This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

AGAPE (5) Agape itu Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

I Yohanes 5:3-4 3Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

I Korintus 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Supay akita sunguh menruh perhatian, apa yang kita pelajari selama ini tentang kasih yang tanpa pamrih/syarat. Ini bukan hanya sekdear pelajaran bersambung. Kita akan semakin menemukan diri kita bahwa pemahaman kita tentang agape masih jauh dari apa yang masih seharusnya. Bicara tentang cinta/kasih makan waktu seumur hidup untuk belajar. Sebab pribadi yang sudah lahir dari agape dan meiliki agapae. Setiap hari diperhadapakan dengan realitas yang sering kita bingung, dan kabur tentang pemahaman akan agape.

Lagu bapa sntuh hatiku.
LAtar belakang seoran ganak yang diperkosa oleh ayah kandung. Sampai gila.

Bahawa agape itu tidak melakukan yang tidak sopan

Mengingtakan para remaja dan kaum muda, kaklinat ini sangat gambalang,
Dari sinilah kita tau beda asmara dan cinta
Asmara tidak sopan
Cinta sopan.

Kita belajar dari I kor 13:5
Lagi jalan tapoi melakukan yang tidak span menadakan bukan cinta tapi eros.
Eros berlaku di bawah hukum pernikahan. Dibawah UUD pernijkhan, diluar itu tidak sopan. Dan apabila ada yangmelaukan berarti bukan agape. Jangan terjebak. Kalimat indah apapaun tentang cinta, itu bukan cinta. Sangat menjagakekudusan cinta itu sendiri. Tidak melaukan pelaggaran.

APA ITU SOPAN
Kita sangat bersyukur bahwa firman Allah bkan hanya mengurus urusan akhirat. PErcaya Terima YEsus SElamat. ITu urusan akhirat. Tapi itu nanti klo sudah mati.

Tuhan juga mengatur kehidupan di dunia ini dalam hal berprilaku. Sebab manusia juga adalah mahluk sosial, keterkaitan dengan satu dengan yang lain.
Tuhan bukan hanya mnegurus diberkati diberkati dan terus naik bukan turun kepala ekor, bukan hanay itu. T
Tapi setiap orang percaya Tuhan sudah tetapkan BGAIAMNA BERPRILAKU SEBAGAI ORANG PERCAYA.

KESOPANAN itu bagian dari tata hidup prilaku sehari-hari dalam kehidupan masing2.

Apabila pembnerita ditolah isi berita pasti ditolak.
KEtika berprilaku di duni atidak diterimamasayarakat ling keluarga tidak diterima dimanapaun oleh Karen aperilaku, maka dengan sendirinya semua ekstienti ditolak. Oleh karena itulah Tuhanmengatur akanhal ini.
Setiap pribadi org percaya dalam menjalani kehidupan di dunia. Dimanapun berada Orang boleh melihat kemuliaan disitu. Org melihat
Nah itu sebabnya, Pauls menegur jemaat Korintus, krn banyak ketidakspanan di Korintus. Dalam bnanyak hal. Padahal banyak oan gtrepoanbdang, berpenbdididkan.

Realitas2 TENtang KEsopanan. Yang ada disekitar kita. Sanat merosot.
Kebiasaan2 yangmerupaakan yang bernbilai dalam kehidupan Indonesia yang begitu luar biasa jug asemakin merosot dalam kesopanan.
MEngapa pelajarn budi pekerti dihapus? Alasannya apa?

Bagaiman dirumah?
Sedang mneuju kehancuran
KEtika etika tata hidup berprilaku itu rusak, duni akan kacau. Oleh karena itu Tuhan juga mnegatur melalui firmanya bgmn org percaya itu berprilaku dalam hidupnya.
BErsikap berkata2, dsb

II KOrintus 3:2 3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.

Dimanapun kita berada org tau kita Kristen. PAlagi semakin bergaul Pelayan Tuhan. ORang tahu. Karen adibaca dikenal. BAik perilaku dalam hal berkata2, dalam bahas atubuh, tindakan nyata yang langsung kita lakukan.
JAngan lup akit abukan orang barat kita orang Indonesia. Yang punya tata kehidupan. Sudah terlalu jauh ditinggalkan .
KEsopanan tata hidup berinteraski dengan orang dikenal di seluruh dunia. Bagsa yang ramah, semua kalimat2 yang berkualitas.
Ketika generasi durahaka pada generasi tua. Masadepan bangsa dalam bahaya.
Orang dulu kalau salaman
Demokrasi nomokrasi.Demokrasi tidak berhasil. Padahal baru samapi kebebasan berbicara. Nomo krasi.
Dengan konstitusi. Pilar

Ada bebewrapa budaya kita perlu belajar. Contoh kebiasan tidak baik. Dua orgh bicara masuk tidak sopan. Memoong bicara.

BElajar antri, Bank, Kantor pos, PLN.

Tas ransel. TAs kurang ajar. Ransel itu dimulai
Tas tidak sopan. Rasnel untuk camping, tapi dipaaki naik pesawat. Rasnel lebih besar dari badan

KUnjungan Ratu Syeba
I Raja-Raja 10: 10:1 Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.

Raja terkenal kaya raya [penuh hikmat luar biasa terkenal pd jaman itu sampailah pada ratu syeba. Apa maksud kedatang Ratu Syeba? Apa kemsyuran dari Salomo ini? Bukan krn keayan atau hikmat tapi .Apa yang dikenal? Krn hal2 yang memulian Tuhan atau apanya? PEmbohongnya?

RAtu syeba jauh seklai. Untuk mau liat kebenaran berita ini. Karen anama Tuhan.
Org mengenal kita karena ada nilai2 ilahi yang kit amiliki, bukan krn nilai2 negtif. Maka berangkatlah Ratu Syeba?

10:2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya.

Ratu Syeb curhat. Salah satu tujuan menguji hikmat salomo dengan teaki teki. Sayang tidak ditulis.
10:3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.

Semua bisa dijawab salomo. TIdka ada ang tersembunyi

10:4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,

10:5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.

Menu juga diperhatikanmakanminum..selanjutanya dalam hal rohaninya…perembahan yang diberikan

I KORINTUS 11:20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.

11:21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.
11:22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.
11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

Bgaiman orang orangtrehormat tidak punay kesopanan dalam pesta.

