This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Monthly Archives: February 2017

RANCANGAN MASA DEPAN YANG PENUH HARAPAN

GppsPalu – Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.Amsal 23:18
I. PELAJARAN DARI PADANG GURUN
Bangsa Israel mengalami penindasan yang sangat hebat di Mesir sehingga mereka berseru-seru kepada Tuhan. Maka Tuhan berfirman dalam Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Tuhan menuntun mereka ke tanah perjanjian, namun di negeri tersebut hidup orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus. Saat orang Israel datang ke tanah tersebut, bangsa-bangsa tersebut tidak langsung melarikan diri namun bangsa Israel harus menumpas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah tersebut. Begitupun janji Tuhan dalam kehidupan kita. Saat Tuhan menjanjikan masa depan penuh harapan, tidak terjadi secara otomatis, namun ada prosesnya. Sebenarnya jalan dari Ramses di Mesir ke tanah Kanaan tidak jauh, namun Tuhan membawa mereka berputar-putar dulu di padang gurun selama berpuluh-puluh tahun. Perjalanan tersebut tidak mudah karena mereka harus berjalan kaki dan saat malam tiba mereka harus berkemah. Mengapa Tuhan membawa mereka melalui padang gurun?
Ulangan 8:1-10 Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. Dari ayat diatas kita mengetahui apa tujuan Tuhan membawa bangsa Israel melalui padang gurun:
1. Merendahkan hatimu untuk membuat engkau mengerti bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti tetapi dari Firman Tuhan
2. Untuk mengetahui apakah engkau taat atau tidak.
3. Untuk mengajari engkau.Di padang gurunlah Tuhan mengajar bangsa Israel. Apa yang Tuhan ajar kepada bangsa Israel selama mereka berada di padang gurun?
– Mengenai 10 hukum Taurat. Di Mesir dalam perbudakan mereka boleh menyembah anak lembu emas, boleh incest (menikah dengan saudara kandung), dll. Jadi di padang gurunlah Tuhan menyucikan mereka, mengisi pikiran mereka dengan Firman Allah, mengubah pola pikir mereka
– Mengenai Kemah Suci dan Korban Persembahan.
Mereka baru keluar dari Mesir dan belum tahu bagaimana cara menyembah Tuhan. Maka Tuhan mengajari mereka
– Hari-hari raya
Tuhan mengajari mereka tentang hari-hari raya supaya mereka tidak mengingat perayaan-perayaan di Mesir melainkan supaya mereka mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan. 4. Ketetapan dan Peraturan lainnya. Jadi mereka dipersiapkan di padang gurun karena di tanah Kanaan ada tantangan yang lain, salah satunya penyembahan berhala. Demikianlah dalam perjalanan kehidupan kita. Tuhan mempersiapkan dan mengajar kita dalam pengalaman padang gurun.
II. APA RESPON BANGSA ISRAEL?
1. Bersungut-sungut, mengomel, mengeluh, menggerutu
Dalam Alkitab tercatat bahwa secara massal bangsa Israel mengeluh kepada Tuhan 10 kali, belum termasuk pengeluhan pribadi (perorangan). Hal bersungut-sungut ini kelihatannya kecil namun menyedihkan hati Tuhan. Bukankah kita pun kadangkala atau mungkin seringkali demikian? Mengeluh saat hujan, mengeluh saat lapar, dll. Tuhan mengajar umat-Nya untuk meminta kepada Allah, bukan bersungut-sungut.

2. Tidak percaya
Musa memberitahu mereka bahwa janji akan tanah perjanjian itu akan digenapi dalam hidup mereka. Saat tanah Kanaan sudah didepan mata dan mereka mengutus 12 pengintai yang merupakan tua-tua/orang yang “rohani” di kalangan mereka, ternyata 10 orang pengintai melaporkan hal-hal negatif. Padahal mereka selama ini sudah melihat mujizat-mujizat Tuhan, bagaimana secara ajaib Tuhan telah melepaskan mereka dari perbudakan Mesir dan secara ajaib Tuhan memelihara mereka, dan mereka pun sudah dimuridkan selama di padang gurun. Apa dampak negatif dari dosa bersungut-sungut?

a. Sifat dosa bersungut-sungut (mengeluh, menggerutu, mengomel) itu sekalipun kecil namun menular, mempengaruhi orang lain, membuat orang lain berdosa. Bilangan 13:25-33, 14:1-4 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.” Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami. Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.
Hal ini ditulis supaya kita belajar. Apa yang Tuhan tidak suka jangan kita lakukan. Perkataan sungut-sungut dari 10 pengintai itu akhirnya mempengaruhi semua bangsa Israel.

b. Dapat memutarbalikkan keadaan (menolak berkat Tuhan). Tuhan sudah tahu jika mereka langsung menuju tanah Kanaan tanpa melalui padang gurun, mereka bisa langsung dengan mudahnya kembali ke Mesir, maka Tuhan membawa mereka berputar di padang gurun. Dan karena mereka bersungut-sungut maka generasi pertama dari mereka (kecuali Yosua dan Kaleb) mati di padang gurun.

3. Tidak sabar

4. Melawan Allah dan Musa
Bilangan 21:4-5 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.

Mereka berkata bahwa mereka muak dengan Manna (roti dari surga). Bagaimana dengan makanan kita di rumah? Apakah kita suka mengeluh? Apa Akibatnya? Bilangan 14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.
Pengeluhan-pengeluhan kita dalam hidup sesungguhnya merupakan pengeluhan yang tertuju kepada Tuhan. Padahal janji-janji Tuhan bukan hanya berkat jasmani namun juga berkat rohani (berkat damai sejahtera, sukacita, dll).

III. SIKAP YANG BENAR
1. Memiliki roh yang berbeda dengan dunia
Bilangan 14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. (Bahasa inggris: Caleb has a different spirit = Kaleb memiliki roh yang berbeda). Sekalipun mereka ada di tengah-tengah bangsa yang suka bersungut-sungut, namun Kaleb dan Yosua memiliki roh yang berbeda: mereka memperkatakan perkataan-perkataan iman/perkataan positif. Di tengah orang yang suka mengomel, kita harus memperkatakan perkataan positif/iman. I Yoh 4:4 berkata bahwa Roh Kudus didalam kita lebih besar dari roh-roh yang ada di dunia ini. Kaleb dan Yosua berani mengambil sikap yang berbeda, tidak kompromi dengan sikap yang salah pada mayoritas.
Bilangan 14:6-9 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka. Mungkin kita minoritas di lingkungan kerja, namun kita bersyukur bahwa sebagai orang percaya kita berjalan di dalam janji-janji Allah.

2. Kaleb berpikir positif dan optimis, tidak tawar hati melihat raksasa. Kaleb berkata, “Kita pasti akan mengalahkannya!” Keteguhan Yosua dan Kaleb pada janji Allah menyenangkan hati Allah. Yosua dan Kaleb adalah pribadi yang merespon proses penyucian Allah di padang gurun sehingga mereka berhasil masuk dalam tanah perjanjian, bahkan Kaleb mendapat warisan di tanah kanaan. Sedangkan sisa generasi pertama tidak masuk dalam tanah perjanjian karena mereka tidak lulus proses di padang gurun.

Bilangan 13:30 Tetapi Kaleb menenangkan hati orang-orang yang mengeluh kepada Musa. Kata Kaleb, “Negeri itu harus kita serang dan kita rebut sekarang juga, karena kita cukup kuat untuk mengalahkannya

Bilangan 14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.

Ulangan 28:9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Janji Allah dimeteraikan dengan darah Kristus, dan akan kita alami jika kita menaati segala kehendak Allah. Yesus adalah Raja dan Tuhan (penguasa tunggal). Jadi ada pergantian kekuasaan dari diri kita kepada Allah. Posisi dan pengaruh Allah harus lebih besar dalam hidup kita. Sedangkan pengaruh dari keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup lebih kecil pengaruhnya jika Tuhan benar-benar menjadi raja dan Tuhan dalam hidup kita.

Agar tidakbersungut-sungut
– Disiplinkan pikiran untuk berpikir positif dan ambil hikmahnya
– Jadikan bersyukur menjadi gaya hidup dalam menghadapi segala situasi

Pdt. Milkha Potuda

HUT Persekutuan Dewasa Muda Ke 8th Go On Hope To Remind Us That We Are Strong

Didalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat untuk menggapai masa depan yang penuh harapan.

16953

Pengurus Persekutuan Desawa Muda

GppsPalu – Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan anugerah-Nya sehingga Persekutuan Dewasa Muda pada hari ini telah genap berjalan 8 tahun.

Mengantisipasi Berkat-berkat Tuhan di Masa Depan

GppsPalu – Amsal 22:29 Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan dihadapan orang-orang yang hina.

2 Timotius 2:20, 21 20Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Ada Bagiannya Tuhan ada Bagiannya Manusia
Hal ini perlu kita pahami yaitu bahwa jaminan tentang masa depan penuh harapan yang dijanjikan Tuhan adalah sesuatu yang pasti dan tidak dapat diragukan. Karana penerima janji ini adalah oknum pribadi yang adalah seorang percaya maka pribadi tersebut perlu mengantisipasinya.
Sebagai orang percaya, sebenarnya kita tidak perlu lagi membahas tentang “Apakah Tuhan memberkati?”, “Apakah Tuhan campur tangan?,Apakah Tuhan buka jalan?, dll. Tidak ada satu pun yang dapat kita ragukan mengenai apa yang menjadi tanggung jawab/bagiannya Tuhan terhadap umat-Nya yang sudah ditebus oleh darah Yesus Kristus di atas kayu salib, sebab kita tahu bahwa semuanya ituTuhan sudah sediakan.
Alkitab menekankan bahwa masa depan yang penuh harapan tidak bisa dipisahkan dengan oknum orang percaya, apa yang dia harapkan dari Tuhan dan bagaimana dia menggantungkan segala harapannya hanya kepada Tuhan bukan kepada manusia. Jadi, sangatlah jelas bahwa ada bagiannya Tuhan yang menyediakan masa depan, ada orang percaya yang melakukan bagiannya, yaitu bagaimana dia bisa mencapai masa depan ini baik yang ada di dunia, terlebih untuk yang bersifat kekekalan.Urusan akhirat Tuhan sudah bereskan, yaitu bahwa barangsiapa yang percaya dan menerima Kristus secara pribadi dalam kehidupannya, ia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tapi kehidupan di dunia adalah suatu pergumulan setiap hari dalam segala macam bentuk yang kita hadapi setiap hari.

Ketidaksiapan Orang Percaya Dalam Menerima Berkat Tuhan
Kepastian akan masa depan yang penuh harapan adalah sesuatu yang pasti, sehingga kita perlu mengantisipasinya. Dalam Alkitab sangat jelas apa saja yang Tuhan siapkan dan sediakan untuk menjadi bagian kita, untuk kita miliki dan nikmati di masa depan selama di dunia.Sangat jelas apa isinya yaitu mulai dari kehidupan lahiriah, kebutuhan sehari-hari, sampai kepada hidup yang berkelimpahan, status diri, posisi, dll. Hanya saja yang disayangkan adalah bahwa sebagian besar orang tidak siap untuk menerima masa depan yang penuh harapan itu dengan berkat-berkat yang berlimpah.
Inilah yang perlu kita cermati dan waspadai bahwaIblis bisa mengadakan suatu penerobosan melalui hal-hal rohani. Tipu muslihat Iblis yang bentuknya rohani, iniadalahhal yang aneh.. Kalau Iblis tidak punya kemampuan menerobos, maka tidak akan muncul yang namnaya cult (bidat), yang ada hanyalah okultisme. Contoh sederhana, kita tidak perlu kuatir dengan orang yang tidak suka berdoa. Tidak perlu kuatir dengan orang-orang yang tidak suka membaca Alkitab, karena mudah sekali bagi Tuhan untuk membuat orang tersebut untuk mencari firman. Tapi justru keanehan yang sering muncul tetapi tidak disadari pada orang-orang yang tekun,diluar nampaknya setia, rohani,tetapi tidak menyadari bahwa yang dia lakukan hanyalah bagian sebuah rutinitas.
Orang lebih siap berdoa daripada menerima jawaban doa. Langkah iman yang diambil memang sudah tepat, yaitu: ada sesuatu terjadi lari kepada Tuhan lewat doa, tetapi aneh karena saking sukanya berdoa, Tuhan sudah jawab dia masih.Seharusnya hal ini seimbang, kalau tidak seimbang ini berbahaya karena Iblis dapat mengambil kesempatan lebih lanjut. Hal ini bukan hanya terjadi secara umum tetapi terjadi dalam kehidupan kita pribadi. Bukan berarti kita harus berhenti berdoa, tetapi antisipasi apa yang kita lakukan sebagai orang percaya ketika Tuhan menjawab doa kita, apakah ketika Tuhan sudah menjawab doa, justru hal ini merusak kehidupan rohani kita? Banyak yang terjadi seperti itu. Tuhan memberkati dan menjawab doa kita bukan untuk menghancurkan rohani kita tapi kenapa anak-anak Tuhan imannya kemudian hancur setelah ia menerima jawaban doa? Karena ia tidak siap menerima jawaban doa dan ia tidak melakukan antisipasi sebelumnya makaIblispunmengambil kesempatan untuk menghancurkannya.
Pertanyaan yang sangat sederhana untuk bisa kita jawab mengenaihidup sehari-hari. Ketika seseorang belum punya apa-apa, segala-galanya tidak ada, kondisinya sangat memprihatinkan tetapi ada keinginan yang ingin dilakukan tapi apa daya karena tidak punya apa-apa sehingga hanya dapat turut mendoakan dan tidak bisa mengulurkan tangan apa pun, kemudian karena orang tersebut berdoa dan Tuhan menjawab, karena ada ayat yang mengatakan “mintalah maka akan diberi” apakah itu akan lebih memberkati ketekunan kesetiaan pengiringan dan pelayanan orang itu kepada Tuhan?
Seorang bujang berdoa untuk pasangan hidup, setelah Tuhan menjawab dan iapun menikah. Setelah menikah, apakah kehidupan rohani dan pelayanan mereka lebih meningkat atau malah menurun?
Seorang nona, pemain musik piano digereja, sangat setia, aktif di gereja, sampai-sampai ibu gembala berpikir bahwa sayang kalau nona ini mendapat sembarang orang untuk menjadi jodohnya, dan ia berpikir yang cocok baginya adalah seorang pendeta. Maka ibu gembalapun mengadakan pendekatandengan nona tersebut. Setelah dia dekati kemudian nona ini pun curhat yang kesimpulannya adalah alasan ia tekun, rajin dan selalu sungguh-sungguh melayani adalah agar supaya Tuhan mendengar doanya, karena ada seorang pemuda yang ia taksir. Pada saat ia mengungkapkan pergumulannya agar Tuhan jawab doanya, ibu gembala pun mengurungkan niatnya. Sangat disayangkan, setelah selesai menikah, nona dan pasangannya tersebut lenyap dari pelayanan bahkan gereja.
Banyak orang percaya yang memulai pernikahannya di rumah Tuhan untuk diberkati tapi sesungguhnya itu adalah hari terakhir mereka menginjakkan kakinya di gereja.

Berkat Menjadi Kutuk
Perhatikanlah ketekunan Saudara dalam Tuhan! Ketika kondisi masih susah dan sekarang sudah senang dan diberkati, apakah ketekunan itu lebih meningkat atau sebaliknya? Atau pelayanan Saudara mulai hilang satu persatu? Bukan karena diberhentikan tapi karena saudara sendiri yang meninggalkan pelayanan itu?
Apa yang dapat kita pahami ketika sudah sampai di masa yang Tuhan janjikan? Masa dimana kita sudah memiliki apa yang kita harapkan dan sudah menikmati segala berkat Tuhan? Dahulu kita masihberjalan kaki datang kegereja dan sekarang sudah naik mobil/ naik motor.Ada banyak keterbatasan ketika kita belum memiliki kendaraan, sehingga tidak dapat berbuat lebih banyak juga untuk Tuhan. Tetapi setelah memiliki kendaraan, apakah hal itu lebih memberkati kehidupan rohani? Atau membuat rohani/pelayanan kita lebih merosot? Bagaimana dengan Saudara yang sudah berkeluarga dan diberkati dengan anak-anak yang harus Saudara jaga, apakah semua itu menjadi alasan bahwa Saudara tidak dapat seaktif sebelum berkeluarga?
Gereja ditempat ini selalu menekankan harus ada keseimbangan. Jika pelayanan kita merosot itu berarti kita tidak mengantisipasi berkat Tuhan sebelumnya. Ketika kita tidak mempersiapkan diri dan tidak cakap mengantisipasi segala berkat-berkat Tuhan yang diberikan, perjalanan hidup kita kedepan akan berbahaya. Iblis akan mencari peluang untuk menerobos. Pergumulan hidup tidak hadir hanya dalam bentuk kesukaran, kesusahan dan penderitaan, hidup makmur pun adalah pergumulan iman yang tidak mudah. Kita tidak boleh membiarkan Iblis merubah berkat menjadi kutuk atau menjadi sesuatu yang mencelakakan kita. Amsal Salomo menuliskan bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya dan di dalamnya tidak ada duka. Hal inilah yang harus diantisipasi supaya jangan berkat-berkat di dalam dunia ini yang dalam berbagai jenis bentuknya merusak tubuh, jiwa dan roh.

MenemukanKeberadaanDiriSendiri
Masa depan sudah pasti karena disediakan bagi kita. Bagaimana mempersiapkan diri dengan segala keberadaan kita memasuki masa depan itu?
Sebelum umat Tuhan masuk ke negeri perjanjian Kanaan,Tuhan mewanti-wanti mereka dan mengingatkan mereka dengan begitu rupa supaya mereka mengantisipasi, mempersiapkan diri masuk ditanah perjanjian. Banyak kali Tuhan memperingatkan mereka supaya mereka mempersiapkan diridenganmembuat tanda didalam diri tiap-tiap pribadi supaya pada saat mereka melihat tanda itu, mereka tahu diri dihadapan Tuhan dan tahu membawa diri diantara sesama.
Kita jugaperlu memahami ketetapan-ketetapan firman Tuhan. Apa saja yang harus dipersiapkan?
Bagi Bapak/Ibu yang mempunyai anak, mengapamerekaharusdisekolahkan? Alasannya sudah pasti untuk masa depan.
Salah satubentukantisipasiadalahdenganmenemukanterlebihdahulukeberadaandirisendiri.Bagaimana keberadaan hidup Saudara dalam segala hal? Dapatkah pribadi Saudara menjawab setiap tantangan-tantangan hidup yang ada di depan?Dapatkahkitamenghadapi situasi kondisi di dalam rumah masing-masing? Kadangkala kita butuh orang lain untuk menemukan tentang diri kita menurut pemandangan mereka, apa dan bagaimana diri kita? Pembentukan karakter bukan hanya dalam memberikan ilmu-ilmu, tetapi setelah diberi pengetahuan kemudian dipraktekkan. Karena yang kita hadapi bukan hanya dirumah melainkan juga di tempat kerja.
Bayangkan apa yang Saudara inginkan untuk masa depan? Taruhlah itu dihati dan pikiran? Apa yang Saudara inginkan dari diri saudara, dari tempat saudara bekerja, keluarga/rumah tangga saudara? Pelayanan dan segala sesuatu tentang masa depan apapun bentuknya karena masa depan itu bukan abstrak. Apa yang saudara cita-citakan untuk masa depan? Pastinya kita akan mempersiapkan diri sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Ada antisipasi yang harus dilakukan. Oleh karena itu kita perlu menemukan diri kita. Tuhan katakan bukan ekor tapi kepala.
Firman Allah memberikan contoh tentang kehidupan didunia(bukanhalrohani),orang-orang yang cakap didalam pekerjaannya mereka akan berada ditempat kepala. Jika kita tidak mempersiapkan diri untuk jadi kepala, tidak mengkualitaskan diri kita maka yang terjadi adalah hanya mau menikmati kenyamanan jabatan dan bukan tanggung jawab, supaya dirinya dihormati.Yang perlukita pahami adalahbahwa orang yang cakap dalam pekerjaannya itu memang pantas dipromosikan sesuai dengan kualitas dirinya. Jadi jika kita menemukan apa yang kita hadapi di dunia ini ternyata sulit untuk kita atasi karena tidak tahu apa-apa, kita perlu bertanya dan belajar supaya kita tidak menjadi korban dari ketidaktahuan.
Contohnya: jika mau belajar mengenaisoundsystem, belilah majalah sound systemataubisamencaridiinternetsegalahaltentangsound system. Ketika kita tidak mau meng-upgrade diri, jangan salahkan Tuhan kalau kita tidak pernah jadi kepala, tidak pernah naik, karena itu adalah ketetapan Tuhan yang berlaku secara hukum alamiah. Kita perlu melengkapi diri,khususnya anak-anak muda, karena masih banyak hal yang akan dihadapi di masa depan. Yang sudah tua pun harus terus belajar.
Sebagicontoh: Pernah di tayangkan di suatuacaratalk show, seorang wanita lansia,nenek dari 13 cucu, Diana Patricia Pasaribu Hasibuan, tercatat dalam rekor MURI sebagai mahasiswa tertua yang meraih gelar S1 di usia 69 tahun, gelarS2 usia ke-73 tahun dan gelar S3 di usianya yang ke-77 tahundan saat ini ia adalah dosen tetap untuk mata kuliah pengantar Perjanjian Lama dan Filsafat di sebuahperguruantinggi di Jakarta. Ibuini telah menginspirasi banyak orang dalam menghadapi tantangan zaman..
Sepanjang hidup yang kita jalani, kita harus terus belajar supaya kita cakap dalam menyelesaikan masalah apa pun. Itulah cara menemukan diri kita. Apa yang menjadi kekuranganharuskita perbaiki bukan dipelihara. Secara lahiriah untuk menjadi cakap sangat sederhana. Ketika Tuhan yang menjanjikan segala berkatnya dan Ia memberikan itu pada saudara besok, apakah saudara sudah siap?Misalnya ketika Saudara saat ini juga ditelepon untuk jadi menteri, apakah saudara siap? Orang yang tahu diri, tentu ia akan tolakkarenatidaksesuaidengankapasitasnya.
Kata cakap berarti suatu kemampuan yang ada di dalam diri manusia yang diwujudkan dalam kinerja yang cemerlang. Sama halnya dalam pelayanan.Keadaan zaman sekarang jika kita tidak mengantisipasi berkat Allah,Iblis dapat gunakan hal tersebut menjadi kecelakaan. Itu sebabnya banyak orang yang sudah diberkati Tuhan, keadaan imannya merosot, rohani dan pelayanannya merosot dan menjadi berbahaya.
Kita harus terus meng-upgrade diri supaya kekurangan kita dapat diatasi, tidak boleh dibiarkan. Juga sangat perlu mengantisipasi diri kita dengan menjaga kesehatan. Karena jika kita sakit, kita tidak akan menjadi pribadi yang produktif, tidak banyak yang dapat kita hasilkan. Ketika seseorang semakin berumur, produktifitasnya juga semakin menurun. Jika kita tidak dapat menghadapi tantangan zaman, maka kita akan menjadi korban tantangan zaman. Sebenarnya ada banyak hal yang menghadang kita dalam pergumulan hidup kita, baik yang bersifat alamiah maupun juga daripada kuasa-kuasa si jahat dalam berbagai bentuk dan caranya yang tidak pernah berhenti untuk menumbangkan setiap orang percaya.

MenjagaSikapHati agar TidakSombong (TidakMelupakanTuhan)
Ulangan 6:10-1210Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa masuk engkau ke negeri yang dijanjikan-Nya, dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu – kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kau dirikan; 11rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kau gali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kau tanami – dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Masa depan itu sungguh pasti. Yang berjanji adalah Tuhan dan sudah pasti akan masuk menuju dan akan sampai kepada apa yang Tuhan janjikan tetapi kita perlu menjaga diri, mengantisipasi supaya tidak melupakan Tuhan ketika sudah menerima dari Tuhan segala berkat-Nya

Ulangan 6:13-1513Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 14Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu,15sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka Tuhan, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.

Mungkin kita berkata bahwa kita sudah tidak punya berhala lagi, semua berkat-berkat materi, status dan semua yang sifatnya lahiriah dapat menjadi ilah bagi setiap orang yang sedang menikmatinya. Ketika kita sudah menjadi anak Tuhan, kita berurusan dengan kecemburuan Tuhan dan ketika kita melupakan Tuhan, yang kita hadapi bukanlah manusia tetapi Tuhan sendiri. Ketinggian hati akan berhadapan dengan Tuhan.Kita perlumenjagasikaphatikitasupaya hidup kita tetap berkenan di hati Tuhan.

Pdt. R.F. Martino

KEHENDAK ALLAH DALAM MENJALANI HIDUP UNTUK MASA DEPAN

GppaPalu – Pengkhotbah 3:1-15 1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. 2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; 3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; 4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; 5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; 6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; 7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; 8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. 9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. 14 Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. 15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kondisi Riil Dalam Kehidupan Sehari-hari
Tuhan sangat tahu keberadaan setiap jemaat dalam hal masa depan. Berbicara mengenai “masa” itu berarti berbicara mengenai ”waktu”, bicara mengenai “waktu” itu berarti kita sedang berbicara mengenai kehidupan sehari-hari. Dari manusia lahir sampai akhirnya meninggal dunia, semua itu berada dalam ruang waktu. Ada tahapan-tahapan perkembangan manusia, yaitu masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa muda, masa dewasa, dst. Semua tahapan itu dipatok oleh waktu yang ada. Nah, dalam masa-masa tersebut manusia tersebut akan menghadapi realita hidup yang sesuai dengan masa perkembangan. Masa kanak-kanak akan menghadapi realita yang berbeda dengan masa dewasa. Dalam menghadapi setiap realita, kita menemukan ada pribadi yang tegar dalam menghadapinya, ada yang rapuh. Banyak orang yang “dipermainkan” oleh realita hidup. Kita juga melihat banyaknya motivator-motivator yang bermunculan dimana-mana untuk memberikan solusi.
Sekalipun kita sudah menjadi orang percaya, ada banyak hal yang harus kita hadapi sebagai realita kehidupan. Masalah rumah tangga, masalah pekerjaan/bisnis, masalah karir, dsb. Apakah kita masih “dipermainkan” oleh realita hidup yang ada?

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Realita Hidup Sehari-hari?
Sebagai orang percaya yang juga menghadapi realita hidup, sejauh mana kita mengerti kehendak Allah dalam menjalani hidup untuk menuju masa depan? Seringkali kita membandingkan diri dengan keberadaan orang yang diluar Kristus. Sejauh mana ketahanan iman kita teraplikasikan ketika kita melihat bahwa diri kita belum mencapai target yang kita inginkan? Sedangkan kondisi sangat mendesak agar Tuhan segera turun tangan untuk menolong kita. Oleh karena itu adalah bijak untuk memahami apa kehendak Tuhan dibalik semua realita yang ada. Jangan pernah memprotes Tuhan dengan berkata “Mengapa ini menimpaku?” Tapi belajarlah untuk berkata: “Apa yang Tuhan kehendaki daripadaku atas peristiwa ini?
Dalam sebuah pujian yang sering kita nyanyikan bersama ada sebuah syair yang sangat memberkati, yaitu: “Engkau ada bersamaku, di s’tiap musim hidupku, tak pernah Kau biarkan kusendiri”. Syair pujian ini tidak ada bedanya dengan Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:1-14 yang berkata bahwa untuk segala sesuatu ada masanya, ada musimnya. Nah, oleh karena itulah kita perlu bijak mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah ketika kita berada di masa atau musim yang berbeda.

Menyelami Pekerjaan Allah
Dalam Pengkhotbah 3:1-14 berlaku hukum Allah untuk semua manusia. Ada hal-hal alamiah yang sudah tetapkan untuk semua manusia. Jangan pernah melanggar hukum alamiah yang sudah Tuhan tetapkan.
Pengkhotbah 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

Kata “tetapi” artinya ada lawan dari keadaan yang pertama. Manusia tidak dapat menyelami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir. Sebagai orang percaya apakah kita dapat menyelami pekerjaan Allah?
Ketika kita berada dalam masalah dapatkah kita memahami/menyelami kehendak Tuhan atas peristiwa/masalah tsb.? Kalau kita tidak dapat menyelaminya, kita akan dipermainkan oleh masalah tersebut. Jiwa (perasaan, pikiran, kehendak) kita “diobok-obok” oleh realita yang sedang terjadi.
Sekarang, marilah kita menyelami tahap demi tahap bahwa semua ada waktunya!
Dalam Pengkhotbah 3:1-14 terdapat daftar yang bukan hanya kesenangan hidup saja tetapi juga kesulitan-kesulitan hidup. Ini membuktikan bahwa suka ataupun duka, susah atau senang, masa baik ataupun sukar, semua itu adalah pergumulan iman. Mengapa dikatakan pergumulan iman? Oleh karena dalam keadaan tersebut kita harus selalu belajar menyelami apa yang Tuhan sedang kerjakan bagi kita. Jangan mendahului Tuhan sehingga Tuhan lepas tangan, jagan mendahului Tuhan ketika Ia mau bertindak atas kita. Orang percaya yang tidak mau menyelami apa yang menjadi pekerjaan Tuhan, itu sama dengan ia merusak masa depannya sendiri.
Ketika menjalani realita hidup, mana yang lebih banyak terjadi dalam hidup kita, mengucap syukur atau pengeluhan?.
Pengeluhan hanya membuat proses itu semakin lama. Harusnya bisa dicapai dalam waktu yang tidak lama, kalau kita belajar untuk terus mengucap syukur. Tidak semua kesukaran itu sifatnya permanen. Kesukaran tidak akan pernah bertahan lama dalam diri orang yang ulet.

Hati yang Mengasihi Tuhan
Dalam Roma 8:28 berkata bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
Apapun yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, kuncinya adalah kita harus tetap mengasihi Tuhan. Sikap hati kita menentukan proses Tuhan dalam hidup kita.

I Yohanes 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Orang yang mengasihi Tuhan pasti taat melakukan kehendak Tuhan.

Ulangan 28:1 Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

Ulangan 28:7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

Apa yang bisa kita tangkap dari ayat di atas. Perang (pergumulan) tetap ada, musuh yang menyerang tetap ada. Tapi kita tetap bisa mengalahkannya. Memang benar bahwa Tuhan melindungi, memberkati, membela kita, tapi bukan berarti tidak ada masa-masa sukar. Masa sukar tetap ada, bahkan Tuhan memerintahkan kita untuk melawannya. Peperangan (masa sulit) tidak bisa dihindari, kita harus menghadapinya bersama Tuhan.
Dalam Mazmur 23 juga menuliskan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik, yang membuat kita tidak takut bahaya.

Ulangan 28:8-9 8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Pada ayat yang ke-8 dijelaskan bahwa ada saat kita juga tinggal ditempat dan Tuhan yang akan bertindak. Tuhan yang akan memerintahkan berkat atas kita. Tapi yang jelas semua itu ada usaha dari kita. Jangan pernah gengsi dengan pekerjaan apapun, yang penting itu halal.
Pada ayat yang ke-9 dijelaskan bahwa “Tuhan akan menetapkan” Itu artinya bahwa ada masanya Tuhan akan menepati janji-janji untuk umat yang mengasihi-Nya. Kunci dari semuanya itu adalah hati yang mengasihi Tuhan.

Efesus 5:15-18 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh

Tuhan merindukan kita agar kita semua dapat menyelami apa yang Ia kerjakan dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah ingkar janji, tunggulah waktunya! Mungkin kita sudah lama berdoa untuk suatu pergumulan, tekunlah! Akan datang waktunya, Tuhan akan menjawab. Mungkin juga kita sudah lama berdoa dan tidak ada tanda-tanda Tuhan menjawab, tetapi herannya, mungkin kita sudah lupa dengan apa yang kita doakan, tiba-tiba sesuatu terjadi. Tuhan menggenapi segala sesuatu dengan tepat waktu.

I Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Pdt. RF. Martino

KARYA KRISTUS UNTUK MASA DEPAN

GppsPalu – Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Sebelum manusia diciptakan, Allah sudah lebih dahulu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kebutuhan manusia supaya ketikasemuanya telah lengkap, manusia tinggal menikmatinya. Tetapi yang terjadiadalahmanusia pertama makan dari buah yang dilarang sehingga jatuh dalam dosa. Dosa tidak dapat dikategorikan sebagai dosa hitam atau putih, ringan atau berat tetapi semua dosa upahnya adalah maut, yang berarti kebinasaan kekal atau neraka. Ini menyangkut soal kehidupan di akhirat nanti, sehingga kita tidak bisa menganggap remeh soal ini. Apalagi ada filosofi yang mengatakan, “bukan langkah pertama yang menentukan, tetapi langkah akhir”, tetapi kebenarannya adalah langkah awal menentukan langkah akhir kita. Jadi soal akhirat atau keselamatan tidak bisa kita anggap sebagai hal yang sepele. Sebelum kita semua menjadi orang percaya, kita adalah orang-orang berdosa, dan kita telah mengetahui bersama bahwa upah dosa adalah maut dan juga konsekuensi dosa.Mari belajardariperistiwa Adam danHawa, ketikamerekamelanggarperaturan yang sudah Allah tetapkanbagimereka.

Kejadian 3:6-13 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Kejadian 3:16-19 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

 Dari bacaan tersebut kita telah melihat suatu peristiwa yang akan membuat kita memahami jika Yesus tidak mati di atas kayu salib, maka hal-hal tersebut (kutuk) juga akan terjadi dalam hidup kita, bahkan tanpa penebusan Kristus manusia bukan hanya hidup didalam kutuk tetapi akhir hidupnya adalah neraka.

