Monthly Archives: December 2016
IBADAH NATAL GPPS JEMAAT PALU 25 DESEMBER 2016

White Christmas adalah konsep natal GPPS Jemaat Palu kali ini. Melalui konsep natal white Christmas ini kita diingatkan betapa Allah sangat mengasihi kita. Dan betapa besar kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus kepada kita yang rela lahir ke bumi sebagai manusia.



HIDUP YANG BERKENAN KEPADA ALLAH
GppsPalu -Lukas 2:8-20 8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 1 3Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” 15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Hari ini kita memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Momen seperti ini oleh sebagian orang dijadikan sebagai suatu suasana untuk hanyut dengan perasaan sendiri, oleh karena masing-masing mempunyai suatu memori saat masa natal, saat ia kecil sampai ia sudah lanjut usia. Ada yang mempunyai pengalaman tidak menyenangkan pada saat natal, yang harusnya white christmas tapi kenyataannya adalah blue christmas. Atau bahkan sebaliknya, ada peristiwa yang sangat menyenangkan terjadi pada saat natal dan ketika natal tiba maka tahun berikutnya ia akan terkenang dengan peristiwa itu.
Hal yang sangat disayangkan, karena makna natal itu sendiri tidak membawa kesan bagi pribadinya tapi justru lebih terkesan dengan masalah/peristiwa yang terjadi pada saat natal. Makna natal yang sesungguhnya hilang.
Mengapa kita membuat perenungan natal?
Kisah kelahiran Yesus yang dituliskan dalam Alkitab adalah merupakan suatu rangkaian peristiwa yang mempunyai makna pengajaran iman/rohani yang sangat dalam. Sebab kisah nyata ini tidak berbeda aplikasinya dalam kehidupan hari-hari, bagi setiap orang percaya.
Sejauh mana kita bisa memahami dan menangkap kehendak Allah? dan ketika Tuhan menyatakan kehendak-Nya yang “aneh-aneh”.
Sepasang muda mudi yang kudus dan tulus telah bertunangan dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Maria yang belum “mengenal” laki-laki, meskipun Yusuf pada saat itu sudah bertunangan dengannya. Mereka melakukan semuanya dengan terhormat dan dengan cara yang benar sesuai dengan hukum Tuhan. Bukankah ini adalah pribadi yang memiliki pemikiran yang berkualitas. Tiba-tiba, sementara mereka mempunyai rancangan yang kudus, terhormat demi suatu masa depan yang sudah dipersiapkan, namun kehadiran rancangan Allah “memporakporandakan” rancangan mereka.
Yusuf adalah orang yang benar dan jujur, secara diam-diam ia mau menceraikan Maria, ia tidak mau mempermalukan Maria. Ini adalah hal yang etis, ia tidak mau mempermalukan Maria tunangannya. Hal ini bukanlah perkara yang mudah bagi Yusuf. Orang berimanpun tidak akan siap menerima hal seperti ini.
Dapatkah kita memahami ketika ada rancangan yang baik dan benar yang sudah kita persiapkan untuk diri kita sendiri dan kemudian rancangan Allah datang “memporakporandakan” cita-cita kita? Adakah kita dapat menerimanya dan tidak kecewa? Sejauh mana iman kita menangkap kehendak Allah? Ini adalah tantangan iman bagi kita. Sejauh mana kita bisa melangkah kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita?
Kita harus bisa memahami semua ini agar kita dapat menerima rancangan Allah yang lebih mulia dari apapun juga.
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”
Kalimat ini tidak hanya untuk sekelompok bangsa saja, tapi kesukaan besar ini ditujukan untuk seluruh bangsa.
Ini bukan hanya sekedar ucapan saja, sebab kalau kita memahami bahwa dari segala sesuatu yang kita cari dalam kehidupan ini adalah DAMAI SEJAHTERA. Hanya saja disayangkan, bahwa mindset orang pada umumnya mulai mengkategorikan damai sejahtera itu dalam berbagai bentuk lahiriah. Ada yang berpikir kalau sudah kaya semua pasti bisa teratasi. Bagi orang yang berkekurangan dan tidak memiliki harta yang banyak hal ini merupakan pola pikirnya. Tapi dalam beberapa kasus, kaya dan mempunyai banyak harta bukanlah hal segala-galanya.
Sebagai orang percaya, apakah kita sudah alami sebagai orang percaya tidak ada lagi kekuatiran yang menekan hidup kita? Kita harus menikmati semua yang sudah Tuhan siapkan bagi kita.
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia sudah kehilangan damai sejahtera. Orang yang kehilangan damai sejahtera adalah orang yang mempunayi kondisi seperti orang setengah gila. Makan tidak bisa, tidur tidak bisa dan hampir sluruh aktifitasnya terganggu. Ia akan tersiksa karena tekanan jiwani yang membuat ia tidak menikmati hidupnya.
Ada seorang ibu yang divonis karena sakit yang sudah parah. Karena etika dokter tidak memberitahukan apapun kepada si ibu. Dan ibu itupun menjalani kehidupannya seperti biasa bahkankelihatan sehat. Tetapi karena satu dan lain hal dokter harus mengatakan yang sebenaranya tentang penyakit itu, dan tidak menunggu lama sukacita ibu itupun lenyap, damai sejahtera ibu itu lenyap dan membuat kondisinya semakin lemah. Kita tidak boleh kehilangan kehilangan sukacita yang diberikan Kristus
Ciri khas pribadi orang yang berkenan kepada Tuhan adalah pribadi yang takjub dan yang menghormati Tuhan, mengagungkan Tuhan, memuliakan Tuhan, Tuhan diposisikan di tempat yang maha tinggi. Itulah sikap hati orang yang berkenan kepada Tuhan.
Ketika kita melayani Tuhan, jangan pernah melayani dengan apa adanya. Orang tua lahiriah saja bisa kita layani dengan hati-hati dan kita hormati, apalagi Tuhan yang kita layani, kita harus lebih memberikan yang terbaik bagi-Nya. Ada akibat/resiko yang akan kita terima ketika kita melayani Tuhan dengan apa adanya.
Kita mungkin berpikir bahwa kita tidak melakukan dosa yang mengerikan, tapi seringkali kita kehilangan penghormatan kepada Tuhan, karena merasa sudah terlalu “bebas” melayani Tuhan. Sering kita merasakan bahwa Allah adalah pribadi yang sangat baik, sehingga kita bisa memanggilnya sebagai seorang sahabat, tapi jangan lupa juga bahwa Allah adalah maha mulia, Dia sangat terhormat, jadi kita tidak bisa memperlakukan Tuhan sesuka apa yang mau kita lakukan.
15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Sesudah mereka mendengarkan perkataan para malaikat, mereka langsung merespon, mereka cepat-cepat menuju tempat yang sudah diberitahu. Mereka tidak berlama-lama. Ini juga salah satu ciri khas orang yang berkenan kepada Tuhan. Melakukan apa yang Tuhan perintahkan dengan SEGERA.
Ketika Tuhan memerintahkan untuk menuju tempat itu, Tuhan tidak mempersulit mereka. Tuhan memberikan tanda-tanda yaitu bahwa mereka akan berjumpa dengan seorang bayi yang terbungkus dengan lampin dan tertidur di palungan.
Bukankah ini yang sering Tuhan lakukan bagi kita, Ia tidak pernah mempersulit kita ketika Ia memerintahkan sesuatu bagi kita untuk kita kerjakan dengan SEGERA.
Tuhan sudah menetapkan begitu rupa, ketika Orang Majus itu pergi, mereka menemukan sesuai dengan apa yang dikatakan Firman Tuhan. Ketika Tuhan berfirman itu adalah ya dan amin.
Pribadi yang ditulis dalam Alkitab yang dikatakan berkenan kepada Tuhan
1. Henokh
Ibrani 11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
Pertobatan dan lahir baru adalah urusan akhirat, tetapi mengenai hidup berkenan kepada Tuhan adalah urusan di dunia dan teraplikasi dalam hidup sehari-hari. Hidup berkenan adalah tuntutan Thanbagi setiap pribadi yang sudah lahir baru. Selama hidupnya, Henokh adalah pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Hal ini sangat berhubungan erat dengan iman. Iman yang kita miliki harus dipakai agar supaya kita memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan. Hidup oleh iman adalah hidup yang melakukan firman Tuhan. Ketika kita tidak melakukan Firman berarti yang kita lakukan adalah dosa.
2. Daud
Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.
Daud memang pernah jatuh ke dalam dosa. Begitupun kita. Ini menghilangkan damai sejahtera. Iblis membujuk untuk melakukan dosa, Iblis merayu untuk melakukan dosa. Sesudah kita melakukakan dosa dan hal itu menyakitkan hati Tuhan, terkadang kita merasa aman karena Tuhan tidak mebalas perbuatan kita dan Ia tidak berbuat apa-apa. Ingatlah! Tuhan itu panjang sabar, Ia memberikan kesempatan bagi kita untuk segera bertobat dari segala kesalah kita. Tuhan mau mengajar kita supaya kita hidup berkenan kepada Tuhan dan kembali kepada jalan-Nya.
3. Yesus
Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Hidup berkenan kepada Tuhan adalah hidup yang selalu melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Perintah-perintah-Nya itu tidak sulit. Matius 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.
Hanya dengan iman kita bisa hidup berkenan kepada Tuhan.
Pdt. R.F. Martino
MEMBENTUK MENTALITAS MELALUI IMAN (2)
GppsPalu -1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.
1 Yohanes 5:4 “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita”.
Dalam kehidupan kita sebagai manusia lahiriah dan sebagai orang percaya, akan ada pembentukan mentalitas yang harus kita lalui melalui realitas hidup yang terjadi. Pembentukan mentalitas ini adalah hal yang biasa, karena bukan hanya orang percaya saja yang dikatakan akan mengalami pencobaan-pencobaan, tetapi semua manusia akan mengalaminya dan pencobaan tersebut dikatakan tidak melebihi kekuatan manusia. Mengapa Tuhan mengatakan bahwa yang kita alami adalah pencobaan yang biasa? Karena dalam ayat tersebut yang Tuhan pakai adalah standar kemampuan/kekuatan manusia pada umumnya, bukan standar kemampuan/kekuatan orang percaya yang memiliki iman.
Setiap pembentukan mentalitas yang berhasil dilalui, atau orang yang lulus dari ujian pembentukan mentalitas tersebut, akan menghasilkan mentalitas yang terpuji. Oleh karenanya pembentukan mentalitas ini tidak boleh kita anggap remeh, apalagi sampai tidak bersedia dibentuk, karena mau atau tidak mau setiap orang akan mengalaminya, dan sikap mentalitas inilah yang akan menentukan sikap seseorang didalam menghadapi suatu masalah atau realita, jadi setiap pribadi tidak akan pernah luput dari pembentukan mentalitas ini.
Pencobaan dalam bentuk realitas hidup yang dimaksud bukanlah hanya soal penderitaan, kemiskinan, penyakit yang tidak bisa disembuhkan ataupun masalah-masalah hidup lainnya yang mungkin terjadi, tetapi setiap godaan-godaan duniawi dan kehidupan daging juga adalah pencobaan. Sering kali terjadi orang-orang ketika sudah memiliki semua harta, kekayaan, jabatan dan kekuasaan imannya malah menjadi hancur bahkan sampai melawan Tuhan.
Ayat ini berkata cukup keras dengan maksud supaya kita sebagai orang percaya tidak memiliki mental yang cengeng, Tuhan menginginkan semua orang percaya menjadi pribadi yang tegar, tidak gampang putus asa dan jangan sampai mengasihani diri sendiri.
Ketika kita mempelajari realitas-realitas yang dihadapi oleh beberapa orang yang mengalami kekurangan fisik baik karena bawaan dari lahir atau karena mengalami musibah, maka kita akan menemukan di balik keterbatasan mereka yang membuat mereka tidak dapat menjalankan aktifitas seperti orang-orang normal, mereka mau menggali sisa-sisa kekuatan dan kemampuan dari dirinya untuk terus menjalani hidupnya, sisa-sisa kemampuan yang ada yang keluar dari dalam dirinya bahkan menjadi prestasi. Harusnya kita malu terhadap orang-orang seperti ini, karena ada orang-orang percaya yang memiliki fisik yang sempurna bahkan memilki iman tetapi mentalitasnya cengeng/rapuh. Secara kebenaran iman yang membentuk mentalitas ini harusnya melebihi kemampuan manusia biasa, karena kemampuan manusia secara lahiriah ada batasnya, tetapi iman kita dikatakan dapat mengalahkan dunia. Olehnya kita harus memberdayakan segenap kemampuan kita. Logikanya adalah jika kita tidak bisa menemukan sisa-sisa kekuatan yang ada pada diri manusia kita secara alamiah, bagaimana iman kita bisa bekerja kalau yang menjadi kekuatan alamiah tidak kita keluarkan dengan maksimal, padahal yang alamiah harus tetap berjalan hanya tinggal ditaklukan di bawah iman.
Mengapa kita seringkali merasa tidak mampu menjalani pembentukan mentalitas ini? Penyebabnya ada dua yaitu karena kesalahan diri sendiri dan karena sedang dicobai oleh iblis, contohnya hal yang terjadi pada Ayub, ketika dia dicobai Iblis hanya hal-hal lahiriah berupa harta benda dan keluarga yang hilang dan meninggalkan dia, tetapi iman percayanya kepada Tuhan tidak tergoncangkan, ini membuktikan cobaan yang dia alami tidak melebihi batas kekuatannya, karena Tuhan hanya akan mencobai sampai pada batasnya dan tidak akan bahkan tidak pernah melewati batas.
Tuhan akan memberikan jalan keluar pada waktu kita sedang mengalami pencobaan tersebut, jadi Tuhan akan ijinkan kita mengalaminya baru kita akan diberikan jalan keluar supaya kita dapat menanggungnya, hal ini Tuhan rancangkan dalam hidup kita bukan karena Tuhan tidak manusiawi, tetapi Tuhan mau memberikan jalan keluar dengan cara memberikan kita pelajaran dalam hidup. Apapun peristiwa yang kita hadapi melalui pencobaan, jangan pernah menggantungkan hidup pada orang lain, tetapi gantungkan hidup kita pada Tuhan, karena iman adalah masalah kita pribadi dengan Tuhan dan masing-masing orang akan mengalaminya. Kalau kita sudah memahami hal ini barulah kita bisa belajar lebih dalam tentang membentuk mentalitas melalui iman.
Setiap orang sejak lahir memiliki temperamen/sifat dasar manusia yang berbeda-beda satu sama lain, yang mana temperamen/sifat tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, ketika kita sudah menemukan apa yang menjadi kelemahan kita, hal itu tidak bisa kita biarkan karena semua kelemahan-kelemahan yang ada dalam temperamen kita yang dapat membuat kita gagal dalam pembentukan mentalitas. Tetapi semua temperamen yang baik itu yang harus kita pakai bekerjasama dengan Allah.
Ayat diatas berkata Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Iman kita tidak boleh kalah dengan mentalitas, kenapa tiap orang beda-beda mentalitasnya karena itulah perlu dibentuk melalui iman percaya, supaya teruji dan terpuji.
Belajar dari kasus di Markus 14
Markus 14:43-52 “Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat”.Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Rabi,” lalu mencium Dia. Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Kata Yesus kepada mereka: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci”. Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang”.
Pelajaran yang kita dapati :
1. Yudas. Dia adalah murid Yesus tetapi dia bisa menjual gurunya sendiri, hal ini berkaitan dengan mentalitasnya yang tidak baik, imannya sudah tidak lagi berfungsi dalam dirinya untuk mengalahkan mentalitasnya yang sudah dirasuk iblis. Iblis dapat menerobos mentalitas yang ada di unsur jiwani ketika ada celah yang di buat oleh Yudas, celah yang dibuat Yudas adalah hal yang berhubungan dengan uang, yang terjadi adalah Yudas sering mengambil uang dari kas mereka. Yudas melakukan hal ini (menjual Yesus) hanya demi 30 keping perak. Ini adalah salah satu bentuk pencobaan bagi Yudas, karena 30 keping perak dia menjual Yesus yang adalah gurunya.
Dari peristiwa ini Kita kembalikan pada diri kita bagaimana sikap hati kita terhadap keuangan? Karena jika sikap hati kita tidak benar dalam hal keuangan maka rohani kita adalah omong kosong, karena nilai rohani dan kualitas iman dinilai dari sikap kita terhadap uang, bukan dari banyaknya berdoa atau aktifitas rohani yang dilakukan.
2. Petrus. Ketika Yesus ditangkap Petrus langsung bereaksi dengan cepat memotong telinga hamba imam besar. Mengapa Petrus melakukan hal tersebut? karena ini merupakan temperamen Petrus yang menyikapi sesuatu tanpa berpikir akan akibatnya. Padahal Petrus sudah mengetahui bahwa peristiwa ini (penangkapan Yesus) akan terjadi. Hal ini juga sering terjadi dalam hidup kita, ketika sesuatu peristiwa terjadi, temperamen yang tidak baik yang keluar sehingga menyesali hal tersebut.
3. Murid-murid lain. Mereka lari meninggalkan Yesus (Ay.50) ketika Yesus akan ditangkap,
Bahkan ada yang lari dengan telanjang tanpa rasa malu, hanya supaya tidak ditangkap bersama-sama Yesus. Hal ini terjadi karena mentalitas mereka tidak terpuji dan tidak teruji. Jika kita mencoba lari dari masalah pembentukan mentalitas, maka kita tidak akan pernah lulus dari hal tersebut. Firman Tuhan mengingatkan kita kembali, yaitu yang dapat megalahkan dunia adalah iman, iman datang dari mendengar firman dan Iman adalah ketaatan. Jadi jika kita tidak melatih diri kita melakukan firman sehari-hari mulai dari hal-hal kecil, maka iman kita tidak akan punya kekuatan untuk menaklukkan temperamen yang tidak baik, dan juga kita tidak akan terlatih untuk bekerjasama dengan Tuhan untuk menggunakan temperamen yang baik untuk menghadapi hidup hari-hari karena kita tidak terlatih melakukan firman. Jadi ketika masalah tidak/belum selesai jangan menganggap masalah akan selesai dengan sendirinya, karena tujuannya adalah untuk membuat kita menjadi cakap, sehingga kita harus terus mengikuti ujian sampai kita lulus dan membentuk mentalitas melalui iman.
Pdt. R.F.Martino
TELAH MENGIKUTI PERTANDINGAN DENGAN BAIK DAN TELAH MEMELIHARA IMAN
GppsPalu – Dari Bulan Januari 2016 hingga saat ini tentu kita telah melewati kebersamaan bersama Tuhan dalam suka maupun duka dan bermacam-macam persoalan, pergumulan dan juga ujian. Kita tetap memelihara iman! Ini bukan hal yang gampang. Jika sampai saat ini hati kita tidak terganggu dengan situasi apapun namun kita tetap mengasihi Tuhan, ini adalah bukti bahwa kita telah mengikuti pertandingan dengan baik dan telah memelihara iman.
Mazmur 139:16“mata-Mu melihat selagi aku bakal anak,dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”.
Setiap pribadi memiliki buku kehidupan yang ditulis sebelum kita diciptakan. Allah sudah merancangkan penciptaan kita tentang kehadiran pribadi kita.
Di awal tahun, setiap kita pasti sudah memiliki rancangan, target dan cita-cita baik dalam studi, rohani, dll. Ketika kita sudah menjalaninya, pasti ada kesan-kesan tersendiri. Orang yang melakukan firman setiap hari, pasti memiliki pengalaman yang bisa mendewasakan imannya, yang membuat pribadi kita semakin mengasihi Tuhan.
Kita dapat mengevaluasi diri kita masing-masing dengan memperhatikan kehidupan kita masing-masing.
Sebagai contoh apakah kita sering menanti-nantikan dan memperhatikan jam-jam ibadah seperti hari Minggu, ibadah kategorial atau dalam mengikuti komsel?
Dari hal tersebutdapat dilihat pertandingan iman yang sedang dijalani dan pertumbuhan rohanikita, apakah semakin meningkat atau semakin merosot? Semakin bertumbuh, semakin cinta Tuhan lebih dalam atau merosot? Bagaimana dengan jam-jam doa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Hal ini yang harus selalu diperhatikan supaya kita memiliki pengalaman seperti Paulus.
2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”.
Setiap waktu yang Tuhan berikan, didalamnya ada nilai tanggungjawab. Segala sesuatu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, dalam perkataan, pola pikir dan cara hidup kita. Mari kita perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup! Efesus5:15
Kita juga harus belajar dari Paulus yang selalu memberi nilai dalam setiap waktu/anugerah yang Tuhan berikan. Paulus menyadari bahwa usianya semakin lanjut dan waktunya tinggal sedikit lagi.Oleh sebab itu ia selalu menasihatkan untuk menguji diri sendiri.
I Korintus 4:16 “Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!”
II Korintus 13:5 “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji”.
Paulus juga memiliki target dalam hidupnya.
Filipi 3:10 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”.
Setiap kita memiliki target untuk lebih mengenal Tuhan. Iblis ingin selalu menggoncang iman kita dan mau menjauhkan setiap orang percaya dari Tuhan. Iblis menggangu komitmen kita dengan Tuhan.
Cara Paulus mencapai target:
1. Melupakan apa yang telah dibelakang
Filipi 3:13“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku,…”
Sebelum Paulus menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh, ia menyadari bahwa masa lalunya itu buruk.Ia adalah pembunuh orang-orang percaya yang menurut agamanya adalah benar. Setelah menerima Yesus, ia menyadari bahwa ia salah besar. Paulus katakan bahwa ia adalah manusia celaka, tetapi jika ia selalu memikirkan kesalahan-kesalahan dan masa lalunya maka ia tidak akan maju dan bertumbuh. Jika hidup orang percaya selalu dibayangi masa lalu yang terus membuat merasa sedih, malu atau bahkan yang menyakitkan, maka harus bertanya kepada Tuhan. Jangan langsung menyalahkan orang apalagi membenci apalagi melakukan hal-hal yang tidak baik tetapi miliki satu penaklukkan diri dan tenangkan jiwa supaya dapat berdoa dan menangkap apa yang Tuhan sampaikan, minta hikmat Tuhan kenapa hal ini terjadi sehingga iblis tidak mendapat keuntungan dari masalah yang terjadi. Jangan sampai dibayangi dengan apa yang menyakitkan atau trauma dari sikap orang tertentu atau bahkan membalas. Itu berarti tidak sedang mengikuti pertandingan atau bahkan keluar dari arena pertandingan (tidak sedang menjaga iman), mulai terganggu dan mulai memikirkan cara-cara lain sehingga menjadi tidak bijak.Dalam hidup ini kita belum sempurna tetapi harus ada usaha.
2. Menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi
Dikatakan bahwa Paulus menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi dan mengarahkan diri terhadap apa yang dihadapan.
Sebagai contoh: kekuatiran dapat mengubah prioritas hidup. Kita harus melihat strategi Iblis dalam setiap masalah yang berusaha untuk membangkitkan ingatan ataupun melalui sikap orang lain yang mendakwa untuk membuat kita lemah.
Ibrani 12:1a“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita,…”
3. Mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan (Fokus pada tujuan)
Mengarahkan diri berarti memiliki target dalam hidup. Target dalam studi, pekerjaan, pernikahan maupun dalam kerohanian. Kemudian berlari-lari sampai mencapai target tersebut. Jadi harus mengikuti perlombaan. Iblis saja turun dalam geramnya yang dahsyat, tidak bersantai-santai melihat manusia. Jika manusia tidak berjaga-jaga maka Iblis dapat dengan mudah masuk melalui celah yang ada. Contoh untuk komit dalam membaca Alkitab setiap hari itu tidak mudah karna berlawanan dan harus mengalahkan keinginan daging(sibuk/mengantuk). Ini adalah satu pergumulan, jika kita ingin memiliki rohani yang baik maka harus paksakan diri (yang didalamnya ada pikiran kehendak perasaan sendiri) untuk berdoa.
4. Melakukan dengan mata yang tertuju kepada Yesus
Ibrani 12:2“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”.
Mengiring Tuhan dan melakukan pelayanan fokusnya hanya kepada Tuhan. Ciri-ciri orang yang tidak fokus kepada Tuhan ialah ketika orang lain mengkritik pelayanannya dan kemudian tersinggung lalu marah. Iblis tidak pernah tinggal diam untuk membuat manusia menjadi lemah, ia akan memakai segala macam cara. Tetapi jika kita fokus dengan Tuhan, kitatidakakan terpengaruh dengan apapundansiapapun. Ini berarti kita memiliki rohani yang sehat. Tetapi jika banyak tersinggung, banyak marah berarti rohaninnyasedang sakit.
5. Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
Ibrani 12:1b “…dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita”.
Berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan. Tekun berarti sabar dalam menanggung segala sesuatu(rintangan/cobaan/peristiwa) bukan hanya satu hari, satu kali ataupun satu tahun, tetapiseterusnya. Jadi jangan pernah berpikir untuk pensiun dalam melayani Tuhan. Diwajibkan artinya mau tidak mau, siap atau tidak siap sebagai manusia yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat harus mengikuti perlombaan. Inilah perlombaan yang diwajibkan bagi setiap orang percaya. Dikatakan agar jangan ada beban berarti masalah sekecil apapun harus dibereskan. Sehingga tidak memberatkan kita dalam mengikuti perlombaan.
6. Tidak menghiraukan nyawa sedikitpun
Kisah Para Rasul 20:24 “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”
Paulus ketika didalam penjara pun tidak menyia-nyiakan waktunya. Ia selalu menulis surat dan mengirimkannya kepada jemaat-jemaat. Mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi berarti tidak ada alasan untuk tidak melayani/beribadah, semua pasti ada caranya. Paulus katakan “aku tidak menghiraukan nyawaku…”
II Korintus 4:8-9 “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”
Orang yang memandang kepada Tuhan akan diberi kekuatan karna Ia adalah gembala yang baik. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.
Masa Yang Akan datang (2017)
Menjelang tahun baru, kita mulai mengevaluasi kegagalan-kegagalan di tahun 2016 dan menyusun strategi agar tidak terulang di tahun 2017, memperbaiki dan mengatur agar lebih baik. Berkat Tuhan selalu baru setiap hari tetapi kita harus mengatur dan berjaga-jaga dan mulai mengatur strategi dalam hidup.
Membuat antisipasi dan sikap mawas diri terhadap rintangan yang mungkin terjadi.
1. Yakobus 1:14 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.”
– Timbul dari dalam orang itu sendiri, daging terangsang, tabiat daging mau muncul kembali
– Atau timbul karena panah berapi (Efesus 6:16) yaitu pikiran dosa yang ditembakkan oleh Setan ke dalam pikiran seseorang pada waktu ia melihat-lihat.
Kita harus mengetahui titik-titik lemah didalam hidup karna setiap pribadi memilikinya, sebagai contoh emosi, keinginan-keinginan, ikatan-ikatan dan kebiasaan. Kita harus menguasainya atau kita yang dikuasai dan dikendalikan olehnya bahkan iblis dapat membuat hal ini semakin parah. Musuh didalam diri kita yaitu keinginan daging. Sangat penting untuk menjaga hati,pikiran dan perasaan kita.
2. I Tesalonika 3:3 “supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu”.
Ada waktu-waktu tertentu dimana kita mengalami masa sukar seperti sakit,menghadapi pergumulan, mengalami kekuranganituadalah pelatihan-pelatihan yang Allah izinkan terjadi untuk kita alami agar menjadikan kita cakap bahkan untuk menanggujng yang lebih besar lagi. Jadi jangan ada orang yang goyah imannya karna kesusahan-kesusahan.
Yesaya 30:15 “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”
Artinya kita perlu memastikan kondisi roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna menjelang hari Tuhan yang mendekat. (I Tesalonika 5:23)
Jika dalam menghadapi masalah, kita emosi maka kita tidak dapat berdoa. Kita harus memastikan keadaan roh jiwa dan tubuh kita dalam keadaan terpelihara sempurna.
Lukas 21:34-36 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
3. I Timotius 6:9-10 “Tetapimereka yang ingin kaya terjatuhkedalampencobaan, kedalamjeratdankedalamberbagai-bagainafsu yang hampadan yang mencelakakan, yang menenggelamkanmanusiakedalamkeruntuhandankebinasaan. Karenaakarsegalakejahatanialahcintauang.Sebabolehmemburuuanglahbeberapa orang telahmenyimpangdariimandanmenyiksadirinyadenganberbagai-bagaiduka.”
Semua yang dipikirkan hanyalah uang bukan lagi memikirkan bagaimana menyenangkan hati Tuhan bahkan dalam berdoapun yang dipikirkan hanya uang, dalam bekerja yang dikejar hanyauang. Uang memang dibutuhkan tetapi uang bukanlah segala-galanya. Firman Allah berkata carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Ada janji yang Tuhan berikan kepada orang yang berkenan kepada-Nya. Bahkan tanpa diminta pun, Tuhan memberikan jika itu memang dibutuhkan.
Jika semakin banyak uang tetapi semakin kikir itu berarti sudah menjadi hamba uang dan banyak lagi membuat orang menyimpang dari iman. Karena alasan jabatan, uang, sembako relatinggalkan Yesus. Jadi harus berhati-hati jangansampaimenjadi hamba uang.
Jika semakin banyak uang tetapi semakin kikir itu berarti sudah menjadi hamba uang dan banyak lagi membuat orang menyimpang dari iman. Karena alasan jabatan, uang, sembako tinggalkan Yesus. Jadi harus berhati-hati jangan menjadi hamba uang.
4.Lukas 21:34 “Jagalahdirimu, supayahatimujangansaratolehpestaporadankemabukansertakepentingan-kepentinganduniawi…”
Mazmur 1:1 “Berbahagialah orang yang tidakberjalanmenurutnasihat orang fasik, yang tidakberdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidakdudukdalamkumpulanpencemooh,”
I Korintus 15:33 “Janganlahkamusesat: Pergaulan yang burukmerusakkankebiasaan yang baik”.
Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, jadiharus bijak dalam menjalani waktu karna kita tetap berada dalam posisi menjalani perlombaan. Kitab amsal berkata jika bergaul dengan orang yang bocor mulut maka kita pun akan menjadi bocor mulut, jika kita bergaul dengan orang yang bijak maka kita pun akan menjadi bijak.
Amsal 4:14-15 “Janganlahmenempuhjalan orang fasik, danjanganlahmengikutijalan orang jahat. Jauhilahjalanitu, janganlahmelaluinya, menyimpanglahdaripadanyadanjalanlahterus”.
Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitunghari-hari kami sedemikian, hingga kami berolehhati yang bijaksana”.
Akan ada godaan dan keuntungan didalamnya, tetapi jika kita tahu itu tidak benar dan tidak sesuai dengan firman, maka jalanlah terus dan jangan tergoda. Seringkali sungkan menjadi alasan akhirnya kita ikut. Miliki prinsip iman. Jika kita benar dihadapan Tuhan maka hati kita damai sejahtera.
Kemudian miliki sikap doa seperti Musa yang berkata “Ajarlah kami menghitung hari-hari sedemikian hingga kami memperoleh hati yang bijaksana.”
BijaksanadalamKamusBahasa Indonesia diartikansebagaimenggunakanakalbudi, tajampikirannya, pandai, berhati-hati, cermat, selaluberhati-hatidalamsetiaplangkahnya.
MengandalkanTuhanlebihlagi
Yeremia 17:7-8 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruhharapannyapada TUHAN! Iaakansepertipohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkanakar-akarnyaketepibatang air, dan yang tidakmengalamidatangnyapanasterik, yang daunnyatetaphijau, yang tidakkuatirdalamtahunkering, dan yang tidakberhentimenghasilkanbuah”.
Wahyu 3:5 “Barangsiapamenang, iaakandikenakanpakaianputih yang demikian; Akutidakakanmenghapusnamanyadarikitabkehidupan, melainkanAkuakanmengakunamanya di hadapanBapa-Ku dan di hadapanparamalaikat-Nya”.
Pdt. Milkha Potuda
IBADAH NATAL SEKOLAH MINGGU GPPS JEMAAT PALU 10 DESEMBAR 2016
GppsPalu – Natal sekolah minggu GPPS Jemaat Palu kali ini diadakan di Maranu Restaurant pukul 15.30 WITA. Dan kali ini temanya adalah ‘Hadiah Dari Surga’. Wah, jadi penasaran seperti apa yah hadiah dari surga itu?






Youth Christmash Gathering GPPS Jemaat Palu “THE BRIGHT FUTURE” by Ps. Lea Novitasari S.Th, MA
Yeremia 29 : 11
“ Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. “



The Bright Future atau bahasa gaulnya masa depan yang cerah, bahasa rohaninya masa depan yang penuh harapan adalah dambaan setiap orang. Terlebih bagi anak-anak muda masa depan yang cerah/penuh harapan merupakan impian dan cita-cita, dan mungkin saja salah satu resolusi kita di tahun 2016 atau tahun 2017 yang tidak lama lagi akan kita rayakan.













