Category Archives: KOTBAH
MENGANDALKAN TUHAN
Yeremia17:7-8 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Kita harus punya pemahaman yang benar dalam hal mengandalkan Tuhan, agar sikap dan tindakan kita tidak keliru.
Berbahagialah Saudara, khususnya yang mengalami secara riil, peristiwa bencana yang beberapa waktu lalu. Kita telah menyaksikan secara fisik dan oleh iman kita telah meresponi segala sesuatu di alam nyata.
Firman Tuhan berkata dalam Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
Ayat di atas bukan hanya sekedar ayat penghiburan, tetapi hal ini adalah riil. Kita menyaksikan/melihat, bahkanmengalaminya tetapi masih diberi kesempatan untuk hidup.
Setelah bencana yang terjadi, ada beberapa yang membuat pernyataan bahwa ternyata semua harta/kekayaan, kedudukan tidak ada artinya apa-apa. Ini adalah suatu pengakuan pernyataan iman untuk menyadari keberadaan kita. Ternyata kita bukan siapa-siapa.
Dalam melewati masa-masa sulit ini, apa yang kita lakukan? Ada yang berkata bahwa terus mengandalkan Tuhan. Tetapi sejauh mana pemahaman kita tentang mengandalkan Tuhan?
Ketika kita sudah mengandalkan Tuhan, tetapi Tuhan seolah-olah tidak berbuat apa-apa. Bagaimana kita memahami hal ini? Sejauh mana sikap kita dan tindakan kita dalam mengandalkan Tuhan.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Ayat ini sebenarnya sudah cukup jelas dan mudah dipahami. Tetapi oleh beberapa orang yang yang “fanatik” dengan mujizat memahami hal ini dengan sikap menanti sambil menunggu dan berharap kiranya Tuhan campur tangan dan memberkatinya.
Kita bukan anti mujizat. Kita percaya bahwa Tuhan yang luar biasa akan sanggup menolong kita, tapi apakah kita hanya berdiam diri saja?
Setelah kehilangan sebagian harta atau bahkan semuanya, apakah semuanya itu akan kembali kepada kita dengan sendirinya tanpa kita melakukan apa-apa? Meskipun kita sudah doa dan puasa, semua yang hilang itu tidak akan kembali dengan sendirinya. Bukannya kitamelemahkan kuasa doa dan puasa, karena Tuhan juga bisa bekerja melalui doa dan puasa.
Yeremia 17:7-8 memberikan pemahaman kepada kita bahwa kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan hari-hari lewat dengan begitu saja.
Dikatakan ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, berbuah pada musimnya. Mengapa ia terus diberkati Tuhan?
Pohon dalam pertumbuhannya tidak akan tinggal diam, akan datang musim kering. Akarnya akan merambat mencari air.
Kuat tidak pohon tergantung dari akarnya.
Ketika berbicara tentang akar, kita akan berbicara tentang iman. Ada pergerakan yang ada dalam kita. Imankitaakanmenghadapisemuarealitas.
Pasca bencana pastilah setiap orang menginginkan suatu perubahan, tetapi hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada pergerakan.
Ada pergerakan yang kelihatan ada yang tidak kelihatan. Pergerakanyang tidak kelihatan akan menghasilkan pergerakan yang kelihatan.
Untuk membantu akarsemakian mudah masuk kedalam tanah, dibutuhkanangin. Ketika pohon bergerak, angin membuat akarpohonitusemakinmasukkedalamtanah. Kita butuh “angin” untuk memperkuat kita. Jadiadabagiankita, adabagiannyaTuhan.
TIDAK BERDIAM DIRI
Kekuatan iman, kita aplikasikan dalam tindakan iman. Mengandakan Tuhan bukan berarti tidak berbuat apa-apa.
Kita tidak mau bermewah-mewahdanmenghambur, tetapi janganlah kita “memiskinan diri” ketika kita tidak miskin.Janganjuga“memiskinkan mental” padahal seharusnya tidak demikian.
Efesus 5: 5:16-17dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
By : Pdt. R.F. Martino
PUJIAN DI TENGAH KONDISI YANG TIDAK MENYENANGKAN
Kisah Para Rasul 16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Pujian yang dinaikkan di tengah kondisi yang tidak menyenangkan adalah suatu hal yang luar biasa. Ketika kita memuji Tuhan dan mengucap syukur di tengah-tengah pesta dan ulang tahun, itu adalah hal yang biasa. Tetapi ditengah-tengah kondisi situasi yang tidak menyenangkan seperti yang Paulus dan Silas alami di mana mereka dibelenggu di penjara, mereka tidak menyalahkan Tuhan tetapi mereka menaikkan puji-pujian kepada Tuhan adalah hal yang sungguh luar biasa.
Suatu tantangan bagi kita, di tengah-tengah kondisi yang tidak menyenangkan saat ini, apakah kita tetap menaikkan pujian kepada Tuhan atau justru kita menyalahkan Tuhan. Adalah suatu kesaksian yang baik bagi orang yang berbeda keyakinan dengan kita ketika anak-anak Tuhan tetap memuji Tuhan di tengah kondisi yang tidak menyenangkan.
Kaki dan tangan Paulus dan Silas dibelenggu sehingga mereka tidak dapat berbuat apa-apa tetapi mulut mereka tetap memuji-muji Tuhan. Jadi, dalam situasi bagaimana pun beratnya, hendaknya kita tetap memuji Tuhan.
1. Pujian di tempat yang sulit adalah ibadah yang sejati
Tatkala kita memuji Tuhan di tengah kondisi yang tidak menyenangkan, ini adalah suatu ibadah yang menyenangkan hati Tuhan. Paulus dan Silas tidak menyembah kepada patung-patung dan dewa-dewa yang mati tetapi mereka menyembah kepada Allah yang hidup. Mereka mengimani bahwa kuasa Tuhan tidak pernah terbatas sekalipun kaki tangan mereka terbelenggu. Ketika kita bersyukur kepada Tuhan, kita sedang mengagungkan Tuhan.
Mazmur 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Ketika istri saya akan melahirkan putri kami yang ketiga, tekanan gula darahnya mencapai 450 sehingga dokter tidak berani untuk melakukan operasi. Anak kami di dalam kandungan sudah dinyatakan meninggal. Saat itu saya sudah menjadi hamba Tuhan tetapi masih bekerja di suatu perusahaan. Saya sempat berkata kepada Tuhan bahwa saya sudah melayani Tuhan selama 5 tahun tetapi mengapa hal ini terjadi dalam hidup saya.
Dokter yang akan mengoperasi istri saya berkata kepada saya agar saya berdoa dan dokter tersebut pun pergi ke sudut ruangan lalu ia berdoa. Setengah jam kemudian anak kami berhasil dikeluarkan dari dalam kandungan istri saya walaupun sudah dalam keadaan meninggal. Istri saya saat itu sangat lemah sekali. Saat itu saya berjanji kepada Tuhan jika Ia memberi saya hidup maka saya akan melayani Tuhan 100%.
Hal itu kami tangkap kemudian saya membuat surat pengunduran diri ke perusahaan tempat saya bekerja dan saya melayani Tuhan sepenuh waktu. Tuhan memakai anak tersebut supaya kami menyadari bahwa kami dipanggil untuk melayani Tuhan.
2. Pujian di tempat yang sulit merupakan ucapan syukur yang harum
Apapun yang terjadi tetaplah setia kepada Tuhan. Hal ini yang perlu kita tanam dalam hati kita masing-masing. Kita memiliki Tuhan yang hidup. Sekalipun kita ada di tenda-tenda tetapi kita tetap menaikkan pujian kepada Tuhan. Karena Tuhan ada bersama kita Tuhan memberi kekuatan dan menghibur kita. Segala sesuatu jika kita kembalikan kepada Tuhan dan kita tahu bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan, kebajikkan bagi setiap orang yang mengasihi Dia, maka pasti ada ungkapan syukur kepada Tuhan jika tidak, maka kita akan bersungut-sungut.
3. Pujian di tempat yang sulit adalah luapan keyakinan iman kepada Tuhan
Paulus dan Silas yang terbelenggu tidak ada yang mereka dapat harapkan tetapi mereka tetap memuji Tuhan sebab iman mereka percaya Tuhan tidak pernah tutup mata dan tidak pernah melepaskan orang orang yang percaya dan bergantung sepenuhnya kepadaNya. Tuhan akan bekerja di dalam rencana dan caranya Tuhan. Di tempat ini pun, Tuhan akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Pujian Paulus dan Silas adalah nyanyian iman mereka kepada Tuhan.
Berkat yang kita dapat ketika memuji Tuhan di tempat yang sulit:
1. Berkat Tuhan
Berkat Tuhan tidak hanya dilihat dari materi yang kita dapat tetapi sukacita yang dari Allah. Ada orang yang sakit tetapi ia tetap memuji Tuhan, ia tetap bersukacita walaupun dalam keadaan sakit. Itu sebabnya dalam situasi apapun kita diajak untuk tidak meninggalkan persekutuan yang ada, sebab dalam ibadah-ibadah, kita mendapat kekuatan dan pengajaran firman Tuhan yang menguatkan kita.
2. Kita menerima penghiburan dari Tuhan
3. Ada kesaksian dan pemenangan jiwa-jiwa
Menaikkan pujian ditengah keadaan yang tidak menyenangkan akan membawa dampak bagi orang-orang yang ada disekitar kita. Situasi ini akan dapat memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Tuhan.Apapun yang terjadi dalam situasi apapun, tetaplah menaikkan puji-pujian kepada Tuhan.
Efesus 6:10-12 “Akhirnya, hendaklahkamukuat di dalamTuhan, di dalamkekuatankuasa-Nya. Kenakanlahseluruhperlengkapansenjata Allah, supayakamudapatbertahanmelawantipumuslihatIblis; karenaperjuangankitabukanlahmelawandarahdandaging, tetapimelawanpemerintah-pemerintah, melawanpenguasa-penguasa, melawanpenghulu-penghuludunia yang gelapini, melawanroh-rohjahat di udara.”
I. MERESPON MASALAH DENGAN IMAN
Melaluiayatdiataskitamemahamipentingnyahidupolehiman.Sebagaimanusia, secaralahiriahkitamenjalanihidupnamunsecararohkitamemilikiiman.
Ada bencana yang bisadiprediksisebelumnyanamunadabencana yang tidakbisadiprediksi (kejadiannyatiba-tiba).Yesusdanmurid-murid-Nyapernahmengalamihaltersebutsaatmerekaberlayar, sekonyong-konyong (tiba-tiba) datanglahbadai.Tuhanmenghendaki agar kitatidakhanyapercayabahwa “badaipastiberlalu” tetapijuga agar kitatetaptegakberdiri di tengahbadai.
Bencana yang kitaalami di kotaPaluadalahujianimanbagikitasemua. Orang-orang yang kehilangankeluargadantempattinggalnyadalambencanainimungkinberpikirtakadalagiharapan.NamuningatlahAmsal 23:18 berkata, “Karenamasadepansungguhada, danharapanmutidakakanhilang.”.BerartiFirmanTuhanmengajarkan agar kitatetapmemilikiharapanbagimasadepankita.
Bencana di Kota Palumemangbesar.Namunkitaperlumengingatbahwasaatsuatubencanaterjadi, iblistidakpernahberurusandengankekayaankitanamuniblisberurusandenganimankita.Samaseperti yang dialamiolehAyub yang mengalamimusibah yang sangatbesar: kehilangansemuaanakdanhartanyadalamsekejap, mendapatkanpenyakit, bahkandikutukiolehisterinya. Namunkitatahu, sesungguhnyaiblishanyaberurusandenganimanAyub.
Harikeduapascabencana di kotaPalu, terjadipenjarahandimana-mana. Logiskah orang mencuri/menjarahkarenalapar?Mungkinsebagian orang membenarkantindakanitu.SadarilahbahwaIblissangattahudimanatitik-titikkelemahan orang percayasehingga orang tersebutbisamenggunakanalasan-alasan yang sangatlogisuntukmelakukansuatutindakan yang berdosa.Apa kata FirmanTuhan?
Amsal 6:30-31 “Apakahseorangpencuritidakakandihina, apabilaiamencuriuntukmemuaskannafsunyakarenalapar? Dan kalauiatertangkap, haruslahiamembayarkembalitujuh kali lipat, segenaphartaisirumahnyaharusdiserahkan.”
FirmanTuhantidakmembenarkanmencuri/menjarahsekalipunkarenalapar! Bahkanharusmenggantinya 7x lipat! Yang memprihatinkanada orang Kristen yang jugamencuri/menjarahpascagempa! Inisangatmemalukan.
Tuhanmenghendaki agar imankitalah yang harusmeresponisemuarealitahidup yang terjadi.Mungkinkitamelihatrealitahidupdi depankitabegitusukar. Namuncamkanlah: “Semakinrumitmasalahkita, makasemakinkitaakanmelihatkeahlianTuhanmenolongkitauntukmenyelesaikanmasalahtersebut”
1 Petrus 4:12-15 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlahkamuheranakannyalaapisiksaan yang datangkepadamusebagaiujian, seolah-olahadasesuatu yang luarbiasaterjadiataskamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuaidenganbagian yang kamudapatdalampenderitaanKristus, supayakamujugabolehbergembiradanbersukacitapadawaktuIamenyatakankemuliaan-Nya. Berbahagialahkamu, jikakamudinistakarenanamaKristus, sebabRohkemuliaan, yaituRoh Allah adapadamu. Janganlahada di antarakamu yang harusmenderitasebagaipembunuhataupencuriataupenjahat, ataupengacau.”
DalamMatius 4:4, “TetapiYesusmenjawab: “Ada tertulis: Manusiahidupbukandari roti saja, tetapidarisetiapfirman yang keluardarimulut Allah.” Ingatlahbahwakitahidupbukanhanyakarenamakanan.HidupkitahanyaditentukanolehperkataanTuhan.
II. KEMBALI BEKERJA
Kita akanmelihatbencana lain di dalamAlkitab.
Kejadian 26:1-6 “Makatimbullahkelaparan di negeriitu. — Inibukankelaparan yang pertama, yang telahterjadidalamzaman Abraham. SebabituIshakpergikeGerar, kepadaAbimelekh, raja orang Filistin.Lalu TUHAN menampakkandirikepadanyasertaberfirman: “JanganlahpergikeMesir, diamlah di negeri yang akanKukatakankepadamu. Tinggallah di negeriinisebagai orang asing, makaAkuakanmenyertaiengkaudanmemberkatiengkau, sebabkepadamulahdankepadaketurunanmuakanKuberikanseluruhnegeriini, danAkuakanmenepatisumpah yang telahKuikrarkankepada Abraham, ayahmu. Akuakanmembuatba-nyakketurunanmusepertibintang di langit; Akuakanmemberikankepadaketurunanmuseluruhnegeriini, danolehketurunanmusemuabangsa di bumiakanmendapatberkat, karena Abraham telahmendengarkanfirman-Ku danmemeliharakewajibannyakepada-Ku, yaitusegalaperintah, ketetapandanhukum-Ku.”JaditinggallahIshak di Gerar.
Di dalambencana yang kitaalami, banyakkesaksianjemaat yang justrudiberkatiTuhansecaraberkelimpahan.Iamendapatkanbanyakbantuanbahanmakanan. KetahuilahbahwaTuhantidakpernahkehabisancarauntukmemeliharaumat-Nya, jadikitatidakbisamematokTuhanharusmelakukan 1 cara yang samauntukmenolongsemua orang.
Bencana yang dialami di negeriIshakberadaadalahbencanakelaparan.Inibencana yang sangatmengerikan.Namunapa yang Ishaklakukan?
Kejadian 26:12-13 “MakamenaburlahIshak di tanahitudandalamtahunitujugaiamendapathasilseratus kali lipat; sebabiadiberkati TUHAN. Dan orang itumenjadi kaya, bahkankian lama kian kaya, sehinggaiamenjadisangat kaya.”
Ishakjustrubekerja! MakaTuhanmemberkatinya.Camkanlah: Cara Tuhanmenghadirkanuangdalamhidupkitamelaluibekerja (Roma 4:4). Makakitaperlukembalibekerja.Pascagempaini, usahaataupekerjaan yang sangatdicari-cariadalah: rumahmakan, bahanbangunan, dantenagatukang. Makamanfaatkankesempataniniuntukmendapatkanberkatfinansial.
Selainitu, kembalibekerjadanberaktivitasadalahcara paling baikuntukmenghilangkan trauma. Janganhanyaberdiamdiriataunongkrongmenghabiskanwaktuberceritahal-hal yang sudahlewat.
III. MENGUJI DIRI SENDIRI
Selainitukitaperlumelatihdiriuntukmengujidirisendiri.
2 Korintus 13:5 “Ujilahdirimusendiri, apakahkamutetaptegak di dalamiman.Selidikilahdirimu! Apakahkamutidakyakinakandirimu, bahwaKristusYesusada di dalamdirikamu? Sebabjikatidakdemikian, kamutidaktahanuji.”
Semua orang bisamenjaditakutdalamujianini.Tetapisaatkitadiuji, makaYesus yang ada di dalamdirikitaakanmenguatkanimankita.
By : Pdt. Adrian L. Manikome
KUAT DALAM KEKUATAN KUASANYA (2)
Efesus 6:10-12 “Akhirnya, hendaklahkamukuat di dalamTuhan, di dalamkekuatankuasa-Nya. Kenakanlahseluruhperlengkapansenjata Allah, supayakamudapatbertahanmelawantipumuslihatIblis; karenaperjuangankitabukanlahmelawandarahdandaging, tetapimelawanpemerintah-pemerintah, melawanpenguasa-penguasa, melawanpenghulu-penghuludunia yang gelapini, melawanroh-rohjahat di udara.”
I. MERESPON MASALAH DENGAN IMAN
Melaluiayatdiataskitamemahamipentingnyahidupolehiman.Sebagaimanusia, secaralahiriahkitamenjalanihidupnamunsecararohkitamemilikiiman.
Ada bencana yang bisadiprediksisebelumnyanamunadabencana yang tidakbisadiprediksi (kejadiannyatiba-tiba).Yesusdanmurid-murid-Nyapernahmengalamihaltersebutsaatmerekaberlayar, sekonyong-konyong (tiba-tiba) datanglahbadai.Tuhanmenghendaki agar kitatidakhanyapercayabahwa “badaipastiberlalu” tetapijuga agar kitatetaptegakberdiri di tengahbadai.
Bencana yang kitaalami di kotaPaluadalahujianimanbagikitasemua. Orang-orang yang kehilangankeluargadantempattinggalnyadalambencanainimungkinberpikirtakadalagiharapan.NamuningatlahAmsal 23:18 berkata, “Karenamasadepansungguhada, danharapanmutidakakanhilang.”.BerartiFirmanTuhanmengajarkan agar kitatetapmemilikiharapanbagimasadepankita.
Bencana di Kota Palumemangbesar.Namunkitaperlumengingatbahwasaatsuatubencanaterjadi, iblistidakpernahberurusandengankekayaankitanamuniblisberurusandenganimankita.Samaseperti yang dialamiolehAyub yang mengalamimusibah yang sangatbesar: kehilangansemuaanakdanhartanyadalamsekejap, mendapatkanpenyakit, bahkandikutukiolehisterinya. Namunkitatahu, sesungguhnyaiblishanyaberurusandenganimanAyub.
Harikeduapascabencana di kotaPalu, terjadipenjarahandimana-mana. Logiskah orang mencuri/menjarahkarenalapar?Mungkinsebagian orang membenarkantindakanitu.SadarilahbahwaIblissangattahudimanatitik-titikkelemahan orang percayasehingga orang tersebutbisamenggunakanalasan-alasan yang sangatlogisuntukmelakukansuatutindakan yang berdosa.Apa kata FirmanTuhan?
Amsal 6:30-31 “Apakahseorangpencuritidakakandihina, apabilaiamencuriuntukmemuaskannafsunyakarenalapar? Dan kalauiatertangkap, haruslahiamembayarkembalitujuh kali lipat, segenaphartaisirumahnyaharusdiserahkan.”
FirmanTuhantidakmembenarkanmencuri/menjarahsekalipunkarenalapar! Bahkanharusmenggantinya 7x lipat! Yang memprihatinkanada orang Kristen yang jugamencuri/menjarahpascagempa! Inisangatmemalukan.
Tuhanmenghendaki agar imankitalah yang harusmeresponisemuarealitahidup yang terjadi.Mungkinkitamelihatrealitahidupdi depankitabegitusukar. Namuncamkanlah: “Semakinrumitmasalahkita, makasemakinkitaakanmelihatkeahlianTuhanmenolongkitauntukmenyelesaikanmasalahtersebut”
1 Petrus 4:12-15 “Saudara-saudara yang kekasih, janganlahkamuheranakannyalaapisiksaan yang datangkepadamusebagaiujian, seolah-olahadasesuatu yang luarbiasaterjadiataskamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuaidenganbagian yang kamudapatdalampenderitaanKristus, supayakamujugabolehbergembiradanbersukacitapadawaktuIamenyatakankemuliaan-Nya. Berbahagialahkamu, jikakamudinistakarenanamaKristus, sebabRohkemuliaan, yaituRoh Allah adapadamu. Janganlahada di antarakamu yang harusmenderitasebagaipembunuhataupencuriataupenjahat, ataupengacau.”
DalamMatius 4:4, “TetapiYesusmenjawab: “Ada tertulis: Manusiahidupbukandari roti saja, tetapidarisetiapfirman yang keluardarimulut Allah.” Ingatlahbahwakitahidupbukanhanyakarenamakanan.HidupkitahanyaditentukanolehperkataanTuhan.
II. KEMBALI BEKERJA
Kita akanmelihatbencana lain di dalamAlkitab.
Kejadian 26:1-6 “Makatimbullahkelaparan di negeriitu. — Inibukankelaparan yang pertama, yang telahterjadidalamzaman Abraham. SebabituIshakpergikeGerar, kepadaAbimelekh, raja orang Filistin.Lalu TUHAN menampakkandirikepadanyasertaberfirman: “JanganlahpergikeMesir, diamlah di negeri yang akanKukatakankepadamu. Tinggallah di negeriinisebagai orang asing, makaAkuakanmenyertaiengkaudanmemberkatiengkau, sebabkepadamulahdankepadaketurunanmuakanKuberikanseluruhnegeriini, danAkuakanmenepatisumpah yang telahKuikrarkankepada Abraham, ayahmu. Akuakanmembuatba-nyakketurunanmusepertibintang di langit; Akuakanmemberikankepadaketurunanmuseluruhnegeriini, danolehketurunanmusemuabangsa di bumiakanmendapatberkat, karena Abraham telahmendengarkanfirman-Ku danmemeliharakewajibannyakepada-Ku, yaitusegalaperintah, ketetapandanhukum-Ku.”JaditinggallahIshak di Gerar.
Di dalambencana yang kitaalami, banyakkesaksianjemaat yang justrudiberkatiTuhansecaraberkelimpahan.Iamendapatkanbanyakbantuanbahanmakanan. KetahuilahbahwaTuhantidakpernahkehabisancarauntukmemeliharaumat-Nya, jadikitatidakbisamematokTuhanharusmelakukan 1 cara yang samauntukmenolongsemua orang.
Bencana yang dialami di negeriIshakberadaadalahbencanakelaparan.Inibencana yang sangatmengerikan.Namunapa yang Ishaklakukan?
Kejadian 26:12-13 “MakamenaburlahIshak di tanahitudandalamtahunitujugaiamendapathasilseratus kali lipat; sebabiadiberkati TUHAN. Dan orang itumenjadi kaya, bahkankian lama kian kaya, sehinggaiamenjadisangat kaya.”
Ishakjustrubekerja! MakaTuhanmemberkatinya.Camkanlah: Cara Tuhanmenghadirkanuangdalamhidupkitamelaluibekerja (Roma 4:4). Makakitaperlukembalibekerja.Pascagempaini, usahaataupekerjaan yang sangatdicari-cariadalah: rumahmakan, bahanbangunan, dantenagatukang. Makamanfaatkankesempataniniuntukmendapatkanberkatfinansial.
Selainitu, kembalibekerjadanberaktivitasadalahcara paling baikuntukmenghilangkan trauma. Janganhanyaberdiamdiriataunongkrongmenghabiskanwaktuberceritahal-hal yang sudahlewat.
III. MENGUJI DIRI SENDIRI
Selainitukitaperlumelatihdiriuntukmengujidirisendiri.
2 Korintus 13:5 “Ujilahdirimusendiri, apakahkamutetaptegak di dalamiman.Selidikilahdirimu! Apakahkamutidakyakinakandirimu, bahwaKristusYesusada di dalamdirikamu? Sebabjikatidakdemikian, kamutidaktahanuji.”
Semua orang bisamenjaditakutdalamujianini.Tetapisaatkitadiuji, makaYesus yang ada di dalamdirikitaakanmenguatkanimankita.
By : Pdt. R. F. Martino
Kuat Dalam Kekuatan Kuasa-Nya
Efesus 6:10-12 10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Nyata bahwa ayat diatas tidak hanya berbicara secara umum, tapi bagi tiap-tiap orang percaya. Kuat di dalam kekuatan kuasa Tuhan, kata “kuat” bukan karena filosofi dari dunia sekuler, tapi menjadi pribadi yang kuat di dalam kekuatan kuasa Tuhan, artinya: setiap kita sebagai orang percaya harus menemukan, bahwa saat kita menerima Yesus secara pribadi, sesungguhnya kita punya hak untuk menikmati kuat kuasa Tuhan di dalam diri kita, karena saat itulah pribadi Yesus yang masuk dalam hati dan menyatu dengan roh kita sekaligus kedahsyatan, kekuatan kuasa Tuhan yang sudah menjadi bagian kita.
Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu, memahami dan sekaligus mengalami bahwa kita ini memiliki kedahsyatan kekuatan kuasa Allah dalam hidup kita?
Kita tahu dalam teori secara umum/alamiah, produk-produk yang akan dipakai pasti akan melalui pengujian. Misalnya sebuah mobil sebelum dijual akan melalui tes kekuatan, dengan cara ditabrakan pada suatu tempat yang memang khusus dipakai untuk pengujian. Disitu akan dipelajari bagian-bagian yang masih lemah, termasuk juga yang berhubungan dengan keselamatan penumpang mobil tersebut dan kemudian di desain kembali sehingga layak untuk dijual dan dipakai.
Tidak berbeda dengan kita, bagaimana kita tahu bahwa kita sudah mempunyai kuat kuasa Allah dalam diri kita? Kita harus diuji juga! Beberapa waktu lalu kita sudah belajar mengenai hidup oleh iman dan bentuk-bentuk ujian iman. Iblis tidak punya urusan dengan keluarga dan kekayaan Ayub, tapi mengapa semua dimusnahkan oleh Iblis atas seijin Tuhan? Iblis punya tujuan supaya Ayub menyangkal Tuhan.
Begitu juga ketika kita kehilangan rumah, keluarga bahkan kehilangan segala-galanya, Iblis tidak berurusan dengan semuanya itu. Iblis mau melihat sejauh mana ketaatan kita, apakah kita tetap bertahan? beribadah kepada-Nya? tetap memuji Tuhan? Ingatlah, kesukaran tidak akan pernah bertahan lama pada diri orang yang ulet.
Bersyukurlah bahwa setelah kita memiliki kuat kuasa Tuhan dan kita mengalaminya, tapi ada yang yang memiliki tapi tidak mengalami, karena pada saat diuji dan dihadapkan dengan realitas hidup ternyata ia rapuh.
I Yohanes 5:4-5 4sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Inilah hal yang sudah kita buktikan. Bukan karena kekuatan lain yang membuat pribadi seseorang kuat, dengan realitas apapun yang hadir dalam kehidupannya, yang membuat dia tetap berdiri tegar, teguh, kokoh, kuat oleh iman kepada Allah. Inilah yang harus kita alami dan nikmati. Jadi, kalau kita bicara tentang kuasa Allah, masih sulit membayangkannya jika kita belum mengalami. Tapi dengan apa yang sudah kita alami. Disitu kita melihat dan mengakui bahwa Allah itu dahsyat dan luar biasa.
Apa sebab kita harus kuat di dalam kekuatan kuasa Allah?
Firman-Nya berkata bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Jadi sementara di bumi ini terjadi segala sesuatu, baik alamnya dalam segala peristiwa, baik manusianya yang hidup di atasnya, jangan lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam nyata dikendalikan dari alam roh kita akan mengerti setelah membaca ayat ini:
Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Apa yang sudah kita baca dalam Efesus 6:12 dan Roma 8:28 membawa kita untuk melihat gambaran jelas bahwa ketika terjadi sesuatu di bumi ini, rancangan Allah bagi kita adalah mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Tuhan.
Tapi ada sebagian orang sudah memahami Roma 8:28 tapi belum sampai pada pemahaman Efesus 6:12. Bahkan dalam I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Dari pihak Tuhan semua perkara dirubah menjadi kebaikan, tapi Iblis membuat segala yang dialami oleh manusia menjadi lebih buruk bahkan sampai menggurkan imannya. Maka dari itulah kita disuruh untuk memakai selengkap senjata Allah supaya dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Tipu muslihat Iblis membalikan segala kebenaran Allah. Yang tadinya kita menangkap bahwa dibalik semua yang terjadi ada maksud baik Tuhan, Iblis dapat membuat dengan menggocoh jiwa kita (pikiran, perasaan dan kehendak) untuk membawa kita tidak mempercayai apa yang sudah Tuhan tetapkan bahwa segala sesuatu yang terjadi mendatangkan kebaikan.
Jika tidak dipahami, hal ini akan jauh lebih berbahaya dari bencana bentuk apapun. Ketika segala sesuatu habis dan musnah, maka jiwa kita akan menganalisa sesuai dengan apa kata orang dan realitas yang tejadi dan hasilnya tetap nol disitulah Iblis mengambil kesempatan untuk membuat iman hancur. Tapi Firman mengatakan bahwa iman yang mengalahkan dunia. Kita juga harus ingat bahwa hidup kita ditentukan oleh apa kata Firman bukan oleh kata orang. Bukannya kita tidak realistis atau “menutup mata” untuk analisa logika yang benar-benar jelas tidak ada harapan, justru kita harus punya iman yang realistis untuk menyelesaikan segala yang realistis itu, sehingga iman kita bukan hanya iman dengan mimpi dan angan-angan yang kosong tapi iman yang memiliki suatu keyakinan.
Kita hidup di dunia tidak pernah bisa lari dan menghindar ataupun juga tidak mau menghadapi realitas. Sekecil apapun dan apapun bentuknya, tapi semua kembali dari pribadi orang tersebut, bagaimana hubungannya dengan Tuhan, sejauh mana kekuatan kuasa Allah itu dialami.
Kasus Daud ketika dikejar-kejar oleh Saul
I Samuel 21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”
I Samuel 21:10 Kemudian bersiaplah Daud dan larilah ia pada hari itu juga dari Saul; sampailah ia kepada Akhis, raja kota Gat.
Waktu itu Daud lari karena ia sedang dikejar-kejar Saul, ini sama saja Daud dikejar-kejar oleh maut karena akan dibunuh. Bentuk peristiwanya yaitu:dikejar-kejar maut. Ini adalah masalah serius.
I Samuel 21:11 Pegawai-pegawai Akhis berkata kepada tuannya: “Bukankah ini Daud raja negeri itu? Bukankah tentang dia orang-orang menyanyi berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?”
Kepopularitasan Daud sudah terkenal hingga kemana-mana. Mengapa Daud lari? Karena siapa tahu dia mendapat tempat persembunyian yang aman dari kejaran Saul dan berharap tidak ada yang mengenalnya, tetapi ternyata pegawai-pegawai Akhis mengenalnya.
I Samuel 21:12 Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu.
Ketika banyak orang sudah mengenal dia dalam persembunyiannya maka Daud menjadi takut sekali. Alkitab dengan jujur menjelaskan faktor alamiah Daud sebagai manusia pada umumnya. Daud yang terkenal dengan kepahlawanannya-pun ternyata punya rasa takut. Perasaan takut itu adalah manusiawi, tapi bukannya Tuhan tidak menjadikan hal itu sebagai bahan pertimbangan, justru dijelaskan secara riil supaya firman Tuhan bisa menjawab bagaimana mengalahkan faktor manusiawi ini dengan iman? Bagaimana pikiran-pikiran analisa logika ini dapat ditaklukkan dengan iman, hal ini tidak berarti membuang analisa logika itu.
I Samuel 21:13 Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.
Daud yang gagah perkasa itu mempunyai ide supaya tidak dikenal orang, maka ia membuat dirinya seperti orang hilang ingatan, ini adalah tekanan depresi yang terberat, betul-betul menyakitkan. Gila berarti lupa ingatan, tapi pura-pura menjadi gila itu menyakitkan karena dalam kondisi sadar. Tuhan menghargai dan memperhitungkan faktor-faktor manusiawi sampai ke titik yang paling rendah, tetapi kalau Tuhan menolong kita bukan karena hal itu, tetapi karena Tuhan mengasihi pribadi kita yang sudah diselamatkan oleh darah Yesus.
1 Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.
Keluarga dan saudara-saudaranya tahu tempat persembunyiannya. Ternyata bukan hanya itu saja, kita lihat siapa lagi yang ikut dengan Daud dalam pengungsiannya?
I Samuel 22:2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.
Ternyata dalam pengungsian-pun Daud menjadi pemimpin orang-orang yang bermasalah, bukan setelah masalahnya selesai. Justru dengan pengalaman yang dia alami dengan kedahsyatan Tuhan, itulah yang dia pakai untuk mengkonselingi orang-orang yang bermasalah tersebut.
Ketika kita alami hal-hal yang dahsyat, ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk juga menjadi berkat bagi banyak orang dan pemimpin bagi orang-orang yang susah. Ini jauh lebih besar nilainya dari peristiwa itu sendiri. Tidak ada satu orangpun yang dapat lari dari kenyataan. Lari dari kenyataan bukan menyelesaikan masalah tetapi awal bencana baru.
Akibat bencana gempa yang terjadi beberapa dari kita hanya kehilangan hal-hal materi (kata “hanya” bukan berarti mengentengkannya), tetapi Tuhan masih memberikan nafas kehidupan untuk menjalani kehidupan yang nilainya lebih dari materi yang hilang itu. Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan yang masih ada ini mari kita pakai dan Tuhan akan memakai kita untuk hal yang lebih dahsyat lagi. Dan semua yang kita saksikan dan apapun yang kita bagikan akan menjadi berkat buat orang lain dan membangkitkan harapan yang baru.
By : Pdt. R.F. Martino
AGAPE TIDAK PEMARAH
1 Korintus 13:5 Ia (Agape) tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Setiap kita berinteraksi dengan orang lain dalam tatanan kehidupan sehari-hari, pada akhirnya orang akan mengetahui bahwa kita adalah orang Kristen. Saat kita diketahui sebagai orang Kristen, apakah kita dapat mempertanggungjawabkan iman kita bahwa kita adalah orang percaya yang telah lahir baru?
Ketika kita membahas mengenai Agape, kita membahas mengenai tatanan hidup sehari-hari, dan dalam hal ini adalah mengenai “tidak pemarah” dan dilanjutkan “tidak menyimpan kesalahan orang lain”. Seorang pemarah mudah diketahui, namun bagaimana dengan seorang yang menyimpan kesalahan orang lain? Apakah itu tidak dapat diketahui karena berada di dalam hati? Sekalipun berada di dalam hati, pada akhirnya hal itu dapat diketahui karena apa yang berada di dalam hati akan diekspresikan/dilampiaskan keluar dalam bentuk:
– Ekspresi wajah
– Ekspresi tubuh
– Mulut yaitu kata-kata kotor, kata-kata makian, dan puncaknya adalah kata-kata kutuk.
Sebenarnya marah adalah hal yang sangat manusiawi dan pasti terjadi pada setiap orang. “Marah” beda dengan “Pemarah”. Pemarah berarti tukang marah, setiap hari pasti marah.
Kita perlu memahami bahwa kemarahan berdampak/berpengaruh negatif tak hanya terhadap roh, hati dan kejiwaan, namun juga berpengaruh negatif kepada kesehatan fisik/organ tubuh. Seorang pemarah/orang yang suka marah, akan mengalami tarikan otot otot di wajahnya dan secara alamiah akan membuat bentuk wajah baru yang kurang baik di pandang.
Karena itu kita perlu merenungkan: Tidak bisakah kita mengkaji manakah hal yang pantas untuk marah dan hal yang tidak pantas untuk marah? Karena kita tidak perlu marah untuk segala hal.
A. Marah yang diizinkan Alkitab
Bagaimana kata Alkitab? Sebenarnya Alkitab tidak melarang kita marah, namun ada syaratnya:
1. Jangan simpan amarah.
Efesus 4:26 (Terjemahan Baru) “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”
Dalam Terjemahan Lama artinya lebih jelas: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa, jangan kamu simpan kemarahanmu sehingga matahari masuk”. Berarti Alkitab menasihatkan agar jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam. Namun sayangnya yang banyak terjadi adalah orang menyimpan kemarahan sampai beberapa hari.
2. Memiliki alasan / motivasi yang benar yang mendasari kita untuk marah.
Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus juga pernah beberapa kali marah. Apa alasan Tuhan Yesus marah?
a. Markus 3:5 “Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. ”
Tuhan Yesus marah karena orang-orang Farisi lebih menghargai binatang daripada manusia. Mereka mengklaim sangat menaati Sabat dan tidak bekerja saat hari Sabat. Nyatanya saat ada binatang mereka yang terperosok, mereka menolong binatang itu agar tidak mati. Namun saat ada orang yang sakit, mereka tidak ingin orang sakit itu disembuhkan pada hari Sabat. Tuhan Yesus marah karena apa yang orang-orang Farisi lakukan itu tidak benar.
b. Markus 8:33 “Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.””
Saat Yesus menceritakan penderitaan yang akan dialami-Nya, Petrus memberikan kalimat penghiburan kepada Yesus dan ini sangatlah etis. Namun Yesus justru marah dan menghardik Petrus: “Enyahlah Iblis!”. Kita harus memahami maksud Yesus supaya kita jangan memakai ayat ini menjadi pembenaran buat kita untuk mengatai orang “Iblis” saat kita marah. Tuhan Yesus mengetahui bahwa perkataan empati Petrus itu berasal dari Iblis. Dari sini kita juga memahami bahwa saat konseling, jangan hanya memberikan kalimat penghiburan yang kosong tetapi kebenaran Firman-lah yang harus ditegakkan. Sungkanisme tidak boleh mengalahkan prinsip iman.
Ada seorang pengusaha yang akan bangkrut dan rumahnya akan disita bank. Ia datang kepada hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu memberi kalimat penghiburan lalu berdiri di depan pintu rumah sambil berdoa agar rumah tersebut tidak disita. Namun apa yang terjadi? Besoknya rumah pengusaha itu disita bank. Seharusnya hamba Tuhan itu menguatkan pengusaha itu bahwa apapun yang terjadi, atas seizin Tuhan, dan ia harus tetap kuat.
c. Markus 10:14 “Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.””
Dalam kasus ini Yesus marah karena orang-orang itu menghalang-halangi anak-anak untuk bertemu dengan Yesus.
3. Kemarahan itu untuk perbaikan. Harus ada hasil akhir yaitu perubahan.
Mari kita kembali kepada pengalaman kita masing-masing dalam mendidik anak. Ada kalanya dalam mendidik kita sampai memukul anak. Alkitab mengajarkan bahwa “di ujung rotan ada pengajaran” berarti jangan memukul anak pakai tangan. Mengapa? Karena kemarahan itu mengalir dan tersalurkan ke seluruh tubuh. Maka jika kita memukul dengan tangan, pukulan itu akan sangat kuat dan membekas sampai ke dalam kulit. Sebaliknya jika kita memukul dengan ujung rotan, itu hanya melukai permukaan kulit saja. Dalam memukul anak, orangtua juga jangan dikuasai oleh emosi. Sebaiknya memukul tembok lebih dulu supaya kita tidak dikuasai emosi dalam memukul anak. Bukankah Firman Tuhan juga mengajarkan: “Ayah-ayah jangan sakiti hati anakmu”? Namun dalam pelayanan di Jambore Pelajar maupun Jambore Pemuda Remaja, banyak anak-anak yang sakit hati dengan orangtua. Sebaliknya anak-anak jangan menghancurkan masa depanmu dengan cara berontak pada orang tua karena Alkitab berkata “pelitamu akan padam”.
4. Menggunakan cara yang Alkitabiah.
Kita harus memahami bahwa kemarahan adalah jalan tol menuju dosa. Maka tidak semua hal harus disalurkan dengan kemarahan. Jika ada yang berbuat dosa atau kesalahan, Alkitab mengajarkan:
a. Panggil 4 mata dan tegur. Jika ia bertobat maka tugas kita selesai.
b. Jika belum bertobat, maka kita perlu menegurnya disaksikan oleh 2 orang saksi. Mengapa saat kita memberi nasihat perlu ada saksi? Agar orang yang ditegur tidak memutar cerita/memutarbalikkan fakta.
c. Jika orang itu tetap tidak mau bertobat maka langkah akhir adalah orang itu ditertibkan lalu diumumkan di depan jemaat. Mengapa? Supaya cukup hanya ia yang ditertibkan, jangan sampai membawa-bawa orang lain ke dalam kesalahannya.
B. Bagaimana cara mengatasi marah?
1. Cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah.
Yakobus 1:19-20 “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”
Banyak orang yang malas belajar untuk menyelidiki suatu hal, namun terlalu cepat berkata-kata/marah (apalagi ada media sosial untuk orang bebas berpendapat) yang justru mempertontonkan kebodohannya.
Amarah hanya boleh berdasarkan kebenaran dan itupun terkendali sesuai aturan-aturan tatanan hidup dimana kita berada.
2. Datang kepada Tuhan
Mazmur 37:1-2, 7-8 “Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.”
Salah satu buah Roh Kudus adalah “penguasaan diri” dan juga “kesabaran”. Cara Tuhan memproses agar kita sabar adalah menghadirkan orang-orang yang menjengkelkan sampai kita menjadi orang yang sabar. Saat orang-orang tersebut hadir dalam hidup kita, cara mengatasinya adalah datang kepada Tuhan dan berdiam diri di hadapan Tuhan. Roh Kudus akan menolong kita untuk meninggalkan kemarahan.
By : Pdt. R. F. Martino
MELAKUKAN APA YANG BENAR DIMATA TUHAN
Sangatlah penting di hari-hari terakhir ini untuk kita melakukan apa yang benar. Tidak hanya berhenti pada melakukan hal yang benar, karena setiap orang memiliki kebenarannya masing-masing, tetapi melakukan hal yang benar menurut standarnya Tuhan. Tuhan Yesus sendiri sudah memperingatkan kepada kita tanda akan kedatangan Tuhan yaitu salah satunya adalah penyesatan.
Ulangan 12:25 Janganlah engkau memakannya, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, apabila engkau melakukan apa yang benar di mata TUHAN.
Pada saat itu Tuhan Allah menyampaikan beberapa hal peraturan hukum kepada bangsa Israel melalui Musa. Musa mengingatkan kembali tentang apa yang Tuhan larang untuk bangsa Israel lakukan. Yaitu larangan untuk memakan makanan tertentu yaitu makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala dan yang juga mengandung darah.
Hasil bagi kita jika selalu melakukan apa yang benar dimata Tuhan yaitu kita akan mengalami kebaikan-kebaikan yang dari Tuhan.
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Allah tidak pernah menginginkan kita mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup tetapi seringkali sudah jadi anak Tuhan masih saja mengalami hal-hal yang buruk yang sebenarnya tidak perlu kita alami kalau saja kita melakukan yang benar dimata Tuhan.
Apabila seseorang melakukan yang benar menurut Tuhan dan bukan menurut pandangannya sendiri, jaminan yang akan kita peroleh yaitu kita akan mengalami kebaikan dan bukan hanya kita saja tetapi keadaan anak-anak kita, keturunan kita akan mengalami kebaikan.
Ulangan 13:16-18 16Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan harus kaubakar habis kota dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali. 17Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apa pun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 18Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu.”
Dalam ayat 17 terjemahan bahasa Indonesia dituliskan “barang-barang yang dikhususkan” tetapi dalam terjemahan King James Version yang dimaksudkan barang-barang adalah “benda-benda yang terkutuk”, yaitu semua barang-barang yang berkaitan dengan penyembahan berhala seperti patung dan jimat-jimat.Umat Tuhan tidak boleh menyentuh apalagi memilikinya di dalam rumah.
Tuhan sudah ingatkan kepada bangsa Israel jika mereka memasuki tanah Kanaan, maka jangan ada benda-benda terkutuk yang orang-orang kafir miliki untuk mereka sentuh atau bahkan mengingini untuk diri mereka sendiri miliki.
Pada saat bangsa Israel mengalahkan bangsa Yerikho, orang Israel bernama Akhan mengambil barang terkutuk itu secara diam-diam untuk dirinya sendiri. Akibatnya bangsa Israel mengalami kekalahan ketika maju berperang melawan bangsa Ai. Mereka sangat terkejut dengan kekalahan yang mereka alami karena bangsa Ai tidak sekuat bangsa Yerikho yang sudah mereka kalahkan. Mereka kemudian menangis di hadapan Tuhan. Tuhan Allah mengatakan bahwa murkanya akan surut jika orang yang mengambil barang terkutuk itu mengakui dan memusnahkan barang tersebut.
Tuhan Allah sangat membenci yang namanya berhala, kuasa gelap dan lain sebagainya, kita tidak boleh menyimpan bahkan memilikinya di dalam rumah kita. Kita tidak boleh berkaitan dengan perkara-perkara yang najis di mata Tuhan. Menurut manusia hal tersebut bisa jadi, wajar-wajar saja, tetapi tidak menurut Tuhan.Kita harus memusnahkannya. Jika tidak, barang-barang tersebut akan menjadi kutuk di dalam rumah kita. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan tidak mungkin salah, pasti benar. Jika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan maka kita akan mengalami konsekuensinya. Kita tidak akan mengalami hal-hal yang baik justru sebaliknya hal-hal yang buruk akan kita alami dalam hidup kita.
Dalam Perjanjian Lama, ada beberapa raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan dan ada juga yang tidak taat dan melakukan yang tidak benar dimata Tuhan. Raja-raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan, memiliki masa pemerintahan yang lama daripada raja-raja yang tidak melakukan apa yang benar dimata Tuhan.
1 Raja-raja 15:5 karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.
Alkitab menuliskan bahwa raja Daud menginginkan Bathsyeba, dan dengan akal pikirannya sendiri ia menempatkan Uria suami Batsyeba di baris depan dalam satu peperangan yang menyebabkan Uria mati lalu kemudian ia dapat menikahi Betsyeba. Mereka memiliki anak tetapi anak tersebut sakit-sakitan sehingga raja Daud melakukan puasa dan doa tetapi pada akhirnya anak itu mati. Kemudian Daud sadar bahwa ia melakukan hal yang salah di mata Tuhan lalu merendahkan diri dan mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan. Lalu tuhan Memulihkan Daud. Selain dari perkara Uria tersebut, Daud melakukan hal yang benar dihadapan Tuhan.
1 Raja-raja 15:11 Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya.
2 Raja-raja 12:2 Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.
Mereka para raja yang melakukan apa yang benar dimata Tuhan, mengalami kebaikan di dalam pemerintahannya dan mengalami kemenangan kemenangan. Mereka yang melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan, masa pemerintahannya tidak lama dan masa hidupnya pun tidak lama.
Mengapa kita harus melakukan yang benar dimata Tuhan?
1. Karena Tuhan Allah adalah benar.
Berkali-kali pemazmur katakan bahwa Tuhan itu benar, juga nabi Yeremia menyatakan hal yang sama.Mazmur 25:8; Mazmur 92:15; Yeremia 10:10
Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus sendiri menyatakannya dalam doa kepada Allah Bapa di surga.Yohanes 17:3; 1 Petrus 3:18
Yang bisa menanggung kesalahan manusia hanyalah Dia yang dalam wujud manusia tetapi tidak berdosa. Karena itulah Allah anak harus menjadi manusia dan dalam wujud-Nya, Ia bisa menggantikan kita. Ia adalah satu-satunya yang tidak berdosa sejak dalam kandungan, masa hidup-Nya sampai Ia wafat adalah manusia benar. Hanya melalui Yesus lah maka kita bisa sampai kepada Allah.
2. Karena Tuhan adalah benar maka setiap perkataan dan hukum-hukumNyaadalah benar
Mazmur 19:10; Mazmur 119:137; Mazmur 119:151; Mazmur 119:172;
Pernyataan Tuhan melalui Nabi Yesaya.Yesaya 45:19Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.”
Roma 3:4Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
Salah satu bukti contoh bahwa manusia pembohong adalah ketika kita “sok etika” saat ditawarkan makan, kita berkata sudah kenyang padahal belum makan dan lapar. Seringkali manusia berbohong karena mereka memakai standar tolak ukur mereka sendiri. Menurut pendapat banyak orang bukanlah satu masalah jika bohong untuk membantu orang lain. Tetapi kebenaran yang daripada Tuhan adalah ya katakan ya dan tidak katakan tidak, selebihnya berasal dari si jahat.
1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
1 Yohanes 2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
1 Yohanes 3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran
Jika kita mau melakukan hal yang benar, maka lakukanlah yang benar menurut caranya Tuhan. Orang yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan akan mengalami kebaikan bahkan anak cucu, generasi di depannya juga akan mengalami hal-hal yang baik daripada Tuhan. Kita tidak perlu ragu untuk melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Karena yang berfirman adalah Allah yang benar.
Pengajaran dari Tuhan Yesus juga perlu kita mengartikannya dengan benar. Jangan membuat pengertian sendiri. Pengajaran yang dari Tuhan ada macam bentuknya, ada yang berupa perumpamaan ada juga pengajaran yang tidak perlu diartikan. Dalam hal pengajaran tentang perumpamaan yang Tuhan Yesus ajarkan tetapi tidak dijelaskan artinya, kita perlu meminta tuntunan Roh Kudus sehingga tidak memiliki pengertian yang kita buat sendiri melainkan pengertian yang dari Tuhan.
Ketika saya menghadiri suatu ibadah Natal, saat itu saya masih kuliah, seorang pendeta berkhotbah mengenai persembahan orang Majus, emas kemenyan dan mur. Ia mengartikan sendiri kotbahnya bahwa mur yang dimaksud ialah mur yang dipakaikan dengan sekrup lalu mengartikannya sebagai suatu kiasan/perumpamaan. Padahal mur yang dimaksud adalah damar yaitu getah dari satu pohon tertentu yang harum baunya dipakai untuk persembahan di pakai obat dan juga dalam mempersiapkan jenazah orang sebelum penguburan.
Di dalam mengartikan perumpamaan-perumpamaan, kita juga harus perlu bertanya kepada orang yang lebih tahu ataupun kita harus membuka dalam kamus atau terjemahan lain yang mendukung supaya kita tidak mengartikannya dengan salah. Kita tidak boleh asal-asalan mengartikan suatu ayat sehingga pengertiannya menjadi keliru.
Dalam perjanjian baru Tuhan Yesus mengatakan bertobatlah. Kita harus mengerti apa yang dimaksud Tuhan dengan perintah bertobat. Karena banyak anak-anak Tuhan membuat definisi sendiri. Menurut bahasa aslinya, bertobat adalah metanoia yang berarti berbalik 180°. Kata metanoia pada saat itu lebih dipakai dalam hal baris-berbaris. Jika ada instruksi metanoia maka artinya balik kanan. Bahasa asli yang dipakai untuk menuliskan Alkitab dalam Perjanjian Lama dan perjanjian baru ialah bahasa Ibrani dan Yunani dimana bahasa ini merupakan bahasa yang kaya karena dalam 1 istilah, jika diterjemahkan ke dalam bahasa lain bisa menjadi satu kalimat panjang. Tuhan Yesus ketika masa hidupnya di dunia, Ia memberitakan Injil dalam bahasa Yunani walaupun beberapa kata ia berbicara dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Pada saat Alkitab ditulis, itu menggunakan bahasa Yunani. Jadi, jika ada kata metanoia atau bertobat maka artinya secara keseluruhan tidak setengah-setengah.
Ada seorang ibu yang membawa calon menantunya untuk dinasehati. Calon menantunya ini suka judi dan minum-minum. Ia akan menikah dengan anak ibu tersebut. Ibu tersebut mengatakan bahwa ia sudah mengajarkan kepada calon menantunya untuk bertobat. Ia katakan pada calon mantunya “seumpama ia memiliki 10 dosa, maka bisa dihilangkan satu per-satu?” Kemudian saya katakan itu salah. Jika seseorang mau bertobat maka harus secara keseluruhan bukan setengah-setengah.
Seorang perokok berkata kepada saya bahwa ia ingin melepaskan kecanduan rokoknya. Menurut dia, dengan mengurangi rokok yang ia gunakan, maka itu sudah termasuk bertobat. Tetapi menurut Tuhan, bertobat berarti secara total. Jika hanya dikurangi, maka tidak akan selesai, harus total berhenti karena perkataan Tuhan tidak mungkin salah.
Mengenai Baptisan Air
Baptis berasal ari kata baptizoartinya membiarkan diri untuk dimasukkan ke dalam air dan dibawa ke dalam air. Itulah arti baptizo. Beberapa orang membuat definisinya masing-masing. Tuhan Yesus katakan baptizo bukan ramtizo. Kita juga harus mengartikannya sesuai dengan konteks saat itu. Sehingga kita mendapatkan pengertian yang benar dan tidak ngawur. Jika kita mengartikan salah tidak seperti yang Tuhan maksudkan maka kita akan melakukanhal-hal yang salah.
Jika kita berupaya mendapatkan pengertian yang benar menurut pengertiannya Tuhan baru kita dapatmelakukan. Walaupun kita sudah tahu Firman-Nya, perintah-Nya sudah dan mendapatkan yang benarnya tetapi kita tidak melakukan maka semuanya sia-sia.
Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Ada orang yang menolak untuk belajar mengenal kebenaran. Walaupun engkau adalah umat Tuhan engkau bisa hancur jika engkau menolak pengetahuan akan firman Tuhan.
Matius 7:24-26 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
Orang yang menolak pengajaran Tuhan adalah orang yang tidak mau melakukan hukum Tuhan. Ada orang yang hobi mendengar, suka mendengar firman Tuhan tetapi tidak suka melakukan. Semua akan menjadi sia-sia walaupun kita mendalami firman Tuhan tetapi kita tidak melakukannya. Tuhan mengasihi diri kita dan tidak pernah mempunyai rencana menghancurkan diri kita tetapi manusia lebih memilih menghancurkan dirinya sendiri dengan menolak pengajaran dan melakukan kebenaran firman.
Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
Pencuri hanya mau mencuri membunuh dan membinasakan. Iblis pintar menghalangi orang untuk belajar kebenaran Firman supaya kita menjadi bodoh dan mudah ditipu karena tidak mengerti kebenaran firman.
Jangan dengarkan bisikan Iblis tetapi bacalah Firman dan lakukan maka kita akan dimerdekakan dari semua jerat Iblis dan tidak mengalami kehancuran dalam hidup kita. Kita perlu melakukan semua yang benar dihadapan Tuhan sampai Ia datang kembali dan kita masuk dalam bilangan orang-orang yang terangkat dan mengalami kebahagiaan yang kekal bersama Tuhan.
By : Pdt. Mediati Setiawan