DAlam hal apa lagi korintus tidak sopan:

DAlam ibadah juga tidka sopan
I Korintus 13:33
14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.
14:34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.
14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

AKu tidak ijinkan perempuan berbicara di jemaat..tanya suami dirumah.

Sebab perempuan2 sementar ibadah, interupsi..interupsi..

KAum laki2 kaum suaimi. Harus lebih tau alkitab daripada istri. KEnapa
Kalo suami bodoh alkitab bodoh firman. Krn akan terjadi takut istri, Sebab kaum perempuan lebih aktif. Puasa berdoa lebih banyak perempuan, pemuridan lebih

Beberap gereja mengunkana ayat ini perempuan tidka boleh mengjaar di mimbtr. Pdhl latar belakang nya bukan begitu

Kesopanan Korintus dalammenyembah Tuhan..sama depe kacau. Didepan Tuhan sj berani apalagi di hadapan m
I Korintus 14:

Seorang boleh berkarunia. Giliran. Bergantian. Semua bahasa roh smeua bahasa roh

I Korintus 14:2
14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.

Ini rame2 mana yangmau didengar? Mana yangmau ditangkap..harus sopan dan teratur.

14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

14:40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

Jagananggap Tuhan tidak memperhitungkan. Dia manta kehidupan org percaya di dunia, spy nama Tuhan dipermuliakan, dari cara ngomong, penampilan tidak sembrono.
Tidak pergi ibadah dengan satu tali.

Semua Tuhansudah atur agar namanya dimulikan dalam hidup kita. Tuhan melihat kemuliaan kita dalam kita. Mendengar perkataan kita disentuh oleh Tuhan.

Kita harus jadi berkat. Mereka melihat ada kristus dalam hidup kita

By : Pdt. R.F.Martino

MEMELIHARA KEKUATAN KASIH AGAPE

Minggu ini kita akan belajar bahwa Kasih Agape adalah dasar segala-galanya.

I. REALITA KEHIDUPAN MANUSIA YANG JATUH DALAM DOSA
Firman Tuhan berkata bahwa akibat dosa Adam dan Hawa maka semua manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa:
Hakim-Hakim 21:25 “…setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.”
Yohanes 3:19 “Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia LEBIH MENYUKAI KEGELAPAN dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.”
Roma 3:11 “…tidak ada seorang pun yang mencari Allah.”
Inilah realitanya yang terjadi dalam kehidupan seluruh manusia. Sebagai orang percaya kita juga menemukan bahwa roh kita memang penurut namun daging kita lemah. Namun hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk kita hidup dalam dosa karena sebagai orang percaya, kita memiliki pilihan dan kuasa untuk menolak keinginan daging.

Matius 24:12-13 “Dan karena MAKIN bertambahnya kedurhakaan, maka kasih KEBANYAKAN orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Inilah yang terjadi di akhir zaman. Firman Tuhan berkata bahwa bukan kasih beberapa orang, tetapi kasih kebanyakan orang menjadi dingin. Sebagai orang percaya kita tidak boleh menjadi seperti kebanyakan orang yang kasihnya menjadi semakin tawar. Jika kita bertahan didalam iman, kasih, kekudusan, maka kita akan selamat.

2 Timotius 3:5, 7 “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! … yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.”

Bahkan keadaan orang percaya di akhir zaman adalah seperti ayat diatas: rajin beribadah namun hanya secara lahiriah, selalu ingin diajar namun tidak mengenal kebenaran!

II. ALLAH ADALAH KASIH
Hakekat Allah adalah kasih. “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yohanes 4:16b)

A. Manifestasi/bukti kasih Allah bagi manusia:
1. Pemeliharaan-Nya (Mazmur 23)
2. Perlindungan-Nya (Mazmur 91, 121)
Selain menciptakan manusia, Allah terus memelihara (mencukupi kebutuhan) manusia dan melindungi mereka. Tidak hanya itu, Allah menyediakan solusi bagi keselamatan manusia.
3. Mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16)
Sebelum kita lahir, Allah telah terlebih dulu merancang kehidupan kita. Begitupun sebelum kita mengenal Dia, ketika kita masih berdosa, Tuhan telah berinisiatif merancang jalan keselamatan bagi kita “…ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1 Yoh 4:10).

Kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah! “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Ef 2:8-9). Karena itu jangan sampai kita berkata “Saya tidak butuh Tuhan” atau mungkin tidak dengan kata-kata tetapi dengan sikap, kita menunjukkan bahwa kita seakan tidak butuh Tuhan.

B. Manifestasi/Bukti Kasih Yesus:
1. Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yohanes 15:13, 1 Yohanes 3:16, 1 Petrus 2:24).
Yesus sesungguhnya memiliki pilihan untuk menyelamatkan kita atau tidak. Saat ditangkap Yesus bisa membatalkan penyaliban-Nya dengan memanggil pasukan malaikat menyelamatkan-Nya. Namun Ia dengan rela memilih mati bagi kita, menggantikan kita menanggung hukuman atas dosa kita.

2. Melepaskan kita dari kutuk.
“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13).
Dalam kitab Taurat ada sekitar 613 kutuk hukum Taurat yang menimpa seseorang jika ia melanggar hukum Taurat. Faktanya tidak mungkin ada orang yang sempurna melakukan hukum Taurat, sehingga: “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya” (Yakabus 2:10), maka hidup setiap orang yang mengabaikan hukum Taurat satu bagian saja akan hidup dibawah kutuk.

Penyebab kutuk (Ulangan 28:15-46, Kejadian 3-4).
“dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.” (Ulangan 11:28).

Beberapa penyebab kutuk adalah:
– Akibat menyembah berhala.
Berhala adalah sesuatu atau seseorang yang kita tempatkan diatas Tuhan. Ada berhala tradisional/kuno, ada berhala modern. Berhala modern seperti pekerjaan, keluarga, gadget, dll yang kita tempatkan diatas Tuhan. “Menyembah” allah lain menyebabkan kutuk.
– Akibat perkataan.
Biasanya terjadi orangtua mengutuk anaknya, orang mengutuk sesamanya, dll. Orang yang suka mengutuk harus memahami bahwa setiap perkataannya harus dipertanggungjawabkannya kepada Tuhan pada hari penghakiman.
– Kerjasama dengan roh jahat dalam usaha (ke dukun)
Ada orang yang memperjualkan jin-jin untuk kemajuan usaha. Orang yang menggunakan “jasa” kuasa gelap justru akan menyebabkan kutuk dalam hidupnya.
– Dosa turunan
Dosa Adam dan hawa, juga dosa nenek moyang harus diputuskan dalam nama Yesus atas hidup kita.
– Dosa didalam hati, pikiran, perbuatan.

Karena itu Yesus mengorbankan nyawa-Nya untuk membebaskan kita dari hukuman dosa dan kutuk.

3. Menyembuhkan dan Memulihkan kita.
a. “Dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:4, 1 Petrus 2:24).
Bilur-bilur adalah luka-luka Yesus akibat siksaan dan penyaliban-Nya, berkuasa menyembuhkan kita dari segala penyakit.
b. “Dan kesengsaraan kita yang dipikul-Nya.” (Yesaya 53:5).
Apa pergumulan kita? Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Maka seharusnya kita tinggal menikmati damai sejahtera yang Yesus berikan.

III. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Tuhan begitu mengasihi kita. Sayangnya banyak orang percaya yang hitung-hitungan dengan Tuhan. Ia merasa sudah beribadah, sudah melayani Tuhan, sudah memberi persembahan, dan ingin Tuhan mengingat. Padahal apa yang kita lakukan tidak sebanding dengan apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Apa yang seharusnya kita lakukan?

A. Memahami dan Mengenal Kasih Kristus.
Efesus 3:17-19 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan…”

Jika kita memahami hal ini, kita akan berkata “Siapakah aku Tuhan sehingga engkau mengasihi aku?” Tanpa diajak, tanpa disuruh, maka kita akan berinisiatif ambil bagian untuk menjadi berkat di dalam pekerjaan Tuhan atau melayani Tuhan. Orang yang melakukan dengan inisiatif untuk Tuhan itu adalah bukti mengasihi Tuhan.

B. Mengasihi Tuhan dengan segenap.
Markus 12:30 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”
Yang pertama kali harus dibereskan adalah membereskan kasih kita kepada Tuhan:
– Jangan ada allah lain.
– Jangan ada pikiran negatif kepada Tuhan, misalnya berpikir Tuhan tidak baik sehingga kita tidak berterima kasih.
– Jangan beralasan untuk tidak mengasihi Tuhan, misalnya beralasan tidak bisa beribadah. Bukti mengasihi Tuhan dengan akal budi adalah kita berpikir bagaimana caranya beribadah sekalipun ada halangan. Saat tidak ada kendaraan, kita bisa memanfaatkan teknologi ojek online untuk beribadah. Saat hujan, kita bisa memakai payung, dll.

C. Mengasihi sesama
Markus 12:31 “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
Yang kemudian harus kita bereskan adalah kasih akan sesama – mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri sendiri. Bukti kita mengasihi diri kita, kita akan merawat diri kita dengan perawatan yang terbaik yang kita bisa.
Mengapa kita harus mengasihi sesama?
1. Karena kita berasal dari Allah (1 Yohanes 4:4)
2. Karena di dalam kita ada benih ilahi yaitu Yesus, Firman dan Roh Kudus. (1 Yohanes 3:9)
3. Karena kita berasal/bersumber dari kasih dan kasih adalah gaya hidup ilahi/Allah. Karena Yesus di dalam diri kita, maka KITA ADALAH KASIH. Konsekuensi menerima kasih Allah adalah kita melakukan apa yang Firman Allah katakan, bukan perkataan orang lain, perkataan nenek moyang, dll.
4. Mengasihi sesama adalah perintah.

2 Yohanes 1:6b “Dan inilah PERINTAH itu, yaitu bahwa kamu HARUS hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.”

Ini adalah perintah yang harus dilaksanakan, tidak ada pilihan lain.
– Kasih Agape adalah kasih yang “sekalipun” bukan kasih yang “karena”.
Kasih “karena”: karena ia istri/suami/anak saya, karena ia berbuat baik pada saya, karena ia menguntungkan saya. Ini bukan kasih agape.
Kasih “sekalipun”: sekalipun merugikan saya, sekalipun disakiti, dll. Inilah kasih Agape.
1 Yohanes 4:21 “Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”
1 Yohanes 3:16 “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun WAJIB menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”
Rela menyerahkan waktu, tenaga, uang, bahkan nyawa untuk saudara-saudara kita. Sudahkah kita berkorban bagi orang lain?

MENGENAI KASIH KEPADA SESAMA, YANG HARUS KITA PAHAMI:
1. Kasih tidak identik dengan kelemahan.
– Matius 5:44 Yesus mengajarkan mengasihi musuh dan mendoakan mereka
– I Korintus 13:4-7 Kasih itu sabar, dll
– I Raja-raja 6:14-23 Tindakan Elisa terhadap orang Aram. Elisa membalas tindakan jahat orang Aram dengan kebaikan.

Kadang kita berpikir mengapa kita harus sabar terhadap orang yang menjengkelkan kita?
– Pahami bahwa kasih itu tidak identik dengan kelemahan.
– Kasih Agape harus mendasari kasih eros, storge, filia. Jadi lakukan segalanya untuk Tuhan. Kita belajar menerima kekurangan orang lain, sambil berdoa agar orang tersebut mengalami pemulihan.
– Saat kita disakiti namun kita mau melakukan Firman yaitu mengampuni, maka Tuhan yang akan berhadapan dengan orang itu. Berilah Tuhan kesempatan untuk bertindak.

2. Menggunakan kasih dengan cara yang benar
– Kasih dalam kelembutan.
– Kasih dalam didikan.
Tuhan mendidik melalui teguran dan didikan supaya kita tidak binasa. Begitupun orangtua didiklah anak dengan kasih, jangan menghendaki kematiannya.
– Kasih dalam tanggungjawab.
Salah satu buah Roh adalah Kebaikan. Buah Roh Kebaikan adalah usaha memperbaiki orang lain (melalui nasihat dan teguran dengan kasih) jika ia berbuat salah.

IV. AKIBAT JIKA KITA HIDUP TANPA KASIH
– Kita adalah pendusta. 1 Yohanes 4:20
– Mengalami kejatuhan yang sangat dalam. Wahyu 2:5
– Tetap di dalam maut. 1 Yohanes 3:14b

V. BUKTI PEMULIHAN KASIH
Yohanes adalah salah satu murid Yesus yang memiliki temperamen yang keras.Yakobus dan Yohanes keduanya diberi nama Boanerges yang berarti anak anak guruh (guntur) – sesuai temperamen mereka. Mereka pernah mengusulkan untuk membalas dendam. (Lukas 9:51-55).

Namun ayat yang banyak kita baca pada hari ini tentang kasih adalah Surat Yohanes. Pergaulannya dengan Tuhan Yesus mengubah hidupnya. Dari seorang yang temperamen menjadi penuh kasih.

Perjamuan Kudus adalah cara kita memperingati kasih Agape dan pengorbanan Tuhan. Biarlah setelah memahami kasih Agape Allah, kita juga bisa hidup didalam kasih Agape: baik kepada Allah maupun kepada sesama.

By : Pdt. Milkha Potuda

AGAPE (4) Kasih itu Tidak Memegahkan Diri dan Tidak Sombong

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

I Yohanes 5:3-4 3Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

I Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Setiap orang yang sudah menjadi percaya yang lahir dari benih Ilahi, dengan sendirinya seharusnya tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kalau kita hanya membaca sepintas, kita tidak menemukan adanya perbedaan antara “memegahkan diri” dan “tidak sombong”. Ada penempatan kalimat “memegahkan diri” dan “tidak sombong” sesuai dengan situasi dan kondisi kejadian tersebut.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita sebagai mahluk sosial yang berinteraksi sering kita menemukan pribadi-pribadi yang memegahkan diri didalam sikap ataupun cara berbicaranya.
Ada yang berbicara dengan suka melebih-lebihkan, ada juga yang gaya gerak tubuhnya yang kelihatan sombong.
Berikutnya, ada juga yang tidak menyadari bahwa orang lain menganggap dirinya sombong, dikarenakan bahasa tubuhnya menunjukkan sikap yang tidak etis yang dia sendiri kurang memahaminya, karena memang bahasa tubuh tiap-tiap suku bangsa berbeda-beda.
Contoh: di suatu tempat, hal mengangkat kaki adalah hal yang dianggap sombong, tetapi dibeberpa tempat yang lain itu adalah hal yang biasa.

Memegahkan diri sama saja dengan sombong hanya bedanya orang yang memegahkan diri itu lebih banyak di ekspresikan lewat kata- kata. Ada setitik kelebihan yang terlalu dia anggap hebat dan orang lain harus tahu dan iapun mendeklarasikan pada orang lain, supaya orang lain itu tahu tentang kelebihannya, yang kadangkala tidak ada dasarnya. Sedangkan sombong biasanya ada dasarnya. Misalnya ia menyombongkan kepintarannya, karena memang ia pintar, ia menyombongkan kekayaannya karena memang ia adalah seorang yang kaya.

Jangan menganggap remeh hal ini karena ini adalah roh Lucifer. Umumnya dimulai dengan kebiasaan melebih-lebihkan cerita yang ada, terutama yang menyangkut diri sendiri. Ini sangat berbahaya, tanpa disadari menjadi sikap dan tindakan. Teruslah memahami bahwa agape itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong
Contoh: seorang pria yang menaksir seorang wanita, karena mau dianggap mampu oleh si wanita dan takut ditolak akhirnya dia bersikap melebih-lebihkan dirinya padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal agape itu apa adanya, tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Agape dan asmara adalah hal yang berbeda, Agape tidak memegahkan diri tapi asmara memegahkan diri.
Harus dijaga dengan baik, jangan terbiasa berbicara dengan melebih-lebihkan sesuatu, jangan takut tidak diterima orang lain. Kalau kita tidak mengatasi hal ini, maka kelamaan kesombongan bukan hanya sekedar sikap tapi akan akan menjadi sifat dan akan menjadi gaya hidup.

Ketika sikap memegahkan diri itu dibiasakan itu akan menjadi sifat, kalau sudah menjadi sifat kita akan terbentuk menjadi pribadi yag tidak memusingkan lagi kehadiran Tuhan dan tidak melibatkan Tuhan dalam segal hal.

Yakobus 4:13-17 13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Adakah yang salah dari orang ini. Dia punya perencanaan dan visi yang sudah direncanakan bahkan sampai pada golnya. Ia sudah tau akan pergi kemana dan dia sudah hitung semuanya, ia berdagang dan akan mencapai (Break Event Point (BEP). Dia tidak sadar bahwa malam ini ia akan diambil nyawanya.

Jadi sikap sombong dan memegahkan diri secuilpun tidak boleh tinggal dihati. Karena itu merupakan celah dan pintu masuk bagi si Iblis. Lucifer jatuh dan dicampakkan ke bumi karena kesombongannya.

Jangan pernah merampas kemuliaan Tuhan, karena jika Tuhan mengambil kemuliaan-Nya maka kita kan dihinakan. Dalam sebuah kasus ada seorang hamba Tuhan yang jatuh, karena kesombongannya.

Manusia punya sifat dasar membutuhkan pengakuan dari orang lain. Makanya kenapa banyak orang menjadi sombong. Kita hidup hanyalah karena kasih karunia, apakah yang mau kita banggakan? Semua adalah sama di hadapan Tuhan. Memang, keberadaan kita di dunia berbeda-beda, baik itu status sosial, ekonomi, dll. Tapi tu tidak boleh menjadi dasar untuk kita menjadi sombong.
Efesus 2:8-9 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Ulangan 8:11-20 11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, 13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, 14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, 15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, 16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. 17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; 20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”

Keadaan sudah membaik, sudah hidup layak, sudah makan sampai kenyang, sudah punya rumah dan semua sudah ada, artinya Tuhan sudah mengangkat hidup kita. Patutkah ini kita pakai untuk menyombongkan diri dengan sesama dan kepada TUhan? Ini tidak bisa dijadikan dasar.

Yesaya 2:11-12 11 Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. 12 Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;

Yakobus 4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Kesombongan itu bukan hanya sekdear dosa perbuatan, Jadi kita perlu sangat berhati-hati jangan sampai seperti itu.
Tuhan melawan orang farisi dan ahli-ahli taurat, karena sampai dalam hal rohanipun mereka menyombongkan diri (sombong rohani).
Matius 23:1-8 1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Matius 23:11-12 11Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Temukan diri kita ini siapa, baik secara manusia terlebih secara iman. Mungkin secara manusia kita dari keturunan yang baik-baik, tapi begitu kita renungkan kita menemukan dri kita adalah orang yang berdosa. Temukanlah! Kalau kita sudah temukan diri kita, maka ini akan menolong kita untuk tidak mengizinkan kesombongan menguasai kita.

