This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Category Archives: KOTBAH

MENJALANI DAN MEMILIKI VISI ALLAH — Menemukan Sumber Daya Diri —

Yosua 1:3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.

PENDAHULUAN
Semua orang harus memulai hidup barunya dengan visi Allah bukan visi sendiri
Allah tidak hanya memberikan visinya kepada kita, tapi Ia juga sudah memberikan sumber daya dalam diri kita supaya bisa menjalani visi tersebut. Musa sudah diberikan “tongkat” untuk menjalani visi Allah.
Kita harus terus mengingat tentang hal-hal di atas supaya kita memahami bahwa kegagalan-kegalan dalam mencapai visi Allah lebih disebabkan oleh karena faktor-faktor internal yang ada dalam diri kita.
Tuhan tidak memakai apa yang tidak ada pada kita, ketika ada hal yang tidak ada pada diri kita maka Ia akan memberikannya terlebih dahulu.

2 Timotius 2:20-21 21Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Demikian juga Tuhan sudah memberikan kejelasan yang sangat nyata dalam hidup kita sehari-hari bahwa di dalam rumah ada perabot yang dipakai dengan biasa dan ada yang dipakai untuk hal yang mulia. Orang-orang yang mau menyucikan diri dari kejahatan pasti ia mendapat tempat yang mulia.

Kita harus bisa menemukan apa saja yang ada pada diri kita pada saat kita lahir di dunia ini, apa saja yang sudah Tuhan tetapkan, baik secara alamiah/genetika/kelahiran itu juga adalah bagian-dari sumber daya-sumber daya yang Tuhan berikan. Bicara tentang hal ini kita harus menengok ke belakang (masa lalu) bukan untuk mengingat pengalaman-pengalaman pahit, tapi bagaimana kita menemukan apa yang sudah ada sejak kita lahir.

Kita sudah belajar untuk memahami bahwa di dalam kehidupan ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Untuk menjalani masa yang akan datang harus dimulai dengan visi yang dari Allah. Tetapi sebelum kita menjalaninya, Tuhan mau kita menemukan apa yang menjadi sumber daya yang ada pada diri kita yang Tuhan sudah taruhkan pada saat kita lahir. Tuhan sudah menaruh potensi dalam diri setiap orang yaitu bakat atau sesuatu yang khusus.Tidak ada seorangpun lahir ke dunia tanpa memiliki bakat.

Pada saat Allah memberikan visi-Nya kepada kita, sesungguhnya Ia telah melengkapi kita dengan sumber daya untuk mewujudkan visi tersebut. Dan hal ini sangat besar pengaruhnya dalam kita meresponi visi. Berhasil tidaknya kita mewujudkan visi yang kita perolah dari Allah tergantung sejauh mana kita memfungsikan sumber daya yang sudah diberikan kepada kita.
Orang-orang ekstrim menganggap ini adalah hal “dunia” yang menganggap bahwa berarti kita mengandalkan diri sendiri, hal ini keliru. Kita sama sekali tidak mengandalkan diri sendiri atau pikiran diri sendiri atau kemampuan diri sendiri.

DIDIKAN DAN LATIHAN (DIKLAT)
Didikan dan latihan bukan menyangkut berbagai disiplin ilmu pegetahuan, melainkan jati diri yang terbentuk dari didikan dan pelatihan yang telah diperoleh seseorang.

Faktor-faktor berikut akan mempengaruhi kita dalam mencapai visi Allah:
1. Lingkungan Keluarga
2. Lingkungan Gereja
3. Pendidikan Formal dan Non Formal

1. Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan aspek yang pertama dan utama dalam mempengaruhi perkembangan anak
a. Seorang anak lebih banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga, sehingga keluarga mempunyai peran yang banyak dalam membentuk perilaku dan kepribadian anak serta memberi contoh nyata kepada anak

b. Di dalam keluarga, anggota keluarga bertindak secara alamiah apa adanya tanpa dibuat-buat. Dari kelyarga inilah baik dan buruknya perilaku dan kepribadian anak terbentuk
c. Apabila orang tua berperilaku kasar dalam keluarga, maka anak cenderung akan meniru. Begitu juga sebaliknya, orang tua yang berperilaku baik dalam keluarga, maka anak juga cenderung akan berperilaku baik.

d. Cara orang tua mendidik anak juga mempengaruhi perkembangan perilaku dan kepribadian anak. Orang tua yang otoriter sering memaksaanak untuk menaati peraturan-peraturan yang diberikan orang tua kepada anaknya.
Cara seperti ini, jiwa anak akan tertekan akibat paksaan-paksaan, kurangnya kepercayaan diri dalam bergaul, serta kurangnya kebebasan anak dalam bereksplorasi.

e. Sedangkan orang tua yang permisif lebih cenderung memberi kebebasan kepada anaknya tanpa memberi kontrol dan batasan-batasan. Orang tua hanya sedikit memberi nasihat dan bimbingan. Cara didikan ini, mengakibatkan anak cenderung bebas dalam bertingkah laku tanpa adanya kontrol yang kuat pada dirinya. Anak akan terkesan manja karena kebebasan yang diberikan dan kurangnya hukuman atau ganjaran yang ia dapat dari hasil perbuatannya.

f. Cara otorisasi/otoritatif. Orang tua selalu menuntut anaknya untuk mematuhi peraturan, anak juga diberi kesempatan untuk berpikir dan berdiskusi mengenai peraturan-peraturan yang dibuat oleh orang tuanya. Orang tua memberi kebebasan kepada anaknya untuk bereksplorasi, tetapi juga memberikan kontrol kepada anak.

Didikan seperti ini akan membuat anak merasa bagian dari keluarga danikut berperan dalam keluarga. Anak lebih mandiri dan mempunyai pendirian yang kuat, tanggungjawab yang besar, percaya diri dan mempunyai kendali diri yang kuat.

Amsal 4:13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalahdia, karena dialah hidupmu.

Amsal 19:20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Amsal 23:13-14 13 Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. 14 Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.

Amsal 20:20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

Efesus 6:1-4 1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

(…bersambung)

By : Pdt. RF. Martino

PEMBOROSAN

Tanpa kita sadari seringkali kita berbelanja dan pada akhirnya kita terkejut karena uang di dompet sudah habis. Betapa kita seringkali memboroskan apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.

Yohanes 12:1-8 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. 2Di situ di Betania diadakan perjamuan untuk Yesus dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 3Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 4Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 5″Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 6Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 7Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. 8Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Maria mempersembahkan minyak narwastu seharga 300 dinar kepada Tuhan Yesus dan Yudas menyaksikannya dan menyebut bahwa itu adalah suatu pemborosan. Benarkah itu adalah suatu pemborosan? Yudas katakan jika minyak narwastu 300 dinnar dijual lalu dibagi-bagikan kepada orang miskin, itu akan dapat menolong mereka. Tetapi Tuhan Yesus mengetahui dengan benar bahwa bukan itu maksud Yudas. Yudas dengan cepat mengatakan bahwa itu adalah suatu pemborosan karena dicurahkan di kaki kemudian hilang begitu saja jadi lebih baik dijual kemudian hasilnya diberikan kepada orang miskin sehingga dapat menolong mereka. Tetapi kita mau belajar apa kata Yesus dan bukan apa kata Yudas. Kita banyak kali mendengar dari orang-orang di sekitar kita, tetapi mari kita belajar kepada firman Tuhan, belajar dengar apa kata Yesus. Apa yang dilakukan Maria dipuji oleh Tuhan Yesus dengan menyebut bahwa itu adalah perbuatan yang baik, persembahan yang harum. Dengan hati yang tulus Maria melakukan itu dan Tuhan tahu sampai kedalaman hatinya. Semua kita tentu merindukan bahwa apa yang kita lakukan buat Tuhan adalah perbuatan yang baik bukan sesuatu untuk cari muka dan cari nama tetapi hanya untuk kemuliaan Tuhan.
Ada tiga hal yang dilakukan oleh Maria.

1. Ungkapan hati yang penuh dengan ucapan syukur
Ia merasakan bahwa ada sesuatu yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Itu yang disadari oleh Maria sehingga ia melakukannya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Maria dan Marta baru saja menerima mujizat bahwa saudara mereka Lazarus yang sudah 4 hari mati, dibangkitkan oleh kuasa Tuhan. Ini adalah hal yang luar biasa dimana orang pada zaman itu terperangah karena bukan hanya orang sakit disembuhkan, yang buta dicelikkan matanya, yang tuli dibuat bisa mendengar tetapi mereka melihat ada orang mati yang Yesus sanggup bangkitkan. Itu sebabnya Maria mengadakan ucapan syukur. Banyak dari kita lupa untuk berterima kasih kepada Tuhan, karena yang terpenting bagi kita adalah apa yang saya rindukan, Tuhan sudah menjawabnya. Setelah itu kita lupa untuk berterima kasih. Mari belajar untuk tahu mengucap syukur ketika kita menikmati apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Mengucap syukur tidak hanya pada saat diberkati oleh Tuhan tetapi juga pada saat kita berada dalam pergumulan, di saat kita menghadapi tantangan hidup, kita tetap menaikan syukur kepada Tuhan. Dalam keadaan sepi, dalam keadaan yang tidak mungkin dan dalam keadaan yang begitu sulit, Paulus dan Silas tetap memuji Tuhan. Di tempat yang tidak memungkinkan sekalipun mereka tetap menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.
Beberapa waktu lalu kita menghadapi sesuatu yang besar yang Tuhan izinkan terjadi bagi kota Palu tetapi kita masih. Tentunya bukan karena kekuatan atau hebat kita tetapi karena Tuhan Yesus yang mengasihi kita. Oleh sebab itu hari-hari dalam perjalanan hidup, kita harus mengucap syukur kepada Tuhan.
Minyak Narwastu dalam tradisi Israel disiapkan oleh seorang gadis untuk menghadapi saat-saat ia akan menikah. Pada saat ia menikah minyak narwastu ini akan dicurahkan di tubuhnya sehingga menjadi harum. Itulah yang dilakukan oleh Maria dengan sepenuh hati kepada Yesus. Pengorbanan yang tulus dari seorang Maria berkenan dihadapan Tuhan. Apapun persembahan atau pengorbanan yang kita lakukan dengan tulus hati kepada Tuhan, hal itu berkenan di hadapan Tuhan. Kita semua telanjang di hadapan Tuhan, tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Apa yang kita buat bisa saja orang lain tidak mengetahuinya tetapi Tuhan maha mengetahui sampai ke dalam hati kita masing-masing.

Ibrani 4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

2. Ungkapan hati yang mengerti firman Tuhan (ayat 7; Mat 26:10,12)
Matius 26:10, 12 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 12Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

Tuhan tahu setiap perbuatan kita. Meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu adalah bagian dari pemahaman Maria terhadap firman Tuhan. Ia telah duduk di kaki Yesus untuk mendengarkan firman Tuhan. Maria tahu persis apa yang Yesus ajarkan. Maria selalu mengingat apa yang akan dialami oleh Tuhan Yesus yaitu tentang kematiannya.
Jika kita senantiasa dekat dengan Tuhan dan menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, ada sesuatu yang akan terjadi dalam hidup kita. Tanpa kita memiliki Firman, segala sesuatu kita akan lakukan menurut kehendak kita. Firman Tuhan adalah kompas dalam perjalanan hidup kita. Yesus sudah tersalib dan mati bagi kita semua. Kita ditebus bukan oleh emas dan perak tetapi dibayar lunas dengan darah anak domba yang mahal harganya. Itu sebabnya kita perlu menyadari bahwa bersyukur untuk segala sesuatu yang Tuhan lakukan dalam hidup kita adalah penting terlebih untuk hormat kemuliaan nama Tuhan.
Ketika kekasih kita menulis surat untuk kita tentu kita akan membacanya berulang-ulang. Saya pun pernah mengalami hal ini. Jika surat dari kekasih kita begitu indah untuk dibaca tetapi mengapa seringkali surat dari Tuhan Yesus kita enggan untuk membacanya. Padahal disitulah seluruh isi hati Tuhan yang Ia rindu untuk kita lakukan dalam kehidupan kita. Ini adalah suatu tantangan buat kita. Kita perlu belajar dekat dan mengerti firman Tuhan supaya kita tahu lakukan yang terbaik untuk Tuhan.
Dengan belajar firman Tuhan, kita semakin memahami dan mengenal siapa Tuhan. Sehingga dengan mudah kita mempersembahkan persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Jika kita tidak tahu isi hati Tuhan maka kita tidak tahu persembahan apa yang baik untuk Tuhan dan kita mulai hitung-hitung. Kita bersyukur bahwa kita selalu diingatkan bahwa apa yang ada pada kita adalah punya Tuhan. Kalau kita tidak memahami ini kita akan salah melangkah.
Maria mengasihi Yesus karena ia melihat bahwa guru dan Tuhannya itu mengasihi dia. Maria tahu bahwa Yesus mati untuk dia. Kita pun tahu bahwa Yesus mati untuk kita. Tetapi apakah kita mau mengasihi Yesus seperti Maria mengasihi Yesus? Ini adalah suatu pilihan. Tuhan tidak pernah memaksa kita tetapi Ia rindu dari dasar hati yang dalam supaya kita mau melakukannya untuk Tuhan. Ketika seorang anak memberikan sesuatu yang baik untuk orang tuanya, tentu orang tua itu akan merasa senang. Begitu pun halnya Tuhan senang ketika anak-anak-Nya memberikan sesuatu yang baik kepada-Nya.
Yudas melihat hal tersebut dan berpendapat bahwa itu adalah suatu pemborosan karena ia tidak pernah mengerti dan memahami firman Tuhan, juga tidak mengenal kasih Yesus yang terdalam. Itu sebabnya ia tidak mengetahui arti memberi yang sesungguhnya. Kita sepatutnya memberi dengan menyadari kalau bukan karena Tuhan, kita sementara antri masuk neraka, tetapi oleh karena korban Yesus di kayu salib, Ia telah merebut kita dari kebinasaan.

Kolose 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

Kita seharusnya mati dan binasa, tetapi Ia menempatkan kita di tempat yang terbaik. Seseorang yang memahami firman Tuhan, jika melihat ada orang lain yang mau berkorban melakukan sesuatu untuk Tuhan, ia tidak akan berani mengatakan bahwa itu adalah pemborosan atau cari muka, tetapi ia akan berdoa untuk orang tersebut. Di tengah-tengah pergumulan yang ada saat ini, jangan pernah mengambil sikapnya Yudas. Karena ia tidak mengerti secara mendasar apa yang Maria lakukan. Ketika kita melihat bahwa ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk pekerjaan Tuhan, mari kita berdoa untuk mereka agar Tuhan berkati. Orang yang digerakkan hatinya dengan tulus, tatkala ia melakukan sesuatu untuk pekerjaan Tuhan maka hal itu indah di pemandangan Tuhan. Mari kita belajar seperti Maria. Bukan pemborosan tetapi untuk kemuliaan nama Tuhan.

3. Ungkapan hati yang mengasihi Tuhan Yesus (ayat 1,2,8)
Hari ini kita ada dalam pemeliharaan Tuhan, mari kita setia dan sungguh-sungguh dengan Tuhan. Bukan saja kita diberkati jika kita dekat dengan Tuhan tetapi sekalipun dalam bayang-bayang maut, jika Tuhan ada di sana, maka kita diluputkan.
Kami mempunyai seorang guru, ketika ia akan berangkat untuk mengajar di satu tempat, ia sudah memesan bus. Tetapi pada saat itu, kursi yang ia telah pesan, sudah diduduki oleh orang lain. Istri dari bapak tersebut mengatakan kenapa tempat yang sudah ia pesan, justru diduduki oleh orang lain. Kemudian mereka pergi dengan bus yang lain. Ternyata bus pertama yang tadinya mereka akan tumpangi, mengalami kecelakaan yaitu tertimpa pohon dan tempat dimana mereka seharusnya duduk itu hancur.
Jika kita setia kepada Tuhan maka Ia akan pelihara hidup kita. Dalam kondisi apa pun Tuhan pasti pelihara. Kesaksian lain dimana saya bersama keluarga sedang dalam perjalanan di daerah pantai selatan Bolaang Mongondow, tiba-tiba ombak begitu besar lalu mesin motor kami mati. Kira-kira 10 meter lagi, ombak dapat menghempaskan kami ke sana dan bisa saja kami mati. Perjalanan ini yang seharusnya ditempuh hanya 2 jam setengah kemudian menjadi 5 jam setengah karena ombak yang begitu besar, dan kalau bukan karena Tuhan, maka kami sudah mati.
Dalam perjalanan hidup, jika kita dekat dengan Tuhan dan mengutamakan Dia dalam hidup kita maka ia tidak akan pernah melepaskan kita. Ia pasti menolong kita. Mari kita berbuat sesuatu untuk Tuhan, hanya karena kemurahan Tuhan kita ada sebagaimana kita ada. Hidup ini mari kita taruhkan untuk memuliakan Tuhan. Maria tidak “hitung-hitung” ketika ia “buang” 300 dinar begitu saja. Bahkan lebih dari itu ia gunakan rambutnya dan menggosok-gosokkannya di kaki Yesus. Ia tidak mengandalkan kehormatan dirinya tetapi ia mengetahui bahwa Yesus lebih mulia daripada dirinya.
Untuk Tuhan tidak ada pemborosan. Mari kita lakukan dengan sungguh- sungguh. Berikan pada Tuhan maka Ia akan membukakan berkat-berkat-Nya pada kita. Jika kita mau berbuat untuk Tuhan seperti Maria maka kita akan menikmati berkat-berkat yang indah dari Raja diatas segala raja. Tuhan memberkati, amin.

By : Pdt. Adrian L. Manikome, B.Sc.

TETAPKANLAH LANGKAHMU! #5

Yosua 1:3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.

Secara kebenaran firman, kita ketahui bahwa Allah memberikan visi yang jelas kepada Yosua, akan menjadi apa ia kedepan, akan kemana, dan apa saja yang ada di depan. Demikian juga, di dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari sebagai orang percaya harus memiliki visi Allah. Hidup bukan lagi misteri karena kita tahu jelas dan dengan mantap melangkah. Oleh karena itu kita menjalani hidup kita sebagai orang percaya diarahkan dan tetap berada pada visi Allah.
Tercapai tidaknya visi Allah dalam hidup kita, bukan disebabkan oleh faktor eksternal tetapi faktor internal yang ada dalam diri kita masing-masing. Ketika Allah memberikan perintah-Nya kepada manusia, Ia mau agar pribadi tersebut bekerjasama dengan Allah supaya visi tergenapi. Namun kita perlu tahu bahwa kita adalah manusia lahiriah, bukan robot yang hanya ditetapkan begitu rupa yang berjalan sesuai dengan settingan, tetapi ada kehendak bebas dalam diri kita untuk menolak atau menjalani apa yang Tuhan sudah tetapkan. Itu sebabnya, kita sebagai manusia lahiriah yang ada iman didalamnya, tidak bisa hanya selalu mempertahankan diri kita sebagai manusia lahiriah yang banyak kekurangan. Seringkali untuk “membentengi” diri dan juga sebagai alasan, kita mengakui kelemahan-kelemahan itu, supaya orang memaafkan dan memaklumi kita.
Sesungguhnya ada sumber daya, ada potensi-potensi yang Tuhan sudah taruh di dalam diri seorang manusia mulai sejak lahir, yaitu ada bakat, temperamen dan intelegensi. Setiap potensi yang ada di dalam diri manusia ini perlu kita temukan, supaya ketika kita beriman tidak menjadi seorang yang ekstrim yang seolah-olah tidak hidup di bumi. Kita harus temukan sehingga kita tahu mana kelebihan sebagai satu potensi yang luar biasa yang Tuhan sudah berikan untuk kita boleh pakai bekerjasama dengan Allah agar visi Allah itu tergenapi. Sebaliknya apa yang kita temukan dalam diri kita sebagai kelemahan-kelemahan yang ada, tidak boleh dipelihara. Tidak boleh dijadikan senjata supaya orang memakluminya. Karena hal itu juga yang akan dipakai Iblis menghalangi kita mentaati visi yang Allah sudah tetapkan bagi kita. Sesungguhnya faktor diri sendiri inilah yang paling bermasalah di dalam kita menjalani hidup sehari-hari. Bisa saja peristiwa nyatanya adalah karena si A, si B atau juga karena si C, sehingga kita menjadi lemah, pesimis dan kecewa. Tuhan tidak pernah berurusan dengan si A, si B, si C dan lain-lain, tetapi Tuhan berurusan dengan pribadi kita. Faktor internal ini sangat mempengaruhi tercapainya visi Allah kita dalam hidup kita.

Tuhan bertanya kepada Musa “apa yang ada di tanganmu?” Kemudian Musa menjawab “tongkat”. Tuhan berfirman untuk membawa tongkat tersebut. Tuhan tidak memberi senjata lain kepada Musa. Ia mengatakan bahwa dengan tongkat itu, Musa akan melakukan perkara-perkara yang luar biasa, hal-hal yang dahsyat bahkan mujizat. Jadi Tuhan memakai apa yang ada pada kita bukan apa yang tidak ada pada kita. Termasuk segala sesuatu yang Tuhan sudah berikan secara alamiah saat kita lahir.

2 Timotius 2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

Demikian juga Tuhan sudah memberikan kejelasan yang sangat nyata dalam hidup kita sehari-hari bahwa di dalam rumah ada perabot yang dipakai dengan biasa dan ada yang dipakai untuk hal yang mulia.Orang-orang yang mau menyucikan diri dari kejahatan pasti ia mendapat tempat yang mulia.
Kita sudah belajar untuk memahami bahwa di dalam kehidupan ada masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Untuk menjalani masa yang akan datang harus dimulai dengan visi yang dari Allah. Tetapi sebelum kita menjalaninya, Tuhan mau kita menemukan apa yang menjadi sumber daya yang ada pada diri kita yang Tuhan sudah taruhkan pada saat kita lahir. Tuhan sudah menaruh potensi dalam diri setiap orang yaitu bakat atau sesuatu yang khusus. Tidak ada seorangpun lahir ke dunia tanpa memiliki bakat. Untuk menemukan sumber daya-sumber daya itu kita menengok ke belakang yang terjadi pada waktu kita lahir ke dunia.

Pada saat masa lalu, saat manusia lahir, kita temukan dari sisi faktor kelahiran, ada:
1. Bakat atau keahlian
Ketika seorang anak manusia lahir di dunia, Tuhan sudah menaruh potensi dalam dirinya yang disebut bakat/keahlian khusus. Olehnya, setiap orang harus dapat menemukan bakat yang dimilikinya dan dikembangkan.
2. Temperamen
Setiap orang lahir sudah punya temperamen. Ada melankolik, kolerik, plegmatik dan sanguin.Inilah faktor-faktor manusia lahiriah. Sekalipun kita beriman, kita tidak dapat menolak hal-hal lahiriah supaya kita tidak menjadi ekstrim karena Tuhan sudah memberikan kita pengetahuan.
3. Intelegensi
Intelegensi atau kecerdasan merupakan kemampuan tertinggi dari jiwa manusia.
Intelegensi sudah dimiliki oleh seseorang sejak lahir, dan sejak itu pula potensi intelegensi ini mulai berfungsi mempengaruhi kualitas perkembangan seseorang yang diistilahkan dengan “kematangan”. Faktor intelegensi atau kecerdasan perlu kita temukan dalam diri kita.Ada kecerdasan yang Tuhan sudah berikan sejak kita lahir. Setiap orang berbeda-beda. Ada suatu proses dalam suatu peningkatan kecerdasan seiring dengan pertumbuhan yang ada di dalam organ-organ tubuh.

Salah satu tempat yang ada organ tubuh di kepala yang namanya otak, disitulah tersimpan intelegensia dan otak ini harus bertumbuh dulu sesuai dengan tahapnya. Anak umur 7 tahun tidak bisa langsung mendaftar di sekolah SMP karena ia tidak dapat menyelesaikan pelajaran tingkat SMP. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan, seiring dengan pertumbuhan organ yang ada dalam tubuh manusia yang disebut kematangan.
Salah satu faktor supaya pertumbuhan otak itu bagus, salah satunya adalah gizi. Gizi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan sel-sel otak terutama pada saat hamil dan juga pada saat bayi di mana sel-sel otak sedang tumbuh dengan pesatnya. Kekurangan gizi pada saat pertumbuhan bisa berakibat berkurangnya sel-sel otak dari jumlah yang normal. Ibu-ibu yang mengasihi anaknya, rela berkorban untuk makan apa adanya demi bayinya sehat. Gizi ini sangat penting. Ada beberapa makanan tertentu yang sangat membantu untuk pertumbuhan otak. Kebenaran secara alamiah yang terjadi yaitu di banyak tempat terpencil di mana makanannya hanya itu-itu saja, banyak dijumpai pertumbuhan otaknya terganggu, dengan kata lain IQ nya rendah. Jadi kemampuan inteligensi ini terhambat. Berbagai hal yang ada kaitannya dengan kehidupan manusia perlu kita pahami sebagai bagian dari iman, supaya kita tidak menjadi ekstrim.
Jadi gizi yang buruk akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan seseorang. Karena bisa saja jumlah sel otaknya berkurang. Hal inilah yang menjadi suatu bukti nyata yang kita hadapi dan kita lihat di mana-mana. Ini akan mempengaruhi kerja otak tersebut di kemudian hari. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan menunjukan bahwa status gizi anak mempunyai dampak positif terhadap intelegensia. Ketika intelegensi seseorang sudah berkembang, maka fungsinya semakin berarti bagi dirinya dan besar pengaruhnya didalam ia memiliki suatu kualitas diri dalam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.
Ketika kita hidup, di mana pun kita ada, kita dihadapkan kepada sesuatu yang real. Ada realitas-realitas hidup yang menjadi suatu tantangan. Ketika sebuah realitas sudah menjadi suatu masalah yang harus kita jawab, hal itu tergantung kualitas intelegensi kita. Apakah kita dapat menjawab atau tidak, apakah kita dapat menyelesaikannya atau tidak.
Menjelaskan hal-hal lahiriah bagi orang beriman kadangkala menimbulkan masalah baru. Tetapi sebenarnya mau tidak mau kita harus belajar dan memahami. Faktor-faktor lahiriah manusia bukan untuk disingkirkan tetapi inilah realitas. Ketika kita menerima realitas ini maka kita harus menghadapi dengan iman.Karena iman berasal dari firman Tuhan dan firman Tuhan adalah jawaban. Tidak ada persoalan yang tidak dapat dijawab oleh kebenaran firman.

Seseorang memasuki fase pembentukan, yaitu perkembangan intelegensi dibawah pengaruh-pengaruh dari luar.

1 Korintus 13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak.Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Anak-anak yang dimaksudkan oleh rasul Paulus ialah tingkat intelegensi yang ada pada diri anak-anak. Ada berbagai bentuk yang menunjukkan karakteristik mengenai anak-anak seperti cara berbicaranya yang belum jelas dimana nilai daripada kata-kata itu sendiri dikelola dari otak seorang anak-anak. Artinya, cara berpikir dan analisanya adalah cara anak-anak berpikir. Kita tidak boleh salah dalam menginterpretasi kebenaran Firman yang mengatakan “jadilah seperti anak-anak” karena yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah nilai-nilai positif yang ada dalam diri anak-anak, tetapi ada nilai-nilai negatif dalam diri anak-anak yang tidak boleh lagi dipakai oleh orang dewasa seperti halnya mudah marah dan membutuhkan bujukan.

Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Besi ditajamkan dengan caraditempa oleh besi yang lain, manusia ditajamkan oleh sesamanya. Tuhan sudah menetapkan bahwa manusia akan menajamkan sesamanya. Salah satu bentuknya ialah ketika dimulai dengan tersinggung. Orang yang tidak siap ditajamkan oleh sesamanya ialah orang-orang yang anti koreksi, anti evaluasi dan anti kritik. Ada manusia yang supaya tidak dikritik, tidak dikoreksi dan tidak dievaluasi melakukan suatu trik dengan cara memaparkan semua kelemahan dan kekurangannya. Orang seperti ini tidak akan pernah tajam karena ia tidak menerima untuk dievaluasi.
Orang yang tidak mau mendengar nasihat, tidak mau mendengar didikan, akan dididik oleh Tuhan melalui peristiwa. Ada filosofi yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang baik. Memang benar, tetapi adalah lebih baik belajar dari pengalaman orang daripada pengalaman itu menimpa diri kita. Jangan pernah lari dari daripada kenyataan hidup, sebab ketika kita lari, bukanlah jalan penyelesaian yang kita dapat tetapi awal dari sebuah bencana baru. Kita tidak boleh mencari masalah, tetapi manusia perlu masalah untuk mengasah tingkat inteligensi, untuk memiliki kemampuan berfikir yang lebih cemerlang atau dalam bahasa Alkitab, supaya kita lebih cakap di dalam mengatasinya. Jangan pernah mencari masalah tetapi jika masalah datang, hadapilah, karena itu akan meningkatkan tingkat intelegensi kita supaya cakap dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Intelegensi dapat mempengaruhi aktivitas berpikir. Berpikir merupakan kegiatan yang mencari suatu ide dalam mengambil suatu keputusan atau dalam memecahkan suatu masalah. Hasil yang diperoleh dari kemampuan berfikir tergantung dari tingkat intelegensi. Tuhan sudah memberikan intelegensi kepada setiap orang dan itu harus digunakan. Bukan berarti dengan memahami hal-hal yang lahiriah kemudian kita menjadi orang yang duniawi. Kita adalah terang di dunia.Di dalam mengambil setiap keputusan apapun tergantung dengan bagaimana kita berpikir.
Intelegensi dan kemampuan berpikir tidak bekerja sendiri dalam menentukan sesuatu. Ada satu sisi lain yang perlu diperhatikan yaitu emosi. Ketika kita berfikir atau pun akan mengambil suatu keputusan tapi di saat itu emosi kita sedang tidak baik maka keputusan yang kita ambil bisa jadi adalah keputusan yang fatal dan berbahaya. Keputusan yang diputuskan pada saat emosi tidak dikelola oleh kemampuan berpikir, tetapi mengalir bersama dengan luapan emosional dan kalimatnya tersusun sendiri secara otomatis. Jadi kemampuan berpikir kita dipengaruhi juga oleh faktor emosi. Setiap orang memiliki emosi yang berbeda. Emosi adalah perasaan yang sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi.Ada saat dimana kita merasa senang, maupun sedih. Emosi akan mewakili seluruh kondisi tubuh kita.
Dalam kitab Ester dituliskan ketika raja mengeluarkan keputusan untuk memusnahkan seluruh orang Yahudi, permaisuri Ester, didesak oleh umat Tuhan untuk menghadap. Peraturan pada saat itu ialah tidak boleh menghadap Raja jika raja tidak memanggil. Permaisuri Ester kemudian menghimbau kepada umat Tuhan agar mereka berpuasa untuknya. Lalu ratu Ester menghadap raja. Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri. Walaupun melanggar peraturan karena Ester tidak dipanggil oleh raja tetapi saat itu Raja berkenan atasnya dan ia mengulurkan tongkatnya. Ratu Ester mengundang raja untuk datang ke pesta yang ia adakan. Ester adalah seorang yang pandai melihat emosi raja. Ia memakai imannya tetapi juga menggunakan intelegensianya. Ester mengundang raja ke pesta yang ia adakan bukan hanya sekali, tetapi lebih dari sekali. Ketika Raja sudah sangat senang, barulah ia menceritakan masalah yang sebenarnya lalu menghasilkan keputusan raja yaitu rancangan Haman membinasakan orang Yahudi dibatalkan. Dan orang yang merancangkan kejahatan itulah yang harus dihukum. Jangan pernah mengambil keputusan disaat emosi meledak-ledak, karena itu tidak dapat dianalisa oleh kemampuan intelegensi yang Tuhan sudah berikan kepada kita atau dengan kata lain akal sehat.
Kita memang belum sempurna dan masih banyak kekurangan, tetapi hal itu tidak boleh menjadi senjata atau alasan untuk tidak memaksimalkan diri kita. Kita perlu memahami bagaimana meningkatkan intelegensi dan kemampuan berpikir kita sebagai manusia lahiriah yang tidak keluar dari pada iman Kristen, yang tidak keluar dari pada prinsip Alkitab, tetapi kita perlu berpikir sesuai dengan apa yang Allah tetapkan. Setinggi-tingginya kemampuan intelektual kita, semua dibatasi oleh yang namanya hukum logika.

Roma 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Ayat tersebut dimaksudkan supaya kita tidak putus asa. Tuhan mengingatkan kita untuk tidak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan. Kita tidak boleh membebani pikiran dengan apa yang tidak perlu kita pikirkan. Pikirkan dan selesaikan segala realitas yang sedang dihadapi sekarang ini. Bukan berarti mematikan cita-cita. Karena cita-cita apapun tanpa kita jelaskan bentuknya, Tuhan sudah menyediakan masa depan bagi kita, yaitu masa depan yang penuh harapan.
Tuhan mengajar kita bagaimana sebagai orang percaya mengelola intelegensi kita di dalam hal berpikir dan bertindak. Orang percaya seharusnya harus lebih unggul dalam berpikir, karena ia berfikir menurut ukuran iman. Jadi menurut hukum iman, sebenarnya manusia dapat berfikir melebihi ukuran standar. Jika iman saudara sanggup untuk dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran iman atau sesuai dengan kadar iman, itu adalah pemikiran standar. Tetapi jika tidak, maka jangan pikirkan.
Secara umum kita sudah memahami bahwa tingkat intelegensia adalah Tuhan yang memberikan.Tingkat intelegensia masing-masing orang berbeda-beda. Hal ini bukan berarti Allah tidak adil. Orang yang menemukan dirinya memiliki inteligensi rendah tetapi tidak tertarik dan tidak tertantang untuk meningkatkan apa yang kurang baik baginya berarti ia memelihara kebodohannya.
Hal-hal seperti inilah yang perlu kita pahami, karena manusia yang beriman ini adalah manusia lahiriah yang masih hidup, di mana ia memiliki segala sesuatu sesuai dengan keadaannya sebagai manusia lahiriah. Apa yang Tuhan sudah berikan pada kita dari sejak kita lahir, temukan itu. Jika masih ada yang perlu dipertajam maka jalani itu, jangan menghindar.Tuhan Yesus memberkati.

By : Pdt. R.F Martino

TETAPKANLAH LANGKAHMU (4): MEMPERSIAPKAN DIRI MENJALANI VISI ALLAH

Kita sudah mempelajari bahwa Visi Allah kepada kita sudah jelas yaitu dari apa yang telah difirmankan-Nya, dan bagian Tuhan adalah berjanji serta menggenapi janji-Nya. Namun agar kita bisa mencapai visi itu, kita harus melakukan juga bagian kita.

Apa yang menjadi bagian kita?
I. Mengerjakan bagian kita yaitu memakai potensi yang Tuhan taruh di dalam kita.

Saat Allah memberikan visi-Nya, Allah telah memperlengkapi kita dengan sumber daya-sumber daya untuk mencapai visi itu.
“TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.” (Keluaran 4:2, 17)
Jadi tongkat yang ada pada Musa itu harus dipakai untuk melakukan mujizat. Begitupun di dalam diri kita ada sumber daya yang telah Tuhan taruh, dan Tuhan menghendaki agar sumber daya – sumber daya yang ada pada kita itu kita pakai melakukan hal-hal besar. Maka sekali lagi, sumber daya itu harus dipakai, jangan dipendam.
Namun terkadang orang mudah menemukan apa yang ada di dalam orang lain tetapi tidak bisa menemukan sumber daya yang ada di dalam dirinya sendiri. Atau mungkin ada yang sudah menemukannya, namun jika hal-hal baik yang sudah Tuhan taruh itu tidak dipakai, maka kita tidak akan mencapai visi dari Allah.
Ingatlah, Tuhan memakai apa yang ada pada kita, bukan apa yang tidak ada pada kita.

II. Mengatasi faktor penghambat.

2 Timotius 2:20-21 “Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

Dari ayat diatas kita memahami bahwa ada hal-hal jahat / faktor-faktor penghambat yang dapat membuat kita menjadi “perabot yang hina”. Maka kita harus menemukan apa yang menjadi faktor-faktor penghambat / penghalang untuk kita menjadi “perabot yang mulia”. Inilah salah satu bentuk kerjasama kita dengan Tuhan yaitu kita bersedia mengintrospeksi diri kita.
Untuk menemukan sumber daya maupun faktor penghambat yang ada pada kita, kita perlu menemukan apa yang berada di masa lalu kita yaitu Faktor Genetika. Hal-hal yang merupakan bagian dari faktor genetika adalah:

A. Bakat atau keahlian khusus.
Ketika seorang anak manusia lahir di dunia, Tuhan sudah menaruh potensi dalam dirinya yang disebut bakat/keahlian khusus. Olehnya setiap orang harus dapat menemukan bakat yang dimilikinya dan dikembangkan.
Orang yang memiliki suatu bakat dan mengembangkannya, bakat tersebut akan dengan cepat berkembang menjadi keahlian.

B. Temperamen
Adalah bagian dari tabiat manusia. Ada empat temperamen dasar dengan segi-segi baik dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada seorangpun yang memiliki hanya satu temperamen saja. Setiap pribadi memiliki kombinasi yang berbeda dari ke empat temperamen tersebut.

Empat temperamen itu adalah:
1. Melancholic
– Temperamen introvert, temperamen yang “menderita”.
– Keras terhadap dirinya sendiri, terus menerus meneliti dirinya sendiri.
– Pemurung, pesimis, sangat berbakat cenderung untuk menjadi seorang genius.

Pekerjaan dan hobi:
Pelukis, pemusik, penjahit, ahli seni dapur, akuntan, ahli kecantikan, penonton pertandingan atletik,
pendidik dalam bidang matematik, ilmu pengetahuan atau bahasa, penghias rumah, perancang pakaian,
pengarang, ahli pekerjaan tangan, penyair

Emosinya:
– Segi-segi baik: Menyukai musik dan kesenian, sensitif penuh perhatian terhadap orang lain, memiliki kesanggupan menganalisa, responsif secara emosi.
– Kelemahan: Murung, pesimis, memandang segi negatifnya saja, rela menderita, suka merasa sedih tanpa alasan, introspektif sampai batas-batas yang membahayakan, depresi, sombong.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi-segi baik: teman yang dapat diandalkan, rela berkorban, sangat setia, berhati-hati dalam mencari teman, mempunyai perasaan yang dalam untuk teman-teman.
– Kelemahan: Mencela kekurangan orang lain, Mencari yang sempurna dan menilai segala sesuatu sesuai dengan yang dicita-citakannya, Takut akan apa yang dipikirkan orang lain mengenai dirinya, Mencurigai orang lain, Amarahnya dapat meledak dengan mudah setelah lama menyimpan rasa dendam, Seringkali merasa sangat disakiti oleh orang lain, Suka dendam dan membalas sakit hati, Tidak menyukai mereka yang menentangnya, Sukar untuk diajak berteman.

Aktivitas:
– Segi-segi baik: Cenderung untuk menjadi seorang yang menginginkan kesempurnaan, Menyukai pekerjaan yang bersifat menganalisa dan memerlukan ketelitian, Dapat mendisiplinkan diri sendiri dan menyelesaikan apa yang dilakukannya, Cocok untuk pekerjaan yang kreatif dan memerlukan intelek, Sangat teliti dan tidak setengah-setengah, Mengetahui batas-batas kemampuannya, Berbakat cenderung menjadi genius.
– Kelemahan: Terlalu bersifat teoritis dan tidak praktis, Mudah lelah, Enggan memulai suatu proyek baru, Terlalu banyak analisa menyebabkan patah semangat, Pekerjaannya haruslah sesuatu yang banyak menuntut pengorbanan, penyangkalan diri dan pelayanan, Murung karena khayalannya sendiri.

2. Phlegmatic
– Mempunyai temperamen yg super introvert dan memiliki suatu ketenangan yang unik yang membuat dia lamban, santai.
– Bersifat keras kepala, ragu-ragu serta menyerah kepada nasib.

Pekerjaan:
Ibu rumah tangga yang baik, pemegang buku, penasehat, guru sekolah dasar, ahli pekerjaan tangan, enggan menjadi pemimpin, administrator, penjahit, sekretaris, pencicip dan penilai makanan, penonton pertandingan atletik.

Emosi:
– Segi-segi baik: Tenang dan dapat diandalkan, Baik hati dan mudah diajak bergaul, Riang dan menyenangkan walaupun tidak banyak yang dapat dikatakannya, Baik hati, Cinta damai.
– Kelemahan: Kurang percaya pada diri sendiri, pesimis, penakut, selalu kuatir, Jarang tertawa keras-keras, pasif, tidak acuh, tahu apa yang benar tetapi tidak melaksanakannya, Merasa diri lebih benar atau baik.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi baik: Menyenangkan untuk diajak berkawan, mempunyai banyak kawan, humor yang bijaksana dan tajam, pengatur yang lembut dan mendamaikan orang lain, stabil dan setia, pandai berdiplomasi dan mendamaikan, pendengar yang baik, kawan yang setia, memberi nasehat hanya apabila diminta.
– Kelemahan: Tidak membiarkan dirinya terlibat, kikir dan mementingkan diri sendiri, mengamati orang seolah-olah tanpa perasaan, tidak bersemangat, keras kepala, tidak mengacuhkan orang lain, mengganggu orang yang menjengkelkannya, tidak terlalu ramah, sikap yang menunjukkan perasaan yang superior.

Aktivitas:
– Segi-segi baik: Bekerja baik walaupun ada tekanan, praktis dan tenang, konservatif, rapih dan cakap, membuat rencana sebelum bekerja, mempunyai pengaruh yang menimbulkan keseimbangan.
– Kelemahan: Tenang, cenderung menjadi penonton yang tidak ikut terlibat, lamban dan malas, enggan menjadi pemimpin, kurang motivasi, tidak dapat mengambil keputusan, terlalu melindungi diri, membuat orang
lain patah hati atau patah semangat, menentang perubahan.

3. Choleric
Extrovert, banyak berkarya, temperamennya aktif, percaya pada diri sendiri dan mempunyai kemauan
yang keras.

Pekerjaan dan hobi:
Pemimpin yang kuat, Karier profesional, suka menjamu, sekretaris eksekutif, olah raga atletik, administrator, guru SLTA, aktif dalam kegiatan lingkungannya, pemimpin bank, pejuang.

Emosi:
– Segi-segi baik: Membuat keputusan dengan yakin dan teguh, berkemauan keras, berpendirian sendiri, optimis, dapat berdiri sendiri, berani dan tidak merasa takut.
– Kelemahan: Mudah marah, kukuh berpegang pada pendiriannya, tidak peka terhadap kebutuhan orang lain, tidak berperasaan dan dingin, kurang menghargai keindahan, kasar dan tidak menaruh simpati, galak dan tidak
berpikir panjang, muak melihat airmata.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi-segi baik: Tidak berharap kepada orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukannya sendiri, tidak mudah tawar hati atau patah semangat, pemimpin yang kuat, menilai orang dengan baik, mengatur dan mengarahkan orang lain, penegur, tidak pernah menjadi kecil hati karena keadaan.
– Kelemahan: Kurang berbelas kasihan, membuat keputusan untuk orang lain, kejam, berterus terang, sarkastik,
cenderung untuk menguasai satu kelompok, angkuh dan suka merajai, memperalat orang lain untuk
keuntungan diri sendiri, tidak mau memaafkan, dan suka membalas dendam, kukuh pada pendiriannya
sendiri, sombong dan suka menguasai.

Aktivitas
– Segi-segi baik: Promotor dan pengurus yang baik, tegas, membuat keputusan, berani dan bertindak cepat kalau didalam keadaan darurat, mempunyai pikiran yang tajam dan cepat, sanggup bertindak tidak ragu-ragu, sangat
praktis, merangsang orang lain untuk giat, maju terus walau ada tantangan, menentukan sasaran dan dapat
mencapainya.
– Kelemahannya: Terlalu percaya pada diri sendiri, licik, berprasangka, berat sebelah, kukuh pada pendiriannya sendiri, bosan mendengarkan sesuatu yang diperinci, tidak suka menganalisa, memaksa orang lain untuk
menyetujui rencana pekerjaannya, membosankan dan sukar disenangkan, hanya mempunyai waktu untuk rencana dan proyeknya sendiri.

4. SANGUINE
– Super extrovert, ramah, menyenangkan.

Pekerjaan dan hobi:
Aktor, pembicara, penjual, mengunjungi dan merawat orang sakit, juru masak yang baik, pekerja sukarela, pemimpin, ibu asrama, senang menerima tamu dan memberi tumpangan, resepsionis, atletik.

Emosi
– Segi-segi baik: Ramah, riang, kharisma, pandai bicara, selalu senang, pandai bercerita, hidup untuk masa sekarang, merangsang orang lain untuk berbicara, bersenang-senang.
– Kelemahannya: Emosi tidak dapat diramalkan, mudah menangis, gelisah, marah spontan, membesar-besarkan
kebenaran, lain di luar lain di dalam, kurang dapat mengendalikan diri, menuruti emosi dan perasaan hati,
naif, tidak mau mengalah.

Hubungan dengan orang lain:
– Segi-segi baik: Mudah berkawan, mudah memberi respons, menyenangkan, optimis selalu ramah dan tersenyum, mudah
nemaafkan, lembut, penuh simpati, ikut merasakan suka duka orang lain.
– Kelemahan: Menguasai pembicaran, kurang perhatian, kemauan lemah, keyakinan kurang, mencari pujian dan
dukungan, suka bergaul, tetapi cepat melupakannya, mencari dalih, sering bicarakan soal diri sendiri,
melupakan janji dan kewajibannya.

Aktivitas
– Segi-segi baiknya: Memberikan kesan pertama yang baik, tidak bosan, hidup masa kini, berbakat untuk merawat orang sakit, mudah ikut dalam rencana atau proyek baru, antusias.
– Kelemahan: Sama sekali tidak dapat mengatur diri, tidak dapat diandalkan, lambat, tidak berdisiplin, membuang
waktu dengan bercakap-cakap padahal seharusny bekerja, banyak proyek yang tidak diselesaikan, perhatiannya mudah dialihkan, tidak mencapai sasaran.

KESIMPULAN:
Setelah mempelajari jenis-jenis temperamen diatas, maka faktor yang penting adalah:
1. Saudara dapat menemukan temperamen yang paling menonjol pada diri sendiri
2. Saudara mengetahui segi-segi baik dan kelemahan-kelemahannya.
3. Saudara memikirkan bagaimana caranya Roh Kudus dapat mengembangkan segi-segi baik dan menolong saudara untuk mengatasi kelemahan-kelemahan saudara.

Temperamen ini melekat pada diri kita beserta dengan segi baik dan kelemahan-kelemahannya. Kelemahan-kelemahan kita adalah penghalang terbesar bagi kita untuk mencapai rancangan Allah, maka kelemahan-kelemahan ini jangan dipelihara tetapi harus diatasi. Seringkali kita menyalahkan realitas dan orang lain tetapi tidak melihat/tidak menemukan penghalang yang lebih besar yaitu sifat jelek di dalam diri kita. Kita perlu membereskan mulai dari diri sendiri. Pergumulan untuk memerangi hal-hal daging dalam diri kita itu jauh lebih berat daripada menghadapi masalah dalam hidup kita sehari-hari.

Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Ingatlah perkataan Tuhan kepada Musa: “Bawalah tongkat itu dan pakai untuk melakukan mujizat”. Jadi saat Tuhan memberikan rencana-Nya, Ia sudah memperlengkapi kita dengan hal-hal baik yang ada dalam diri kita. Kita adalah ciptaan baru, diberikan roh yang baru dalam diri kita. Pakailah itu! Apalagi jika kita sudah mengalami baptisan Roh Kudus.

Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”

Semua realita yang kita hadapi ada jawabannya yaitu Firman. Setiap kita menghadapi sesuatu, Roh Kudus mengingatkan Firman untuk menolong kita menghadapi setiap realita hidup

By : Pdt. R. F. Martino

TETAPKANLAH LANGKAHMU (3)

Yosua 1:3-8 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.

Rancangan Allah tidak pernah gagal, tapi ketika manusia jatuh dalam dosa, semua musnah. Oleh penebusan Yesus kita diberi hak menjadi anak Allah, pewaris kerajan Allah, dengan demikian rancangan Allah tetap terlaksana.
Tapi meskipun sudah berubah status menjadi anak Tuhan, tetap masih menjalani realitas hidup dimana masih ada unsur-unsur jiwani yang tidak takluk pada hukum-hukum Allah, ini yang manjadi faktor-faktor penghalang dalam mencapai visi/rancangan Allah.

Sebelum Yosua ditentukan Allah untuk menggantikan Musa, Yosua perlu mempersiapkan diri. Tuhan berfirman kepada-nya: “Kuatkan hatimu! Jangan kecut dan tawar hati!. Hal ini bukan hanya persiapan tehnisnya, tapi pribadinya harus dipulihkan.
Hal Ini yang perlu dipahami, sebab selama kita tidak mau dipulihkan, kita akan gagal dalam mencapai rencana Allah. Bukan hanya persiapan rohani, hal rohani sudah selesai, karena kita sudah lahir baru dan diselamatkan melalui penebusan darah Yesus, tapi kehidupan di dunia ini, dimana semua pergerakan hidup yang masih dimotori oleh faktor jiwani juga perlu dipulihkan.

Kita harus tekun meminta supaya Tuhan membukakan dan memberikan visi itu bagi kita. Suatu saat mungkin kita punya semangat yang kuat, karena faktor lingkungan yang ada di sekitar kita yang berbentuk peristiwa, sanggup merubah segala keberadaan kita dan akhirnya semangat kita menjadi kendor.

Mari mulai dengan visi Allah untuk pribadi kita, supaya kita tidak dipermainkan oleh segala bentuk realitas hidup. Banyak yang menjadi kecewa ditengah perjalanan hidup karena seolah-olah Allah hanya berjanji tapi tidak tergenapi. Oleh sebab itu kita harus memahaminya lebih dalam lagi dan mengintropeksi “Sebenarnya ada apa dengan diri kita masing-masing?”

Bagi sebagian orang hidup itu adalah misteri (life is mystery), dimana hidup baginya adalah sebuah rahasia sehingga membuatnya untuk mencarinya dengan ramalan-ramalan.
Memang benar, kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan, namun bukan berarti hidup ini rahasia bagi anak-anak Tuhan. Minggu lalu kita sudah pelajari bahwa sejak dalam kandunganpun Tuhan sudah mempunyai rancangan yang sangat luar biasa, jaminan akan masa depan, kepastian harapan dan masih banyak lagi janji-janji Tuhan mengenai masa depan, jadi, apa yang rahasia?

MEMPERSIPAKAN DIRI MENJALANI VISI ALLAH.
Faktor internal harus dibereskan lebih dahulu, masing-masing pribadi harus mantap dulu terhadap visiAllah. Kalau belum memiliki visi Allah pasti akan bingung. Ada banyak realita hidup yang mengoyahkan iman, seperti pasangan hidup, bisnis, karir, dan pergumulan hidup lainnya.
Hamba-hamba Tuhan sepenuh waktupunpun, ketika tidak punya visi Allah untuk kehidupan pribadinya itu juga berbahaya. Karena hal itu akan berdampak kepada apa yang didepan nantinya seperti ada yang harus tinggalkan pelayanan karena jenuh dan tidak kuat menjalani realitas hidup. Semua harus dimulai dari visi Allah.

Dengan visi kita akan punya tujuan hidup yang membawa kita menjalani hidup kita. Apapun yang terjadi kita hanya taat. Secara manusia mungkin terganggu dengan realita sekeliling. Abraham meskipun sudah tidak ada harapan ia tetap taat menjalani visi Allah untuk menjadi Bapa segala orang percaya. Abraham taat menunggu janji Allah tergenapi. Dalam kehidupan sehari-hari dalam penantian tergenapinya janji Allah, lingkungan sekitar kita pasti akan turut mengganggu dan menggoyahkan iman kita. Masa menunggu adalah masa seolah mendidik pribadi kita untuk lebih meyakini akan janji Tuhan.

APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?
Diri kita butuh lawatan Roh Kudus secara pribadi untuk menemukan jati diri kita. Sebab Tuhan memakai apa yang ada pada kita, bukan apa yang tidak ada pada kita

Keluaran 4:2 TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”

Ketika Tuhan memanggil Musa untuk menjadi pemimpin banyak Israel, Musa mengemukan banyak alasan mengenai ketidakmampuannya. Tapi Tuhan menolong Musa untuk menemukan jati dirinya, menemukan potensi yang ada pada diri Musa. Tuhan bertanya apa yang ada di tangannya?

Pada saat Allah memberikan visi-Nya kepada kita, sesungguhnya Ia telah melengkapi kita dengan sumber daya untuk mewujudkan visi tersebut. Dan hal ini sangat besar pengaruhnya dalam kita meresponi visi. Berhasil tidaknya kita mewujudkan visi yang kita peroleh dari Allah tergantung sejauh mana kita memfungsikan sumber daya yang sudah diberikan pada kita.

Tiap pribadi harus bisa menemukan jati dirinya termasuk potensi-potensi yangada pada dirinya. Jangan punya mental mengandalkan orang lain, semua kita diciptakan untuk jadi pemimpin. Tapi tidak semua orang dapat menggali dan menemukan, jadi terkadang harus dituntun dan diarahkan.

Ketika Tuhan memberikan visinya kepada kita, Tuhan sangat bertanggung jawab dan sudah melengkapi dengan sumber daya yang Tuhan sudah taruhkan pada setiap orang. Memang setiap orang berbeda-beda tapi bukan berarti tidak punya/tidak ada. Hal ini ini yang perlu ditemukan.

Keluaran 4:17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat.”
Setelah Musa mengeluarkan tongkatnya

Tuhan tidak menyuruhnya untuk mengganti tongkat, tapi Tuhan suruh membawa tongkat itu kemanapun ia pergi untuk mengadakan mujizat.

RENUNGKAN!
Kita telah mencapai banyak hal, dengan apa yang ada pada masing-masing dan kita sudah mempergunakan itu semua. Darimana semuanya itu? Mari kita gali secara riil dalam diri kita! Kenapa kita bisa punya rumah? Punya kendaraan? Dan yang lainnya?, itu artinya kita sudah bisa menghasilkan sesuatu dan membeli sesuatu.
Kita tahu bahwa kekuatan yang kita miliki untuk bisa bekerja semuanya berasal dari Tuhan, tapi pelakunya adalah pribadi kita. Tuhan membuat segala yang kita lakukan berhasil. Ini menunjukkan bahwa kita punya sumber daya yang Tuhan sudah taruh dalam kita. Ini dulu yang harus kita temukan dalam diri kita.

Keluaran 4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”

Ketika Tuhan memanggil Musa, ia hanya menemukan kelemahan-kelemahan dalam dirinya. Memang itu baik, tapi kita tidak bisa menggunakan alasan-alasan kelemahan kita untuk mencapai rencana Tuhan.

