This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

BEKERJALAH SEBAB AKU INI MENYERTAI KAMU (4)

Hagai 2:5  Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,

Tuhan tidak pernah tertarik dengan orang yang malas. Hal mendasar yang perlu kita pahami ialah tidak akan ada keberhasilan tanpa bekerja. Secara filosofi orang percaya ada istilah “Ora Et labora” yaitu berdoa dan bekerja. Tidak hanya berdoa saja kemudian berkat kita terima dan bukan hanya bekerja saja tanpa berdoa sehingga kita hanya mengandalkan kekuatan dan segala apa yang ada pada kita, maka kita pun akan gagal.

Iman yang harus kita miliki adalah bagaimana menjalani hidup di dunia karena urusan akhirat sudah beres, kita sudah menerima Yesus secara pribadi dan keselamatan kekal sudah menjadi bagian kita, tetapi iman untuk menjalani hidup sehari-hari yang seringkali tidak dapat kita lakukan dan seringkali menggoyahkan keberadaan kita tentang akhirat. Oleh karenanya kita perlu pemahaman yang benar tentang hidup oleh iman dalam kehidupan sehari-hari.

Kita harus punya kemampuan merubah pengalaman hidup menjadi pengalaman iman. Jika hanya mengandalkan pengalaman hidup saja maka kita akan terjebak dengan mengulangi kegagalan yang sama oleh karena berdasarkan pengalaman dari kekuatan, pikiran dan kehendak sendiri.

Pengalaman iman adalah hasil bergaul dengan Allah. Hal ini tidak bisa di identikkan dengan 6 jam berdoa di kamar. Tetapi pengalaman iman dalam hidup sehari-hari yaitu iman dalam bekerja, dalam beraktifitas dan iman dalam melakukan segala sesuatu. Banyak orang yang nampak rohanitapigagal dalam kehidupan nyata, gagal menyatakan Kristus dalam hidupnya karena pergaulannya hanya di dalam kamar dengan Tuhan, maksudnya ialah imannya tidak digunakan dalam menghadapi realitas hidup. Mereka gugur dalam iman karena tidak dapat menghadapi hal-hal riil dalam hidupnya.

Peristiwa kegagalan Simon dan teman-temannya dalam bekerja keras tidak menghasilkan apa-apa karena tidak disertai Tuhan. Tetapi ketika Tuhan campur tangan dan Simon taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan maka iadan teman-temannya menjadi berhasil bahkan berkelimpahan.

Dalam kitab Kejadian pasal 26 dituliskan tentang penyertaan Tuhan dalam kehidupan Ishak. Dari zaman Abraham, ayah Ishak,sudah sering terjadi kelaparan di negeri Filistin. Dan ketika kembali terjadi kelaparan di negeri itu, Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir dimana di zaman itu bangsa Mesir dikenal dengan persediaan gandum yang cukup. Tuhan justru memerintahkan ia untuk pergi ke Gerar, kepada raja orang Filistin dan menyuruhnya untuk tetap tinggal di negeri itu. Bukan tanpa sebab Tuhan berfirman kepada Ishak dengan melarang ia pergi ke Mesir dan tetap tinggal di negeri orang Filistin. Tetapi Tuhan mempunyai suatu rencana dalam kehidupan Ishak.

Alasan Tuhanberfirman kepada Ishak dan melarang ia pergi ke Mesir:
1. Tuhan sedang berurusan dengan Ishak karena sumpahNya kepada Abraham
Benar ada kelaparan yang hebat terjadi saat itu, tetapi Tuhan berfirman kepada Ishak bukan karena kelaparannya atau masalahnya tetapi karena Tuhan pernah mengikat diri-Nya dengan sumpah kepada Abraham dengan perjanjian turun-temurun, dan Ishak adalah keturunan Abraham.

Sebagai orang percaya, kita sudah ditebus oleh darah Yesus, maka kita pun adalah anak yang dikasihi Tuhan. Oleh karena itu Tuhan mengasihi kita bukan karena persoalan yang ada pada diri kita tetapi karena kita adalah anak-anakNya yang Ia kasihi. Jika kita memahami hal ini, kita akan tahu bagaimana seharusnya kita menghormati Tuhan. Tidak seorang pun mau hidup tertekan dengan masalah-masalah tetapi Tuhan berurusan dengan pribadi-pribadi bukan dengan masalah. Oleh karena itu hubungan pribadi kita dengan Tuhan tidak boleh bermasalah.

Ketika kita mau masuk ke dalam pengalaman iman, kita harus mengerti apa maunya Tuhan. Tetapi mampukah kita tetap tinggal menantikan janji Tuhan digenapi sekalipun dalam situasi ketidakpastian dan ketidakjelasan? Sekalipun perasaan, kehendak dan pikiran menyatu dengan manusia, tetapi iman tidak boleh ditunggangi oleh emosional kita.

Kita adalah turunan ilahi makanya Allah mengasihi  kita. Allah tidak pernah berdusta atau beringkar janji. Ketika kita menghadapi masalah separah/seberat apapun, jangan pernah mengeluarkan kalimat “mengapa hal ini menimpaku Tuhan”  tetapi gantilahkalimat tersebut menjadi “apakah yang Kau kehendaki dalam diriku sehingga hal ini menimpa aku, ya Tuhan”

Tidak banyak umat Tuhan yang dapat berkata demikian, karena secara manusia lebih sering terfokus kepada beban/masalah karena pemahamannya hanya sampai disitu. Oleh karenanya latihlah diri untuk datang kepada Tuhan dengan iman.Serahkan kuatirmu tidak sama dengan serahkan bebanmu, karena yang punya kuatir adalah pribadi manusia. Sehingga pribadi ini yang berurusan dengan Tuhan. Perasaan tidak boleh menguasai diri kita.

2. Ada rancangan khusus Allah bagi Ishak
Maksud dan rencana Tuhan ini tidak mudah dipahami secara akal sehat bagi manusia. Tuhan berfirman kepada Ishak “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing,maka Aku akan menyertai dan memberkati engkau sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.” Tuhan sendiri punya dasar ketika Ia berfirman kepada Ishak. Mungkin kita berkata bahwa kita bukanlah Ishak sehingga tidak memiliki hak atas janji-janji Allah. Tetapi karena kita adalah orang percaya yang sudah menerima Yesus dalam hidup kita maka kita disebut anak-anak ketebusan Tuhan dan berhak atas janji-janji Allah dalam hidup kita.

Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya juga kita dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Orang percaya jangan pernah bertanya kepada “dukun-dukun Kristen” tentang janji Allah dalam hidupnya karena semuanya itu sudah ada tertulis dalam alkitab. Oleh karenanya, seringlah membaca alkitab. Sementara kita membaca alkitab, Roh kudus akan menuntun dan meneguhkan firmanNya dalam hidup kita.

Tuhan berurusan dengan oknum diri kita. Ketika kita mendapat masalah dan menghadapi beban yang berat, cari lebih dulu janji Tuhan atas masalah tersebut. Ayat firman Tuhan mana yang berhubungan dengan masalah kita saat itu. Sehingga kita datang kepada Tuhan dengan iman, karena Tuhan mengikat diriNya dengan firmanNya sendiri sehingga kita akan dikuatkan. Jika kita tidak datang pada Tuhan dengan iman maka kita akan datang kepada Tuhan dengan emosional. Hal ini yang sering terjadi kepada umat Tuhan. Oleh karenanya kita harus melatih diri untuk datang kepada Tuhan dengan iman.
Sebagai orang percaya, kita perlu belajar mengenal apa rancangan Allah melalui segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, karena seringkali perintah Allah sukar dimengerti oleh akal pikiran manusia. Rancangan Allah dala hidup kita dapat kita pahami jika kita memiliki pergaulan yang akrab dengan Allah.

By : Pdt. R.F Martino

BEKERJALAH SEBAB AKU INI MENYERTAI KAMU

Hagai 2:5 “Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam”

Inilah pesan Tuhan tahun ini kepada kita. Bukan hanya sekedar bekerja, namun bekerja keras! Hal ini perlu kita pahami karena banyak pemahaman yang keliru:
– Ada orang percaya yang berpikir cukup berdoa saja tidak perlu bekerja keras karena doa dapat mengubah segala sesuatu. Pemahaman ini menyebabkan banyak orang percaya yang akhirnya mendapatkan hasil yang tak memuaskan. Padahal Tuhan menetapkan kita untuk Berdoa dan Bekerja (Ora et Labora).
– Ada juga orang percaya yang sudah bekerja keras namun ia bertanya-tanya mengapa ia belum mendapatkan hasil? Kita harus memahami bahwa keberhasilan bukan tujuan melainkan proses.

Kita harus berhati-hati terhadap pemahaman yang keliru, karena pemahaman yang keliru menghasilkan sikap yang keliru. Sikap yang keliru menghasilkan tindakan yang keliru.

Lukas 5:1 “Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.”

Jangan pernah kita meremehkan Firman Allah. Apakah setiap kali beribadah kita mencari Firman Allah? Apakah setiap hari hati kita haus dan lapar akan Firman Allah? Ataukah kita tidak haus dan lapar akan Firman?

Gereja ini menyediakan pemuridan yaitu doktrin dasar iman Kristen sebagai dasar yang benar. Saat kita memiliki hati yang lapar dan haus akan Firman, kita harus berhati-hati supaya tidak melahap semua ajaran karena banyak ajaran yang menyesatkan.
– Banyak gereja yang meremehkan dan menghina doktrin dasar dan menganggap pengajaran gerejanya sudah sempurna. Padahal pengajaran tidak boleh menggantikan Firman.
– Ada juga hamba Tuhan yang suka sekali berkata “Tuhan bilang…”. Hal ini berbahaya karena hamba Tuhan tersebut bisa “dijadikan nabi” oleh orang percaya yang belum memahami Firman.
Karena itu penting bagi jemaat di tempat ini untuk mengikuti pemuridan.

Lukas 5:2-3 “Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.”

Yesus memilih memakai perahu Simon. Mengapa perahu Simon yang dipakai? Saat diri kita atau milik kita dipakai Tuhan, pernahkah kita berpikir: Mengapa saya terus yang dipakai? Mengapa milikku terus yang dipakai? Ternyata Yesus memakai perahu Simon karena Yesus tahu bahwa Simon memiliki masalah.

Lukas 5:4 “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.””

Setelah Yesus menyampaikan Firman, Yesus memberikan perintah untuk dilakukan!

Tuhan tidak menghendaki kita menjadi “Kristen tepi pantai”, karena di tepi pantai tidak ada apa-apa. Tuhan menghendaki kita untuk bertolak ke tempat dalam karena disana ada banyak “ikan” yaitu pengalaman-pengalaman iman. Kita dapat menikmati berbagai hal yang Tuhan sediakan di tempat yang dalam. Jadi kita harus berani untuk bertolak ke tempat yang dalam.

Namun kebanyakan orang Kristen hanya mau berada di tepi pantai. Orang Farisi adalah contoh orang-orang yang hanya merasa cukup memiliki pengetahuan Firman tetapi tidak mau melakukan Firman! Mengapa ada orang-orang Kristen yang tidak berani bertolak ke tempat yang dalam?

Lukas 5:5 “Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, …””

Penghalang terbesar untuk bertolak ke tempat dalam adalah pengalaman hidup. Pengalaman hidup Simon yaitu kegagalannya, menjadi penghalang baginya untuk bertolak ke tempat yang dalam. Karena itu ia berargumen seperti diatas kepada Yesus.

Jangan pernah berpikir bahwa sebagai orang percaya kita tidak akan mengalami kegagalan dan keputusasaan. Karena itu kita harus berhati-hati pada pengajaran hamba-hamba Tuhan saat ini yang bukan memberikan Firman namun hanya suka mensugesti orang. Paulus pun tidak steril dari keputusasaan. Bagi orang dunia, jalan buntu adalah keputusasaan. Namun sebagai orang percaya, jalan buntu adalah kesempatan untuk memperbaiki penyerahan diri kepada Allah.

Untuk itu kita harus memiliki kemampuan untuk mengubah pengalaman hidup menjadi pengalaman iman. Sehingga kita tidak lagi mempertahankan argumen kita namun memilih untuk menaati Firman Tuhan, karena hidup oleh iman adalah hidup melakukan Firman Tuhan.

Lukas 5:5 “Simon menjawab: ….. tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Kita mungkin pernah mendengar bahwa “Tuhan bekerja tepat pada waktunya”. Namun apakah kita mengerti: kapankah waktu yang tepat? Banyak orang percaya yang menjadi orang kristen model kebatinan. Mereka berpikir waktu yang tepat adalah suatu hari dan tanggal tertentu, sehingga mereka hanya diam menunggu. Padahal Firman Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan bekerja tepat pada waktunya adalah saat kita melakukan Firman Tuhan!

Pergumulan berat untuk melakukan Firman sesungguhnya adalah dari diri kita sendiri. Kitalah yang biasanya justru memperlambat waktu Tuhan untuk bekerja. Karena kita harus bekerja dulu barulah Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

Setelah benteng-benteng argumen Simon berguguran dan ada penyerahan dirinya kepada Tuhan untuk melakukan Firman, maka Simon mengalami pengalaman iman disertai Tuhan!

Lukas 5:6-7 “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.”

Kita melihat bahwa saat Simon taat, ia mengalami pengalaman iman! Karena itu kita harus melatih diri melakukan Firman dalam kehidupan hari-hari.

Dari peristiwa diatas kita memahami bahwa Tuhan memberi lebih dari apa yang kita butuhkan, bahkan lebih dari yang mampu kita tampung. Namun kita harus berhati-hati: Saat Tuhan menjawab ketaatan kita, kita harus mempersiapkan iman dan mental kita saat menerima berkat-berkat. Situasi diberkati ini adalah situasi riskan yang bisa membuat kita hampir tenggelam. Kemapanan adalah awal kejatuhan jika kita tidak cakap dalam menikmati berkat-berkat Tuhan. Banyak orang setelah diberkati menjadi lupa dengan Sang Pemberi Berkat. Kemapanan banyak membuat orang menjadi sombong dan menjadi suka pamer sehingga hal itu akan mencemari dirinya. Padahal berkat-berkat Tuhan seharusnya membawa kita untuk menemukan anugerah Tuhan dan siapa diri kita sebenarnya.

Lukas 5:8 “Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

Semakin kita rohani, seharusnya kita semakin tahu diri di hadapan Tuhan, menjadi semakin rendah hati. Menyadari bahwa kita adalah orang berdosa yang telah diselamatkan.

Lukas 5:9-10 “Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap, demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon…”

Maukah kita takjub akan kebesaran Tuhan? Saat Simon taat, maka Tuhan memberinya kesempatan untuk takjub akan perbuatan Tuhan, karena Tuhan melakukan lebih dari apa yang ia duga!

Lukas 5:10 “… Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.””

Akhirnya Simon menyadari bahwa berkat yang begitu banyak ia peroleh dari ketaatan, itu belumlah apa-apa. Ada hal yang lebih berharga daripada ikan/berkat yaitu panggilan Tuhan untuk mengerjakan pekerjaan bukan untuk makanan yang akan binasa namun pekerjaan yang membawa pada hidup yang kekal. Tuhan mau hati kita tidak terpikat dan diambil oleh segala macam hal-hal duniawi dan materi, pula agar hati kita tidak menjadi gudang dari barang-barang yang kita cintai karena semua itu fana. Ada yang lebih dari itu semua yaitu hal-hal yang bernilai rohani.

Apa yang terjadi pada akhirnya?

Lukas 5:11 “Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.”

Setelah Yesus menyampaikan visi Allah kepada Simon, maka Simon meninggalkan semua perahu yang penuh dengan ikan-ikan saat itu juga untuk mengikut Yesus.

Saat ini kita sudah memasuki tahun 2020. Semakin tahun bertambah berarti usia kita semakin bertambah dan begitupun kedatangan Tuhan semakin dekat. Mari membenahi diri karena Tuhan segera datang. Tuhan harus menjadi segalanya dalam hidup kita, dan hati kita harus tertuju kepada perkara-perkara rohani yaitu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Hal ini bukan berarti kita meninggalkan tanggung jawab kita sebagai manusia lahiriah. Namun hati kita tidak boleh terikat dengan segala hal yang duniawi. Tetaplah bekerja, “sebab Aku ini menyertai engkau”, demikianlah firman Tuhan.

By : Pdt. R. F. Martino

BEKERJALAH SEBAB AKU INI MENYERTAI KAMU

Hagai 2:5  Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,

I Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ada nilai-nilai ilahi dalam Hagai 2:5 yang memotivasi kita untuk menjalani tahun 2020. Sekaligus menjadi prinsip yang Tuhan berikan baik untuk kehidupan lahiriah maupun rohani.

Matius 28:19-20 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ketika Tuhan memerintahkan murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil, dimulai dengan kata PERGILAH! Tapi gereja membaliknya, harus jadi “sakti” dulu baru bisa keluar untuk memberitakan Injil. Sebagian sekolah alkitab, menyuruh muridnya pergi ke gunung, untuk mendekatkan diri pada Tuhan, kemudian turun gunung supaya bisa menyembuhkan orang sakit, yang buta bisa melihat, bahkan membangkitkan orang mati dan mujizat-mujizat lainnya. Dan ternyata ketika terjun dalam pelayanan, tidak terjadi apa-apa.
Apakah ini tidak terbalik? Sedangkan Tuhan berkata terlebih dulu: “PERGILAH!”

Ternyata hal ini juga melanda dalam aplikasi hidup sehari-hari. Sebuah filosofi hisup berkata: “Dimana ada kemauan disitu ada jalan”. Padahal Tuhan berkata terlebih dahulu: Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu.
Jadi seharusnya: Bekerjalah! Kemudian Tuhan berkata bahwa kita akan disertai, tapi banyak orang membaliknya.

Dalam Hagai pasal 2, semua orang punya masalah yang sama mengenai pembangunan Bait Suci. Baik bupati, para imam dan semua rakyat. Mereka semua punya masalah dengan kondisi hati mereka. Karena Tuhan berkata: “Kuatkanlah hatimu!”. Ada proyek besar di hadapan mereka yang Tuhan tetapkan untuk dikerjakan dan diselesaikan. Secara akal manusia, pada saat itu tidak ada satu halpun yang dapat menunjang untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.

Apa yg dapat kita pelajari dari 3 strata kehidupan baik itu posisi bupati, Imam Besar, rakyat jelata?
Hal ini tidak berbeda dengan kehidupan sehari-hari, bahwa siapapun kita dengan segala keberadaaan kita, sebagai jemaat, pelayan Tuhan, hamba Tuhan, seorang birokrat, atau apapun posisi kita, apakah kita memahami makna dari semua realita yang terjadi dalam kehidupan kita?

Banyak orang percaya tidak bisa menangkap nilai-nilai ilahi dalam setiap realitas kehidupan karena seluruh eksistensi/keberadaannya masih terfokus hanya pada kebutuhan-kebutuhan lahiriah saja. Tidak memperhatikan apa yang menjadi prioritas dalam kehidupannya.
Apakah realitas yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan kita, sempat kita mengetahui apa yang Tuhan inginkan dari kita?

Ketiga strata (Bupati, Imam Besar, rakyat jelata) di dalam Hagai pasal 2 menghadapi masalah tentang pembangunan Bait Allah yang terbengkalaikan.

Rakyat Jelata
Bait Allah sudah hancur dan semua pekerjaan terbengkalaikan. Rakyat hanya memikirkan hal-hal lahiriah, yang penting cukup makan dan cukup pakai.

Imam Besar
Imam Besar sama halnya seperti pelayan Tuhan dalam sebuah gereja lokal. Kita harus  melayani dengan tulus dan tidak perlu memakai trik-trik pelayanan, supaya tidak melenceng dari motivasi penggilan. Lakukanlah apa yang menjadi bagian panggilan pelayanan kita.

Bupati
Jika Tuhan memanggil dan mempercayakan kita untuk duduk dalam struktur pemerintahan, kita harus memahami bahwa jabatan adalah kepercayaan yang Tuhan berikan dan itu merupakan pengabdian atau ibadah. Mari menghargai dan melaksanakan dengan baik apa yang Tuhan percayakan. Jika tidak kita akan menjadi orang-orang yang tidak berguna sama seperti garam yang sudah tawar yang tidak ada gunanya dan diinjak-injak orang dan tidak memberikan rasa lagi.

I Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Pada saat kita mengalami kelahiran kembali (lahir baru) yang diperbaharui adalah roh kita, sedangkan tubuh dan jiwa kita tetap sama.

Terpelihara Sempurna
Siapa yang mengaambil bagian dan  punya tanggung jawab dalam  memeliharanya? Itu sebabnya mengapa Tuhan berkata: “Bekerjalah!”
Ketika kita tidak bekerja untuk jiwani kita, maka jiwa kita akan bermasalah, kita bisa punya mental yang  rusak.
Ketika kita tidak bekerja untuk kebutuhan tubuh kita, maka kita akan sakit bahkan bisa mati karena tidak dipelihara dan tidak diberi makan. Ketika kita tidak bekerja untuk kebutuhan rohani kita, maka kita akan punya rohani yang bermasalah. Ketiga hal ini perlu kita kerjakan dengan baik dan ingatlah bukan hanya menggunakan tenaga tapi menggunakan ongkos (uang). Semua yang melekat pada tubuh kita pasti menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhannya supaya bisa terpelihara dengan baik.

Bagaimana Caranya?
Dengan BEKERJA KERAS
I Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Bentuk-Bentuk KERJA KERAS
II Korintus 11:27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaia,…

Inilah yang dinamakan bekerja keras, jadi kita tidak boleh malas dan selalu beralasan: “Mengalir bersama Tuhan” dan tidak berbuat apa-apa.
Paulus bukan hanya berkata KERJA KERAS tapi juga KERJA BERAT. Yang artinya, jika berat yang diukur dengan timbangan berarti memakai kekuatan fisik tapi jika itu berat dalam persoalan berarti harus pakai kekuatan berpikir yang tentunya dengan cara yang Tuhan berikan.

Tingkat kerja keras bentuknya adalah JERIH LELAH. Apakah sudah bekerja sampai berjerih lelah? Atau hasil yang kita dapatkan dari hasil dengan cara yang tidak benar, misalnya: korupsi, dll. Banyak orang yang sudah memamerkan barang-barang yang sebenarnya belum bisa dimiliki karena tidak sebanding dengan pemasukan.
“Jangan ba aksi sebelum waktunya”. Tapi tidak juga mempermalukan nama Tuhan dengan memakai berpenampilan apa adanya, supaya orang berbelas kasihan
Dimanakah terjadi realitas jerih lelah itu?
Ketika realitas hidup itu hadir dan sangat berat untuk kita hadapi secara fisik, maka disinilah yang namanya pergumulan jerih lelah. Pernahkan Anda melihat orang yang mengangkat barang yang sangat berat? Dia bisa pikul tapi tidak bisa memikulnya dengan lincah berjalan, karena beratnya beban itu. Ia pikul beban yang berat itu, dengan keringat yang bercucuran begitu rupa. Sementara ia memikul beban yang berat ini, maka nafasnya pun terengah-engah. Inilah yang dinamakan pengalaman jerih lelah.

Uji Jerih lelah melalui realitas hidup. Kalau realitas hidup itu belum sampai seperti yang dikatakan dalam II Korintus 11:27 kita belum bisa dikatakan sampai pada pengalaman jerih lelah.
Sama juga dengan yang menyerang jiwa, ketika realitas hidup itu bukan merupakan tekanan-tekanan jiwa, batin, kita belum bisa mengatakan bahwa jiwa kita lelah. Jangan kecewa karena Tuhan akan bawa masuk pada realitas itu.

Mazmur 42: 4 Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”

Bisakah Saudara menggambarkan, kira-kira realitas apa yang sedang dihapai oleh Daud sehingga air matanya menjadi makanannya setiap hari? Inilah pengalaman jerih lelah tingkat jiwa.

Oleh karena itu supaya jiwa kuat dan mempunyai mentalitas yang teruji maka bukan hanya kebutuhan lahiriah yang diurus tetapi kebutuhan jiwa supaya tetap sehat dan sempurna. Jangan lupa bahwa realitas dalam bentuk apapun punya kemampuan untukmenggoyahkan iman supaya dapat menerobos masuk. Iblis tidak berhak menyentuh roh kita, kecuali kita mempersilahkannya.

Kita senantiasa harus dapat menikmati pengalaman DISERTAI TUHAN.

Roma 16:21 21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa:22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita.

Roma 16:1-10 1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,
2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri. 3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. 8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.

Di atas adalah daftar orang-orang yang bekerja keras.
Jadi Alkitab sudah menetapkan bahwa tidak ada berkat tanpa kerja keras, tidak ada jalan terbuka tanpa kerja keras, tidak ada penyertaan Tuhan tanpa kerja keras dan KERJA KERAS itu adalah JERIH LELAH.

Kalau kita hanya berbicara sampai disini orang-orang rohani yang gagal paham akan menganggap dan berkata: “Dimana kamu memposisikan Tuhan?” Justru kata KERJA KERAS adalah perintah Tuhan, bukan berarti kita meninggalkan Tuhan, malah ada janji bahwa hanya pekerja keras yang disertai Tuhan. Dan jangan lupa Tuhan juga berkata dalam Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Berarti kita yang sudah lahir baru dan menerima Kristus, Kristus itu tinggal dalam kita dan menyertai kita. Ada sumber daya alamiah yang Tuhan yang tidak terbatas yang Tuhan berikan pada kita.

Yang bahaya adalah ketika kita bekerja tapi Tuhan tidak menretai kita. Contoh kasus pada Raja Saul, ketika Raja Saul melanggar perintah Tuhan, Tuhan menolaknya dan mengurapi Daud. Daud belum menjadi raja, masih tetap Saul, tapi pada saat itu Roh Allah sudah undur daripada Saul.

Efesus 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Jangan mendukakan Roh Kudus supaya kitatidak kehilangan peranannya dalam menyertai kita.
Daud juga pernah jatuh dalam dosa, tapi Daud berkata bahwa semua boleh diambil dari padanya, tapi dia tidak ingin Roh Kudus diambil dari dalam dirinya.

Penyertaan Tuhan sebenarnya tidak perlu lagi diundang, kita sudah terima Yesus dan Yesus ada dalam diri kita. Nah, kalau penyertaan ini ada, mengapa tidak ada aksi dalam diri kita? Mengapa justru semakin rohani semakin kita menghindari kerja keras/kerja berat?

Begitu kita bergerak, kita akan melihat bagian Tuhan, dan penyertaan-Nya akan dinyatakan. Dengan pertolongan Roh Kudus, itu yang akan menolong kita melakukan perintah Tuhan. Tidak ada pelanggaran, tapi ketaatan. Karena iman bukan hanya sekedar terjwabnya sebuah doa, tapi iman adalah ketaatan tanpa syarat.
By : Pdt. R.F. Martino

MENGIKATKAN DIRI PADA TUHAN

I Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Arti lain untuk kata “Mengikat” adalah seperti lem yang merekatkan,menempelkan perangko; bergabung atau penggabungan menjadi satu. Hal ini tidak terjadi secara otomatis, harus ada tindakan dari kita. Mengikatkan diri pada Tuhan berarti menjadikan diri satu atau menyatukan diri, hidup sangat tergantung dengan Tuhan.

Orang yang melekat dengan Tuhan akan menjadi satu dengan Tuhan. Kelekatannya menjadi ikatan yang bersifat permanen. Jadi persekutuan dengan Tuhan, bukanlah persekutuan “putus nyambung”, kadang-kadang putus, kadang-kadang nyambung. Tuhan menghendaki sebuah persekutuan terus menerus. Jadi, kalau seseorang serius hendak bersekutu dengan Tuhan, ia harus menerima kehendak Tuhan ini.

Apa yang harus dikoreksi yaitu hati dan jiwa yang connect terus menerus, hubungan yang konsisten. Bukan hanya musiman saja, mengingat Tuhan hanya pada momen-momen tertentu seperti: natal, paskah. Ketika kita terus berhubungan dengan Tuhan, keuntungan bukan di pihak Tuhan, tapi justru kitalah yang untung karena Tuhan sangat mengasihi kita.
Contoh: terikat dengan komitmen pernikahan. Pernikahan harus dilandasi karena mengasihi pasangan, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan susah maupun senang.

Banyak orang Kristen mengharapkan proses penyatuan dengan Tuhan bisa terjadi dengan sendirinya; tanpa kerja keras dan perjuangan. Sebagai akibatnya, banyak orang Kristen yang tidak mengalami realisasi dari anugerah Tuhan yang begitu besar ini. Pada akhirnya mereka menganggap bahwa persekutuan dengan Tuhan yang intim dan eksklusif hanya dimiliki oleh beberapa orang tertentu yang mendapat anugerah hak istimewa dari Tuhan.
Mereka merasa tidak memiliki hak istimewa tersebut. Mereka menganggap bahwa penyatuan dengan Tuhan adalah mimpi yang tidak pernah terwujud. Pada umumnya mereka sudah puas menjadi “orang Kristen awam”.

Diawali dari komitmen pribadi kita dengan Tuhan .
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Dalam memberitakan Injil kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk menerima Yesus, biarlah pribadinya sendiri yang menentukan apakah dia mau menerima atau tidak, kita tidak perlu memaksakannya.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Setelah kita lahir baru kita akan menjalani hidup yang baru dengan meninggalkan pola hidup yang lama.

Galatia 2: 20  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. …

ORANG YANG SATU ROH DENGAN TUHAN

1.    Memiliki roh/jiwa yang berbeda
Bilangan 14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya ( “he has a different spirit” -roh – Amplified Bible) dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya

Roh dan jiwa 10 pengintai:
1.    “Bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat”
2.    “Sangat besar, juga keturunan Enak ada di sana”
3.    “Kita tidak dapat maju menyerang karena mereka lebih kuat daripada kita”
4.    “Bangsa itu memakan penduduknya”
5.    “Kami lihat diri kami seperti belalang”

Roh dan Jiwa Yosua & Kaleb berkata lain:
1.    Yosua dan Kaleb mengoyakkan pakaiannya, negeri itu lar biasa baiknya
2.    Jangan memberontak kepada Tuhan
3.    “Kita akan maju menduduki negeri itu”
4.    Negerinya berlimpah-limpah susu dan madunya
5.    “Jangan takut kepada bangsa itu sebab mereka akan kita telan habis”
6.    “Tuhan menyertai kita, jangan takut kepada mereka sebab kita pasti mengalahkannya”

2.    Memiliki Kualitas Iman yang Teruji

Ayub yang saleh, jujur, atkut akan Allah dan menjauhi kejahatan
Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau

3.    Tahu Kapan Bertindak dan Apa Yang Harus Dilakukan.

Nehemia 1:3-4  3 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.” 4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

Bagimana Cara Hidup Mengikatkan Diri dan Tetap Satu Roh Dengan Tuhan.
1.    1 Petrus 1:14-16 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
2.    Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging”.
Buah Roh harus berkembang dan berkuasa dalam hidup kita. Gal 5:22, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

2 Korintus 4:16 ”Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”

3. 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Jangan Ada Lagi Noda Kekafiran
2 Korintus 6:11-18  11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu. 12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu. 13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! 14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? 16 Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.  17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

4.   Berdoa
Lukas 18:1  Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

1 Tesalonika 5:17 Tetaplah berdoa.

Mazmur 91:14-16 (TB)  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Kehidupan yang dipersembahkan bagi Tuhan Yesus untuk kemuliaan-Nya yang selalu mengikatkan diri kepada-Nya, menjadi satu roh dengan Dia. Tentu kehidupan seperti ini sungguh-sungguh dapat menyukakan hati Tuhan kita Yesus Kristus.

By : Pdt. Milkha Potuda

Pesan-pesan Tuhan menjelang akhir tahun 2019 TETAP BERDOA DAN BERJAGA-JAGA!

Bertepatan dengan peringatan hari ibu tanggal 22 Desember ini, saya mengucapkan kepada semua ibu yang ada “selamat hari ibu” dan pesan kepada semua anak-anak untuk tetap menghormati orang tua. Beberapa hal Tuhan ingatkan kepada kita semua untuk diperhatikan menjelang akhir tahun 2019 agar kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

1. Menjadi orang tua jasmani dan rohani yang bertanggung jawab
Ibu-ibu jasmani itu bukan hanya melahirkan anak saja tetapi ada tuntutan Tuhan untuk membesarkan anak-anak ini hingga menjadi dewasa dan mandiri baik secara jasmani maupun secara rohani. Bagi yang belum mempunyai anak atau tidak punya anak sampai saat ini, tidak perlu berkecil hati karena Saudara bisa menjadi orang tua bagi anak-anak dengan cara memberitakan Injil dan membimbing mereka sampai dengan dewasa secara rohani. Orang tua juga perlu memperhatikan pergaulan anak-anak nya.

2. Tetap Berdoa dan berjaga-jaga
Pesan Tuhan berikutnya yaitu kita harus tetap berjaga-jaga dan berdoa sungguh-sungguh. Sama halnya dengan dunia bisnis, perbankan, dll, semuanya memiliki target. Di akhir tahun semuanya akan dievaluasi apakah mencapai target atau tidak.. Iblis pun juga punya target di tahun 2019 ini. Seperti kita tahu bahwa Iblis adalah pencuri, pembunuh dan pembinasa baik secara rohani maupun jasmani sehingga kita harus waspada terhadap target Iblis ini. Berdasarkan pengalaman saya selama menggembalakan jemaat di tempat ini, di hari-hari terakhir menjelang tutup tahun ada beberapa jemaat yang meninggal mendadak,  ada yang tiba-tiba sakit, anfal dengan penyakit dan lain sebagainya. Seorang anak jemaat  berusia sekitar 3 tahun meninggal pada tanggal 31 Desember beberapa tahun yang lampau. Saat itu ayah dan ibunya sedang berjualan di toko mereka. Anak kecil ini sedang bermain di belakang toko bersama dengan saudara sepupunya kurang lebih seumur. Anak ini ditemukan dengan kepalanya masuk di ember berisi air. Kemudian ibunya membawa ke pastori kepada kami tetapi sudah dalam keadaan meninggal.
Dengan mengetahui hal ini, kita harus tetap senantiasa berdoa dan berjaga-jaga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Berjaga-jaga dalam hal makan-minum
Perayaan natal dibarengi dengan banyaknya makanan dan minuman. Perayaan natal disana-sini dan selalu disertai dengan makan-makan. Hati-hati dengan banyaknya makanan, harus dapat mengontrol yang dimakan.
Banyak makanan beredar saat ini yang sangat membahayakan karena sudah dicampuri dengan zat-zat kimia berbahaya seperti buah semangka yang disuntik oleh suatu zat tertentu sehingga menjadikan buah itu merah tetapi zat ini dapat membahayakan kesehatan manusia dan ini merupakan racun yang dapat membuat kita jadi sakit bahkan mengalami kematian. Saya tidak pernah tahu apakah makanan tertentu memiliki zat beracun atau tidak. Pengalaman saya pribadi ketika dihadapkan dengan makanan saya berdoa kepada Tuhan agar Ia menaruhkan tuntunan-Nya dalam diri saya, jika makanan atau minuman tersebut mengandung racun/hal-hal yang membahayakan kesehatan saya, Tuhan tolong buat saya tidak menginginkannya atau tidak menyukainya. Itulah pentingnya kita ini dituntun total oleh Roh Kudus. Roh Kudus menuntun kita bukan hanya dalam aspek rohani dan pelayanan tetapi dalam hal hal jasmani seperti dalam hal lain makanan dan minuman.

Filipi 2:13 Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
Ayat ini menjelaskan bahwa kita perlu meminta supaya kehendak Tuhan ditaruhkan dalam kehendak kita.

2. Dalam hal kesibukan
Untuk mempersiapkan Natal dan tahun baru, banyak dari kita begitu sibuk dan tidak berjaga-jaga karena seluruh fokus perhatian kita hanya kesana sehingga membuat kita kurang berdoa, bersekutu bahkan meminta tuntunan Roh Kudus sudah tidak ada. Hal ini sering terjadidalam kepanitiaan-kepanitiaan baik kepanitiaan natal, kegiatan jambore remaja atau Bible camp dimana sering terjadi kecelakaan, tabrakan dikarenakan faktor kesibukan dan capek.
Setiap menjelang akhir tahun banyak orang yang mudik atau melakukan perjalanan pulang kampung. Agar tidak ada celah, kendaraan yang akan digunakan harus diservis, karena jika ada kerusakan pada mobil atau kendaraan yang tidak diservis itu adalah celah. Kaum muda di tempat ini beberapa tahun lalu pernah mengalami mobil macet total ketika pulang dari liburan di sebuah pantai di daerah Donggala. Saya katakan bahwa kita harus waspada!
Kita harus tahu jelas apa yang akan kita kerjakan, ke mana kita pergi harus seturut dengan tuntunan Roh Kudus. Karena jika sesuai dengan tuntunan Roh Kudus maka ada jaminan perlindungan. Dalam Mazmur 91 dikatakan bahwa orang yang senantiasa dalam hadirat Tuhan, ia ada dalam perlindungan Tuhan. Karen Tuhan Allah, Roh Kudus adalah maha tahu. Ia tahu jika ada hal-hal di hari-hari depan yang kita tidak tahu, seperti kecelakaan karena iblis ingin mencelakai kita tetapi Tuhan maha tahu dan dapat menuntun kita sehingga kita diluputkan dari maut.

Seorang Oma yang dulu adalah jemaat di tempat ini tetapi sekarang sudah almarhum, ia seorang yang sangat sederhana tetapi memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Saat itu ia diajak oleh kaum muda gereja sebelah untuk mengikut kebaktian Padang di daerah Donggala sekitar Tanjung Karang. Panitia sudah membagi tempat untuk peserta dalam angkot yang mereka sewa. Tetapi pagi-pagi ketika oma ini saat teduh ia mendengar suara Tuhan agar oma ini tidak usah pergi. Oma ini taat dan ia tidak jadi pergi. Pada hari itu, sore sekitar jam 4, ia mendengar bahwa mobil yang ditumpangi oleh para pemuda yang baru saja pulang dari kebaktian Padang mengalami kecelakaan dan 2 diantaranya meninggal dunia.

Rencana Iblis sudah pasti jahat dan ingin mencelakai bahkan ingin mematikan kita. Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan peka mendengar suara-Nya  maka Tuhan dapat melepaskan kita dari segala macam bahaya kecelakaan.
Bukan hanya doa yang asal-asalan tetapi doa yang intim, berkomunikasi dengan Tuhan karena di situlah Tuhan akan menuntun kita dan memberitahukan hal-hal yang ada di depan yang kita tidak tahu termasuk segala sesuatu yang iblis sudah rencanakan. Kalau kita tidak selalu dituntun oleh Roh Kudus maka kita tidak akan pernah tahu hal-hal seperti ini. Karena tugas daripada Roh Kudus adalah mengingatkan kita dan menuntun kita ke dalam semua kebenaran, Ia juga memberi tahu kepada kita tentang hal-hal yang di depan kita yang kita tidak tahu. Yohanes 16:7-14. Sesibuk-sibuknya kita, kita harus tetap dengar suara Tuhan. Selain berjaga-jaga dan punya ketajaman akan tuntunan Roh Kudus kita juga harus memperkuat rohani kita dengan membaca Alkitab.

Satu kasus yang terjadi di suatu daerah yang ditemukan oleh seorang jemaat di tempat ini, seorang bapak yang sedang dalam perjalanan menuju ke daerah Poso. Ia menjumpai seorang pemudi Kristen meninggal karena penyakit yang tidak biasa. Pemudi ini belum menikah, kerja sebagai staf honorer polisi kota di wilayah tersebut. Seorang Kristen yang belum lahir baru. Si bapak menemukan pemudi ini terbaring di rumah sakit, saat itu belum masuk di ruang ICU tetapi sudah tidak sadarkan diri. Secara fisik berdasarkan denyut nadi, jantung dan pernapasan semuanya baik, tetapi pemudi ini terbaring dan tidak sadar. Saya berdoa, juga teman-teman tim doa yang memiliki karunia di beberapa tempat berbeda turut berdoa untuk kasus ini, kami saling mengkonfirmasi dan memperoleh petunjuk dari Tuhan bahwa pemudi ini memiliki hubungan khusus dengan seorang pria beristri. Lalu istri dari pria ini sakit hati dan menyerang pemudi tersebut dengan kuasa gelap(santet) sehingga menyebabkan si pemudi terbaring dan tidak sadarkan diri. Bahkan lebih rinci lagi teman-teman dari tim doa diperlihatkan orang yang melakukanhal tersebut, juga tempat/lokasi dan media yang digunakan.
Jika seseorang mempunyai kekuatan rohani dan tidak ada celah, maka ia dapat melawan kuasa gelap tersebut, tetapi dalam kasus ini, ia juga kedua orang tuanya belum lahir baru/menerima Tuhan Yesus secara pribadi.
Satu minggu sebelumnya pemudi ini mengeluhkan sakit kepala, ia merasa kepalanya ditusuk-tusuk, kemudian ia dibawa ke seorang dukun tetapi dukun tersebut tidak sanggup mengatasinya. Lalu pemudi ini dibawa ke rumah sakit. Sekalipun kondisi fisiknya tidak sadar, ia belum dirawat di ruang ICU. Setelah kami selidiki, 1 jam sebelum ia meninggal dunia, ada teman-teman dari si pemudi ini yang berasal dari kepercayaan sebelah memberitahukan kepada ibunya agar mengizinkan seseorang yang mereka percaya dapat menyembuhkan pemudi ini dari sakitnya untuk datang dan mengobati pemudi tersebut. Sebelumnya, kami sudah mengingatkan kepada Ibu dari si pemudi ini untuk tidak membawa orang pintar/dukun, dan lain sebagainya, kami sampaikan kepada si ibu jika percaya kepada Tuhan Yesus maka andalkan Tuhan Yesus saja jangan di campur-campur. Tetapi di saat-saat terakhir menjelang ia meninggal, si ibu mengizinkan teman-teman dari pemudi ini membawa seseorang yang kemudian membacakan bacaan-bacaan yang dipercaya dapat menyembuhkan pemudi tersebut. Akhirnya menjelang jam 6 sore pemudi ini meninggal dunia. Belajar dari kasus ini, diperingatkan kepada setiap pemuda-pemudi yang masih single, jangan sampai membuka celah dengan memiliki hubungan khusus dengan laki-laki yang sudah beristri ataupun berhubungan dengan wanita yang sudah bersuami karena hal ini akan membuka celah bagi Iblis untuk menghancurkan saudara.

Kita belajar untuk tetap berjaga-jaga dan tidak membuka celah. Taati firman Tuhan secara total dan jangan bermain-main dengan dosa. Kedatangan Tuhan sudah tidak akan lama lagi. Perkuat rohani senantiasa berdoa dan baca firman Tuhan, jika sudah dipenuhi oleh Roh Kudus maka pakailah bahasa roh. Karena ini adalah salah satu senjata rohani dari sekian banyak senjata yang ada. Bahasa roh membuat kita lebih peka walaupun kita tidak mengerti bahasanya tetapi kita berkomunikasi terus dengan Allah Bapa di surga melalui bahasa roh ini. Bahasa roh membuat iman kita bertumbuh atau iman kita menjadi lebih kuat. Bahasa roh juga merupakan pintu gerbang untuk karunia-karunia lainnya. Bahasa roh adalah karunia pertama yang Roh Kudus berikan. Ketika orang memberikan kita sebuah hadiah lalu kita memakainya maka orang yang memberikannya akan merasa senang, begitu pula Roh Kudus, jika Roh Kudus sudah memberikan Karunia kepada kita, pakailah itu dengan sukacita maka Roh Kudus akan senang dan Roh Kudus akan menambahkan kepada kita karunia-karunia yang lain. ini sangat berguna khususnya di hari-hari terakhir. Karena musuh kita adalah roh oleh karena itu kita perlu diperlengkapi dengan senjata-senjata rohani.

Jadi jika saudara adalah seorang Kristen, jadilah Kristen sejati jangan jadi Kristen dan sudah lahir baru tetapi tidak dingin dan tidak panas, karena Tuhan akan memuntahkan saudara. Jangan menjadi sama seperti jemaat Laodikia yang ditegur oleh Tuhan. Wahyu pasal 3:15-19. Tetaplah berwaspada!

By : Pdt Mediati Setiawan

INTEGRITAS HIDUP ORANG PERCAYA

Berbicara mengenai integritas, ini sangat penting dalam hidup kita di zaman ini yang semakin rusak dimana kedurhakaan semakin merajalela.

1. Integritas berbicara mengenai kesejatian, kemurnian, menyatakan apa adanya diri kita secara tulus, secara jujur, bermutu/berkualitas, komplit. Bukan kemunafikan dan bukan pura-pura. Inilah suatu gambaran tentang hal yang harus menguasi hidup kita, keberadaan dan kemurnian kita.

2. “Mempunyai integritas” berarti perkataan dan tindakannya sesuai dengan prinsip iman yang kita pegang.
Jangan punya prinsip hidup sendiri, tapi prinsip hidup kita harus sesuai dengan firman Allah. Semua yang kita kerjakan dan taruh dalam pikiran kita semuanya sesuai dengan firman Tuhan. Kristus hidup dalam kita. Tidak tinggal diam saja, tapi menuntun dan menolong kita. Dia menuntun kita untuk menuntun melakukan firman

3. Integritas berarti bertanggungjawab. Ini merupakan tanda kedewasaan seseorang. Orang yang berani mengambil tanggungjawab adalah mereka yang bersedia:
– Mengambil resiko dalam keadaan sulit
– Memperbaiki keadaan
Contoh: memungut sampah.
– Melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik

4. Berintegritas berarti mampu menguasai diri dan mendisiplin diri. Sikap disiplin berarti melakukan yang seharusnya dilakukan.
– Mendisiplinkan keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup mendisplinkan untuk hal-hal yang penting saja.
– Mendisiplinkan diri dengan waktu
Kegiatan-kegiatan yang tidak perlu dan tidak penting. Setiap waktu dipertanggungjawabkan kepada Tuhan
– Mendisiplinkan perasaan, emosi kita.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

INTEGRITAS DI DALAM SEGALA ASPEK

1. Ayub. Integritas Diri & Keluarga
Ayub 1:4-5 4 Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. 5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub sangat tertib memperhatikan anak-anaknya satu persatu.

2. Yusuf. Jujur dan bertanggungjawab
Yusuf berintegritas dalam pekerjaan

Kejadian 39:9 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Kejadian 39:9 Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

3. Berintegritas dalam iman: memiliki komitmen dan setia.

Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego
Daniel 6:10-12 10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 11 Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 13 Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”
Yang punya integritas akan setia menepati janji, konsisten dan mempertahankannya sampai akhir, walaupun itu membutuhkan pengorbanan.

Nabi Habakuk
Integritas dalam iman

Habakuk 3:17-19 17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.

Rasul Paulus
Integitas dalam pelayanan.

Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
4. Berintegritas dalam perkataan, apabila perkataan kita sejalan dengan pebuatan kita

I Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup samasperti Krstus telah hidup

Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus

Membangun integritas dalam diri:
Integtitas tidak terjadi secara otomatis, tetapi harus diabngun, dikembangkan lewat proses dan tekad. Alkitab menunjukkan bahwa orang yang berintegritas memiliki hubungan atau pergaulan yang erat dengan Tuhan. Mereka selalu berusaha hidup benar, mau terus belajar dan menjadipelaku firman yang setia.

Lukas 16:10 Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Firman Tuhan kepada Salomo :Jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku.

2 Petrus 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Integritas Yang Berdampak
1 Timotius 4:12b “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”

Filipi 2:15 Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.

Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

By : Pdt. Milkha Potuda