This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: December 2019

MENGIKATKAN DIRI PADA TUHAN

I Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Arti lain untuk kata “Mengikat” adalah seperti lem yang merekatkan,menempelkan perangko; bergabung atau penggabungan menjadi satu. Hal ini tidak terjadi secara otomatis, harus ada tindakan dari kita. Mengikatkan diri pada Tuhan berarti menjadikan diri satu atau menyatukan diri, hidup sangat tergantung dengan Tuhan.

Orang yang melekat dengan Tuhan akan menjadi satu dengan Tuhan. Kelekatannya menjadi ikatan yang bersifat permanen. Jadi persekutuan dengan Tuhan, bukanlah persekutuan “putus nyambung”, kadang-kadang putus, kadang-kadang nyambung. Tuhan menghendaki sebuah persekutuan terus menerus. Jadi, kalau seseorang serius hendak bersekutu dengan Tuhan, ia harus menerima kehendak Tuhan ini.

Apa yang harus dikoreksi yaitu hati dan jiwa yang connect terus menerus, hubungan yang konsisten. Bukan hanya musiman saja, mengingat Tuhan hanya pada momen-momen tertentu seperti: natal, paskah. Ketika kita terus berhubungan dengan Tuhan, keuntungan bukan di pihak Tuhan, tapi justru kitalah yang untung karena Tuhan sangat mengasihi kita.
Contoh: terikat dengan komitmen pernikahan. Pernikahan harus dilandasi karena mengasihi pasangan, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan susah maupun senang.

Banyak orang Kristen mengharapkan proses penyatuan dengan Tuhan bisa terjadi dengan sendirinya; tanpa kerja keras dan perjuangan. Sebagai akibatnya, banyak orang Kristen yang tidak mengalami realisasi dari anugerah Tuhan yang begitu besar ini. Pada akhirnya mereka menganggap bahwa persekutuan dengan Tuhan yang intim dan eksklusif hanya dimiliki oleh beberapa orang tertentu yang mendapat anugerah hak istimewa dari Tuhan.
Mereka merasa tidak memiliki hak istimewa tersebut. Mereka menganggap bahwa penyatuan dengan Tuhan adalah mimpi yang tidak pernah terwujud. Pada umumnya mereka sudah puas menjadi “orang Kristen awam”.

Diawali dari komitmen pribadi kita dengan Tuhan .
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Dalam memberitakan Injil kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk menerima Yesus, biarlah pribadinya sendiri yang menentukan apakah dia mau menerima atau tidak, kita tidak perlu memaksakannya.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Setelah kita lahir baru kita akan menjalani hidup yang baru dengan meninggalkan pola hidup yang lama.

Galatia 2: 20  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. …

ORANG YANG SATU ROH DENGAN TUHAN

1.    Memiliki roh/jiwa yang berbeda
Bilangan 14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya ( “he has a different spirit” -roh – Amplified Bible) dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya

Roh dan jiwa 10 pengintai:
1.    “Bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat”
2.    “Sangat besar, juga keturunan Enak ada di sana”
3.    “Kita tidak dapat maju menyerang karena mereka lebih kuat daripada kita”
4.    “Bangsa itu memakan penduduknya”
5.    “Kami lihat diri kami seperti belalang”

Roh dan Jiwa Yosua & Kaleb berkata lain:
1.    Yosua dan Kaleb mengoyakkan pakaiannya, negeri itu lar biasa baiknya
2.    Jangan memberontak kepada Tuhan
3.    “Kita akan maju menduduki negeri itu”
4.    Negerinya berlimpah-limpah susu dan madunya
5.    “Jangan takut kepada bangsa itu sebab mereka akan kita telan habis”
6.    “Tuhan menyertai kita, jangan takut kepada mereka sebab kita pasti mengalahkannya”

2.    Memiliki Kualitas Iman yang Teruji

Ayub yang saleh, jujur, atkut akan Allah dan menjauhi kejahatan
Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau

3.    Tahu Kapan Bertindak dan Apa Yang Harus Dilakukan.

Nehemia 1:3-4  3 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” 4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

Bagimana Cara Hidup Mengikatkan Diri dan Tetap Satu Roh Dengan Tuhan.
1.    1 Petrus 1:14-16 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
2.    Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging”.
Buah Roh harus berkembang dan berkuasa dalam hidup kita. Gal 5:22, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

2 Korintus 4:16 ”Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”

3. 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Jangan Ada Lagi Noda Kekafiran
2 Korintus 6:11-18  11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu. 13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! 14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? 16 Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.  17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

4.   Berdoa
Lukas 18:1  Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

1 Tesalonika 5:17 Tetaplah berdoa.

Mazmur 91:14-16 (TB)  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Kehidupan yang dipersembahkan bagi Tuhan Yesus untuk kemuliaan-Nya yang selalu mengikatkan diri kepada-Nya, menjadi satu roh dengan Dia. Tentu kehidupan seperti ini sungguh-sungguh dapat menyukakan hati Tuhan kita Yesus Kristus.

By : Pdt. Milkha Potuda

Pesan-pesan Tuhan menjelang akhir tahun 2019 TETAP BERDOA DAN BERJAGA-JAGA!

Bertepatan dengan peringatan hari ibu tanggal 22 Desember ini, saya mengucapkan kepada semua ibu yang ada “selamat hari ibu” dan pesan kepada semua anak-anak untuk tetap menghormati orang tua. Beberapa hal Tuhan ingatkan kepada kita semua untuk diperhatikan menjelang akhir tahun 2019 agar kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

1. Menjadi orang tua jasmani dan rohani yang bertanggung jawab
Ibu-ibu jasmani itu bukan hanya melahirkan anak saja tetapi ada tuntutan Tuhan untuk membesarkan anak-anak ini hingga menjadi dewasa dan mandiri baik secara jasmani maupun secara rohani. Bagi yang belum mempunyai anak atau tidak punya anak sampai saat ini, tidak perlu berkecil hati karena Saudara bisa menjadi orang tua bagi anak-anak dengan cara memberitakan Injil dan membimbing mereka sampai dengan dewasa secara rohani. Orang tua juga perlu memperhatikan pergaulan anak-anak nya.

2. Tetap Berdoa dan berjaga-jaga
Pesan Tuhan berikutnya yaitu kita harus tetap berjaga-jaga dan berdoa sungguh-sungguh. Sama halnya dengan dunia bisnis, perbankan, dll, semuanya memiliki target. Di akhir tahun semuanya akan dievaluasi apakah mencapai target atau tidak.. Iblis pun juga punya target di tahun 2019 ini. Seperti kita tahu bahwa Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa baik secara rohani maupun jasmani sehingga kita harus waspada terhadap target Iblis ini. Berdasarkan pengalaman saya selama menggembalakan jemaat di tempat ini, di hari-hari terakhir menjelang tutup tahun ada beberapa jemaat yang meninggal mendadak,  ada yang tiba-tiba sakit, anfal dengan penyakit dan lain sebagainya. Seorang anak jemaat  berusia sekitar 3 tahun meninggal pada tanggal 31 Desember beberapa tahun yang lampau. Saat itu ayah dan ibunya sedang berjualan di toko mereka. Anak kecil ini sedang bermain di belakang toko bersama dengan saudara sepupunya kurang lebih seumur. Anak ini ditemukan dengan kepalanya masuk di ember berisi air. Kemudian ibunya membawa ke pastori kepada kami tetapi sudah dalam keadaan meninggal.
Dengan mengetahui hal ini, kita harus tetap senantiasa berdoa dan berjaga-jaga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Berjaga-jaga dalam hal makan-minum
Perayaan natal dibarengi dengan banyaknya makanan dan minuman. Perayaan natal disana-sini dan selalu disertai dengan makan-makan. Hati-hati dengan banyaknya makanan, harus dapat mengontrol yang dimakan.
Banyak makanan beredar saat ini yang sangat membahayakan karena sudah dicampuri dengan zat-zat kimia berbahaya seperti buah semangka yang disuntik oleh suatu zat tertentu sehingga menjadikan buah itu merah tetapi zat ini dapat membahayakan kesehatan manusia dan ini merupakan racun yang dapat membuat kita jadi sakit bahkan mengalami kematian. Saya tidak pernah tahu apakah makanan tertentu memiliki zat beracun atau tidak. Pengalaman saya pribadi ketika dihadapkan dengan makanan saya berdoa kepada Tuhan agar Ia menaruhkan tuntunan-Nya dalam diri saya, jika makanan atau minuman tersebut mengandung racun/hal-hal yang membahayakan kesehatan saya, Tuhan tolong buat saya tidak menginginkannya atau tidak menyukainya. Itulah pentingnya kita ini dituntun total oleh Roh Kudus. Roh Kudus menuntun kita bukan hanya dalam aspek rohani dan pelayanan tetapi dalam hal hal jasmani seperti dalam hal lain makanan dan minuman.

Filipi 2:13 Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
Ayat ini menjelaskan bahwa kita perlu meminta supaya kehendak Tuhan ditaruhkan dalam kehendak kita.

2. Dalam hal kesibukan
Untuk mempersiapkan Natal dan tahun baru, banyak dari kita begitu sibuk dan tidak berjaga-jaga karena seluruh fokus perhatian kita hanya kesana sehingga membuat kita kurang berdoa, bersekutu bahkan meminta tuntunan Roh Kudus sudah tidak ada. Hal ini sering terjadidalam kepanitiaan-kepanitiaan baik kepanitiaan natal, kegiatan jambore remaja atau Bible camp dimana sering terjadi kecelakaan, tabrakan dikarenakan faktor kesibukan dan capek.
Setiap menjelang akhir tahun banyak orang yang mudik atau melakukan perjalanan pulang kampung. Agar tidak ada celah, kendaraan yang akan digunakan harus diservis, karena jika ada kerusakan pada mobil atau kendaraan yang tidak diservis itu adalah celah. Kaum muda di tempat ini beberapa tahun lalu pernah mengalami mobil macet total ketika pulang dari liburan di sebuah pantai di daerah Donggala. Saya katakan bahwa kita harus waspada!
Kita harus tahu jelas apa yang akan kita kerjakan, ke mana kita pergi harus seturut dengan tuntunan Roh Kudus. Karena jika sesuai dengan tuntunan Roh Kudus maka ada jaminan perlindungan. Dalam Mazmur 91 dikatakan bahwa orang yang senantiasa dalam hadirat Tuhan, ia ada dalam perlindungan Tuhan. Karen Tuhan Allah, Roh Kudus adalah maha tahu. Ia tahu jika ada hal-hal di hari-hari depan yang kita tidak tahu, seperti kecelakaan karena iblis ingin mencelakai kita tetapi Tuhan maha tahu dan dapat menuntun kita sehingga kita diluputkan dari maut.

Seorang Oma yang dulu adalah jemaat di tempat ini tetapi sekarang sudah almarhum, ia seorang yang sangat sederhana tetapi memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Saat itu ia diajak oleh kaum muda gereja sebelah untuk mengikut kebaktian Padang di daerah Donggala sekitar Tanjung Karang. Panitia sudah membagi tempat untuk peserta dalam angkot yang mereka sewa. Tetapi pagi-pagi ketika oma ini saat teduh ia mendengar suara Tuhan agar oma ini tidak usah pergi. Oma ini taat dan ia tidak jadi pergi. Pada hari itu, sore sekitar jam 4, ia mendengar bahwa mobil yang ditumpangi oleh para pemuda yang baru saja pulang dari kebaktian Padang mengalami kecelakaan dan 2 diantaranya meninggal dunia.

Rencana Iblis sudah pasti jahat dan ingin mencelakai bahkan ingin mematikan kita. Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan peka mendengar suara-Nya  maka Tuhan dapat melepaskan kita dari segala macam bahaya kecelakaan.
Bukan hanya doa yang asal-asalan tetapi doa yang intim, berkomunikasi dengan Tuhan karena di situlah Tuhan akan menuntun kita dan memberitahukan hal-hal yang ada di depan yang kita tidak tahu termasuk segala sesuatu yang iblis sudah rencanakan. Kalau kita tidak selalu dituntun oleh Roh Kudus maka kita tidak akan pernah tahu hal-hal seperti ini. Karena tugas daripada Roh Kudus adalah mengingatkan kita dan menuntun kita ke dalam semua kebenaran, Ia juga memberi tahu kepada kita tentang hal-hal yang di depan kita yang kita tidak tahu. Yohanes 16:7-14. Sesibuk-sibuknya kita, kita harus tetap dengar suara Tuhan. Selain berjaga-jaga dan punya ketajaman akan tuntunan Roh Kudus kita juga harus memperkuat rohani kita dengan membaca Alkitab.

Satu kasus yang terjadi di suatu daerah yang ditemukan oleh seorang jemaat di tempat ini, seorang bapak yang sedang dalam perjalanan menuju ke daerah Poso. Ia menjumpai seorang pemudi Kristen meninggal karena penyakit yang tidak biasa. Pemudi ini belum menikah, kerja sebagai staf honorer polisi kota di wilayah tersebut. Seorang Kristen yang belum lahir baru. Si bapak menemukan pemudi ini terbaring di rumah sakit, saat itu belum masuk di ruang ICU tetapi sudah tidak sadarkan diri. Secara fisik berdasarkan denyut nadi, jantung dan pernapasan semuanya baik, tetapi pemudi ini terbaring dan tidak sadar. Saya berdoa, juga teman-teman tim doa yang memiliki karunia di beberapa tempat berbeda turut berdoa untuk kasus ini, kami saling mengkonfirmasi dan memperoleh petunjuk dari Tuhan bahwa pemudi ini memiliki hubungan khusus dengan seorang pria beristri. Lalu istri dari pria ini sakit hati dan menyerang pemudi tersebut dengan kuasa gelap(santet) sehingga menyebabkan si pemudi terbaring dan tidak sadarkan diri. Bahkan lebih rinci lagi teman-teman dari tim doa diperlihatkan orang yang melakukanhal tersebut, juga tempat/lokasi dan media yang digunakan.
Jika seseorang mempunyai kekuatan rohani dan tidak ada celah, maka ia dapat melawan kuasa gelap tersebut, tetapi dalam kasus ini, ia juga kedua orang tuanya belum lahir baru/menerima Tuhan Yesus secara pribadi.
Satu minggu sebelumnya pemudi ini mengeluhkan sakit kepala, ia merasa kepalanya ditusuk-tusuk, kemudian ia dibawa ke seorang dukun tetapi dukun tersebut tidak sanggup mengatasinya. Lalu pemudi ini dibawa ke rumah sakit. Sekalipun kondisi fisiknya tidak sadar, ia belum dirawat di ruang ICU. Setelah kami selidiki, 1 jam sebelum ia meninggal dunia, ada teman-teman dari si pemudi ini yang berasal dari kepercayaan sebelah memberitahukan kepada ibunya agar mengizinkan seseorang yang mereka percaya dapat menyembuhkan pemudi ini dari sakitnya untuk datang dan mengobati pemudi tersebut. Sebelumnya, kami sudah mengingatkan kepada Ibu dari si pemudi ini untuk tidak membawa orang pintar/dukun, dan lain sebagainya, kami sampaikan kepada si ibu jika percaya kepada Tuhan Yesus maka andalkan Tuhan Yesus saja jangan di campur-campur. Tetapi di saat-saat terakhir menjelang ia meninggal, si ibu mengizinkan teman-teman dari pemudi ini membawa seseorang yang kemudian membacakan bacaan-bacaan yang dipercaya dapat menyembuhkan pemudi tersebut. Akhirnya menjelang jam 6 sore pemudi ini meninggal dunia. Belajar dari kasus ini, diperingatkan kepada setiap pemuda-pemudi yang masih single, jangan sampai membuka celah dengan memiliki hubungan khusus dengan laki-laki yang sudah beristri ataupun berhubungan dengan wanita yang sudah bersuami karena hal ini akan membuka celah bagi Iblis untuk menghancurkan saudara.

Kita belajar untuk tetap berjaga-jaga dan tidak membuka celah. Taati firman Tuhan secara total dan jangan bermain-main dengan dosa. Kedatangan Tuhan sudah tidak akan lama lagi. Perkuat rohani senantiasa berdoa dan baca firman Tuhan, jika sudah dipenuhi oleh Roh Kudus maka pakailah bahasa roh. Karena ini adalah salah satu senjata rohani dari sekian banyak senjata yang ada. Bahasa roh membuat kita lebih peka walaupun kita tidak mengerti bahasanya tetapi kita berkomunikasi terus dengan Allah Bapa di surga melalui bahasa roh ini. Bahasa roh membuat iman kita bertumbuh atau iman kita menjadi lebih kuat. Bahasa roh juga merupakan pintu gerbang untuk karunia-karunia lainnya. Bahasa roh adalah karunia pertama yang Roh Kudus berikan. Ketika orang memberikan kita sebuah hadiah lalu kita memakainya maka orang yang memberikannya akan merasa senang, begitu pula Roh Kudus, jika Roh Kudus sudah memberikan Karunia kepada kita, pakailah itu dengan sukacita maka Roh Kudus akan senang dan Roh Kudus akan menambahkan kepada kita karunia-karunia yang lain. ini sangat berguna khususnya di hari-hari terakhir. Karena musuh kita adalah roh oleh karena itu kita perlu diperlengkapi dengan senjata-senjata rohani.

Jadi jika saudara adalah seorang Kristen, jadilah Kristen sejati jangan jadi Kristen dan sudah lahir baru tetapi tidak dingin dan tidak panas, karena Tuhan akan memuntahkan saudara. Jangan menjadi sama seperti jemaat Laodikia yang ditegur oleh Tuhan. Wahyu pasal 3:15-19. Tetaplah berwaspada!

By : Pdt Mediati Setiawan

INTEGRITAS HIDUP ORANG PERCAYA

Berbicara mengenai integritas, ini sangat penting dalam hidup kita di zaman ini yang semakin rusak dimana kedurhakaan semakin merajalela.

1. Integritas berbicara mengenai kesejatian, kemurnian, menyatakan apa adanya diri kita secara tulus, secara jujur, bermutu/berkualitas, komplit. Bukan kemunafikan dan bukan pura-pura. Inilah suatu gambaran tentang hal yang harus menguasi hidup kita, keberadaan dan kemurnian kita.

2. “Mempunyai integritas” berarti perkataan dan tindakannya sesuai dengan prinsip iman yang kita pegang.
Jangan punya prinsip hidup sendiri, tapi prinsip hidup kita harus sesuai dengan firman Allah. Semua yang kita kerjakan dan taruh dalam pikiran kita semuanya sesuai dengan firman Tuhan. Kristus hidup dalam kita. Tidak tinggal diam saja, tapi menuntun dan menolong kita. Dia menuntun kita untuk menuntun melakukan firman

3. Integritas berarti bertanggungjawab. Ini merupakan tanda kedewasaan seseorang. Orang yang berani mengambil tanggungjawab adalah mereka yang bersedia:
– Mengambil resiko dalam keadaan sulit
– Memperbaiki keadaan
Contoh: memungut sampah.
– Melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik

4. Berintegritas berarti mampu menguasai diri dan mendisiplin diri. Sikap disiplin berarti melakukan yang seharusnya dilakukan.
– Mendisiplinkan keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup mendisplinkan untuk hal-hal yang penting saja.
– Mendisiplinkan diri dengan waktu
Kegiatan-kegiatan yang tidak perlu dan tidak penting. Setiap waktu dipertanggungjawabkan kepada Tuhan
– Mendisiplinkan perasaan, emosi kita.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

INTEGRITAS DI DALAM SEGALA ASPEK

1. Ayub. Integritas Diri & Keluarga
Ayub 1:4-5 4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. 5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub sangat tertib memperhatikan anak-anaknya satu persatu.

2. Yusuf. Jujur dan bertanggungjawab
Yusuf berintegritas dalam pekerjaan

Kejadian 39:9 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Kejadian 39:9 Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

3. Berintegritas dalam iman: memiliki komitmen dan setia.

Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego
Daniel 6:10-12 10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 11 Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 13 Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”
Yang punya integritas akan setia menepati janji, konsisten dan mempertahankannya sampai akhir, walaupun itu membutuhkan pengorbanan.

Nabi Habakuk
Integritas dalam iman

Habakuk 3:17-19 17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

Rasul Paulus
Integitas dalam pelayanan.

Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
4. Berintegritas dalam perkataan, apabila perkataan kita sejalan dengan pebuatan kita

I Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup samasperti Krstus telah hidup

Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus

Membangun integritas dalam diri:
Integtitas tidak terjadi secara otomatis, tetapi harus diabngun, dikembangkan lewat proses dan tekad. Alkitab menunjukkan bahwa orang yang berintegritas memiliki hubungan atau pergaulan yang erat dengan Tuhan. Mereka selalu berusaha hidup benar, mau terus belajar dan menjadipelaku firman yang setia.

Lukas 16:10 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Firman Tuhan kepada Salomo :Jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku.

2 Petrus 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Integritas Yang Berdampak
1 Timotius 4:12b “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”

Filipi 2:15 Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.

Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

By : Pdt. Milkha Potuda

BERANI MENGAKUI KESALAHAN

Amsal 28:13 “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”

Tidak ada dari kita yang benar, namun kita menjadi orang benar karena kita dibenarkan. Kita yang sudah dibenarkan pasti berusaha untuk hidup benar, hidup sesuai firman-Nya. Sudah berapa lamakah kita menjadi orang percaya? Apakah kita menyukai firman, tidak bisa melewatkan setiap hari tanpa firman, ataukah kita merasa biasa saja hidup setiap hari tanpa membaca firman? Apakah kita beribadah hanya sebatas kewajiban ataukah karena kita rindu bersekutu dengan Tuhan?

Kita harus memahami bahwa fokus hidup kita adalah Yesus, Tujuan hidup kita adalah Yesus, Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Bukan hanya hidup bersama Dia selama di dunia, namun sampai di kekekalan bersama-sama dengan Dia.

Tetapi seringkali ego kita, kedagingan kita berusaha membawa kita keluar dari kebenaran itu. Mengapa kita bisa keluar dari kebenaran? Karena kita telah melakukan kesalahan.

Tidak ada seorangpun yang luput dari kesalahan, bahkan dalam level pemimpin sekali pun kita masih rentan terhadap kesalahan. Orangtua pun tidak selamanya benar. Suami atau istri pun tidak selamanya benar. Yang merasa dirinya selalu benar adalah orang yang takabur.

Kecenderungan seseorang ketika membuat kesalahan, pada umumnya sangat enggan/takut untuk mengakuinya dengan cara:
– Berdalih. Orang yang suka berdalih membahayakan pertumbuhan rohaninya.
– Bersikap seakan-akan dialah yang benar dengan menyerang balik. Bahkan mengungkit kesalahan-kesalahan orang lain. Orang yang tidak mau mengakui kesalahan dan justru menyerang balik adalah pribadi yang tidak sportif.
– Mencari “kambing hitam” atau mencari orang lain untuk dipersalahkan.
– Menganggap masalah/konflik yang terjadi selesai dengan sendirinya. Suami istri yang sempat bertengkar sudah saling berbicara tetapi konfliknya tidak dibereskan. Secara alam roh, kondisi ini menjadi celah bagi iblis untuk menghancurkan hubungan antara suami dan istri tersebut.

Orang yang melakukan semua perbuatan diatas sesungguhnya telah melawan hati nuraninya. Kita tidak boleh meremehkan akibat dari perilaku yang melawan hati nurani kita. Karena Alkitab berkata dalam 1 Timotius 1:19 “Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka”

Jadi, Tidak mengakui kesalahan = tidak jujur (integritasnya terganggu) = menolak hati nuraninya = imannya kandas = gagal, tidak berhasil, terhenti.

IMAN
Berasal dari bahasa Ibrani: “aman” yang artinya:
1. “Berpegang teguh” pada keyakinan yang dimiliki.
2. Berketetapan hati untuk meyakini sesuatu karena sesuatu itu dapat dipercaya dan diandalkan.

Dan dalam bahasa Yunani: “pistis” dari akar kata “peitho” yang artinya: Bersandar dengan kepastian dari dalam, yakin.

HATI NURANI
Dalam arti teologis:
1. Hati nurani adalah suara dari dalam hati kita yang berfungsi memperingatkan kita jika kita melakukan hal yang salah. Hati nurani akan membuat kita merasa bersalah, tidak nyaman, dan gelisah. Namun sebaliknya ia juga akan memberi damai sejahtera jika kita melakukan hal yang benar.

Jika saat kita melakukan kesalahan hati nurani memperingatkan kita, maka kita bersyukur berarti hati nurani kita masih tajam/berfungsi. Namun keputusan selanjutnya ada pada kita: apakah mau menaati suara hati nurani kita ataukah menolaknya.

2. Hati nurani adalah sebuah sarana untuk Roh Kudus berbicara kepada kita manakah jalan yang harus kita tempuh.

3. Sarana yang menuntun kita ke jalan yang benar supaya kita tidak menyimpang ke kanan maupun ke kiri.

4. Hati nurani adalah tempat dimana Allah berbicara kepada kita. Kita mungkin pernah menonton video kesaksian seorang pilot pesawat yang peka dengan suara Tuhan saat Tuhan berbicara di dalam hati nuraninya untuk segera meninggalkan Palu menjelang gempa bumi dan tsunami yang menghantam kota Palu pada 28 September 2018.

5. Hati nurani adalah alat sensor alamiah untuk menyadarkan bahwa kita sudah berbuat salah.

Kalau kita masih memiliki hati nurani maka mengakui kesalahan itu TIDAK SULIT. Mengakui kesalahan itu perbuatan yang MULIA.

Untuk mengakui kesalahan diperlukan KERENDAHAN HATI dan KEBERANIAN.

1. RENDAH HATI
Yesus berkata dalam Matius 11:29 “… belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati…”

Kerendahan hati Yesus tertulis dalam Filipi 2:6-7 “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

2. BERANI
Berani artinya tidak takut terhadap pendapat orang lain atau terhadap konsekuensi.

Disaat kita mengakui kesalahan kita maka hati kita akan limpah dengan damai sejahtera. Firman Tuhan itu luar biasa jika kita melakukannya dan hidup dalam kebenaran.

Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf merupakan ciri kedewasaan rohani dan kerendahan hati. Oleh karena itu jangan malu meminta maaf kalau memang kita salah dan belajarlah dari kesalahan.

Kalau kita hidup dalam kebenaran, kita tidak perlu repot-repot mengklarifikasi karena kebenaran itu sendiri yang akan mengklarifikasi. Amsal 4:18 “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”

Orang yang mengakui kesalahan akan memperoleh belas kasihan. Karena itu berjalanlah dengan hati nurani tempat dimana Allah berbicara kepada kita.

By : Pdt. Lea Novitasari, S.Th, Ma

DIDIKAN TUHAN (2)

Ibrani 12:5 “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya”

I. DIDIKAN TUHAN

Alkitab mengajarkan bahwa setiap orang percaya pasti mengalami didikan Tuhan. Karena itu kita perlu menjelaskan pula kepada orang percaya yang baru lahir baru supaya mereka memahami bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya mengalami kemudahan-kemudahan, berkat-berkat dari Tuhan, serta doa yang dijawab, namun juga didikan Tuhan. Dengan demikian mereka akan memahami bahwa iman bukan hanya sebatas jawaban doa tetapi ketaatan akan Firman Tuhan.

II. MENGAPA HARUS DIDIKAN?

Ada perbedaan antara “Ajaran” dan “Didikan”. “Ajaran” adalah materi-materi yang diberikan kepada kita dan didalamnya ada petunjuk apa yang harus kita lakukan. Sedangkan “didikan” adalah bentuk nyata secara praktek terhadap materi yang diajarkan, termasuk didalamnya terdapat resiko akibat pelanggaran terhadap materi yang telah diajarkan.

Di dalam “ajaran” sudah ada petunjuk apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita. Sebagai contoh ketika Allah mengajarkan kita tentang “kesabaran”, kita diajarkan petunjuk-petunjuk untuk menjadi sabar. Ketika Firman itu hadir dalam bentuk realita (hadirnya orang-orang yang menjengkelkan kita), maka kita harus melakukan petunjuk-petunjuk yang telah diajarkan. Roh Kudus akan mengingatkan kita akan Firman yang sudah kita pelajari. Namun ketika kita memutuskan untuk menuruti keinginan daging dan tidak mengikuti petunjuk yang telah Tuhan ajarkan, maka kita akan mengalami hajaran. Hajaran/ganjaran adalah akibat yang akan dialami oleh setiap orang akibat tidak menaati apa yang sudah diajarkan.

Mengapa Tuhan mengajar dan menghajar kita? Karena kita dikasihi dan diterima sebagai anak-Nya.

