Monthly Archives: January 2017
TUGAS SEORANG MURID
GppsPalu – Matius 28:19,20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Menjadi orang kristen tidak hanya bangga tentang berapa lama masuk gereja untuk berbakti, berapa banyak pelayanan yang sudah kita lakukan, namun hal yang paling esensi di dalam kekristenan adalah seberapa dalam kita memahami dan melakukan segala sesuatu yang terkait dengan kapasitas kita sebagai murid- murid Yesus. Ketika Tuhan menyampaikan deklarasi pengutusan kepada gereja-Nya untuk seseorang mendapat predikat sebagai murid Yesus harus menjalani proses pembelajaran. Oleh sebab itu siapa pun kita, berapa pun umur kita, selagi masih ada pengakuan, pemahaman tentang jati diri sebagai murid Yesus, mau tidak mau proses pembelajaran harus tetap menjadi kegiatan yang tidak pernah putus dalam kehidupan kita. Kadang-kadang kita sebagai orang Kristen merasa bangga dengan status kekristenan yang sudah lama, sudah mengambil bagian dalam berbagai bentuk pelayanan dan sudah banyak melayani banyak orang. Tetapi apakah sampai hari ini kita sebagai murid-murid Yesus masih tetap aktif untuk belajar?
Mungkin kita bertanya pemahaman apa lagi?Belajar apa lagi yang harus kita lakukan sebagai murid Yesus. Khususnya bagi yang sudah senior, yang merasa dirinya sudah tua berpikir mau belajar apalagi? Sebab orientasinya adalah belajar formal yaitu belajar teori-teori. Konsep pendidikan internasional yang dicanangkan oleh PBB melalui lembaga yang membidangi pendidikan dijelaskan bahwa dalam proses belajar memiliki 4 tujuan utama yaitu:
1. Belajar untuk tahu (learning to know)
2. Belajar untuk mencontoh/menjadi (learning to be)
3. Belajar untuk berkarya (learning to do)
4. Belajar untuk hidup bersama (learning to together)
1. Belajar untuk tahu (Learning to know)
Berapa puluh tahun pun saudara menjadi orang kristen, pengetahuan tidak akan pernah berhenti untuk dipelajari. Yang mengkhawatirkan ialah banyak orang kristen yang sudah merasa puas, sudah merasa tahu semuanya di dalam hidup kekristenannya.
a. Tahu identitas dan jati diri
Tahu identitas dan jati diri adalah hal yang sangat berguna dalam membangun mental dan karakter. Baik secara individu maupun komunitas/kelompok masyarakat, ketika seseorang memahami jati dirinya akan menjadi pijakan untuk membangun mental dan karakternya. Sebagai contoh, Bangsa Jepang memiliki mental yang sangat kuat yang mencakup segala bidang untuk kemajuan bangsanya dimana mereka sangat bangga dengan jati dirinya yang merasa adalah keturunan dewa Amaterasu(dewa matahari) yang menyinari seluruh dunia. Kebanggaan inilah yang membangun suatu pemahaman,mental dan karakter jati diri mereka. Orang kristen akan mempunyai mental yang kuat, membangun karakter yang benar, yang baik, ketika salah satunya menyadari memahami siapa jati dirinya.
1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
Orang pilihan pasti memiliki kualitas lebih di dalam setiap pribadi dan kehidupan yang seringkali diri sendiri pun kurang memahami dan mengenal jati dirinya. Dengan memahami 1 Petrus 2:9, siapapun kita, apapun status sosial budaya yang melatarbelakangi kehidupan kita, tetap kita adalah umat pilihan Allah.
Efesus 2:2-10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamNya.
Tidak mungkin Allah membuat sesuatu tanpa kualitas yang luar biasa. Kualitas perabotan ditentukan oleh siapa yang membuatnya. Kita adalah buatan Allah, pilihan Allah, bukankah hal ini dahsyat? Jika pada awalnya Allah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan-Nya dimana citra diri Allah ada di dalam kehidupan manusia dan akhirnya hancur lebur oleh karena dosa, tentunya hal ini merusak jati diri kita. Kita adalah umat ciptaan yang sudah diperbaharui di dalam Yesus Kristus, sehingga dengan demikian, kesadaran akan hal ini akan menjadi suatu kontrol yang kuat di dalam diri kita menjalani kehidupan keseharian ketika kita mau melangkah, apapun pikiran yang akan memutuskan langkah-langkah kehidupan kita, tentunya ada standar yang harus dipahami, apakah langkah pikiran perbuatan saya ini sudah selaras dengan identitas saya sebagai seorang umat pilihan dan sebagai ciptaan Allah yang berkualitas? Tanpa memiliki dasar yang kuat atas kesadaran pribadinya akan membuat manusia melangkah begitu saja, arah pikiran dan perbuatannya tidak terkontrol, maka tidak heran penjara di negeri kita masih banyak dihuni oleh orang-orang Kristen karena mereka tidak memiliki kontrol yang kuat atas pemahaman jati dirinya. Jika seseorang mau memutuskan apa yang dipikirkan/dilakukan dengan memahami akan jati dirinya, ini akan menjadi rem bagi orang tersebut untuk bisa mengatur langkah kehidupannya juga akan membangun mental seorang anak Tuhan, seorang bangsa pilihan yang menjadikannya beda dengan umat yang lain.
Seringkali seorang anak bangga akan posisi jabatan bapaknya karena menunjukkan jati diri anak tersebut. Anak bupati, anak gubernur, anak jenderal dan lain lain. Tetapi kita adalah anak-anak Tuhan dimana seharusnya jati diri ini membangun mental kita sebagai seorang umat pilihan Allah yang harus mempertahankan kualitas hidup karena kita buatan Allah. Dalam kitab Kejadian dikatakan bahwa manusia diciptakan sangat baik tetapi nilai tersebut hancur setelah manusia jatuh kedalam dosa. Pemahaman tahu identitas jati diri sangat berguna dalam membangun mental dan karakter. Sampai hari ini, teruslah belajar untuk tahu, semakin tahu akan jati diri dan mengerti akan identitas kita sebagai anak Tuhan.
b. Tahu kebenaran
Hal ini sangat berguna dalam membangun kedewasaan.
Yohanes 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu
Efesus 4:14,14sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Kebenaran akan memerdekakan seseorang. Sehingga ketika orang semakin paham dan tahu akan kebenaran-kebenaran yang tertulis di dalam Alkitab yang diyakini sebagai Firman Allah yang berkuasa, orang itu makin merdeka didalam kehidupannya, makin tipis keterikatannya dengan berbagai-bagai ikatan yang ada di dunia ini termasuk ikatan budaya. Hal ini seringkali dialami oleh banyak gereja Tuhan. Di negeri ini masih banyak gereja-gereja yang sifatnya oikumenikal, perhimpunan dari kelompok-kelompok masyarakat/etnis-etnis tertentu yang hanya memfasilitasi kegiatan mereka karna hal ini sulit bagi mereka untuk melepaskan dari ikatan-ikatan kebudayaan. Masih banyaknya keterikatan-keterikatan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kebenaran masih sedikit sehingga belum mampu melepaskan dia dari berbagai bentuk ikatan, hidupnya belum benar-benar merdeka. Semakin kita mau belajar untuk mengetahui kebenaran semakin kita dimerdekakan oleh kebenaran itu.
c. Tahu kehendak Tuhan
Hal ini sangat berguna untuk menjalankan tugas pokok setiap anggota jemaat/orang kristen. Ketika kita seorang Kristen tidak tahu tentang kehendak Tuhan, seringkali kita tidak tahu harus berbuat apa. Dalam hal ini pun harus terus belajar. Tugas pokok gereja bukan hanya dirangkum dalam tritugas (koinonia,marturia,diakonia). Bersekutu, bersaksi dan melayani memang harus menjadi gaya hidup dalam seluruh aspek kehidupan. Jika kita menyadari bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, maka setiap saat kita dapat memberikan kesaksian. Karena keseluruhan hidup kita ada karena semata-mata oleh kasih karunia dari Tuhan. Sehingga tidak ada istilah orang kristen kehabisan bahan saksi. Di dalam melayani (diakonia),dalam berbagai bentuk pelayanan, layanilah sesuai dengan talenta dan jangan ada yang menganggap bahwa dirinya tidak mendapatkan talenta karena kita yang adalah tubuh Kristus sudah diberikan talenta masing-masing
2. Belajar untuk mencontoh/menjadi (Learning to be)
Setiap orang Kristen yang sudah tahu tugas pokok dan fungsinya, tahu kehendak Tuhan, penjabaran didalam kehidupan sehari-hari dia akan menjalankan fungsi hidupnya sebagaimana Tuhan kehendaki.
Matius 5:13,14 13 Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Garam dan terang mempunyai fungsi yang sangat vital di dalam kehidupan masyarakat. Garam yang sudah tidak berfungsi akan dibuang dan diinjak orang. Terang tidak mungkin disembunyikan. Dimana pun terang itu ada di situ pasti kelihatan. Selain tritugas pokok gereja, kita pun harus berfungsi sebagai garam dan terang.
2 Korintus 3:3Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Firman yang telah menyatu dalam kehidupan akan menjadi satu pijakan dalam kita menjalani kehidupan. Sehingga apa yang dikeluarkan dari kehidupan seseorang menjadi tindakan atau buah pemikiran adalah Firman karena hidup kita menjadi surat yang rela dibaca oleh semua orang. Orang yang belum pernah membaca firman Tuhan, seharusnya, dengan “membaca” hidup orang Kristen akan tahu bahwa di dalam hidup orang kristen itu ada kebenaran-kebenaran yang bersumber dari firman Tuhan. Proses belajar tidak pernah berhenti. Semakin kita harus tahu kebenaran, semakin kita tahu fungsi kebenaran itu di dalam kehidupan kita.Tidak ada orang kristen yang hidup di dunia ini tanpa berfungsi karena Tuhan sudah menetapkannya kepada tiap-tiap orang percaya.
Belajar untuk mencontoh, yaitu mencontoh Yesus untuk dapat menjadi seperti Yesus. Hidup kekristenan itu terus melalui pelatihan dan belajar untuk sampai memiliki target akhir menjadi seperti Kristus.
Matius 11:29Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Belajar kepada Yesus sehingga sampai kepada target.
Roma 8:29Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, anak-Nya itu menjadi yang sulung diantara banyak saudara.
Jika hari ini kita belum serupa dengan Kristus, maka harus terus belajar makin hari makin serupa dengan Kristus. Tugas seorang murid tidaklah mudah, maka harus terus belajar. ketika seseorang berjalan dibelakang seseorang, pandangan dan fokusnya pasti kepada orang yang ada di depannya dengan memperhatikan semua yang dilakukannya untuk dicontoh, semua yang diucapkannya untuk ditanggapi dan disikapi. Belajar untuk mencontoh Yesus berarti berjalan di belakang Yesus, memandang perilaku dan ucapan Yesus yang menjadi fokus kehidupan kita. Tidak ada pribadi lain yang menjadi pusat keteladanan kita.
3. Belajar untuk berkarya (Learning to do)
Hal ini berarti memiliki kehidupan yang berbuah. Seorang murid ada saatnya menghadapi ujian baik dalam bentuk praktek maupun tertulis. Supaya ini dapat menjadi tolak ukur sejauh mana dia mampu menangkap segala apa yang dipelajari. Seringkali hidup kekristenan mendapat ujian untuk diketahui seberapa banyak buah roh yang dihasilkan didalam menjalani hidup kekristenan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari pekerjaan Roh Kudus yang berkarya di dalam kehidupan kita. Untuk dapat menghasilkan buah roh dalam kehidupan, maka manusia dan Roh kudus bekerja sama. Roh kudus berkarya dan kita rela untuk Dia mengerjakan di dalam kita, maka akan menghasilkan buah roh. Kita tidak akan melangkah tanpa memahami kebenaran sebab Roh kudus akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran. Jangan pernah menghindar ketika kita diuji sebagai orang kristen. Belajar untuk berkarya memiliki dampak yang sangat luas di dalam pelayanan kita sebagai bagian dari gereja. Memiliki kehidupan kristen yang berbuah adalah sangat penting. Hal ini menunjukkan tingkat kedewasaan kita.
Yohanes 15:16bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Karena setiap orang kristen untuk menghasilkan buah, itu bukan atas kehendaknya sendiri tetapi sudah di atur Tuhan sendiri yang sudah memilih kita. Alkitab mengatakan bahwa usia manusia sampai 70 tahun saja, maka hidup harus dimaksimalkan untuk berkarya seperti rasul Paulus yang berkata “aku sudah mengakhiri pertandingan dengan baik”. Ada satu target sampai ketemu Tuhan Yesus dan berjuang sampai nafas terakhir.
4. Belajar untuk bersama (Learning to together)
Kebersamaan sebagai tubuh Kristus untuk dapat menghasilkan satu prestasi. Banyak orang Kristen tidak mampu bersosialisasi dengan baik bahkan bekerja sama satu dengan yang lainnya karena kurangnya kesadaran bahwa hidup kekristenan terikat dalam satu kebersamaan yang tidak bisa dihindari. Konteks satu tubuh dari atas sampai kaki terikat dengan sistem saraf yang saling berhubungan. Kesempurnaan di dalam satu tubuh membangun keseimbangan dan keselarasan dalam rangka untuk mencapai hasil karya yang maksimal. Di dalam hidup bergereja semuanya harus merasa bertanggung jawab untuk mencapai program gereja yang sudah ditetapkan. Gereja yang kudus dan am (gereja yang satu) menjadi doa Tuhan Yesus yakni menjadi saksi di tengah-tengah dunia ini. Hal Ini menjadi harapan kita bersama agar tidak pasif sebagai anggota gereja. Jangan pula ada yang iri terhadap peran serta tubuh Kristus yang lain yang dipakai lebih banyak karena masing-masing punya peran. Seringkali kecemburuan dalam pelayanan adalah tanpa alasan. Ini adalah tanda-tanda yang tidak baik didalam pertumbuhan gereja. Rancangan Tuhan sudah diatur sedemikian rupa, masing-masing punya kekhususan sampai semua dapat berjalan dengan baik. Sehingga semakin kita memahami konsep ini semakin kita dapat bekerjasama di dalam pelayanan perkembangan tubuh Kristus. Yang muda harus memiliki keterbebanan didalam pelayanan. Yang tua dapat berdoa bagi pelayanan yang ada karena dalam pelayanan gereja ada 3 hal utama yaitu Doa, Daya, Dana. Jika sudah tidak kuat daya dan dana, saudara pun masih dapat berdoa. Mari terus belajar untuk menjadi murid-murid Yesus yang sejati.
Pdt. Samuel Agung Santoso, M.Th
Rapat Pembentukan Pengurus dan Program Kaum Remaja
GppsPalu – Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus masih memberi kesempatan kepada kaum remaja GPPS Jemaat Palu untuk melayani Tuhan di bidang pelayanan kaum remaja. Sebelum memulai segala aktivitas pelayanan kaum remaja terlebih dahulu para pengurus kaum remaja dibekali dengan bimbingan serta nasihat dari Tim Penggembalaan yang diwakili oleh Ps. Lea Novitasari Sth, MA. Agar dalam pelayanan murni untuk kepentingan Tuhan dan bukan untuk kepentingan pribadi.
MERENCANAKAN MASA DEPAN BERSAMA TUHAN
GppsPalu – Lukas 12:16-20 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Yakobus 4:13-16Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
Firman Tuhanbaik dalam Amsal 23:18maupunYeremia 29 : 11, berkata sangat jelas mengenai masa depan, yaitu masa depan yang penuh dengan harapan. Tuhan tidak pernah memakai istilah-istilah atau ungkapan-ungkapan mengenai masa depan seperti yang biasa digunakan dunia pada umumnya, seperti “masa depan cerah”, “masa depan terang”, “masa depan gemilang”, dsb. Istilah tersebut diatasmerupakan kalimat ungkapan yang relatif bentuknya. Bagi orang yang tidak memahaminya,bisa salah memaknai artinya,apalagi bila kalimat ungkapan ini tidak dijelaskan secara mendalam.
Ketika Tuhan berbicara soal masa depan, maka Tuhan berbicara soal harapan yang bentuknya nyata, yang seharusnya bisa diraih atau dicapai. Harapan berkaitan langsung dengan manusia itu sendiri, yaitu kita yang terlahir sebagai manusia lahiriah sekaligus manusia rohani, yang sedang menjalani kehidupan. Kitalah yang seharusnya memiliki harapan-harapan untuk masa depan. Masa depan kita sebagai orang percaya sudah Tuhan sediakan, karena sudah menjadi bagian Tuhan untuk menyediakan masa depan yang penuh harapan bagi kita anak-anakNya. Bagian kita sebagai orang percaya adalah memiliki suatu harapan, karena sebuah masa depan dimulai dari setitik harapan, jadi kalau seseorang tidak memiliki harapan berarti sama artinya orang tersebut tidak memiliki masa depan.
Sebagai manusia lahiriah kita memiliki unsur jiwani yang mengendalikan kehidupan kita sehari-hari, yaitupikiran, kehendak dan perasaan. Unsur jiwani tersebut harus dipulihkan terlebih dahulu, supaya maksud Tuhan mengenai masa depan yang penuh harapan tidakkita jalani atau lakukan menurutpikiran, perasaan, kemauan dan kehendak kita sendiri, karenakecenderungan manusia memiliki harapan hanya dari apa yang sudah dimilikinya saat ini, atau apa yang bisa dia andalkan, misalnya seseorang memiliki kekayaan atau suatu kekuatan secara fisik, maka hal itulah yang dia andalkan agar harapannya dapat terwujud, padahal alkitab berkata harapan manusia itu seperti benang laba-laba yang tidak memiliki kekuatan.Apa yang kita harapakan tentunya tergantung bagaimana pemahaman kita tentang masa depan yang Tuhan sediakan. Tiap orang memiliki persepsi berbeda-beda tentang masa depan, padahal sudah jelas masa depan yang penuh harapan itu tergantung dari apa yang kita sendiri harapakan.
Konsep Masa Depan Menurut Firman Tuhan
Konsep masa depan sebagai orang percaya perlu kita pahami menurut firman Tuhan, ketika dunia mengatakan tentang masa depan cerah, umumnya adalah soal menjadi kaya, terkenal, berkuasa, atau memiliki kedudukan karena suatu jabatan. Hal-hal lahiriah tersebut cenderung kepada kehidupan duniawi dan selalu menjadi konsep masa depan manusia pada umumnya. Ada kalanya sebagian orang percaya juga memilki konsep seperti itu tentang masa depan sehingga menjadi sama dengan orang dunia, yaitu berorientasi pada pencapaian dalam hal-hal lahiriah/materi,konsep ini sangat berbahaya, karena sebagian besar orang percayamemiliki pola pikir yang konyol, yaitu menjadi orang percaya atau menjadi orang Kristen hanyauntuk merubah nasib selamahidup dunia, untuk menjadi kaya dan memiliki segala hal-hal di dunia yang sifatnya materi, hal ini akan membuat seseorang menjadi materialistis, dan ketika dia sampai kepada puncak keberhasilan, akan membawanya kepada kehidupan yang penuh ketamakan.Padahal yang harus kita miliki adalahnilai-nilai kebenaran yang hakikiuntuk menjalani hidup kedepan, sehingga kita tidak membuat suatu konsep keberhasilan dengan filosofi dunia pada umumnya.
Dalam perjalanan hidup kita, yang perlu kita pertahankan adalah hidup yang berkenan di hati Tuhan, supaya semua yang sudah Tuhan janjikan dapat kita miliki dan nikmati karena kita berhak menerima janji itu. Tuhan akan memberkati kita dengan materi jika kita memiki tujuan menggunakan materi/kekayaan itu untuk kepentingan Tuhan, bukan untuk keinginan-keinginan supaya disegani, dihormati dandipandang oleh orang lain.
Dalam kisah orang kaya yang bodoh dalam Injil Lukas yang telah kitabaca,secara intelektual dia bukanlah orang yang bodoh dalam hal mengatur pekerjaannya, terbukti dia memiliki manajemen dan perencanaan yang baik dalam mengatur hartanya, tetapi dia dikatakan bodoh oleh alkitab, karena konsepnya tentang masa depan hanyalah tentang materi sehingga menjadi tamak dan congkak.
1 Timotius 6:9-10 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Sebagai orang percaya, kita dilarang untuk menjadi kaya, karena kekayaan bagi orang percaya sudah Tuhan sediakan, bahkan sudah Tuhan rencanakan karena Tuhan menetapkan kita menjadi kepala, terus naik dan bukan turun dan untuk diberkati berlimpah-limpah. Keinginan menjadi kaya bisa membawa kita untuk menjadi sombong, ketika konsep masa depan kita adalah tentang kekayaan maka akan sama dengan konsep duniawi, tetapi jika sesuai firman Tuhan yaitu penuh dengan harapan, maka kita tau kita akan menghadirkan harapan sesuai kehendak Tuhan, bukan lagi sekedar untuk jadi kaya.
Merencanakan Masa Depan Bersama Tuhan
Ketika kita sudah memiliki konsep yang benar mengenai masa depan, maka sekarang kita perlu merencanakannya bersama Tuhan. Ada kalanya orang percaya sudah merencanakan bersama Tuhan, yaitu dengan menyertakan Tuhan dalam setiap perencanaan ataupun pekerjaan yang dilakukan, tetapi apa yang menjadi bagian kita yaitu bekerja dengan mengerahkan seluruh kemampuan intelektual dan potensi yang kita miliki tidak kita lakukan dengan maksimal, padahal dalam diri kita masing-masing terdapat minimal 1 talenta, itulah yang harus kita gunakan untuk bekerjasama dengan Tuhan demi meraih masa depan. Inilah yang membuat kegagalan dalam hidup kita, karena kita tidak melakukan apa yang menjadi bagian kita.
Orang fasik justru memakai semaksimal mungkin hal-hal yang ada dalam dirinya, sampai hidupnya berhasil,sehingga banyak orang-orang percaya yang sakit hati melihat keberhasilan orang fasik tersebut. Mengapa orang fasik bisa dikatakan berhasil? itu tergantung dari konsepnya tentang keberhasilan itu seperti apa, dan walaupun dikatakan “berhasil” kembali lagi apakah keberhasilan itu sesuai dengan kehendak Tuhanatau tidak.
Firman Tuhan berkata, jangan pernah sakit hati terhadap kekayaan/keberhasilan orang fasik. Ini yang harus kita pahami, mana yang menjadi hukum Tuhan dan mana hukum alamiah. Contoh hukum alamiah adalah siapa yang rajin maka dia menjadi kaya, dan siapa malas akan menjadi miskin. Hal inilah yang menyebabkan ada orang percaya yang berpikir bisa berhasil walau tanpa melibatkan Tuhan, sehingga mengandalkan kekuatannya sendiri dalam merencanakan masa depannya.
Yang Tuhan kehendaki dari kita sebagai orang percaya, dari pembacaan dalam Lukas dan Yakobus diatas adalah :
1. Jangan menjadi tamak, seperti orang kaya yang bodoh
2. Jangan menyepelekan Tuhan dalam merencanakan masa depan dan jangan pernah meninggalkan Tuhan.
Saat ini kita semua sedang menuju masa depan, dan jangan pernah mencoba untuk tidak melibatkan Tuhan dan coba memakai konsep duniawi untuk meraih masa depan, supaya kemurahan Tuhan terus berlimpah atas kehidupan kita.
Mazmur 127:1-2 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
Pdt. R.F.Martino
Rapat Pembentukan Pengurus dan Program Kelompok Sel (KOMSEL)
GppsPalu – Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus masih memberikan kesempatan kepada kita untuk melayani-Nya dalam pelayanan komsel. Sebelum rapat dimulai terlebih dahulu Bapak Ps. R. F. Martino memberikan bimbingan kepada para PKS (Pembimbing Kelompok Sel).






Rapat Pembentukan Pengurus dan Program Kaum Muda
GppsPalu – Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus masih memberi kesempatan kepada kaum muda GPPS Jemaat Palu untuk melayani Tuhan di bidang pelayanan kaum muda. Sebelum memulai segala aktivitas pelayanan kaum muda terlebih dahulu para pengurus kaum muda dibekali dengan bimbingan serta nasihat dari Tim Penggembalaan yang diwakili oleh Ps. Lea Novitasari Sth, MA. Agar dalam pelayanan murni untuk kepentingan Tuhan dan bukan untuk kepentingan pribadi.
MENCAPAI MASA DEPAN YANG CERAH
GppsPalu – Keluaran 19:3-6“Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu diatas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguhmendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”
Sebagai orang percaya mungkin kita bertanya, “Mengapa saya sudah dekat dengan Tuhan namun masalah belum selesai?”. Sebagai manusia, masalah tetap ada dan harus kita hadapi namun kita bersyukur bahwa di dalam Tuhan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Antara Takdir dan Berkat
– Hidup adalah sebuah perjalanan dan perjalanan hidup itu menuju ke masa depan
– Orang yang berharap masa depan dari TAKDIR akan menyia-nyiakan perjalanan hidupnya, tetapi
– Orang yang berharap masa depan dari BERKAT TUHAN, ia akan memanfaatkan perjalanan hidupnya.
Berharap takdir membawa masa depan suram (MADESU), berharap berkat Tuhan membawa masa depan cerah (MADECER).
I. MENCAPAI MASA DEPAN CERAH
1. Berjalan dari permulaan yang pasti. Apakah permulaan yang pasti itu? Perenungan terhadap perjalanan masa lampau.
“Kamu sendiri TELAH MELIHAT apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku TELAH MENDUKUNG kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” (Ay 4)
Saat itu orang Israel baru 3 bulan keluar dari Mesir, Tuhan berkata kepada mereka bahwa mereka telah melihat sendiri apa yang Tuhan telah lakukan untuk menolong mereka.
Bangsa Israel telah melihat:
Allah bertindak membalas perbuatan jahat orang tidak percaya (Kel 5-12)
1. Air menjadi darah (7:19)
2. Katak-katak menutupi tanah Mesir (8:1-6)
3. Segala debu tanah menjadi nyamuk (8:16-17)
4. Lalat pikat memenuhi Mesir (8:24)
5. Seluruh ternak mati karena penyakit sampar (9:6)
6. Manusia dan binatang kena barah (9:8-11)
7. Hujan es menimpa manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan (9:22-25)
8. Belalang meliputi seluruh Mesir (10:13-15)
9. Gelap gulita 3 hari di Mesir (10:22-23)
10. Semua anak sulung manusia dan hewan mati (12:29-30)
Kita perlu merenungkan apa yang kita capai hari ini semua karena pertolongan Tuhan, dukungan Tuhan, bukan karena kekuatan kita.
Bangsa Israel telah melihat segala mujizat Tuhan namun sayangnya mereka bersungut-sungut setiap alami masalah. Mereka curiga kepada Tuhan. Mereka menuduh Tuhan mau membunuh mereka di padang pasir. Akibatnya sebagian besar dari mereka gagal mencapai tanah perjanjian. Hanya 2 orang dari generasi pertama yang mencapai tanah perjanjian yaitu Yosua dan Kaleb. Saat alami kesulitan atau masalah, bersyukurlah, katakan “Puji Tuhan” karena justru saat mengalami kesulitan kita akan melihat mujizat Tuhan.
2. Berjalan dengan pedoman yang pasti.
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku,…” (ay 5a)
Untuk mencapai masa depan yang cerah kita harus berpegang pada PEDOMAN YANG PASTI, yaitu Firman Tuhan:
a. Bersedia sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan.
b. Bersedia sungguh-sungguh berpegang pada perjanjian Tuhan.
Jangan bimbang! Mengapa?
* Orang yang hidup dalam kebimbangan akan terus menerus bolak balik pada dunianya masa kini.
* Orang yang hidup dalam kebimbangan akan terus menerus berada jauh dari masa depan cerah.
Jurumudi kapal laut tidak melihat apa yang di bawah haluan kapal, tetapi terus melihat posisi jarum pada kompas apakah sesuai dengan arah yang sudah ditetapkan. Saat jurumudi diberitahu tujuan berada di sekian derajat bujur Timur, maka jurumudi harus selalu mengarahkan kapal ke arah tersebut, jika ia salah mendengar instruksi dan mengarahkan kapal ke sekian derajat bujur Barat, maka kapalnya takkan sampai ke tujuan.
Begitupun dalam hidup kita. Firman Tuhan adalah kompas dalam hidup kita sebagai pedoman yang pasti.
3. Berjalan ke pengharapan yang pasti.
Setelah memiliki permulaan yang pasti, memiliki pedoman yang pasti, kita harus terfokus pada pengharapan yang pasti dan berjalan ke pengharapan yang pasti. Apa pengharapan itu? Orang percaya pasti menjadi harta kesayangan Tuhan.
“…kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” (ay 5b-6)
Jangan mudah tergoda dengan hal-hal yang dapat membelokkan fokus kita pada pengharapan yang pasti di dalam Tuhan.
Kita perlu memiliki perenungan terhadap perjalanan masa depan, bahwa kita pasti akan:
– Menjadi harta kesayangan Tuhan (ay 5b)
– Menjadi kerajaan imam (ay 6a)
– Menjadi bangsa yang kudus (ay 6b).
Jika kita menjadi harta kesayangan Tuhan maka kita pasti akan mengalami perlakuan istimewa. Perlakuan istimewa untuk harta kesayangan:
– Dibeli dengan uang yang istimewa
– Disimpan baik-baik dalam tempat istimewa
– Dipakai pada acara yang istimewa
– Dipelihara secara istimewa
II. CAPAILAH MASA DEPAN CERAH
1. Berjalan dari permulaan yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa lampai, bukti Tuhan sudah lakukan.
2. Berjalan dengan pedoman yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa kini, bukti Firman Tuhan tidak keliru.
3. Berjalan ke pengharapan yang pasti: Perenungan terhadap perjalanan masa depan, bukti janji Tuhan akan diberikan.
Pdt. Arnold Tindas













