This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Mengantisipasi Berkat-berkat Tuhan di Masa Depan

GppsPalu – Amsal 22:29 Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan dihadapan orang-orang yang hina.

2 Timotius 2:20, 21 20Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Ada Bagiannya Tuhan ada Bagiannya Manusia
Hal ini perlu kita pahami yaitu bahwa jaminan tentang masa depan penuh harapan yang dijanjikan Tuhan adalah sesuatu yang pasti dan tidak dapat diragukan. Karana penerima janji ini adalah oknum pribadi yang adalah seorang percaya maka pribadi tersebut perlu mengantisipasinya.
Sebagai orang percaya, sebenarnya kita tidak perlu lagi membahas tentang “Apakah Tuhan memberkati?”, “Apakah Tuhan campur tangan?,Apakah Tuhan buka jalan?, dll. Tidak ada satu pun yang dapat kita ragukan mengenai apa yang menjadi tanggung jawab/bagiannya Tuhan terhadap umat-Nya yang sudah ditebus oleh darah Yesus Kristus di atas kayu salib, sebab kita tahu bahwa semuanya ituTuhan sudah sediakan.
Alkitab menekankan bahwa masa depan yang penuh harapan tidak bisa dipisahkan dengan oknum orang percaya, apa yang dia harapkan dari Tuhan dan bagaimana dia menggantungkan segala harapannya hanya kepada Tuhan bukan kepada manusia. Jadi, sangatlah jelas bahwa ada bagiannya Tuhan yang menyediakan masa depan, ada orang percaya yang melakukan bagiannya, yaitu bagaimana dia bisa mencapai masa depan ini baik yang ada di dunia, terlebih untuk yang bersifat kekekalan.Urusan akhirat Tuhan sudah bereskan, yaitu bahwa barangsiapa yang percaya dan menerima Kristus secara pribadi dalam kehidupannya, ia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Tapi kehidupan di dunia adalah suatu pergumulan setiap hari dalam segala macam bentuk yang kita hadapi setiap hari.

