Monthly Archives: March 2017
Retreat Pelayan Tuhan
GppsPalu – Untuk mengisi liburan kali ini diadakan Retreat Pelayan Tuhan yang bertempat di Bukit Doa Karmel. Retreat dimulai pukul 09.00 WITA pagi sampai pukul 15.00 WITA sore.
KEKUATAN KUASA ROH ALLAH DALAM DIRI ORANG PERCAYA
GppsPalu – I Yohanes 4:1-6 1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, 3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. 4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. 5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. 6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.
Roma 8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Penjelasan tantang pemberitaan firman Tuhan yang kita dapat digereja ini selalu memaparkan mengenai hal-hal yang menyangkut keberadaan setiap orang percaya dalam menghadapi realita hidup yang terkadang oleh kebanyakan orang kurang dicermati. Setiap kebenaran yang disampaikan bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi bagaimana setiap pribadi boleh mengalami firman itu dalam kehiduapan sehari-hari.
Saat ini kita berada dalam masa yang sukar, masa sukar dalam segala aspek kehidupan (II Timotius 3:1-9). Keadaan manusia yang jahat bukan hanya terjadi pada manusia pada umumnya, tetapi orang-orang percayapun masuk dalam kategori ini. Dalam kondisi yang seperti inilah, jika kita tidak memiliki kekuatan kuasa Allah dalam diri kita, pastilah kita akan tumbang dan bisa menjadi pribadi yang jahat.
Berpegang Teguh pada Janji Allah
Tidak semua orang percaya mempunyai kekuatan yang sama dalam menghadapi realitas hidup. Kita harus menemukan, memiliki dan mengalami setiap janji Allah yang sudah Tuhan tetapkan. Kalau kita hanya sekedar memiliki tapi tidak mengalaminya, maka kita tidak akan memperoleh apa-apa. Jangan biarkan Iblis memperoleh kemenangan atas diri kita.
I Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
Dalam Roma 8:6 berkata bahwa Roh Allah ada bersama-sama dalam diri kita.
Secara alamiah manusia memakai rohnya hanya untuk bernafas, memang itu format alamiahnya. Setelah kita menjadi orang percaya, kita mengetahui suatu kebenaran bahwa tidak ada perkataan firman yang sia-sia. Roh Allah yang ada pada kita lebih besar dari roh yang ada di dunia. Ini berarti bahwa ada kekuatan kuasa Allah dalam diri setiap orang percaya. Jadi ketika roh hanya dipakai untuk bernafas, maka roh tidak ada kekuatannya.
Suatu keanehan bahwa banyak orang percaya yang sudah dibaptis Roh Kudus tapi tidak menikmati kekuatan kuasa Roh Kudus yang ada dalam dirinya. Gereja mengajarkan bahwa ketika dibaptis Roh Kudus bisa terangkat sebelum antikris datang. Padahal fungsi Roh Kudus juga adalah penolong yang diutus Bapa untuk menolong kita dalam menghadapi realita hidup yang dialami. Roh Kudus yang akan menolong kita dalam pembentukan karakter supaya selama di dunia ini kita bisa mempunyai karakter seperti Kristus. Banyak dijumpai bahwa orang percaya yang sudah dibaptis Roh Kudus, tetapi karakter lamanya masih melekat dalam dirinya, ia tidak mengalami pimpinan Roh Kudus dalam membentuk karakternya.
Putus Pengharapan/Putus Asa
Dapatkah kita pahami mengapa orang percaya dibawa kepada pengalaman putus pengharapan/putus asa? Padahal firman Tuhan mengatakan bahwa Yesus adalah sumber jawaban sehingga kita tidak perlu berputus asa. Apa yang dapat kita temukan dari setiap pengalaman putus asa? Hal ini harus terjawab supaya kita mengerti apa maksud Tuhan? Selama analisa logika mampu menghasilkan jalan keluar maka belum ada peritiwa putus asa. Putus asa berarti orang tersebut mengalami jalan buntu. Putus asa menunjukkan batas kemampuan analisa logika hanya sampai disitu saja. Ini sangat berbahaya bagi orang tersebut. Jika tidak dipahami maka tidak heran kita banyak menjumpai kasus bunuh diri yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang mengalami jalan buntu. Bagi orang percaya yang masih mengikuti format alamiah yaitu menghadapi realita dengan unsur jiwani, maka pengalaman putus asa hanya akan berakhir dengan bunuh diri.
Ketika menemukan seorang anak pendeta/hamba Tuhan yang bunuh diri, apa yang akan kita katakan? Apakah kita akan menghakimi orang tuanya dan mengatakan “Masakan anak pendeta berbuat seperti itu?, buat apa pelayanan yang hebat tapi anak sendiri tidak diurus?” Daripada menghakimi, lebih baik mendoakannya. Karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya dia alami. Inilah pekerjaan roh jahat yang menerobos melalui pengalaman putus asa.
Reaksi pertama dari realita hidup adalah unsur jiwani. Bagaimana setiap realita itu dapat diambil alih oleh unsur rohani? Hal ini yang tidak banyak dilakukan oleh orang percaya. Mengelola format jiwani diganti dengan format roh memang sulit, inilah yang dinamakan pergumulan iman. Kalau kita tidak melibatkan iman yang ada dalam roh kita, maka kita akan selalu menghadapi realita hidup dengan unsur jiwani. Oleh karena itulah Tuhan izinkan kita untuk mengalami pengalaman putus asa, supaya kita mengetahui bahwa Roh Allah yang ada dalam diri kita lebih besar kuasanya dari semua roh yang ada di dunia. Agar supaya kita tidak mengandalkan unsur jiwani kita dalam menghadapi realita.
Hidup Menurut roh atau hidup menurut daging?
Roma 8:2-7 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Hidup menurut roh memang tidak mungkin bagi kita yang masih hdup dalam daging. Ini menunjukkan kemampuan format jiwani diikat oleh hukum logika.
Roma 8:8-10 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
Tubuh mati karena dosa, tapi roh manusia adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Disitulah ada kekuatan yang dahsyat untuk dapat melakukan kebenaran.
Roma 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Roh Allah yang ada di dalam kita akan menghidupkan tubuh kita yang fana.
Ini Kuncinya:
Roma 8:13 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Kekuatan kuasa Roh Allah yang ada di dalam diri kita, inilah yang kita pakai untuk menaklukkan/mematikan perbuatan-perbuatan daging. Ajaran yang mengajarkan mengapa kita harus dibaptis oleh Roh Kudus agar supaya dapat bercakap-cakap dengan Roh Kudus dan supaya bisa terangkat sebelum masa pengangkatan, tapi tidak diajarkan bagaimana mengalami Roh Kudus sebagai penolong dalam pergumulan melawan kehendak daging. Hanya diajarkan bahwa ada mujizat dibalik setiap pergumulan. Bukannya kita tidak mempercayai adanya mujizat, tapi kita harus memahami proses apa yang terjadi dalam diri setiap orang percaya supaya hidup oleh roh dan mematikan perbuatan daging. Ada bagian Tuhan bekerja, ada bagiannya kita. Berserah bukan hanya “terima beres”, berserah berarti ikuti petunjuk Tuhan dan lakukan bagian kita.
Apa arti nilai putus asa bagi diri kita?
Putus asa bagi dunia adalah jalan buntu, tapi putus asa adalah kesempatan memperbaiki penyerahan diri kepada Tuhan.
Orang percaya ditetapkan hidup oleh iman. Kalau kita hidup oleh iman/roh maka kita tidak akan mengikuti perbuatan daging.
Apa itu perbuatan daging?
Galatia 5:19-21 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Adakah daftar perbuatan daging yang masih kita lakukan?
Galatia 5:22-25 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Buah Roh bukanlah karunia tapi sebuah proses. Ketika kita berdoa agar diberi kesabaran, maka Tuhan akan menghadirkan orang-orang disekitar kita untuk memproses kita. Kesabaran tidak didapat dalam doa tapi dalam kehidpan nyata.
Pdt. R.F. Martino
TETAP TEGUH KEPADA JANJI ALLAH (2)
Roma 8:16-17 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
2 Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
Beberapa minggu lalu kita sudah belajar mengenai tetap teguh kepada janji Allah. Tidak usah pusing kapan Tuhan memberikan apa yang kita harapkan/kapan janji Tuhan digenapi. Sabar saja menanti janji Tuhan. Namun sabar itu sendiri adalah pergumulan iman dan itu tidak mudah. Namun kesabaran menanti adalah kesempatan Tuhan memproses karakter kita. Seorang wanita mengandung selama 9 bulan. Jadi ada waktu sampai bayi yang dikandung itu lahir. Begitupun dengan kita. Kita pun sedang mengandung janji Tuhan dan ada waktunya sampai janji itu menjadi nyata. Namun kita harus tetap percaya karena janji-janji Allah bagi kita itu adalah janji-janji yang dimeteraikan oleh darah Kristus.
1. Yang menjadi dasar adalah: logika manusia
Dalam pembuktian kehidupan lahiriah, pada umumnya manusia lebih cepat percaya kepada apa yang dijanjikan sesamanya daripada percaya kepada janji Allah, contohnya: jika ada seseorang berjanji membayar hutang kepada kita, orang tersebutberjanji akan membayar besok pada pukul 10 pagi, maka kita akan datang tepat waktu bahkan lebih awal untuk bertemu dengan orang tersebut. Ini bisa terjadi karena adanya alasan pertimbangan logika manusia. Ini salah satu penyebab mengapa manusia lebih percaya dan serius terhadap janji sesamanya daripada percaya pada janji Allah.
Meskipun ini dapat dimaklumi tapi tidak bisa dibiarkan,sebab apapun bentuk janji Allah yang diberikan, maka kita akan selalu memakai logika. Akan sulit untuk dipercayai ketika apa yang Allah janjikan tidak dapat diterima oleh pertimbangan kajian logika kita.
Ini tidak dapat dianggap sebagai hal biasa,memang secara umum kita adalahmanusialahiriah/jasmani yangseluruh gerak berada dibawah hukum logika. Tapi ingatlah bahwa kita juga adalah manusia rohani/orang percaya yang sudah ditetapkan oleh Allah untuk hidup oleh iman.
Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Ada kalanya orang-orang rohani yang hidup kudus, tetapi ketika menghadapi pergumulan iman, maka semuanya menjadi lenyap. Muncul keanehan bahwa “orang-orang rohani” yang taat melakukan perintah-perintah Tuhan tapi tidak bisa percaya pada janji-janji Allah.
Hal ini melelahkan, oleh sebab itu kita perlu memahami apa yang sudah menjadi ketetapan Tuhan agar kita melatih diri untuk hidup oleh iman
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman adalah dasar yang kita harapkan, ini berarti belum ada/belum terjadi. Istilah Pdt. ChoYong Gi, masih sedang dikandung, belum lahir, belum jadi kenyataan dan masih diharapkan.
Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman dimulai dari setitik pengharapan. Dan kalau kita bicara mengenai pengharapan semua manusiasecara umummempunyai pengharapan-pengharapan, hanya belumbisa merubahnyamenjadi pergumulaniman. Ini hal umum danlumrah.
Jadi sebenarnya ini bukanlah hal yang berat untuk dilakukan. Ketika kita bertemu dengan janji Allah tidak ada kesulitan bagi kita. Sebagian orang percaya takut berharap padajanji Allah, takutkalautidaktergenapi.Iniadalahsebuahkebodohan!
Pahlawan iman yang tertulisdalamIbraniadalah orang yang tetap teguh kepada janji Allah walaupuntidak memperolehsesuatu yang diharapkan.Bahkanmerekatidakmenikmatiapa yang merekaharapkan.
Dari sini kita akan memahami bahwaiman bukan hanya sekedar terjawabnya doa, tetapi imanadalah keteguhandan ketaatan seseorang tetap dalam imannyasampai mati.
Dalam kehidupan sehari-hari kita perlu melatih diri kita hidup oleh iman, sehingga ketika hidup kita bertemu dengan janji Allah, maka tidak ada kesulitan untuk tetap teguh dalam janji Allah.
2. Yangmenjadidasaradalah: iman percaya
1 Timotius 1:1-2 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Paulus menasehatianakrohaninya yangmasihmudabahwadasarpengharapannyaadalahKristus.Paulus tahubetulkondisianakmuda yang padaumumnyamenggunakanlogika, sehinggasangatsulitdibawapadakepadakebenaran, maka Paulus mengingatkanbahwaKristusadalahdasarpengharapan.
Inilah dasar kita sebgai orang percaya, kekuatannya tergantung bagaimana kita melatih diri hidup oleh iman, karena yang namanya iman percaya adalah keyakinan yang sungguh.Kita tidak lagi menggunakan logika kita untuk percaya tetapi dasar iman percaya kita adalah Yesus, semua janji Allah adalah ya,sehingga kita mengatakan amin (pasti) terhadap janji Allah.
Iman harus mengatasi semua itu.Dasar pengharapan kita Kristus, kita bisa bertahan kalau kita melatih diri kita untuk hidup oleh iman, dan jika itu berkaitan dengan iman, maka kita harus:Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Orang percaya yang tidak/kurang membaca firman, maka imannya akan lemah, ada juga yang malas mendengar firman dalam ibadah. Ada juga mendengar firman tetapi tidak dilakukan.
Yang Tuhan tetapkanadalah hidup oleh iman.Ketika kita dengar firman Tuhan yang isinya janji tentang sesuatu yang luar biasa yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita, maka muncul harapan, muncul iman, tetapi belum tejadi karena kita belum hidup dalam iman, iman tidak akan kita nikmati hasilnya jika belum kita lakukan. Kekuatan firman belum dapat kita nikmati kalau firman itu belum dilakukan.
Oleh sebab itu ketika Tuhan menetapkan kita hidup olehiman, yang kita hadapi realita hidup, maka Tuhan menghadirkan janji-Nya, kalau kita sudah terbiasa melakukan firman ,maka tidak sulit untuk hidup oleh iman.
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Yakobus 1:6-8 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Pdt. R.F.Martino
KRISTUS DALAM HIDUPKU
GppsPalu – Galatia 2:19-20 19Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Ayat ini sudah sering kita baca, khususnya ayat 20 juga sudah banyak yang dijadikan lagu. Kristus hidup dalamku adalah penegasan dari ayat 20. Ayat ini adalah dasar kita menjalani hidup kekristenan.Pertanyaannya adalah “apakah benar Kristus hidup dalamku?” Kenyataannya ada banyak orang yang sudah menerima Yesus tetapi Yesus tidak hidup dalam kehidupannya. Hal ini dapat dilihat dari kehidupannya sehari-hari. Jika hidup kita ada dalam Kristus, orang lain akan melihat Kristus bermanifestasi dalam hidupnya.
“Kursi” adalah tahta hati, “salib” adalah lambang Yesus Kristus, “A” adalah aku. Gambar tersebut memiliki arti bahwa Kristus hidup dalam hati, “aku” tetap ada tetapi Kristus lebih tinggi.
Kalimat Kristus hidup dalamku berarti hidup kita dikuasai oleh Yesus. Hidup yang dikontrol sepenuhnya oleh Yesus. Tetapi seringkali kita temukan bahwa dirikitalah yang menjadi raja dalam hati dan yang terjadi adalah salib dibawah, posisi“aku” berada di atas. Hal ini banyak kita temukan dalam menjalani bisnis/pekerjaan, di setiap kehidupan dalam mengambil keputusan, bahkan juga dalam pelayanan.
Kadangkala kita menemukan diri kita tidak sama seperti yang dikatakan dalam Galatia 2:20.
Ciri-ciri orang yang memiliki Kristus hidup didalamnya:
1. Tunduk pada kehendak Tuhan
Lukas 22:42 Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.
2. Mengutamakan kepentingan Tuhan
Filipi 2:20,21Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.
Jika Yesus menguasai diri seseorang maka yang ia utamakan bukanlah kepentingannya sendiri melainkan kepentingan Kristus. Jika kita yang adalah orang percaya masih mengutamakan kepentingan diri sendiri maka kita tidak masuk kategori Kristus hidup dalamku. Seringkali kita terjebak pada pola pikir lama sehingga tidak lagi mengutamakan kepentingan Tuhan. Kenapa gereja tidak bergerak seperti maunya Tuhan? Karena kepentingan-kepentingan diri sendiri lebih diutamakan daripada kepentingannya Tuhan.
3. Hidup memuliakan Tuhan
Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.
Seluruh langkah gerak kita hanya untuk mempermuliakan Tuhan. Apakah dengan menyanyi lagu-lagu dunia kita mempermuliakan Tuhan? Jika tidak, jangan dilakukan. Jadi hidup kita harus mempermuliakan Tuhan.
Filipi 1:20 sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
4. Mengandalkan Tuhan
Jika Kristus hidup dalam kehidupan kita, maka kita akan mengandalkan Dia.
2 Korintus 5:7 Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.
Jika hidup hanya melihat keadaan pasti kitaakankalah. Kita tidak bisa bergerak dengan hanya mengandalkan perhitungan untung rugi. Karena Tuhan tidak pernah meninggalkankita, hiduplah dengan iman.
Dalamsebuahbuku yang berjudul “SatuMalamJutaanMujizat”, sebuah pelayanan Open Doors di Cina dimana ada seseorang yang dipenjara merindukan telur dan ia berdoa, lalu Tuhan mengirimkan telur-telur setiap hari ke penjara tersebut melalui tikus-tikus. Orang tersebut pada akhirnya mengetahui bahwa tikus-tikuslah yang membawa telur-telur tersebut sampai kepadanya. Suatu saat ia pun mengetahui bahwa di luar penjara ada pohon apel yang sedang berbuah, kemudian ia berdoa lagi pada Tuhan meminta apel tersebut dan tikus-tikus itu juga yang membawakan apel itu kepadanya.
Tuhan tidak pernah berubah, dulu sekarang dan selamanya Tuhan itu tetap sama. Jika kita hidup dalm penyerahan kepada Tuhan maka kita akan mengalami mujizat-mujizat Tuhan.
5. Menampilkan karakter Kristus/buah Roh
Galatia 5:22,23Tetapi buah Roh ialah: kasih. sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal-itu.
Jika seseorang hidupnya dikuasai Kristus, ia akan menampilkan karakter Kristus. Sebagai orang percaya kita patut mempertanyakan pada diri kita sendiri apakah kehidupan kita sudah berbuah atau belum? Kita harus mengambil waktu untuk dapat merenung. Jika kita tidak punya waktu untukmerenung, maka kita tidak dapat mengetahui apakah hidup kita sudah berbuah atau belum?
6. Tidak memberikan kesempatan si “aku” untuk berkembang
Jika kita dikuasai oleh Yesus maka1 Tesalonika 2:5,6 5karena kami tidak pernah bermulut manis – hal itu kamu ketahui – dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi – Allah adalah saksi – 6 juga kami tidak pernah mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.
Jangan berikan kesempatan si “aku” untuk dipuji.
2 Korintus 12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
Jangan biarkan si “aku” ini berkembang. Pengecilan pada si aku ini harus setiap hari supaya Kristussemakinbesar.
7. Memiliki pikiran dan perasaan Yesus
Filipi 2:5-85Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
8. Memiliki cara pandang atau nilai-nilai Kristus
Filipi 3:7-87Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 8Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
Jadi jika kita memiliki cara pandang seperti Paulus maka Kristus akan menguasai kehidupan kita. Memiliki nilai-nilai baru dan tidak menilai semuanya dengan cara pandang kita.
Roma 14:8Sebab jika kita hidup, kita hidupuntuk Tuhan, dan jika kita mati kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.
Pdm. Feliks M. Sepang
TETAP TEGUH KEPADA JANJI ALLAH
GppsPalu – Roma 4:16-25 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, — seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.
Firman Tuhan tidak berkata bahwa Tuhan menjanjikan “masa depan cerah”, karena kata “cerah” itu merupakan ungkapan dan masih perlu ditafsirkan. Alkitab dalam Yeremia 29:11 berkata bahwa Tuhan merancangkan bagi umat-Nya “masa depan yang penuh harapan”, berarti janji Tuhan ini ada kaitannya dengan apa yang kita harapkan sebagai orang percaya dalam menghadapi realitas hidup sehari-hari yang menjadi pergumulan iman kita. Jadi ada bagiannya Tuhan menyediakan masa depan yang penuh harapan, ada bagiannya kita untuk menaruh pengharapan (pengharapan itu ada bentuk konkritnya). Kita perlu juga memahami bahwa harapan tersebut bukan hanya soal-soal materi yaitu mengubah nasib dari miskin menjadi kaya namun juga hal-hal rohani. Janji Tuhan mengenai masa depan mengenai hal yang belum terjadi (hal yang masih ada di depan kita).
Namun dalam menantikan janji Tuhan ada 2 hal yang biasanya terjadi pada diri orang percaya:
1. Dalam menghadapi pergumulan, orang percaya datang kepada Tuhan dalam doa. Belum dijawab, ia datang dengan puasa. Lalu karena belum dijawab, ia datang lagi dengan doa semalaman. Hal ini tidak salah namun terkadang banyak orang percaya yang memaksakan kehendaknya, dan ternyata ia datang kepada Tuhan bukan membawa janji Tuhan. Dengan demikian sesungguhnya ia datang bukan dengan iman namun datang dengan ledakan-ledakan emosional (histeris) oleh karena beban pergumulan hidup. Padahal kita harus datang kepada Tuhan dengan iman terhadap janji Allah. Saat datang kepada Tuhan kita harus mengingat bahwa Tuhan tidak berurusan dengan masalah, tetapi Tuhan berurusan dengan pribadi/diri kita. Kekeliruan sebagian besar orang adalah ia meminta Tuhan mengurus masalahnya namun ia tidak menyerahkan dirinya untuk diurus Tuhan. Padahal yang bermasalah adalah diri kita. Kitalah yang lebih dulu perlu dibereskan. Jadi bukan lagi kita berkata, “Tuhan mengapa Engkau biarkan peristiwa ini menimpaku?” namun menjadi “Tuhan apa yang Engkau kehendaki bagiku melalui peristiwa ini?” Saat kita menghadapi masalah, milikilah janji Allah lebih dulu dalam Firman-Nya mengenai masalah kita, supaya kita bisa menyelesaikannya bersama dengan Tuhan.
2. Tidak tahan menanti janji Tuhan. Dalam masa penantian, sebagian orang percaya tidak tahan menanti janji Tuhan. Alkitab mencatat bahwa Abraham dan Sara sudah sangat tua. Abraham sudah sangat lemah, dan rahim Sara sudah tertutup. Jadi kedua-duanya sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Namun Tuhan memberi janji kepada mereka bahwa mereka akan menerima keturunan. Secara logika tidak mungkin mereka memiliki anak, karena ada hukum alamiah yang tidak bisa dilanggar. Namun janji Allah memang tidak masuk akal. Contohnya:
*Jika musuhmu lapar berilah ia makan, jika ia haus berilah ia minum.
*Meruntuhkan tembok Yerikho dengan cara mengelilinginya 1x tanpa bersuara selama 6 hari dan mengelilinginya 7x pada hari ke-7. Dari contoh ini kita menemukan perintah dan janji Allah yang tidak masuk akal.
Sebagai manusia, terkadang pekerjaan berat membuat tubuh lelah, pekerjaan yang mengurus pikiran membuat jiwa lelah. Namun pergumulan iman juga bisa membuat roh kita lelah. Karena itu roh kita harus kuat! Tahukah saudara bahwa Tuhan mengikat diri-Nya dengan janji. Janji Allah adalah dasar kita berharap. Abraham tahu secara logika ia tidak punya dasar untuk berharap, namun ia berharap pada janji Allah. Karena itu ikat iman kita dengan janji Allah. Umumnya harapan kita adalah harapan yang sesuai hukum logika, ini mudah sekali Tuhan berikan, tinggal kita melakukan bagian kita. Namun harapan kepada Tuhan bisa menembus hukum logika.
Ada suami istri orang percaya yang rindu memiliki anak. Mereka sudah melakukan bagian mereka yaitu memeriksa ke dokter (melakukan usaha sebagai manusia dan melakukan pemeriksaan secara medis). Hasilnya mereka tetap tidak bisa mempunyai keturunan. Namun mereka berpegang pada janji Allah dan saat berumur 50 tahun, sang istri melahirkan anak. Apa yang anda harapkan untuk masa depan saudara? Pegang teguh janji Tuhan supaya realitas hidup tidak menenggelamkan kita dan kita hanya hidup dalam ruang lingkup hukum logika. Sayangnya banyak orang percaya yang tidak mau masuk dalam pergumulan iman. Sebagai contoh: banyak orang lebih pilih untuk mengangkat beras 1 karung daripada disuruh berdoa selama 1 jam. Ini berarti banyak orang yang lebih memilih berusaha secara manusia daripada menjadikan masalah itu menjadi pergumulan iman.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
1. Ingatlah bahwa Allah yang berjanji. Abraham ingat bahwa Allah yang berjanji karena itu iman Abraham tidak menjadi lemah. Dalam menghadapi realita hidup/pergumulan, iman-lah yang harus mengambil alih pergumulan kita.
2. Jangan bimbang dan menjadi lemah terhadap janji Allah karena realita yang kita hadapi. Tahukah saudara bahwa kebimbangan adalah pencemaran rohani? Sekalipun semua jalan seakan tertutup, namun Alkitab mencatat bahwa Abraham tidak menjadi bimbang.
3. Menyucikan diri dari segala pencemaran jasmani dan rohani.
2 Korintus 7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Mungkin kita tidak lagi menyembah berhala, namun kebimbangan dan ketidakpercayaan kepada Allah adalah termasuk pencemaran rohani.
SAMPAI KAPANKAH KITA MENANTI?
Ibrani 6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.”
Tidak usah pusing kapan Tuhan memberikan apa yang kita harapkan/kapan janji Tuhan digenapi. Sabar saja menanti janji Tuhan. Namun sabar itu sendiri adalah pergumulan iman dan itu tidak mudah. Namun kesabaran menanti adalah kesempatan Tuhan memproses karakter kita. Seorang wanita mengandung selama 9 bulan. Jadi ada waktu sampai bayi yang dikandung itu lahir. Begitupun dengan kita. Kita pun sedang mengandung janji Tuhan dan ada waktunya sampai janji itu menjadi nyata. Namun kita harus tetap percaya karena janji-janji Allah bagi kita itu adalah janji-janji yang dimeteraikan oleh darah Kristus.
Pdt. R. F. Martino













