Category Archives: KOTBAH
PERJANJIAN DENGAN METERAI DARAH YESUS
Kita sudah belajar beberapa hal tentang mengikat iman dengan janji Tuhan. Tuhan mengikat perjanjian-Nya dengan sumpah, kita mengikat iman kita dengan janji Allah.
Dalam konteks Perjanjian Baru ini mendatangkan suatu damai sejahtera, sukacita dan semakin membangkitkan iman kita. Bahkan sampai kepada iman yang paling lemah sekalipun, akan disegarkan untuk dikuatkan kembali dan semakin dahsyat.
Sebenarnya Allah tidak perlu bersumpah, karena Ia bukan pendusta, tetapi untuk kepentingan kita supaya tidak ada alasan untuk tidak percaya akan janji-Nya. Cara Allah mewujudkan janji-Nya seperti yang kita baca bahwa Allah dengan umat-Nya saling berinteraksi pada saat itu (Perjanjian Lama). Nah, sekarang kita sudah menjadi orang percaya, apakah janji Allah di jaman Abaraham masih berlaku bagi kita saat ini?
I Korintus 11:24-25 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
Saya perlu meluruskan tentang perjamuan kudus, oleh karena beberapa hamba Tuhan sudah melakukan hal-hal yang aneh dengan perjamuan kudus. Menganggap bahwa perjamuan kudus sudah seperti jimat Menganggap kalau makan roti seperti makan daging Tuhan Yesus, ada gereja yang mengajarkan tidak boleh digigit karena nantinya akan keluar darah. Ada juga yang menjadikan jimat dalam bentuk lain, yaitu perjamuan dibawa pulang untuk untuk orang sakit, supaya sembuh. Ada juga yang menggosoknya ditempat yang sakit. Yang lain lagi anggur perjamuan dibawa ketempat keramat. Ada juga yang disiram di pinggir rumah.
Padahal jelas tertulis di I Korintus 11: 24 bahwa perjamuan itu menjadi peringatan akan Yesus yang rela mati untuk menebus dosa kita. Firman Tuhan digenapi, bahwa semakin banyak pengajaran-pengajaran dari berbagai cara dan berbagai gereja dan pribadi-pribadi ini sudah tidak lagi memiliki suatu pemahaman yang mendasar tentang firman Tuhan, hanya terbawa-bawa oleh karena seorang figur yang sudah menjadi idola.
Oleh sebab itu sangat penting bagi jemaat untuk mengikuti pemuridan agar memiliki pemahaman yang benar.
Dikatakan: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!””
Oleh sebagian orang pemahaman inipun dianggap benar-benar benar darah Kristus, sehingga ada sindiran berkata bahwa orang Kristen adalah kanibal. Padahal ini adalah anggur. Jadi seberapa banyak kali kita meminum perjamuan itu menjadi PERINGATAN.
Jika pada masa lalu umat Tuhan mengalami janji Allah, dimana Tuhan juga bisa berbicara melalui perantaraan seorang nabi, bagaimana dengan kita yang sudah menjadi seorang percaya untuk mengalami janji Allah? Apakah kita juga harus melalui perantara seorang nabi?
Contoh Kasus
Suatu keluarga memiliki anak perempuan yang belum menikah, anak ini memiliki penampilan dan budi pekerti yang baik, tetapi masih belum bertemu dengan jodohnya. Suatu saat ketika ia bekerja di suatu perusahaan dan ditaksir oleh pimpinannya yang sudah memiliki istri. Kemudian orangtua si gadis konseling dan menanyakan kepada seorang hamba Tuhan, dan hamba Tuhan tersebut mengatakan bahwa itu tidak boleh. Apa maksud konseling ini? Bisa dikatakan ini adalah suatu hal untuk mencari pembenaran, padahal sudah jelas bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.
Kita tidak bisa menjadi seorang percaya yang tidak bisa menikmati iman percaya, termasuk tentang janji Allah yang sudah dimeteraikan oleh darah Yesus.
Yang perlu kita tahu adalah bahwa Tuhan Allah melanjutkan ikatan perjanjian itu, baik di zaman Abraham sampai keturunannya, yaitu orang-orang percaya, agar punya hak untuk menikmati dan mengalaminya.
Roma 8:1-16-17 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Kita adalah ahli waris, artinya ada HAK IMAN untuk berhak menerima janji-janji Allah. Janji Allah bukan hanya tersirat, tetapi janji yang tertulis secara otentik di dalam Firman-Nya.
Masalahnya sekarang pada kita. Jika kita belum dapat menikmati dan memfungsikan iman percaya kita, maka hal itu akan sampai pada tahap bimbang akan janji Allah, sehingga akan membuat kita memakai cara-cara lain untuk meyakinkan diri sendiri. Seperti pada zaman pemerintahan Roma, banyak dibuat doa-doa hafalan, karena pada zaman itu tidak bisa berkomunikasi jika tidak ada mediator.
Perjanjian Allah yang sudah dimeteraikan adalah menjadi bagian orang percaya, makanya Tuhan juga berkata
Dalam Yohanes bahwa apapun yang kita minta di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, maka akan diberikan
Markus 16:17 1 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
II Korintus 1:19-20 19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.
20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
Janji Allah tidak diperolah seperti cara-cara orang yang datang kepada seorang yang dianggap “mampu” mengetahui dan memecahkan masalah (dukun, dll), yatu membawa sesuati seperti ayam putih, dll.