Ketidaksiapan Orang Percaya Dalam Menerima Berkat Tuhan
Kepastian akan masa depan yang penuh harapan adalah sesuatu yang pasti, sehingga kita perlu mengantisipasinya. Dalam Alkitab sangat jelas apa saja yang Tuhan siapkan dan sediakan untuk menjadi bagian kita, untuk kita miliki dan nikmati di masa depan selama di dunia.Sangat jelas apa isinya yaitu mulai dari kehidupan lahiriah, kebutuhan sehari-hari, sampai kepada hidup yang berkelimpahan, status diri, posisi, dll. Hanya saja yang disayangkan adalah bahwa sebagian besar orang tidak siap untuk menerima masa depan yang penuh harapan itu dengan berkat-berkat yang berlimpah.
Inilah yang perlu kita cermati dan waspadai bahwaIblis bisa mengadakan suatu penerobosan melalui hal-hal rohani. Tipu muslihat Iblis yang bentuknya rohani, iniadalahhal yang aneh.. Kalau Iblis tidak punya kemampuan menerobos, maka tidak akan muncul yang namnaya cult (bidat), yang ada hanyalah okultisme. Contoh sederhana, kita tidak perlu kuatir dengan orang yang tidak suka berdoa. Tidak perlu kuatir dengan orang-orang yang tidak suka membaca Alkitab, karena mudah sekali bagi Tuhan untuk membuat orang tersebut untuk mencari firman. Tapi justru keanehan yang sering muncul tetapi tidak disadari pada orang-orang yang tekun,diluar nampaknya setia, rohani,tetapi tidak menyadari bahwa yang dia lakukan hanyalah bagian sebuah rutinitas.
Orang lebih siap berdoa daripada menerima jawaban doa. Langkah iman yang diambil memang sudah tepat, yaitu: ada sesuatu terjadi lari kepada Tuhan lewat doa, tetapi aneh karena saking sukanya berdoa, Tuhan sudah jawab dia masih.Seharusnya hal ini seimbang, kalau tidak seimbang ini berbahaya karena Iblis dapat mengambil kesempatan lebih lanjut. Hal ini bukan hanya terjadi secara umum tetapi terjadi dalam kehidupan kita pribadi. Bukan berarti kita harus berhenti berdoa, tetapi antisipasi apa yang kita lakukan sebagai orang percaya ketika Tuhan menjawab doa kita, apakah ketika Tuhan sudah menjawab doa, justru hal ini merusak kehidupan rohani kita? Banyak yang terjadi seperti itu. Tuhan memberkati dan menjawab doa kita bukan untuk menghancurkan rohani kita tapi kenapa anak-anak Tuhan imannya kemudian hancur setelah ia menerima jawaban doa? Karena ia tidak siap menerima jawaban doa dan ia tidak melakukan antisipasi sebelumnya makaIblispunmengambil kesempatan untuk menghancurkannya.
Pertanyaan yang sangat sederhana untuk bisa kita jawab mengenaihidup sehari-hari. Ketika seseorang belum punya apa-apa, segala-galanya tidak ada, kondisinya sangat memprihatinkan tetapi ada keinginan yang ingin dilakukan tapi apa daya karena tidak punya apa-apa sehingga hanya dapat turut mendoakan dan tidak bisa mengulurkan tangan apa pun, kemudian karena orang tersebut berdoa dan Tuhan menjawab, karena ada ayat yang mengatakan “mintalah maka akan diberi” apakah itu akan lebih memberkati ketekunan kesetiaan pengiringan dan pelayanan orang itu kepada Tuhan?
Seorang bujang berdoa untuk pasangan hidup, setelah Tuhan menjawab dan iapun menikah. Setelah menikah, apakah kehidupan rohani dan pelayanan mereka lebih meningkat atau malah menurun?
Seorang nona, pemain musik piano digereja, sangat setia, aktif di gereja, sampai-sampai ibu gembala berpikir bahwa sayang kalau nona ini mendapat sembarang orang untuk menjadi jodohnya, dan ia berpikir yang cocok baginya adalah seorang pendeta. Maka ibu gembalapun mengadakan pendekatandengan nona tersebut. Setelah dia dekati kemudian nona ini pun curhat yang kesimpulannya adalah alasan ia tekun, rajin dan selalu sungguh-sungguh melayani adalah agar supaya Tuhan mendengar doanya, karena ada seorang pemuda yang ia taksir. Pada saat ia mengungkapkan pergumulannya agar Tuhan jawab doanya, ibu gembala pun mengurungkan niatnya. Sangat disayangkan, setelah selesai menikah, nona dan pasangannya tersebut lenyap dari pelayanan bahkan gereja.
Banyak orang percaya yang memulai pernikahannya di rumah Tuhan untuk diberkati tapi sesungguhnya itu adalah hari terakhir mereka menginjakkan kakinya di gereja.

Berkat Menjadi Kutuk
Perhatikanlah ketekunan Saudara dalam Tuhan! Ketika kondisi masih susah dan sekarang sudah senang dan diberkati, apakah ketekunan itu lebih meningkat atau sebaliknya? Atau pelayanan Saudara mulai hilang satu persatu? Bukan karena diberhentikan tapi karena saudara sendiri yang meninggalkan pelayanan itu?
Apa yang dapat kita pahami ketika sudah sampai di masa yang Tuhan janjikan? Masa dimana kita sudah memiliki apa yang kita harapkan dan sudah menikmati segala berkat Tuhan? Dahulu kita masihberjalan kaki datang kegereja dan sekarang sudah naik mobil/ naik motor.Ada banyak keterbatasan ketika kita belum memiliki kendaraan, sehingga tidak dapat berbuat lebih banyak juga untuk Tuhan. Tetapi setelah memiliki kendaraan, apakah hal itu lebih memberkati kehidupan rohani? Atau membuat rohani/pelayanan kita lebih merosot? Bagaimana dengan Saudara yang sudah berkeluarga dan diberkati dengan anak-anak yang harus Saudara jaga, apakah semua itu menjadi alasan bahwa Saudara tidak dapat seaktif sebelum berkeluarga?
Gereja ditempat ini selalu menekankan harus ada keseimbangan. Jika pelayanan kita merosot itu berarti kita tidak mengantisipasi berkat Tuhan sebelumnya. Ketika kita tidak mempersiapkan diri dan tidak cakap mengantisipasi segala berkat-berkat Tuhan yang diberikan, perjalanan hidup kita kedepan akan berbahaya. Iblis akan mencari peluang untuk menerobos. Pergumulan hidup tidak hadir hanya dalam bentuk kesukaran, kesusahan dan penderitaan, hidup makmur pun adalah pergumulan iman yang tidak mudah. Kita tidak boleh membiarkan Iblis merubah berkat menjadi kutuk atau menjadi sesuatu yang mencelakakan kita. Amsal Salomo menuliskan bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya dan di dalamnya tidak ada duka. Hal inilah yang harus diantisipasi supaya jangan berkat-berkat di dalam dunia ini yang dalam berbagai jenis bentuknya merusak tubuh, jiwa dan roh.

MenemukanKeberadaanDiriSendiri
Masa depan sudah pasti karena disediakan bagi kita. Bagaimana mempersiapkan diri dengan segala keberadaan kita memasuki masa depan itu?
Sebelum umat Tuhan masuk ke negeri perjanjian Kanaan,Tuhan mewanti-wanti mereka dan mengingatkan mereka dengan begitu rupa supaya mereka mengantisipasi, mempersiapkan diri masuk ditanah perjanjian. Banyak kali Tuhan memperingatkan mereka supaya mereka mempersiapkan diridenganmembuat tanda didalam diri tiap-tiap pribadi supaya pada saat mereka melihat tanda itu, mereka tahu diri dihadapan Tuhan dan tahu membawa diri diantara sesama.
Kita jugaperlu memahami ketetapan-ketetapan firman Tuhan. Apa saja yang harus dipersiapkan?
Bagi Bapak/Ibu yang mempunyai anak, mengapamerekaharusdisekolahkan? Alasannya sudah pasti untuk masa depan.
Salah satubentukantisipasiadalahdenganmenemukanterlebihdahulukeberadaandirisendiri.Bagaimana keberadaan hidup Saudara dalam segala hal? Dapatkah pribadi Saudara menjawab setiap tantangan-tantangan hidup yang ada di depan?Dapatkahkitamenghadapi situasi kondisi di dalam rumah masing-masing? Kadangkala kita butuh orang lain untuk menemukan tentang diri kita menurut pemandangan mereka, apa dan bagaimana diri kita? Pembentukan karakter bukan hanya dalam memberikan ilmu-ilmu, tetapi setelah diberi pengetahuan kemudian dipraktekkan. Karena yang kita hadapi bukan hanya dirumah melainkan juga di tempat kerja.
Bayangkan apa yang Saudara inginkan untuk masa depan? Taruhlah itu dihati dan pikiran? Apa yang Saudara inginkan dari diri saudara, dari tempat saudara bekerja, keluarga/rumah tangga saudara? Pelayanan dan segala sesuatu tentang masa depan apapun bentuknya karena masa depan itu bukan abstrak. Apa yang saudara cita-citakan untuk masa depan? Pastinya kita akan mempersiapkan diri sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Ada antisipasi yang harus dilakukan. Oleh karena itu kita perlu menemukan diri kita. Tuhan katakan bukan ekor tapi kepala.
Firman Allah memberikan contoh tentang kehidupan didunia(bukanhalrohani),orang-orang yang cakap didalam pekerjaannya mereka akan berada ditempat kepala. Jika kita tidak mempersiapkan diri untuk jadi kepala, tidak mengkualitaskan diri kita maka yang terjadi adalah hanya mau menikmati kenyamanan jabatan dan bukan tanggung jawab, supaya dirinya dihormati.Yang perlukita pahami adalahbahwa orang yang cakap dalam pekerjaannya itu memang pantas dipromosikan sesuai dengan kualitas dirinya. Jadi jika kita menemukan apa yang kita hadapi di dunia ini ternyata sulit untuk kita atasi karena tidak tahu apa-apa, kita perlu bertanya dan belajar supaya kita tidak menjadi korban dari ketidaktahuan.
Contohnya: jika mau belajar mengenaisoundsystem, belilah majalah sound systemataubisamencaridiinternetsegalahaltentangsound system. Ketika kita tidak mau meng-upgrade diri, jangan salahkan Tuhan kalau kita tidak pernah jadi kepala, tidak pernah naik, karena itu adalah ketetapan Tuhan yang berlaku secara hukum alamiah. Kita perlu melengkapi diri,khususnya anak-anak muda, karena masih banyak hal yang akan dihadapi di masa depan. Yang sudah tua pun harus terus belajar.
Sebagicontoh: Pernah di tayangkan di suatuacaratalk show, seorang wanita lansia,nenek dari 13 cucu, Diana Patricia Pasaribu Hasibuan, tercatat dalam rekor MURI sebagai mahasiswa tertua yang meraih gelar S1 di usia 69 tahun, gelarS2 usia ke-73 tahun dan gelar S3 di usianya yang ke-77 tahundan saat ini ia adalah dosen tetap untuk mata kuliah pengantar Perjanjian Lama dan Filsafat di sebuahperguruantinggi di Jakarta. Ibuini telah menginspirasi banyak orang dalam menghadapi tantangan zaman..
Sepanjang hidup yang kita jalani, kita harus terus belajar supaya kita cakap dalam menyelesaikan masalah apa pun. Itulah cara menemukan diri kita. Apa yang menjadi kekuranganharuskita perbaiki bukan dipelihara. Secara lahiriah untuk menjadi cakap sangat sederhana. Ketika Tuhan yang menjanjikan segala berkatnya dan Ia memberikan itu pada saudara besok, apakah saudara sudah siap?Misalnya ketika Saudara saat ini juga ditelepon untuk jadi menteri, apakah saudara siap? Orang yang tahu diri, tentu ia akan tolakkarenatidaksesuaidengankapasitasnya.
Kata cakap berarti suatu kemampuan yang ada di dalam diri manusia yang diwujudkan dalam kinerja yang cemerlang. Sama halnya dalam pelayanan.Keadaan zaman sekarang jika kita tidak mengantisipasi berkat Allah,Iblis dapat gunakan hal tersebut menjadi kecelakaan. Itu sebabnya banyak orang yang sudah diberkati Tuhan, keadaan imannya merosot, rohani dan pelayanannya merosot dan menjadi berbahaya.
Kita harus terus meng-upgrade diri supaya kekurangan kita dapat diatasi, tidak boleh dibiarkan. Juga sangat perlu mengantisipasi diri kita dengan menjaga kesehatan. Karena jika kita sakit, kita tidak akan menjadi pribadi yang produktif, tidak banyak yang dapat kita hasilkan. Ketika seseorang semakin berumur, produktifitasnya juga semakin menurun. Jika kita tidak dapat menghadapi tantangan zaman, maka kita akan menjadi korban tantangan zaman. Sebenarnya ada banyak hal yang menghadang kita dalam pergumulan hidup kita, baik yang bersifat alamiah maupun juga daripada kuasa-kuasa si jahat dalam berbagai bentuk dan caranya yang tidak pernah berhenti untuk menumbangkan setiap orang percaya.

MenjagaSikapHati agar TidakSombong (TidakMelupakanTuhan)
Ulangan 6:10-1210Maka apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa masuk engkau ke negeri yang dijanjikan-Nya, dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu – kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kau dirikan; 11rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kau gali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kau tanami – dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Masa depan itu sungguh pasti. Yang berjanji adalah Tuhan dan sudah pasti akan masuk menuju dan akan sampai kepada apa yang Tuhan janjikan tetapi kita perlu menjaga diri, mengantisipasi supaya tidak melupakan Tuhan ketika sudah menerima dari Tuhan segala berkat-Nya

Ulangan 6:13-1513Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 14Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu,15sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka Tuhan, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.

Mungkin kita berkata bahwa kita sudah tidak punya berhala lagi, semua berkat-berkat materi, status dan semua yang sifatnya lahiriah dapat menjadi ilah bagi setiap orang yang sedang menikmatinya. Ketika kita sudah menjadi anak Tuhan, kita berurusan dengan kecemburuan Tuhan dan ketika kita melupakan Tuhan, yang kita hadapi bukanlah manusia tetapi Tuhan sendiri. Ketinggian hati akan berhadapan dengan Tuhan.Kita perlumenjagasikaphatikitasupaya hidup kita tetap berkenan di hati Tuhan.

Pdt. R.F. Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *