This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

Yesaya 55:11 Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi iaakan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Firman Tuhan tidak pernah gagal ataupun keliru tetapi firman Tuhan adalah ya dan amin.

Kita harus pegang janji Tuhan ini, khususnya jika kita belum mengalami janji Tuhan tentang masa depan yang penuh harapan.

Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Mazmur 139:16 Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Pemenuhan janji Tuhan dalam kehidupan orang percaya ditentukan oleh Tuhan dan berbeda-beda waktunya. Jadi kita tidak perlu cemburu kepada orang percaya lain yang sudah mengalami penggenapan janji Tuhan karena Tuhan sudah menentukan sesuai dengan waktu-Nya. Dan bukan hanya itu saja, setiap masalah dalam hidup orang percaya mempunyai tujuan yaitu untuk memurnikan iman kita.

Daniel 12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.
Bukan hanya satu atau beberapa orang yang akan dimurnikan imannya tetapi akan ada banyak orang yang dimurnikan imannya menjelang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ada beberapa kasus yang saya tangani beberapa waktu lalu, dua diantaranya merupakan ujian dan pemurnian iman. Mereka masih diberi kesempatan untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, sebelum pada akhirnya mereka dipanggil Tuhan.
Ada kasus juga: pada saat remaja ia adalah seorang yang rohani dan ketua persekutuan doa siswa disekolahnya, setelah lulus SMA, ia menikah dengan seorang yang belum percaya, dan mendapatkan jabatan yang cukup baik dan penghasilan yang cukup besar, tetapi kemudian ia terlibat dalam kasus narkoba, perselingkuhan dan seks bebas yang pada akhirnya membuat dirinya menderita HIV/AIDS. Ia mengaku bahwa tidak seorang pun hamba Tuhan yang mau melayani bahkan semua saudara menjauhinya. Pada akhirnya, ia mendapatkan pelayanan rohani, dibimbing kembali untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kemudian di baptis. Satu minggu minggu kemudian ia dipanggil Tuhan.

Dari peristiwa tersebut, kita belajar agar bijak ketika Tuhan menegur kita. Jika Tuhan menasihati kita melalui firman-Nya dengan suatu teguran yang halus, lebih baik kita cepat meresponi akan teguran Tuhan itu sehingga kita tidak perlu mengalami peristiwa yang membuat diri kita menderita. Tuhan mau agar seluruh keberadaan kita tanpa cacat cela pada saat kedatangan-Nya.

1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus , Tuhan Kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia dan Ia juga yang akan menggenapinya.

Cara Tuhan dalam menggenapi firman-Nya yaitu ia akan menguji dan memurnikan iman orang percaya. Tuhan sayang kita semua, Ia akan datang kembali dan Ia mau bahwa tidak seorang pun tertinggal. Salah satu kendala orang tidak mau ditegur Tuhan adalah kesombongan. Kita harus terbuka kepada Tuhan dan mau dikoreksi. Tidak perlu mengkritik si A, si B, tetapi kita harus menguji diri kita sendiri. Seperti atlit lari yang berada di dalam suatu pertandingan tidak mengurusi atlit lainnya yang sedang berlari tetapi ia berusaha agar dapat memenangkan pertandingan. Tuhan mau agar setiap orang percaya menyelesaikan pertandingan sampai digaris finish.

Ibrani 12:1-3 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yng tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacitayang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan takhta Allah. 3Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

1 Korintus 9:24-2524Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 25Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Setiap orang harus mengikuti pertandingan ini dan harus mencapai garis finish. Tuhan sudah memberikan ketentuan dalam kita mengikuti pertandingan yaitudengan menanggalkan segala beban dan dosa. Beban yang dimaksud ialah kekuatiran, kepahitan, curiga, iri hati, dengki dan tabiat-tabiat buruk lainnya. Jika kita mengikuti pertandingan lari sambil memikul beras tentu akan memperlambat lari kita. Demikian pula dalam pertandingan rohani, jika kita berlari sambil membawa beban dan dosa, ini akan memperberat gerak kita bahkan dapat menyebabkan kita berhenti dan tidak mencapai garis finish.

Jika kita belum mengalami Amsal 23:18, kita perlu koreksi diri, beban apa yang masih ada dalam diri kita. Karena untuk mengalami berkat Tuhan kita harus baik-baik mendengar suara Tuhan Allah, melakukan dengan setia segala perintah-Nya, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, tidak mengikuti Allah lain dan beribadah kepada-Nya. Itulah syarat yang harus kita lakukan untuk dapat megalami masa depan yang penuh harapan seperti yang dijanjikan oleh Tuhan.

Matius 6:19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Untuk setiap kita ada tugas masing-masing yang Tuhan sudah pertetapkan, kerjakan apa yang Tuhan percayakan, selesaikan dan ketika Tuhan datang kita dapat mengatakan bahwa kita selesai dalam pekerjaan-Nya.

By : Pdt. Mediati Martino