Pakailah iman di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Kita harus sangat berhati-hati supaya tidak mengejar hal-hal lahiriah dengan mengabaikan kebenaran
Karena ini adalah hak iman maka untuk penggenapan janji Allah yg sdh dimeteriakan dengan darah, maka akan muncul suatu situasi dan kondisi yang selalu dihindari oleh sebagian banyak orang percaya yaitu PERGUMULAN IMAN
Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
Dimana bentuk pergumulan iman percaya dari Abraham dalam menerima janji Allah? Abraham tidak punya dasar apa-apa untuk berharap, tetapi dikatakan bahwa Abraham berharap juga
Setiap orang percaya harus percaya terhadap janji Allah, untuk mempercayainya banyak orang percaya tidak mau bergumul dengan tekanan jiwani.
Roma 4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Positifnya adalah bahwa ia menyerah pada kehendak Tuhan. Tapi Iblis menggoda supaya tidak mau berlelah dengan janji yang sudah Tuhan berikan, Iblis bisa membuat lemah.
Abaraham tidak memiliki iman yang lemah, justru hal itu membangkitkan iman percaya Abraham.
Ini Rahasianya:
Roma 4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah
Iman yang selalu difungsikan semakin lama akan semakin kuat.
Yakobus 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Inilah yang menjadi pengharapan kita, janji-janji Tuhan akan selalu digenapi, seperti fajar yang tidak pernah terlambat bersinar.
By : Pdt. R. F. Martino
MENJADI GEMBALA YANG BAIK
Yohanes 10:1-10 1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. 3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” 6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. 7 Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Kita disebut domba kalau kita sudah lahir baru. Domba-domba yang ada dalam kandang Tuhan Yesus hanyalah orang-orang yang melewati pintu yaitu yang sudah mengalami Yesus dalam hidupnya. Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kita boleh masuk dalam bilangan domba-domba yang ada dalam pemeliharan-Nya ketika kita telah memiliki Yesus
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Diperikop ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Akulah Pintu. Ketahuilah orang-orang yang masih diluar kandang tidak dipelihara oleh Tuhan, yang dipelihara dan diproteksi hanyalah orang-orang yang sudah masuk dalam kandang. Kalau kita masih merasa jauh dari Tuhan, kita harus bertanya apakah kita sudah masuk dalam kandang yang pintunya adalah Yesus. Yang harus ditekankan adalah apakah kita sudah jadi domba Tuhan Yesus atau belum? Sudah dalam kandang-Nya Yesus atau belum?
Kita tahu bahwa diluar kandang kondisinya sangat membahayakan. Ada serigala, yang akan menerkam dan memangsa domba-domba itu. Ada saatnya dimana dikatakan domba-domba itu tidak selalu di dalam kandang, ada jam-jam dimana mereka dibawa keluar dibawa kepadang rumput yang hijau untuk diberi makan. Dibawa ke rumput yang hijau bukan berarti dibawa lalu ditinggalkan.
Kita mengambil satu contoh dari Raja Daud. Sebelum ia menjadi raja ia dipercayakan oleh orangtuanya untuk mengembalakan 2, 3 ekor kambing domba. Dalam Mazmur Daud mengatakan, ketika ada serigala mau menerkam domba-dombanya, Ia segera lari dan memukul binatang buas itu, mengusir serigala dan mengalami kemenangan.
Walaupun hanya 2, 3 ekor, tetapi Daud bertanggungjawab penuh menjaganya.
Kalau Saudara betul-betul menjadi domba dari Yesus Kristus dan resmi menjadikan Yesus gembala dalam hidup, Saudara pasti aman. Yang penting Saudara ikut saja kemana Tuhan membawa Saudara dalam jalan Tuhan.
Dalam Yohanes 10:3 ciri dari domba Tuhan adalah dia bisa mengenal suara gembalanya. Gembala yang Agung adalah Tuhan Yesus.
Kita tidak lagi membahas tentang keselamatan dunia akhirat. Pembahasam kita adalah bagaimana kita bisa selamat dari kejahatan dalam dunia ini.
Banyak hal-hal yang mengerikan dalam dunia saat ini, kejahatan dimana-mana. Ketika kita menjadikan diri kita sendiri menjadi domba yang taat pada Tuhan Yesus, pasti kita selamat.
Dalam Yohan 10:4 dikatakan bahwa jika semua dombanya telah dibawanya keluar, ia berjalan didepan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
Bagaimana cara mendengarkan suara Tuhan? Bacalah Alkitab, karena Alkitab itu adalah suara Tuhan/perkataan Tuhan.
Kalau kita sungguh-sungguh mendengar dan melakukan apa yang Tuhan katakan, Saudara pasti selamat dari samua kejahatan dalam dunia ini.
Tidak kebetulan bahwa kita sebagai umat Tuhan digambarkan seperti domba, bukannya kambing, sapi atau atau yang lainnya. Domba memiliki spesifikasi khusus, domba umumnya adalah binatang penurut. Seperti dikatakan Tuhan Yesus bahwa gembala selalu berjalan didepan domba-dombanyanya, dan domba-dombanya mengikuti dia.
Di New Zealand terdapat lebih banyak domba-domba daripada manusia. Di perternakan, domba-domba itu ada gembala yang menjaganya. Gembala-gembala itu memberikan kode-kode panggilan untuk dombanya, sehingga domba itu mendengarkannya. Suatu saat seorang turis yang menirukan cara memanggil domba-domba itu dengan kode-kode yang sudah diajarkan oleh gembala aslinya, bahkan sudah memakai jaket dari gembala asli domba-domba itu, tapi domba-domba itu tidak bergeming dan tetap memakan rumputnya. Ketika ada gembala palsu, domba-domba itu dapat mengetahui perbedaan suaranya .
Jadi dalam hal ini apa yang bisa kita pelajari untuk jadi dombanya Tuhan supaya kita tidak tersesat yaitu tidak jauh dari Tuhan, kita harus dengar suara-Nya, kita membaca Alkitab, kita harus tau apa maunya Tuhan, apa perintah Tuhan, kita harus turuti dan taati, kita pasti selamat.
Yang perlu menjadi perhatian seperti yang Tuhan Yesus katakan, bahwa ada orang-orang yang masuk tidak melalui pintu, atau orang-orang yang menyusup kedalam kandang domba. Dipastikan ia adalah orang yang jahat yang menginginkan domba-domba itu untuk dibunuh. Tuhan memperingati ada banyak penyesat-penyesat, bahkan orang yang mengaku rohani sekalipun.
Setelah mendengar diseminar-seminar tentang bahaya LGBT (Lesbian, Gay, Transgender, Biseksual), ada banyak anak Tuhan yang terlalu lugu/naif tidak tau apa-apa yang terjadi didalam dunia ini. Seorang kepala sekolah yang sekolahnya kami adakan kegiatan seminar LGBT, tidak mengetahu apa itu LGBT, saya berpikir bagaimana ia bisa menjaga dan melindungi murid-muridnya dari bahaya LGBT sedangkan LGBT itu sendiri dia tidak ketahui.
Banyak sekolah-sekolah yang saat ini sudah kebobolan dengan narkoba, pornografi, free sex, bahkan bertambah lagi dengan LGBT.
Yang namanya gembala itu bukan hanya seorang pendeta. Gembala itu menunjukan orang yang punya satu posisi dalam memimpin yang bukan hanya di dunia gereja, tetapi di dunia luar juga. Seperti kepala sekolah Kristen, guru kristen, itu juga adalah gembala bagi domba-dombanya. Dikelompok sel juga disebutkan kita sebagai gembala sel. Gembala sel juga harus melindungi anggota kelompok sel dari serangan-serangan penyesat. Guru Sekolah Minggu juga adalah gembala, yang harus bertanggungjawab menjaga murid-murid Sekolah Minggunya dari penyesat.
Sebagai pemimpin dalam usaha, kita juga adalah gembal-gembala bagi karyawan yanga da di bawah kita.
Tuhan Yesus Kristus adalah Gembala Agung kita, Gembala yang sangat memperhatikan dan menyelematkan domba-dombanya. Tujuan akhir kita adalah menjadi serupa dengan Kristus. Kitapun harus menjadi gembala-gembala yang baik bagi orang-orang yang kita pimpin.
By : Pdt. Mediati Setiawan
MENGIKAT IMAN DENGAN JANJI ALLAH (2)
Ibrani 6:13-17 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,
Sumpah dilakukan ketika ada ketidakpercayaan antara kedua belah pihak. Tuhan sangat memahami manusia dalam kemanusiaannya baik secara psikis maupun iman dimana manusia sangat sulit untuk diyakinkan, sehingga Tuhan memakai salah satu cara yang bisa dipahami oleh manusia yaitu dengan bersumpah sehingga ketidakpercayaan tidak lagi menggerogoti umat-Nya karena itu adalah bagian dari dosa.
Setiap orang yang sudah mengucapkan sumpah maka ia sudah mengikat dirinya. Allah yang maha mulia, maha kuasa mengikat diri-Nya dengan sumpah hanya untuk membuat umat-Nya memiliki keyakinan akan janji-Nya, meskipun janji Allah sebenarnya tidak perlu dipersoalkan lag karena pasti akan ditepati, justru yangmenjadi persoalan adalah pribadi kita sebagai penerima janji Allah.
Ishak menerima dan menikmati janji Allah tidak dengan sendirinya. Ia mengikat imannya dengan janji Allah melalui ketaatan atas apa yang Tuhan perintahkan atas peristiwa yang sedang ia alami.
Sebagai orang percaya, Tuhan sudah menyediakan jawaban untuk setiap realita hidup yang kita hadapi. Ada jawaban Tuhan yang langsung diberikan dan ada yang tidak, tetapi isinya adalah janji Tuhan seperti yang diberikan kepada Ishak.
Jawaban Tuhan atas masalah kekeringan yang melanda tempat Ishak tinggal ialah perintah untuk ia tetap tinggal dan mengerjakan tanah itu. Untuk dapat memahami perintah atau pun janji Tuhan ini, dibutuhkan iman. Jawaban Tuhan yang bersifat janji masih belum nyata dan terlaksana tetapi butuh waktu, dan tidak tahu kapan akan digenapi.
Bentuk jawaban seperti ini, membutuhkan latihan kita untuk belajar mengikat iman kita dengan janji Allah. Jika tidak, maka kita tidak akan sabar menunggu janji Allah digenapi. Sesuatu yang berasal dari Tuhan, diletakkan dengan sangat kuat di dalam hati kita dan ini bukan hanya suatu perasaan maupun emosi. Dengan kita terlatih menggunakan iman, maka kita akan mengerti apakah ini dari Tuhan atau bukan.
Roma 14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.
Hal ini dituntut kepada orang yang sudah percaya dimana ada tertulis orang benar akan hidup oleh iman. Tidak boleh ada orang yang sudah lahir baru tetapi tidak memfungsikan imannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu taat terhadap firman Allah; gaya hidup maupun pola hidup harus berdasarkan iman, jadi bukan iman dihadirkan untuk memperoleh sesuatu dari Tuhan.
Tuhan memanggil Abraham dari rumahnya dan dari kaum keluarganya, ke tanah perjanjian dan Tuhan menjanjikan keturunan Abraham akan seperti bintang dilangit, tetapi realitanya adalah Sara dan Abraham telah lanjut usia dan sudah sangat tua.
Roma 4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
Tidak ada dasar bagi Abraham untuk berharap karena ia sudah mati pucuk demikian juga Sara karena rahimnya sudah tidak dapat melahirkan anak. Namun Abraham berharap dan percaya juga terhadap janji Tuhan. Dalam kondisi seperti ini, mereka masih tetap menunggu janji Tuhan.
Ada saatnya Tuhan menghadapkan kita kepada realita putus asa, untuk membantu kita memindahkan kepercayaan kita hanya kepada Allah. Bagi orang dunia, putus asa adalah jalan buntu karena tidak adalagi pengharapan baginya tetapi bagi orang percaya itu merupakan jalan terbaik untuk ia memperbaiki diri agar tidak menaruh pengharapannya kepada manusia sehingga kita tidak perlu terpuruk ketika berada dalam kondisi seperti ini. Apapun realita hidup yang sedang kita hadapi, jangan pernah menaruh pengharapan kita kepada manusia.
Roma 4:18-19 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” 19Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Ketaatan adalah pergumulan yang tak terhingga. Kita dibentuk dan diproses dengan ketaatan. Iman Abraham pun tidak selalu aman dalam segala bentuk realitas. Setelah menanti akan janji Tuhan dengan penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan janji-Nya, lalu Hagar hamba perempuan Sara tampil menjadi suatu realita dalam hidup Abraham dan mengalahkan imannya yang teguh sehingga menghadirkan masalah baru hingga turun-temurun bahkan sampai hari ini. Abraham lalu menyadari bahwa bukan itu yang Allah maksudkan. Sekalipun iman sudah diikat dengan janji Tuhan tetapi masih butuh waktu untuk penggenapannya.
Ibrani 6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
Kita tahu bahwa dalam masa penantian akan penggenapan janji Tuhan, ketaatan kita diuji. Ketaatan tetap ada dalam masa menanti janji Allah digenapi. Seperti seorang petani yang menabur hari ini tidak akan menuai hasil esok harinya, tetapi menanti saatnya berbuah hingga panen.
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Yakobus 5:7 karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Jika setelah sekian lama anda belum menikmati janji Tuhan digenapi maka bersabarlah. Karena di masa penantian, ada banyak pelajaran berharga dari Tuhan sampai penggenapan terjadi.
TAKE THE BLAME
Ada toko bunga di Inggris yang menyediakan layanan “penyelamatan hubungan” saat Valentine lalu. Maksudnya, orang-orang yang lupa mengirim bunga Valentine pada pasangan atau kekasihnya, dapat memesan bunga di toko tersebut hari berikutnya, lalu toko bunga tersebut menyertakan sebuah surat permohonan maaf bahwa bunga terlambat dikirim karena pengantar bunga digigit anjing, “Jadi, jangan salahkan pasangan Anda. Itu bukan salah mereka.” Toko bunga yang cerdas, dapat melihat kesempatan dan kenyataan bahwa banyak orang butuh orang lain untuk dipersalahkan!
Bukankah kita sering demikian? Ketika kita keliru membuat laporan, kita menyalahkan atasan yang memberi terlalu banyak pekerjaan. Ketika masakan kita gosong, kita menyalahkan anak-anak yang ribut. Ketika kita terpeleset kulit pisang di garasi, kita menyalahkan tetangga yang mendadak menyapa, bukannya mengambil tanggung jawab menyapu garasi kita. Semua bisa dipersalahkan, dari anak, tetangga, hingga Tuhan. Mempersalahkan adalah membuat orang lain bertanggung jawab untuk kesalahan atau hal-hal yang tidak menyenangkan yang terjadi dalam hidup kita.
Mengapa kita mempersalahkan orang lain? Karena hal itu menyelamatkan harga diri kita, tidak perlu merasa diri buruk dan tidak perlu mengakui kelemahan kita. Selain itu, kita ingin menang dalam konflik. Tetapi justru orang-orang yang sering mempersalahkan orang lain tidak punya kegigihan untuk berjuang. Ketika kita membuat orang lain bertanggung jawab atas kesalahan kita, berarti kita menyerahkan kuasa padanya, sehingga kita merasa tidak mampu melakukan perbaikan dan perubahan yang dibutuhkan. Jadi kita kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertumbuh. Belum lagi hubungan menjadi retak, dan kehilangan kepercayaan. Mari berhenti menyalahkan orang lain, mulai mengambil tanggung jawab. (Esther Idayanti)
HIDUPMU ADALAH HASIL DARI PERBUATANMU. TIDAK ADA YANG BISA DIPERSALAHKAN KECUALI DIRI ANDA SENDIRI. (Joseph Campbell)
By : Pdt. R.F Martino
MENGIKAT IMAN DENGAN JANJI ALLAH
Kejadian 22:2-6 2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. 4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” 6 Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
Kejadian 26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. — Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
Apa yang akan kita pelajari sangat penting untuk dipahami. Dalam menjalani hidup sebagai orang percaya, tidak banyak yang memahami bagaimana hidup oleh iman. Setiap orang yang sudah lahir baru sudah ditetapkan untuk hidup oleh iman. Tetapi ketika dia lahir baru dia lupa bahwa masih ada jalan panjang ke depan yang akan penuh dengan realitas pergumulan. Begitu semua realitas itu diijinkan Tuhan untuk hadir, maka diapun bingung, karena sangkanya hidupnya akan mulus. Akhirnya ia menjadi kecewa, tawar hati, menjadi lemah dan akhirya menjauh dari Tuhan
Ketika masih lahir baru diperlakukan dengan segala macam kelembutan, dan tidak ada kata tidak untuknya.
Inilah yang kemudian menjadi masalah kedepannya. Sehingga gereja tidak punya orang-orang yang teguh, kokoh, kuat dan tidak tergoncangkan. Ingatlah semua masalah yang akan terjadi kedepan ini ukan hanya masalah finasial, masalah kehidupan sehari, dll. Tetapi hadirnya berbagai ajaran-ajaran sesat yang kita tidak pernah memahami.
Itu sebabnya kita harus memahami bahwa belajar hidup oleh iman itu dilakukan sampai mati (seumur hidup). Sepanjang kita hidup di dunia kita harus hidup di dalam iman. Iman bukan hanya sekedar terjawabnya sebuah pergumulan, tetapi iman dipakai untuk menjalani hidup selama kita masih berada di dunia.
Dalam Ibrani 11banyak menjelaskan tentang iman dan pribadi-pribadi yang hidup oleh iman. Semua pahlawan-pahwalan iman yang dijelaskan di Ibrani pasal 11 melakukan KETAATAN tanpa SYARAT. Doa dikabulkan atau tidak dikabulkan tetap berpegang pada Yesus Tuhan
Yang memprihatinkan adalah ketika seseorang baru sampai pada tingkatan bahwa iman hanya sebatas terjawabnya suatu pergumulan itupun masih banyak yang salah dalam bertindak, karena banyak hal yang belum diketahui dan masih bayi rohani.
Kita harus dituntun oleh Tuhan dan dibawa pada pengalaman-pengalaman iman yang berikutnya, sehingga boleh memahami bentuk-bentuk ketaatan pada Tuhan.
SETIAP JANJI ALLAH TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DENGAN KETAATAN. Hal ini tidak dapat terjadi dengan sendirinya
Kejadian 2:5 “karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”
Dimana ada perintah ada disitu ada ketetapan. Allah menetapkan janji-Nya bukan karena Ishak tapi karena Allah sudah berjanji Abrahan dan Abraham sudah mendengar dan memelihara segala perintah, ketetapan dan hukum Allah.
Ada janji Tuhan dan ada kewajiban yang sudah ditetapkan untuk ditaati. Tapi kadangkala hal ini jarang bahkan tidak diajarkan. Jemaat hanya diajar dan dibawa kepada pengalaman mujizat. Teologia mujizat ini bisa membawa orang percaya memiliki iman yang pasif. Oleh sebab itu di gereja ini sangat menekankan program pemuridan, supaya setiap orang memiliki dasar yang kuat.
Ketika kita menerima pesan dan janji Tuhan untuk kita itu tidak akn terjadi dengan sendirinya. Kita sudah yakin tapi tidak ada tindakan untuk melakukan apa yang diperintahkan. Adakalanya belum ada keyakinan, tapi sudah melakukan.
Kejadian 26:6 Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
Kata “Jadi” berarti ia yakin percaya akan apa yang menjadi janji Tuhan. Oleh karena itu ia melakukan suatu keputusan iman untuk tetap tinggal di Gerar. Inilah yang namanya memelihara kewajiban. Inilah yang dinamakan juga dengan ketaatan.
Manakah yang lebih mudah: “Yakin” atau “Taat”. Sebenarnya kedua hal ini tidak bisa dipisahkan
Ketaatan tidak dilakukan di dunia akhirat tapi selama kita masih tinggal di dunia, dalam kehidupan sehari-hari sementara kita menghadapi realitas.
Masalahnya adalah bagaimana Ishak berani tinggal dan mentaati firman Tuhan dan tidak kemana-mana, tapi keadaan riil semua yang nampak tidak ada harapan. Semua sumur-sumur sudah tertutup, tanah begitu tandus. Tidak ada harapan untuk melanjutkan kehidupan.
Kejadian 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.
Ishak memulai dengan bekerja. Dia tidak memiliki iman yang konyol. Dia yakin melakukannya karena Tuhan sudah berfirman tentang janji-Nya. Meyakini firman dan melakukan firman harus sama-sama, tidak bisa dialkukan dengan sendiri-sendiri.
Kejadian 26:15 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.
Kejadian 26:18-19 18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. 19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya.
Jangan pernah melakukan KETATAAN TANPA IMAN.
Kejadian 26:12-13 12Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Orang percaya punya hak atas janji-janji Allah.
CARI JANJI ALLAH! CARI TAHU PETUNJUKANYA BERDASARKAN FIRMAN! Dan LAKUKAN!
Mazmur 126:5-6 5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Sejauhmana kekuatan janji Allah ini?
Ibrani 6:13-17 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.” 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,
Kekuatan janji Allah diikat dengan sumpah, pada orang percaya ia harus dapat mengikat imannya dengan janji Allah, maka janjipun akan digenapi
Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Apa yang Ishak taati, Tuhan genapi maka itulah sebabnya karena ia menabur maka ia menuai, krn ada hukum tabur tuai. Tidak menabur tidak ada apa-apa.
Yang dituai sesuai jenis yang ditabur. Menabur hal-hal rohani menuai hal-hal rohani pula. Menabur hal-hal jasmani akan menuai hal-hal jasmani. Jangan pernah berharap mendapat berkat finasial dengan hanya berdoa saja. Banyak kita jumpai semakin seseoarang rohani, semakin kikir.
II Korintus 9:6-7 6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
By : Pdt. R. F. Martino
BEKERJALAH SEBAB AKU INI MENYERTAI KAMU (5)
Hagai 2:4 “Tetapisekarang, kuatkanlahhatimu, haiZerubabel, demikianlahfirman TUHAN; kuatkanlahhatimu, haiYosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlahhatimu, haisegalarakyatnegeri, demikianlahfirman TUHAN; bekerjalah, sebabAkuinimenyertaikamu, demikianlahfirman TUHAN semestaalam”
Dalambagianakhirayat di atas, Allah TIDAK berkata “Bekerjalah, NANTI Akumenyertaiengkau”, atau “Bekerjalah, Aku AKAN menyertaiengkau”, tetapi Allah berkata “Bekerjalah, SEBAB Akumenyertaiengkau”. Hal ini yang perlukitaperhatikan.
SelanjutnyamarikitamerenungkanbagaimanaTuhanmenyertaiIshak.
Kejadian 26:1-6″1 Makatimbullahkelaparan di negeriitu. — Inibukankelaparan yang pertama, yang telahterjadidalamzaman Abraham. SebabituIshakpergikeGerar, kepadaAbimelekh, raja orang Filistin.2Lalu TUHAN menampakkandirikepadanyasertaberfirman: “JanganlahpergikeMesir, diamlah di negeri yang akanKukatakankepadamu.3Tinggallah di negeriinisebagai orang asing, makaAkuakanmenyertaiengkaudanmemberkatiengkau, sebabkepadamulahdankepadaketurunanmuakanKuberikanseluruhnegeriini, danAkuakanmenepatisumpah yang telahKuikrarkankepada Abraham, ayahmu. 4Akuakanmembuatbanyakketurunanmusepertibintang di langit; Akuakanmemberikankepadaketurunanmuseluruhnegeriini, danolehketurunanmusemuabangsa di bumiakanmendapatberkat,5karena Abraham telahmendengarkanfirman-Ku danmemeliharakewajibannyakepada-Ku, yaitusegalaperintah, ketetapandanhukum-Ku.”6JaditinggallahIshak di Gerar.”
Dalammenjalanihidup, kitaharusmemahamibahwasebagai orang percaya, kitahidupdalam 2 dimensi:
1. Lahiriah, yang diikatolehhukumlogika
2. Iman, yang diikatolehhukumiman, yang di dalamnyaadaFirman Allah
Banyak orang percaya yang gagalkarenahanyamenekankansalah 1 dimensisaja.Ada orang percaya yang sangatvertikalis, seakan-akantidaklagihidup di bumi.Sebaliknyaada pula orang percaya yang tidakpercayapadakuasadoa.
Imankitaharusmampumenjawabsegalabentukrealitashidup.Caranyaadalahkitaharusmampumengubahrealitashidupmenjadirealitasiman.IniberartikitamenghadapirealitasdenganimanyaituharusadaFirman Allah yang menjawabsetiaprealitas.
Ishakmenghadapirealitassebagaimanusialahiriah yang terbatasnamunjugamenghadapinyadenganimanakanjanji Allah. Sejauhmanaimankitadapatmenangkapjanji Allah?
Allah berkatakepadaIshakbahwaIamenyertaiIshak. Mengapa Allah menyertaiIshak?Karena Allah sudahberjanjikepada Abraham danketurunannya, dan Allah ingatakanjanji-Nya. Makakitamemahamimengapa Allah menolongkita?Bukankarenabesarnyapersoalankita, namunkarenakitaadalahanak-anak yang dikasihi-Nya.
Banyak orang percayasaatmenghadapipergumulanmelampiaskanemosinyadalamdoadenganletupan-letupantangisansehinggajiwanyamenjadilega, namuniaberdoatanpaiman! PadahalsuratYakobusberkatabahwakitaharusdatangpadaTuhandenganiman. BagaimanacaradatangpadaTuhandenganiman? Kita harusmencariFirman Allah mengenaimasalah yang kitahadapi, pegangjanji Allah mengenaimasalahtersebutbarulahkitabawa di dalamdoa. JikakitadatangpadaTuhandenganmelampiaskanemositanpamemegangFirman, berartikitahanyaberdoa di dalamdaging.KarenaituuntukdapatdatangpadaTuhandenganFirman, kitaharusmembacaFirman, belajarFirman, danmerenungkanFirman.
BagaimanaIshaksebagaimanusialahiriahmenerimapesanTuhan?Ketika Allah berfirman agar janganpergi, makaIshak pun tinggalmeskipunsaatitu di negeritersebutterjadikelaparan.Secaralahiriah, apa yang Allah perintahkankadangkalatidakmenarik. Saatkitamelangkahdenganiman, makaimanitudifungsikanmelaluiketaatan, karenaimanbukanhanyasebatasjawabandoaataskeinginanhati, namunImanadalahketaatantanpasyarat. Untukitu Allah menuntunkitadalampengalamanimantahap demi tahap.Tahapantersebutdimulaidariimanbayi.Pengalamanimanbayiadalahterimabereshanyadenganbahasatangisan.DalamtahapaninikitamemilikipengalamandimanadoakitacepatsekalidijawabTuhan. Namunseiringberjalanwaktukitamemasukitahapiman yang berikutnya.
Kejadian 26:7 “Ketika orang-orang di tempatitubertanyatentangisterinya, berkatalahia: “Diasaudaraku,” sebabiatakutmengatakan: “Iaisteriku,” karenapikirnya: “Jangan-janganakudibunuholehpenduduktempatinikarenaRibka, sebabelokparasnya.””
Kita melihatkejujuranAlkitabmenuliskesalahanIshak.KesalahanIshakdiatasberasaldarikemanusiaannya yang takutmati. Ada banyakpenundaan-penundaantergenapinyajanji Allah atashidupkitakarenakitamenghadapirealitasdengankeinginankitasendiridancarakitasendiri.
Kejadian 26:8-11 “8Setelahbeberapa lama iaada di sana, padasuatu kali menjenguklahAbimelekh, raja orang Filistinitudarijendela, makadilihatnyaIshaksedangbercumbu-cumbuandenganRibka, isterinya.9LaluAbimelekhmemanggilIshakdanberkata: “Sesungguhnyadiaisterimu, masakanengkauberkata: Diasaudaraku?” JawabIshakkepadanya: “Karenapikirku: Jangan-janganakumatikarena dia.”10TetapiAbimelekhberkata: “Apakahjuga yang telahkauperbuatiniterhadap kami? Mudahsekaliterjadi, salahseorangdaribangsainitidurdenganisterimu, sehinggadengandemikianengkaumendatangkankesalahanatas kami.”11LaluAbimelekhmemberiperintahkepadaseluruhbangsaitu: “Siapa yang mengganggu orang iniatauisterinya, pastilahiaakandihukummati.””
MakajanganpernahraguakanpenyertaanTuhan. Tuhantidakselalumengirimkanmalaikat, namunTuhanbisamemakai orang yang tidakmengenal Allah untukmenolongumat-Nya, sepertiTuhanmemakaiAbimelekhuntukmenolongIshak.KarenaTuhanpunyabanyakcarauntukmelindungidanmenolongumat-Nya.
By : Pdt. R. F. Martino
LIVE BY GRAND DESIGN
Mazmur 104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
Hidup kita sudah didesain oleh Tuhan, sudah ada dalam rancangan Tuhan, tetapi masih banyak orang salah berfikir tentang rancangan Tuhan dalam hidupnya atau salah menilai rancangan Tuhan sehingga membuat mereka menjadi lemah, kecewa bahkan mundur dari imannya dan meninggalkan Tuhan.
Ada 2 paham ekstrim yang sering dianut oleh orang Kristen yang harusnya kita hindari.
1. Fatalisme
Diambil dari kata dasar “fatal”, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup, apabila paham seseorang dianggap putus asa dalam segala hal maka inilah paham fatalisme. Dalam paham ini, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak dapat mengubahnya. Pandangan ini diambil dari sebuah pemikiran determinisme yang menjelaskan bahwa setiap peristiwa mempunyai penyebabnya. Kaum determis percaya bahwa setiap perbuatan sudah ditentukan, maksudnya apa yang terjadi maka terjadilah. Suatu peristiwa yang terjadi di masa kini, masa lampau, dan masa depan sudah ditentukan oleh Allah atau kekuatan Ilahi lainnya. Di dalam agama atau pandangan Kristen ada yang berpendapat bahwa pandangan ini dikenal dengan istilah predestinasi yaitu percaya bahwa takdir seseorang akan berakhir di sorga atau di neraka sudah ditentukan bahkan sebelum mereka dilahirkan dan tidak dipengaruhi apapun yang menjadi pilihan kita. Jadi orang tersebut percaya akan nasib, jika ia miskin maka ia berpikir bahwa itu sudah nasibnya. Memang sudah takdirnya jadi orang gagal, takdirnya jadi orang susah. Ketika dia melihat orang tuanya gagal/miskin, hidupnya juga miskin maka ia berfikir bahwa sudah takdirnya ia menjadi orang miskin. Tuhan yang selalu menentukan hidup manusia sehingga manusia sendiri tidak dapat menentukan hidupnya. Orang seperti ini cenderung menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan dan menyalahkan kehendak Tuhan. Jika pernikahannya gagal, maka ia percaya bahwa itu sudah takdirnya. Inilah contoh-contoh dari orang dengan pemahaman fatalisme.
2. Paham kehendak bebas (freewill)
Teori ini menyatakan bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih dan menentukan. Paham ini bertentangan dengan paham determinisme. Sebuah buku The Grand Design di karang oleh Stephen Hawking, menjelaskan bahwa alam semesta tidak diciptakan oleh Tuhan,melainkan terjadi karena adanya suatu ledakan besar atau dikenal dengan istilah Bigbang yang merupakan awal terjadinya alam semesta. Teori ini membantah keterlibatan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Menurutnya Tuhan tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya itu. Tulisan ini berupaya menganalisa latar belakang pemikiran anti Tuhan. Hawking memaparkan argumentasi pemikirannya serta memberikan kesimpulan atas pandangan tersirat dari karya ilmuwan yang dinobatkan menjadi The Greatest living scientists in the world. Tentang grand design, Hawking berpendapat bahwa dengan adanya hukum gravitasi, semesta akan tercipta dengan sendirinya dari ketiadaan. Tidak perlu melibatkan Tuhan dalam menciptakan semesta ini. Tuhan sama sekali tidak mengatur segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Orang yang memiliki paham ini akan berpikir bahwa Tuhan sama sekali tidak mengatur apa yang terjadi di alam semesta ini, segalanya tergantung pada kehendak bebas manusia, cenderung tidak mengandalkan Tuhan.
Kedua paham ini tentu saja berbeda dengan paham orang percaya secara alkitabiah. Kita percaya akan kehendak Tuhan karena kehendak Tuhan adalah yang sempurna. Tanpa disadari masih banyak orang Kristen yg percaya akan nasib baik dan nasib buruk. Jika dapat pasangan yang kurang baik maka ia percaya bahwa sudah nasibnya seperti itu. Atau Lahir ke dalam dunia dan menjadi orang gagal, menjadi pencuri, koruptor adalah sudah takdirnya.
Firman Tuhan mengatakan bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan, tetapi Aku datang untuk memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan. Itulah kehendak Tuhan yang sempurna atas hidup kita.
Di Negara-negara maju, orang lebih percaya kepada science. Mereka lebih mempercayai teori evolusi daripada kitab kejadian.Mereka tidak percaya kepada Tuhan. Banyak gereja-gereja yang dulunya terjadi kebangunan rohani, sekarang kosong dan menjadi monumen karena tidak ada lagi orang yang datang beribadah. Bahkan di salh satu negara tetangga, banyak anak muda yang menganut pemikiran free thinker atau berfikir bebas. Jika ia percaya tidak ada Tuhan maka Tuhan tidak ada, jika ia berpikir bahwa neraka tidak ada maka neraka tidak ada. Pemikiran yang beranggapan bahwa tidak ada Tuhan, sangatlah berbahaya. Dari pola hidup seseorang sudah dapat ditentukan apakah dia menganut paham freewill ataukah fatalisme. Dengan adanya paham freewill, Banyak orang tidak mau di atur oleh Tuhan, apalagi diatur oleh gereja. Orang dengan paham freewill sering berpikir bahwa Tuhan sudah tidak perduli atau sibuk, sehingga manusia harus berjuang untuk membela kehidupannya. Firman Tuhan mengatakan diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan yang menaruh harapannya pada Tuhan. Sebaliknya terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya.
Tuhan adalah ahli design
Matius 6:27-30 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?28Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Tuhan sudah sangat luar biasa mendesain langit dan bumi sehingga menjadi tempat yang indah tetapi banyak orang Kristen tidak percaya bahwa hidupnya diperhatikan oleh Tuhan bahkan didandani Tuhan. Orang Kristen sering kurang percaya meskipun ia pergi ke gereja, baca Alkitab bahkan pelayanan tetapi iman percayanya masih kurang. Kurang percaya akan janji Tuhan dalam kehidupannya. Firman Tuhan katakan bahwa Allahlah yang mendandani kita. Ketika kita pergi ke sebuah salon, kita mempercayakan rambut kita untuk ditata dan dirancang oleh hairstylist. Tidak mungkin kita akan selalu mengomentari apa yang hairstylist lakukan terhadap rambut kita. Sama halnya ketika kita datang kepada seorang perancang busana, kita akan mempercayakan desain busana kepada siperancang tersebut. Tetapi seringkali kita tidak mempercayakan Tuhan atas hidup kita yang adalah perancang agung.Kita adalah hand-made nya Tuhan. Kita ada bukan karena kebetulan atau keadaan tetapi karena kehendak Tuhan. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kita diciptakan menurut peta dan rancangan Allah. Supaya kita berkuasa bukan menjadi budak.
Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 14Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Mazmur 139:16-17 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. 17Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
Ada anak yang lahir dengan anggota tubuh tidak lengkap, Itu pun Tuhan rancang agar anak ini punya cerita tentang rancangan Tuhan dalam kehidupannya. Nick Vujicic lahir dengan kondisi tanpa tangan dan tanpa kaki. Jika orang tua Nick saat itu tidak memahami akan rancangan Tuhan dalam hidup Nick maka bisa saja mereka menjadi orang tua yang kecewa tetapi sekarang justru ia dipakai Tuhan dengan luarbiasa. Ia memberitakan firman dimana-mana. Jadi cacat bukanlah masalah besar selama rancangan Tuhan ada dalam kehidupan orang tersebut. Mungkin dari segi ekonomi, pendidikan kita jauh berbeda dengan orang yang belum percaya Tuhan, tetapi di dalam Tuhan hidup kita sudah dirancang kembali menjadi ciptaan-Nya yang luar biasa sampai kepada kekekalan. Rancangan kita hanyalah rancangan selama kita dibumi tetapi rancangan Tuhan adalah rancangan hingga kepada kekekalan. Meskipun demikian, banyak orang percaya Tuhan tetapi tidak menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Banyak orang tidak mau meninggalkan rancangannya. Firman Tuhan katakan bahwa rancanganmu bukanlah rancanganKu dan jalanmu bukanlah jalanKu. Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah rancanganKu dari rancanganmu dan jalanKu di atas jalanmu.
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yesaya 49:8 Beginilah firman TUHAN: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,
Yesaya 25:1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Banyak orang seringkali komplain kepada Tuhan atas hal buruk yang menimpa hidup mereka. Tuhan tidak pernah memaksa kita, Ia tidak menyerahkan hidup kita kepada nasib tetapi kepada ketaatan kita dalam melakukan Firman Tuhan. Jika kita mau taat, maka Tuhan akan memakai hidup kita untuk melakukan pekerjaan yang baik.
Ada 3 hal yang Tuhan rancangkan dan kerjakan dalam Yesus bagi hidup kita:
1. Kita dirancang untuk hidup dalam kasih
1 Yohanes 4 :10-12 inilah kasih itu bukan kita yang telah mengasihi Allah tetapi Allah yang mengasihi kita dan yang telah mengutus anakNya sebagai pendamaian atas dosa-dosa kita.
Jika Allah sedemikian mengasihi kita maka kita pun harus saling mengasihi. Tidak seorang pun pernah melihat Allah tetapi jika kita saling mengasihi, maka Allah tetap di dalam kita dan kasihNya sempurna di dalam kita. Orang bisa bicara atau pun berkhotbah tentang kasih tetapi belum tentu orang tersebut hidup dalam kasih karena ia sendiri tidak mengalami kasih Allah dalam hidupnya. Kasih itu sabar, tetapi jika kita sudah tau akan firman ini tetapi tidak melakukannya maka kita belum hidup dalam kasih. Orang yang hidup dalam kasih, ia memiliki suatu prestasi yang besar.
2. Kita dirancang untuk hidup Kudus
Efesus 1:4-5 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
Kudus bukan berbicara tentang baju yang putih tetapi tentang hati, pikiran dan perbuatan yang kudus. hal ini tidak bisa dilakukan diluar Yesus.
1 Petrus 1:3-4 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
1 Petrus 1:15-16 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
3. Kita dirancang untuk hidup mulia
Hidup mulia bukanlah mengejar kedudukan dan jabatan. Banyak pemimpin dunia yang dictator atau pun hakim yang disebut mulia tetapi tidak sesuai dengan perbuatannya.
Wahyu 5:9-10 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”
Wahyu 4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Roma 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel
Seringkali kita tidak sadar bahwa kita adalah pejabat yang di pilih Allah untuk Kerajaannya. Kita dipilih untuk memerintah bersama dengan Dia. Seorang raja atau pejabat Allah tidak akan berkata kotor, kelakuannya tidak hina tetapi penuh penghargaan kepada Tuhan. Jadi hiduplah dengan tidak hina dan penuh penghargaan kepada Tuhan.
By : Pdt. Tjahya Djaja Soetrisno S.Th













