This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
Test 1

Daily Archives: 17/11/2019

PEMBAWA DAMAI

Matius 5:9 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Roma 14:19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Salah satu identitas diri dari umat Tuhan adalah pribadi yang menjadi pembawa damai. Dua minggu berturut-turut kita telah belajar dalam hal memelihara kasih persaudaraan dimana semuanya dimulai dari keluarga tempat dimana kita berada.

Setelah kita membaca Roma 14:19 menjadi pembawa damai ini tidaklah terjadi dengan sendirinya atas setiap orang percaya, bisa saja ia pembawa damai tapi mungkin ia belum punya damai.

Sejauhmana kita dapat memahami arti damai di dalam iman kepada Kristus?
Sebelum kita menjadi orang percaya, kita adalah seteru Allah karena setiap orang sudah berdosa. Kemudian oleh anugerah Allah, kita diperdamaikan oleh darah Yesus, oleh karena Ia mengasihi kita, barulah kita berubah status menjadi anak-anak Allah. Hal ini harus kita pahami terlebih dahulu agar kita bisa mengaplikasikan hidup sebagai pembawa damai. Jika kita belum memahami tentang anugerah Allah, akan sulit kita mengaplikasikan tentang hidup pembawa damai.

Ketika seseorang mempunyai masalah dengan orang lain, berarti hidupnya juga sedang bermasalah dengan perihal kedamaian/perdamaian. Dalam hidupnya ada perselisihan dan ada sesuatu yang belum dibereskan dalam hubungannya dengan sesama.

Pembawa damai berarti bukan pembuat rusuh, bukan pembawa berita bohong, atau bahkan sebagai provokator.

Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Jika memiliki masalah dengan sesama rekan atau keluarga dan belum terselaikan, hal ini tidak boleh dianggap remeh. Damai tidak akan terjadi dengan sendirinya sebelum masalah yang menggangu tersebut teratasi. Selama masih ada benih-benih atau hal apa saja bentuknya yang mengganggu damai sejahtera, maka hal itu akan merusak kekudusan.

Kalau pemahaman bahwa damai itu kita sadari adalah karunia, maka kekuatan yang dahsyat itu oleh agape maka akan bekerja, karena kita dipenuhi dengan damai, jadi kita tidak bisa berbicara secara vertikal (hubungan dengan Tuhan) jika hubungan dengan sesama tidak dibereskan.

Apakah secara lahiriah dalam hidup sehari-hari kita disenangi oleh orang-orang yang ada di sekitar kita? Atau sebaliknya kita dikenal orang yang selalu membawa hal-hal yang tidak baik?

Roma 14:19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Hal inipun tidak terjadi dengan sendirinya, pribadi kita dulu yang harus tuntas dengan Tuhan, karena begitu kita berdamai dengan Allah, status berubah sebagai anak Tuhan, gaya yang paling nampak adalah menjadi pembawa damai.

Ada nilai-nilai Ilahi yang ada pada diri kita karena itu sudah kita terima dari Allah, sehingga dimanapun kita berada, kita dapat diterima. Kita bukan hanya berdamai dengan orang tersebut, tapi kita juga bisa jadi berkat untuk orang lain yang mempunyai masalah yang sama.

Dalam menjadi pembawa damai kita tidak bisa memakai cara dan kekuatan sendiri atau cara diplomasi dunia. Meskipun maksud baik tapi cara salah, maka akan menghasilkan hasil yang salah.

Keterbukaan adalah awal pemulihan
Sikap terbuka dibutuhkan dalam setiap penyelesaian masalah. Tapi tidak semua orang siap terbuka dan tidak semua orang siap untuk mendengar dan menerima keterbukaan.

Setiap masalah tidak bisa dianggap bahwa akan selesai dengan sendirinya. Segala sesuatu harus diselesaikan denagn baik. Ada satu kata yang yang diucapkan untuk sebuah penyelesaian masalah, yaitu: MAAF. Tidak ada pengampunan yang terjadi secara otomatis tanpa pengakuan

Siapa yang harus memulai untuk mengatakan “MAAF”? Hal ini tidak semudah yangdibayangkan, dibutuhkan kerendahan hati untuk memulai mengatakannya.

Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Jika sesuatu yang tidak dibereskan dan tidak ada keterbukaan, maka hal itu akan menjadi sesuatu yang bergejolak di hati, karena kedua pihak saling berpikir negatif. Ketika hal itu dibiarkan maka hal ini bisa menjadi kepahitan dalam hati.

Kekuatan pembawa damai terletak bagaimana ia telah memahami bagaimana dirinya dan juga sebagai orang berdosa yang telah diampuni dan ditebus serta telah didamaikan dan menjadi status sebagai anak Tuhan.

Yakobus 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Tuhan akan memberikan kita hikmat agar kita bisa bijak dalam membimbing orang untuk berdamai. Kita tidak boleh mendengar secara sepihak, harus kita dengar dari kedua belah pihak.

I Petrus 3:10-11 10 Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

Pembawa damai akan ada masa depan yang baik
Mazmur 37:37-38 37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; 38 tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Jadi pembawa damai ada hubungannya dengan masa depan. Ada hubungan dengan hari yang baik. Ini merupakan hidup yang diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi siapaun.

By : Pdt. R.F. Martino