This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

Tetaplah Kerjakan Keselamatanmu!

Bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat barulah langkah awal. Kita harus terus bertumbuh ke a rah Kristus. Allah akan terus bekerja dalam setiap pribadi orang percaya sampai menjadi sempurna, menjadi sama seperti Yesus.

Ada langkah berikutnya yang Tuhan akan kerjakan dalam setiap pribadi orang percaya agar menjadi sempurna dan sama seperti Yesus.

1. Allah terus melakukan penyucian, pemurnian dan pengujian

Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Bagian Tuhan adalah menyediakan keselamatan dan kita harus tetap mengerjakan keselamatan dengan konsisten sampai akhir.

Roma 8:29-30 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Allah sudah merencanakan dan menentukan dari semula, yaitu dalam kekekalan sebelum pencipataan bahwa semua orang yang dipilih-Nya ditentukan dari semula menjadi sama atau serupa dengan Anak-Nya, mereka dpanggil, dibenarkan, dan dimuliakan.

Roh dan Hati yang Baru
Yehezkiel 36:26-27 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Tuhan Allah memberikan pada kita roh dan hati yang baru ketika kita menerima Kristus juga. Roh Kudus akan menolong kita untuk tetap mengerjakan keselamatan kita. Ia membuat kita hidup menurut segala ketetapan Allah dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanNya dan melakukannya.

I Tesalonika 5:23-24 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita……..

Allah bekerjasama dengan kita, Allah mengudskan kta secara terus menerus sehingga seluruh roh, jiwa dan tubuh kita sempurna dan tak bercacat pada kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Allah yang memanggil kita, Ia juga menyucikan, memurnikan dan menguji kita secara terus menerus.

Daniel 12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Seharusnya kita mengucap syukur saat kita berada dalam masa pengujian, karena Tuhan memurnikan kita. Karena itu janganlah kita bersungut ungut atau menyalahkan Tuhan ketika Tuhan menguji kita.

2. Bagaimana cara Allah melakukan penyucian, pengudusan dan pengujian umatNya

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Tuhan akan bekerja lewat segala aspek dalam hidup kita, ini jelas untuk datangkan kebaikan bagi kita. Kebaikan apa? Yaitu agar kita menjadi sama seperti Yesus.

Bila kita tidak percaya dan masih sering kuatir, dalam proses pemurniannya, Tuhan akan membawa dalam kondisi yang mau tidak mau kita harus percaya total kepada-Nya dan hanya mengandalkan Dia.

Tuhan sangat mengetahui keberadaan kita yang lemah dan belum sempurna, Tuhan akan memampukan kita untuk menjalani pemurnian yang Tuhan sedang kita kerjakan

Maleakhi 3:1-3 1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. 2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

Ada kalanya Tuhan bekerja secara mendadak, dalam arti tiba-tiba kita dibawa pada konsisi yang tidak pernah kita sangka. Jangan panik dan terkejut apabila kita menemukan sikon seperti itu.

Pengalaman baptisan api, jelas dalam proses pengujian memang adalah hal-hal yang secara daging tidak enak.
Memang menjadi pengikut Kristus tidak mudah karena Yesus sudah menetapkan ada 3 syarat yaitu: Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan Yesus atau Firman-Nya.

Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Matius 7:13-14 13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Untuk mencapai ke Surga awalnya susah artinya untuk menjadi percaya tantangan selalu ada. Menjalani pengiringan kepada Tuhan juga bukan jalan yang mudah tapi jalan yang sempit banyak tantangan halangan dan juga tidak banyak orang yang tertarik. Tapi kita harus tetap mengikut Tuhan sampai akhir, karena ada mahkota yang sudah Tuhan sediakan.

By : Pdt. Mediati Martino

 

MENYATAKAN KEMULIAAN KRISTUS

Filipi 1:20-2620 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Perkataan “yang sangat kurindukan dan kuharapkan” menyatakan hasrat terdalam dari diri Paulus.Apa yang sangat ia rindukan dan harapkan? “Aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu.”

Saat ini “Rasa Malu” sudah mulai hilang dalam kehidupan manusia secara umum, khususnya di negeri kita, sehingga ada ungkapan “Sudah tidak punya urat malu”. Ungkapan ini sesuai dengan perilaku para koruptor yang ditangkap pihak berwajib, bukannya merasa malu, mereka masih bisa tersenyum di depan kamera televisi. Contoh lainnya adalah fenomena di kota ini dimana siswi SMP, siswi SMA dan mahasiswi menjual diri.

Lalu bagaimana dengan “rasa malu” dalam kehidupan orang percaya?

Seorang hamba Tuhan pernah berkata bahwa kondisi sinode gerejanya “berat” karena menghadapi banyak persoalan baik persoalan individu di jemaat lokal, persoalan antar jemaat, bahkan persoalan antar hamba Tuhan! Banyak gembala-gembala yang saling menjatuhkan untuk memperebutkan kedudukan di sinode gereja.Bukankah ini memalukan?Hal ini sesungguhnya adalah kenajisan di hadapan Tuhan.Tidaklah mengherankan jika gereja tidak bersinar.

Ternyata apa yang terjadi sekarang ini sudah terjadi sejak dulu! Paulus pun menghadapi hal ini.

Filipi 1:12-13 12Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.”

Pada umumnya seseorang dipenjarakan karena melakukan kejahatan misalnya korupsi. Namun dari rakyat jelata sampai seluruh istana mengetahui bahwa Paulus dipenjarakan bukan karena melakukan kejahatan, tetapi karena Injil! Bukankah hal ini mempermuliakan Kristus?Bukankah hal ini menyebabkan kemuliaan Kristus bersinar?

Filipi 1:14 “Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.”

Luar biasa! Pemenjaraan Paulus ternyata tidak melemahkan iman dan memadamkan api penginjilan tetapi menguatkan iman orang percaya dan mengobarkan iman mereka untuk semakin berani memberitakan Injil.

Beberapa tahun lalu pernah terjadi penembakan seorang hamba Tuhan. Namun kejadian tersebut justru menginspirasi hamba-hamba Tuhan lainnya untuk mendalami apa arti pelayanan dan arti menjadi seorang hamba Tuhan.

Namun dalam pelayanan penginjilan, ternyata Paulus menemukan penyusup-penyusup yang memberitakan Injil dengan maksud yang tidak benar.

Filipi 1:15 “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.”

Saat itu Paulus menemukan orang percaya yang saling mendengki, persis dengan kondisi saat ini dimana terjadi perpecahan gereja dan masing-masing gereja itu tetap beribadah kepada Tuhan dan merasa bahwa Tuhan hadir di ibadah mereka padahal perselisihan antara mereka belum terselesaikan.

Dulu saat masih remaja, saat saya belum tahu banyak Firman, saya melihat para personil paduan suara di gereja dengan baju putih-putih seperti malaikat yang kudus.Setelah bertumbuh menjadi pemuda dan mulai melayani di paduan suara dan di kepanitiaan, saya menemukan bahwa orang-orang yang melayani itu bukanlah “malaikat”.Ternyata banyak orang kikir, sombong, berselisih, dll, yaitu orang-orang percaya yang belum menjalani hidup barunya.

Saat saya sekolah Alkitab, di dalam asrama ternyata bukan asrama “para malaikat” tetapi asrama “para preman”. Mengapa?Saya menemukan siswa-siswa sekolah Alkitab yang berkelahi di dalam asrama.

Kemudian saat saya sudah menjadi hamba Tuhan dan melayani di Papua, saya menemukan hamba Tuhan yang bertengkar karena masalah harta benda. Lalu setelah pelayanan tersebut, saya kembali ke Makassar dan membaca di koran berita tentang hamba Tuhan yang memperkarakan hamba Tuhan lain mengenai harta kekayaan gereja. Hal ini sungguh memprihatinkan.

Kita tidak bermaksud menghakimi, namun inilah kejadian riil yang terjadi.Dengan mengetahui realita ini bukan untuk membuat kita lemah, tetapi untuk mempersiapkan diri kita untuk tetap kokoh dan kuat. Waspadalah! Jangan sampai kita menjadi kecewa dengan orang-orang percaya lain atau hamba-hamba Tuhan yang hidupnya tidak sesuai Firman lalu akhirnya membuat kita undur dari iman. Dalam gereja ini sudah ditanamkan pemahaman ini: “Jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain dan jangan menjadi korban batu sandungan dari orang lain.” Karena saat kita tersandung karena orang lain, Tuhan tidak berurusan dengan orang lain tetapi Tuhan berurusan dengan diri kita. Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, karena itu jangan meninggalkan Tuhan hanya karena kecewa kepada manusia. Dan kita pun tidak perlu menghakimi orang lain karena setiap orang akan mempertanggungjawabkan dirinya sendiri di hadapan Tuhan.

