This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Daily Archives: 20/01/2019

TETAPKANLAH LANGKAHMU (4): MEMPERSIAPKAN DIRI MENJALANI VISI ALLAH

Kita sudah mempelajari bahwa Visi Allah kepada kita sudah jelas yaitu dari apa yang telah difirmankan-Nya, dan bagian Tuhan adalah berjanji serta menggenapi janji-Nya. Namun agar kita bisa mencapai visi itu, kita harus melakukan juga bagian kita.

Apa yang menjadi bagian kita?
I. Mengerjakan bagian kita yaitu memakai potensi yang Tuhan taruh di dalam kita.

Saat Allah memberikan visi-Nya, Allah telah memperlengkapi kita dengan sumber daya-sumber daya untuk mencapai visi itu.
“TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.” (Keluaran 4:2, 17)
Jadi tongkat yang ada pada Musa itu harus dipakai untuk melakukan mujizat. Begitupun di dalam diri kita ada sumber daya yang telah Tuhan taruh, dan Tuhan menghendaki agar sumber daya – sumber daya yang ada pada kita itu kita pakai melakukan hal-hal besar. Maka sekali lagi, sumber daya itu harus dipakai, jangan dipendam.
Namun terkadang orang mudah menemukan apa yang ada di dalam orang lain tetapi tidak bisa menemukan sumber daya yang ada di dalam dirinya sendiri. Atau mungkin ada yang sudah menemukannya, namun jika hal-hal baik yang sudah Tuhan taruh itu tidak dipakai, maka kita tidak akan mencapai visi dari Allah.
Ingatlah, Tuhan memakai apa yang ada pada kita, bukan apa yang tidak ada pada kita.

II. Mengatasi faktor penghambat.

2 Timotius 2:20-21 “Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

Dari ayat diatas kita memahami bahwa ada hal-hal jahat / faktor-faktor penghambat yang dapat membuat kita menjadi “perabot yang hina”. Maka kita harus menemukan apa yang menjadi faktor-faktor penghambat / penghalang untuk kita menjadi “perabot yang mulia”. Inilah salah satu bentuk kerjasama kita dengan Tuhan yaitu kita bersedia mengintrospeksi diri kita.
Untuk menemukan sumber daya maupun faktor penghambat yang ada pada kita, kita perlu menemukan apa yang berada di masa lalu kita yaitu Faktor Genetika. Hal-hal yang merupakan bagian dari faktor genetika adalah:

A. Bakat atau keahlian khusus.
Ketika seorang anak manusia lahir di dunia, Tuhan sudah menaruh potensi dalam dirinya yang disebut bakat/keahlian khusus. Olehnya setiap orang harus dapat menemukan bakat yang dimilikinya dan dikembangkan.
Orang yang memiliki suatu bakat dan mengembangkannya, bakat tersebut akan dengan cepat berkembang menjadi keahlian.

B. Temperamen
Adalah bagian dari tabiat manusia. Ada empat temperamen dasar dengan segi-segi baik dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada seorangpun yang memiliki hanya satu temperamen saja. Setiap pribadi memiliki kombinasi yang berbeda dari ke empat temperamen tersebut.

Empat temperamen itu adalah:
1. Melancholic
– Temperamen introvert, temperamen yang “menderita”.
– Keras terhadap dirinya sendiri, terus menerus meneliti dirinya sendiri.
– Pemurung, pesimis, sangat berbakat cenderung untuk menjadi seorang genius.

Pekerjaan dan hobi:
Pelukis, pemusik, penjahit, ahli seni dapur, akuntan, ahli kecantikan, penonton pertandingan atletik,
pendidik dalam bidang matematik, ilmu pengetahuan atau bahasa, penghias rumah, perancang pakaian,
pengarang, ahli pekerjaan tangan, penyair

Emosinya:
– Segi-segi baik: Menyukai musik dan kesenian, sensitif penuh perhatian terhadap orang lain, memiliki kesanggupan menganalisa, responsif secara emosi.
– Kelemahan: Murung, pesimis, memandang segi negatifnya saja, rela menderita, suka merasa sedih tanpa alasan, introspektif sampai batas-batas yang membahayakan, depresi, sombong.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi-segi baik: teman yang dapat diandalkan, rela berkorban, sangat setia, berhati-hati dalam mencari teman, mempunyai perasaan yang dalam untuk teman-teman.
– Kelemahan: Mencela kekurangan orang lain, Mencari yang sempurna dan menilai segala sesuatu sesuai dengan yang dicita-citakannya, Takut akan apa yang dipikirkan orang lain mengenai dirinya, Mencurigai orang lain, Amarahnya dapat meledak dengan mudah setelah lama menyimpan rasa dendam, Seringkali merasa sangat disakiti oleh orang lain, Suka dendam dan membalas sakit hati, Tidak menyukai mereka yang menentangnya, Sukar untuk diajak berteman.

Aktivitas:
– Segi-segi baik: Cenderung untuk menjadi seorang yang menginginkan kesempurnaan, Menyukai pekerjaan yang bersifat menganalisa dan memerlukan ketelitian, Dapat mendisiplinkan diri sendiri dan menyelesaikan apa yang dilakukannya, Cocok untuk pekerjaan yang kreatif dan memerlukan intelek, Sangat teliti dan tidak setengah-setengah, Mengetahui batas-batas kemampuannya, Berbakat cenderung menjadi genius.
– Kelemahan: Terlalu bersifat teoritis dan tidak praktis, Mudah lelah, Enggan memulai suatu proyek baru, Terlalu banyak analisa menyebabkan patah semangat, Pekerjaannya haruslah sesuatu yang banyak menuntut pengorbanan, penyangkalan diri dan pelayanan, Murung karena khayalannya sendiri.

2. Phlegmatic
– Mempunyai temperamen yg super introvert dan memiliki suatu ketenangan yang unik yang membuat dia lamban, santai.
– Bersifat keras kepala, ragu-ragu serta menyerah kepada nasib.

Pekerjaan:
Ibu rumah tangga yang baik, pemegang buku, penasehat, guru sekolah dasar, ahli pekerjaan tangan, enggan menjadi pemimpin, administrator, penjahit, sekretaris, pencicip dan penilai makanan, penonton pertandingan atletik.

Emosi:
– Segi-segi baik: Tenang dan dapat diandalkan, Baik hati dan mudah diajak bergaul, Riang dan menyenangkan walaupun tidak banyak yang dapat dikatakannya, Baik hati, Cinta damai.
– Kelemahan: Kurang percaya pada diri sendiri, pesimis, penakut, selalu kuatir, Jarang tertawa keras-keras, pasif, tidak acuh, tahu apa yang benar tetapi tidak melaksanakannya, Merasa diri lebih benar atau baik.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi baik: Menyenangkan untuk diajak berkawan, mempunyai banyak kawan, humor yang bijaksana dan tajam, pengatur yang lembut dan mendamaikan orang lain, stabil dan setia, pandai berdiplomasi dan mendamaikan, pendengar yang baik, kawan yang setia, memberi nasehat hanya apabila diminta.
– Kelemahan: Tidak membiarkan dirinya terlibat, kikir dan mementingkan diri sendiri, mengamati orang seolah-olah tanpa perasaan, tidak bersemangat, keras kepala, tidak mengacuhkan orang lain, mengganggu orang yang menjengkelkannya, tidak terlalu ramah, sikap yang menunjukkan perasaan yang superior.

Aktivitas:
– Segi-segi baik: Bekerja baik walaupun ada tekanan, praktis dan tenang, konservatif, rapih dan cakap, membuat rencana sebelum bekerja, mempunyai pengaruh yang menimbulkan keseimbangan.
– Kelemahan: Tenang, cenderung menjadi penonton yang tidak ikut terlibat, lamban dan malas, enggan menjadi pemimpin, kurang motivasi, tidak dapat mengambil keputusan, terlalu melindungi diri, membuat orang
lain patah hati atau patah semangat, menentang perubahan.

3. Choleric
Extrovert, banyak berkarya, temperamennya aktif, percaya pada diri sendiri dan mempunyai kemauan
yang keras.

Pekerjaan dan hobi:
Pemimpin yang kuat, Karier profesional, suka menjamu, sekretaris eksekutif, olah raga atletik, administrator, guru SLTA, aktif dalam kegiatan lingkungannya, pemimpin bank, pejuang.

Emosi:
– Segi-segi baik: Membuat keputusan dengan yakin dan teguh, berkemauan keras, berpendirian sendiri, optimis, dapat berdiri sendiri, berani dan tidak merasa takut.
– Kelemahan: Mudah marah, kukuh berpegang pada pendiriannya, tidak peka terhadap kebutuhan orang lain, tidak berperasaan dan dingin, kurang menghargai keindahan, kasar dan tidak menaruh simpati, galak dan tidak
berpikir panjang, muak melihat airmata.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi-segi baik: Tidak berharap kepada orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukannya sendiri, tidak mudah tawar hati atau patah semangat, pemimpin yang kuat, menilai orang dengan baik, mengatur dan mengarahkan orang lain, penegur, tidak pernah menjadi kecil hati karena keadaan.
– Kelemahan: Kurang berbelas kasihan, membuat keputusan untuk orang lain, kejam, berterus terang, sarkastik,
cenderung untuk menguasai satu kelompok, angkuh dan suka merajai, memperalat orang lain untuk
keuntungan diri sendiri, tidak mau memaafkan, dan suka membalas dendam, kukuh pada pendiriannya
sendiri, sombong dan suka menguasai.