1 Petrus 4:1 “Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, …”

Ayat diatas berkata agar pikiran tersebut harus menjadi senjata dalam pikiran kita. Maka ketika kita menghadapi hajaran dari Tuhan, kita tidak lagi bertanya, “MENGAPA AKU YANG MENGALAMI, TUHAN?” melainkan kita mempersenjatai pikiran kita: “Aku dihajar karena aku dikasihi Tuhan, karena aku adalah anak-Nya”

1 Petrus 4:1b-2 “— karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa —, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

Waktu yang sisa dimulai dari waktu kita lahir baru sampai waktu kita dipanggil Tuhan (meninggal). Sebelum lahir baru kita hidup sia-sia. Maka setelah lahir baru sampai dipanggil Tuhan, itu adalah waktu yang tersisa bagi kita untuk melakukan kehendak Allah. Namun banyak dari orang percaya yang masih hidup “semau gue” di dalam waktu yang sisa tersebut, maka Tuhan menghajarnya! Hajaran itu bahkan bisa berbentuk musibah. Tujuannya agar orang tersebut berhenti berbuat dosa. Ada orang yang harus dihajar sampai tidak bisa berbicara karena waktu yang sisa ia pakai untuk menggosip orang, dll.

Jadi mengapa Allah mendidik kita?
1. Karena kita diterima Allah
2. Kita adalah anak yang dikasihi
3. Supaya kita memelihara kekudusan

III. BENTUK DIDIKAN

Bentuk didikan Tuhan meliputi 3 aspek kehidupan kita:
1. Tubuh.
Contohnya pengalaman sakit.

2. Jiwa.
Contohnya mengalami tekanan di jiwa.

3. Roh
Didikan Tuhan hadir berdasarkan tingkat pertumbuhan rohani kita.

Efesus 4:13 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”

Tuhan menghendaki agar kita mencapai kedewasaan penuh.

Efesus 4:14 “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,”

Roh kita juga perlu dididik agar kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran karena iman kita bukan berada di otak kita tetapi di dalam roh kita!

Saat ini tidak mudah untuk membedakan angin-angin pengajaran. Karena saat membuka youtube, banyak pendeta-pendeta yang membawa angin-angin pengajaran:
– Ada pendeta yang tidak mengajarkan Tritunggal, tetapi mengajarkan Dwitunggal dan ada lagi yang mengajarkan Jesus Only.
– Dulu dukun mengajarkan untuk mengusir setan dengan garam. Namun saat ini ada pendeta yang mengajarkan untuk mengusir setan dengan garam. Padahal Alkitab sudah mengajar kita bahwa kita mengusir setan-setan dengan nama Yesus! Markus 16:17 “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,”

1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Tuhan tidak membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Namun didalam beban pergumulan/realita hidup, kita harus menyadari bahwa ada 2 pribadi yang turut serta yaitu:
1. Tuhan yang mendidik kita
2. Iblis yang memanfaatkan beban tersebut untuk menyerang kita.

Iblis ingin mencobai kita melampaui kekuatan kita. Sadrakh, Mesakh, Abednego adalah contoh dimana iblis mau mencobai mereka melampaui kekuatan mereka yaitu mereka dimasukkan ke dalam dapur api. Namun Tuhan bertanggungjawab untuk melindungi saat kita dicobai diluar kemampuan kita. Tuhan turun tangan dan melindungi Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api.

Disaat kita merasa tak berdaya, segera berserah kepada Tuhan, bukan menyerah kepada peristiwa karena disitulah iblis akan ambil kesempatan.

Disaat kita mengalami jalan buntu, ingatlah: “Jalan buntu bagi manusia pada umumnya adalah keputusasaan. Namun jalan buntu bagi orang percaya adalah kesempatan memperbaiki penyerahan hidup kepada Allah.”

Saat kita dicobai Allah akan memberikan kepada kita jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya. Kalimat “sehingga kamu dapat menanggungnya.” dalam terjemahan lain dikatakan “sehingga kamu CAKAP menanggungnya.” Tuhan menghendaki agar kita cakap menghadapi masalah.

Sehingga akhirnya kita memahami bahwa saat kita mengalami beban pencobaan:
1. Pencobaan itu tidak melampaui kekuatan kita
2. Supaya kita cakap menanggungnya
3. Mendatangkan kebaikan, yaitu ujungnya adalah damai sejahtera

By : Pdt. R. F. Martino