Jangan lupakan Tuhan. Jaga hati, sombong bukan dosa biasa itu, itu benih dari Lucifer. Dengan tetap rendah hati, tidak perlu dan tidak ada gunanya untuk sombong. Begitu juga dalam hal rohani, dalam hal pelayanan apapun.
Andai kita bisa hidup suci, jangan ada yang menyombongkan diri. Kehidupan sehari-harilah yang akan menunjukkan, bukan karena aktifitas-aktifitas rohani.

By : Pdt. R.F.Martino

AGAPE (3)

1 Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

1 Yohanes 5:3-4 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

1 Korintus 13:1-4
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kita sudah mengetahui bahwa iman adalah ketaatan tanpa syarat. Iman hanya dapat menghasilkan perbuatan-perbuatan iman jika ia digerakkan oleh agape. Berdaya tidaknya iman kita didalam suatu ketaatan tergantung kadar agape yang ada pada diri kita.
Allah itu kasih dan kasih tidak cemburu tetapi beberapa ayat di alkitab menunjukkan hal yang sebaliknya. Kita harus memahami ini agar memiliki pemahaman yang benar dan dapat memberikan penjelasan dengan benar.

Keluaran 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Ulangan 4:24 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.

Alkitab menjelaskan bahwa kasih tidak cemburu. Tetapi mengapa Allah sendiri pencemburu? sedangkan Allah adalah kasih. Dalam kitab Ulangan, dituliskan bahwa Allah itu pencemburu sekaligus api yang menghanguskan.
Kata cemburu di dalam alkitab tergantung konteks apa yang sedang dibicarakan dan kalimat yang ada pada ayat tersebut. Supaya kita jangan sama ratakan bahwa cemburu ini bagian dari pada panas asmara yang merajalela. Walaupun cinta dan asmara itu berbeda tapi bukan berarti asmara itu dosa. Asmara hanya berlaku di bawah hukum pernikahan. Asmara yang merajalela di luar pernikahan itu adalah dosa.

Ketika Rasul Paulus berbicara/menasehati jemaat Korintus tentang agape, dan di dalamnya rincian tentang spesifikasi, kriteria atau pun juga ciri-ciri khas dari agape, ia katakan bahwa agape itu tidak cemburu.
Sebagian orang menganggap bahwa ayat ini hanya berbicara pada konteks tertentu, tetapi jika kita meneliti dengan sungguh, maka sangat luas apa yang Paulus katakan dan nasehati tentang jemaat di Korintus yang bermasalah dalam hal cemburubaik secara rohani yaitu hubungannya dengan Tuhan maupun antar sesama. Sehingga Paulus menggunakan kata cemburu atau lebih tepatnya adalah iri hati.Kata cemburu tidak berbeda maknanya dengan iri hati tergantung konteksnya. Dalam kamus bahasa Indonesia dikatakan bahwa irihati didefinisikan sebagai tidak senang melihat kelebihan orang lain di dalam aspek apapun; ketidakpercayaan terhadap orang tersebut;
Paulus melihat keberadaan pribadi-pribadi jemaat yang berada dalam kondisi seperti ini, sehingga ia menjelaskan kepada jemaat bahwa tidak boleh ada rasa iri hati satu dengan yang lain. Siapapun itu, baik sesama saudara, antar saudara seiman maupun kepada semua orang.

Melalui kisah jemaat di Korintus, kita sebagai orang percaya yang sudah lahir dari benih Agape, dinasehati untuk tidak cemburu/iri hati. Karna kasih tidak cemburu.
Kita tahu, sejak awal Kain telah membunuh Habel karena iri hati. Persembahan Habel diterima Tuhan dan persembahan Kain tidak diterima Tuhan. Alkitab menulis bahwa Kain menjadi iri hati lalu membunuh Habel, adiknya itu.
Dalam kitab Perjanjian Lama dituliskan juga bahwa Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya karena cemburu. Dalam kitab Kisah Rasul dituliskan “bahwa nenek moyang kami telah menjual Yusuf karena iri hati”.
Iri hati akan merusak pribadi juga sekaligus merusak orang lain. Baik secara horizontal maupun secara vertikal, kita tidak boleh memiliki iri hati.

Cemburu secara Vertikal
Ketika kita bicara secara rohani, maka kita berhadapan dengan Tuhan. Karena semua hal-hal yang berhubungan dengan iman, sangat bersifat pribadi. Ketika kita berhadapan dengan Tuhan, maka kita sedang berhadapan dengan Tuhan yang Pencemburu tetapi bukan dalam konteks iri hati.

2 Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

2 Korintus 11:3Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Secara pemahaman alkitab/teologis, gereja diibaratkan sebagai mempelai Kristus/mempelai perempuan, Yesus sebagai mempelai laki-laki. Ia akan datang menjemput mempelai perempuan-Nya, peristiwa itu disebut sebagai pengangkatan gereja, akan ada pertemuan di udara dan pernikahan anak domba.
Yesus adalah mempelai laki-laki, gereja adalah mempelai perempuan. Selama mempelai laki-laki belum datang, gereja Tuhan sebagai mempelai perempuan mempersiapkan diri dalam menanti mempelai laki-laki. Yang dipersiapkan oleh mempelai perempuan ini yaitu menghiasi dirinya dengan segala hal-hal yang rohani atau dengan kata lain gereja disempurnakan sebegitu rupa seperti mempelai wanita sebelum dijemput oleh mempelai pria yaitu tanpa cacat kerut. Dalam bahasa sederhana, kita sedang di proses/dibentuk sehingga tidak ada cacat kerut supaya layak menjadi mempelai Kristus.

Paulus mengatakan tentang cemburu karena ada masalah tentang pencemaran iman, pencemaran cinta Agape. Hal ini dapat menjurus kepada yang namanya perzinahan rohani. Kita bisa sangat malu terhadap hal perzinahan tubuh, tetapi sebagian orang Kristen tidak pernah merasa malu dengan yang namanya perzinahan rohani. Orang yang berzinah secara tubuh mencemari tubuhnya tetapi perzinahan rohani mencemari rohnya dan menyebabkan hubungannya dengan Tuhan menjadi rusak. Hal ini dapat menyebabkan api cemburu Tuhan dapat menghanguskan orang tersebut. Sehingga firman Tuhan katakan “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Dengan kata lain, tidak boleh ada yang kita sembah, kita puji, kita agungkan dan menempati hati kita selain dari Yesus Kristus.

Keluaran 20:3-5 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Rasa cemburu Tuhan adalah seperti api yang menghanguskan. Tuhan melakukan pembalasan terhadap keturunan ketiga dan keempat. Jadi kita tidak boleh bermain-main dengan perzinahan rohani. Itu sebabnya harus ada doa pemutusan atas kutuk turunan. Karena kita mengetahui bahwa latar belakang nenek moyang kita adalah penyembah berhala, dari latar belakang animisme.
Api cemburu yang dari Tuhan dapat membakar keturunan kita sampai 160 tahun kedepan. Sehingga kita diperingatkan supaya tidak ada ilah lain. Kristus sebagai mempelai laki-laki yang akan menjemput kita sebagai mempelai perempuan.
Mungkin kita sudah tidak menyembah patung, tidak percaya mitos, hal-hal mistis dan tahayul, tetapi yang menjadi berhala atau ilah adalah apa yang paling kita cintai dalam hidup kita termasuk barang, benda maupun orang. Selain uang yang menjadi ilah dalam hidup banyak orang, handphonedengan berbagai macam aplikasinya dapat menjadi berhala dalam hidup kita saat ini. handphone memang membantu untuk sarana berkomunikasi tetapi juga dapat menjadi ilah yang menggantikan posisi Allah dalam hati kita. Ada juga hobi hobi tertentu yang menjadi berhala dalam hidup kita. Karena setiap zaman ada ilahnya.
Jemaat di Korintus memiliki ketekunan dan kesetiaan yang sangat baik pada awalnya. Tetapi ketika ada pemberitaan Injil yang lain, mereka pun langsung menerima. Berbicara mengenai ketegasan prinsip iman supaya tidak dikalahkan oleh sungkanisme, Tuhan berbicara sangat tegas “Apabila ada orang yang memberitakan Injil yang lain, maka tidak boleh diterima ataupun diberi salam.” Sehingga kita hanya menjadi milik daripada Kristus

Cemburu secara Horisontal
Apakah anda pernah tidak senang dengan kelebihan orang, tidak mengakui kelebihan orang lain? Kita harus mengakui dengan jujur itu adalah ciri khas bangsa kita dan harus kita rubah karena kita sudah menerima Kristus.
Sebagai orang percaya, kita harus memperbaiki diri dari mental iri hati. Rasa iri tidak bisa menerima kemahiran dan kemampuan orang lain ada dimana-mana dan hal ini pun sudah masuk dalam gereja. Kita memahami bahwa gereja-gereja sudah memiliki fungsinya masing-masing sebagai tubuh Kristus. Masing-masing Tuhan sudah berikan tugas dan karunia itu, supaya gereja Kristus menjadi sempurna karena saling melengkapi. Jadi tidak perlu ada rasa iri hati, tidak perlu ada rasa tidak dapat saling menerima atas apa yang Tuhan sudah kerjakan.
Bahaya iri hati:
1. Mencemari hati dapat merusak roh kita.
2. Mencemari fisik karena dapat mendatangkan penyakit bagi tubuh.
3. Tidak ada tempat di surga bagi orang yang iri hati.

Tuhan tidak mengizinkan kita iri hati kepada siapa pun termasuk kepada orang yang jahat sekalipun.

Amsal 3:31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,

Amsal 14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Sangat jelas yang Alkitab katakan tentang iri hati dan akibatnya secara jiwani maupun rohani. Jadi buanglah semuanya itu.

By : Pdt. R.F Martino

AGAPE (2)

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

I Yohanes 5:3-4 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita

Sebelumnya kita sudah mempelajari bahwa ada empat macam kasih, yaitu: Eros, Storge, Philia, dan Agape. Sebagian orang menganggap empat macam kasih ini memiliki nilai yang sama (tidak ada yang lebih tinggi atau tidak ada yang lebih rendah) semuanya sama. Tapi tidak menurut Alkitab.

Iman dan agape berbicara mengenai hal-hal yang riil/hal-hal yang nyata dalam hidup sehari-hari, yang disebut realitas. Iman bukan hanya berbicara tentang menerima keselamatan, iman dituntut juga harus disertai dengan perbuatan.
Iman tergantung dari kadar agape yang dimiliki. Ketika iman lumpuh tidak berdaya dan tidak menghasilkan apa-apa, itu berarti agape lagi bermasalah, karena iman tergantung dari kadar agape di dalamnya. Ini perlu dipelihara yaitu agape yang ada dalam hati kita. Makanya ada ayat juga berkata dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Kita perlu selalu belajar dengan pertolongan Roh Kudus untuk membawa benih agape itu bertumbuh, berfungsi dan menghasilkan buah.

Kita juga harus berhati-hati ketika iman kita melakukan ketaatan. Berdasarkan apa iman kita melakukannya? Apakah storge atau filia?
Sebagian besar ketaatan yang dilakukan oleh orang percaya biasanya hanya karena takut “Tuhan pukul”. Ada juga yang hanya berdasarkan storge dan filia saja
Storge dan filia juga punya kemampuan yang luar biasa. Contohnya saja kita bisa terkagum-kagum dengan perbuatan kasih yang dilakukan oleh orang-orang yang belum percaya, padahal disitu tidak ada agape.
Ada orang tua yang berani mengorbankan nyawanya buat anaknya, ada seorang yang rela berkorban untuk sahabatnya. Meskipun secara kenyataan kita tahu bahwa hal-hal itu bisa saja semakin surut.

Tetapi adalah hal yang sangat aneh jika orang percaya yang lahir dari beih Ilahi yaitu benih agape, kedahsyatan kasihnya kalah oleh kasih storge dan filia. Maka dari itulah Yesus dalam Alkitab mengecam orang Lewi dan Orang Saduki yang tahu banyak firman tapi tidak memiliki kasih. Itulah yang menunjukkan kualitas kasihnya.

Kalau kita tidak melatih diri kita dan tidak memberi kesempatan agape bertumbuh dengan menjawab tantangan-tantangan yang ada, ini bisa bermasalah.
Kita tidak sedang membicarakan iman yang dapat melakukan mujizat-mujizat, orang buta melihat, orang lumpuh bangkit dan berdiri, dll. Kita tidak anti dengan mujizat-mujizat yang seperti itu. Tapi mari kita lebih mendalami bahwa iman ini akan dipakai untuk menjalani kehidupan yang nyata/realitas hidup.

I Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
Umumnya banyak orang percaya yang hanya fokus pada karunia dan nubuat. Padahal yang utama adalah “kejarlah kasih”. Karunia-karunia yang diberikan untuk melengkapi pelayanan.
Kasih agape inilah yang akan menggerakkan iman untuk melakukan perbuatan sehingga yang kita lakukan adalah ketaatan karena kita mengasihi Tuhan tanpa syarat.

I Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Walaupun Nampak prestasi-prestasi yang hebat dalam berbagai macam bentuknya, baik dalam bentuk pelayanan, sosial, intelektual, dll, tapi tanpa agape itu nilainya nol. Kenapa orang itu bisa melakukannya? Karena storgepun bisa mencapainya tapi yang Tuhan inginkan adalah agape.

I Korintus 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Mungkinkah orang-orang rohani ini tidak punya agape? Jawabnya adalah bisa dan ada banyak dimana-dimana. Jangan heran kalo ada orang-orang yang punya karunia-karunia rohani tapi tidak punya agape. Berkarunia tidak menunjukkan kualitas rohani, karunia itu adalah pemberian yang diberikan untuk melengkapi pelayanan.
Tapi orang-orang cenderung hanya fokus dengan orang-orang yang melakukan hal-hal spektakuler/mujizat, bahkan dijadikan “tuhan allah ke -2”

I Korintus 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Banyak orang-orang yang memberikan bantuan-bantuan hingga keluar di media massa. Mungkinkah storge dan filia bisa melakukan perbuatan hingga “membakar diri”? Bisa saja. Semua hal tersebut punya kedahsayatan tapi berbeda dengan agape. Semua perbuatan-perbuatan tersebut bekerja dibalik motivasi, sesuai apa motivasinya.

Jadi kita perlu mencermati supaya pada saat kita melakukan ketaatan, kitapun perlu berhati-hati, itulah sebabnya Paulus lebih lanjut merinci apakah agape itu dalam I Korintus 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Dalam hal ketertarikan dengan lawan jenis yang terjadi pada masa remaja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Alkitab tidak tidak mengenal kata pacaran tetapi hanya tunangan. Asmara bukan cinta dan cinta bukan asmara. Ayat ini juga sekaligus menjelaskan apa itu asmara dan apa itu cinta.
Agape selalu sabar, tetapi asmara selalu menginginkan hal-hal yang mengarah dalam hal yang tidak kudus.
Agape itu murah hati. Menurut kamus murah hati itu tidak pelit/kikir.

Dalam Alkitab Tuhan sengaja memakai orang bukan percaya lebih punya kasih daripada orang percaya. Harusnya orang percaya dapat melakukan hal-hal yang lebih dari orang-orang yang belum didalam Kristus, karena lahir dari benih agape.
Dalam suatu kisah di Alkitab Tuhan memberikan contoh kasus dalam Lukas 7:1-10 seorang perwira Romawi yang ingin Yesus menyembuhkan hamba-nya, dia berkata bahwa ia tidak layak menerima Yesus ketempatnya, dia hanya meminta Tuhan mengatakan sepatah kata untuk hambanya yang sedang sakit, maka pasti akan sembuh. Dan Tuhan memuji iman perwira itu. Ini adalah perbandingan yang Yesus berikan. Sesungguhnya kita harus bisa lebih dari itu
Bukan berarti filia dan storge tidak punya kedahsyatan, tapi semuanya terbatas.

Dalam sebuah kasus juga yang terjadi di sebuah Negara, seorang kakek yang sudah lanjut usia yang pekerjaannya adalah tukang becak (tetapi bukan yang dikayuh dengan kendaraan) dengan latar belakang keluarga miskin, dia sudah menolong banyak orang dengan penghasilan yang ia dapat.

Banyak orang percaya yang mengecam bahwa orang diluar Tuhan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan surga, tapi orang percaya itu sendiri tidak bisa melakukan perbuatan kasih meski hidup dalam kelimpahan.

Kalau didunia saja bisa menghadirkan kedahsyatan filia mengapa kita sebagai orang percaya tidak bisa memperlihatkan menyatakan kedahsyatan agape?

Sederhana, kita tidak perlu sampai pada puncak kayu salib, karena Yesus sudah melakukannya. Tuhan mau kita melakukan hal-hal yang riil sebagi bukti iman kita yang didasari agape.

Murah hati adalah hati yang peduli dan peka dengan apa yang kita lihat. Kalau kita tidak terbiasa dengan murah hati dalam hal-hal yang kecil maka kan sulit kita melakukannya saat kita dalam berkelimpahan.

Ada yang dahsyat dalam diri kita yang lahir dari benih agape. Benih akan bertumbuh kalau dirawat dan akan menghasilkan. Kekuatan agape melebihi kekuatan yang lain.

By : Pdt. R.F.Martino

AGAPE (1)

1 Yohanes 5:3 “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat”

1 Korintus 14:1 “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”

“Agape adalah cinta tanpa syarat”. Dan jika kita mempelajari mengenai iman di dalam Ibrani pasal 11, kita akan menemukan ada pahlawan-pahlawan iman yang karena imannya memperoleh kemenangan yang Tuhan janjikan. Namun di bagian akhir Ibrani pasal 11 kita juga menemukan ada pahlawan-pahlawan iman yang sekalipun mereka beriman, mereka tidak memperoleh apa yang Tuhan janjikan selama mereka hidup di dunia – mereka justru mengalami aniaya dan kematian karena iman. Maka dari keseluruhan Ibrani pasal 11 kita memperoleh definisi yang lengkap tentang iman yaitu “Iman adalah ketaatan tanpa syarat”.