Aktivitas
– Segi-segi baik: Promotor dan pengurus yang baik, tegas, membuat keputusan, berani dan bertindak cepat kalau didalam keadaan darurat, mempunyai pikiran yang tajam dan cepat, sanggup bertindak tidak ragu-ragu, sangat
praktis, merangsang orang lain untuk giat, maju terus walau ada tantangan, menentukan sasaran dan dapat
mencapainya.
– Kelemahannya: Terlalu percaya pada diri sendiri, licik, berprasangka, berat sebelah, kukuh pada pendiriannya sendiri, bosan mendengarkan sesuatu yang diperinci, tidak suka menganalisa, memaksa orang lain untuk
menyetujui rencana pekerjaannya, membosankan dan sukar disenangkan, hanya mempunyai waktu untuk rencana dan proyeknya sendiri.

4. SANGUINE
– Super extrovert, ramah, menyenangkan.

Pekerjaan dan hobi:
Aktor, pembicara, penjual, mengunjungi dan merawat orang sakit, juru masak yang baik, pekerja sukarela, pemimpin, ibu asrama, senang menerima tamu dan memberi tumpangan, resepsionis, atletik.

Emosi
– Segi-segi baik: Ramah, riang, kharisma, pandai bicara, selalu senang, pandai bercerita, hidup untuk masa sekarang, merangsang orang lain untuk berbicara, bersenang-senang.
– Kelemahannya: Emosi tidak dapat diramalkan, mudah menangis, gelisah, marah spontan, membesar-besarkan
kebenaran, lain di luar lain di dalam, kurang dapat mengendalikan diri, menuruti emosi dan perasaan hati,
naif, tidak mau mengalah.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi-segi baik: Mudah berkawan, mudah memberi respons, menyenangkan, optimis selalu ramah dan tersenyum, mudah
nemaafkan, lembut, penuh simpati, ikut merasakan suka duka orang lain.
– Kelemahan: Menguasai pembicaran, kurang perhatian, kemauan lemah, keyakinan kurang, mencari pujian dan
dukungan, suka bergaul, tetapi cepat melupakannya, mencari dalih, sering bicarakan soal diri sendiri,
melupakan janji dan kewajibannya.

Aktivitas
– Segi-segi baiknya: Memberikan kesan pertama yang baik, tidak bosan, hidup masa kini, berbakat untuk merawat orang sakit, mudah ikut dalam rencana atau proyek baru, antusias.
– Kelemahan: Sama sekali tidak dapat mengatur diri, tidak dapat diandalkan, lambat, tidak berdisiplin, membuang
waktu dengan bercakap-cakap padahal seharusny bekerja, banyak proyek yang tidak diselesaikan, perhatiannya mudah dialihkan, tidak mencapai sasaran.

KESIMPULAN:
Setelah mempelajari jenis-jenis temperamen diatas, maka faktor yang penting adalah:
1. Saudara dapat menemukan temperamen yang paling menonjol pada diri sendiri
2. Saudara mengetahui segi-segi baik dan kelemahan-kelemahannya.
3. Saudara memikirkan bagaimana caranya Roh Kudus dapat mengembangkan segi-segi baik dan menolong saudara untuk mengatasi kelemahan-kelemahan saudara.

Temperamen ini melekat pada diri kita beserta dengan segi baik dan kelemahan-kelemahannya. Kelemahan-kelemahan kita adalah penghalang terbesar bagi kita untuk mencapai rancangan Allah, maka kelemahan-kelemahan ini jangan dipelihara tetapi harus diatasi. Seringkali kita menyalahkan realitas dan orang lain tetapi tidak melihat/tidak menemukan penghalang yang lebih besar yaitu sifat jelek di dalam diri kita. Kita perlu membereskan mulai dari diri sendiri. Pergumulan untuk memerangi hal-hal daging dalam diri kita itu jauh lebih berat daripada menghadapi masalah dalam hidup kita sehari-hari.

Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Ingatlah perkataan Tuhan kepada Musa: “Bawalah tongkat itu dan pakai untuk melakukan mujizat”. Jadi saat Tuhan memberikan rencana-Nya, Ia sudah memperlengkapi kita dengan hal-hal baik yang ada dalam diri kita. Kita adalah ciptaan baru, diberikan roh yang baru dalam diri kita. Pakailah itu! Apalagi jika kita sudah mengalami baptisan Roh Kudus.

Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”

Semua realita yang kita hadapi ada jawabannya yaitu Firman. Setiap kita menghadapi sesuatu, Roh Kudus mengingatkan Firman untuk menolong kita menghadapi setiap realita hidup

By : Pdt. R. F. Martino