This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

RANCANGAN MASA DEPAN YANG PENUH HARAPAN

GppsPalu – Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.Amsal 23:18
I. PELAJARAN DARI PADANG GURUN
Bangsa Israel mengalami penindasan yang sangat hebat di Mesir sehingga mereka berseru-seru kepada Tuhan. Maka Tuhan berfirman dalam Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Tuhan menuntun mereka ke tanah perjanjian, namun di negeri tersebut hidup orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus. Saat orang Israel datang ke tanah tersebut, bangsa-bangsa tersebut tidak langsung melarikan diri namun bangsa Israel harus menumpas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah tersebut. Begitupun janji Tuhan dalam kehidupan kita. Saat Tuhan menjanjikan masa depan penuh harapan, tidak terjadi secara otomatis, namun ada prosesnya. Sebenarnya jalan dari Ramses di Mesir ke tanah Kanaan tidak jauh, namun Tuhan membawa mereka berputar-putar dulu di padang gurun selama berpuluh-puluh tahun. Perjalanan tersebut tidak mudah karena mereka harus berjalan kaki dan saat malam tiba mereka harus berkemah. Mengapa Tuhan membawa mereka melalui padang gurun?
Ulangan 8:1-10 Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. Dari ayat diatas kita mengetahui apa tujuan Tuhan membawa bangsa Israel melalui padang gurun:
1. Merendahkan hatimu untuk membuat engkau mengerti bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti tetapi dari Firman Tuhan
2. Untuk mengetahui apakah engkau taat atau tidak.
3. Untuk mengajari engkau.Di padang gurunlah Tuhan mengajar bangsa Israel. Apa yang Tuhan ajar kepada bangsa Israel selama mereka berada di padang gurun?
– Mengenai 10 hukum Taurat. Di Mesir dalam perbudakan mereka boleh menyembah anak lembu emas, boleh incest (menikah dengan saudara kandung), dll. Jadi di padang gurunlah Tuhan menyucikan mereka, mengisi pikiran mereka dengan Firman Allah, mengubah pola pikir mereka
– Mengenai Kemah Suci dan Korban Persembahan.
Mereka baru keluar dari Mesir dan belum tahu bagaimana cara menyembah Tuhan. Maka Tuhan mengajari mereka
– Hari-hari raya
Tuhan mengajari mereka tentang hari-hari raya supaya mereka tidak mengingat perayaan-perayaan di Mesir melainkan supaya mereka mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan. 4. Ketetapan dan Peraturan lainnya. Jadi mereka dipersiapkan di padang gurun karena di tanah Kanaan ada tantangan yang lain, salah satunya penyembahan berhala. Demikianlah dalam perjalanan kehidupan kita. Tuhan mempersiapkan dan mengajar kita dalam pengalaman padang gurun.
II. APA RESPON BANGSA ISRAEL?
1. Bersungut-sungut, mengomel, mengeluh, menggerutu
Dalam Alkitab tercatat bahwa secara massal bangsa Israel mengeluh kepada Tuhan 10 kali, belum termasuk pengeluhan pribadi (perorangan). Hal bersungut-sungut ini kelihatannya kecil namun menyedihkan hati Tuhan. Bukankah kita pun kadangkala atau mungkin seringkali demikian? Mengeluh saat hujan, mengeluh saat lapar, dll. Tuhan mengajar umat-Nya untuk meminta kepada Allah, bukan bersungut-sungut.

2. Tidak percaya
Musa memberitahu mereka bahwa janji akan tanah perjanjian itu akan digenapi dalam hidup mereka. Saat tanah Kanaan sudah didepan mata dan mereka mengutus 12 pengintai yang merupakan tua-tua/orang yang “rohani” di kalangan mereka, ternyata 10 orang pengintai melaporkan hal-hal negatif. Padahal mereka selama ini sudah melihat mujizat-mujizat Tuhan, bagaimana secara ajaib Tuhan telah melepaskan mereka dari perbudakan Mesir dan secara ajaib Tuhan memelihara mereka, dan mereka pun sudah dimuridkan selama di padang gurun. Apa dampak negatif dari dosa bersungut-sungut?

a. Sifat dosa bersungut-sungut (mengeluh, menggerutu, mengomel) itu sekalipun kecil namun menular, mempengaruhi orang lain, membuat orang lain berdosa. Bilangan 13:25-33, 14:1-4 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.” Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami. Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.
Hal ini ditulis supaya kita belajar. Apa yang Tuhan tidak suka jangan kita lakukan. Perkataan sungut-sungut dari 10 pengintai itu akhirnya mempengaruhi semua bangsa Israel.

b. Dapat memutarbalikkan keadaan (menolak berkat Tuhan). Tuhan sudah tahu jika mereka langsung menuju tanah Kanaan tanpa melalui padang gurun, mereka bisa langsung dengan mudahnya kembali ke Mesir, maka Tuhan membawa mereka berputar di padang gurun. Dan karena mereka bersungut-sungut maka generasi pertama dari mereka (kecuali Yosua dan Kaleb) mati di padang gurun.

3. Tidak sabar

4. Melawan Allah dan Musa
Bilangan 21:4-5 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.

Mereka berkata bahwa mereka muak dengan Manna (roti dari surga). Bagaimana dengan makanan kita di rumah? Apakah kita suka mengeluh? Apa Akibatnya? Bilangan 14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.
Pengeluhan-pengeluhan kita dalam hidup sesungguhnya merupakan pengeluhan yang tertuju kepada Tuhan. Padahal janji-janji Tuhan bukan hanya berkat jasmani namun juga berkat rohani (berkat damai sejahtera, sukacita, dll).

III. SIKAP YANG BENAR
1. Memiliki roh yang berbeda dengan dunia
Bilangan 14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. (Bahasa inggris: Caleb has a different spirit = Kaleb memiliki roh yang berbeda). Sekalipun mereka ada di tengah-tengah bangsa yang suka bersungut-sungut, namun Kaleb dan Yosua memiliki roh yang berbeda: mereka memperkatakan perkataan-perkataan iman/perkataan positif. Di tengah orang yang suka mengomel, kita harus memperkatakan perkataan positif/iman. I Yoh 4:4 berkata bahwa Roh Kudus didalam kita lebih besar dari roh-roh yang ada di dunia ini. Kaleb dan Yosua berani mengambil sikap yang berbeda, tidak kompromi dengan sikap yang salah pada mayoritas.
Bilangan 14:6-9 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka. Mungkin kita minoritas di lingkungan kerja, namun kita bersyukur bahwa sebagai orang percaya kita berjalan di dalam janji-janji Allah.

2. Kaleb berpikir positif dan optimis, tidak tawar hati melihat raksasa. Kaleb berkata, “Kita pasti akan mengalahkannya!” Keteguhan Yosua dan Kaleb pada janji Allah menyenangkan hati Allah. Yosua dan Kaleb adalah pribadi yang merespon proses penyucian Allah di padang gurun sehingga mereka berhasil masuk dalam tanah perjanjian, bahkan Kaleb mendapat warisan di tanah kanaan. Sedangkan sisa generasi pertama tidak masuk dalam tanah perjanjian karena mereka tidak lulus proses di padang gurun.

Bilangan 13:30 Tetapi Kaleb menenangkan hati orang-orang yang mengeluh kepada Musa. Kata Kaleb, “Negeri itu harus kita serang dan kita rebut sekarang juga, karena kita cukup kuat untuk mengalahkannya

Bilangan 14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.

Ulangan 28:9 TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Janji Allah dimeteraikan dengan darah Kristus, dan akan kita alami jika kita menaati segala kehendak Allah. Yesus adalah Raja dan Tuhan (penguasa tunggal). Jadi ada pergantian kekuasaan dari diri kita kepada Allah. Posisi dan pengaruh Allah harus lebih besar dalam hidup kita. Sedangkan pengaruh dari keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup lebih kecil pengaruhnya jika Tuhan benar-benar menjadi raja dan Tuhan dalam hidup kita.

Agar tidakbersungut-sungut
– Disiplinkan pikiran untuk berpikir positif dan ambil hikmahnya
– Jadikan bersyukur menjadi gaya hidup dalam menghadapi segala situasi

Pdt. Milkha Potuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *