This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

MERENCANAKAN MASA DEPAN BERSAMA TUHAN

GppsPalu – Lukas 12:16-20 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Yakobus 4:13-16Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.

Firman Tuhanbaik dalam Amsal 23:18maupunYeremia 29 : 11, berkata sangat jelas mengenai masa depan, yaitu masa depan yang penuh dengan harapan. Tuhan tidak pernah memakai istilah-istilah atau ungkapan-ungkapan mengenai masa depan seperti yang biasa digunakan dunia pada umumnya, seperti “masa depan cerah”, “masa depan terang”, “masa depan gemilang”, dsb. Istilah tersebut diatasmerupakan kalimat ungkapan yang relatif bentuknya. Bagi orang yang tidak memahaminya,bisa salah memaknai artinya,apalagi bila kalimat ungkapan ini tidak dijelaskan secara mendalam.
Ketika Tuhan berbicara soal masa depan, maka Tuhan berbicara soal harapan yang bentuknya nyata, yang seharusnya bisa diraih atau dicapai. Harapan berkaitan langsung dengan manusia itu sendiri, yaitu kita yang terlahir sebagai manusia lahiriah sekaligus manusia rohani, yang sedang menjalani kehidupan. Kitalah yang seharusnya memiliki harapan-harapan untuk masa depan. Masa depan kita sebagai orang percaya sudah Tuhan sediakan, karena sudah menjadi bagian Tuhan untuk menyediakan masa depan yang penuh harapan bagi kita anak-anakNya. Bagian kita sebagai orang percaya adalah memiliki suatu harapan, karena sebuah masa depan dimulai dari setitik harapan, jadi kalau seseorang tidak memiliki harapan berarti sama artinya orang tersebut tidak memiliki masa depan.
Sebagai manusia lahiriah kita memiliki unsur jiwani yang mengendalikan kehidupan kita sehari-hari, yaitupikiran, kehendak dan perasaan. Unsur jiwani tersebut harus dipulihkan terlebih dahulu, supaya maksud Tuhan mengenai masa depan yang penuh harapan tidakkita jalani atau lakukan menurutpikiran, perasaan, kemauan dan kehendak kita sendiri, karenakecenderungan manusia memiliki harapan hanya dari apa yang sudah dimilikinya saat ini, atau apa yang bisa dia andalkan, misalnya seseorang memiliki kekayaan atau suatu kekuatan secara fisik, maka hal itulah yang dia andalkan agar harapannya dapat terwujud, padahal alkitab berkata harapan manusia itu seperti benang laba-laba yang tidak memiliki kekuatan.Apa yang kita harapakan tentunya tergantung bagaimana pemahaman kita tentang masa depan yang Tuhan sediakan. Tiap orang memiliki persepsi berbeda-beda tentang masa depan, padahal sudah jelas masa depan yang penuh harapan itu tergantung dari apa yang kita sendiri harapakan.

Konsep Masa Depan Menurut Firman Tuhan
Konsep masa depan sebagai orang percaya perlu kita pahami menurut firman Tuhan, ketika dunia mengatakan tentang masa depan cerah, umumnya adalah soal menjadi kaya, terkenal, berkuasa, atau memiliki kedudukan karena suatu jabatan. Hal-hal lahiriah tersebut cenderung kepada kehidupan duniawi dan selalu menjadi konsep masa depan manusia pada umumnya. Ada kalanya sebagian orang percaya juga memilki konsep seperti itu tentang masa depan sehingga menjadi sama dengan orang dunia, yaitu berorientasi pada pencapaian dalam hal-hal lahiriah/materi,konsep ini sangat berbahaya, karena sebagian besar orang percayamemiliki pola pikir yang konyol, yaitu menjadi orang percaya atau menjadi orang Kristen hanyauntuk merubah nasib selamahidup dunia, untuk menjadi kaya dan memiliki segala hal-hal di dunia yang sifatnya materi, hal ini akan membuat seseorang menjadi materialistis, dan ketika dia sampai kepada puncak keberhasilan, akan membawanya kepada kehidupan yang penuh ketamakan.Padahal yang harus kita miliki adalahnilai-nilai kebenaran yang hakikiuntuk menjalani hidup kedepan, sehingga kita tidak membuat suatu konsep keberhasilan dengan filosofi dunia pada umumnya.
Dalam perjalanan hidup kita, yang perlu kita pertahankan adalah hidup yang berkenan di hati Tuhan, supaya semua yang sudah Tuhan janjikan dapat kita miliki dan nikmati karena kita berhak menerima janji itu. Tuhan akan memberkati kita dengan materi jika kita memiki tujuan menggunakan materi/kekayaan itu untuk kepentingan Tuhan, bukan untuk keinginan-keinginan supaya disegani, dihormati dandipandang oleh orang lain.

Dalam kisah orang kaya yang bodoh dalam Injil Lukas yang telah kitabaca,secara intelektual dia bukanlah orang yang bodoh dalam hal mengatur pekerjaannya, terbukti dia memiliki manajemen dan perencanaan yang baik dalam mengatur hartanya, tetapi dia dikatakan bodoh oleh alkitab, karena konsepnya tentang masa depan hanyalah tentang materi sehingga menjadi tamak dan congkak.

1 Timotius 6:9-10 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Sebagai orang percaya, kita dilarang untuk menjadi kaya, karena kekayaan bagi orang percaya sudah Tuhan sediakan, bahkan sudah Tuhan rencanakan karena Tuhan menetapkan kita menjadi kepala, terus naik dan bukan turun dan untuk diberkati berlimpah-limpah. Keinginan menjadi kaya bisa membawa kita untuk menjadi sombong, ketika konsep masa depan kita adalah tentang kekayaan maka akan sama dengan konsep duniawi, tetapi jika sesuai firman Tuhan yaitu penuh dengan harapan, maka kita tau kita akan menghadirkan harapan sesuai kehendak Tuhan, bukan lagi sekedar untuk jadi kaya.

Merencanakan Masa Depan Bersama Tuhan
Ketika kita sudah memiliki konsep yang benar mengenai masa depan, maka sekarang kita perlu merencanakannya bersama Tuhan. Ada kalanya orang percaya sudah merencanakan bersama Tuhan, yaitu dengan menyertakan Tuhan dalam setiap perencanaan ataupun pekerjaan yang dilakukan, tetapi apa yang menjadi bagian kita yaitu bekerja dengan mengerahkan seluruh kemampuan intelektual dan potensi yang kita miliki tidak kita lakukan dengan maksimal, padahal dalam diri kita masing-masing terdapat minimal 1 talenta, itulah yang harus kita gunakan untuk bekerjasama dengan Tuhan demi meraih masa depan. Inilah yang membuat kegagalan dalam hidup kita, karena kita tidak melakukan apa yang menjadi bagian kita.
Orang fasik justru memakai semaksimal mungkin hal-hal yang ada dalam dirinya, sampai hidupnya berhasil,sehingga banyak orang-orang percaya yang sakit hati melihat keberhasilan orang fasik tersebut. Mengapa orang fasik bisa dikatakan berhasil? itu tergantung dari konsepnya tentang keberhasilan itu seperti apa, dan walaupun dikatakan “berhasil” kembali lagi apakah keberhasilan itu sesuai dengan kehendak Tuhanatau tidak.
Firman Tuhan berkata, jangan pernah sakit hati terhadap kekayaan/keberhasilan orang fasik. Ini yang harus kita pahami, mana yang menjadi hukum Tuhan dan mana hukum alamiah. Contoh hukum alamiah adalah siapa yang rajin maka dia menjadi kaya, dan siapa malas akan menjadi miskin. Hal inilah yang menyebabkan ada orang percaya yang berpikir bisa berhasil walau tanpa melibatkan Tuhan, sehingga mengandalkan kekuatannya sendiri dalam merencanakan masa depannya.
Yang Tuhan kehendaki dari kita sebagai orang percaya, dari pembacaan dalam Lukas dan Yakobus diatas adalah :
1. Jangan menjadi tamak, seperti orang kaya yang bodoh
2. Jangan menyepelekan Tuhan dalam merencanakan masa depan dan jangan pernah meninggalkan Tuhan.
Saat ini kita semua sedang menuju masa depan, dan jangan pernah mencoba untuk tidak melibatkan Tuhan dan coba memakai konsep duniawi untuk meraih masa depan, supaya kemurahan Tuhan terus berlimpah atas kehidupan kita.

Mazmur 127:1-2 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Pdt. R.F.Martino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *