Category Archives: KOTBAH
DOA SYAFAAT
Pendahuluan
1. Dalam Perjanjian Lama kita menemukan tentang pribadi Daud yang mempersatukan Bangsa Israel dan mengalahkan semua musuh yang ada disekitar mereka. Ini menjadi suatu patokan dari orang Yahudi, mereka masih membayangkan bahwa Mesias yang akan datang itu sepert Daud yang membebaskan mereka dari segala musuh dan membawa mereka dalam kemakmuran. Sehingga sampai sekarang masih ada tembok ratapan.
Setiap kali Yesus selesai mengadakan mujizat, pada waktu itu banyak orang mengkikuti kemanapun Yesus pergi. Ada beberapa golongan yang suka menyaksikan apa yang Yesus lakukan, ada yang rindu mendengar pengajaran-Nya, tapi mereka tidak sadar bahwa sebenarnya Yesus adalah Mesias. Mereka hanya berpikir yang penting bisa makan roti, hidup makmur, dll.
2. Soal makan, minum dan pakai sudah menjadi tanggungjawab Tuhan, ketika sakit Tuhan sediakan bilur-bilur-Nya untuk sembuhkan, yang lemah Tuhan yang akan beri kekuatan, yang berkekurangan Allah mencukupkan segala kebutuhan menurut kekayaan dankemulian-Nya, ketika dalam ketakutan Allah berjanji akan menyertai.
Jadi Yesus mati bukan hanya untuk urusan makan, minum dan pakai. Ada hal yang lebih penting dari itu. Tujuan utama yang Yesus lakukan adalah penyelamatan. Orang Yahudi hanya menantikan Mesias untuk hal-hal yang sifatnya sementara. Mereka tidak melihat makna kedatangan-Nya yang sesungguhnya.
3. Matius 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Kita tahu bahwa tujuan Tuhan menciptakan kita adalah untuk kemasyuran-Nya. Kita tidak bisa menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja. Melalui Matius 18:18 Tuhan berikan otoritas kepada kita. Dalam Ulangan 28 juga Tuhan memberi janji-janji-Nya pada kita, asalkan kita melakukan dengan setia segala perintah-Nya.
Hal yang akan saya bagikan ini tidak akan membawa Anda mengeluarkan biaya yang begitu rupa. Tapi pengaruh dan kuasanya sangat berdampak. Melalui firman ini Tuhan mengajak kita pada panggilan yang lebih tinggi melalui pelayanan doa syafaat.
Arti Syafaat
Doa syafaat bukanlah sebuah karunia, karena setiap orang percaya sesungguhnya diberikan tugas untuk menjadi pensyafaat.
Arti kata syafaat:
– Menengahi
– Pengantara
– Membela
– Berada di antara untuk memohon bagi orang lain
– Mewakili satu pihak kepada pihak yang lain
Doa syafaat: The calling to stand in the gap
– Doa syafaat adalah doa yang mengetuk pintu surga tidak kenal menyerah sampai pintu dibukakan
– Doa yang menerobos tembok/benteng musuh
– Doa yang menginjak ular dan kalajengking seta menahan kekuatan musuh
– Doa yang tidak lagi fokus terhadap kepentingan diri sendiri
Lukas 11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
Tidak akan mudah membimbing seseorang untuk lahir baru sebelum kita mendoakannya. Ada doa syafaat yang dinaikkan terlebih dahulu untuk pribadi tersebut. Kita harus menyadari juga bahwa sesungguhnya ada orang yang bersyafaat bagi kita sehingga kita diselamatkan.
Kita harus ambil bagian disetiap gerakan-gerakan Allah jangan hanya berdiam diri.
Luagkanlah waktu unutk berdoa syafaat dan Tuhan akan menaruh perasaan itu dalam hati kita. Tuhan yang akan ubah pola pikir kita.
Pendoa syafaat adalah orang yang dicari Tuhan
Yehezkiel 22:30 Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.
Yesaya 59:16 Ia melihat bahwa tidak seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.
Mengapa Tuhan mencarinya dan tidak melakukan secara langsung? Karena Tuhan mau kita menjaadi mitra-Nya. Tuhan menempatkan kita di bumi bukan hanya untuk perkara makan, minum dan pakai. Tap I Tuhan mau kita mengambil bagian dari dari karya penyelamatan yang telah dikerjakan-Nya.
Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
Keamanan dan kesejahteraan lingkungan tempat kita tinggal tergantung dari doa-doa kita. Misalnya dalam suatu lingkungan marak dengan kasus begal, atau tindakan kriminal lainnya, itu berarti kita harus dengran serius berdoa untuk lingkungan kita agar tidak terjadi kejahatan. Jadi doa kita akan berpengaruh terhadap lingkungan tempat tinggal kita.
Dalam suatu peristiwa, saya pernah mengadakan perjalanan dengan menumpangi kapal. Waktu itu cuaca sangat buruk dan bisa saja membuat kapal kami tenggelam. Saya percaya pertolongan Tuhan atas kami. Dan akhirnya kami semua bisa selamat dan bersandar di dermaga. Allah melihat ada anak-Nya dalam kapal tersebut.
I Timotius 2:1-4 1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Naikkanlah doa syafaat setiap saat. Pernahkan Saudara berdoa untuk gubernur atau aparat pemerintah yang lainnya? MUlai latihlah untuk bersyafaat. Kemanapun kita pergi berdoalah untuk segala sesuatu yang Tuhan ingatkan untuk kita doakan agar mereka mengalami lawatan Allah dan semua orang bisa diselamatkan.
Inti doa syafaat:
Matius 6: 10 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Dimana terjadinya?
1. Kerajan Allah dalam diri kita
Roma 14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
Orang yang memikirkan kerajaan Allah memiliki damai sejahtera bukan memiliki kemarahan dan memelihara emosi.
2. Kerajaan Allah dalam keluarga.
Dasarnya adalah kasih Kristus dan firman Tuhan
3. Kerajaan Allah dikomunitas
Komunitas kita di kecamatan, RW, RT, kantor, tempat usaha, kota, dan bangsa kita supaya ada kerajaan Allah terjadi di situ.
Syarat pendoa syafaat:
1. Hidup bergaul dengan Allah
2. Punya rasa empati atau belas kasihan terhadap orang lain
3. Berdoa dengan iman /sungguh2
4. Tidak dapat berdiam diri, tidak tinggal tenang, terus berjajga jaga siang dan malam.
Yesaya 62:1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
Yesaya 62:6-7 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.
5. Jangan jemu berdoa
Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Jangan pernah bosan untuk berdoa, ini harus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Berdoa sampai kehendak Tuhan terjadi.
Yesaya 62:1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
By : Pdt. Milkha Potuda
BANGUNLAH DIRIMU SENDIRI!
Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlahdirimusendiri di atasdasarimanmu yang paling sucidanberdoalahdalamRoh Kudus.
Dalam hidup ini ada bagian Tuhan ada bagian kita. Bagian Tuhan adalah sudah memberikan keselamatan melalui kematian-Nya di atas kayu salib dan bagian kita adalah meresponinya. Respon disini berbicara mengenai tindakan. Keselamatan yang dianugerahkan tidak akan sampai kepada kita jika kita sendiri tidak mengambil suatu tindakan menerima keselamatan itu, dengan mengundangnya masuk dalam kehidupan kitadanmenjadikanTuhandalamkesehariankita.
Kita tahu bahwa dunia ini berada di bawah kuasa si jahat, kita tidak akan pernah mampu jika mengandalkan kekuatan diri sendiri.
“Bangunlah dirimu sendiri” Kalimat ini adalah kalimat perintah, jadi dari diri sendirilah yang harus melakukan.
Mungkin dalam keluarga kita punya mezbah keluarga, atau kita juga sering sharing dengan suami/istri/anak/anggota komsel, tapi pengenalan akan Tuhan dan keselamatan adalah masing-masing.
Adakalanya orang-orang di sekitar kita termasuk orang yang kita kasihi tidak dapat mengerti kita, tidak menyemangati kita, tapi kita bisa menyemangatidirikitasendiri, bahkankitaharusmenyemangatidirikitasendiri.
PEREMPUAN yang menyemangati dirinya sendiri.
Markus 5:28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Dua belas tahun bukan masa yang pendek bagi seorang perempuan yang mengalami pendarahan. Bisa dipastikan fisiknya sangat lemah, tapi dengan sebuah tekad bahwa ia mau sembuh, ia menerobos kerumunan orang-orang banyak yang hendak bertemu dengan Yesus. Tidak ada yang menolong perempuan itu. IamenyemangatidirinyasendiriuntukmendekatiYEsusdanmenjamah jubbah-Nya.
DAUD menguatkan (membangun) dirinya sendiri.
I Samuel 30:6 “… Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN”
Dikisahkan waktu itu ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke Ziklag, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Dauddanrakyatnya yang bersamasamadenganyamenangisdengansuara yang nyaringsampaimerekatidakkuatlagimenangis (Ayat 4). Dalam keadaan sepertiitudanterjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batuDaudmenyemangatidirinyasendiridenganmenguatkankepercayaannyakepadaTuhan.
BAGAIMANA MEMBANGUN DIRI SENDIRI?
1. Dengan Iman
Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atasdasarimanmu yang paling sucidanberdoalahdalamRoh Kudus.
Kata IMAN disini menggunakan kata “pistis” yang berasal dari akar kata “peitho” yang artinya: “Bersandar dengan kepastian dari dalam, yakin”
Iman adalah modal kita untuk menuju kea rah yang belumpasti, belum kelihatan, belum dimengerti. Dengan harapan sesuatu yang belum kelihatan jadi kelihatan, yang belum mengerti akan jadi mengerti.
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Bagaimana saya memiliki iman?
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Dalam satu kalimat kata pendengarandiulangsampaidua kali, berartipendengaranmenentukanimankita.
Rome 10:17 (KJV) Faith comes by hearing the message,, and the message is heard through the word of Christ
“Hearing”(continuous tense): sedang mendengar
Apa yang sedang kita dengarkan hari-hari ini?
Apa yang sedang kita dengar berulang-ulang?
Karena semakin kuat dan lemahnya iman kita tergantung dari apa dan siapa yang kita dengar.
Kamu selalu gagal!
Kamu bodoh!
Kamu tidak akan lulus!
Kamu tidak akan pernah berhasil!
Kamu bakal bangkrut!
Kamu tidak akan sembuh!
Kamu selalu hidup susah!
Kamu bukan ayah yang baik!
Kamu bukan ibu yang baik!
Kamu bukan anak yang baik!
Kamu…kamu…kamu
Semua suara-suara yang kita dengar membentuk pola pikir kita, pada akhirnya menentukan perbuatan yang kita lakukan.
Kisah Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison lahir pada tahun 1847 bukanlah anak yang pintar, semasa sekolah gurunya pusing menghadapinya, sampai pada akhirnya gurunya pun angkat tangan dan mengirimkan surat kepada ibunya. Setelah membaca surat itu, ibunya menangis, karena isi surat itu berbunyi: “Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi.” Ibu mana yang hatinya tidak sedih apabil anaknya tertolak seperti kasus ini. Tapi ibunya tidak mengatakan isi surat itu kepadanya, bahkan mengucapkan kalimat: “Kamu anak yang jenius Nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini: Ibu yang akan mendidik Kamu”.
Sampai ibunya meninggal, Thomas Alva Edison baru menemukan isi surat yang sebenarnya. Tapi untunglah dia hanya mendengar perkataan positif dari ibunya. “Anak Jenius, Anak Hebat!”
Usia 23 tahun menemukan telegraf
Usia 30 tahun menemukan fonograf
Usia 32 tahun menemukan bola lampu pijar
“IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN OLEH FIRMAN KRISTUS” Roma 10:17
Mengapa Perempuan yang sakit pendarahan selam 12 tahun ini berusaha menjamah jubah Yesus?
Dalam Markus 5:27 diaktakan bahwa “dia sudah MENDENGAR tentang Yesus.
Alkitab tidak mencatat siapa yang menceritakan Yesus kepada perempuan ini. Tetapi yang jelas yang menceritakannya berarti sudah turut mengambil bagian dari terjadinya mujizat kepada perempuan ini.
Kisah Yairus
Markus 5:35-42 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangantakut, percayasaja!”37LaluYesustidakmemperbolehkanseorang pun ikutserta, kecualiPetrus, YakobusdanYohanes, saudaraYakobus.38Merekatiba di rumahkepalarumahibadat, dan di sanadilihat-Nya orang-orang ribut, menangisdanmeratapdengansuaranyaring. 39SesudahIamasukIaberkatakepada orang-orang itu: “Mengapakamuributdanmenangis? Anakinitidakmati, tetapitidur!”40 Tetapimerekamenertawakan Dia. Makadiusir-Nyasemua orang itu, laludibawa-Nya ayah danibuanakitudanmereka yang bersama-samadenganDiamasukkekamaranak itu.41 Laludipegang-Nyatangananakitu, kata-Nya: “Talitakum,” yang berarti: “Haianak, Akuberkatakepadamu, bangunlah!” 42Seketikaitujugaanakitubangkitberdiridanberjalan, sebabumurnyasudahduabelastahun.Semua orang yang hadirsangattakjub.
Dalam kisah Yairus mendengarbahwaTuhanYesussedangmelewatikotanya. SehinggaYesusdatangmenyembuhkananaknya.
Yairus pernah mendengar, ini berarti ada yang pernah memberitakannya. Disinilah pentingnya bersaksi. Bersaksiadalahmenceritakan, memberitakantentangYesus.Tentangkasih-Nya, Kebaikan-Nya, perlindungan-Nya, mujizat-Nya, bukanmenceritakankeburukansuami/istri, teman, keluarga, dll.
Roma 10:14…bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?
Seringkali kita juga diperhadapkan dengan kondisi seperti Yairus, dimana kondisi riil mengatakan bahwa “anaknya sudah mati” tetapi Tuhan Yesus berkata “Percaya Saja!”
Markus 5:36 “Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka …” Yesus sedang Menggunakan mode “mute”(Dalamilmu sound system mute berartimengecilkanataumematikansuara)
Kemampuan kita untuk mengecilkan/mematikan suara negatif dan memperbesar suara yang positif akanmenentukan iman kita akan bergerak kemana. Itu sebabnya apapun dan siapapun yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, jangan didengar, karenahal itu tidak perlu didengar.
2. IntimdenganTuhan
Yudas 1:20 “bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci danberdoalahdalamRoh Kudus”
ArtiberdoaadalahberkomunikasidenganTuhan.Keintimanakanterjadimelaluikomunikasi (doa)
Orang yang membangundirinyasendiriakantetaptegak di dalamiman.
II Korintus 13:5 “Ujilahdirimusendiri, apakahkamutetaptegak di dalamiman”
Ibrani 12:2Marilahkitamelakukannyadenganmata yang tertujukepadaYesus, yang memimpinkitadalamiman, dan yang membawaimankitaitukepadakesempurnaan, yang denganmengabaikankehinaantekunmemikulsalibgantisukacita yang disediakanbagiDia, yang sekarangduduk di sebelahkanantakhta Allah.
By : Pdt. Lea Novitasari
MENTALITAS MENUJU SUKSESBERSAMA TUHAN
Kejadian 12:1-31Berfirmanlah Tuhan kepada Abram:“Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Filipi 2:5-115Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan dirinya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.9Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama,10supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,11dan segala lidah mengaku:“Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Janji Tuhan mengenai kesuksesan
Kita tahu secara firman bahwa Tuhan sudah sediakan semuanya ini (kesuksesan) seperti yang dituliskan dalam beberapa ayat di alkitab:
Yeremia 29:11Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Ulangan 28:1-14
1″Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. 2Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: 3Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. 4Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. 5Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. 6Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. 7 TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu. 8TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 9TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. 10Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. 11Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu–di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. 12TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. 13TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, 14dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”
Kita pun sudah belajar bagaimana seharusnya orang percaya melakukan bagiannya. Namun, ada salah satu faktor penghambat utama yang selalu hadir dalam mencapai sukses yaitu masalah mentalitas. Ketika kita tidak dapat memiliki mentalitas yang alkitabiah sesuai firman Tuhan, maka kita akan merusak apa yang Tuhan sudah sediakan. Sebelum dijalani bisa rusak karena tidak memiliki mentalitas yang benar, sementara dijalani juga bisa rusak bahkan setelah dicapai pun dapat rusak karena faktor mentalitas.Seringkali kita kurang memperhatikan hal ini.
Hukum iman dan hukum logika
Seperti yang kita ketahui bahwa yang kelihatan secara riil adalah tubuh kita dan yang tidak kelihatan yang ada di dalam diri kita sebagai orang percaya ialah manusia rohaniyang di dalamnya ada iman. Kita harus dapat membedakan yang mana bagiannya iman dan yang mana bagiannya mentalitas. Kita pun harus menempatkan dan mengelolanya dengan baik. Hal ini jelas tidak dapat dipisahkan karena manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Sekalipun mentalitas ada batasnya, tetapimasih dapat dibantu/ditolong oleh iman. Tetapi hal ini seringkali terbalik, sudah punya iman, sudah tahu apa yang Tuhan sediakan dan juga sudah mulai mengambil langkah-langkah iman dalam bentuk doa tetapi tidak ada langkah-langkah iman dalam bentuk mentalitas sehingga mentalitasnya terkurung oleh hukum logika. Mentalitas adalah bagian dari pada jiwa sedangkan iman adalah bagian dari pada roh orang percaya. Ada hukum firman dan ada hukum logika. Kita harus tahu kapan hukum logika berfungsi dan kapan hukum firman/iman berfungsi. Apa yang tidak dapat dijawab oleh hukum logika, masih bisa dijawab oleh firman atau hukum iman. Namun, adakalanya orang tidak memiliki iman yang realistis. Maksudnya ialah bagaimana ia menjawab dengan imannya mengenai kondisi yang sebenarnya.
Faktor pembentuk mentalitas
Dalam kitab kejadian 29 dijelaskan ketika Allah hendak membawa Abraham ke masa depan, ada tiga hal yang harus ia tinggalkan yaitu ia harus tinggalkan negrinya, kaum keluarganyadan rumah bapanya. Tiga hal ini berbicara tentang faktor lingkungan di mana ia tinggal. Semua bentuk faktor lingkungan mempunyai pengaruh terhadap pembentukan diri seseorang seperti pola pikir, kebiasaan, budaya dan mentalitas.
Contoh: Ketika kita mendengar orang berbicara sehari-hari, kita bisa mengetahui asal daerah orang tersebut misalnya orang tersebut berasal dari daerah Jawa atau berasal dari daerah Batak atau punberasal dari wilayah Papua. Hal ini didasarkan oleh dialek/logat yang dimiliki orang tersebut yang menunjukkan asal daerahmereka. Sangat jelas di negara kita Indonesia, mengenai dialek seseorangketika sedang berbicara kecuali orang tersebut menggunakan bahasa resmi maka tidak akan terdengar dengan jelas dialek/logat/aksen mereka.
Ketika Tuhan hendak membawa Abraham kepada masa depan yang luar biasa,ada tiga hal yang dapat membuatnya tidak mencapai rancangan Allah,yaitu negerinya, kaum keluarga dan rumah bapanya. Ketika Abraham keluar dari negerinya, disitulah pengalaman pertama dimana ia menjalani hidup bersama Tuhan. Tuhan mencuci mindset atau segala pola pikir termasuk mentalitas Abraham untuk dibawa masuk ke masa depan yang Tuhan sudah janjikan.
Kejadian 29:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
Inilah janji Tuhan kepada Abraham mengenai masa depan. Di dalam kitab Roma ditulis bahwa semua orang percayadikatakan adalah keturunan Abraham yang mempunyai hak iman untuk memiliki janji-janji Allah termasuk didalamnya adalah kesuksesan.
Dalam Kejadian 29:2 Tuhan berjanji akan membuat nama Abraham menjadi masyhur. Seringkali, nama masyhur dicari oleh banyak orang. Sebagai orang percaya, kita tidak perlu mencari hal seperti ini karena Tuhan sendiri yang sudah menyediakannya. Tetapi mentalitas kita harus siap untuk hal-hal tersebut.
Ada nama yang sama bahkan lebih dari itu, Allah berikan kepada Yesus yaitu “nama diatas segala nama.”
Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
Kata pertama dalam ayat tersebut yaitu: “itulah sebabnya” mengandung arti dasar-dasar alasan yang menyebabkan Allah mengaruniakan nama diatas segala nama dan nama Yesus lebih termasyhur dari nama Abraham. Abraham namanya termasyhur tetapi nama Yesus adalah nama yang mengatasi segala nama.
Jadi ketika kita berdoa, seharusnya kita menutup doa dengan mengatakan “di dalam nama Tuhan Yesus atau Tuhan Yesus Kristus” untuk membedakan nama Yesus dari yesus-yesus lainnya.Karena di Negara Filipina banyak orang bernama yesus, di Amerika Latin pun banyak orang bernama yesus. Yesus ditinggikan karena Ia sudah memberikan contoh nyata dalam manusia lahiriah bukan saja iman sebagai anak Allah tetapi Ia pun memiliki mentalitas yang luar biasa.
Pikiran dan perasaan merupakan bagian dari mindset/pola pikir seseorang. Dalam unsur jiwani selain pikiran dan perasaan, ada unsur kehendak. Setiap realita apapun yang dihadapi seseorang dalam bentuk peristiwa, secara manusia lahiriah akan membentuk dirinya, baik mindset, perilaku maupun sifat, walaupun ada sifat yang berasal dari sejak lahir/faktor genetis.
Faktor jiwani yaitupikiran, perasaan dan kehendak, inilah yang akan mengelola setiap realita hidup dan ketika dihadapi akan muncul yang namanya mentalitas. Secara alamiah yang menghadapi realita bukan roh tetapi faktor jiwani/faktor mentalitas yang diikat oleh hukum logika yang sangat terbatas.Oleh karena itu Tuhan meminta kita untuk hidup oleh roh supaya roh kita yang menghadapi realita dan menolong faktor jiwani kita di dalam memiliki mentalitas yang teruji dan terpuji bukan mentalitas hasil produksi pikiran, perasaan dan kehendak sendiri.
Iman bersifat vertikal yaitu roh kita kepada Tuhan dan menghadirkan firman sebagai jawaban atas apa yang kita akan hadapi dan kita tinggal mentaati firman tersebut.
Jadi ketika mentalitas kita ini hanya bersumber pada faktor jiwani, itu akan terbatas. Oleh karena itu faktor jiwani ini harus dikuduskan di dalam Kristus. Hal ini bisa terjadi karena kita sudah menerima Kristus. Kita dapat mengetahui pikiran Kristusdengan membaca firman Tuhan. Kita dapat mengetahui bagaimana Yesus berfikir dan bertindak dalam menghadapi segala sesuatu juga mentalitas yang Ia miliki secara manusia lahiriah maupun sebagai anak Allah. Sebab jika kita tidak memiliki perasaan pikiran Kristus, kita akan tetap memiliki faktor jiwani yang belum dikuduskan dan tidak akan memiliki mentalitas yang baik.
Jika kita tidak memiliki mentalitas secara alkitabiah sesuai kebenaran firman, kita akan dengan mudah terbawa dengan para motivator yang sedang populer dengan positive mind yang memotivasi dalam bisnis,dalam pekerjaan dan dalam bidang apapun. Semua seminar tentang mentalitas hanya berpusat kepada faktor jiwani. Mereka hanya membantu bagaimana memaksimalkan faktor jiwani yang ada di dalam diri seseorang. Tetapi ketika kita kembali kepada firman Tuhan, faktor jiwani yang menghasilkan mentalitas ini harus di kuduskan di dalam Kristus. Seminar Power of mind hanya membangkitkan pribadi-pribadi yang belum menemukan kemampuan faktor jiwanya/kemampuan daya berpikirnya. Tetapi hal ini sifatnya ini terbatas. Kita harus kembali kepada kebenaran firman bagaimana The Power of Mind di dalam kebenaran Alkitab.
Abraham sebelum dibuat menjadi bangsa yang besar, menjadi masyhur dan diberkati, ia terlebih dulu harus keluar dari negerinya, dari kaum keluarganya, dan dari rumah bapanya. Ia dikeluarkan dari segala faktor yang telah membentuk dirinya dan mulai dibentuk oleh Tuhan.
Penyebab Allah memberikan kepada Yesus, nama di atas segala nama
Filipi 2:6-86yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan dirinya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib
Kita perlu membaca dan mendalami bagaimana Yesus hidup, bagaimana sampai Ia tersalib di Golgota, bagaimana Ia menghadapi orang Farisi,bagaiman Ia menghadapi orang yang dalam kesusahan, menghadapi kelompok pemuka agama yang menangkap basah seorang perempuan yang berzinah dan siap untuk dilempari batu, disitu kita akan menemukan apa yang dimaksud dengan menaruh pikiran dan perasaan yang ada di dalam Kristus jika kita mau punya mentalitas yang teruji dan terpuji.
Yesus, walaupun dalam rupa Allah yang adalah Allah sendiri, tidak mempertahankan status dirinya. Ia telah mengosongkan dirinya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba. Ia taat sampai mati di kayu salib.
Seringkali status diri/gengsi menjadi faktor penghambat seseorang mencapai sukses. Kita harus bisa membedakan status diri dan harga diri pada tempatnya masing-masing. Ada orang yang korupsi tetapi ia tidak merasa malu, meskipun ia berdasi dan memakai jas bahkan memiliki posisi jabatan yang terhormat. Inilah hal yang keliru. Kita harus dapat membedakan mana pekerjaan halal dan mana pekerjaan yang tidak halal. Menjadi penyapu jalanan bukanlah pekerjaan yang hina. Tetapi seringkali status diri menjadi alasan untuk mempertahankan harga diri dan lebih memilih untuk menganggur. Sedangkan firman Tuhan katakan dari ekor menjadi kepala yang berarti dimulai dari bawah lalu bisa sampai ke kepala dan cara Tuhan menghadirkan berkat ialah melalui kita bekerja.Status diri yang bukan pada tempatnya harus kita hilangkan dari mindset kita.
Ada hal-hal etis dan hal-hal moral yang memang harus kita pertahankan dan harus kita jaga dan di situlah tempatnya status diri. Sehingga dengan demikian kita tahu bahwa pekerjaan yang haram tidak akan dijalani karena itu harga diri, cara-cara haram tidak akan dilakukan karena itu harga diri, tetapi jika itu adalah cara-cara halal yang benar dihadapan Tuhan, maka tidak perlu gengsi untuk melakukukannya.
By : Pdt. R.F Martino
SUKSES BERSAMA TUHAN (Bagian 2)
2 Timotius 2:20-21 20Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Prinsip Dasar Kesuksesan
Secara alkitabiah kesuksesan bukan tujuan tetapi suatu proses. Ketika kesuksesan dijadikan tujuan, kita tergoda untuk menghalalkan segala cara demi tercapainya keberhasilan.
Ada yang paham benar mengenai sukses bersama Tuhan, ada juga yang terlalu ekstrim atau terlalu fanatik oleh karena gereja yang mengajarkan sukses dan berhasil sehingga tanpa disadari kesuksesan dijadikan tujuan. Oleh karena itu pola pikirnya terbentukbahwaia harus berhasil.
Secara umum orang berpikir bahwa berhasil identik dengan materi, hal duniawi, fasilitas hidup, segala yang diperlukan dalam hidup secara materi, maupun posisi/jabatan tertentu. Kita tidak perlu terkejut ketika menemukan hamba Tuhan yang materialistis, yang mengutamakan jabatan sebagai suatu kehormatan dan bukan sebagai suatu tanggung jawab. Padahal kita tahu bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya. Oleh karena itu kita perlu kembali kepada kebenaran firman Tuhan.
Ada iman orang percaya yang terlalu ekstrim dalam hal rohani. Dikatakan bahwa Tuhan itu tahu segala apa yang menjadi rancangan masa depan yaitu masa depan yang penuh harapan dan dalam Ulangan 28 dikatakan terus naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan ekor, tetapi tidak mengerjakan apa yang menjadi bagiannya untuk dikerjakan.
Orang boleh saja menaruh harapan karena iman juga dimulai dari setitik pengharapan. Tetapi ketika mereka mulai menumbuhkan masa depan untuk harapan, bayangan mereka adalah mujizatdan pemahamanmerekatentang mujizat pun keliru.Hanyaberharapsemuanyaterjaditanpaberbuatapa-apa.MemangadakalanyaTuhanmenyuruhkitaberdiamdiridanTuhan yang bekerja, tapiadasaatnyakitamengerjakanapa yang menjadibagiankitadanTuhanmengerjakanbagian-Nya.
Contoh Kasus: Yusuf
Tuhan menyertai Yusuf dan membuat berhasil segala yang diperbuatnya. Tidak ada janji Tuhan yang terjadi dengan sendirinya bahkan keselamatan pun tidak terjadi dengan sendirinya, yaituhanyabagi orang yang percaya, jadibutuhrespondaripenerimaanugerah.
Bagian kita adalah kerja karena salah satu cara Tuhan memberkati kita ialah melalui kita bekerja. Ketika Yusuf ada di rumah Potifar, ia adalah seorang budak belian dan bukan bagian dari keluarga, bukan siapa-siapa dan tidak mungkin menjadi ahli waris. Tetapi Potifar melihat bahwa Tuhan menyertai Yusuf dan membuat berhasil segala yang diperbuatnya sehingga ia menyerahkan segala-galanya di bawah pengaturan Yusuf.
Kejadian 39:2 Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; makatinggallahia di rumahtuannya, orang Mesiritu. 3Setelah dilihatolehtuannya, bahwa Yusuf disertaiTuhandanbahwaTuhanmembuatberhasilsegalasesuatu yang dikerjakannya, 4maka Yusuf mendapatkasihtuannya, daniabolehmelayanidia; kepada Yusuf diberikannyakuasaatasrumahnyadansegalamiliknyadiserahkannyapadakekuasaan Yusuf.
Tuhan membuat berhasil segala yang dikerjakannya. Jika kita tidak bekerja maka tidak ada yang dapat dihasilkan. Karena kita adalah orang percaya maka ada penyertaan Tuhan pada diri kita. Jika ada penyertaan Tuhan seharusnya orang dapat melihat hal itu. Kita sudah terima Yesus dan kita memiliki Kristus. Orang seharusnya melihat Yesus melalui hasil kerja kita. Jangan bermimpi kita akan terus naik jika kinerja kita buruk. Kata kinerja memiliki makna yang luas mencakup integritas, kejujuran dan lain sebagainya. Jadi kita tidak hanya mengimani tetapi dinyatakan dalam hal bekerja.
Penilaian Kualitas Diri Seseorang
Jangan pernah menilai kualitas seseorang ketika ia sedang berdiri melayani atau sedang melakukan kegiatan-kegiatan rohani melainkan melalui kehidupan sehari-hari di dunia nyata, bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain dan menyelesaikan masalah. Kita dapat menilai seseorang jika ada pembanding. Dalam kasusYusuf, walaupun ia hanyalah budak belian tetapi ia berbeda dengan budak-budak lain yang bekerja di rumah Potifar. Budak-budak inilah yang menjadi pembanding.
Dimanapun kita bekerja ataupun melayani, selalu ada pembanding yaitu diantara sesama kita, hal ini lumrah secara logis. Orang melihat Kristus dalam hidup kita bukan di kamar doa tetapi dalam hidup sehari-hari di kehidupan nyata, disitulah penilaiannya. Inilah yang terpenting dari semua, jadi bukan hanya kita berdoa supaya Tuhan memberkati. Semua kegiatan rohani, mutlak memang harus kita miliki karena orang yang mempunyai planning yang bagus dan punya tujuan tetapi tanpa melibatkan Tuhan, dikatakan bahwa hidupnya hanya seperti uap yang sebentar kelihatan lalu lenyap.
Namun anehnya, kita yang sudah memiliki Kristus justru tidak nampak didalam kita bekerja. Apapun dan dimanapun kita bekerja harusnya Kristus Nampak bagi orang lain. Dari hasil kerja Yusuf, Potifar melihat hasilnya sehingga ia menjadi sayang kepada Yusuf. Jika kita dipercaya oleh pimpinan, maka kita akan sering dicari dan sering diberikan pekerjaan karena kinerja yang bagus dan dapat dipercaya tetapi seringkali justru kita mengeluh. Berbahagialah jika Anda sering dicari dan dibuat repot karena hal ini menunjukkan bahwa kinerja Anda baik. Kepercayaan yang sudah kita tanamkan, nilainya melebihi dari nilai uang berapa pun jumlahnya.
Adakalanya hal ini pun terjadi dalam pelayanan. Kualitas rohani kita harus seimbang dengan kinerja kita kalau kita mau menuju puncak. Hal ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada bagiannya kita yang harus dikerjakan.
Apa Hasilnya?
Kejadian 39:5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.
Ketika kita berada dalam suatu pekerjaan, kehadiran kita seharusnya membawa berkat. Ada Seorang pengusahadari kepercayaan lain. Ia adalah seorang yang sangat baik. Pada suatu saat ia mengalami kebangkrutan, terlilit dengan hutang yang banyak. Tetapi tidak satu pun karyawannya yang di PHK. Jadi orang mengetahui bahwa orang ini bukan bangkrut karena salah berbisnis tetapi karena ia terlalu baik. Puluhan miliar ia harus selesaikan dengan tidak mempunyai apa-apa. Anak buahnya ia tetap gaji sampai kepada suatu saat ia hampir mati karena penyakit kemudian pada saat ia sakit, ia dilayani seorang ibu gembala dan ketika akan dibimbing doa terima Tuhan Yesus, ia mengatakan bahwa biar Tuhan Yesus yang masuk sendiri. Sampai pada saatnya di rumah sakit Tuhan mengunjunginya secara pribadi tetapi ia belum juga memahami. Ia mendengar seorang perawat menyanyikan lagu rohani “Dalam Yesus kita bersaudara”dan di situlah Tuhan melawatnya. Ia menjadi seorang percaya dan sembuh dari sakitnya.
Pada saat itu ia mulai merintis kembali dari nol usahanya dengan hanya bermodalkan kepercayaan. Belum begitu lama menjadi orang percaya, show room yang ia miliki terbakar, mengalami lagi berbagai macam bencana tetapi Tuhan pelihara dan membuat segala yang dikerjakannya berhasil. Ia mempunyai bisnis mobil hingga saat ini. Dengan usianya yang sudah lanjut, ia membuka dealer di mana-mana bahkan sampai ke Maluku. Sudah lanjut usia tetapi ia masih memiliki semangat kerja yang tinggi.
Dalam pergumulan iman pun, kita seperti itu. Ada saatnya kita down. Kita tidak boleh membatasi diri kita dengan rasa minder ataupun sok tahu. Jangan kita menghalangi kemampuan kuasa Allah dengan membatasi iman kita dengan mematok sesuai dengan akal pikiran kita. Kuburkan pemikiran bahwa saya bukan siapa-siapa dan tidak mungkin melakukan sesuatu yang besar. Kita pun tidak boleh beriman konyol hanya dengan duduk diam dan tidak berbuat apa-apa. Kita yang sudah memiliki Kristus harus terus melatih diri untuk mengandalkan Tuhan.
Di dalam sebuah ruangan rumah ada banyak perabot. Ada yang digunakan untuk tujuan mulia dan ditempatkan di tempat tertentu, ada perabot yang dipakai untuk tujuan yang biasa, ditempatkan di tempat yang biasa-biasa saja. Firman Tuhan membawa kita memahami bahwa Tuhan memakai apa yang ada pada kita bukan apa yang tidak ada pada kita. Masing-masing kita ditempatkan sesuai dengan kualitas diri kita. Dengan apa yang ada pada kita, harus dimaksimalkan. Itulah yang dibutuhkan di tempat kita bekerja.
Semua Ada Waktunya
Karir membutuhkan waktu. Tidak ada orang yang melejit dengan tiba-tiba kecuali dengan cara yang tidak benar. Sambil memaksimalkan apa yang ada pada diri kita, kita harus tetap sabar menunggu waktunya Tuhan. Kita tidak bisa mempercepat ataupun memperlambat. Ada keterlibatan Tuhan dan keterlibatan kita. Jika tidak ada keterlibatan Tuhan, maka kita akan keluar dari rancangan Tuhan. Dalam kitab Pengkhotbah dijelaskan bahwa segala sesuatu ada waktunya. Dalam jenjang pendidikan pun ada waktunya. Untuk menyelesaikan tingkat sekolah dasar (SD) dibutuhkan waktu 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun dan S1 kurang lebih 4 tahun. Semua ada waktunya. Dan untuk sampai ke kepala harus dimulai dari ekor tidak ada yang langsung menjadi kepala. Semua pergumulan yang begitu rupa ada waktunya Tuhan. Hal yang menjadi masalah bagi setiap orang percaya ialah seringkali kita tidak sabar.Orang percaya yang memiliki Kristus, ketika ia bekerja tidak perlu pengawas karena ia akan melakukan pekerjaannya dengan takut akan Tuhan. Ada waktunya Tuhan. Jika Tuhan yang membuka pintu tidak seorangpun dapat menutupnya dan jika Ia mengangkat seseorang tidak satupun dapat merendahkannya.
Kesempatan Emas Yang Tidak Dipergunakan
Dalam Alkitab dicatat bahwa ada satu kesempatan emas yang dapat digunakan dengan baik tetapi tidak dipergunakan karena ia tahu bahwa Tuhan tidak menghendaki.
1 Samuel 24:1 1Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: ” Ketahuilah,Daud ada di padang gurun En-Gedi.” 2Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung Batu Kambing Hutan. 3Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. 4Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. 5Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; 6lalu berkatalah ia kepada orang orangnya: Dijauhkan Tuhanlah kiranya daripadaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.” 7Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkangua itu hendak melanjutkan perjalanannya.
Jadi sebenarnya kesempatan ini bisa di pakai oleh Daud untuk membunuh Saul. Bisa saja saat itu Daud langsung menjadi raja dengan melakukan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.Ketika kita bekerja dan Roh Tuhan ada pada kita, kita akan takut melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran firman. Takut akan Tuhan harus kita miliki di mana pun kita ditempatkan kalau kita mau diberkati.
Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamuperbuat, perbuatlahdengansegenaphatimusepertiuntukTuhandanbukanuntukmanusia.
Kita perlu mempersiapkandiri, baik dalam pengetahuan firman dan mentalitas, karena iman sifatnya vertikal dan mentalitas bersifat horisontal. Dengan segala realita yang kita hadapi, kita tidak dapat meminta Tuhan menjadikan kita kepala tanpa ada keterlibatan kita. Di dalam kita bekerja adakalanya kita berhadapan dengan bos yang bengis.
1 Petrus 2:18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
Kita harus dapat menempatkan diri dengan baik. Tunduk bukan berarti kita menghancurkan iman percaya kita. Didalam kita bekerja, ada prinsip iman dan ini harus seimbang. Tidak boleh sungkanisme mengalahkan prinsip iman. Memang tidak mudah tetapi kita pun tidak boleh arogan karena kita punya prinsip iman. Kita harus menyampaikan dengan baik jika hal tersebut bertentangan dengan prinsip iman kita. Kita harus berani menolak tetapi tetapetis, sehingga orang akan menghargai iman percaya kita bukan sebaliknya membenci kita. Kita harus memiliki semua hal ini untuk bisa dipakai sebagai perabot yang mulia bagi kemuliaan nama Tuhan.
By : Pdt. R.F Martino
SUKSES BERSAMA TUHAN
Matius 24:45-51 45 Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Minggu lalu kita sudah belajar tentang kesuksesan yang membawa maut. Sukses menurut filosofi dunia adalah sebuah tujuan. Segala cara akan dilakukan untuk meraihnya dan akibatnya banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti korupsi, dll.
Kesuksesan sudah Tuhan sediakan bagi setiap orang percaya yang sudah lahir baru. Untuk dunia akhirat sudah selesai karena ada jaminan beroleh hidup yang kekal, tinggal bagaimana menjalaninya selama masih di dunia. Begitu juga dengan kehidupan sehari-hari, Tuhan berkata bahwa masa depan penuh harapan, menjadi kepala dan bukan ekor, terus naik dan tidak turun, semuanya itu sudah Tuhan sediakan.
Kita tidak boleh salah dalam memahami bahwa ada bagian Tuhan dan ada bagian kita yang harus mengerjakannya. Hal ini harus dipahami dengan benar supaya menghasilkan sikap yang benar karena sikap yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar.
Tuhan sudah menyediakan segalanya, Tuhan sendirilah yang mau kita ada didalamnya. Apakah Tuhan membiarkan kita berjuang sendiri?
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Bagaimana kita memahami arti iman yang dikatakan dalam ayat di atas? Bahasa mimbar yang sering diberitakan adalah: “Imani saja!” Tapi tidak dijelaskan maksudnya hingga banyak orang percaya “mengimani saja” dengan tidak memahami dengan benar.
Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Apa yang kita pahami dengan kalimat “iman yang hidup dan iman yang mati”? di Yakobus sangat jelas bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, jadi iman itu harus disertai dengan tindakan.
Iman tidak akan sia-sia jika disertai dengan perbuatan sebaliknya iman yang tidak disertai perbuatan adalah iman yang mati yang tidak ada gunanya.
Tapi banyak orang yang tidak mengerti mana yang menjadi bagian Tuhan dan mana bagian kita, sehingga ada beberapa orang percaya yang hanya mengharapkan mujizat datang yang akhirnya memiliki mental yang parah.
Tuhan punya banyak cara untuk bekerja menghadirkan segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada, tapi ada bagian kita untuk bekerja dan berbuat. Jadi kita tidak hanya mengatakan “Imani saja” dan selalu membayangkan mujizat dan mengharapkan segala sesuatu terjadi tanpa kita berbuat apa-apa.
Maleakhi 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Kalau Tuhan sudah berfirman tentang janji-janji yang akan Dia berikan, seperti dalam Ulangan 28:13 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun,…”
Renungkanlah mulai saat ini? Mengapa saya masih menjadi ekor? Mengapa saya masih makan gaji dan bukan pemberi gaji? Tidak ada pekerjaan yang hina, setiap orang yang bekerja memang patut mendapat upah, tapi Tuhan berfirman bahwa setiap orang yang hidup benar akan terus naik dan bukan turun.
Sebuah kesaksian: Seorang pengusaha yang juga adalah anak Tuhan pernah menyaksikan pada saya bagaimana Tuhan menolong perusahaannya dari siasat yang jahat dari pesaing perusahaannya. Syukurlah Puji Tuhan, melalui suatu doa profetik, memberitahukan sebelumnya, sehingga ada langkah antisipasi yang dilakukan. Dan perusahaan yang dia pegang memperoleh laba yang sangat besar di luar dugaannya. Dari kesaksian ini kita belajar bahwa iman harus disertai dengan perbuatan.
Mari mengingat kembali tentang orang yang diberi lima talenta, dua talenta dan satu talenta. Masing-masing diberikan menurut kemampuannya. Yang diberikan lima talenta dan dua talenta mengelolanya dan mengerahkan segala apa yang ia miliki sehingga menghasilkan. Tetapi tidak demikian yang diberikan satu talenta, ia tidak mengelolanya sehingga ia tidak menghasilkan apa-apa.
Apa yang kita mau mimipikan tentang masa depan, kalau kita tidak melakukan apa-apa. Dan apabila kita sudah mengelolanya, sejauh mana kita sudah melakukannya?
KINERJA adalah sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatakan; kemampuan kerja kapasitas.
Dari pengertian kinerja tersebut berarti yang diberi lima talenta memiliki kinerja yang cemerlang, karena dia bisa menghasilkan lima talenta.
Bagaimanakah kinerja Anda di tempat pekerjaan Anda? Cemerlang atau buruk? Secara alamiah, jika ada bawahan yang memiliki kinerja cemerlang pasti akan diperhitungkan sehingga bisa naik sampai ke puncak. Tetapi ketika tidak bekerja secara cemerlang tapi menginginkan hasil yang lebih, maka hal itu tidak akan pernah terjadi.
Matius 24:45 Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
Bijaksana adalah penilaian yang tinggi dalam suatu kinerja, kalau kita tidak bijaksana, tidak akan pernah punya kinerja yang cemerlang.
Sikap bijaksana adalah hal yang penting, kita tidak perlu menyalahkan siapapun dalam hidup kita atas apa yang kita alami. Tuhan sudah memberikan hikmat dan akal budi dan diberikan kemampuan, kitalah yang harus berkinerja disitu. Yang diangkat adalah yang setia dan bijaksana karena ada yang sudah sangat setia tapi tidak bijaksana, hal inipun tidak benar.
Matius 24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Tidak ada tuntutan yang berlebihan pada tuan ini, dia hanya mau hambanya melakukan tugasnya. Hamba itu harusnya tinggal melaksanakan.
Apa hasilnya?
Matius 24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
Kinerja yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.
Matius 24: 48-49 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk 8
Orang yang bekerja tanpa diawasi adalah orang yang berkinerja dengan cemerlang, bukan orang yang suka “mencari muka”. Ketika tidak ada pimpinan ia berpikir bahwa tanggungjawabnya semakin besar yang harus ia pikul.
Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Sebagai orang percaya kita juga harus melibatkan Tuhan supaya kita sukses bersama Tuhan, bukan dengan cara-cara kita sendiri yang tidak benar. Kita harus percaya apa kata firman.
KEjadian 39:1-6 1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. 6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.
Yang membuat Yusuf berhasil adalah Tuhan. Cara Tuhan membuat berhasil adalah melalui kinerjanya yang cemerlang. “TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya”.
Yusuf berhasil karena Tuhan menyertainya. Inilah yang dikatakan “bersama Tuhan”, bukan iman yang konyol, tapi iman yang disertai dengan kinerja yang cemerlang. Sejak segala sesuatu yang diserahkan Yusuf, semuanya Tuhan buat berhasil, bahkan dikatakan keluarga dimana ia bekerja juga diberkati Tuhan.
Kita jangan hanya mengkritik tempat dimana kita bekerja, tapi berdoalah juga untuknya.
Sebelum saya menjadi hamba Tuhan, dan saya adalah seorang yatim yang harus bekerja, saya pernah bekerja pada seseorang. Akhirnya saya harus keluar. Majikan saya menyuruh saya mencari pengganti yang berkinerja seperti saya
Jangan hanya mengerjakan sukses tanpa melibatkan Tuhan, kita harus mengerjakan bersama Tuhan, Tuhan membuat berhasil apa yang kita kerjakan. Yang dibuat berhasil adalah apa yang dikerjakan. Tuhan memberikan kekuatan untuk melakukan apa yang kita kerjakan dengan kinerja yang cemerlang.
By : Pdt. R.F. Martino
KESUKSESAN YANG MEMBAWA MAUT
Lukas 12:16-2116Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.17Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.18Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.19Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh,pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.
Yakobus 4:13-1613Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,14sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.15Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya,kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 16Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
Tidak seorang pun dari kita yang mengharapkan kegagalan. Semua manusia mau berhasildan sukses, itu sebabnya kita berusaha demikian rupa supaya berhasil dengan segala daya upaya dan dengan segala macam cara sampai kepada menghalalkan segala cara. Hal ini sudahterjadi dalam kehidupan manusia. Terjebak dalam yang namanya kesuksesan atau keberhasilan, bahkan gereja pun kadang kala ada yang melakukan itu, membimbing jemaat fokus pada keberhasilan menjadikannya tujuan. Inilah cara konyol yang sudah dilakukan oleh gereja juga terhadap umatnya. Secara filosofi dunia sekuler, kesuksesan ditanamkan untuk menjadi tujuan hidup, supaya orang dapat hidup suksestetapi mereka lupa bagaimana untuk mencapai atau sampai kepada keberhasilan sehingga orang-orang percaya pun terjebak di dalam menjadikan kesuksesan itu sebagai tujuan hidup dan mereka tidak menyadarinya.
Kesuksesan bukanlah suatu tujuan tetapi adalah proses. Selama kesuksesan kita jadikan tujuan kita akan terjebak dengan menghalalkan segala cara dan yang penting berhasil/tercapai.Tanpa kita ingin pun, Tuhan sudah menetapkan bahwa setiap orang yang sudah menjadi percaya hidup dalam rancangan Tuhan sudah menyediakannya di depan. Jika keberhasilan dibuat dalam bentuk matematika, sebagai contoh 50+20=70. 70 adalah hasil dari penjumlahan angka 50 dan 20. Angka 70 tidak muncul dengan sendirinya. Tidak pernah ada angka 70 kalau tidak ada proses di depannya. Jika tidak ada proses, angka 70 adalah nomor urut yang ke 70. Inilah matematika kesuksesan.
Ketika Tuhan sudah menjanjikan segala sesuatu tentang keberhasilan, jalani prosesnya sampai kepada terwujudnya keberhasilan itu. Kita harus sangat hati-hati,karena kadangkala tidak dapat membedakan mana bagian Tuhan dan mana bagian kita seolah-olah terima beres semua, ketika Tuhan tidak melakukan itu ia menjadi kecewa. Tetapi kalau kita jadikan keberhasilan sebagai tujuan, maka kita akan melakukan segala macam cara supaya berhasil dan sampai di situ. Tidak mau berlelah-lelah, tidak mau kerja banting tulang dan akhirnya membawa maut.
Dalam Yakobus 4:13 dituliskan bahwa ada seorang yang sudah merencanakan akan pergi ke suatu kota dan sudah membuat jadwal keberangkatannya. Orang ini mempunyai perencanaan dan tujuan yang sangat jelas. Ia sudah rencanakan begitu rupa, kota tujuan(tidak disebutkan nama kota karena ini adalah suatu perumpamaan), waktu keberangkatan, target waktu ia akan tinggal di kota tersebut dan yang akan dikerjakannya bahkan sudah menghitung, bahwa ia akan mendapat untung.
Umumnya para pengkotbah tidak membahas hal ini, yang dibahas justru orang ini adalah orang yang tidak benar karena hidup dengan kekuatan dan dengan caranya sendiri. Tetapi yang dimiliki oleh orang tersebut ialah pribadi yang cemerlang. Ini adalah bagian dari manajemen yang seringkali diabaikan oleh banyak anak-anak Tuhan. Dan kadangkala yang menyedihkan ialah makin rohani makin bodoh manajemen. Sehingga pada akhirnya ia kecewa bukan karena tidak punya iman tetapi iman yang konyol padahal ada bagiannya Tuhan ada bagiannya kita dan Tuhan juga memberikan hikmat akal budi apa yang harus kita lakukan dan bagaimana dan kapan kita melakukan dan harus ada perhitungan.
Yakobus 4:13Menunjukkan apa yang diperbuat oleh orang tersebut bukanlah hal yang salah. Sudah ada perencanaan ada pengaturan waktu yang baik ada kota tujuan. Jika dalam pelayanan, sudah membuat peta pelayanan. Jika itu adalah perusahaan, ia sudah memetakan pemasarannya, keadaan pasarnya, apakah kelas menengah, kelas tinggi atau kelas bawah dan ketika produk ini di pasarkan, ia mendapat untung. Jadi, semuanya sudah dihitung. Tetapi sebagian hamba Tuhan menyalahkan orang ini di atas mimbar, sehingga akhirnya jemaat tidak memiliki manajemen, tidak biasa dalam perencanaan dan tidak tahu apa yang mau dikerjakan. Tidak tahu apa yang mau dikerjakan dengan bahasa rohani mengatakan mengalir saja.
Jika Anda diberikan uang satu miliar, apa yang Anda maulakukandenganuangitu? Hal ini sama dengan 5 talenta 2 talenta dan 1 talenta. Mungkin anda menjawab akan menyimpannya di bank, jadi tinggal makan bunganya saja. Jika mindset seperti ini, jangan pernah bermimpi Tuhan akan mempercayakan lebih banyak untuk dikelola dan untuk di bawa sampai kepada yang lebih lagi. Jika di dalam bisnis Anda, usaha Anda makin diberkati, Anda dapat untung, apa yang akanAndalakukandenganuntungitu?
Jika mindsethanya sampai disitu dan tidak ada pemikiran untuk mengembangkan usaha lebih lagi dan lebih lagi, maka dari ekor tidak akan naik menjadi kepala. Bukan Tuhan yang tidak memberikan berkat-Nya, tetapi kita yang belum siap untuk mengelola karena beberapa faktor salah satunya ialah mindset kita, bahkan ada banyak orang yang membuang peluang. Kita tidak boleh tamak tetapi kita juga harus mengembangkan lebih lagi. Tuhan tidak hanya mau memberkati kita dengan cukup makan dan cukup pakai tetapi ia mau memberkati kita lebih daripada cukup bahkan berkelimpahan. Jadi kita yang harus siap dan mau, bukan Tuhan yang tidak mau memberikan tetapi harus ada perencanaan dan tahu jelas apa yang akan dikerjakan.
Yang salah dari pribadi orang yang sudah membuat perencanaan ini yaitudalam Yakobuss 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Ia belum memahami makna hidup yang sebenarnya dan belum tahu bahwa hidup itu seperti uap yang kelihatan lalu lenyap. Inilah yang ia tidak miliki. Tetapi kita yang sudah mengetahui bahwa hidup hanya seperti uap tetapi sayangnya kita justru pasrah dengan kondisi dan keadaan, tidak mau direpotkan, tidak mau disusahkan dan tidak mau dipusingkan sehingga menjadi apa adanya. Bahkan dengan menggunakan ayatuntukmendukungalasan, seperti: kesusahan sehari cukuplah sehari sedangkan Tuhan menetapkan terus naik dan tidak turun, jadi kepala dan bukan ekor.
Itu sebabnya Rasul Paulus memberikan teguran yang sangat keras karena ia melihat beberapa orang yang hidupnya tidak tertib sehingga ia katakan yang tidak kerja jangan makan.
Apa yang Tuhan percayakan, kelola itu dengan sungguh-sungguh dengan satu manajemen yang baik karena manajemen terkait dengan segala aspek yang ada. Kita tidak boleh seadanya. Mungkin kita sudah jungkir balik berdoa tetapi tidak melakukan apa yang menjadi bagian kita, hal ini tidaklahbolehdemikian. Jangan miliki iman yang konyol, karena perintah Tuhanyaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap akal budi mu. Bagiannya kita, kita yang kerjakan dan bagiannya Tuhan, Tuhan yang mengerjakan sampai kepada apa yang namanya berhasil.
Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya,kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. Kesalahan orang ini ialah melupakan Tuhan dalam perencanaan. Ia mengerjakan dengan kekuatannya sendiri. Tetapi yang mengherankan ialah kita sudah berdoa harusnya lebih berhasil tetapi tidak sampai kepada keberhasilan itu karena kita lemah dalam mengelola. Padahal itu adalah bagian kita yang Tuhan perintahkan untuk kita lakukan. Kita pun dapat menjadi kecewa karena sudah berdoa dengan sungguh-sungguh tetapi belum juga berhasil. Kita harus periksa apa yang menjadi penyebab kekurangan yang ada pada kita.
Kita harus melibatkan Tuhan ketika kita dipercayakan sesuatu yang membawa kita kepada keberhasilan dengan melibatkan iman dan memanage dengan baik termasuk merencanakan dengan baik langkah-langkah berikutnya. Jika bagiannya kita, kita tidak kerjakan dalam kondisi dunia sekarang ini Iblis bisa menjebak kita dengan membuat kita kecewa kepada Tuhan karena seolah-olah Tuhan tidak turun tangan dan tidak campur tangan. Persaingan akan semakin ketat, bukan hanya toko-toko online tetapi juga perusahaan retail, dari negara-negara lain juga sudah banyak yang membuka gerainya di Indonesia. Hal ini tidak dapat dihindari karena kita sudah masuk dalam pasaran bebas Asia dan akan menuju kepada pasaran bebas secara global. Dengan sendirinya kondisi akan seperti itu, kita tidak bisa hindari. Bagaimanapun juga kita harus memperhatikan dengan begitu rupa.
Dalam Lukas 12:16-21 seringkali kita hanya terfokus dengan dosa orang tersebut, tetapi secara manusia ia sudah melaksanakan apa yang baik. Kita menemukan seorang pribadi yang cemerlang, yang mempunyai tanah yang berlimpah limpah hasilnya. Hal ini sudah pasti karena ia sudah berjerih lelah menggarap tanahnya sehingga memiliki hasil yang berlimpah. Ketika ia melihat hasilnya berlimpah limpah, dia sudah tidak tahu akan disimpan di mana hasilnya tersebut. Kemudian ia berkata bahwa ia akan membangun lumbung/gudang yang lebih besar untuk menyimpan hasildari tanahnya itu. Ini adalah bagian dari manajemen antisipasi terhadap apa yang sedang dihadapi sehingga tidak menjadi pribadi yang tiba masa tiba akal. Sebab dengan ia melakukan itu, hasilnya terpelihara dan tidak busuk karena ada tempat penyimpanan. Ia sudah dapat mengatasi keberhasilannya atau ada jalan keluar, karena setiap permasalahan butuh jawaban sebagai jalan keluar.
Kebodohannya ialah ia tidak punya mindset rohani, tidak memiliki filosofi yang benar tentang makna hidupnya. Itu sebabnya ia kerja banting tulang dengan begitu rupa dan memeras otak dengan begitu rupa tetapi ia lupa bahwa hidup manusia seperti uap. Hal ini bukan berarti tidak ada suatu pembelajaran dari ayat tersebut. Tentu kita tidak mau menjadi pribadi yang seperti itu dalam kebodohannya akan nilai-nilai kekekalan. Tetapi justru kita harus bertanya mengapa kita yang sudah punya nilai-nilai kekekalan justru keberhasilan itu hanyalah sebuah mimpi. Hal ini disebabkan karena kita lebih banyak bermimpi dengan cerita kosong dan lain sebagainya. Tidak boleh ada kesuksesan yang membawa kita kepada maut. Kita sebagai orang percaya sudah tidak ada urusan dengan maut karena barangsiapa yang percaya kepada-Nya diberikan hidup yang kekal yaitu mereka yang percaya dalam nama Yesus Kristus. Tetapi di sisi lain kita lemah, dibagian kita yang seharusnya kita kerjakan. Inilah yang harus kita sadari dan kita ubah supaya Iblis tidak mengambil keuntungan dengan membuat kita kecewa karena menganggap Tuhan tidak berbuat sesuatu.
Bukan Tuhan yang tidak mau memberi tetapi kita yang belum siap mengelola apa yang akan Tuhan percayakan. Oleh karena itu kita harus siap dan juga harus mengerti apa yang akan Tuhan berikan ke depan, jika itu bentuknya hal rohani kita pun harus siap secara iman, jika Tuhan mau memberikan kita sesuatu yang berbentuk finansial ataupun juga hal-hal lahiriah untuk kebutuhan hidup, kita pun harus siap. Oleh karena itu kita harus memiliki manajemen yang baik. Dalam hal 5 talenta, 2 talenta dan satu talenta, pada akhirnya Tuhan akan meminta pertanggungjawaban masing-masing pribadi dengan talentanya. Kita tidak boleh hidup dengan tidak memusingkan tentang perencanaan, tujuan, target dan lain sebagainya karena Tuhan akan meminta pertanggungjawaban pada setiap pribadi manusia. Hamba Tuhan pun akan diminta pertanggungjawaban oleh Tuhan. Hal-hal rohani pun tidak luput dari yang namanya manajemen karena hal-hal tersebut masih dikerjakan di dunia. Kita yang sudah tahu akan nilai-nilai kekekalan, seharusnya lebih siap dan mempersiapkan diri mengembangkan apa yang Tuhan akan percayakan untuk kita kelola dan miliki supaya kita tidak usah mengalami kesuksesan yang membawa maut.
By : Pdt. R.F Martino













