Daily Archives: 19/01/2020
BEKERJALAH SEBAB AKU INI MENYERTAI KAMU (4)
Hagai 2:5 Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
Tuhan tidak pernah tertarik dengan orang yang malas. Hal mendasar yang perlu kita pahami ialah tidak akan ada keberhasilan tanpa bekerja. Secara filosofi orang percaya ada istilah “Ora Et labora” yaitu berdoa dan bekerja. Tidak hanya berdoa saja kemudian berkat kita terima dan bukan hanya bekerja saja tanpa berdoa sehingga kita hanya mengandalkan kekuatan dan segala apa yang ada pada kita, maka kita pun akan gagal.
Iman yang harus kita miliki adalah bagaimana menjalani hidup di dunia karena urusan akhirat sudah beres, kita sudah menerima Yesus secara pribadi dan keselamatan kekal sudah menjadi bagian kita, tetapi iman untuk menjalani hidup sehari-hari yang seringkali tidak dapat kita lakukan dan seringkali menggoyahkan keberadaan kita tentang akhirat. Oleh karenanya kita perlu pemahaman yang benar tentang hidup oleh iman dalam kehidupan sehari-hari.
Kita harus punya kemampuan merubah pengalaman hidup menjadi pengalaman iman. Jika hanya mengandalkan pengalaman hidup saja maka kita akan terjebak dengan mengulangi kegagalan yang sama oleh karena berdasarkan pengalaman dari kekuatan, pikiran dan kehendak sendiri.
Pengalaman iman adalah hasil bergaul dengan Allah. Hal ini tidak bisa di identikkan dengan 6 jam berdoa di kamar. Tetapi pengalaman iman dalam hidup sehari-hari yaitu iman dalam bekerja, dalam beraktifitas dan iman dalam melakukan segala sesuatu. Banyak orang yang nampak rohanitapigagal dalam kehidupan nyata, gagal menyatakan Kristus dalam hidupnya karena pergaulannya hanya di dalam kamar dengan Tuhan, maksudnya ialah imannya tidak digunakan dalam menghadapi realitas hidup. Mereka gugur dalam iman karena tidak dapat menghadapi hal-hal riil dalam hidupnya.
Peristiwa kegagalan Simon dan teman-temannya dalam bekerja keras tidak menghasilkan apa-apa karena tidak disertai Tuhan. Tetapi ketika Tuhan campur tangan dan Simon taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan maka iadan teman-temannya menjadi berhasil bahkan berkelimpahan.
Dalam kitab Kejadian pasal 26 dituliskan tentang penyertaan Tuhan dalam kehidupan Ishak. Dari zaman Abraham, ayah Ishak,sudah sering terjadi kelaparan di negeri Filistin. Dan ketika kembali terjadi kelaparan di negeri itu, Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir dimana di zaman itu bangsa Mesir dikenal dengan persediaan gandum yang cukup. Tuhan justru memerintahkan ia untuk pergi ke Gerar, kepada raja orang Filistin dan menyuruhnya untuk tetap tinggal di negeri itu. Bukan tanpa sebab Tuhan berfirman kepada Ishak dengan melarang ia pergi ke Mesir dan tetap tinggal di negeri orang Filistin. Tetapi Tuhan mempunyai suatu rencana dalam kehidupan Ishak.
Alasan Tuhanberfirman kepada Ishak dan melarang ia pergi ke Mesir:
1. Tuhan sedang berurusan dengan Ishak karena sumpahNya kepada Abraham
Benar ada kelaparan yang hebat terjadi saat itu, tetapi Tuhan berfirman kepada Ishak bukan karena kelaparannya atau masalahnya tetapi karena Tuhan pernah mengikat diri-Nya dengan sumpah kepada Abraham dengan perjanjian turun-temurun, dan Ishak adalah keturunan Abraham.
Sebagai orang percaya, kita sudah ditebus oleh darah Yesus, maka kita pun adalah anak yang dikasihi Tuhan. Oleh karena itu Tuhan mengasihi kita bukan karena persoalan yang ada pada diri kita tetapi karena kita adalah anak-anakNya yang Ia kasihi. Jika kita memahami hal ini, kita akan tahu bagaimana seharusnya kita menghormati Tuhan. Tidak seorang pun mau hidup tertekan dengan masalah-masalah tetapi Tuhan berurusan dengan pribadi-pribadi bukan dengan masalah. Oleh karena itu hubungan pribadi kita dengan Tuhan tidak boleh bermasalah.
Ketika kita mau masuk ke dalam pengalaman iman, kita harus mengerti apa maunya Tuhan. Tetapi mampukah kita tetap tinggal menantikan janji Tuhan digenapi sekalipun dalam situasi ketidakpastian dan ketidakjelasan? Sekalipun perasaan, kehendak dan pikiran menyatu dengan manusia, tetapi iman tidak boleh ditunggangi oleh emosional kita.
Kita adalah turunan ilahi makanya Allah mengasihi kita. Allah tidak pernah berdusta atau beringkar janji. Ketika kita menghadapi masalah separah/seberat apapun, jangan pernah mengeluarkan kalimat “mengapa hal ini menimpaku Tuhan” tetapi gantilahkalimat tersebut menjadi “apakah yang Kau kehendaki dalam diriku sehingga hal ini menimpa aku, ya Tuhan”
Tidak banyak umat Tuhan yang dapat berkata demikian, karena secara manusia lebih sering terfokus kepada beban/masalah karena pemahamannya hanya sampai disitu. Oleh karenanya latihlah diri untuk datang kepada Tuhan dengan iman.Serahkan kuatirmu tidak sama dengan serahkan bebanmu, karena yang punya kuatir adalah pribadi manusia. Sehingga pribadi ini yang berurusan dengan Tuhan. Perasaan tidak boleh menguasai diri kita.
2. Ada rancangan khusus Allah bagi Ishak
Maksud dan rencana Tuhan ini tidak mudah dipahami secara akal sehat bagi manusia. Tuhan berfirman kepada Ishak “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing,maka Aku akan menyertai dan memberkati engkau sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.” Tuhan sendiri punya dasar ketika Ia berfirman kepada Ishak. Mungkin kita berkata bahwa kita bukanlah Ishak sehingga tidak memiliki hak atas janji-janji Allah. Tetapi karena kita adalah orang percaya yang sudah menerima Yesus dalam hidup kita maka kita disebut anak-anak ketebusan Tuhan dan berhak atas janji-janji Allah dalam hidup kita.
Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya juga kita dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Orang percaya jangan pernah bertanya kepada “dukun-dukun Kristen” tentang janji Allah dalam hidupnya karena semuanya itu sudah ada tertulis dalam alkitab. Oleh karenanya, seringlah membaca alkitab. Sementara kita membaca alkitab, Roh kudus akan menuntun dan meneguhkan firmanNya dalam hidup kita.
Tuhan berurusan dengan oknum diri kita. Ketika kita mendapat masalah dan menghadapi beban yang berat, cari lebih dulu janji Tuhan atas masalah tersebut. Ayat firman Tuhan mana yang berhubungan dengan masalah kita saat itu. Sehingga kita datang kepada Tuhan dengan iman, karena Tuhan mengikat diriNya dengan firmanNya sendiri sehingga kita akan dikuatkan. Jika kita tidak datang pada Tuhan dengan iman maka kita akan datang kepada Tuhan dengan emosional. Hal ini yang sering terjadi kepada umat Tuhan. Oleh karenanya kita harus melatih diri untuk datang kepada Tuhan dengan iman.
Sebagai orang percaya, kita perlu belajar mengenal apa rancangan Allah melalui segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, karena seringkali perintah Allah sukar dimengerti oleh akal pikiran manusia. Rancangan Allah dala hidup kita dapat kita pahami jika kita memiliki pergaulan yang akrab dengan Allah.
By : Pdt. R.F Martino













