Daily Archives: 30/06/2019
DIPILIH UNTUK MENJADI UMAT YANG LAYAK BAGI TUHAN
Ulangan 8:1-5 1 Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja , tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. 5Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.
Ulangan 8:7-97 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; 8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 9suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.
Allah tidak pernah mempersulit umat-Nya untuk mengalami keberkatan, bahkan bukan hanya berkat yang sifatnya sementara tapi yang sifatnya kakalpun Tuhan sudah siapkan. Ini terbukti dari Allah sendiri yang mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus manusia dari dosa.
Tetapi yangmenajdi masalah adalah kesiapan umat Tuhan mengalami janji-janji Tuhan yang sudah disiapkan. Terkadang kita melihat berkat-berkat Tuhan yang sudah dialami oleh banyak orang percaya bukannya membawa hidup mereka lebih baik tapi justru membuat hidup mereka rusak. Berkat-berkat yang diterima disalahgunakan untuk hal-hal yang sifatnya duniawi
Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
Tuhan mengijinkan umat Israel mengalami kelaparan untuk:
1. Untuk merendahkan hatimu
2. Hidup menurut hukum-hukum dan ketetapan Allah
Tujuan Tuhan memberkati kita supaya kita bisa menjadi berkat buat banyak orang
I Korintus 10:1-11 1Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria. ” 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang f dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 11Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.
Ada 5 hal yang membuat kita tidak layak menjadi umat-Nya:
1. Jangan mengingini hal-hal yang jahat
Kita harus menjaga perilaku kita agar tidak menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Perlu kita merenungkan kebenaran firman-Nya agar tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan
2. Jangan menjadi penyembah-penyembah berhala
Kerinduan Tuhan adalah selalu ingin bersekutu dengan anak-anaknya. Dia ingin selalu menjadi nomor satu dalam hidup anda. Tuhan layak mendapat tempat pertama dalam hidup anda. Dia adalah pencipta semua makhluk di dunia ini. Dan Dia berhak atas kepunyaanNya. Zaman dulu yang disebut penyembahan berhala adalah menyembah patung atau pohon. Sebagai umat Kristen kerap kali banyak orang yang merasa pada zona nyaman. Dan tidak menyadari bahwa dirinya terjebak pada berhala modern zaman ini seperti mencintai harta lebih dari Tuhan, mengutamakan hal-hal duniawi melebihi Tuhan.
3. Jangan melakukan percabulan
Percabulan adalah sesuatu tindakan yang sangat keji yang di timbulkan oleh keinginan daging, sosial-budaya dan sosial-religius yang membuahkan dosa. Orang yang melakukan percabulan tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah dan Allah sangat menentang keras terhadap dosa ini
4. Jangan mencobai Tuhan
Jangan mencobai Tuhan. Dialah Allah yang menciptakan manusia. Dialah yang menciptakan seluruh alam semesta. Pada-Nya kita harus tunduk, bukan malah mencobai Dia. Belajarlah peka pada pimpinan-Nya. Kalau Dia memberi, bersyukurlah! Bila tidak, jangan kecewa! Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Jangan mencobai Tuhan. Dia Allah yang maha tahu. Dia tahu hati dan pikiran kita. Dia mengetahui seluruh perjalanan alam semesta. Mengapa kita mau mencobai Dia? Mengapa kita yang terbatas ini ingin mencobai Dia yang tak terbatas?
Jangan mencobai Tuhan Allah kita karena Dia adalah Allah yang memegang masa depan kita, seluruh manusia dan dunia ini. Jangan mereka-reka masa depan menurut kehendak dan seleramu.
5. Jangan bersungut-sungut
Bersungut-sungut adalah reaksi spontan yang timbul karena ketidakpuasan, kekecewaan, ataupun kekesalan yang timbul akibat apa yang diterima tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena ketidakmampuan mengatasi kekecewaan dan ketidakpuasan, maka timbulah reaksi bersungut-sungut. Reaksi ini biasanya dimiliki oleh pribadi yang kurang bersyukur atau tidak pernah bersyukur. Karenanya sikap dan response selalu negatif.
Bangsa Israel terlihat bersungut-sungut manakala dalam pengembaraan mereka saat keluar dari mesir menuju tanah perjanjian menemui tantangan dan halangan. Lalu mereka membandingkan situasi saat itu dengan situasi sebelumnya saat mereka dalam penindasan Mesir. Kebiasaan ini sebenarnya adalah sebuah kebiasaan yang tidak baik, yakni membanding-bandingkan sebuah situasi saat ini dengan situasi sebelumnya, karena akan meperkeruh suasana hati bangsa Israel sehingga mereka kehilangan rasio akal sehat.
Marilah kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan, mari terus balajar untuk menjadi umat yang layak bagi Tuhan dengan melakukan seluruh ketetapan-ketetapan-Nya
By : Pdt. Edison Rampalimbo