Filipi 1:16-17 16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

Motivasi pelayanan yang benar adalah karena kasih.Namun memang ada motivasi pelayanan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk urusan perut.”Memang ada” bukan berarti kita melakukan pembiaran, namun kita menjaga diri kita agar kita menjadi pribadi yang dewasa sehingga tidak tersandung/menjadi lemah karena kondisi riil yang ada.

Orang-orang yang memberitakan Injil untuk kepentingan diri sendiri meledek Paulus untuk memperberat penderitaannya di dalam penjara namun Paulus tidak menanggapi ledekan mereka.

Filipi 1:18-19 18Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Bagi Paulus tidak mengapa, karena baginya yang penting nama Kristus diberitakan.

Dari latar belakang inilah Paulus berkata bahwa “yang sangat kurindukan dan kuharapkan” agar Kristus dimuliakan dalam dirinya.Paulus memiliki motivasi yang benar dalam pelayanan.

Bagaimana cara menyatakan kemuliaan Kristus?

1. Memahami makna hidup yaitu hidup untuk Tuhan.

“Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Paulus mengetahui makna hidupnya yaitu hidup mempermuliakan Kristus: hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Paulus dulunya adalah orang Farisi yang terhormat dan ia mencapai puncak kehormatannya. Namun ia mengatakan hidup lamanya adalah sampah karena Kristus Yesus lebih mulia daripada semuanya.

Banyak orang yang memiliki pemahaman yang keliru mengenai makna hidup.Pada umumnya orang berpikir bahwa makna hidup ada didalam kesuksesan, kekayaan dan ketenaran.Namun peristiwa-peristiwa yang terjadi disekeliling kita membuktikan bahwa banyak orang-orang yang kaya dan terkenal yang mencapai puncak kesuksesan justru tertekan bahkan akhirnya menghabisi dirinya sendiri karena kehilangan makna hidup.

Yesus Kristus ada dan hadir di dalam diri kita yaitu di hati kita, maka setiap hari kita harus menyatakan kemuliaan Yesus Kristus. Saat kita bersekolah, bekerja, berumah tangga, melayani, dan apa saja yang kita perbuat, kita melakukan semuanya dengan kualitas terbaik/excellent supaya nama Kristus dimuliakan.

Mazmur 42:2-4 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup.Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?””

Pemazmur diatas memiliki pergumulan yang sama seperti Paulus, bagaimana ia bisa menyatakan kemuliaan Tuhan.

Karena memahami makna hidup yaitu hidup untuk Tuhan, maka apa yang Paulus lakukan? Bekerja menghasilkan buah!

” Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”

Secara jasmani kita harus bekerja membanting tulang untuk mencapai rancangan Allah.Terlebih lagi secara rohani, kita pun harus bekerja keras membanting tulang untuk menghasilkan buah.

Buah apa yang harus dihasilkan?
a. Buah-buah pertobatan, sehingga orang-orang melihat perubahan hidup kita dan nama Kristus dimuliakan.
b. Buah-buah iman, adalah hasil melakukan perbuatan-perbuatan iman. Saat kita melakukan perbuatan-perbuatan iman, hasilnya adalah pengalaman-pengalaman iman.
c. Buah-buah Roh Kudus, yaitu pembentukan karakter. Hal ini adalah hasil kerjasama antara kita dengan Roh Kudus untuk membentuk karakter kita.

Paulus berkata bahwa yang sangat ia rindukan bahwa dalam segala hal ia tidak akan beroleh malu. Jika kita memahami makna hidup, kita akan mampu membedakan manakah rasa malu yang harus kita tanggung dan rasa malu yang tidak perlu terjadi.

Rasa malu yang benar adalah bagaimana menjaga kemuliaan Kristus dalam diri kita, bagaimana supaya nama Tuhan tidak dipermalukan. Dimanapun kita berada dan bekerja, semua orang tahu bahwa kita adalah orang percaya.Kemuliaan Tuhan harus terpancar dalam seluruh aspek hidup kita. Sayangnya yang banyak terjadi adalah orang-orang percaya yang melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya sendiri (untuk kemuliaan dirinya sendiri) sekalipun akibatnya adalah nama Tuhan yang dipermalukan.

2. Tetap berjuang.

Filipi 1:27-28 27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28 dengan tiada digentarkan sedikit pun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah.

Dulu sebelum menjadi orang percaya kita menghadapi segala sesuatu dengan pikiran sendiri dan kehendak sendiri. Saat menjadi orang percaya seharusnya kita tidak lagi menghadapi segala sesuatu dengan pikiran dan kehendak sendiri namun menurut kehendak Tuhan/apa kita Firman, dan ini adalah perjuangan!

Lalu mengapa ada orang yang tidak mau berjuang?

Filipi 1:29-30 29Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Orang-orang yang tidak mau berjuang karena mereka tidak mau menderita bagi Kristus/tidak mau memikul salib! Inilah yang tidak diajarkan oleh banyak gereja.Menderita karena Kristus tidak harus menunggu penganiayaan karena iman.Menahan hawa nafsu untuk hal-hal yang bisa kita lampiaskan juga adalah salib/penderitaan.Orang percaya harus bisa menguasai diri karena penguasaan diri adalah salah satu buah roh. Saat kita melakukannya maka kemuliaan Kristus dinyatakan melalui hidup kita! Maka tetaplah berjuang dalam memikul salib demi menyatakan kemuliaan Kristus. (MS)

By : Pdt. R. F. Martino

Turn Your Light On (Nyalakan Pelitamu)

Saya mulai merenungkan bagaimana nanti kita akan menghadap kepada Tuhan dan akan dibukakan buku kehidupan kita. Saat buku kehidupan kita ini dibukakan, maka disana tercantum kisah kehidupan kita selama di dunia. Setiap hari ada malaikat yang menulis kisah hidup kita sampai pada akhirnya kita menghadap Tuhan. Masing-masing dari buku kehidupan kita akan dibuka dan dibacakan yaitu setiap perbuatan kita. Tetapi, tidak banyak anak Tuhan yang menyadari hal ini, mereka tidak menyadari bahwa hidupnya adalah sebuah buku. Mereka menjalani kehidupan dengan biasa-biasa saja dan tidak sadar bahwa setiap perbuatan itu tertulis di sana.
Tuhan menaruhkan di hati saya untuk berbicara kepada murid-murid yang Tuhan percayakan di bawah pelayanan kami mengenai bagaimana memasuki awal tahun 2018. Saya mendengungkan kepada murid-murid yaitu dengan menulis buku kehidupan, maka kita akan menyadari bahwa coretan/goresan/tulisan kita harusnya tidak sama dengan tahun lalu. Di dalam tahun ini, ada 1 buku terdiri dari 12 bab dan 365 kesempatan yang setiap hari diperhadapkan kepada kita masing-masing. Jika seringkali kita tidak menyadarinya, maka kita akan melewatkan begitu saja dengan kesamaan-kesamaan yang sudah kita lalui di tahun-tahun sebelumnya. Tetapi saat kita menyadari bahwa kita sedang menulis buku dan kita mau agar orang lain membaca buku kita dan menikmati kisah kita maka kita akan mulai memikirkan bagaimana saya dapat menulis dengan baik, bagaimana saya mencantumkan kisah hidup saya dan bagaimana saya menjalani kehidupan saya agar buku saya ini layak dibaca. Saya pun tidak pernah menyangka bahwa kisah kehidupan saya akan dituliskan di sebuah buku dan beberapa buku berikutnya. Kisah dalam buku kehidupan kita seharusnya menjadi layak dibaca dan bisa memberkati banyak orang diluar sana.
Saya hidup dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga hamba Tuhan, saya dididik jalan-jalan Tuhan dan saya tahu semua jenis-jenis pelayanan. Saya melayani dari anak-anak remaja, kaum muda, ibu-ibu dan orang dewasa. Saya melayani di gereja-gereja satelit, juga pernah menyebrang kali Bengawan Solo dan perahu kami hampir terbalik, dan ketika hujan, perahu kami bisa terseret dan sebagainya. Saya melayani dimana-mana, saya tahu bagaimana itu pelayanan. Saya ikut semua doa-doa, pelayanan kematian, memasukan peti sampai di kuburan dan lain sebagainya sudah saya lakukan. Tetapi saya berontak karena saya tidak suka dengan semua aturan-aturan gereja. Dan mulai dari sana, rupanya ada goresan yang tidak baik. Ketika saya sudah berontak, kemudian saya keluar dari rumah, Tuhan menemui saya. Inilah kebenarannya yaitu disaat kita mulai berontak kepada Tuhan, Ia tetap mencari kita. Sampai akhirnya, saya mengejar visi yang Tuhan berikan kepada saya. Ia menawarkan kepada saya pekerjaan yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya yaitu melayani Tuhan. Karena saya ingin lari dari Tuhan, ingin lari dari gereja tetapi ternyata Tuhan punya rancangan yang luar biasa.
Kita seringkali berkata “biar kehendak Tuhan yang jadi, biar waktunya Tuhan sendiri, ini belum waktuya Tuhan.” Seringkali kita menggunakan istilah tersebut padahal kita melakukan pembiaran dalam kehidupan kita. Kita tidak mengejar visi yang Tuhan berikan kepada kita.
Jika kita tidak tahu harus mengejar panggilan Tuhan dan memenuhi panggilan itu, maka kita akan membiarkan kehidupan kita dengan seenaknya. Jikalau kita tidak bisa manage 24 jam kita, maka kita pun tidak akan dapat me-manage 24 tahun kedepan. Kebanyakan anak-anak Tuhan menjalani kehidupan mereka seolah-olah agama hanya cap saja sebagai orang Kristen kemudian mereka menjalani kehidupan mereka dengan biasa. Mereka datang kegereja hanya ingin diisi oleh firman tetapi mereka pulang dengan kehidupan yang sama. Itu sebabnya, saya ingin membangunkan Anda, sekiranya Anda tertidur sekian lama sebagai anak-anak Tuhan dan Anda tidak mengejar panggilan yang diberikan kepada Anda.
Baca: Kolose 3:1-4
Dikatakan bahwa kita sudah dibangkitkan dengan Kristus dan kita ada di dalam Kristus. Sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Tuhan, kita sangat berbeda dengan dunia. Kita pun harus sedemikian rupa berbeda dengan dunia sampai dunia dapat melihat terang yang ada di dalam diri kita yaitu Kristus. Bagaimana mungkin kita masuk ke hadirat Tuhan, masuk ke pelatarannya namun keluar masih dengan sifat yang sama. Bagaimana mungkin hidup di dalam Kristus, tetapi ketika keluar dari gereja justru sama dengan dunia. Seringkali kita beralasan “namanya juga manusia.” Seharusnya kita memancarkan Kristus melalui kehidupan kita seperti ada tertulis “pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang dibumi.” Kita bukan manusia dunia dan bukan manusia biasa. Di dalam firman Tuhan, kita disebut manusia Allah, manusia Kristus, manusia rohani, ada Roh Kristus yang harusnya kita kembangkan sampai kita menyerupai Dia.

Bagaimana kita berubah sampai menyerupai Dia?
Baca: Roma 12:2
Ada perjalanan yang begitu panjang sampai kita menyerupai Kristus dan itu harus kita kerjakan. Akalbudi kita perbaharui, tidak lagi bertumpu kepada sakit hati dan pikiran lama kita. Semuanya itu harus kita buang sehingga kita bercahaya ditengah kegelapan. Seandainya orang-orang percaya ini “turn the light on” seperti ketika kita akan masuk rumah/kamar yang gelap, kemudian mengklik lampu agar menyala, betapa dunia akan melihat terang kita dan mereka akan datang kepada kita untuk belajar dari kita.
Saya mulai menulis buku tahun ini. Sudah ada 9 buku dan tidak pernah menyangka bahwa buku saya dinantikan oleh banyak orang. Buku pertama saya dalam bab pertama, kisahnya adalah sebagai berikut.
Saya adalah seorang yang suka jalan-jalan di sore hari bersama dengan anjing-anjing saya di kompleks perumahan. Pada suatu sore, ada seorang bapak mengenakan celana pendek, kaos dan topi. Pakaian yang ia kenakan cukup kotor/dekil. Saat itu saya sapa beliau “selamat sore om” kemudian orang tersebut menjawab “oh, ya”. Hari berikutnya kami bertemu lagi dan mulai bercerita. Saat itu ia bercerita cukup lama, sehingga teman-teman saya menunggu sampai bapak ini selesai bercerita. Saya menyimak cerita bapak ini dengan antusias. Saya senyum dan merespon. Ketika hari berikutnya kami bertemu lagi, ia memanggil saya dan mulai bercerita kembali. Setiap kali kami bertemu dengan bapak ini, staf saya selalu resah karena harus menunggu lama beliau bercerita. Hari demi hari kami bertemu, biasa saja. Saya menanyakan kabar beliau, lalu saya berkata “Puji Tuhan” tetapi bapak ini merespon “eh,jangan sebut Tuhan yah!” Beberapa lama setelah itu, saat kami makan di teras, saya mengundang ia untuk makan bersama tetapi bapak ini menolak. Beberapa hari kemudian, bapak ini datang lagi dan mulai makan bersama dengan kami, ia mulai menceritakan perihal keluarganya. Bapak ini mengatakan bahwa istrinya sudah meninggalkan dia dan anak-anaknya tidak lagi menghargainya. Saya katakan kepada bapak ini bahwa ia adalah seorang yang luar biasa. Ia merasa senang dan hari-hari berikutnya ia sering ngobrol bersama saya. Dari awalnya ia tidak suka menceritakan tentang Tuhan dan pada akhirnya ia mengatakan “Puji Tuhan”. Akhirnya, saya mulai masuk dengan firman di dalam setiap percakapan kami. Kita dapat menjadi terang dengan sedia menjadi telinga bagi mereka, tetapi seringkali kebanyakan dari kita tidak mau mendengarkan.
Di bulan kedua, kisah saya mengenai bagaimana saya memberi barang-barang online. Tahun lalu saya membeli mesin jahit mini. Saya sudah mengirimkan uangnya, sudah diproses dan mesinnya sudah tiba dan saya pun sudah mencobanya. Tetapi rupanya penjual berkata bahwa saya harus mengirimkan kembali mesin tersebut atau jika tidak, saya harus membayar kembali mesin tersebut dengan alasan hp-nya bermasalah sehingga pembayaran tidak selesai diproses. Saya katakan “tidak bisa”. Lalu orang ini mulai berkata kasar sampai dengan kata-kata kutuk. Ketika saya melihat hal ini, saya berkata “Puji Tuhan, ini kesempatan buat saya agar lampu saya menyala.” Saya mulai minta hikmat Roh Kudus bagaimana saya bisa menjawab dengan hikmat dan dengan manis. Saya katakan kepada si penjualbahwa pelayanannya sangat cepat sekali dan sangat bagus. Juga saya berkata bahwa saya sudah membayar dengan bukti yang sudah dikirimkan. Jika ada kesalahan, jangan langsung emosi apalagi sampai mengutuk. Lebih lanjut saya katakan bahwa kutuk tidak bisa jatuh di atas kepala orang benar. Saya menuliskan pesan agar ia mencabut kata-katanya supaya ia tetap diberkati dan sukses dalam usahanya. Lalu saya menerima jawaban balik dari orang tersebut yang mengatakan bahwa ia terharu dengan pesan yang saya kirimkan dan meminta maaf kepada saya.
Dalam Bulan yang ke dua dan ketiga, saya mulai membeli barang online lagi. Kali ini barang yang saya pesan tidak sesuai dengan pesanan saya. Saya order barang dengan warna khaki, tetapi yang dikirim adalah warna putih. Saat itu saya berpikir apakah harus complain atau tidak. Pada akhirnya saya complain kepada si penjual. Tetapi si penjual selalu beralasan. Akhirnya saya katakan bahwa saya akan kirim ulang barang tersebut. Si penjual katakan jika saya kembalikan barang tersebut maka ongkos kirim saya pula yang harus membayarnya. Ongkos kirim saat itu senilai lebih dari 700ribu, Saya berpikir, orang tersebut yang salah kenapa saya yang harus menanggung pula ongkos kirimnya. Kami saling membalas email dan semakin sengit. Akhirnya ia berkata bahwa ia tidak mau menderita sengsara lagi. Ketika saya membaca emailnya, saat itu kami sedang bersiap untuk berdoa, hati saya terganggu dengan kalimat “menderita sengsara lagi”saya berdoa agar segala pencemaran jasmani dan rohani tidak masuk dalam diri saya tetapi kata-kata orang tersebut masih ada dipikiran saya. Saya merasa panas hati dan berpikir akankah saya membalas perkataan orang tersebut dengan daging ataukah saatnya saya harus menyalakan pelita saya. Saya minta hikmat Tuhan bagaimana saya dapat menjadi terang bagi mereka. Saya tidak tahu bagaiman harus menjawab, dan saya bergantung pada Roh Kudus. Roh Kudus menuntun bagaimana saya harus menulis balasan email kepada perusahaan tersebut. Saya katakan,“Saat orang dunia melakukan hal yang tidak menyenangkan lalu kita terpancing maka apa bedanya kita dengan mereka. Bagaimana mereka bisa melihat terang kita”
“Dear Margareth, terima kasih untuk surat kamu yang sangat bagus. Terima kasih untuk semua pelayanan dan semua produk-produk kamu yang sangat bagus. Selama ini saya berjuang karena saya mendapatkan produk yang salah dan kamu tidak memberikan alasannya kenapa saya dikirimkan produk yang salah dan kamu berkata saya menderita lebih lagi, saya tidak mengerti cara kamu berpikir. Tetapi baiklah tidak apa-apa. Pasti kamu mau sukses, pasti perusahaan kamu mau untung.”
Seringkali kita dihadapkan pada kesempatan agar terang kita menyala. Jika kita tidak sadar bahwa terang kita harus menyala maka kita akan merespon dengan daging. Kita harus bertindak dengan manusi roh bukan manusia daging kita.
Seringkali kita diperhadapkan dengan uang dimana uang berbicara sangat keras. Kalau uang kita diambil, kalau ego kita disinggung kita bisa emosi begitu saja. Kalau kita sadar bahwa kita sedang menulis buku kehidupan maka kita akan sangat hati-hati menjalani kehidupan kita dan kita harus memancarkan terang Kristus. Saya bersyukur karena dapat menjadi terang Tuhan. Sayaberkata “terima kasih Tuhan sudah beri saya kesempatan untuk menjadi terang di dalam kegelapan”.Dan kemudian saya katakan kepada dia“Tidak apa-apa, saya akan ambil ini barang, saya memberkati kamu, saya release blessing dan damai kepada kamu.
Saya sedang menantikan bab berikutnya dalam hidup saya. Kita seharusnya merespon bukan dengan daging tetapi dengan Roh.
Baca: Wahyu 2:26-28
Kita sebagai anak Tuhan, mau tidak mau kita berada di gelanggang perlombaan yang diwajibkan.Saat kita menerima Kristus, hidup kita sudah ditebus, otomatis kita berada di dalam gelanggang perlombaan tetapi banyak anak Tuhan tidak menyadarinya. Tuhan berikan kita iman dan Ia mau agar kita berjuang di dalam pertandingan iman. Setiap hari kita dihadapkan dengan pertandingan iman. Dari iman kepada iman, dari karunia kepada karunia, dari kemuliaan kepada kemuliaan, hari demi hari kita diperhadapkan dengan manusia yang berbeda-beda dan kita lewat begitu saja, iman kita tidak naik, lalu kita diperhadapkan dengan ujian iman, kita tidak naik lagi karena kita tidak sadar bahwa kita berada dalam gelanggang perlombaan.
Jika kita kalah bagaimana kita akan diberi kuasa atas bangsa-bangsa, bagaiman kita dapat menuntun mereka ke dalam kebenaran? Kita nantinya akan memerintah bersama Kristus. Jika kita tidak menang maka kita akan diperintah. Karena ada yang memerintah, ada yang diperintah.
Anda mau memerintah ataukah diperintah selamanya.
Baca: Wahyu 5:10
Tuhan telah membuat kita orang percaya sebagai raja-raja dan menjadi imam-imam bagi Allah kita. Sebagai orang rohani, leveliman kita harus terus naik. Tuhan secara luar biasa telah menyiapkan level pemerintahan tetapi banyak anak Tuhan tidak menyadarinya.
Ada buah-bah yang muncul ketika kita dilemparkan ke dunia dan itu harus dikerjakan. Banyak anak Tuhan lupa sudah keluar dari pintu gereja sudah lupa ayat firman. Diperlukan hati murid untuk melakukannya.
Baca: Wahyu 11:15
Tuhan mau agar kita memerintah bersama Dia. Saya membaca tulisan Dr. Jaerock Lee dimana ia pernah diangkat oleh Tuhan dan melihat sorga. Ada beberapa tingkatan di sorga. Dan ditingkatan itu ada yang namanya Eden, Firdaus dan juga sorga tingkat pertama, tingkat ke dua, tingkat ke tiga sampaiYerusalem baru bahkan tahta Allah. Dari tingkatan-tingkatan ini ada yang paling dekat dengan Yerusalem baru dan takhta Allah yaitu tingkatan sorga ke tiga.
Tingkatan sorga pertama, rumah disana adalah rumah bersama, di tingkat yang lebih tinggi, rumahnya lebih luas lagi, ditingkat yang lebih lagi ada pelayanan malaikat. Di tingkatan ketiga dikatakan bahwa orang percaya akan memerintah bersama dengan Kristus. Dibutuhkan cinta yang total kepada Tuhan, dibutuhkan peremukkan kehendak daging selama di dunia ini, diperlukan pengorbanan hati dan diri kita untuk kita sepenuhnya melayani Tuhan. Tidak ada lagi keegoisan yang ada hanyalah kasih dan pengorbanan.
Seringkali kita dihadapkan dengan uang. Seringkali ketika kita dirugikan, kita naik darah, spot kita di ambil kita jengkel. Jadwal penerbangandelay kita emosi tetapi jika kita yang terlambat kita tidak bisa terbang, hal-hal seperti itu seringkali memancing amarah kita.
Saya belajar untuk mengerti hal-hal ini dan tidak mudah. Satu kali saya tertinggal pesawat. Kata petugasnya saya sudah dipanggil. Tapisayatidakmendengar. Lebih lanjut si petugas berkata bahwa ia sudah menelfon saya tetapi tidak ada miscall di hp saya. Saya mengerti bahwa ini adalah tantangan. Lalu saya katakana “Pak boleh ngga saya dipindahkan di jam berikutnya” petugas katakan tidak boleh. Saya pandang matanya sambil berkata “Pak, terima kasih ya, Tuhan Yesus berkati” lalu saya jalan layaknya ratu. Tetapi staf saya berjalan dengan langkah yang kedengaran agar si petugas mendengar kejengkelannya. Saya mulai mikir dan berterimakih kepada Tuhan untuk hal-hal seperti ini. Saya kemudian mencari counter lain untuk mencari jam penerbangan berikutnya dan ternyata ada. Ketika tiket sudah di print, si petugas yang mengatakan tidak boleh datangtadidatangdengan tergopoh-gopoh karena badannya agak sedikit gemuk sambil dia katakan bahwa saya bisa masuk di pesawat berikutnya. Saya katakan “Tidak apa-apa, karena bapak sudahmelakukan pekerjaandantugas”.
Lalu orang tersebut mengatakan maaf. Saya katakan kepada staff saya untuk membri vcd khotbah.
Dua hari kemudian, bapak ini menelpon dan berkata ia bertobat.
Seringkali kita kehilangan dan tidak mau dirugikan, kita lebih mementingkan kepentingan diri kita sendiri. Seringkali kita harus melalui kerugian-kerugian yang di akhirnya berbuntut kemenangan-kemenangan iman.Memangpelajaran untuk meredam emosi tidak semudah seperti membalikan telapak tangan.
Berkat Tuhan yang menjadikan kita kaya susah payah tidak menambahainya.
Baca: Yesaya 40:10-11
Ada perbedaan jemaat Tuhan ketika nanti kita bertemu disana. Ada induk domba danada anak domba. Anda yang sudah setia, ini akan menolong Saudara untuk naik ke tahap berikutnya. Anda tidak harus dituntun dan diberi makan terus tetapi harus memberi makan domba-domba lain juga. Bukan tim penggembalaan saja tetapi Anda diminta untuk menjadi gembala-gembala kecil. Dalam Matius 22 di tuliskan perumpamaan tentang seorang raja yang mengundang orang-orang untuk datang di pestanya tetapi para undangan sibuk dengan urusan mereka masing-masing akhirnya para pengangguran yang dipanggil masuk ke dalam pestanya. Akhirnya mereka semua datang di pesta tersebut dan raja berkeliling di dalm pesta tersebut dan mendapati seseorang yang tidak berbaju pesta. Ia bertanya bagaimana mungkin seseorang masuk ke dalam pesta tanpa menggunakan baju pesta. Tuan itu berkata “ikat dia dan campakkan ke luar di tempat dimana terdapat ratapan dan kertak gigi”.
Saya berpikir apakahorang dijalan-jalan punya pakai baju pesta?Rupanya pada waktu mereka masuk, baju pesta sudah disediakan, yaitu kebenaran-kebenaran tetapi tergantung bagaimana anda meresponinya. Kerinduan saya untuk memperlengkapi gereja Tuhan.
Baju pesta sudah disediakan bagi kita, baju lenan putih yaitu perbuatan-perbuatan kebenaran.
Ganti kata-kata kutuk dengan kata-kata kebaikan, kata-kata berkat. Firman harus diperkatakan dan tidak boleh turuti perasaan. Ada pikiran yang tidak sesuai dengan pikiran Kristus harus ditolak di dalam nama Yesus.
Baca Filipi 2:5
Seringkali kita mengatakan orang ini tidak bisa berubah, kita membatasi diri kita dan membatasi kuasa Tuhan. Bagaimana Anda menghadirkan janji Tuhan dengan perkataan anda? Yaitu Saat semuanya tidak sesuai dengan kita, jika kita tidak membiasakan diri memperkatakan firman, maka kita akan menjadi sama dengan dunia dan juga kita akan menjadi kalah.
Mari kita membuat sebuah buku kehidupan yang akan kita tulis sendiri. Kita menulis kehidupan yang layak dibaca oleh orang lain. Kedua Persiapan kita akan naik level yang dikemudian hari kita akan memerintah dengan Dia. Bagaimana anda dari hari ke hari menghadapi segala sesuatu yang berbeda dan menang.
Barangsiapa menang, Kepadanya akan Kukaruniakn kuasa atas bangsa-bangsa.

By : Dr. Maqdalene Kawotjo

HIDUP YANG BERKEMENANGAN BERSAMA TUHAN

“Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” 1 Yohanes 5:4-5

Kuasa kemenangan Kristus hendaknya bukan hanya sebatas pengetahuan tetapi menjadi pengalaman hidup kita. Banyak orang sudah mengetahui bahwa Yesus adalah Juruselamat tetapi apakah ia mengalaminya? Hidup berkemenangan ini harus kita alami dalam kehidupan kita di dunia. Dan hal ini tidak bisa dilepaskan dari “hidup oleh iman”.

Matius 17:14-20 “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”

Inilah realita yang mereka alami. Dalam peristiwa diatas Yesus menegur ketidakpercayaan mereka dengan keras. Mengapa? Karena ketidakpercayaan adalah bagian dari kesesatan. Tanpa bermaksud menghakimi, kita melihat bahwa iman para murid bermasalah dan puncaknya pada saat kebangkitan Yesus, dimana awalnya mereka tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. Mereka memiliki konsep sendiri dalam beriman sehingga Yesus pernah berkata, “Jika Anak Manusia datang kembali apakah Ia akan menemukan iman di bumi?”.

Dalam kesempatan lain Yesus juga pernah menegur para murid dalam peristiwa riil saat seorang perwira datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi hambanya. Sang perwira berkata kepada Yesus bahwa ia tidak layak menerima Yesus di rumahnya, ucapkan saja sepatah kata maka hambanya itu akan sembuh. Yesus berkata “Iman sebesar ini belum pernah Kujumpai diantara orang Israel.” Ini teguran yang keras sekaligus sebenarnya memalukan bagi para murid karena iman sang perwira melebihi iman para murid. Kemudian saat Yesus meredakan angin ribut, Yesus lagi-lagi mencela ketidakpercayaan para murid! Jadi kita melihat bahwa dalam banyak peristiwa Yesus mencela ketidakpercayaan mereka.

Gereja Tuhan saat ini harus mengoreksi pengajaran mereka tentang “iman” kepada jemaat. Dalam Alkitab memang dikatakan bahwa dengan iman kita bisa masuk dalam pengalaman-pengalaman kemustahilan. Namun yang banyak terjadi adalah banyak orang Kristen yang menggunakan imannya untuk mengatur Tuhan! Ini yang banyak diajarkan oleh gereja saat ini yaitu iman hanya sebatas jawaban doa. Banyak gereja mengajarkan jemaatnya menggunakan iman untuk mengatur Tuhan supaya menuruti keinginannya, dan tidak diberi pemahaman tentang apa itu Kedaulatan Tuhan. Akhirnya saat Tuhan tidak mengabulkan doa seseorang dan justru menjawabnya dengan cara yang berbeda maka banyak orang percaya yang menjadi kecewa. Bukan berarti kita anti doa. Kita harus berdoa dan kita boleh meminta kepada Tuhan, namun fokus kita bukan pada hal tersebut. Gunakan iman untuk menyenangkan hati Tuhan dengan menaati kehendak-Nya. Jika pemahaman seseorang akan iman sangat dangkal, maka saat antikris datang dan melakukan mujizat-mujizat besar, maka ia akan terseret.

Yesus berkata,”Jika kamu memiliki iman sebesar biji sesawi maka kamu dapat memindahkan gunung.” Namun dengan ayat ini gereja menggiring jemaatnya untuk terfokus pada hal-hal supranatural/spektakuler, misalnya memindahkan gunung Nokilalaki Palolo ke Donggala. Jika kita melihat mujizat yang dilakukan Yesus, Ia tidak pernah memindahkan gunung, lalu mengapa Ia memberi contoh hal yang tidak pernah Ia lakukan? Maka disini kita harus memahami bahwa yang dimaksud Yesus iman itu harus dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Hal yang tidak bisa diatasi dengan hukum logika, barulah diselesaikan melalui pengalaman supranatural.

Markus 16:9-14 “Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. ”

Saat Yesus mati, para murid sangat berkabung dan yang aneh 11 murid Yesus yang laki-laki tidak pergi ke kubur Yesus namun justru para wanita-wanita Yerusalem. Lalu setelah dikabarkan bahwa Yesus telah bangkit, para murid laki-laki tidak percaya padahal Yesus sudah berkali-kali menyampaikan bahwa Ia akan mati dan bangkit kembali!

Inilah yang terjadi. Banyak orang percaya yang justru menyukai menangis dan mencurahkan perasaannya di hadapan Tuhan lalu merasa lega, namun tidak menggunakan imannya untuk menghadapi realita hidup. Jadi kita menemukan bahwa para murid saat itu adalah orang percaya namun tidak percaya. Inilah yang juga banyak terjadi pada orang percaya: Saat harus menggunakan iman, mereka menggunakan logika (seperti kasus ini mereka tidak percaya terjadi mujizat bahwa Yesus telah bangkit) dan dimana saat harus menggunakan logika/akal sehat, mereka menggunakan iman (maka orang itu menjadi ekstrim atau “nge-roh”).
Dalam peristiwa yang lain lagi, para murid menyaksikan Yesus berjalan diatas air. Petrus lalu meminta kepada Yesus supaya Yesus memanggilnya sehingga ia pun bisa berjalan diatas air. Yesus mengabulkan permintaannya dan Petrus bisa berjalan diatas air. Misalkan saat itu Andreas yang mencoba berjalan di atas air maka Andreas pasti akan tenggelam karena Yesus tidak menyuruh Andreas. Yesus secara spesifik hanya berkata kepada Petrus untuk datang, bukan kepada Andreas. Maka dari sini kita memahami bahwa kita tidak boleh menjadikan pengalaman iman orang lain sebagai patokan mutlak bagi diri kita.

Kita harus membedakan mana iman yang menembus kemustahilan dan mana hukum logika yang dimaksimalkan. Ada banyak orang yang menggunakan logika yang tampaknya sampai kepada titik yang mendekati kemustahilan, tetapi ternyata setelah dikaji lebih dalam ternyata masih didalam hukum logika. Sebagai contoh pembangunan menara yang tertinggi di Taiwan dimana Taiwan merupakan negara rawan gempa. Awalnya banyak arsitek yang menganggap ide itu tidak masuk akal. Namun setelah dikaji ternyata hal itu mungkin.

Setiap kita harus memahami bahwa kita bisa saja dibawa Tuhan kepada pengalaman kemustahilan dimana hukum logika sudah tidak mampu menanganinya. Namun jika itu terjadi, Tuhan akan bekerja menurut cara-Nya sehingga nama-Nya yang akan dipermuliakan. Sayangnya kebanyakan orang percaya justru tidak siap menerima pengalaman kemustahilan, karena ternyata pengalaman kemustahilan itu berkaitan dengan peristiwa yang tragis sedangkan banyak orang memiliki pemahaman bahwa pengalaman kemustahilan adalah dengan menjadi “tukang sulap” dan melakukan hal-hal spektakuler seperti memindahkan gunung, membangkitkan orang mati, dan akhirnya nama dirinya yang dipermuliakan.

Jika kita membaca lebih lanjut sampai ke Kisah Para Rasul, kita lagi-lagi akan menemukan iman yang bermasalah. Jemaat berdoa agar Petrus dibebaskan dari penjara. Saat Tuhan melakukan mujizat-Nya dan Petrus bebas dengan cara ajaib, ia datang ke jemaat itu dan mengetuk pintu. Seorang hamba perempuan bernama Rode mendengar suara Petrus dan memberitahu kepada jemaat yang sedang berdoa bahwa itu adalah Petrus. Namun jemaat berkata, “itu malaikatnya”. Jemaat ini adalah orang-orang yang imannya bermasalah. Mereka lebih siap berdoa daripada siap menerima jawaban doa.

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Kita harus memahami bahwa Tuhan mengikat diri-Nya dengan janji. Karena itu ikat iman kita dengan janji Tuhan dan milikilah keyakinan yang teguh kepada janji Tuhan.

Jika kita membaca kitab Ibrani 11 ayat 2 sampai ayat 35a, kita akan membaca daftar pahlawan-pahlawan iman yang mengalami pengalaman-pengalaman iman yang spektakuler. Namun jika kita melanjutkan membaca ayat 35b dan seterusnya, kita akan menemukan bahwa daftar pahlawan-pahlawan iman di ayat berikutnya mengalami hal yang sebaliknya: mereka tidak mengalami peristiwa/pengalaman spektakuler tetapi justru mengalami penderitaan karena ketaatan melakukan Firman Tuhan.

Ibrani 11:35b-40 “Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.”

Dari ayat-ayat ini kita memahami bahwa iman itu perlu menjadi dewasa. Pahlawan-pahlawan iman ini tidak sempat menikmati janji-janji Allah namun mereka tetap taat dan setia tanpa pamrih. Inilah nilai tertinggi dari iman. Dengan demikian kita menemukan bahwa iman bukan digunakan untuk mengatur Tuhan namun ketaatan kepada Tuhan dalam segala hal.

Karena itu kita harus belajar mengucap syukur dalam segala hal/kondisi karena ada kuasa didalam mengucap syukur. Mengucap syukur adalah belajar menerima kondisi riil yang sedang kita hadapi. Seorang ibu datang kepada hamba Tuhan karena anak ibu itu menjadi penari telanjang. Hamba Tuhan itu menuntunnya untuk berdoa mengucap syukur atas keadaan anaknya. Ibu itu menolak! Bagaimana mungkin mengucap syukur karena memiliki anak seorang penari telanjang?

Padahal “Menerima” berbeda dengan “Menyetujui”. Kita memang tidak menyetujui keadaan seperti ibu itu namun kita harus belajar menerima kondisi yang terjadi dan karena itu kita mengucap syukur. Jika kita tidak menerima kondisi riil maka itu justru menciptakan tekanan dalam diri kita. Namun saat kita mengucap syukur, kita menjadi tenang sehingga kita dapat berdoa seperti yang Firman Tuhan katakan.

Ada kalanya dalam hidup, anggota keluarga kita mungkin melakukan hal-hal yang memalukan seperti contoh ibu diatas. Mungkin anak, saudara, orangtua, atau pasangan kita. Dan yang mungkin terjadi kita seakan tidak mau lagi menerima mereka. Padahal sejelek-jeleknya mereka, mereka tetaplah anak, saudara, orangtua, suami/istri kita. Tuhan adalah Bapa kita, bayangkan jika Tuhan memperlakukan kita seperti itu, tidak mau lagi mengakui kita sebagai anak karena kita berulang-ulang menyakiti hati-Nya maka tidak satupun dari kita yang akan selamat.

Saat ibu itu belajar mengucap syukur, mujizat terjadi. Saat tengah malam, tiba-tiba anak perempuannya pulang rumah lebih cepat, menangis, dan memohon ampun kepada ibunya. Apa yang terjadi? Ternyata pada malam itu, di klub malam itu datang beberapa orang penginjil dan memberitakan injil termasuk kepada anak ibu itu. Malam itu anaknya bertobat melalui pelayanan dari para penginjil.

Saat kita mengucap syukur, maka Tuhan bekerja dengan cara-Nya untuk menolong kita. Tetaplah teguh dalam iman, dalam pengiringan kita kepada Tuhan.(MS)
By : Pdt. R. F. Martino

KEBANGKITAN KRISTUS MEMBAWA HIDUP YANG BERKEMENANGAN

1 Korintus 15: 14 14Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15Lebih daripada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus – padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 19Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 20Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Sejak masa Yesus melayani,ada dua kelompok kepercayaan. Yang pertama ialah kelompok yang percaya akan kebangkitan orang mati. Kelompok kedua ialah kelompok Saduki yaitu kelompok orang-orang yang tidak percaya akan kebangkitan orang mati. Itu sebabnya Paulus harus dapat memberikan keyakinan kepada jemaat masa itu bahwa Kristus telah bangkit.
Adapun berita kebangkitan Kristus telah dipolitisir oleh pemerintah pada zaman itu dengan berita bahwa murid-murid-Nya datang mencuri mayat Yesus sehingga mayatnya tidak ditemukan dalam kubur tersebut. Dapat dimaklumi bahwa ketika suatu kebenaran sudah dipolitisir maka hal tersebut dapat menjadi seolah-olah tidak benar. Tetapi kebenarannya ialah bahwa Yesus sudah bangkit. Untuk meyakinkan semua pengikutnya dan juga murid-muridnya maka Yesus harus menampakan diri kepada mereka secara khusus bahwa Ia telah benar-benar bangkit dengan tubuh kemuliaan bukan dalam bentuk roh yang gentayangan.

Mengapa Paulus harus meyakinkan Jemaat ini?Supaya mereka juga dapat menikmati kuasa kebangkitan Kristus di dalam kehidupan mereka sebagai orang percaya. Jadi bukan sekedar pertentangan pemahaman theologia, tetapi benar-benar menyatakan bahwa Yesus sudah bangkit. Dan juga bukan hanya peristiwanya saja tetapi makna dan hasil dari kebangkitan-Nya secara nyata harus dialami oleh setiap orang percaya.
Kita tahu bahwa kematian Kristus diperingati di seluruh dunia oleh gereja-gereja dengan cara yang berbeda-beda, tetapi apakah hal ini membawa hasil atau hanya kemudian berubah menjadi ritual-ritual peringatan. Jika hanya ritual maka sama sekali tidak ada gunanya.
Sebagai contoh yaitu obor paskah yang diarak dari ujung ke ujung. Pertanyaannya ialah “apa makna dari kegiatan tersebut?”itu jangan hanya sekedar mengetahui makna/pengertian, tetapi sejauh mana hal tersebut berdampak bagi kehidupan pribadi orang percaya dalam hidup sehari-harinya.Beberapa gereja saat ini mulai kembali membangkitkan ritual-ritual perjanjian lama dan pernak-pernik perjanjian lama sedangkan itu semua sudah selesai. Mengapa kita kembali dijajah dengan segala ketentuan-ketentuan yang sudah dihapuskan.

Pengorbanan Kristus menghasilkan pemulihan diri manusia yaitu dari orang berdosa menjadi orang percaya, menjadi orang kudusnya Tuhan, dikasihi Tuhan dan disebut anak-anak Allah. Peringatan perlu untuk diperingati yaitu untuk mengingatkan kita, tetapi harus ada dampaknya dalam kehidupan kita setiap hari. Kita harus dapat menikmati iman percaya di dalam kehidupan kita, di dalam seluruh esensi kehidupan kita dalam menjalani kehidupan ini. Begitu pula kuasa kebangkitan Kristus, hasilnyaharus kita alami sebagai orang percaya. Hal inilah yang penting.

Kristus sudah bangkit berarti membawa hidup yang berkemenangan. Dalam kita menjalani sepanjang perjalanan hidup ini, kita membawa hidup yang berkemenangan. Pertanyaannya ialah mengapa masih ada istilah hidup berkemenangan. Bukankah Kristus sudah memenangkan segala-galanya? Kalau Kristus sudah memenangkan segala-galanya berarti tidak perlu lagi hidup berkemenangan karena kita sudah menang. Inilah kondisi riil yang sedang kita hadapi.

Paulus memakai kata “seandainya Kristus tidak bangkit” hanya untuk bisa memberikan suatu perbandingan apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita yang sudah terlanjur percaya kepada Yesus sementara Yesus tidak bangkit. Bagaimana kehidupan kita sebagai orang percaya jika Tuhan Yesus tidak bangkit. Paulus katakan bahwa kita adalah orang yang paling malang di dunia atau paling sial. Tetapi yang benar ialah Kristus sudah bangkit.
Tetapi sekarang Kristus sudah bangkit sehingga setiap orang percaya bisa dan seharusnya mengalami kuasa kebangkitan Kristus di dalam menjalani hidup mereka. Bentuknya yaitu suatu keyakinan yang ada di dalam yang terekspresi dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya ritual-ritual kegiatan, bukan sekedar perayaannya tetapi ada hasil yang memulihkan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya yang membawa kita hidup berkemenangan.

Kenapa masih harus berkemenangan?
Apa yang sedang terjadi di dunia? apa yang kita hadapi? Secara hukum alamiah, setiap orang yang hidup akan mengalami realita hidup. Apa yang kita hadapi tidak berbeda dengan semua orang. Orang baik dan orang jahat sama-sama menikmati sinar matahari, menikmati hujan dan tidak ada hal-hal khusus dalam dunia ini. Paulus mengingatkan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah hal biasa. Yang berbeda ialah bagaimana cara orang percaya dan orang biasa dalam menghadapinya. Ada satu jaminan bagi orang percaya yaitu Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai lebih daripada kemampuan kita dan Tuhan pun akan memberikan jalan keluar supaya kita cakap menanggungnya. Tuhan memiliki cara yang berbeda yaituuntuk menjadikan kita cakap.
Sebagai orang percaya Dimanakah kuasa kebangkitan Kristus untuk membawa kita hidup berkemenangan? Realita hidup adalah hal biasa tetapi kita tahu bahwa sesungguhnya itu bukanlah hal biasa. Tuhan membentuk diri kita melalui setiap realita hidup. Tapi iblis menunggangi realita hidup itu dengan satu tujuan yaitu membuat kita hancur.

Doktrin Kristen Terlihat Aneh
Dikatakan bahwa Yesus sudah memenangkan segala sesuatunya tetapi mengapa Iblis masih mengganggu, mengapa kita masih berjuang untuk menang sedangkan Yesus sudah menang. Pada saat kita sudah menjadi orang percaya kita sudah dilepaskan, sudah dibebaskan, dikuduskan dan diampuni segala dosa kita. Kita direbut dari kebinasaan dan memiliki hidup yang kekal, kita adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik kita. Iblis tidak memiliki kita lagi dan tidak punya hak untuk menyentuh kita.

1Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Ketika seseorang sudah menjadi orang percaya berarti Iblis kehilangan orang tersebut. Ia kehilangan pengikutnya karena pengikutnya sudah percaya Kristus dan sudah diselamatkan. Ia sudah terima Yesus dan sudah milik Yesus bukan lagi milik Iblis untuk diajak berbuat dosa. Artinya Iblis kehilangan satu jiwa. Maka ia akan mencari orang yang hilang tersebut. Dan orang-orang yang hilang daripada Iblis adalah kita orang percaya.

Dari ayat ini kita sudah mengerti siapa yang Iblis incar yaitu bukan manusia pada umumnya tetapi orang percaya. Setiap orang yang belum diselamatkan yang belum memiliki Kristus berarti ia milik dari kuasa gelap yang dapat diperintahkan sesukanya untuk berbuat segala macam yang harus ia lakukan. Tetapi bagi kita, ia tidak punya hak untuk menyentuh dan memerintah kita apalagi menguasai kita maka itu sebabnya yang dicari itu adalah kita, orang percaya. Ia telah kehilangan kita karena kita sudah menjadi orang percaya ia terus beridar-idar mencari.
Itu sebabnya secara alamiah realita hidup ini sebenarnya membentuk diri kita sebagai orang percaya, membentuk karakter kita sampai kepada menjadi serupa Kristus tetapi juga Iblis berusaha masuk dari jalur jalur yang sama untuk supaya kita kembali kepadanya dan melakukan kehendaknya.
Setelah kita memahami hal ini, perlu kita tahu mengapaIblis melakukan ini, bukankah Kristus sudah menyelesaikan semuanya di atas kayu salib?
Dalam bahasa hukum, ada istilah “de jure” dan “de facto”. “De jure” adalah secara tertulis/secara hukum. Iblis telah dikalahkan secara hukum Firman, itulah yang sudah dilakukan Kristus di kayu salib dan oleh kuasa kebangkitan Kristus,Iblis tidak punya kuasa apa-apa lagi. Namun secara “de facto”, secara riil ia tidak dapat menerima kekalahan itu dan terus berusaha dengan tipu muslihatnya untuk menghancurkan orang percaya.

Efesus 6:10-11 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Tuhan menghendaki setiap orang percaya agar kuat didalam Tuhan. Hal ini ada hubungannya dengan iman percaya kita kepada Dia. Tuhan pun menginginkan kita memiliki perlengkapan rohani. Yang kita lawan hanyalah tipu muslihatnya, tetapi Allah memerintahkan kita memakai selengkap senjata-Nya. Iblis bekerja dengan tipu muslihat karena ia sudah dikalahkan. Tetapi tipu muslihatnya tidak boleh diremehkan.

Gereja memiliki berbagai pemahaman dan sikap terhadap Iblis. Ada yang takut dengan Iblis, ada pula yang sangat meremehkannya karena dalam kekristenan tidak dapat membedakan yang mana tahyul dan yang mana mistik. Tahyul memang tidak ada tetapi mistik adalah dunia roh jahat yang benar ada. Inilah yang perlu kita bedakan.

Tuhan tidak hanya katakan untuk bertahan tetapi juga melawan. Hal ini yang perlu dipahami karena ada orang yang sangat lama didalam pergumulan tetapi ada pula orang-orang yang masih bertahan begitu rupa berkepanjangan dalam pergumulannya. Jadi kita perlu terima kebenaran firman Tuhan bahwa, pertama,Iblis selalu mengincar orang percaya, kedua, Tuhan sudah menetapkan orang percaya harus kuat di dalam Tuhan, bisa bertahan dan melawan tipu muslihatnya. Hal ini dibutuhkan hikmat Tuhan dan akal budi untuk melawannya. Oleh karena itu ada orang-orang yang dipermainkan dengan persoalan hidup dan ada orang-orang percaya yang dapat menyelesaikannya dengan baik dan memenangkan persoalan.

1 Petrus 5 8Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Iblis memang sudah dikalahkan tetapi ia masih bekerja dengan tipu muslihatnya karena ia tidak menerima kekalahan ini. Mau tidak mau ketika kita sudah menjadi orang percaya kita sudah mutlak masuk dalam kehidupan dimensi iman bukan hanya dimensi alamiah. Iblis tidak kelihatan wujudnya karena ia bekerja di alam roh. Logika kita tidak akan bisa menembus alam roh. Hukum-hukum logika kita yang ada di alam pikiran tidak mampu untuk menembus hukum-hukum iman. Sedangkan apa yang kita hadapi sehari-hari secara nyata seringkali melampaui akal kemampuan hukum logika yang kita miliki di otak. Itu sebabnya orang mengenal istilah jalan buntu/putus asa. Melawan Iblis harus dengan iman karena ia tidak hadir di alam nyata tetapi ia hadir dalam setiap realita yang kita hadapi di dalam hidup kita. Dalam kitab Efesus dikatakan bahwa musuh kita bukanlah darah dan daging tetapi adalah si iblis dan roh-roh jahat di udara. Ketika kita menghadapi masalah apapun, realita apapun, kita harus dapat menemukan iblis ada dimana.

Bagaimana jika kita tidak mau melawan Iblis Apa yang terjadi?

Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu!

Ketetapan Tuhan adalah bahwa kita harus melawan si Iblis yaitu dengan iman yang teguh. Tuhan sudah tetapkan kita untuk melawan si Iblis. Ketaatan terhadap Firman merupakan suatu kekuatan yang luar biasa untuk melawan Iblis dan ia akan lari. Seringkali kita tidak mau pusing dengan masalah. Bahasa mimbar seringkali mengatakan untuk menyerahkan persoalan atau beban kepada Tuhan. Tuhan menolong kita bukan karena persoalan yang ada pada diri kita melainkan karena Tuhan mengasihi kita. Kita datang kepada Tuhan bukan menyerahkan persoalan tetapi membawa diri kita. Firman Tuhan katakan“Serahkanlah segala kuatirmu kepada Tuhan karena Ia yang memelihara kamu.”
Supaya kita memahami bahwa kita diberikan otoritas iman untuk melawan iblis, yaitu di dalam nama Tuhan Yesus.

Markus 16:16-1817Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Kita perlu memahami hal ini supaya kuasa kebangkitan Kristus membawa hidup yang berkemenangan, kita kembali kepada Firman, tunduk kepada Allah dan lawan Iblis maka Iblis akan lari. Ketaatan kita melakukan Firman setiap hari akan melatih kita untuk dapat menjawab masalah. Karena firman Allah adalah jawaban atas setiap masalah kita. Kita perlu melatih diri kita dari hal-hal kecil sehingga kita cakap dan ini dapat menolong kita dalam setiap masalah yang kita hadapi.

By : Pdt. R.F Martino

MENTALITAS MENUJU SUKSES BERSAMA TUHAN (2)

Filipi 2:5-115 Hendaklahkamudalamhidupmubersama, menaruhpikirandanperasaan yang terdapatjugadalamKristusYesus, 6 yang walaupundalamrupa Allah, tidakmenganggapkesetaraandengan Allah itusebagaimilik yang harusdipertahankan, 7 melainkantelahmengosongkandiri-Nyasendiri, danmengambilrupaseoranghamba, danmenjadisamadenganmanusia. 8 Dan dalamkeadaansebagaimanusia, Iatelahmerendahkandiri-Nyadantaatsampaimati, bahkansampaimati di kayusalib. 9 Itulahsebabnya Allah sangatmeninggikanDiadanmengaruniakankepada-Nyanama di atassegalanama, 10supayadalamnamaYesusbertekuklututsegala yang ada di langitdan yang ada di atasbumidan yang ada di bawahbumi, 11 dansegalalidahmengaku: “YesusKristusadalahTuhan,” bagikemuliaan Allah, Bapa!

Kejadian 12:1-3 1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilahdarinegerimudandarisanaksaudaramudandarirumahbapamuinikenegeri yang akanKutunjukkankepadamu; 2 Akuakanmembuatengkaumenjadibangsa yang besar, danmemberkatiengkausertamembuatnamamumasyhur; danengkauakanmenjadiberkat. 3 Akuakanmemberkati orang-orang yang memberkatiengkau, danmengutuk orang-orang yang mengutukengkau, danolehmusemuakaum di mukabumiakanmendapatberkat.”

Hal Mentalitasharusmenjadiperhatiankitakarenasetiapmanusiamemiliki mental.Namunkarenakitasudahmenjadi orang percaya, makakitaperlumemilikimentalitas yang Alkitabiah.

Hal mentalitasmenjadiperhatiandunia.Banyak motivator yang memberikan seminar motivasi agar peserta seminar memilikimentalitas yang positif.Kesuksesandankegagalanseseorangditentukanolehmentalitasnya.Ada orang-orang yang gagalkarenamentalitasnya.Namunada orang-orang yang berhasilmencapaikesuksesankarenakegigihan/kerjakerasnya, namunakhirnyamentalitasnyamenghancurkandirinyaditengah-tengahkesuksesannya.

Elvis Presley adalahseorangpenyanyi yang sangatterkenalpadatahun 1960-an. Diadikenalsebagai Raja Rock n Rolldanmemilikibanyakuang.Namunpadaakhirnyaiamatibunuhdiri. Inilahbuktimentalitasbisamenghancurkanseseorang di tengahkesuksesannya.

Kita tidakbolehmemilikimentalitas yang tidakAlkitabiah.Kesuksesanadalah proses, bukantujuan. Jikakitamenjadikankesuksesansebagaitujuan, makakitaakanberpikirbahwakitabelumsuksesjikabelum kaya, belummendudukijabatan, belummemilikibenda-benda yang kitainginkan, dll.

Abram diperintahkan Allah untukkeluardari Ur-Kasdim yang adalahnegerikafirdengansegalaadatistiadatnya yang membentukmentalitasdirinya.Saatkitalahirbaru, makakitaharuskeluardarisegalakekafiran.Dan haliniharusnyatadalamsegalaaspekhidupkitatermasukdalammengelolapekerjaandankehidupansehari-hariuntukmencapaikesuksesanbersamaTuhan.Tuhanharusmembereskandulupribadi Abram, mengubah total mindset-nyabarumembawanyamasukkepadarancangan Allah.
Kita mungkinberargumenbahwadalamkehidupansehari-harikitatelahbekerjabersamaTuhankarenakitaberdoasetiaphari.Namunkalaumaujujur, terkadangdoakitahanyamenjadiseperti mantra yaitusebatasucapanbibir. Kita berdoanamuntidaksiapdenganjawabandoa. Kita berdoaserahkansegalanyapadaTuhannamunsaatTuhanlakukanapa yang menjadikehendak-Nya, kitaproteskepadaTuhan. Bahkankitahanyamauberdoadanberimannamuntakmaubekerjakeras, danberharapberkatjatuhdarilangit.Padahal orang duniabanyak yang bekerjalebihkerasdaripada orang percaya, tidakheranmerekalebihsukseskarenamerekamelakukanhukumjasmani.

MeraihsuksesbersamaTuhanberartikitabekerjasamadenganTuhandengancaramelakukanketetapan-ketetapanTuhanyaituhukum-hukumrohanidanjasmani.

Tuhansudahmenetapkansupayakitahidupolehiman.Namunsebelumnya, faktorjiwanikita yang meng-handle seluruhkehidupankitaharusdipulihkandandikuduskanlebihduludenganFirman, sehinggaseluruhpergerakanhidupkitaberdasarkanFirman.HukumFirmanmenembussegalalogika.Kita membutuhkanhukumFirmankarenabanyakmasalahdalamkehidupan yang tidakmampudiatasidenganhukumlogika.

Kita harus “keluardari Ur-Kasdim”:
– Tinggalkanadatistiadatkafirdansegalamacamtakhayul
– Tinggalkanmentalitas yang tidaksesuaiFirman.
– Setiapkitamemilikitemperamen yang berbeda-beda. Kita harussiapdibentukTuhan.

Seminar-seminar motivasimemangmembantumanusiasecarahukumlogikayaitumenolongseseoranguntukmenemukanpotensipikirannyadanmemaksimalkanpikirannyauntukmencapaikesuksesan.Namunhukumlogikaterbatas.

Ketetapankeberhasilan yang Tuhantetapkanadalah yang berdasarkanFirman.MakasemuapertimbanganharusberdasarkanFirman.

Dalamayatberikutinikitaakanbelajartentangpergumulan yang dialamioleh Abraham. PenggenapanjanjiTuhankepada Abraham ternyatamelaluiwaktu yang panjang.

Kejadian 12:4 Lalupergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikutbersama-samadengandia; Abram berumurtujuhpuluhlimatahun, ketikaiaberangkatdari Haran.

Umur Abram saatitusudah 75 tahun, sudahtidakmudalagi.Namunperubahanhidup Abram dimulaisaatia TAAT MELAKUKAN PERINTAH TUHAN, bukanperintahkeluarganya. Abram melakukanitukarenaiapercayakepadaTuhanmakaTuhanmemperhitungkannyasebagaikebenaran. Makadarisinikitamenemukan: IMAN KEPADA TUHAN SELALU BERKAITAN DENGAN KETAATAN KEPADA PERINTAH TUHAN.

Namunsetelah Abraham taat, iatidaklangsungmenerimajanjiTuhan. Bertahun-tahun Abraham dan Sara menantijanjiTuhanuntukmendapatkanketurunan.Dalamkeadaanmenantiitu Abraham dan Sara mengalami “capaifisik, capaipikiran, capaihati”.Sara menyarankan Abraham untukbersama Hagar. Abraham sesaatlupaakanjanji Allah sehinggaiabersamadengan Hagar. Saat Hagar hamildanmelahirkananak, terjadimasalah.Alkitabmenulisdenganjujurbahwa Abraham pernahgagalnamuniasiapdipulihkandankembalikepadaTuhan. Bagaimanadengankita?Saatgagal, janganmenghukumdiri.BawadirikitapadaTuhanuntukdipulihkan, kembalilahkepadaTuhan.

Roma 4:16-17 16 Karenaitulahkebenaranberdasarkanimansupayamerupakankasihkarunia, sehinggajanjiituberlakubagisemuaketurunan Abraham, bukanhanyabagimereka yang hidupdarihukumTaurat, tetapijugabagimereka yang hidupdariiman Abraham. Sebab Abraham adalahbapakitasemua, — 17 sepertiadatertulis: “EngkautelahKutetapkanmenjadibapabanyakbangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nyaiapercaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang matidan yang menjadikandenganfirman-Nyaapa yang tidakadamenjadiada.

Namunapa yang terjadiselanjutnya?

Roma 4:18 Sebabsekalipuntidakadadasaruntukberharap, namun Abraham berharapjugadanpercaya, bahwaiaakanmenjadibapabanyakbangsa, menurut yang telahdifirmankan: “Demikianlahbanyaknyanantiketurunanmu.”
Mencapairancangan Allah merupakanpergumulan.Terkadangkitamengalamiseperti Abraham apa yang dinamakan”capekfisik, capekpikiran”.Namunsesungguhnyainilahpembentukan yang Tuhanlakukanuntukmembentuk mindset Abraham dankita agar kembalikeFirman! SecaramanusiaterkadangkitamenggunakanlogikakitauntukmenyelesaikanmasalahpadahaltidaksesuaiFirman. Kita mencobamenghalalkansegalacara. Abraham bisasajakembalibersama Hagar.Namun kali iniiakembalikepadaFirman! Sekalipuntidakadadasaruntukberharapkarenaiasudahsangattuadanrahim Sara sudahtertutup, namuniatidakbimbang.

Roma 4:19-21 19 Imannyatidakmenjadilemah, walaupuniamengetahui, bahwatubuhnyasudahsangatlemah, karenausianyatelahkira-kiraseratustahun, danbahwarahim Sara telahtertutup. 20 Tetapiterhadapjanji Allah iatidakbimbangkarenaketidakpercayaan, malahiadiperkuatdalamimannyadaniamemuliakan Allah, 21 denganpenuhkeyakinan, bahwa Allah berkuasauntukmelaksanakanapa yang telahIajanjikan.

Akhirnya Abraham mencapairencanaTuhan.Terkadang orang takutmasukkedalampengalamanimankarenaiaakandiperhadapkandengankemustahilan. Namundisinilahmentalitaskitadibentuk.Mari periksadirikitadanbawadirikitakepadaTuhanuntukdibentuk agar mentalitaskitasesuaidenganFirman.

By : Pdt. R. F. Martino