2 Timotius 2:20 20Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Tuhan memberi potensi dan sumber daya dalam diri masing-masing, ada yang menemukannya tapi tidak mau memakainya. Maka tetaplah keadaannya sampai disitu saja dan tidak berkembang. Jadi pilihan ada pada kita.
Terserah kita mau dipulihkan atau tidak!

MENEMUKAN JATI DIRI!
Diawali dengan menemukan sumber daya masing diri kita. Seluruh eksistensi diri kita merupakan sumber daya, ada yang positif ada yang negatif. Hal negatif jika dipelihara akan dipakai Iblis untuk menganggalkan rancangan Allah. Yang positif harus bisa kita gunakan untuk mencapai rancangan Allah.

MASA LALU — MASA SEKARANG — MASA DEPAN
Dimana kita berada saat ini kita punya masa lalu dan akan menuju masa depan. Bagaimana kita menemukan sumber daya yang Tuhan sudah taruh dari awal. Tapi Manusia lahiriah yang menjalani harus dipulihkan karena masih dikendalikan oleh faktor jiwani (perasaan, pikiran dan kehendak sendiri). Untuk mengetahuinya kita perlu menuju lorong waktu yang namanya masa lalu.

MASA LALU
Kita tidak bicara mengenai peristiwa-peristiwanya, tapi kita menemukan diri kita dan sumber daya dalam diri kita sejak kita lahir. Kita harus lihat dulu ke belakang. Sumber daya/potensi Tuhan sudah taruh dalam hidup kita

Banyak faktor penyebab, yang jelas salah satunya adalah factor genetika/kelahiran. Ada suku tertentu yang mempunyai karakter yang agak terdengar kasar, ada pula yang terdengar halus. Pertanyaannya? Apakah sesuatu yang kurang pantas harus dipertahankan atau kita mau orang lain mengerti? Inilah yang harus dirubah.

A. KELAHIRAN
1. Bakat
Setiap orang yang punya bakat musik ari kecil, ketika dewasa ia akan mudah mempelajarinya dengan mudah, karena sudah ada bakat dari kecil. Berbeda dengan yang tidak mempunyai bakat.

2. Temperamen
` Ada beberapa temperamen/karakter yang harus kita pelajari dan pahami, agar kita tidak mudah menghakimi pribadi lain. Karena setiap pribadi memiliki sifat dasar. Karakter Kristus sulit ada dalam diri kita, jika hal negatif tidak disingkirkan lebih dahulu.

By : Pdt. RF. Martino

TETAPKANLAH LANGKAHMU! (2)

Yosua 1:3-8 3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. 4 Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. 5 Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Adalah aneh ketika Tuhan memutuskan bahwa yang akan menggantikan Musa adalah Yosua yang adalah hamba Musa/pembantu Musa. Apakah kurang orang-orang yang gagah perkasa di Israel yang Tuhan tidak bisa pilih untuk menggantikan Musa? Mungkin belum pernah terjadi di dunia, bahwa ada seseorang yang mewariskan semua kepercayaan, kewenangan dan tahta kepada seorang hamba, mungkin tidak pernah terjadi, tapi ini yang Tuhan lakukan.
Jangan pernah merasa minder karena kita bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. Tuhan punya rancangan yang mulia, karena kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Situasi dan kondisi memang punya pengaruh tapi hal itu tidak menentukan masa depan.

Ketika Tuhan menetapkan Yosua menggantikan Musa, Tuhan juga sudah sekaligus menetapkan rancangan/visi pada Yosua Sebelum Yosua menjalani tugas dari Tuhan. Tuhan memulainya dulu dengan visi Allah.
Secara umum visi adalah kemampuan menjangkau ke depan untuk sesuatu yang akan dicapai. Tapi kita bukan bicara mengenai definisi visi yang diciptakan oleh manusia, tapi Visi Allah.

Sebelum lahir, ketika masih dalam kandungan, Tuhan sudah menetapkan visi-Nya bagi kita. Sebelum manusia diciptakan, Tuhan sudah menyediakan semuanya dengan lengkap. Dalam Kejadian Tuhan juga memerintahkan untuk MEMELIHARA DAN MENGUSAHAKAN taman Eden itu. Jadi, Adam dan hawa bukan hanya menikmati fasilitas Taman Eden tapi ada pekerjaan yang sudah disiapkan untuk mengelola taman itu.
Cara Tuhan memberkati kita adalah dengan bekerja, tidak boleh ada yang nganggur/tidak ada pekerjaan. Setiap orang percaya punya hak iman untuk menikmati ini semua.

Sejak awal Tuhan sudah merencanakan bagaimana hidup ke depan nantinya, tapi semua musnah karena dosa. Karena Adam dan Hawa melanggar apa yang sudah Tuhan tetapkan.

Bagaimana rancangan Allah/VisiAllah dimiliki kembali oleh manusia?
Rancangan ini ditetapkan dan berlaku ketika kita menjadi orang percaya, mulai saat itu kita berhak kembali untuk menerima janji Allah.

Yohanes 1:12 Tetapi seberapa banyak orang yang menerima Dia, kepada mereka itulah diberi-Nya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan nama-Nya;(TL)

Kita berubah status dari sebutan orang berdoa menjadi anak anak Allah

Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Allah tidak pernah gagal dengan rancangan-Nya maka Kristus datang sebagi penebus. Barangsiapa yang percaya pada-Nya hdup kekal dan dijadikan anak Allah. Ada hak iman yang Tuhan sediakan yaitu untuk menerima visi Allah bagi kehidupan kita secara pribadi.

APA YANG TUHAN SEDIAKAN/RANCANGAN bagi kita sebagi orang percaya untuk pribadi kita?
– RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

– KEPASTIAN MASA DEPAN. Amsal 23:18 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

– MEMBERKATI BERLIMPAH-LIMPAH. ULangan 28:12 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

– MENJADI KEPALA BUKAN EKOR. Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.

MASA LALU — MASA SEKARANG — MASA DEPAN

Dalam menjalani masa sekarang, mungkin masih ada trauma-trauma dengan masa lalu yang mengganggu kita dalam menjalani masa sekarang. Iman kita harus bisa menjawab realitas untuk menjadi pengalaman iman dalam kita memasuki masa depan kita. Jalanilah tahun 2019 dengan memiliki visi Allah.

Mazmur 139:13-15 13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku 14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Sebelum menjalani masa depan, milikilah dulu visi Allah, kalau kita tidak punya visi Allah, maka kita akan menjalani semua kegiatan kita hanya sekedar rutinitas.
Orang yang memiliki visi Allah akan tahu apa yang sudah tersedia didepan, yaitu kepastian masa depan yang penuh harapan, akan menjadi kepala dan bukan ekor, dan masih banyak janji-janji Tuhan tentang masa depan.
Tuhan berjanji akan memberkati segala pekerjaan kita, ini berarti ada bagian Tuhan dan ada pula bagian kita. Jadi, kerjakanlah bagian kita maka janji Tuhan yang luar biasa itu akan terjadi atas hidup kita.
BERSIAPLAH MENJALANI VISI ALLAH
Tanpa visi Allah berarti seseorang hanya menjalani rutinitas hidup tanpa arah tujuan dan sasaran yang jelas tanpa target yang harus dicapai.
Memiliki visi berarti ada bentuk yang jelas dari suatu sasaran yang akan dicapai didepan.

Setiap orang akan menjalani hidupnya sendiri dan menghadapi langsung setiap realita yang hadir dalam perjalanan hidupnya. Kita sudah diberi hak iman, jangan hanya mau mengalami yang enak-enak saja dan kita tidak boleh lari dari kenyataan hidup, karena itu awal dari bencana baru. Ingatlah bahwa setiap realita punya kemampuan untuk goyahkan iman.
Kita harus punya visi Allah dalam hidup kita supaya kita tidak diombang-ambingkan dengan segala macam bentuk pergumulan hidup.

By : Pdt. RF. Martino