Daily Archives: 01/01/2019
TETAPKANLAH LANGKAHMU!
Kita patut mengucap syukur bahwa kita semua masih hidup sampai hari ini dan Tuhan masih memberikan kesempatan anugerah-Nya bagi kita menjalani hidup dan dengan kasih-Nya telah menuntun kita menyelesaikan 2018. Namun tahun 2018 yang baru saja kita lewati itu tidak akan pernah terlupakan khususnya kita semua yang ada di kota Palu karena kita sudah mengalami, merasakan dan melihat sendiri apa yang sudah terjadi atas kota kita dan sekitarnya.
Bagi manusia secara umum, itu adalah trauma yang harus dilupakan, tetapi bagi orang percaya itu bukanlah trauma tetapi kesempatan untuk dapat melihat kedahsyatan Tuhan. Kita tetap dapat bersyukur dan bersukacita karena kita melihat bagaimana kasih Tuhan yang begitu dahsyat sudah menyertai dan memberikan kita kesempatan untuk hidup.
Pesan Tuhanbagi kita di tahun 2019 adalah TETAPKANLAH LANGKAHMU! artinya bahwa ada bagian Tuhan yang sudah disiapkan dan ada bagian kita untuk melangkah sampai mencapai apa yang Tuhan sudah siapkan.
Yosua 1:3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
Alkitab menuliskan bahwa Yosua adalah hamba Musa. Ketika Musa sudah meninggal, Tuhan tidak memilih yang lain. Tuhan justru memilih Yosua yang adalah hamba Musa. Selama kepemimpinan Musa sampai pada akhirnya, kita tahu bagaimana hebat dan banyaknya orang-orang perkasa pada saat itu tetapi mengapa Tuhan tidak memilih mereka? Tuhan justru memilih pembantu Musa. Secara hirarki kehidupan manusia, tidak akan pernah seseorang memberikan perusahaannya atau mewariskan kekayaan kepada pembantunya. Tetapi Tuhan justru melakukan hal ini.
Di dalam kehidupan kita di dunia ada yang namanya strata kehidupan atau tingkat kehidupan (status ekonomi, sosial, dll). Firman Tuhan mengingatkan bahwa kita semua adalah ciptaan yang termulia dari semua ciptaan-Nya dan berharga dimata Tuhan. Tidak perlu melihat keberadaan kita sebagai orang yang tidak mempunyai harta yang berlebihan, derajat kita dan lain sebagainya ataupun pertimbangan-pertimbangan yang lain, karena mata Tuhan tertuju kepada setiap umat-Nya yang sudah ditebus oleh darah Yesus di kayu salib. Oleh karena itu kita perlu menyadari bahwa setiap kita sebagai orang percaya yang sudah ditebus oleh darah Yesus dikatakan oleh firman Tuhan “barangsiapa yang percaya dan menerima Kristus, kepadanya diberi hak menjadi anak-anak Allah. Oleh karena itu tidak ada satu bentuk status atau halangan apapun dalam kehidupan di dunia ini yang bisa menjadi penghalang untuk Tuhan bekerja dan mengangkat kehidupan kita seperti ketika Ia memilih Yosua menggantikan Musa.
Kepemimpinan bukanlah hal yang mudah. Demikian halnya yang terjadi pada Musa dalam menghadapi bangsa yang tegar tengkuk dan sangat menyakiti hati Tuhan. Tuhan harus menghajar mereka begitu rupa tapi karena Ia terikat kepada janji-Nya bahwa Israel adalah umat pilihan, maka Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Kemudian Yosua menggantikan Musa untuk memimpin bangsa ini, mungkinkah mereka akan mendengarkan Yosua yang adalah pembantu Musa? Tetapi Tuhan melakukan seperti itu. Jadi Yosua ditetapkan untuk menjadi pemimpin bagi bangsa Israel. Firman Tuhan mengatakan bahwa tiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakinya akan diberikan kepadanya.
Kita sudah belajar bahwa hidup adalah kesempatan dimana waktu terus berjalan dan terus berganti. Kita yang akan melangkahkan kaki di tahun 2019, tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun 2019. Tetapi Tuhan mengingatkan kepada kita agar kita menetapkan langkah kita 2019. Dari mana kita memulainya dan bagaimana kita sebagai orang percaya menjalani dan melangkah di tahun 2019? Kita mulai dari mengenal dan memiliki visi Allah. Ketika Tuhan berpesan dan menetapkan Yosua menggantikan Musa, Tuhan sudah memberikan visi kepada Yosua tentang apa yang harus ia lakukan dan kemana ia harus pergi.
Menurut definisi secara umum, Visi adalah jangkauan melihat kedepan untuk suatu tujuan yang akan dicapai yang sumbernya dari kemampuan orang itu dapat melihat jauh untuk sesuatu yang ia akan capai ke depan. Dalam dunia sekuler, setiap orang yang mau menjadi pemimpin harus menjelaskan tentang visi misi mereka. Visi yang dijelaskan disini berbeda dengan apa yang ada dalam dunia sekuler karena ini berhubungan dengan visi Allah. Visi Allah sumbernya dari Allah, inisiatifnya dari Allah yang diberikan kepada orang percaya yang dipilih-Nya untuk melakukan sampai semuanya tercapai dan tergenapi. Apa yang mau dicapai di depan semuanya berasal dari Allah sendiri.
Kita harus memulai 2019 dengan visi yang dari Allah. Visi Allah tahun 2018 tentang jerih payahmu tidak sia-sia, benar-benar memberkati saya secara pribadi. Setelah sekian puluh tahun menggembalakan, saya melihat di tahun 2018 benih-benih Firman yang ditaburkan itu tidak sia-sia. Firman yang diajarkan lewat pemuridan bertumbuh, berkembang dan berbuah sehingga satupun jemaat tidak ada yang mengalami trauma dengan apa yang sudah terjadi.
5“Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadap engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau”. 6Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.7Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi. 8Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 9Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, Sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi.” (Yosua 1:5-9)
Memulai tahun 2019 dengan visi Allah
Apakah visi Allah itu?
Visi Allah adalah gagasan/pikiran/rencana, kehendak Allah ke depan yang diberikan kepada orang percaya yang dipilih-Nya supaya bekerja sama dengan Allah untuk menggenapi rencana-Nya.
Tuhan tahu siapa Yosua. Yosua adalah manusia lahiriah seperti kita. Ada hal-hal yang merupakan faktor jiwani dalam kehidupan manusia yang harus diatasi dan tidak boleh menjadi faktor penghambat terhadap apa yang Tuhan sudah tetapkan.
Yosua 1:4 Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.
Yosua baru dipanggil menjadi pemimpin tetapi Tuhan sudah menetapkan apa yang akan diberikan kepadanya. Kita belum menjalani 2019 tapi baru menginjak hari pertama 2019 tetapi sesungguhnya Tuhan sudah menetapkan apa yang ada di 2019. Bahkan sebelum kita lahir, Tuhan sudah menetapkan dan menyediakan. Apalagi setelah kita sudah menjadi orang percaya karena itu adalah hak iman yang sudah Tuhan tetapkan bagi umat-Nya. Yang dimaksudkan dengan visi Allah adalah rancangan Allah, kehendak yang Allah berikan kepada orang percaya untuk dapat menjalani apa yang Tuhan sudah sediakan di depan. Visi Allah diperoleh melalui hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Sejauh mana hubungan kita dengan Tuhan secara pribadi akan memudahan kita memperoleh visi Allah.
Peristiwa 28 September 2018 menjadi peringatan keras bagi orang yang masih hidup hari ini untuk direnungkan dan bukan untuk menjadi trauma. Kita perlu memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan sampai kepada tingkat keintiman dengan Tuhan. Sehingga dimanapun kita berada kita dapat bercakap-cakap dengan Tuhan bahkan dapat membahas masalah bersama dengan Tuhan. Sehingga pemahaman itu bukanlah secara teologis saja tetapi pengalaman iman. Disitu kita baru dapat menikmati bahwa Tuhan maha hadir. Memang kita butuh saat berdua dengan Tuhan tetapi kita juga perlu untuk berinteraksi dengan sesama kita.
Ada banyak cara Allah menyatakan visi-Nya
1. Melalui firmannya
2. Melalui doa
3. Melalui mimpi atau penglihatan
4. Melalui persekutuan di dalam tubuh Kristus
Jadi kita tidak perlu menunggu suara Tuhan secara audible mengenai apa yang Tuhan siapkan bagi kita di tahun 2019. Yeremia 29:19 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yang punya harapan adalah manusia, Iman dimulai dari titik pengharapan. Jika tidak ada pengharapan maka tidak ada iman. Jadi kita harus menghadirkan bentuk apa yang kita harapkan di 2019.
Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Tuhan menyediakan masa depannya dan kita menyediakan harapannya. Bagiannya Tuhan adalah menyediakan masa depan dan bagian kita yang menjalani. Peliharalah harapan itu, jaga dan jangan sampai hilang.
Rancangan Allah Bagi Kita
Ulangan 28:12-13 Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. 13Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kau lakukan dengan setia,
Inilah yang Tuhan sediakan dari visi Allah kepada masing-masing pribadi. Tuhan berikan tergantung bagaimana keintiman hubungan kita dengan Tuhan.
Bersiaplah Menjalani Visi Allah
Banyak anak Tuhan lebih siap berdoa daripada menerima jawaban. Karena umumnya umat Tuhan ketika berdoa sudah punya konsep sendiri yang mengatur Tuhan. Itu sebabnya, kita hamba Tuhan ataupun pelayan Tuhan makin berhati-hati dan perlu hikmat untuk membimbing setiap pribadi jemaat untuk memiliki iman yang realistis walaupun kita percaya mujizat. Kita perlu menyadari bahwa iman perlu perbuatan.
Mengapa Tuhan katakan untuk menguatkan hati? Karena hati kita yang ada iman didalamnya, bisa saja goyah dan gentar. Seringkali kita merasa terganggu dengan situasi kondisi saat ini. Yesus adalah manusia yang sama seperti kita di mana ia bisa tawar hati dan gentar. Tawar hati atau hambar bisa disebabkan oleh banyak hal. Oleh karena itu, pribadi kita perlu dibereskan dan dipulihkan.
Tahun 2019, Tuhan sudah menyediakan, Tuhan juga berjanji untuk menyertai kita sampai kesudahannya. Jangan apatis atau pun pesimis, berita apapun jangan sampai membuat iman kita goyah. Ada saat dimana Tuhan membawa kita mengalami mujizat dan ada pula saat dimana Tuhan membiarkan kita untuk mengalami sendiri agar kita cakap dalam menjalani hidup kita.
By : Pdt. R.F Martino