Pertanyaannya adalah, kita sebagai orang percaya yang sudah menerima Yesusdan telah lahir baru, apakah kita masih berada dibawah kutuk? apakah kita masih menjalani hidup kita dengan susah payah? karena susah payah itu adalah akibat dari kejatuhan manusia, yaitu Adam yang harus bersusah payah dalam hidup untuk mencari rejeki. Apakah kita orang percaya masih mengalami hal demikian (susah payah) juga? Susah payah dan kerja keras adalah hal yang berbeda, susah payah berarti sudah bekerja keras tetapi tidak menghasilkan atau tidak mendapatkan, sedangkan kerja keras adalah melakukan sampai selesai segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya.

Kematian Yesus di kayu salib merupakan suatu karya untuk menyelesaikan masalah ini dalam hidup kita. Ini yang perlu kita renungkan supaya kita sebagai orang percaya memahami karya Kristus untuk masa depan kita, itulah sebabnya kita tidak perlu lagi tertekan menjalani kehidupan di dunia ini, karena Kristus telah menyelesaikan semuanya di atas kayu salib

Galatia 3:13-14 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya

Segala sesuatu yang kita alami atau terima saat ini, baik berupa materi, maupun dalam bentuk pertolongan, pembelaan, kesembuhan, sukacita, mukjizat bahkan segala sesuatu yang kita miliki atau nikmati saat ini semuanya adalah dari Dia, yaitu Yesus Kristus, sebab setelah menjadi orang percaya kita berhak memiliki segala perjanjian yang telah ditetapkan bagi kita, karena kita adalah anak yang dikasihiNya, semua itu datangnya dari Dia.

Tetapi jika kita memahami kata “oleh Dia” dalam ayat tersebut diatas, maka kita akan menyadari bahwa sesungguhnya segala yang dari Dia yang telah diberikannya kepada kita,yang boleh kita miliki saat ini, itu bukan hanya karena kita berhak menerima itu semua karena Dia Allah yang berkuasa, sanggup memberikannya, tetapi semuanya itu terjadi oleh karena karya penebusan Kristus di atas kayu salib, oleh pengorbanan-Nya kita boleh bersukacita karena Yesus telah mengambil dukacita kita, oleh Dia kita tidak lagi menanggung kutuk, karena segala kutuk telah ditimpakan kepada Yesus melalui kematian-Nya, sehingga ketika kita mengalami kesembuhan, semua itu terjadi oleh karena Yesus telah menderita bagi kita.

Hal inilah yang akan membuat kita menyadari bahwa semua adalah dari Dia dan Oleh Dia, inilah karya Kristus untuk masa depan, karena saat ini kita sedang menjalani masa depan dan berada dalam rancanganNya, sehingga patutlah kita menghargai akan segala sesuatu yang telah Tuhan lakukan. Inilah yang akan membuat kita lebih menghargai apa yang Tuhan lakukan dan selalu hormat kepadaNya dan terus – menerus mensyukuri apa yang telah Tuhan kerjakan. Dia sudah melakukan segala sesuatu bagi kita. sehingga apa yang kita alami tidak membuat kita lupa diri apalagi sampai melupakan Tuhan

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Tuhan telah mengaruniakan kepada kita keselamatan, tetapi bukan hanya itu saja yang Dia sediakan bagi kita, melainkan segala berkat telah Tuhan sediakan bagi kita. Saat ini yang perlu kita lakukan adalah melakukan apa yang menjadi bagian kita selama kita masih menjalani hidup di dunia ini:

1.Dalam hal rohani

Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Ketika kita dipanggil sebagai orang percaya,tujuannya adalah untuk menjadi seperti Yesus, dengan tingkat pertumbuhan seperti Kristus. Caranya adalah dengan pembentukan karakter selama kita menjalani hidup dunia ini. Kehidupan setelah lahir baru adalah pembentukan karakter untuk menjadi seperti Yesus.

  1. Dalam hal jasmani

Roma 4:4Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

Cara Tuhan mulai menghadirkan uang dalam hidup kita adalah dengan bekerja, karena itulah ketetapan firman Tuhan, dimulai dengan setia dari perkara kecil maka akan ditambahkan perkara yang besar. Tidak ada alasan bagi kita sebagai orang percaya untuk tidak bekerja apalagi sampai bermalas-malasan, karena dengan bekerja Tuhan akan memberkati kita terus naik dan bukan turun, oleh karena itu kita harus melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Kita harus mengelola dengan baik apa yang sudah dipercayakan pada kita. Supaya ada hasil yang kita peroleh.

Jika setiap orang percaya memahami, mengerti dan menjalani kehidupannya berdasarkan apa yang sudah menjadi karya Kristus untuk masa depan, maka orang percaya tersebut akan menjadi pribadi yang takut Tuhan, bertumbuh semakin dewasa dalam iman, memiliki prinsip iman dan selalu bersyukur kepada Tuhan. Hal-hal seperti itulah yang seharusnya nampak dari kehidupan setiap orang percaya bahkan menjadi gaya hidupnya, jika sungguh-sungguh memahami tentang karya Kristus untuk masa depan.

Pdt. R.F Martino