Daily Archives: 19/08/2018
AGAPE (3)
1 Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
1 Yohanes 5:3-4 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
1 Korintus 13:1-4
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Kita sudah mengetahui bahwa iman adalah ketaatan tanpa syarat. Iman hanya dapat menghasilkan perbuatan-perbuatan iman jika ia digerakkan oleh agape. Berdaya tidaknya iman kita didalam suatu ketaatan tergantung kadar agape yang ada pada diri kita.
Allah itu kasih dan kasih tidak cemburu tetapi beberapa ayat di alkitab menunjukkan hal yang sebaliknya. Kita harus memahami ini agar memiliki pemahaman yang benar dan dapat memberikan penjelasan dengan benar.
Keluaran 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Ulangan 4:24 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.
Alkitab menjelaskan bahwa kasih tidak cemburu. Tetapi mengapa Allah sendiri pencemburu? sedangkan Allah adalah kasih. Dalam kitab Ulangan, dituliskan bahwa Allah itu pencemburu sekaligus api yang menghanguskan.
Kata cemburu di dalam alkitab tergantung konteks apa yang sedang dibicarakan dan kalimat yang ada pada ayat tersebut. Supaya kita jangan sama ratakan bahwa cemburu ini bagian dari pada panas asmara yang merajalela. Walaupun cinta dan asmara itu berbeda tapi bukan berarti asmara itu dosa. Asmara hanya berlaku di bawah hukum pernikahan. Asmara yang merajalela di luar pernikahan itu adalah dosa.
Ketika Rasul Paulus berbicara/menasehati jemaat Korintus tentang agape, dan di dalamnya rincian tentang spesifikasi, kriteria atau pun juga ciri-ciri khas dari agape, ia katakan bahwa agape itu tidak cemburu.
Sebagian orang menganggap bahwa ayat ini hanya berbicara pada konteks tertentu, tetapi jika kita meneliti dengan sungguh, maka sangat luas apa yang Paulus katakan dan nasehati tentang jemaat di Korintus yang bermasalah dalam hal cemburubaik secara rohani yaitu hubungannya dengan Tuhan maupun antar sesama. Sehingga Paulus menggunakan kata cemburu atau lebih tepatnya adalah iri hati.Kata cemburu tidak berbeda maknanya dengan iri hati tergantung konteksnya. Dalam kamus bahasa Indonesia dikatakan bahwa irihati didefinisikan sebagai tidak senang melihat kelebihan orang lain di dalam aspek apapun; ketidakpercayaan terhadap orang tersebut;
Paulus melihat keberadaan pribadi-pribadi jemaat yang berada dalam kondisi seperti ini, sehingga ia menjelaskan kepada jemaat bahwa tidak boleh ada rasa iri hati satu dengan yang lain. Siapapun itu, baik sesama saudara, antar saudara seiman maupun kepada semua orang.
Melalui kisah jemaat di Korintus, kita sebagai orang percaya yang sudah lahir dari benih Agape, dinasehati untuk tidak cemburu/iri hati. Karna kasih tidak cemburu.
Kita tahu, sejak awal Kain telah membunuh Habel karena iri hati. Persembahan Habel diterima Tuhan dan persembahan Kain tidak diterima Tuhan. Alkitab menulis bahwa Kain menjadi iri hati lalu membunuh Habel, adiknya itu.
Dalam kitab Perjanjian Lama dituliskan juga bahwa Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya karena cemburu. Dalam kitab Kisah Rasul dituliskan “bahwa nenek moyang kami telah menjual Yusuf karena iri hati”.
Iri hati akan merusak pribadi juga sekaligus merusak orang lain. Baik secara horizontal maupun secara vertikal, kita tidak boleh memiliki iri hati.
Cemburu secara Vertikal
Ketika kita bicara secara rohani, maka kita berhadapan dengan Tuhan. Karena semua hal-hal yang berhubungan dengan iman, sangat bersifat pribadi. Ketika kita berhadapan dengan Tuhan, maka kita sedang berhadapan dengan Tuhan yang Pencemburu tetapi bukan dalam konteks iri hati.
2 Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
2 Korintus 11:3Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
Secara pemahaman alkitab/teologis, gereja diibaratkan sebagai mempelai Kristus/mempelai perempuan, Yesus sebagai mempelai laki-laki. Ia akan datang menjemput mempelai perempuan-Nya, peristiwa itu disebut sebagai pengangkatan gereja, akan ada pertemuan di udara dan pernikahan anak domba.
Yesus adalah mempelai laki-laki, gereja adalah mempelai perempuan. Selama mempelai laki-laki belum datang, gereja Tuhan sebagai mempelai perempuan mempersiapkan diri dalam menanti mempelai laki-laki. Yang dipersiapkan oleh mempelai perempuan ini yaitu menghiasi dirinya dengan segala hal-hal yang rohani atau dengan kata lain gereja disempurnakan sebegitu rupa seperti mempelai wanita sebelum dijemput oleh mempelai pria yaitu tanpa cacat kerut. Dalam bahasa sederhana, kita sedang di proses/dibentuk sehingga tidak ada cacat kerut supaya layak menjadi mempelai Kristus.
Paulus mengatakan tentang cemburu karena ada masalah tentang pencemaran iman, pencemaran cinta Agape. Hal ini dapat menjurus kepada yang namanya perzinahan rohani. Kita bisa sangat malu terhadap hal perzinahan tubuh, tetapi sebagian orang Kristen tidak pernah merasa malu dengan yang namanya perzinahan rohani. Orang yang berzinah secara tubuh mencemari tubuhnya tetapi perzinahan rohani mencemari rohnya dan menyebabkan hubungannya dengan Tuhan menjadi rusak. Hal ini dapat menyebabkan api cemburu Tuhan dapat menghanguskan orang tersebut. Sehingga firman Tuhan katakan “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Dengan kata lain, tidak boleh ada yang kita sembah, kita puji, kita agungkan dan menempati hati kita selain dari Yesus Kristus.
Keluaran 20:3-5 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Rasa cemburu Tuhan adalah seperti api yang menghanguskan. Tuhan melakukan pembalasan terhadap keturunan ketiga dan keempat. Jadi kita tidak boleh bermain-main dengan perzinahan rohani. Itu sebabnya harus ada doa pemutusan atas kutuk turunan. Karena kita mengetahui bahwa latar belakang nenek moyang kita adalah penyembah berhala, dari latar belakang animisme.
Api cemburu yang dari Tuhan dapat membakar keturunan kita sampai 160 tahun kedepan. Sehingga kita diperingatkan supaya tidak ada ilah lain. Kristus sebagai mempelai laki-laki yang akan menjemput kita sebagai mempelai perempuan.
Mungkin kita sudah tidak menyembah patung, tidak percaya mitos, hal-hal mistis dan tahayul, tetapi yang menjadi berhala atau ilah adalah apa yang paling kita cintai dalam hidup kita termasuk barang, benda maupun orang. Selain uang yang menjadi ilah dalam hidup banyak orang, handphonedengan berbagai macam aplikasinya dapat menjadi berhala dalam hidup kita saat ini. handphone memang membantu untuk sarana berkomunikasi tetapi juga dapat menjadi ilah yang menggantikan posisi Allah dalam hati kita. Ada juga hobi hobi tertentu yang menjadi berhala dalam hidup kita. Karena setiap zaman ada ilahnya.
Jemaat di Korintus memiliki ketekunan dan kesetiaan yang sangat baik pada awalnya. Tetapi ketika ada pemberitaan Injil yang lain, mereka pun langsung menerima. Berbicara mengenai ketegasan prinsip iman supaya tidak dikalahkan oleh sungkanisme, Tuhan berbicara sangat tegas “Apabila ada orang yang memberitakan Injil yang lain, maka tidak boleh diterima ataupun diberi salam.” Sehingga kita hanya menjadi milik daripada Kristus
Cemburu secara Horisontal
Apakah anda pernah tidak senang dengan kelebihan orang, tidak mengakui kelebihan orang lain? Kita harus mengakui dengan jujur itu adalah ciri khas bangsa kita dan harus kita rubah karena kita sudah menerima Kristus.
Sebagai orang percaya, kita harus memperbaiki diri dari mental iri hati. Rasa iri tidak bisa menerima kemahiran dan kemampuan orang lain ada dimana-mana dan hal ini pun sudah masuk dalam gereja. Kita memahami bahwa gereja-gereja sudah memiliki fungsinya masing-masing sebagai tubuh Kristus. Masing-masing Tuhan sudah berikan tugas dan karunia itu, supaya gereja Kristus menjadi sempurna karena saling melengkapi. Jadi tidak perlu ada rasa iri hati, tidak perlu ada rasa tidak dapat saling menerima atas apa yang Tuhan sudah kerjakan.
Bahaya iri hati:
1. Mencemari hati dapat merusak roh kita.
2. Mencemari fisik karena dapat mendatangkan penyakit bagi tubuh.
3. Tidak ada tempat di surga bagi orang yang iri hati.
Tuhan tidak mengizinkan kita iri hati kepada siapa pun termasuk kepada orang yang jahat sekalipun.
Amsal 3:31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,
Amsal 14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Sangat jelas yang Alkitab katakan tentang iri hati dan akibatnya secara jiwani maupun rohani. Jadi buanglah semuanya itu.
By : Pdt. R.F Martino













