Ia tergerak adalah karena kita anak-Nya. Tuhan menolong bukan karena persoalan atau penyakit kita, tetapi karena kita dikasihi Tuhan.
Tuhan Yesus tidak terbangun dengan angin ribut yang begitu besar dan perahu yang hampir penuh dengan air tetapi Ia terbangun karena murid-murid yang berteriak. Angin ribut tidak akan mampu membangunkan Tuhan tapi iman kita yang berseru kepada Tuhan mampu membuat Tuhan melakukan apa yang Ia sudah janjikan.
2 Petrus 1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
Kata lain dari berjuang adalah sungguh-sungguh. Ketika kita berjuang berkenan dihadapan Tuhan berarti kehidupan rohani kita terus bertumbuh menjadi dewasa dan inimutlak dilakukan. Jika kita sendiri tidak berusaha untuk bertumbuh menjadi dewasa, kita tidak akan menjadi berkat bagi orang lain dalam hal pelayanan rohani. Nasihat rasul Paulus kepada Timotius yang masih sangat muda ketika menjadi hamba Tuhan “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda”.
“Tidak memusingkan akan penghidupan” berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan lahiriah.Salah satu ketetapan dalam Sekolah Pelayanan Palu adalah tidak boleh pacaran.Bukan berarti setelah selesai sekolah lalu menjadi bebas merdeka dari peraturan.Hal ini harus dipahami dengan benar.
Saya selalu tekankan untuk jangan pernah menikah jika belum ada pelayanan karena bisa mencemari panggilan.Bukan mereka berzinah tetapi motivasi bisa jadi tercemar karena tuntutan kebutuhan hidup yang mutlak harus dipenuhi.Kita tidak menjadikan pelayanan sebagai tempat mencari hidup tetapi kita hidup untuk melayani Tuhan.
Orang dunia saja punya filosofi jangan pernah naksir anak orang kalau belum ada kerja.Olehnya kalau sudah mau kawin harus ada kerja.Sudah ada kerja baru boleh naksir, sebab jika belum ada kerja, belum ada penghasilan.Jangan sampai sudah menjadi hamba Tuhan, tetapi masih diberi makan oleh mertua/orang tua.
Kebutuhan daripada tuntutan hidup yang harus digenapi inilah yang dapat mencemari panggilan akhirnya mulai bimbang dan berpikir untuk kerja dunia saja karena lebih terhormat kerja dunia.Seharusnya tidak perlu mengalami hal seperti ini jika bijaksana.
Seringkali kita tidak menyadari pekerjaan sijahat yang hadir dialam nyata, kita justru hanyut didalamnya padahal secara rohani kita usir dan kita tengking.Kita harus memiliki hikmat melebihikehidupan manusia pada umumnya.Karena hikmat Allah diberikan kepada kita.
Salah satu hal yang saya bagikan kadangkala tidak bisa diterima yaitu jangan pernah hamba Tuhan fulltime dan termasuk kita juga orang percaya bercita-cita untuk kepentingan pribadi.Buatlah cita-cita untuk kepentingannya Tuhan.Jika tidak, kita banyak tergoda/tertarik dengan hal-hal duniawi.
Keinginan-keinginan daging itu selalu pasti hadir dalam setiap hamba Tuhan muda dalam berbagai macam bentuknya. Semua manusia sama saja, ketika masih muda ingin punya ini dan itu. Inilah yang berbahaya.Sampai kepada kepentingan pribadi yang sangat mutlak digenapi tetapi sangat bisa menggangu motivasi pelayanan kita.Oleh karena itu, kualitas iman kita harus terus bertumbuh menjadi dewasa barulah kita menggarap kita punya pelayanan.
Tetap berjuang berarti kita tahu kita sudah menyambut panggilan Tuhan.Menjadi hamba Tuhan adalah harga mati, tidak ada tawar-menawar apapun dan tidak boleh ada sesuatu yang mencemari hati kita.
Ada saat-saat dimana Tuhan akan membuat kita seolah-olah tidak lagi menemukan panggilan dan itu banyak terjadi dimana-mana. Mereka akan meninggalkan pelayanan, baik meninggalkan pelayanan sebagai hamba Tuhan maupun meninggalkan tempat pelayanan. Siapa pun jemat akan mengalami hal seperti itu. Berhenti melayani yang diistilahkan istirahat.Pelayanan adalah perjuangan dan pengorbanan, bukan tempat untuk memamerkan kemampuan.
Ada banyak bentuk peristiwa yang menjadi faktor penyebab yang sangat logis mengapa kita mau meninggalkan pelayanan maupun tempat pelayanan.Orang tidak menangkap bahwa sesungguhnya Tuhan menghadirkan situasi seperti itu agar kita dapat menemukan bahwa panggilan kita disitu.Kita dihadapkan dengan hal seperti itu supaya kita menyadari jika kita masih bisa melayani disitu, bukan karena kita mampu dan kuat tetapi justru Tuhan mau memperlihatkan bahwa batas kemampuan kita hanya sampai disitu.Tuhan mau menunjukkan bahwa kemampuan dan kekuatan kita tidak ada artinya.Jika masih bisa bertahan sampai saat ini, itu karena Aku, kata Tuhan.Tetapi banyak orang tidak sampai pemahamannya sampai disitu.
Oleh karena itu tetaplah berjuang.Pakailah kalimat ini untuk saling menguatkan baik diantara sesama jemaat maupun orang percaya lainnya.(MS)
By : Pdt. R.F Martino