Sayangnya banyak orang percaya yang memiliki pemahaman iman yang sangat dangkal yaitu iman hanya sebatas jawaban doa. Akibatnya, orang percaya yang lahir baru dari benih Agape (melalui pengorbanan Yesus di kayu salib), tidak menjalani hidup barunya yaitu “Hidup Oleh Iman” atau “Hidup Dalam Dimensi Iman” (Roma 1:17).

Hidup oleh iman berarti hidup melakukan perintah Tuhan tanpa syarat. Orang percaya seharusnya berkata, “Siap! Laksanakan!” terhadap segala perintah Allah. Namun banyak orang percaya yang tidak melakukannya karena perintah Allah itu tidak masuk akal. Contohnya: Dalam Perjanjian Lama, Tuhan memerintahkan Nuh membangun bahtera di tempat yang tidak ada air. Ini perintah yang tidak masuk akal sehingga Nuh diolok-olok. Dalam Perjanjian Baru, ada perintah “Kasihilah (Agapao) musuhmu!”. Ini tidak masuk akal. Lalu bagaimana mungkin kita bisa melakukan Firman Tuhan yang tidak masuk akal? Itulah Hidup Oleh Iman!

Hidup manusia diikat oleh hukum logika. Secanggih apapun teknologi yang dibuat manusia, namun semuanya masih berdasarkan hukum logika dan tidak akan dapat menembus hukum iman.

Kasih dalam bahasa aslinya memiliki 4 macam yaitu Eros, Storge, Philia, dan Agape:

1. Eros.
Remaja yang telah akil balig akan mengalami perasaan ketertarikan kepada lawan jenis dan menganggapnya cinta/kasih. Padahal perasaan itu hanyalah eros. Eros itu adalah asmara yang mengarah kepada sentuhan-sentuhan fisik. Apakah eros itu tidak boleh? Boleh, tetapi pada tempatnya, yaitu di dalam ikatan pernikahan. Para pembicara motivasi (umum) maupun pembicara rohani seringkali memakai istilah umum “pacaran”, padahal Alkitab sebenarnya tidak pernah memakai istilah “pacaran” melainkan “tunangan”. “Pacaran” sebenarnya adalah istilah yang kurang baik karena merupakan sarana penyaluran eros. Padahal Eros sebenarnya adalah nafsu birahi antara laki-laki dan perempuan di dalam ikatan pernikahan yaitu antara suami istri.

2. Storge.
Storge adalah kasih antar keluarga. Kasih orangtua kepada anak termasuk storge. Ada pepatah berkata bahwa “surga di bawah telapak kaki ibu” namun berita akhir-akhir ini menunjukkan bahwa ibu dan ayah justru menyiksa anaknya. Meskipun kasih storge itu terkadang mengagumkan, namun ada batasnya. Di dalam kehidupan rohani, kadang kita hanya mengasihi Tuhan dengan kualitas Storge karena saat kita memanggilnya “Bapa”, kita menganggap Tuhan hanya cukup dikasihi dengan Storge. Padahal Tuhan menghendaki kita mengasihi-Nya lebih dari itu.

3. Philia.
Philia adalah kasih persahabatan. Meskipun kasih persahabatan itu terkadang juga mengagumkan, namun kasih ini juga ada batasnya. Ada lagu rohani yang berkata “Yesus adalah Sobat kita”. Namun yang Tuhan mau kita dalam mengasihi-Nya tidak hanya sebatas philia. Memang dalam Alkitab, Tuhan juga menyuruh kita mengasihi-Nya dengan kasih philia namun ada tempatnya.

1 Korintus 16:22 “Siapa yang tidak mengasihi (PHILEO) Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!”

Maksudnya ayat ini adalah jika seorang percaya tidak mencapai Philia kepada Tuhan, maka terkutuklah dia. Namun Tuhan menghendaki agar kasih kita meningkat kadarnya kepada tingkat kasih Agape, karena hanya Agape yang dapat melakukan perintah-perintah Tuhan yang tidak masuk akal!

1 Yohanes 5:3 “Sebab inilah kasih (AGAPE) kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat”

4. Agape.
Jadi kita bisa melakukan segala perintah Tuhan dengan kualitas kasih Agape, bukan karena takut hukuman Tuhan. Tak heran jika kita menjalani hidup baru bukan dengan kasih Agape, kita akan menjadi orang Kristen yang hidup dibawah tekanan! Kita merasa tertekan/disusahkan dalam melakukan perintah Tuhan, ini bukan Agape!

Dalam 1 Korintus 13 ada banyak tindakan-tindakan hebat yang dilakukan namun bukan karena Agape.

1 Korintus 13:1-3 “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.”

Lalu dengan apa mereka melakukan tindakan-tindakan hebat jika bukan karena Agape? Tanpa menghakimi, semua tindakan itu bisa dilakukan untuk kepujian diri, atau dilakukan karena mengalami keputusasaan, dll.

Dalam bahasa Indonesia, “Kasih/Cinta” itu identik dengan “memberi”. Namun Agape lebih dari itu. Agape bukan saat seorang suami membelikan tas seharga ratusan juta atau mobil yang seharga milyaran Rupiah kepada istrinya, ataupun sebaliknya. Agape ada didalam air mata, penderitaan, dan siksaan – yang semuanya dapat kita simpulkan sebagai “Pengorbanan”.

1 Korintus 13:4 “Kasih itu sabar…”
Berarti jika kita mengasihi (agapao), kita akan sabar, karena kasih itu panjang sabar. Pernahkah kita menyakiti Tuhan? Lalu bagaimana kesabaran Tuhan atas kita? Kita harus memahami bahwa Tuhan begitu sabar kepada kita.

Dalam hubungan kita dengan sesama, terkadang ada orang yang begitu menjengkelkan. Misalnya anak yang menjengkelkan hati orangtuanya, pengendara yang ugal-ugalan di jalan sehingga membahayakan orang lain, dll. Untuk menahan sabar dan tidak mengata-ngatai orang itu tidak mudah! Namun kasih itu panjang sabar.

Maka dengan kualitas kasih Agape (kasih tanpa syarat) kepada Tuhan, kita akan dapat melakukan perintah-perintah-Nya sekalipun perintah itu tidak masuk diakal kita. Namun kita melakukannya bukan karena tertekan melainkan karena Agapao kepada Tuhan.

By : Pdt. DR. R. F. Martino